Rabu, 23 Oktober 2013

"MELIHAT DENGAN MATA HATI"

"Mata" merupakan anugerah Tuhan yang luar biasa. Lensa "Mata" kita mampu membedakan lebih dari 10 juta warna dalam waktu singkat". 



"Mata" juga mampu menangkap gambar dengan sempurna lebih dari kecepatan kamera manapun."Mata"  mampu membedakan mana tempat yang indah dan mana yang tidak. Mana bangunan yang megah dan mana yang bukan. Namun tahukah Anda Tuhan telah mengabarkan kita supaya melihat bukan dengan "Mata"?
 
Lalu dengan apa kita harus melihat?
Ternyata menurut riset, fungsi "Mata" adalah untuk mengumpulkan semua informasi. Data-data ini diperlukan untuk memberikan info tentang obyek yang ingin kita lihat. Informasi ini kemudian akan diteruskan dari "Mata" Anda ke otak melalui saraf optik. jadi "Mata" adalah pengumpul data. Sedangkan otak adalah tempat dimana semua informasi dianalisis, sehingga kita mampu ‘melihat’ benda-benda dalam bentuk jadi-nya.

Informasi dari otaklah yang mengatakan bahwa, orang itu cantik, bangunan itu megah, jalan ini kotor dan sebagainya. Sehingga kurang tepat jika kita hanya menyebut manusia melihat dengan "Mata". karena "Mata" hanya mengumpulkan informasi tanpa bisa menelaah informasi yang masuk. Respon dari otak pulalah yang bisa membuat manusia menanggapi apa yang ditangkap oleh "Mata". Apakah sesuatu itu baik atau buruk.  Dengan "Mata" saja, kita akan sulit membedakan, apalagi memberikan justifikasi apakah hal ini mulia atau tidak. Namun, jika otak sudah memproses, maka ada "Mata Hati" (nurani dan akal) yang terlibat. Akal dan nurani akan lebih manjur untuk memberikan kesimpulan apa-apa saja yang kita lihat.


Saya merefleksikan hal ini dengan pengalaman saya. Dulu, saya sering menghukumi sesuatu dengan visual saya, tanpa memproses lebih jauh informasi yang masuk. Saya dulu menyangka orang-orang yang bermobil mewah itu mulia, derajatnya tinggi dan dihormati. Namun ternyata tidak semuanya demikian, karena saya sering menjumpai orang-orang bermobil mewah yang seakan tak punya "Mata Hati". Sejumlah pejabat yang mengatasnamakan wakil rakyat dengan pongahnya mengendarai mobil milyaran rupiah, menghentikan laju laju ratusan kendaraan masyarakat yang penuh sesak, dengan bantuan aparat, hanya sekedar ingin lewat.

Saya dulu menyangka setiap orang yang rumahnya megah, adalah orang yang giat bekerja dengan jujur dan amanah. Tapi ternyata tidak semuanya demikian. Sejumlah orang menipu, berdagang barang haram, korupsi dan menjalankan bisnis ilegal, hingga mampu menumpuk kekayaan untuk membangun rumah mewah.

Allah Maha Benar.
Dalam kitab suci, kemuliaan manusia tidak dilihat secara visual semata. Bukan hanya indah di pandangan belaka. Namun kemuliaan manusia tampak dari kedekatan dirinya dengan Allah, dan kerendahan "hati" untuk tetap berbagi manfaat pada sesama. Menilai dengan "Mata" memang perlu, namun menilai dengan "Mata Hati" jauh lebih perlu.

Melihat dengan ketajaman "Mata Hati" memang sangat penting dalam kehidupan ini. Artinya ketika kita melihat dengan pandangan "Mata Hati" berarti kita akan menemukan kebenaran yang sebenarnya. Sebab melihat dengan "Mata Hati" tidak mengedepankan Emosianal, artinya kita dapat melihat persoalan secara objektif. Hanya melihat dengan "Mata Hati"lah jiwa kita bisa tentram. Melihat dengan "Mata Hati" membuat Iman kita semakin subur. Sebab "Mata Hati" tidak pernah dusta. Kadang kala kita tidak mau menerima kenyataan ini, kita kesal kenapa terjadi, tetapi setelah kita renungkan secara mendalan barulah kita tersadar itu adalah suatu hal yang pantas terjadi.

Orang-Orang arif , mereka telah mendapat hidayah dari Allah, orang -orang ini adalah cahaya bagi orang yang sedang mencari kedamain hidup. sehingga apa-apa yang diucapkannya merupakan kata-kata yang dapat masuk kelubuk "hati" sehingga membuahkan akhlak yang mulia. Amin

Jadi mulai sekarang jangan hanya melihat dengan "Mata", namun lihatlah lebih seksama dengan "Mata Hati" Anda.
 
Sumber:
1. pemenangkehidupan.wordpress.com/.../melihat-orang...
2. patimura123.wordpress.com/.../melihat-dengan-mata-..
3. en.peperonity.com/Melihat-dengan-mata-hati/ranggaO...
4. laely.widjajati.photos.facebook/Assalamu'alaikum-Wr-Wb-Met-Pagi.....
5. laely.widjajati.photos.facebook/Assalamu'alaikum-Met-Pagi-Smuax.....
6. laely.widjajati.photos.facebook/Add-a-description.....

Sabtu, 19 Oktober 2013

"AWAN MENURUT AL-QUR'AN"

1 Para ilmuwan telah mempelajari berbagai jenis "awan" dan menyadari bahwa "awan" pembawa hujan terbentuk dengan sistem dan urutan tertentu. 
 
 
Bentuknya pun tertentu dan terkait dengan jenis angin dan tipe "awan".
 
Dalam "Al-Qur'an" ada banyak ayat yang menjelaskan tentang "awan" ini, antara lain:
 
)      QS. Al-Baqarah (2): 57 Dan Kami naungi kamu dengan "awan", dan Kami turunkan kepadamu "manna" dan "salwa". Makanlah dari makanan yang baik-baik yang telah Kami berikan kepadamu. Dan tidaklah mereka menganiaya Kami, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.
 
2)     QS. Al-Baqarah (2): 164 Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering) -nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan "awan" yang dikendalikan antara langit dan bumi; Sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.
 
3)  QS. Al-Baqarah (2): 210 Tiada yang mereka nanti-nantikan melainkan datangnya Allah dan malaikat (pada hari kiamat) dalam naungan "awan", dan diputuskanlah perkaranya. Dan hanya kepada Allah dikembalikan segala urusan.
 
4)      QS. Al-A'raaf (7): 57 Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa "awan" mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran.
 
5)      QS. Al-A'raaf (7): 160 Dan mereka Kami bagi menjadi dua belas suku yang masing-masingnya berjumlah besar dan Kami wahyukan kepada Musa ketika kaumnya meminta air kepadanya: "Pukullah batu itu dengan tongkatmu!". Maka memancarlah daripadanya duabelas mata air. Sesungguhnya tiap-tiap suku mengetahui tempat minum masing-masing. Dan Kami naungkan "awan" di atas mereka dan Kami turunkan kepada mereka manna dan salwa. (Kami berfirman); "Makanlah yang baik-baik dari apa yang telah Kami rezekikan kepadamu". Mereka tidak menganiaya Kami, tetapi merekalah yang selalu menganiaya dirinya sendiri.
 
6)      QS. Al-A'raaf (7): 171 Dan (ingatlah), ketika Kami mengangkat bukit ke atas mereka seakan-akan bukit itu naungan "awan" dan mereka yakin bahwa bukit itu akan jatuh menimpa mereka. (Dan Kami katakan kepada mereka): "Peganglah dengan teguh apa yang telah Kami berikan kepadamu, serta ingatlah selalu (amalkanlah) apa yang tersebut di dalamnya supaya kamu menjadi orang-orang yang bertakwa".
 
7)      QS. Ar-Ra'du (13): 12 Dia-lah Tuhan yang memperlihatkan kilat kepadamu untuk menimbulkan ketakutan dan harapan, dan Dia mengadakan "awan" mendung.
 
8)      QS. An-Nuur (24): 40 Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) "awan"; gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barang siapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikit pun.
 
9)      QS. An-Nuur (24): 43 Tidakkah kamu melihat bahwa Allah mengarak "awan", kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian) nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan "awan" seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat "awan" itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan.
 
10)   QS. Asy-Syu'araa (26): 189 Kemudian mereka mendustakan Syu'aib, lalu mereka ditimpa `adzab pada hari mereka dinaungi "awan". Sesungguhnya `adzab itu adalah `adzab hari yang besar. 
 
11)   An-Naml (27): 88 Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya "awan". (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
 
12)   QS. Ar-Ruum (30): 48 Allah, Dialah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan "awan" dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat hujan ke luar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya tiba-tiba mereka menjadi gembira.
 
13)   QS. As-Sajdah (32: 27 Dan apakah mereka tidak memperhatikan, bahwasanya Kami menghalau ("awan" yang mengandung) air ke bumi yang tandus, lalu Kami tumbuhkan dengan air hujan itu tanam-tanaman yang daripadanya (dapat) makan binatang-binatang ternak mereka dan mereka sendiri. Maka apakah mereka tidak memperhatikan?
 
14)   QS. Faathir (35): 9 Dan Allah, Dialah Yang mengirimkan angin; lalu angin itu menggerakkan "awan", maka Kami halau "awan" itu ke suatu negeri yang mati lalu Kami hidupkan bumi setelah matinya dengan hujan itu. Demikianlah kebangkitan itu.
 
15)   QS. Al-Ahqaaf (46): 24 Maka tatkala mereka melihat adzab itu berupa "awan" yang menuju ke lembah-lembah mereka, berkatalah mereka: "Inilah "awan" yang akan menurunkan hujan kepada kami". (Bukan)! bahkan itulah adzab yang kamu minta supaya datang dengan segera (yaitu) angin yang mengandung adzab yang pedih,
 
16)   QS. Adz-Dzaariyaat (51): 2 dan "awan" yang mengandung hujan,
 
17)   QS. At-Thuur (52): 44 Jika mereka melihat sebagian dari langit gugur, mereka akan mengatakan: "Itu adalah "awan" yang bertindih-tindih".
 
18)   QS. Al-Waaqi'ah (56): 69 Kamukah yang menurunkannya dari "awan" ataukah Kami yang menurunkan?
 
19)   QS. An-Naba' (78): 14 dan Kami turunkan dari "awan" air yang banyak tercurah,

Sumber:
1. nuryahman-al-hidayah.blogspot.com/.../ayat-alquran-t...
2. www.al-habib.info/.../al-quran-pembentukan-...
3. laely.widjajati.photos.facebook/Alhamdulillah-Langit-dg-LukisanMendungpun...
4. laely.widjajati.photos.facebook/Mendungpun-ENGKAU-Lukiskan-dg.....
5. laely.widjajati.photos.facebook/Alhamdulillah-LukisanMU-yg-slalu-baru....

"HARI KIAMAT MENURUT ISLAM"

"Begitu banyak ramalan-ramalan tentang "Hari Kiamat" yang ditulis dalam berbagai buku. Percayakan kita ?"



BAGAIMANA "ISLAM" MEMANDANG "KIAMAT"?


Percaya kepada "Hari Kiamat"  adalah salah satu rukun iman yang ke enam. Ilmu kita tidak akan pernah sampai untuk meramalkan kapan kepastian terjadinya "Kiamat", karena hal itu adalah menjadi rahasia Allah SWT., sebagaimana FirmanNYA:
 
“Telah dekat terjadinya "Hari Kiamat". Tidak ada yang akan menyatakan terjadinya "hari" itu selain Allah”(Q.S. An-Najm : 57-58)

"Hari Kiamat" pasti terjadi. Hanya saja, kapankah peristiwa itu akan berlangsung? Allah SWT sajalah yang mengetahui. Tak ada satu pun makhluk di alam semesta, termasuk malaikat, yang mampu memprediksikan waktu "Kiamat". Bahkan, Nabi Muhammad SAW yang menjadi kekasih-Nya pun tidak diberi informasi yang jelas.

Hal tersebut ditegaskan Allah dalam Firman-Nya:

"Mereka menanyakan kepadamu tentang "hari" akhir : “Kapankah terjadinya ?”. Katakanlah:”Sesungguhnya pengetahuan tentang itu ada pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. "Kiamat" itu amat berat bagi yang di langit dan di bumi. "Kiamat" itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba”. Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah:”Sesungguhnya pengetahuan tentang "Hari Kiamat" itu adalah di sisi Tuhan, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”. (QS AL-A’raaf :187)

TANDA-TANDA "KIAMAT" MENURUT "ISLAM".


Dalam Hadits Huzaifah bin Asid Al-Ghifari ra. berkata: “Datang kepada kami Rasulullah SAW. dan kami pada waktu itu sedang berbincang-bincang. Lalu beliau bersabda: “Apa yang kamu perbincangkan?”. Kami menjawab: “Kami sedang berbincang tentang "Hari Kiamat".
Lalu Nabi SAW. bersabda: “Tidak akan terjadi "Hari Kiamat" sehingga kamu melihat sebelumnya sepuluh macam tanda-tandanya”. Kemudian beliau menyebutkannya: “Asap, Dajjal, binatang, terbit matahari dari tempat tenggelamnya, turunnya Isa bin Maryam alaihissalam, Ya’juj dan Ma’juj, tiga kali gempa bumi, sekali di timur, sekali di barat dan yang ketiga di Semenanjung Arab yang akhir sekali adalah api yang keluar dari arah negeri Yaman yang akan menghalau manusia kepada Padang Mahsyar mereka”. (HR. Muslim).
 

Hadits serupa juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad.
 
KETERANGAN:
Sepuluh tanda-tanda "Kiamat" yang disebutkan Rasulullah SAW. dalam hadits ini adalah tanda-tanda "Kiamat" yang besar-besar, akan terjadi di saat hampir tibanya
"Hari Kiamat". Sepuluh tanda itu ialah:
  1. Dukhan (asap) yang akan keluar dan mengakibatkan penyakit yang seperti selsema di kalangan orang-orang yang beriman dan akan mematikan semua orang kafir.
  2. Dajjal yang akan membawa fitnah besar yang akan meragut keimanan, hinggakan ramai orang yang akan terpedaya dengan seruannya.
  3. Dabbah-Binatang besar yang keluar berhampiran Bukit Shafa di Mekah yang akan bercakap bahwa manusia tidak beriman lagi kepada Allah swt.
  4. Matahari akan terbit dari tempat tenggelamnya. Maka pada saat itu Allah swt. tidak lagi menerima iman orang kafir dan tidak menerima taubat dari orang yang berdosa. Sebagaimana kita ketahui, insyaAllah, terbitnya matahari dari arah barat berarti tertutupnya pintu taubat. Dan tanda tanda datangnya "Hari Kiamat" ini hanya terjadi ketika menjelang "Kiamat" setelah munculnya Dajjal, hewan melata, dan tanda-tanda "Hari Kiamat" lain.
  5. Turunnya Nabi Isa alaihissalam ke permukaan bumi ini. Beliau akan mendukung pemerintahan Imam Mahadi yang berdaulat pada masa itu dan beliau akan mematahkan segala salib yang dibuat oleb orang-orang Kristian dan beliau juga yang akan membunuh Dajjal.
  6. Keluarnya bangsa Ya’juj dan Ma’juj yang akan membuat kerusakan di permukaan bumi ini, yaitu apabila mereka berjaya menghancurkan dinding yang dibuat dari besi bercampur tembaga yang telah didirikan oleh Zul Qarnain bersama dengan pembantu-pembantunya pada zaman dahulu.
  7. Gempa bumi di Timur.. Bisa jadi ini mengacu kepada gempa di China, Tsunami di Aceh.
  8. Gempa bumi di Barat. Bisa jadi ini akan terjadi di daerah Mexico, Argentina, Brazilia dan negara-negara Amerika Latin
  9. Gempa bumi di Semenanjung Arab.. Kemungkinan kasus longsor di Mesir sebagai pembukanya.
  10. Api besar yang akan menghalau manusia menuju ke Padang Mahsyar. Api itu akan bermula dari arah negeri Yaman. (Apa ini bahaya Nuklir?)
"Menjelang "Hari Kiamat" nanti bakal terjadi fitnah-fitnah seperti potongan malam kelam. Pada saat itu seseorang beriman pada pagi "hari" dan menjadi kafir pada sore "hari"nya, beriman pada sore "hari" dan menjadi kafir pada pagi "hari"nya. Ia menjual agamanya dengan materi dunia." (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)

D
ari Tsauban , Rasulullah SAW. bersabda : "…dan tidak akan terjadi "Kiamat" sampai adanya beberapa kabilah dari umatku yang kembali menyembah berhala. Dan sesungguhnya akan muncul di tengah umatku 30 orang pendusta, masing-masing mengaku dirinya nabi, padahal aku adalah penutup para nabi. Tidak ada nabi lagi sesudahku…." (HR.Muslim, kitab Al-fitan wa asyrath As Sa'ah no. 2889, Abu Daud no. 4252, At-Tirmidzi 4/449 no. 2219, Ibnu Majah no. 2952, Ahmad dalam musnadnya 5/278) 

"Yang mereka nanti-nanti tidak lain hanyalah kedatangan malaikat kepada mereka (untuk mencabut nyawa mereka), atau kedatangan Tuhanmu atau kedatangan sebagian tanda-tanda Tuhanmu. Pada "hari" datangnya sebagian tanta-tanda dari Tuhanmu tidaklah bermanfa'at lagi iman seseorang bagi dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya. Katakanlah: "Tunggulah olehmu sesungguhnya kamipun menunggu (pula)". (QS. Al-An'am:158)
 
Mengikut pendapat Imam Ibnu Hajar al-Asqalani di dalam kitab Fathul Bari beliau mengatakan: “Apa yang dapat dirajihkan (pendapat yang terpilih) dari himpunan hadits-hadits Rasulullah SAW. bahwa keluarnya Dajal adalah yang mendahului segala pertanda-petanda besar yang mengakibatkan perubahan besar yang berlaku di permukaan bumi ini. Keadaan itu akan disudahi dengan kematian Nabi Isa alaihissalam (setelah beliau turun dari langit). Kemudian terbitnya matahari dari tempat tenggelamnya adalah permulaan tanda-tanda "Kiamat" yang besar yang akan merusakkan sistem alam cakrawala yang mana kejadian ini akan disudahi dengan terjadinya peristiwa "Kiamat" yang dahsyat itu. Barangkali keluarnya binatang yang disebutkan itu adalah terjadi di "hari" yang matahari pada waktu itu terbit dari tempat tenggelamnya”.

Tidak dapat dipungkiri bahwa kita saat ini hidup di akhir zaman. Berbagai peristiwa telah mengisyaratkan bahwa bumi semakin tua. Cuaca semakin tidak menentu dan sulit diprediksi. Berbagai bencana, seperti gempa bumi, gunung meletus, badai, dan banjir kerap terjadi di berbagai penjuru dunia.

Ini ditambah dengan gejala pemanasan global (global warming) yang makin mengkhawatirkan. Dalam kehidupan sosial, berbagai kejadian memilukan juga sering terjadi akhir-akhir ini. Misalnya pembunuhan, pemerkosaan, perang saudara, korupsi, dan berbagai bentuk kebejatan moral lainnya. Hal tersebut melanda di berbagai penjuru dunia. Banyak yang mengatakan berbagai kejadian tersebut merupakan pertanda "Kiamat" sudah dekat.

Dan memang, meskipun "Kiamat" adalah suatu rahasia besar, tapi Allah SWT. memberikan sejumlah isyarat atau tanda kepada manusia bahwa saatnya telah dekat. Butuh kepekaan hati untuk bisa membaca tanda-tanda tersebut. Buku karya ulama besar Ibu Katsir, mengungkap banyak hal tentang "Kiamat". Antara lain, tentang tanda-tanda kedatangannya.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda, “Segeralah beramal baik sebelum terjadi enam tanda "Kiamat". Yaitu, matahari terbit dari arah ia terbenam, dajjal, asap tebal, satwa melata bicara (dabbah), petaka (kematian spesifik) perorangan, dan petaka umum ("Kiamat" besar).” (HR Ahmad). 

Sumber:
1. agungasshafi.wordpress.com/kiamat-dalam-islam/
2. www.meriwardanaku.com/.../tanda-tanda-hari-kiamat....
3. jangdith.blogspot.com/.../10-tanda-kiamat-besar-dala...
4. www.republika.co.id › KhazanahMozaik
5. seribu.pilihan.blogspot.com/Gambaran-ngeri-hari-kiamat.....
6. hafizudinbobz.blogspot,com/hAmBa-aLLaH-yAnG-HiNa/ISLAMKAH-KITA.html
7. monster.bego.blogspot.com/Tanda-Tanda-Kiamat....
8. kolomkita.detik.com/Benarkah-2012-Hari-Kiamat-?....

Jumat, 18 Oktober 2013

"MENIKMATI HARI LIBUR - PEDULI LINGKUNGAN"

"Rutinitas "Hari Libur" Sabtu dan Minggu, apabila dinikmati sangatlah menarik"


Sabtu Tanggal 19 Oktober 2013, "Hari Libur" rutin bagi para Pegawai Negeri Sipil, yang Non Pelayanan Publik. Pagi "Hari" ini diawali hujan turun pukul 03.50 WIB, menjelang Subuh. Lumayan segarlah walaupun hujannya tidak terlalu lama, tapi sudah bisa cukup untuk menyirami tanaman yang ada di Taman.

Sesuai dengan Surat Edaran Ketua RT 16/RW 05 Taman Jenggala Pemerintah Desa Larangan, bahwa pada "Hari" Sabtu dan "Hari" Minggu, Tanggal 19 dan 20 Oktober 2013, di lingkungan Taman Jenggala khususnya RT 16, akan dilakukan Pengerukan Selokan. Hal ini dilakukan sebelum musim hujan tiba, tapi tadi pagi pukul 03.50 WIB sudah mulai turun hujan setelah lama tidak turun hujan. 

Pukul 05.30 WIB,  saya sekeluarga kerja bakti untuk mengangkati pot bunga yang berada di atas tutup selokan untuk diletakkan di pinggir supaya nantinya tidak rusak dan tidak mengganggu para pekerja/pembersih/pengeruk selokan. Hal ini juga dilakukan oleh para tetangga yang lain. Kalau begini bisa ketemu dengan para tetangga, karena biasa keseharian tidak pernah bertemu, karena kesibukan masing-masing. 

Sedang asyeek memotong pohon kamboja, ada tetangga yang minta potongannya untuk ditanam. Memang pohon kamboja ini sangat mudah menanamnya. Ditancapkan di tanah saja bisa langsung tumbuh dan dapat dimanfaatkan untuk menambah keindahan "Lingkungan".

Pukul 08.30 WIB, setelah selesai membersihkan dan merapikan tanaman, saya sekeluarga dan para tetangga pun sudah selesai merapikan tanaman dan "Lingkungan" mereka masing-masing dan masuk ke rumah masing-masing sambil menunggu para pekerja/pengeruk selokan.

Sudah menunjukkan pukul 09.35 WIB, para pekerja pengerukan selokan kok belum datang. Emangnya mau dikerjakan mulai jam berapa siih?? Mumpung sekarang "Hari Libur" sehingga bisa mengawasi pekerjaan pengerukan selokan.

Waaaaah........ Kayaknya "Hari Libur"  kali ini memang penuh penantian. Para pekerja belum hadir jugaaa..... ? 

Setelah kutinggal tidur sampai pukul 15.15 WIB pun, para pekerja belum ada. "Hari" Minggu kali mulai bekerjanya. Semoga pekerjaannya besok lancar. Kayaknya kerjanya berat juga tuh pengerukan selokan. Setelah tutup selokan dibuka, ternyata banyak kotoran, sampah yang selayaknya tidak dibuang ke selokan. Ternyata masyarakat ini memang masih sangat sulit untuk diajak peduli pada "Lingkungan". Masak buang sampah saja masih belum pada tempatnya. 

Program Peduli Lingkungan (conservation programs), yaitu program pengelolaan "Lingkungan" secara benar dan bermanfaat  sehingga dapat dinikmati secara terus menerus tanpa merusak keadaannya, turut menjaga dan melestarikan sehingga ada manfaat yang berkesinambungan.
 
Mengingat masyarakat adalah unsur yang menikmati langsung kondisi "Lingkungan", ada sebuah Yayasan, yaitu Yayasan Peduli Anak Negeri (YPAN) yang mengajak masayarakat untuk menjadi media kontrol secara langsung terhadap "Lingkungan"nya dan berperan aktif untuk peka terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah dalam upaya pelestarian "Lingkungan" dengan menanamkan pengertian “Membangun bukan berarti harus merusak”. Program-program seperti ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat dalam rangka pendidikan pelestarian "Lingkungan".
Disamping itu ada juga Komunitas Peduli "Lingkungan"  (KOPEL Indonesia). Komunitas ini juga mengajak kepada masyarakat untuk Peduli kepada "Lingkungan". Masih banyak lembaga-lembaga lain yang berkecimpung dalam kegiatan kepedulian "Lingkungan", semoga mereka benar-benar peduli terhadap "Lingkungan" ini dan tidak panas-panas tahi ayam dan sekedar mencari popularitas belaka.
 
Sumber:
1. laely.widjajati.photos.facebook/Mendungpun-ENGKAU-Lukiskan-dg-sangat-Indah.........
2. laely.widjajati.photos.facebook/Tak-ada-"Sedap-Malam"........"KAMBOJA"pun-jadi......
3. www.yayasanpeduli.or.id/in/program/lingkungan.html
4. https://www.facebook.com/komunitas.p.indonesia.7
5. laely.widjajati.photos.facebook/jaga-lingkungan......

Senin, 14 Oktober 2013

"HUBUNGAN ANTARA IDUL ADHA DENGAN IBADAH HAJI"

"Idul Adha" Tahun 2013 ini penulis sekeluarga sengaja Shalat Id di Taman Jenggala Sidoarjo, yang bertempat di Jalan Sunandar P. Sudarmo Sidoarjo (Sebelah Timur Pasar Larangan)".


Pada pukul 05.30 WIB, saya sekeluarga berangkat ke tempat Shalat "Idul Adha" , ternyata masih sepi, baru ada sekitar 10 orang dengan ta'mir Masjid Al-Furqan. Setelah itu baru berdatangan jama'ah sampai memenuhi tempat "Idul Adha" yang telah disediakan. 

Tepat pukul 06.00 WIB, diumumkan bahwa "Idul Adha"  akan segera dimulai dengan dipimpin oleh seorang Imam yaitu Ustadz Ali Kurniawan dan Khatibnya Ustadz Drs. H. Su'udi. Diumumkan pula untuk Kurban Tahun ini Masjid Al-Furqan berhasil mengumpulkan hewan kurban sebanyak 9 ekor lembu dan 8 ekor kambing. Setelah Shalat "Idul Adha"  nanti akan segera disembelih dan didistribusikan kepada masyarakat yang berhak menerima dan yang membutuhkan.

Shalat "Idul Adha" dimulai pukul 06.05 WIB, setelah Shalat "Idul Adha" dilanjutkan dengan khutbah yang disampaikan oleh Ustadz Drs. H. Su'udi. 

Khatib menyampaikan bahwa "Idul Adha" adalah Hari paling agung di hadapan Allah SWT., setelah itu bari "Idul" Fitri.  Namun kenyataannya yang terjadi pada masyarakat,  "Idul Adha"  dikalahkan dengan "Idul" Fitri, Perayaan 17 Agustus, Tahun Baru dan hari-hari lainnya. Mengapa Hari Paling Agung? Karena "Idul Adha"  bertepatan dengan Umat Islam sedunia melaksanakan Ibadah Haji.  Tanggal 9 Dzulhijah, seluruh Umat Islam sedunia berkumpul di Arafah melaksanakan Wukuf, berdzikir dan berdo'a yang diamini oleh Umat Islam sedunia. Sedangkan Umat Islam yang tidak menunaikan "Ibadah Haji", menunaikan Puasa Sunnah sebagai tanda ikut prihatin dan mendo'akan sesama Muslim yang sedang menunaikan "Ibadah Haji" di Arafah. Islam itu sangat indah, mereka saling mendo'akan antar sesama.


Jadi "Ibadah Haji" bukan Ibadah yang foya-foya yang hanya sekedar untuk mencari status. Namun "Ibadah Haji" sebenarnya memiliki misi-misi khusus bagi Kaum Muslim, antara lain:

1. Melaksanakan Aqidah Islamiah.
Umat Islam yang melaksanakan "Ibadah Haji" adalah dalam rangka memenuhi panggilan Allah semata. Mereka meninggalkan keluarga, pekerjaan, kekayaan dan semuanya untuk datang ke Mekah dalam rangka memenuhi panggilan Allah. Setelah melaksanakan "Ibadah Haji" diharapkan nanti setelah pulang sampai ke rumah dapat meninggalkan dan memberantas kemaksiatan yang terjadi di lingkungannya.

2. Ibadah.
Umat Islam sedunia berkumpul di satu tempat dalam rangka praktek "ibadah" secara langsung dengan tuntunan yang benar sesuai dengan yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW. berdasarkan Al-Qur'an dan Hadits.  Setelah pulang dari "Ibadah Haji" diharapkan nantinya dapat menyampaikan "ibadah" yang benar kepada sanak keluarganya mengenai pelaksanaan "ibadah" yang benar sesuai dengan tuntunan Nabi kita Muhammad SAW. Diharapkan dapat memperbaiki kesalahan-kesalahan dalam pelaksanaan "ibadah" yang selama ini dilakukan.

3. Ukhuwah Islamiah.
"Ibadah Haji" adalah dalam rangka menjalin kebersamaan antara Kaum Muslim di seluruh dunia. Islam itu satu, tidak ada perbedaan antara satu dengan yang lain. Tawadu', luwes, tidak ada konflik. "Ibadah Haji" juga untuk menghilangkan konflik diantara Umat Islam itu sendiri. Jadi Umat Islam itu satu dan sama di seluruh dunia, tidak ada bedanya.

4. Study Komparasi (Banding).
Jemaah "Haji" pergi ke tanah Saudi Arabia dapat membandingkan dengan negara mereka masing-masing. Saudi Arabia dengan tanahnya yang gersang tandus terhampar padang pasir, namun rakyatnya damai dan kecukupan tidak pernah mengalami kekurangan. Dapat dibandingkan dengan negeri kita Indonesia yang subur makmur gemah ripah loh jinawi, namun rakyatnya tidak pernah damai mengalami kemiskinan dimana-mana, banyak konflik dan sering terjadi bencana. Allahu Akbar...... Kita bisa berinterospeksi, ada apa sebenarnya.

Khotbah ditutup dengan memanjatkan do'a yang dipimpin oleh Khatib. Semoga kita diberi kekuatan iman dan Islam yang telah dikaruniakan kepada kita.

Itulah tadi beberapa hal yang penulis dapatkan dalam mengikuti ibadah Shalat "Idul Adha"   pada hari ini. Semoga bermanfaat bagi para pembaca.  

Sumber:
1. Intisari.Khutbah.Shalat.Idul.Adha.15.Oktober.2013/Taman-Jenggala-Sidoarjo....
2. laely.widjajati.photos.facebook/Alhamdulillah...Shalat-IDUL-ADHA-Telah Dilaksanakan...
3. laely.widjajati.photos.facebook/ADHENIUM...Tetaplah-Mekar-dg-Warna-Cantikmu......
4. laely.widjajati.photos.facebook/ASSALAMU'ALAIKUM-Wr.-Wb....Me PagiSmuanya....

"ETIKA PENTING BERJEJARING SOSIAL (FACEBOOK/TWITTER)"

"Facebook" menjadi alat penghubung kita dengan teman lama dan baru". 



Melalui "jejaring sosial" lainnya seperit "Twitter" dan forum online berinteraksi "sosial" di dunia maya menjadi lebih mudah. Berikut etika yang baik dan benar yang berlaku di "jaringan sosial":

1. Ingat, Anda memosting informasi dan foto di forum umum. Jangan meletakkan konten yang tidak beretika di laman depan.

2. Apakah teman di akun "Facebook" Anda mencakup keluarga, kenalan, kontak bisnis? Hapus posting komentar atau link yang tidak berkenan untuk menghindari salah prasangka.

3. Permintaan teman-teman benar. Jika Anda baru saja bertemu atau tidak terlalu akrab dengan orang yang ingin berteman, tulislah pesan singkat untuk mengetahui jati diri yang sebenarnya. Misalnya sebutkan nama salah satu teman yang Anda sama-sama kenal. Hal ini bisa menciptakan rasa nyaman dengan memberikan akses kehidupan di "jejaring sosial" Anda.

3. Jangan terus mencoba untuk seseorang “teman” yang mengabaikan Anda. Jika hal itu terjadi tidak perlu menanyakan alasan mereka tidak menanggapi permintaan Anda.

4. Berpikir tentang “berteman” atasan atau klien? Jika menggunakan "Facebook" adalah tetap berhubungan dengan teman-teman. Berpikir dua kali sebelum “berteman” dengan mereka yang memposting lelucon konyol. Terutama ketika Anda berada di jam kerja.

5. Bersiaplah. Jika seseorang cukup berani untuk bertanya mengapa Anda belum menerima permintaan teman mereka. Anda bisa mengatakan, “Saya hanya sesekali menggunakan "Facebook" untuk tetap berhubungan dengan beberapa teman. Ini bukan cara yang dapat diandalkan untuk berkomunikasi dengan saya”.

6. "Facebook" dan "Twitter" tidak identik. Di "Twitter" Anda bergantung pada 140 karakter dan membuang semua tata bahasa dan aturan ejaan. Terkadang hal tersebut dapat dimengerti, tetapi tetap saja emmbuka kemungkinan salah eja, tata bahasa salah, dan tidak gaul.

7. Jangan publikasikan rasa emosional Anda. Misalnya putus dengan pacar. Teknologi membuat komunikasi jadi mudah, tetapi kesopanan umum masih berlaku ketika membahas semua jenis materi emosional.

8. Posting konten dengan bijaksana. Komentar dan link yang dibagi mencerminkan gambaran diri Anda.

9. Jangan banjiri profil dengan foto, video, dan komentar yang berkaitan dengan gagalnya hubungan Anda. Hal itu sepertinya tidak pantas dilakukan di "Facebook". Jika Anda ingin minta simpati, teleponlah teman Anda, jangan bertanya pada orang-orang di dunia maya, apalagi di "Facebook" yang diakses banyak orang. Anda malah bisa dipermalukan.


10. Jangan curhat dan buka rahasia di "Facebook".
Jika Anda ingin curhat dan sejenisnya, lebih baik Anda tidak melakukannya di "Facebook". Gunakan saja e-mail, telepon atau lakukan saat sedang makan bersama teman Anda misalnya. Masih banyak fasilitas lain bukan? Anda tentu tidak ingin rahasia Anda diumbar oleh orang yang tidak bertanggungjawab.

11. Kenali Perbedaan antara Wall dan Message.
Suatu pernyataan yang menyangkut hubungan pribadi Anda sebaiknya tidak usah terlalu diekspos. Kalimat seperti “I luv u soo much baaabyy.. I Can’t wait too see you naked”, mungkin akan lebih cocok jika ditulis di message.
12. Jangan sekali-kali Membuat profil Palsu.
Mungkin terlintas di benak Anda untuk membuat akun palsu mantan pacar yang telah menyakiti Anda. Kemudian, Anda posting hal-hal buruk tentangnya. Tentu saja, jangan pernah benar-benar melakukan hal ini. Jika aksi Anda ketahuan, orang-orang malah bisa memberi cap negatif pada Anda. Intinya adalah jangan umbar banyak informasi tentang diri Anda apalagi yang bersifat pribadi. Anda tak akan pernah tahu apa saja yang bisa terjadi ke depannya. Ingat, dunia maya meski menyenangkan tetap penuh dengan risiko dan juga orang-orang jahat.
 
13. Jangan Mengeluh di status "Facebook".
Hal yang paling mengganggu di "Facebook" adalah membaca wall seseorang yang isinya berupa keluhan pribadi. Misalkan anda baru saja putus cinta dan anda menulis di wall, “Rita, aku menyesal kisah cinta kita berakhir seperti ini. Aku sayang kamu dan akan merindukanmu dan aku harap kamu dapat memaafkan aku suatu hari nanti.” Jangan tuliskan keluhan yang sifatnya sangat pribadi di wall, karena mungkin bukan simpati yang anda dapatkan tapi bisa jadi orang-orang mengenal anda ‘cengeng’.

Sumber:
1. www.viral.web.id/.../inilah-8-etika-penting-berjejaring...
2, sumber: mediaindonesia.com
3. www.baliwebs.com/.../93-etika-dalam-facebook-yang-...
4. laely.widjajati.photos.facebook/profile-picture-kamboja....
5. laely.widjajati.photos.facebook/profile-picture-anggrek-ungu....


MusicPlaylistView Profile