Tampilkan postingan dengan label Allah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Allah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 Oktober 2013

"HARI KIAMAT MENURUT ISLAM"

"Begitu banyak ramalan-ramalan tentang "Hari Kiamat" yang ditulis dalam berbagai buku. Percayakan kita ?"



BAGAIMANA "ISLAM" MEMANDANG "KIAMAT"?


Percaya kepada "Hari Kiamat"  adalah salah satu rukun iman yang ke enam. Ilmu kita tidak akan pernah sampai untuk meramalkan kapan kepastian terjadinya "Kiamat", karena hal itu adalah menjadi rahasia Allah SWT., sebagaimana FirmanNYA:
 
“Telah dekat terjadinya "Hari Kiamat". Tidak ada yang akan menyatakan terjadinya "hari" itu selain Allah”(Q.S. An-Najm : 57-58)

"Hari Kiamat" pasti terjadi. Hanya saja, kapankah peristiwa itu akan berlangsung? Allah SWT sajalah yang mengetahui. Tak ada satu pun makhluk di alam semesta, termasuk malaikat, yang mampu memprediksikan waktu "Kiamat". Bahkan, Nabi Muhammad SAW yang menjadi kekasih-Nya pun tidak diberi informasi yang jelas.

Hal tersebut ditegaskan Allah dalam Firman-Nya:

"Mereka menanyakan kepadamu tentang "hari" akhir : “Kapankah terjadinya ?”. Katakanlah:”Sesungguhnya pengetahuan tentang itu ada pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. "Kiamat" itu amat berat bagi yang di langit dan di bumi. "Kiamat" itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba”. Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah:”Sesungguhnya pengetahuan tentang "Hari Kiamat" itu adalah di sisi Tuhan, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”. (QS AL-A’raaf :187)

TANDA-TANDA "KIAMAT" MENURUT "ISLAM".


Dalam Hadits Huzaifah bin Asid Al-Ghifari ra. berkata: “Datang kepada kami Rasulullah SAW. dan kami pada waktu itu sedang berbincang-bincang. Lalu beliau bersabda: “Apa yang kamu perbincangkan?”. Kami menjawab: “Kami sedang berbincang tentang "Hari Kiamat".
Lalu Nabi SAW. bersabda: “Tidak akan terjadi "Hari Kiamat" sehingga kamu melihat sebelumnya sepuluh macam tanda-tandanya”. Kemudian beliau menyebutkannya: “Asap, Dajjal, binatang, terbit matahari dari tempat tenggelamnya, turunnya Isa bin Maryam alaihissalam, Ya’juj dan Ma’juj, tiga kali gempa bumi, sekali di timur, sekali di barat dan yang ketiga di Semenanjung Arab yang akhir sekali adalah api yang keluar dari arah negeri Yaman yang akan menghalau manusia kepada Padang Mahsyar mereka”. (HR. Muslim).
 

Hadits serupa juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad.
 
KETERANGAN:
Sepuluh tanda-tanda "Kiamat" yang disebutkan Rasulullah SAW. dalam hadits ini adalah tanda-tanda "Kiamat" yang besar-besar, akan terjadi di saat hampir tibanya
"Hari Kiamat". Sepuluh tanda itu ialah:
  1. Dukhan (asap) yang akan keluar dan mengakibatkan penyakit yang seperti selsema di kalangan orang-orang yang beriman dan akan mematikan semua orang kafir.
  2. Dajjal yang akan membawa fitnah besar yang akan meragut keimanan, hinggakan ramai orang yang akan terpedaya dengan seruannya.
  3. Dabbah-Binatang besar yang keluar berhampiran Bukit Shafa di Mekah yang akan bercakap bahwa manusia tidak beriman lagi kepada Allah swt.
  4. Matahari akan terbit dari tempat tenggelamnya. Maka pada saat itu Allah swt. tidak lagi menerima iman orang kafir dan tidak menerima taubat dari orang yang berdosa. Sebagaimana kita ketahui, insyaAllah, terbitnya matahari dari arah barat berarti tertutupnya pintu taubat. Dan tanda tanda datangnya "Hari Kiamat" ini hanya terjadi ketika menjelang "Kiamat" setelah munculnya Dajjal, hewan melata, dan tanda-tanda "Hari Kiamat" lain.
  5. Turunnya Nabi Isa alaihissalam ke permukaan bumi ini. Beliau akan mendukung pemerintahan Imam Mahadi yang berdaulat pada masa itu dan beliau akan mematahkan segala salib yang dibuat oleb orang-orang Kristian dan beliau juga yang akan membunuh Dajjal.
  6. Keluarnya bangsa Ya’juj dan Ma’juj yang akan membuat kerusakan di permukaan bumi ini, yaitu apabila mereka berjaya menghancurkan dinding yang dibuat dari besi bercampur tembaga yang telah didirikan oleh Zul Qarnain bersama dengan pembantu-pembantunya pada zaman dahulu.
  7. Gempa bumi di Timur.. Bisa jadi ini mengacu kepada gempa di China, Tsunami di Aceh.
  8. Gempa bumi di Barat. Bisa jadi ini akan terjadi di daerah Mexico, Argentina, Brazilia dan negara-negara Amerika Latin
  9. Gempa bumi di Semenanjung Arab.. Kemungkinan kasus longsor di Mesir sebagai pembukanya.
  10. Api besar yang akan menghalau manusia menuju ke Padang Mahsyar. Api itu akan bermula dari arah negeri Yaman. (Apa ini bahaya Nuklir?)
"Menjelang "Hari Kiamat" nanti bakal terjadi fitnah-fitnah seperti potongan malam kelam. Pada saat itu seseorang beriman pada pagi "hari" dan menjadi kafir pada sore "hari"nya, beriman pada sore "hari" dan menjadi kafir pada pagi "hari"nya. Ia menjual agamanya dengan materi dunia." (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)

D
ari Tsauban , Rasulullah SAW. bersabda : "…dan tidak akan terjadi "Kiamat" sampai adanya beberapa kabilah dari umatku yang kembali menyembah berhala. Dan sesungguhnya akan muncul di tengah umatku 30 orang pendusta, masing-masing mengaku dirinya nabi, padahal aku adalah penutup para nabi. Tidak ada nabi lagi sesudahku…." (HR.Muslim, kitab Al-fitan wa asyrath As Sa'ah no. 2889, Abu Daud no. 4252, At-Tirmidzi 4/449 no. 2219, Ibnu Majah no. 2952, Ahmad dalam musnadnya 5/278) 

"Yang mereka nanti-nanti tidak lain hanyalah kedatangan malaikat kepada mereka (untuk mencabut nyawa mereka), atau kedatangan Tuhanmu atau kedatangan sebagian tanda-tanda Tuhanmu. Pada "hari" datangnya sebagian tanta-tanda dari Tuhanmu tidaklah bermanfa'at lagi iman seseorang bagi dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya. Katakanlah: "Tunggulah olehmu sesungguhnya kamipun menunggu (pula)". (QS. Al-An'am:158)
 
Mengikut pendapat Imam Ibnu Hajar al-Asqalani di dalam kitab Fathul Bari beliau mengatakan: “Apa yang dapat dirajihkan (pendapat yang terpilih) dari himpunan hadits-hadits Rasulullah SAW. bahwa keluarnya Dajal adalah yang mendahului segala pertanda-petanda besar yang mengakibatkan perubahan besar yang berlaku di permukaan bumi ini. Keadaan itu akan disudahi dengan kematian Nabi Isa alaihissalam (setelah beliau turun dari langit). Kemudian terbitnya matahari dari tempat tenggelamnya adalah permulaan tanda-tanda "Kiamat" yang besar yang akan merusakkan sistem alam cakrawala yang mana kejadian ini akan disudahi dengan terjadinya peristiwa "Kiamat" yang dahsyat itu. Barangkali keluarnya binatang yang disebutkan itu adalah terjadi di "hari" yang matahari pada waktu itu terbit dari tempat tenggelamnya”.

Tidak dapat dipungkiri bahwa kita saat ini hidup di akhir zaman. Berbagai peristiwa telah mengisyaratkan bahwa bumi semakin tua. Cuaca semakin tidak menentu dan sulit diprediksi. Berbagai bencana, seperti gempa bumi, gunung meletus, badai, dan banjir kerap terjadi di berbagai penjuru dunia.

Ini ditambah dengan gejala pemanasan global (global warming) yang makin mengkhawatirkan. Dalam kehidupan sosial, berbagai kejadian memilukan juga sering terjadi akhir-akhir ini. Misalnya pembunuhan, pemerkosaan, perang saudara, korupsi, dan berbagai bentuk kebejatan moral lainnya. Hal tersebut melanda di berbagai penjuru dunia. Banyak yang mengatakan berbagai kejadian tersebut merupakan pertanda "Kiamat" sudah dekat.

Dan memang, meskipun "Kiamat" adalah suatu rahasia besar, tapi Allah SWT. memberikan sejumlah isyarat atau tanda kepada manusia bahwa saatnya telah dekat. Butuh kepekaan hati untuk bisa membaca tanda-tanda tersebut. Buku karya ulama besar Ibu Katsir, mengungkap banyak hal tentang "Kiamat". Antara lain, tentang tanda-tanda kedatangannya.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda, “Segeralah beramal baik sebelum terjadi enam tanda "Kiamat". Yaitu, matahari terbit dari arah ia terbenam, dajjal, asap tebal, satwa melata bicara (dabbah), petaka (kematian spesifik) perorangan, dan petaka umum ("Kiamat" besar).” (HR Ahmad). 

Sumber:
1. agungasshafi.wordpress.com/kiamat-dalam-islam/
2. www.meriwardanaku.com/.../tanda-tanda-hari-kiamat....
3. jangdith.blogspot.com/.../10-tanda-kiamat-besar-dala...
4. www.republika.co.id › KhazanahMozaik
5. seribu.pilihan.blogspot.com/Gambaran-ngeri-hari-kiamat.....
6. hafizudinbobz.blogspot,com/hAmBa-aLLaH-yAnG-HiNa/ISLAMKAH-KITA.html
7. monster.bego.blogspot.com/Tanda-Tanda-Kiamat....
8. kolomkita.detik.com/Benarkah-2012-Hari-Kiamat-?....

Jumat, 04 Oktober 2013

"NUR/CAHAYA ILLAHI"

"Nur" ketuhanan ini merupakan ilmu yang datang secara langsung dari Allah SWT."


"Nur" inilah yang menjadikan hati seseorang tenang, lapang dan bersihnya hati manusia. "Nur" inilah yang boleh dan mampu membedakan antara yang baik dengan buruk, pahala dengan dosa, bersih dengan kotor dan sebagainya. Hilang dan perginya cahaya "IIlahi" ini akan melindung dan menghalang seseorang dari menerima kebenaran dan segala kebaikan yang datang dari Allah. Hati  yang bersih dari segala dosa dan maksiat dzahir dan batin akan mendapat "Cahaya IIlahi". Datangnya "Cahaya IIlahi" juga perlu dilakukan melalui latihan dan kesungguhan untuk tidak mengikuti hawa nafsu dan syahwat. Setelah penyakit batin ini telah diobati maka hati kita akan bersedia untuk menerima "Nur IIlahi".
 
"Nur IIlahi" adalah suatu "cahaya" yang dilimpahkan oleh Allah ke dalam hati manusia yang menjadi jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Ini bermakna "Nur IIlahi" adalah suatu anugerah Allah kepada hambaNya yang diletakkan di dalam hati. Dengan adanya "cahaya" inilah kita akan dapat melihat hakikat kebesaran dan keagungan Allah dan akan menolak segala pandangan selain dari Allah. Hasilnya kita tidak lagi hidup dengan mengharap kepada manusia, atau bergantung hidup kepada manusia. Tidak ada kuasa yang lain selain Allah dan tidak ada yang boleh ditakuti selainNya. Di saat ini akan datang ketenangan dan kebahagian hidup yang hakiki apabila setiap waktu, saat dan ketika Allah berada dalam diri kita.

Peranan "Nur Ilahi"

"Nur" atau "cahaya IIlahi" ini berperanan menguatkan semangat kepada hati dan melemahkan nafsu yang bersarang di hati. Kemantapan tauhid dan keyakinan yang kuat  adalah hasil dari bantuan "cahaya" Allah yang menolong hambaNya dari dorongan nafsu dan syahwat. Hasil dari itu juga hati tidak akan berbelah bagi dalam mengikuti ajaran-ajaran yang diperintah oleh Allah SWT. Maka jelas bahwa jika kita cenderung untuk mengerjakan ajaran agama, bererti kita telah mendapat bantuan Allah. Apabila telah ada kecenderungan ini, maka segala perintah Allah yang diperintah itu dilakukan dengan rasa gembira dan senang sekalipun ia pahit untuk dilaksanakan. Apabila "Nur" ini terjatuh ke dalam hati seseorang maka berlaku dorongan yang kuat untuk taat kepada Allah dan urusan agamaNya.

Apabila Pergi dan Hilangnya "Nur IIlahi"

Apabila manusia terputus dengan "Nur IIlahi", maka nafsu akan berperanan untuk mengerjakan sesuatu yang dilarang oleh agama dan hukum syarak. Maka seseorang itu akan merasai kelezatan akibat dari melakukan dosa dan maksiat. Dosa dan maksiat akan menjadi sahabat dalam dirinya dan terlalu sukar untuk dijauhi dari kedua-duanya. Hati akan terpaut dan menyintai dan akan senantiasa berangan-angan untuk melakukan kejahatan dosa sekalipun mengetahui bahaya dosa tersebut.
            Hati yang gelap dipengaruhi oleh nafsu yang diimamkan oleh syaitan dan iblis. Hati tidak akan mampu untuk mencapai kepada kehendaknya, yaitu mendekatkan diri kepada Allah tanpa bantuan dari Allah. Ini bermakna "Nur IIlahi" adalah tentara yang diutus Allah untuk membantu kehendak hati manusia yang senantiasa berada di atas dua persimpangan. Manakala nafsu pula akan sampai kepada kehendaknya. Antaranya tugas kehendaknya ialah memperoleh syahwat dan keinginan dunia yang tidak berlandaskan kepada kehendak agama, melampaiau batas sempadan kemanusian dan menolak segala sifat mahmudah (kebaikan).

"Nur IIlahi": Berfikir dengan Matahati

Anugerah kemenangan hati adalah al-Basyirah yang menjadi "cahaya" atau penglihatan kepada hati yang dikenali sebagai matahati. Keadaan ini sebagaimana juga mata dzahir tidak boleh melihat tanpa bantuan "cahaya" yang menerangi jalan yang ingin dilalui. Hal yang sama juga berlaku kepada matahati, ia tidak akan dapat melihat dan mengenali sesuatu hakikat kebenaran yang datang dari Allah. Matahati perlu  "cahaya" yang akan menerangi dalam kegelapan. Allah SWT berfirman: 
Artinya: Maka Barangsiapa yang Allah kehendaki untuk memberi hidayah petunjuk kepadanya niscaya ia melapangkan dadanya (membuka hatinya) untuk menerima Islam; dan Barangsiapa yang Allah kehendaki untuk menyesatkannya, niscaya ia menjadikan dadanya sesak sempit sesempit-sempitnya, seolah-olah ia sedang mendaki naik ke langit (dengan susah payahnya). Demikianlah Allah menimpakan azab kepada orang-orang yang tidak beriman.

Apabila "Nur IIlahi" sudah membuka tutupan dan cahaya terang telah bersinar maka mata hati dapat memandang kebenaran dan keaslian yang selama ini disembunyikan oleh alam nyata. Bertambah terang "cahaya Nur IIlahi" yang diterima oleh hati bertambah jelas kebenaran yang dapat dilihatnya. Pengetahuan yang diperolehi melalui pandangan mata hati yang bersuluhkan "Nur IIlahi" dinamakan ilmu laduni atau ilmu yang diterima dari Allah SWT. secara langsung. Kekuatan ilmu yang diperolehi bergantung kepada kekuatan hati menerima "cahaya Nur Illahi".
Kesimpulannya, "Nur IIlahi" tidak akan datang secara percuma. Hasil ketekunan ibadat, sabar dan bersih dari segala dosa besar dan kecil dan menjauh dari penyakit hati maka Allah pasti akan melimpahkan "Nur IIlahi"Nya kepada kita.
Sumber:
1. drafendi.blogspot.com/.../tanda-tanda-menda...drafendi.blogspot.com/.../tanda-tanda-menda...
2. religi.wordpress.com/2007/02/01/hakikat-2/
3. laely.widjajati.facebook.photos/ALHAMDULILLAH....Atas-Limpahan-NikmatMU.........
4. laely.widjajati.facebook.photos/ASSALAMU'ALAIKUM-WR-WB.-Met-Pagi-Smuax.....
5. laely.widjajati.facebook.photos/MET-PAGI-SMUANYA......

Minggu, 25 Maret 2012

"Allah Maha Pengampun"

"Allah" itu "Maha Pengampun" sebanyak apa pun dosa kita. Layanan "ampun"an dari "Allah" terbuka 24 jam, tidak peduli siang ataupun malam".


Salah satu sifat "Allah" dalam Asmaul Husna adalah "Maha Pengampun" --- Al-Ghaffur. "Allah" itu "Maha Pengampun" sebanyak apa pun dosa kita. Apabila kita berbuat salah terus menerus kepada orang lain, lalu kita datang dengan maksud ingin meminta maaf, kemungkinan besar orang tidak mau memaafkan. Apalagi bila kita sudah berulangkali melakukan kesalahan itu. Namun "Allah" tidak, seberapa pun luasnya lautan dosa hamba-Nya yang bertaubat memohon "ampun"an.

Layanan "ampun"an dari "Allah" selalu terbuka 24 jam, tidak peduli siang ataupun malam, tidak memerlukan perantara, tidak ada istilah tutup untuk sementara, apalagi cuti nasional. Sangat senang dengan keluhan dan permintaan "ampun"an dari hamba-hamba-Mya. Gratis --- Berbeda dengan layanan manusia yang mengenal istilah tutup sementara, istirahat, dan terbatas dalam memberikan servicenya pada manusia.

Sebuah Hadits Qudsi, menjelaskan: Dari Abu Musa Abdullah bin Qais Al-Asy'ary ra., dari Nabi SAW., beliau bersabda: "Sesungguhnya "Allah" Ta'ala itu membentangkan tangan-Nya (memberikan kesempatan) pada waktu malam, untuk taubat orang yang berbuat dosa pada siang hari dan "Allah" membentangkan tangan-Nya pada waktu siang untuk taubat orang yang berbuat dosa di malam hari, hingga matahari terbit dari barat."

Panjangnya kesempatan untuk bertaubat bagi orang yang berbuat dosa adalah sampai matahari terbit dari barat, artinya sampai hari Kiamat. Dan sebelum ajal sampai di tenggorokan atau meninggal. Artinya pintu taubat itu senantiasa terbuka, tidak mengenal waktu. Siang ataupun malam, sore ataupun pagi. Kapan pun dimana pun. Kalau kita mengetahui  dan percaya betapa "Maha Pengampun"nya "Allah" , maka tidak ada istilah putus asa dalam kehidupan ini.

Hadits Riwayat Imam Tirmidzi dan ia berkata (ini) Hadits Hasan Sahih, dari Anas ra. telah berkata: "Saya telah mendengar Rasulullah SAW. bersabda: 'Telah berfirman "Allah" SWT., 'Wahai Anak Adam! Selagi engkau meminta dan berharap dari-Ku, maka Aku akan "ampun"i dosa-dosa yang sudah terlanjur darimu dan tidak Aku pedulikan lagi. Wahai Anak Adam! Walaupun dosamu sampai setinggi langit, kemudian engkau minta "ampun" kepada-Ku, niscaya Aku beri "ampun" padamu. Wahai Anak Adam! Jika engkau datang kepada-Ku dengan dosa sepadat bumi, tetapi engkau tiada menyekutukan yang lain dengan Aku, niscaya Aku memberimu "ampun"an sepenuh bumi pula."

"Allah"   sangat sayang kepada kita, hamba-Nya. Bahkan "Allah" sayang pada kita jauh melebihi rasa sayang orangtua kita pada kita serta sayang kita terhadap diri kita sendiri. Maka adakah rasa sedih dan putus asa agi hamba yang memiliki Tuhan sepengasih ini?

"Allah" SWT. berfirman dalam Al-Qur'an Surat Al-Maidah Ayat 74:
“Maka mengapa mereka tidak bertaubat kepada "Allah" dan memohon "ampun" kepada-Nya? Padahal "Allah Maha Pengampun" lagi "Maha" Penyayang.”

"Allah" SWT. juga berfirman dalam Surat Al-Zumar Ayat 53:
“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat "Allah" Sesungguhnya "Allah" meng"ampun"i dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang "Maha Pengampun" lagi "Maha" Penyayang.”

 "Allah" SWT adalah dzat yang "Maha Pengampun" kepada Hamba-Nya yang benar-benar ingin bertaubat. Tidak ada manusia yang tidak punya dosa, karena manusia selalu dihinggapi dosa. Dan manusia yang baik bukanlah manusia yang tanpa dosa, tetapi manusia yang apabila dia melakukan dosa, dia menyadari kesalahan dan bertaubat kepada "Allah" Oleh karena itu sebelum terlambat, marilah kita memohon "ampun" kepada"Allah" , sering-seringlah beristighfar. Mudah-mudahan semua dosa kita bisa di"ampun"i oleh "Allah" SWT. Amien Ya Robbal Alamin........
Referensi: 
1. "Orang Berdosa Rindukan Surga". Oleh Syailendra Putra.
2. www.dudung.net/artikel-islami/"allah"-"maha"-"pengampun".html
3. sites.google.com/site/sunudata/pengetahuan/tuhan-"maha"-"pengampun"

Minggu, 25 Desember 2011

"Penciptaan Langit dan Bumi serta Isinya"

"Dia yang menciptakan "langit" dan "bumi" dan apa-apa di antara keduanya di dalam enam masa. Kemudian Dia menuju 'arasy. Dialah yang Maha Pengasih, maka bertanyalah tentang itu kepada yang Maha Mengetahui." (Al-Qur'an Surat Al Furqaan ayat 59).


"Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan "langit" dan "bumi" dalam enam masa, lalu Dia sengaja menciptakan 'arasy. Dia tutup malam dengan siang yang mengikutinya dengan cepat. Matahari, bulan dan bintang-bintang, tunduk kepada perintah-Nya.. Ketahuilah, mencipta dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha berkat Allah, Tuhan semesta alam." (Al-Qur'an Surat Al A'raaf ayat 54).

"Katakanlah, "Sesungguhnya apakah kamu (patut) mengingkari yang menciptakan "bumi" dalam dua masa, dan kamu menjadikan sekutu-sekutu bagi-Nya?" Itulah Tuhan semesta alam." (Al-Qur'an Surat Fushshilat ayat 9).

"Dan Dia menjadikan padanya gunung-gunung yang kukuh di atasnya, Dia berkati dan Dia tentukan padanya makanan (sumber-sumber kehidupan) dalam empat masa, (jawaban) yang sama bagi orang yang bertanya. (Al-Qur'an Surat Fushshilat ayat 10).

"Kemudian Dia menuju (pada penciptaan) "langit" dan "bumi" itu berupa asap, lalu Dia berkata kepada "langit" dan "bumi", "Datanglag kamu berdua dengan patuh atau terpaksa." Keduanya berkata, "Kami datang dengan patuh". (Al-Qur'an Surat Fushshilat ayat 11).

"Maka Dia jadikan tujuh "langit" dalam dua masa dan Dia mewahyukan kepada tiap-tiap "langit" urusannya (masing-masing). Dan Kami hiasi "langit" dunia dengan bintang-bintang serta pemeliharaannya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. (Al-Qur'an Surat Fushshilat ayat 12).

"Dan Dia-lah yang menciptakan "langit" dan "bumi" dalam enam masa, dan 'arasy-Nya di atas air, .... " (Al-Qur'an Surat Huud ayat 7).

"Sungguh Kami telah menciptakan "langit" dan "bumi" dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, dan tiadalah menyentuh Kami kelelahan."  (Al-Qur'an Surat Qaaf ayat 38).

"Allah menciptakan "langit" dan "bumi" dan apa-apa di antara keduanya dalam enam hari. Kemudian Dia berkuasa atas 'arasy. Tiada bagi kamu pelindung dan penilong selain dari Dia. Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran?." (Al-Qur'an Surat As Sajdah ayat 4).

"Dia mengatur urusan dari "langit" ke "bumi", kemudian naik (kembali) kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya seribu tahun menurut hitungan kamu." (Al-Qur'an Surat As Sajdah ayat 5). 

Minggu, 14 Agustus 2011

"AZAB BAGI YANG MENENTANG (AYAT) ALLAH"

"Manusia yang menentang "Allah" dan Ayat-ayat-Nya, akan merasakan "azab" dari "Allah" dan menjadi penghuni neraka jahim".

Sebagaimana Firman "Allah" swt dalam Al-Qur'an Surat Al Hajj Ayat:

8. Dan sebahagian manusia ada yang berbantah tentang "Allah" tanpa ilmu, tiada petunjuk, dan tiada kitab yang menerangi,

9. dengan memalingkan lambungnya (karena kesombongan) supaya dia menyesatkan (manusia) dari jalan "Allah". Baginya kehinaan di dunia dan Kami rasakan kepadanya "azab" yang membakar di hari kiamat.

51. Dan mereka yang berusaha melemahkan (menantang) ayat-ayat Kami, mereka adalah penghuni neraka jahim.

55. Dan senantiasalah orang-orang kafir itu di dalam keraguan dari Al-Qur'an, sehingga datang kepada mereka suatu saat dengan tiba-tiba, atau datang kepada mereka "azab" pada hari duka cita.

57. Dan orang-orang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, maka mereka itu baginya "azab" yang menghinakan.

Sabtu, 13 Agustus 2011

"Manusia Ciptaan ALLAH SWT"

"Manusia" di"cipta"kan, dihidupkan dan diwafatkan oleh "Allah swt". Sesungguhnya "Allah swt" Maha Kuasa atas segala sesuatu di bumi dan di langit."


Al-Qur'an Surat Al Hajj Ayat 5, menjelaskan: "Hai sekalian "manusia", jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan, maka sesungguhnya Kami men"cipta"kan kamu dari tanah, kemudian dari mani, kemudian segumpal darah, kemudian segumpal daging yang terbentuk atau tidak terbentuk, supaya Kami jelaskan kepada kamu; dan Kami tempatkan di dalam rahim-rahim apa yang Kami kehendaki sampai kepada waktu yang telah ditentukan. Kenudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian kamu sampai dewasa. Dan diantara kamu ada yang diwafatkan (dalam usia dewasa) dan sebahagian kamu ada yang dikembalikan kepada keadaan serendah-rendahnya umur sehingga dia tidak mengetahui sesuatu sesudah mengetahuinya. Dan engkau lihat bumi itu kering, maka apabila Kami menurunkan hujan di atasnya, ia bergerak dan mengembang serta menumbuhkan bermacam-macam (tanaman) yang indah."

Al-Qur'an Surat Al Hajj Ayat 6: "Demikianlah, sebab sesungguhnya "Allah", Dia-lah yang Haq dan sesungguhnya Dia-lah menghidupkan yang mati dan sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu."

 Al-Qur'an Surat Al Hajj Ayat 66: "Dan Dialah yang menghidupkan kamu kemudian mematikan kamu kemudian menghidupkan kamu. Sesungguhnya "manusia" itu (ada) yang sangat ingkar".

Dijelaskan pula dalam Surat Al Mu'minuun, Ayat:
12. "Dan sungguh Kami telah men"cipta"kan "manusia" dari sari tanah."

13. "Kemudian Kami menjadikannya air mani pada tempat yang kukuh dan terpelihara (rahim)."

14. "Kemudian Kami menjadikan air mani itu segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, lalu segumpal daging itu Kami jadikan tulang-tulang, maka Kami liputi tulang-tulang itu dengan daging, kemudian Kami menjadikannya satu bentuk yang lain. Mahasuci "Allah", sebaik-baik pen"cipta".
15. "Kemudian sesungguhnya kamu sesudah itu pasti mati."

"Manusia" di"cipta"kan "Allah swt", dihidupkan, dimatikan dan setelah itu dibangkitkan pada hari kiamat. Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur'an Surat  Al Hajj Ayat 7: "dan sesungguhnya kiamat itu datang, tiada keraguan padanya, dan bahwasanya "Allah" membangkitkan orang-orang yang di dalam kubur."

Dijelaskan pula dalam Surat Al Mu'minuun Ayat 16: "Kemudian sesungguhnya kamu dibangkitkan pada hari kiamat."

Jumat, 18 Desember 2009

"AGAMA SEBAGAI PEDOMAN HIDUP MANUSIA"

"Tidak mengherankan apabila masalah "agama" dan keberagaman merupakan masalah yang sensitif."



Bagi masyarakat kita yang majemuk, penumbuhan kesediaan untuk saling memahami dan saling menghormati anutan..... "

Menurut Kathleen Blish, krisis "agama" yang sering diperbincang-kan, disebabkan oleh berbagai perubahan yang secara kasar digambarkan dalam ungkapan 'revolusi industri', perkembangan ilmu dan teknologi, dan sebagainya. Iman terhadap sesuatu kebenaran tidak lagi menurut ""agama" melainkan dicapai melalui penalaran dan alasan-alasan rasional. "Kebenaran ini, di mata seorang modern. berlawanan dengan "agama"; kenyataannya ia kelihatannya menutup jalan untuk memahami "agama".

Di sisi lain orang berbicara tentang kebangkitan kembali "agama"-"agama". Lebih-lebih ketika ada anggapan bahwa ideologi-ideologi sekuler yang menjanjikan perbaikan nasib "manusia" belum juga kunjung berhasil memenuhi janjinya, orang menoleh kembali kepada "agama".

Di kalangan "agama"-"agama" sendiri terasa munculnya kegairahan baru. Ada usaha mengadakan redefinisi, reformulasi dan reinterpretasi tentang "agama" dan relevansinya dengan ke"hidup"an dan tantangan yang dihadapi "manusia" dan masyarakat. Hal ini tidak hanya berlangsung sendiri-sendiri di kalangan masing-masing "agama", akan tetapi juga secara bersama-sama. Berbagai dialog di kalangan berbagai tokoh dari berbagai "agama" yang berlangsung di berbagai tempat, baik pada tingkat lokal, nasional, regional maupun internasional, merupakan bukti-bukti yang jelas tentang hal itu. Kegiatan seperti ini diprakarsai oleh berbagai pihak dan tampaknya akan berlangsung terus di masa-masa mendatang. Kecenderungan dan kesediaan untuk saling belajar dalam dan dari kalangan berbagai "agama" sebagaimana diperlihatkan oleh kegiatan-kegiatan dialog dan semacamnya, haruslah dipupuk terus sehingga gejala saling curiga akan makin menyusut. Sebab kebangkitan kesadaran ber"agama" bisa saja menimbulkan ketegangan dalam hubungan antar kelompok berbagai "agama", lebih-lebih dalam suatu masyarakat di mana berbagai "agama" "hidup" dan berkembang dalam keadaan berdampingan dan sekaligus bersaingan. Masing-masing penganut "agama" merasa mengemban misi luhur untuk menyampaikan kebenaran kepada orang lain.


Tidak mengherankan apabila masalah "agama" dan keberagaman merupakan masalah yang sensitif. Bagi masyarakat kita yang majemuk, penumbuhan kesediaan untuk saling memahami dan saling menghormati anutan dan keyakinan masing-masing pihak menjadi sangat penting. Hal ini merupakan tuntutan obyektif kalau kita menginginkan agar kerukunan hidup di antara umat berbagai "agama" tidak tinggal sebagai gagasan yang mandul dan steril. Kemajemukan keterbukaan dan mobilitas masyarakat kita tidak memungkinkan lagi tegak dan kokohnya tembok-tembok eksklusifisme diantara umat berbagai "agama".

Dalam zaman teknologi modern, "manusia" semakin yakin bahwa berbagai masalah dan kemelut yang dihadapi dewasa ini, tidak mampu dijawab oleh ilmu pengetahuan dan teknologi modern semata, karena keduanya mempunyai keterbatasan-keterbatasan tersendiri. Karena itu manusia mencari kiblat dan alternatif yang lain.

Di tengah gejolak dan ketegangan antara Timur dan Barat, antara Utara dan Selatan, antara negara maju dan negara yang sedang berkembang, berbagai "agama" menggugah kita dengan nilai perdamaian dan cinta kasih yang menjadi suara dominan dari berbagai "agama". Dalam rangka itu pula toleransi, tetap mendapat porsi dalam "hidup" ber"agama".

Sabtu, 03 Oktober 2009

"ASMA'UL HUSNA" (NAMA NAMA ALLAH YANG BAGUS"

Dalam agama Islam, "Asma'ul husna" adalah "nama"-"nama" "Allah" yang indah dan baik.


"Asma" berarti "nama" dan "husna" berarti yang baik atau yang indah, jadi "Asma'ul_husna‎" adalah "nama"-"nama" milik "Allah" yang baik lagi indah. Sejak dulu para ulama telah banyak membahas dan menafsirkan "nama"-"nama" ini, karena "nama"-"nama" "Allah" adalah alamat kepada Dzat yang mesti kita ibadahi dengan sebenarnya. Meskipun timbul perbedaan pendapat tentang arti, makna, dan penafsirannya akan tetapi yang jelas adalah kita tidak boleh musyrik dalam mempergunakan atau menyebut "nama"-"nama" "Allah" ta'ala. Selain perbedaaan dalam mengartikan dan menafsirkan suatu "nama" terdapat pula perbedaan jumlah nama, ada yang menyebut 99, 100, 200, bahkan 1.000 bahkan 4.000 nama, namun menurut mereka, yang terpenting adalah hakikat Dzat "Allah" SWT yang harus dipahami dan dimengerti oleh orang-orang yang beriman seperti Nabi Muhammad SAW.

"Asma'ul_husna" secara harfiah adalah "nama"-"nama", sebutan, gelar "Allah" yang baik dan agung sesuai dengan sifat-sifat-Nya. "Nama"-"nama" "Allah" yang agung dan mulia itu merupakan suatu kesatuan yang menyatu dalam kebesaran dan kehebatan milik "Allah".

Para ulama berpendapat bahwa kebenaran adalah konsistensi dengan kebenaran yang lain. Dengan cara ini, umat Muslim tidak akan mudah menulis "Allah" adalah ...", karena tidak ada satu hal pun yang dapat disetarakan dengan "Allah", akan tetapi harus dapat mengerti dengan hati dan keteranga Al-Qur'an tentang "Allah" ta'ala. Pembahasan berikut hanyalah pendekatan yang disesuaikan dengan konsep akal kita yang sangat terbatas ini. Semua kata yang ditujukan pada "Allah" harus dipahami keberbedaannya dengan penggunaan wajar kata-kata itu. "Allah" itu tidak dapat dimisalkan atau dimiripkan dengan segala sesuatu, seperti tercantum dalam surat Al-Ikhlas.
"Katakanlah: "Dia-lah "Allah", Yang Maha Esa. "Allah" adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia". (QS. Al-Ikhlas : 1-4)

Para ulama menekankan bahwa "Allah" adalah sebuah "nama" kepada Dzat yang pasti ada "nama"nya. Semua nilai kebenaran mutlak hanya ada (dan bergantung) pada-Nya. Dengan demikian, "Allah" Yang Memiliki Maha Tinggi. Tapi juga "Allah" Yang Memiliki Maha Dekat. "Allah" Memiliki Maha Kuasa dan juga "Allah" Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Sifat-sifat "Allah" dijelaskan dengan istilah "Asma'ul Husna", yaitu "nama"-"nama", sebutan atau gelar yang baik.




























































































NoNamaArtiAntara lain
terdapat dalam
1 ar-Rahmaan Yang Maha Pemurah Al-Faatihah: 3
2 ar-Rahiim Yang Maha Pengasih Al-Faatihah: 3
3 al-Malik Maha Raja Al-Mu'minuun: 11
4 al-Qudduus Maha Suci Al-Jumu'ah: 1
5 as-Salaam Maha Sejahtera Al-Hasyr: 23
6 al-Mu'min Yang Maha Terpercaya Al-Hasyr: 23
7 al-Muhaimin Yang Maha Memelihara Al-Hasyr: 23
8 al-'Aziiz Yang Maha Perkasa Aali 'Imran: 62
9 al-Jabbaar Yang Kehendaknya Tidak Dapat Diingkari Al-Hasyr: 23
10 al-Mutakabbir Yang Memiliki Kebesaran Al-Hasyr: 23
11 al-Khaaliq Yang Maha Pencipta Ar-Ra'd: 16
12 al-Baari' Yang Mengadakan dari Tiada Al-Hasyr: 24
13 al-Mushawwir Yang Membuat Bentuk Al-Hasyr: 24
14 al-Ghaffaar Yang Maha Pengampun Al-Baqarah: 235
15 al-Qahhaar Yang Maha Perkasa Ar-Ra'd: 16
16 al-Wahhaab Yang Maha Pemberi Aali 'Imran: 8
17 ar-Razzaq Yang Maha Pemberi Rezki Adz-Dzaariyaat: 58
18 al-Fattaah Yang Maha Membuka (Hati) Sabaa': 26
19 al-'Aliim Yang Maha Mengetahui Al-Baqarah: 29
20 al-Qaabidh Yang Maha Pengendali Al-Baqarah: 245
21 al-Baasith Yang Maha Melapangkan Ar-Ra'd: 26
22 al-Khaafidh Yang Merendahkan Hadits at-Tirmizi
23 ar-Raafi' Yang Meninggikan Al-An'aam: 83
24 al-Mu'izz Yang Maha Terhormat Aali 'Imran: 26
25 al-Mudzdzill Yang Maha Menghinakan Aali 'Imran: 26
26 as-Samii' Yang Maha Mendengar Al-Israa': 1
27 al-Bashiir Yang Maha Melihat Al-Hadiid: 4
28 al-Hakam Yang Memutuskan Hukum Al-Mu'min: 48
29 al-'Adl Yang Maha Adil Al-An'aam: 115
30 al-Lathiif Yang Maha Lembut Al-Mulk: 14
31 al-Khabiir Yang Maha Mengetahui Al-An'aam: 18
32 al-Haliim Yang Maha Penyantun Al-Baqarah: 235
33 al-'Azhiim Yang Maha Agung Asy-Syuura: 4
34 al-Ghafuur Yang Maha Pengampun Aali 'Imran: 89
35 asy-Syakuur Yang Menerima Syukur Faathir: 30
36 al-'Aliyy Yang Maha Tinggi An-Nisaa': 34
37 al-Kabiir Yang Maha Besar Ar-Ra'd: 9
38 al-Hafiizh Yang Maha Penjaga Huud: 57
39 al-Muqiit Yang Maha Pemelihara An-Nisaa': 85
40 al-Hasiib Yang Maha Pembuat Perhitungan An-Nisaa': 6
41 al-Jaliil Yang Maha Luhur Ar-Rahmaan: 27
42 al-Kariim Yang Maha Mulia An-Naml: 40
43 ar-Raqiib Yang Maha Mengawasi Al-Ahzaab: 52
44 al-Mujiib Yang Maha Mengabulkan Huud: 61
45 al-Waasi' Yang Maha Luas Al-Baqarah: 268
46 al-Hakiim Yang Maha Bijaksana Al-An'aam: 18
47 al-Waduud Yang Maha Mengasihi Al-Buruuj: 14
48 al-Majiid Yang Maha Mulia Al-Buruuj: 15
49 al-Baa'its Yang Membangkitkan Yaasiin: 52
50 asy-Syahiid Yang Maha Menyaksikan Al-Maaidah: 117
51 al-Haqq Yang Maha Benar Thaahaa: 114
52 al-Wakiil Yang Maha Pemelihara Al-An'aam: 102
53 al-Qawiyy Yang Maha Kuat Al-Anfaal: 52
54 al-Matiin Yang Maha Kokoh Adz-Dzaariyaat: 58
55 al-Waliyy Yang Maha Melindungi An-Nisaa': 45
56 al-Hamiid Yang Maha Terpuji An-Nisaa': 131
57 al-Muhshi Yang Maha Menghitung Maryam: 94
58 al-Mubdi' Yang Maha Memulai Al-Buruuj: 13
59 al-Mu'id Yang Maha Mengembalikan Ar-Ruum: 27
60 al-Muhyi Yang Maha Menghidupkan Ar-Ruum: 50
61 al-Mumiit Yang Maha Mematikan Al-Mu'min: 68
62 al-Hayy Yang Maha Hidup Thaahaa: 111
63 al-Qayyuum Yang Maha Mandiri Thaahaa: 11
64 al-Waajid Yang Maha Menemukan Adh-Dhuhaa: 6-8
65 al-Maajid Yang Maha Mulia Huud: 73
66 al-Waahid Yang Maha Tunggal Al-Baqarah: 133
67 al-Ahad Yang Maha Esa Al-Ikhlaas: 1
68 ash-Shamad Yang Maha Dibutuhkan Al-Ikhlaas: 2
69 al-Qaadir Yang Maha Kuat Al-Baqarah: 20
70 al-Muqtadir Yang Maha Berkuasa Al-Qamar: 42
71 al-Muqqadim Yang Maha Mendahulukan Qaaf: 28
72 al-Mu'akhkhir Yang Maha Mengakhirkan Ibraahiim: 42
73 al-Awwal Yang Maha Permulaan Al-Hadiid: 3
74 al-Aakhir Yang Maha Akhir Al-Hadiid: 3
75 azh-Zhaahir Yang Maha Nyata Al-Hadiid: 3
76 al-Baathin Yang Maha Gaib Al-Hadiid: 3
77 al-Waalii Yang Maha Memerintah Ar-Ra'd: 11
78 al-Muta'aalii Yang Maha Tinggi Ar-Ra'd: 9
79 al-Barr Yang Maha Dermawan Ath-Thuur: 28
80 at-Tawwaab Yang Maha Penerima Taubat An-Nisaa': 16
81 al-Muntaqim Yang Maha Penyiksa As-Sajdah: 22
82 al-'Afuww Yang Maha Pemaaf An-Nisaa': 99
83 ar-Ra'uuf Yang Maha Pengasih Al-Baqarah: 207
84 Maalik al-Mulk Yang Mempunyai Kerajaan Aali 'Imran: 26
85 Zuljalaal wa al-'Ikraam Yang Maha Memiliki Kebesaran serta Kemuliaan Ar-Rahmaan: 27
86 al-Muqsith Yang Maha Adil An-Nuur: 47
87 al-Jaami' Yang Maha Pengumpul Sabaa': 26
88 al-Ghaniyy Yang Maha Kaya Al-Baqarah: 267
89 al-Mughnii Yang Maha Mencukupi An-Najm: 48
90 al-Maani' Yang Maha Mencegah Hadits at-Tirmizi
91 adh-Dhaarr Yang Maha Pemberi Derita Al-An'aam: 17
92 an-Naafi' Yang Maha Pemberi Manfaat Al-Fath: 11
93 an-Nuur Yang Maha Bercahaya An-Nuur: 35
94 al-Haadii Yang Maha Pemberi Petunjuk Al-Hajj: 54
95 al-Badii' Yang Maha Pencipta Al-Baqarah: 117
96 al-Baaqii Yang Maha Kekal Thaahaa: 73
97 al-Waarits Yang Maha Mewarisi Al-Hijr: 23
98 ar-Rasyiid Yang Maha Pandai Al-Jin: 10
99 ash-Shabuur Yang Maha Sabar Hadits at-Tirmizi


































































































"Allah" yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segala isinya mempunyai "nama"-"nama" yang banyak, dan yang terpenting "nama"-"nama" itu bukan hanya sekedar "nama", tetapi ""nama"-"nama" yang bagus dan indah yang sesuai dengan kenyataan, "nama" itu lazim disebut "Asma'ul Husna", Jumlahnya ada 99. "nama"-"nama" "Allah" yang bagus itu hanya dimiliki oleh "Allah". Karena hanya "Allah"-lah yang mempunyai sifat yang sesuai dengan "nama"-"nama" yang terangkum dalam "Asma'ul Husna". Misalnya saja "Allah" itu mempunyai nama (AL)GHONIYYU (Yang Maha Kaya), Ia benar-benar Kaya, (AR)RAHMAN (Yang Maha Pengasih), Ia benar-benar Pengasih, dan seterusnya.

"NAma-nama" itu adalah yang disebut oleh "Allah" dalam firman-Nya dalam Surat Al-Israa' Ayat 110 : "Katakanlah : Serulah "Allah" atau Rahman, mana saja "nama" Tuhan yang kamu seru, Dia adalah mempunyai "nama"-"nama" yang baik."

Dengan "nama"-"nama" itulah yang kita semua diperintahkan untuk menyerunya, "Allah" Ta'ala berfirman dalam Surat Al-A'raaf Ayat 180 : ""Allah" mempunyai "Asma'ul Husna" ("nama"-"nama" yang agung yang sesuai dengan sifat-sifat "Allah"), maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut "Asma'ul Husna" itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) "nama"-"nama"-Nya". Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang tidak mereka kerjakan."

Hadits Riwayat Imam Baihaqi : "Sesungguhnya "Allah" mempunyai "99 nama", yaitu seratus kecuali satu. Barang siapa yang menghafalkannya dia akan masuk surga, sesungguhnya itu witr (tidak genap). Dia menyukai akan witr itu (yang ganjil)."

Kita umat Islam dianjurkan untuk berdo'a dengan "Asma'ul Husna" bukan hanya sekedar berdo'a dengan menghafal lafal-lafalnya saja. Tetapi do'a itu harus diserapkan dalam hati dengan menghayati makna-makna yang terkandung dalam "Asma'ul Husna" itu. Hendaknya kita ucapkan dengan penuh tawakkal, merendahkan diri serendah-rendahnya disertai hati yang khusyuk di hadapan Allah SWT.

Sudah jelas "Allah" SWT mempunyai sebutannya, dan tinggi-tinggi artinya; maka sudah barang tentu "Allah" sebutkan "nama" banyak sekali dan bagus-bagus "nama"-"nama" yang bagus dalam kitab suci-Nya Al-Qur'an, tidak lain maksudnya adalah agar kita mendapat manfaatnya dengan menyebut "nama"-"nama" itu.

"Allah" menciptakan makhluk manusia, supaya mengenal kepada yang menciptakannya, kenal akan perbuatan-Nya, kenal akan sifat-Nya, dan kenal akan "nama-nama"-Nya, maka diantara "nama"-"nama" "Allah" ada "99 yang termashur".


l
Rasulullah SAW telah bersabda : Siapa yang menghafal "Asma'ul Husna", orang itu akan masuk surga, yang secara relatif artinya adalah surga dunia dan surga akhirat. Maksud dari kalimat ini dapat diartikan bahwa barangsiapa yang betul-betul suka meyakinkan mengamalkan, orang itu akan selamat dunia dan akhirat.

Allah sendiri sudah menerangkan secara gamblang dan jelas di dalam Surat Al-Ikhlas dari ayat pertama sampai pada ayat yang terakhir, singkat, padat dan berisi :

1. Katakan Muhammad, "Allah" itu Tunggal.
2. "Allah" itu tempat meminta.
3. "Allah" tidak beranak dan tidak diperanakkan.
4. Dan "Allah" tidak dapat dibandingkan dengan sesuatu apapun.


Maka jelaslah bagi kita! Bahwa "Allah" memberitahukan kepada kita semua, bahwa Dia itu tempat kita memohon, "Allah" tempat kita mengadu. Cuma sayang kita sebagai ciptaan Tuhan, masih ada yang tidak sudi mengenal kepada yang menciptakannya. Oleh karena itu "Allah" menerangkan demikian, supaya manusia suka berkenalan kepada Tuhannya. Kenal akan perbuatan-Nya, kenal akan sifat-Nya, dan kenal akan "nama"-"nama"-Nya, yaitu yang disebut "Asma'ul Husna".

Kesungguhan dalam mengamalkan "Asma-Ul Husna" merupakan syarat yang mutlak diterimanya suatu permohonan, selain itu dibutuhkan juga keyakinan dan kesabaran yang penuh. Waktu terbaik untuk mengamalkan "Asma-Ul Husna" adalah tengah malam. Saat sebagian besar manusia telah tidur terlelap, merupakan waktu terbaik dan mustajab untuk memohon kepada Allah SWT. Semoga bermanfaat.
 

Sumber:
1. id.wikipedia.org/wiki/Asma'ul_husna
2. laely..widjajati.facebook/ALHAMDULILLAH..Limpahan-RahmatMU pd saat...
3. laely..widjajati.facebook/HAVE-A-NICE-SUNDAY...... FOR-ALL....
4. laely.widjajati..facebook/MANFAAT/KHASIAT-BUNGA-KAMBOJA
5. laely.widjajati..facebook/MET-MALAM-SMUAX-ANGGREK-HIJAU-PENGHANTAR-KE..
6. laely.widjajati.photos.facebook/MET-MALAM-SMUAX.......MET-ISTIRAHAT.......
7. laely.widjajati.photos.facebook/MELATI-SBG-OBAT-INFLUENZA
 
















































































































































































































































































































































































































































































































































































































MusicPlaylistView Profile