Rabu, 25 Februari 2015

"ADIL ITU BAGAIMANA SIIIIH"

"Adil" terdiri dari dua suku kata, tapi berjuta kesulitan untuk melaksanakannya". 


Bahkan hampir tidak ada manusia yang bisa melaksanakan "Adil" dengan sempurna. Entah kenapa "Adil" sangat sulit dilakukan. Islam sangat menjunjung tinggi ke"Adil"an dalam setiap aspek kehidupan. Ke"Adil"an merupakan ciri atau kunci ajaran Islam. Setiap kaum muslimin memperoleh hak dan kewajiban yang sama. Hak disini dimaknai bahwa setiap muslim akan mendapatkan ke"Adil"an hukum yang sama. Dengan ke"Adil"an, orang akan merasa aman dan nyaman.

Ke
"Adil"an ini tersurat dalam landasan hukum Islam baik Al-Qur'an maupun Hadits. Ke"Adil"an kehidupan sosial, politik, keamanan dan lainnya. Banyak di dalam sendi kehidupan kita harus meletakkan ke"Adil"an seperti pernikahan, perceraian, rujuk, menetapkan putusan dan lain-lain.

Tidak bisa dibayangkan jika didunia ini tanpa ada ke
"Adil"an. Semua manusia akan saling curiga dimana tidak ada orang yang bisa dipercaya. Akhirnya sebuah kekacauan akan terjadi. Peran seorang pemimpin dalam memimpin kepemimpinannya akan diuji apakah pemimpin itu "Adil" atau tidak.

"Adil" adalah dimana semua orang mendapat hak menurut kewajibannya. "Adil" adalah suatu Perbuatan yang mengindahkan ketentuan-ketentuan atau aturan-aturan yang berlaku didalam kehidupan sehari-hari. Kebanyakan kita berpikir bahwa "Adil" itu bisa terjadi apabila terdapat lebih dari satu objek, berulah "Adil" itu bisa terlahir. tapi sebenarnya itu adalah persepsi yang salah. Karena "Adil" tidak membutuhkan lebih dari satu objek untuk melahirkannya.

"Adil" adalah memberikan sesuatu sesuai dengan haknya. Ada pula yang mengatakan, bahwa "Adil" berarti tidak memihak (agak ambigu dengan arti netral kayaknya).Tapi apapun artinya, yang jelas "Adil" punya definisi dan tujuan yang bagus. Hanya saja, untuk bisa menjadi "Adil" itu tidaklah mudah. Karena ukuran masing-masing individu dalam menentukan apakah sesuatu atau seseorang telah diperlakukan secara "Adil" akan menjadi berbeda-beda. Ukuran itulah yang sering kali menjadi hal yang memicu adanya pertentangan tentang ke"Adil"an. Karena ukuran yang digunakan dalam setiap kacamata orang untuk menilai juga berbeda.
 
Kalau kita tidak pandai bersyukur atas segala yang terjadi pada kita, baik itu untuk hal-hal yang sesuai dengan harapan kita maupun tidak maka kita akan selalu terpaku pada hal-hal yang tidak sesuai dengan harapan kita. Walhasil, kita akan merasa gagal. Ketika perasaan gagal itu ada, biasanya kita akan berusaha mencari-cari apa penyebabnya. Pertama kita akan mencari dalam diri kita sendiri, tapi jika tidak menemukan, maka kita biasanya akan beralih ke orang sekitar kita. Kita akan mencari kambing hitam penyebab kegagalan itu. Alhasil, pikiran kita akan selalu dipenuhi dengan pikiran-pikiran jelek. Prasangka-prasangka buruk. Dan jelas itu akan meracuni pikiran dan hati kita. Kalau pikiran dan hati sudah teracuni, jangan harap hidup akan bisa tenang. Hidup dengan prasangka hanya akan membebani hidup kita.


Jadi , menjadi orang yang pandai bersyukur, sabar dan ikhlas adalah yang bisa kita lakukan jika memang ingin hidup tenang. Segala di dunia ini tidak ada yang 100% "Adil". Pasti akan ada saja yang membuat beda dalam memandang ke"Adil"an. Yang penting kita bisa selalu berusaha untuk bertindak se"Adil"-"Adil"nya, agar diri sendiri dan orang lain tidak menjadi korban kedzaliman kita.

Dan apabila disuatu masa, kita diperlakukan secara "Adil" menurut ukuran pribadi kita. Bersyukur, senang boleh saja. Tapi bertindak dan berpikirlah secara arif juga, karena bisa jadi di balik ke"Adil"an yang kita terima itu, ada pihak lain yang merasa diperlakukan secara tidak "Adil".

Sumber:
1. https://sartikahinata.wordpress.com/.../kewajiban-berla...
2. kouzinet.blogspot.com/2010/03/pengertian-adil.html

Selasa, 24 Februari 2015

"BINGUNG"

"Bingung" apa yang mau ditulis..... He3 he..... "

Sudah banyak cerita yang dituliskan, sehingga "Bingung" mau cerita apa lagi. Tapi sebenarnya tidak perlu merasa "Bingung", karena banyak obyek di sekitar kita yang bisa kita ceritakan. Cuma kadang "Bingung" mulainya dari mana.

"Bingung" itu sendiri mempunyai beberapa definisi sesuai dengan konteks apa yang sedang kita dibicarakan.  Definisi "Bingung" antara lain:
1. hilang akal
2. tidak tahu arah
3. gugup tidak karuan
4. tidak mengerti
5. kurang jelas
6. dan sebagainya silahkan Anda tambahkan sendiri kalau masih ada definisi   selain definisi di atas.

Kita pasti pernah merasakan "Bingung" resah dan gelisah. "Bingung" memilih jalan hidup, "Bingung" memilih pasangan hidup, "Bingung" usaha, "Bingung" cari kerja, "Bingung" cari pinjaman utang, bahkan tidak sedikit dari kita pernah merasakan lagi "Bingung" mau ngapain.

Dalam kondisi dimana seseorang sedang
"Bingung" resah dan atau gelisah, sedih, berduka, iri, dengki,  sakit hati, patah hati, senang, gembira, dan berbagai perasaan hati yang lain, baik yang positif maupun negatif pada dasarnya disebabkan lebih karena kondisi atau perasaan hati serta jiwa seseorang. dan akibatnya akan kita jumpai banyak orang yang stress, gila, strok, serangan jantung disebabkan oleh hal-hal yang demikian baik secara langsung maupun tidak langsung. 

Para Ahli Kejiwaan (psikolog dan atau psikiater) seringkali menyimpulkan bahwa beban hidup yang berat dan kondisi lingkungan yang tidak mendukung seringkali menjadi alasan di balik semua itu.  Serupa tapi tak sama Al-Qur'an menjelaskan tentang bagaimana mengatasi hal tersebut melalui pendekatan yang lebih mendalam dan lebih berorientasi pada pencegahan dan sekaligus pengobatan. 

Firman Allah Swt :  
أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ (٢٨


"Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram." (QS Ar Ra'd:28)
Dzikr (mengingat Allah) seringkali dikonotasikan dengan kegiatan mengamalkan wirid dan atau mengucapkan kata-kata pujian, duduk berjam-jam dalam kamar atau berdiam di dalam masjid atau tempat sepi lalu wirid ini dan itu, mulut komat kamit memutar tasbih sembari menghitung jumlah bilangan tertentu.
 

Mungkin ada diantara saudaraku umat islam yang pernah menjalankan Dzikr untuk mencari ketentraman lahir dan batin, Entah itu dilalui dengan sukses, gagal atau bahkan tak berbekas sama sekali. Bagi mereka yang merasakan manfaat dzikr, insya allah mereka akan tetap istiqomah menjalankan amal ibadah tersebut. namun bagi mereka yang gagal dan tetap pada posisi selalu merasa "Bingung" resah dan gelisah, bukan tidak mungkin mereka akan terjerumus kedalam jurang yang lebih dalam.

Dalam kondisi/keadaan yang seperti ini, bukanlah dzikr atau amalan ibadah mereka tidak diterima dan atau tidak berhasil akan tetapi penerapan dan tata cara serta pengamalan dzikr yang kurang lengkap bisa jadi membuat mereka tetap dalam keadaan "Bingung" resah dan gelisah.


Lantas bagaimana perwujudan dan atau pelaksanaan dari mengingat Allah dalam Al-Qur'an ...? 
Bentuk Amalan Dizkr dalam Al-Qur'an yang Pertama seperti dijelaskan dalam surah Thaahaa ayat 14 :



إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لا إِلَهَ إِلا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلاةَ لِذِكْرِي (١٤

"Sesungguhnya aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, Maka sembahlah aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat aku"(QS Thaahaa:14)

Bentuk perwujudan dari Amal Ibadah dalam rangka Dzikr (mengingat Allah) adalah Shalat , baik itu shalat 5 waktu maupun shalat sunnah. sesibuk apapun pekerjaan yang kita dapatkan dan atau sebesar apapun masalah yang dihadapi seseorang selagi masih senantiasa melaksanakan shalat Insya'Allah tidak akan mengalami ke"Bingung"an, resah maupun gelisah.
  
Sumber:
1. https://id.answers.yahoo.com/question/index?qid...
2. membaca-alquran.blogspot.com/.../bingung-resah-dan...
4. www.sutopo.com330 × 330Search by image bingng

Senin, 23 Februari 2015

"HATI-HATI DENGAN DO'A ORANG YANG TERANIAYA/TERDZALIMI"

"Orang "teraniaya" atau orang yang di"dzalimi" yaitu orang yang diperlakukan secara tidak benar oleh orang lain".

"Dzalim" secara bahasa mengandung pengertian "aniaya"/celaka" . "Dzalim" secara istilah mengandung pengertian "berbuat "aniaya"/celaka terhadap diri sendiri atau orang lain dengan cara-cara bathil yang keluar dari jalur syariat Agama Islam". Disisi lain "Dzalim" bisa berarti "menempatkan sesuatu tidak sesuai dengan tempatnya".

"Dzalim" merupakan perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT dan termasuk dari salah satu dosa-dosa besar.  Manusia yang berbuat "Dzalim" akan mendapatkan balasan di dunia dan siksa yang pedih di akhirat kelak. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al Qur'an Surah Asy-Syura : 42

"Sesungguhnya dosa besar itu atas orang-orang yang berbuat "Dzalim" kepada manusia dan melampaui batas di  muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih".
 
Orang-orang ini tidak mendapatkan hak yang wajib diterimanya. Misalnya, seseorang menagih uangnya kepada orang lain, tetapi yang ditagih ternyata mengingkari hutangnya. Penagih semacam ini termasuk dalam kategori orang yang "teraniaya". Seorang buruh menuntut gaji kepada majikannya. Oleh majikannya gaji tersebut tidak dibayarkan atau dibayar kurang dari seharusnya dia terima. Buruh semacam ini termasuk orang-orang yang "teraniaya".

Contoh lain ialah seseorang dituduh melakukan suatu kejahatan, padahal yang bersangkutan sama sekali tidak melakukannya. Ia lalu dijatuhi hukuman. Seorang istri tidak diberi uang belanja oleh suaminya, bahkan disuruh mencari nafkah sendiri. Orang-orang ini termasuk golongan yang "teraniaya".

Bilamana orang yang yang "teraniaya" memohon kepada Allah agar membinasakan peng"aniaya"nya, maka "do’a"nya dijanjikan oleh Allah akan dikabulkan. Karena itu, kita wajib takut kepada orang-orang yang "teraniaya" oleh perbuatan kita. Sebab walaupun mereka tidak mampu membalas kejahatan kita secara langsung, namun "do’a" mereka akan menjadi senjata yang ampuh untuk menghancurkan kita melalui adzab dan siksa yang diturunkan oleh Allah.

Rasulullah SAW. bersabda:
“Tiga "do’a" yang dikabulkan, yaitu "do’a" orang yang berpuasa, "do’a" orang yang bepergian, dan "do’a" orang yang "teraniaya". (HR. Uqaili, dari Abu Hurairah)

”Ada tiga "do'a" yang tak akan ditolak oleh Allah SWT, yakni "do'a" orang tua kepada anaknya, "do'a" orang yang "teraniaya", dan "do'a" seorang musafir.” (HR. Abu Hurairah)

Dari Mu’adz bin Jabal Ra. bahwasanya Rasulullah SAW. bersabda :
“Artinya : Takutlah kepada "do'a" orang-orang yang "teraniaya", sebab tidak ada hijab antaranya dengan Allah (untuk mengabulkan)”.(Shahih Muslim, kitab Iman 1/37-38)

Orang-orang yang "teraniaya" tidak perlu berputus asa menghadapi keperkasaan dan kekuatan peng"aniaya"nya. Mereka dijanjikan oleh Allah untuk mendapat pembelaan, perlindungan, dan pertolongan guna melawan peng"aniaya" itu. Cara memperoleh jaminan tersebut adalah dengan selalu ber"do’a" kepada Allah agar para peng"aniaya" itu mendapat adzab dan siksa dari Allah sehingga mereka tidak merajalela berbuat ke"dzalim"an di tengah masyarakat. Karena itu, mereka seharusnya tidak meremehkan senjata "do’a" sebagai saran melawan ke"dzalim"an orang-orang yang berbuat "dzalim", karena permohonan mereka dikabulkan oleh Allah. Sebaliknya, orang-orang yang suka meng"aniaya" seharusnya takut dan berhati-hati menghadapi orang-orang yang "teraniaya", karena orang-orang yang "teraniaya" itu pasti dibela dan dilindungi oleh Allah. Permohonan apa saja untuk peng"aniaya"nya akan dikabulkan oleh Allah.

Allah SWT telah mengingatka dalam Al Qur'an bahwa setiap perbuatan yang kita lakukan akan mendapat balasan dari-Nya, sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur'an, Surat Al Zaljalah : 7-8


"Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula".

Juz 6 Surah An-Nisa' ayat 148 yang berbunyi:

لا یحب الله الجهر باالسوء من القول الا من ظلم وکان الله سمیعا علیما

artinya: "Allah tidak menyukai perbuatan buruk yang diucapkan secara terus terang, kecuali oleh orang yang di"dzalimi". Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha mengetahui."

Ayat ini “melegalkan” perkataan buruk atau sumpah serapah yang dilakukan oleh orang orang yang "teraniaya" atau "terdzalimi", dan itu semua dikategorikan kedalam do'a. "Do'a" orang orang yang"terdzalimi"  adalah mujarab alias “tokcer” langsung didengar dan dikabulkan oleh-Nya, sebagaimana termaktub dalam sebuah hadits, yang berbunyi:

“Hati-hatilah terhadap "do'a" orang yang "terdzalimi", karena tidak ada suatu penghalang pun antara "do'a" tersebut dan Allah.” (HR Bukhari).

Di tangan mereka, "do'a" lebih tajam dari pedang dan lebih hebat dari pasukan bersenjata. Maka, hati-hatilah terhadap "do'a" orang "terdzalimi"! Karena jika sudah keluar dari mulut, ia akan berjalan menuju langit. Segera melampaui cakrawala, menembus angkasa, dan diijabahi Sang Maha kuasa.
Tetapi dalam kelanjutan ayat tersebut diatas, selanjutnya Allah menjelaskan:

ان تبدو خیرا او تخفوه او تعفو عن سوء فان الله عفو قدیرا.

Artinya: Jika kamu menyatakan sesuatu kebajikan, menyembunyikannya dan memaafkan sesuatu kesalahan orang lain, Maka sungguh Allah Maha Pemaaf, Maha Kuasa.

Agama Islam secara tegas dan jelas mengharamkan kepada umatnya untuk melakukan perbuatan "dzalim" dimanapun dan dengan siapapun. Sebagai bentuk nasihat dan muhasabah diri agar sering-sering mengintrospeksi diri setiap saat dan setiap waktu.

Sumber:
1. https://id-id.facebook.com/.../doa-orang-teraniaya.../2...
2. https://id-id.facebook.com/...doa-orang...teraniaya/10...
5. laely.widjajati.facebook/Ad-a-description....
7. laely.widjajati.facebook/Suatu Pagi di #TelagaSarangan......

Minggu, 22 Februari 2015

"MANFAAT BERAS MERAH"

"Beras Merah" mengandung serat yang tinggi, zat besi, dan bebas lemak".



Aleuron "Beras Merah" mengandung gen yang memproduksi antosianin, sumber warna "merah" atau ungu pada "beras" ini.

Selain teksturnya yang lembut dan rasanya yang khas,
"Beras Merah" adalah tambahan sehat untuk diet Anda. Berikut beberapa "manfaat" bagi kesehatan dari "Beras Merah":

1. Mengurangi Kadar Gula Darah
Karena rendah glikemik,
"Beras Merah" dapat mengurangi kadar gula darah dalam tubuh. Plus, mengatur fungsi insulin tubuh untuk mengontrol diabetes. "Beras Merah" adalah pilihan yang bagus untuk penderita diabetes. Masak "Beras Merah" dan sayur untuk makan malam Anda.

2. Mengurangi Kolesterol
Gandum utuh
"Beras Merah" berisi dedak yang dapat mengurangi kadar kolesterol jahat dalam tubuh. Lemak dedak "Beras Merah" juga dapat menurunkan kadar kolesterol dan risiko penyakit jantung. Cobalah konsumsi "Beras Merah" setidaknya dua kali sepekan jika Anda ingin mendapatkan "manfaat" yang menakjubkan.

3. Sumber Terbaik Dari Vitamin B6
Apakah Anda tahu bahwa satu porsi nasi "merah" memiliki sekitar 23% dari kebutuhan vitamin B6 harian. Nasi "merah" memainkan peran penting dalam pembentukan sel darah "merah" dan membantu fungsi setiap organ tubuh.

4. Menurunkan Risiko Obesitas"Beras Merah"dapat membantu Anda mengurangi keinginan untuk makan karena membuat lebih kenyang untuk waktu yang sangat lama. Selain itu, "Beras Merah" memberikan energi tubuh dan membantu pencernaan. Asupan lemak berlebih dapat meningkatkan risiko obesitas dan "Beras Merah" benar-benar bebas lemak. Telah terbukti bahwa orang yang makna nasi "merah" setiap hari, memiliki risiko rendah obesitas.

5. Melawan Asma
"Beras Merah"juga merupakan sumber yang sangat baik dari magnesium untuk mengontrol pola pernapasan normal. Makan nasi "merah" secara teratur membantu mencegah asma.

6. Kaya Antioksidan
"Beras Merah" juga dikemas dengan antioksidan yang kuat. Itu sangat ber"manfaat" untuk kulit. Makan nasi "merah" secara teratur dapat mencegah munculnya garis halus dan kerutan di kulit. "Beras Merah" juga membantu mengencangkan kulit dan mengurangi kerusakan akibat sinar UV.

7. Baik Untuk Kesehatan Tulang
Magnesium dalam
"Beras Merah" juga sangat bagus untuk kesehatan tulang. Magnesium adalah nutrisi penting untuk membangun tulang yang sehat. Kekurangan magnesium dapat menyebabkan osteoporosis dan kepadatan tulang yang rendah di kemudian hari. Mengonsumsi nasi "merah" juga meringankan nyeri sendi.

8. Kaya Serat
"Beras Merah" membantu memenuhi kebutuhan serat harian Anda. Seperempat cangkir "Beras Merah" mengandung sekitar 2 gram serat, artinya memenuhi 8% kebutuhan serat harian Anda. Serat mencegah dan meringankan sembelit dan meningkatkan fungsi usus. Nasi putih kaya karbohidrat, sementara nasi "merah" mengandung serat. Hal itu memberikan energi untuk tubuh. (Amerikanki) 

9. Mencegah Terjadinya Batu Empedu 
Dalam berbagai penelitian, makanan tinggi serat sangat dikaitkan dengan pencegahan batu empedu. Serat sangat mudah dicerna sehingga membantu dalam melarutkan sisa makanan untuk membantu membentuk empedu yang sehat.

10. Kemungkinan Dapat Mencegah Kanker 
Zat apa yang dapat mencegah kanker dan terdapat pada "Beras Merah"? Selenium serta polifenol yang terkandung dalam "Beras Merah" diyakini dapat mencegah kanker usus besar. Selain itu kandungan serat dan antioksidan yang tinggi tentu dapat membantu tubuh menghindari berbagai jenis kanker yang disebabkan oleh radikal bebas.


11. Sehat Untuk Pencernaan 
Kandungan serat yang tinggi pada "Beras Merah" juga menyehatkan pencernaan sehingga menghindari permasalahan kesehatan yang dapat muncul di kemudian hari. Jadi mulai saat ini konsumsilah makanan alami untuk menjaga kesehatan jangka panjang. Serat ini sangat baik untuk usus dan membantu lancarnya metabolisme tubuh.

12. Membuat Lebih Cepat Kenyang
Sebuah penelitian yang dilakukan di British Journal of Nutrition menemukan bahwa dengan mengonsumsi karbohidrat yang kompleks, seperti oatmeal,
"Beras Merah" dan kentang, akan membuat anda lebih cepat kenyang sampai berjam-jam dan makan tidak lebih dari 320 kalori perhari.

Itulah tadi beberapa "Manfaat Beras Merah" untuk kesehatan kita berdasarkan dari pengalaman orang lain yang selama ini telah mengkonsumsi "Beras Merah". Sayapun mulai hari ini (22 Pebruari 2015) beralih dari "beras" putih ke "Beras Merah", sehingga untuk pengalaman pribadi belum bisa banyak berbagi cerita  tentang khasiat "Beras Merah". Namun demikian saya berharap dengan mengkonsumsi "Beras Merah" ini akan dapat menjaga kondisi kesehatan saya dan keluarga tentunya, walaupun sebenarnya sudah agak sedikit terlambat. Namun tidak ada kata terlambat untuk berubah menjadi lebih baik dari hari-hari sebelumnya.....

Semoga tulisan ini ber"manfaat" dan selamat mencoba.....
     
Sumber:
1. rona.metrotvnews.com/.../sejumlah-manfaat-kesehatan...
2. manfaat.co.id/manfaat-beras-merahTranslate this page
3. www.artikelkesehatan99.com/6-manfaat-beras-merah-..
4. www.carahidupsehatalami.info › Manfaat Makanan
Beras merah atau beras putih sebenarnya adalah dalam satu varietas, namun secara kasat mata bisa dibedakan dari warna beras merah yang agak gelap kecoklatan. Secara harga, beras merah tentu lebih tinggi karena ia merupakan beras dari jenis padi yang tidak banyak dibudidayakan. Bagaimana soal gizi?
Meskipun beras merah kurang nyaman dimakan maupun pada sata memasaknya. Beras merah membutuhkan waktu yang lebih lama untuk memasaknya, serta kurang nyaman jika dimakan karena lebih keras/pera daripada beras putih.  Hal itulah mungkin yang membuat beras merah kurang banyak diminati oleh masyarakat sebagai makanan sehari-hari. Secara gizi beras merah lebih unggul daripada beras putih, karena ia mengandung zat yang dikenal dengan sebutan antosianin. Senyawa yang terdapat pada lapisan warna merah pada jenis beras ini, dan bermanfaat sebagai zat antioksidan, antikanker, anti glisemik tinggi yang artinya baik untuk diabates, serta anti hipertensi.
- See more at: http://www.carakhasiatmanfaat.com/artikel/manfaat-beras-merah-bagi-diet-dan-kesehatan.html#sthash.9OHicbQF.dpuf

Sabtu, 21 Februari 2015

"WELCOME TO MY BLOG"

"Welcome to my "Blog".


"Blog" saya ini adalah "Blog" yang berisi rupa-rupa atau nano-nano. Semua permasalahan dalam kehidupan ini ada dalam "Blog" saya. Silahkan hadir di "Blog" saya.....

Tidak ada manusia yang sempurna. Marilah kita sama-sama belajar untuk saling berbagi pengalaman dalam kehidupan ini. "Blog" merupakan salah satu media untuk berbagi pengalaman yang terjadi dalam kehidupan ini. Saya pun juga sering membaca "Blog" orang lain manakala saya membutuhkan suatu informasi yang ingin saya dapatkan.

Misalnya ada tulisan yang cocok dalam "Blog" saya, silahkan anda kutip atau share untuk dibagikan kepada yang lain, karena "Blog" saya inipun juga berasal dari berbagai sumber. Hak cipta hanya ada pada ALLAH SWT. semata. 

Tujuan saya membuat "Blog" ini adalah untuk mendokumentasikan ilmu pengetahuan atau pengalaman pribadi atau apa saja yang saya peroleh dalam mengarungi kehidupan   ini, sehingga dapat saya bagikan kepada orang lain.

Anda pun bisa saja membuat "Blog" sendiri, karena "Blog" bisa dijadikan sarana untuk belajar menulis. Dengan memiliki "Blog", Anda wajib menulis bagaimanapun caranya. "Blog" Anda harus diisi secara berkala baik itu dengan berbagai artikel atau cerita yang bisa Anda buat sendiri. Memang Anda bisa mengambil bahan dari tempat lain. Namun alangkah baiknya kalau Anda mencoba untuk menulis sendiri karena dengan demikian Anda akan memperoleh manfaat yang lebih dari "Blog" Anda.

Tema yang ada dalam "Blog" saya pun juga beraneka ragam, antara lain mengenai :  A L A M, ALLAH, BUDAYA, COCOK TANAM, DEMOGRAFI, DO'A, EKONOMI, ETIKA, GOVERNMENT, HIDUP, HISTORY, IBADAH, ILMU, KEKASIH ALLAH, KESEHATAN, LAIN-LAIN, MAKANAN, MAKANAN/MINUMAN, MANAGEMENT, PSYKHOLOGY, RASULULLAH, SOSIAL, WANITA, dan WISATA.

Alasan saya membuat banyak tema dalam "Blog" saya ini karena semua tema itu saya alami dalam kehidupan saya di dunia ini, sehingga siapa tahu dapat dijadikan pelajaran bagi orang lain. Tema-tema dalam "Blog" saya ini pun bisa saja saya tambahkan se-waktu-waktu sesuai dengan tulisan yang akan saya tuangkan dalam "Blog" saya ini. 

Saya sangat bahagia seandainya "Blog" saya ini bisa bermanfaat bagi orang lain dan apa lagi bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari..... Seandainya, barangkali ingin beberapa penjelasan mengenai tulisan yang ada pada "Blog" saya, silahkan anda kirim ke emile saya. Terbuka untuk siapa saja.....

"OBAT GALAU MENURUT ISLAM"

"Tidak soal muda dan tua, tentu semua orang pasti pernah merasakan yang namanya "galau"



Entah itu pejabat, pegawai, buruh, pengangguran, kaya, miskin, tua, muda, pelajar ataupun santri telah latah mengkampanyekan "galau" di negeri kita ini. Ya, "galau" boleh saja dan hal itu sangat manusiawi. 

Tapi, yang patut diingat adalah jangan pernah membiarkan perasaan "galau" itu berlarut-larut.

Keresahan akan senantiasa menghantui hidup manusia apabila pikirannya dibiarkan terombang-ambing oleh permasalahan hidup. Apalagi keyakinannya pada keberadaan Allah SWT. sebagai penolong masih terjebak dalam ritual adat-istiadat semata, sehingga berhala menjadi tempat pengaduannya. Fenomena tersebut begitu jelas di depan mata kita dan terjadi pada sebagian besar umat Islam. Kesibukkan dan rutinitas menjebak mereka yang merasa "galau" untuk mengambil langkah pragmatis dalam penyelesaian problema hidup.
Perasaan "galau" yang berlarut-larut dapat mengakibatkan sebuah kondisi yang lebih serius yaitu depresi kronis. Apakah kamu memiliki teman, keluarga, atau bahkan mungkin dirimu sendiri yang sedang mengalami"galau" . Segera atasi itu!

Pada dasarnya, manusia adalah sosok makhluk yang lemah dan bergelimang dosa. Wajar jika disebut sebagai makhluk yang paling sering dilanda ke"galau"an, apalagi ketika dihadapkan pada permasalahan hidup. Inilah fitrah bagi setiap insan yang memiliki akal pikiran dan tidak perlu dirisaukan karena Allah SWT. telah menyiapkan penawarnya. Sebagaimana firman Allah SWT. di dalam Al-Qur’an surat Ar-Ra’d ayat ke 28 yang artinya :

الَّذِينَ آمَنُواْ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللّهِ أَلاَ بِذِكْرِ اللّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah hati menjadi tenteram.”

Orang yang senantiasa mengingat Allah SWT. dalam segala hal yang dikerjakannya, tentu akan memiliki dorongan positif pada diri dan jiwanya. Karena dengan mengingat Allah SWT. dalam menghadapi segala persoalan, dijamin pikirannya akan cerah dan bijak serta jiwanya diselimuti ketenangan akan datangnya bantuan Allah SWT. Dan sudah merupakan janji Allah SWT., bagi siapa saja yang mengingatnya, maka didalam hatinya pastilah terisi dengan ketentraman-ketentraman yang tidak bisa didapatkan melainkan hanya dengan mengingat-Nya.

Logikanya, jika pejabat ingat pada Allah SWT. maka dia akan merasa diawasi oleh Allah SWT. dalam menjalankan amanahnya. Dan dengan demikian, peluang berbuat curang apalagi sampai menilap hak rakyat dapat terminimalisir. Begitu juga remaja dan pemuda yang senantiasa menjalin kedekatan dengan Allah SWT., maka kehidupannya memiliki arah pasti yang jauh dari pengaruh bisikan hedonis. Ditambah lagi rakyat secara keseluruhan menghidupkan nilai-nilai ke-Tuhan-an dalam aktivitasnya setiap saat, maka aroma religious akan mampu memberikan kedamaian pada jiwa-jiwa manusia.
Terkhusus umat "Islam", jika benar-benar menjalankan dan mengindahkan semua syari’at yang telah dibawa Rasulullah, sudah barang tentu kejayaan umat peradaban akan kembali mewarnai dunia ini. Sejarah peradaban "Islam" telah membuktikan bahwa tidak ada istilah "galau" pada umat manusia ketika aturan-aturan Allah SWT. ditegakkan di atas bumi ini. Artinya, Islam adalah ajaran yang menentang "galau" karena syari’at Islam adalah rahmatan lil ‘alamin.

Berikut ini ada beberapa ayat dalam Al-Qur'an yang dapat dijadikan sebagai penawar"galau":

Ayat pertama, berserah kepada Allah SWT. Kita sangat dituntut untuk memiliki semangat bekerja keras, namun apapun hasilnya harus diserahkan kepada Allah SWT. Sebagaimana telah berfirman Allah SWT.: 

فَإِذَا فَرَغْتَ فَانصَبْ
وَإِلَى رَبِّكَ فَارْغَب

“Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.“ (QS: al Insyirah: 7-8).

Dengan berserah kepada Allah SWT., kita akan melakukan apapun dengan ketenangan dan kenyamanan bathin karena ada jaminan Allah SWT. yang senantiasa memelihara ciptaan-Nya. Allah SWT berfirman:

وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْراً

“Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (QS. Ath-Thalaaq : 3).
 
Ayat kedua, bersabar karena Allah SWT. Bersabar disini bukan berarti menunggu dan pasrah begitu saja, sabar dalam artian menerima takdir Allah SWT. sebagai yang terbaik dan senantiasa mempersiapkan diri untuk melakukan yang terbaik pula. Allah SWT. menegaskan di dalam Al-Qur’an surat Ali Imran ayat ke 200:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اصْبِرُواْ وَصَابِرُواْ وَرَابِطُواْ وَاتَّقُواْ اللّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah SWT., supaya kamu beruntung.”

Dan sesungguhnya dengan bersabar Allah SWT. sedang menyertai kita. Bukankah suatu kemuliaan bagi manusia jika sang Maha Pencipta sudi menyertai hidupnya? Inilah janji Allah SWT. Allah SWT. dalam firman-Nya;

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اسْتَعِينُواْ بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ إِنَّ اللّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ ﴿١٥٣

“Sesungguhnya Allah SWT. bersama orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah:153).

Ayat ketiga, berteguh hati dan fikiran. Flash-back terkait makna"galau"  jika dipahami keresahan hati, maka kita sebagai umat "Islam" harus memiliki keteguhan hati dan fikiran bahwa Allah SWT. telah mengatur semesta alam ini. Jadi, tidak ada lagi kebimbangan mau jadi apa dan kemana masa depan kita, yang penting lakukanlah apa yang terbaik yang dapat dilakukan. Berikut Allah SWT. berfirman:

وَقُلِ اعْمَلُواْ فَسَيَرَى اللّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ وَسَتُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

“Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah SWT. dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah SWT.) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. At-Taubah : 105)

Ayat keempat, sedih dilarang Allah SWT.
Sebagai umat "Islam", kita harus merasa beruntung dalam berbagai hal kehidupan. Karena "Islam" telah merangkum aturan hidup manusia hingga akhir zaman, dan tidak sepatutnya seorang hamba Allah SWT. bersedih kecuali sedih karena dosanya. Allah SWT. memotivasi kita dalam firman-Nya;

لاَ تَحْزَنْ إِنَّ اللّهَ مَعَنَا

“Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah SWT. bersama kami.” (QS. At Taubah: 40)

Ayat kelima, menghadap Allah SWT..
Adukanlah semua permasalahan kepada Allah SWT. karena pasti Allah SWT. mempunyai semua solusinya. Sangat wajar jika kita menemui masalah dalam menjalani kehidupan ini, namun jangan pernah mundur atau takluk pada permasalahan itu. Allah SWT. sudah mengingatkan hamba-Nya di dalam ayat yang dibaca setiap muslim minimal 17 kali dalam sehari:

يَّاكَ نَعْبُدُ وإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

“Hanya kepada-Mulah kami menyembah, dan hanya kepada-Mulah kami meminta pertolongan.” (QS. Al Fatihah 5)

Dan masih banyak lagi ayat-ayat dari Allah SWT. yang mendorong umat "Islam" untuk tidak menjadi bagian dari orang yang mengkampanyekan "galau", karena dengan berkoar-koar dirinya dalam ke"galau"an maka dia telah menurunkan derajatnya menjadi manusia yang tidak bersyukur dan enggan berfikir.

Ada beberapa saran yang bisa kita lakukan, untuk mengurangi rasa "galau":

Pertama, Sibukkan Diri dengan Semua yang Bermanfaat: 

Secara garis besar, Rasulullah SAW. telah memberikan panduan, agar manusia selalu maju menuju lebih baik dalam menghadapi hidup.

Dari Abu Hurairah Ra., Rasullullah SAW bersabda, yang artinya:
Bersemangatlah untuk mendapatkan apa yang manfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah, dan jangan lemah. Jika kalian mengalami kegagalan, jangan ucapkan, ‘Andai tadi saya melakukan cara ini, harusnya akan terjadi ini…dst.’ Namun ucapkanlah, ‘Ini taqdir Allah, dan apa saja yang dia kehendaki pasti terjadi.’ Karena berandai-andai membuka peluang setan. (HR. Ahmad 9026, Muslim 6945, Ibn Hibban 5721, dan yang lainnya).

Kedua, Hindari Panjang Angan-angan

Terlalu ambisius menjadi orang sukses, memperparah kondisi "galau" yang dialami manusia. Dia berangan-angan panjang, hingga terbuai dalam bayangan kosong tanpa makna. Karena itulah, Rasulullah SAW dan para sahabat mencela panjang angan-angan.

Dari Abu Hurairah Ra., Nabi SAW. bersabda, yang artinya: 

Hati orang tua akan seperti anak muda dalam dua hal: dalam cinta dunia dan panjang angan-angan. (HR. Bukhari 6420)

Ali bin Abi Thalib mengatakan, yang artinya:

“Yang paling aku takutkan menimpa kalian adalah mengikuti hawa nafsu dan panjang angan-angan. Mengikuti hawa nafsu bisa menjadi penghalang untuk memihak kebenaran. Panjang angan-angan bisa melupakan akhirat. Ketahuilah bahwa dunia akan berlalu.

Ketiga, Jangan Merasa Didzalimi Taqdir

Ketika anda merasa lebih gagal dibandingkan teman anda, ketika anda merasa lebih miskin dibandingkan rekan anda, Ketika anda terkatung-katung di dunia kuliah, sementara teman anda telah sukses di dunia kerja dan keluarga. Anda tidak perlu "galau", karena "galau" anda tidak akan mengubah nasib anda. Yang lebih penting kendalikan hati agar tidak hasad dan dengki. Anda perlu mengingat hadis ini,
 

Dari Abu Hurairah Ra., Rasullullah SAW. bersabda, yang artinya:

Perhatikanlah orang yang lebih rendah keadaannya dari pada kalian, dan jangan perhatikan orang yang lebih sukses dibandingkan kalian. Karena ini cara paling efektif, agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah bagi kalian. (HR. Ahmad 7657, Turmudzi 2703, dan Ibn Majah 4142)

Ketika anda melihat ada orang kafir yang bergelimang nikmat, anda perlu ingat bahwa nikmat iman yang anda miliki. Ketika anda melihat orang muslim ahli maksiat lebih sukses, anda perlu ingat, Allah lebih mengunggulkan anda dengan taat.

Keempat, Jangan Lupakan Doa Memohon Kebaikan Dunia dan Akhirat

Diantara doa yang bisa anda rutinkan, 

اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لِي دِينِي الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِي وَأَصْلِحْ لِي دُنْيَايَ الَّتِي فِيهَا مَعَاشِي وَأَصْلِحْ لِي آخِرَتِي الَّتِي فِيهَا مَعَادِي وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لِي فِي كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لِي مِنْ كُلِّ شَرٍّ

Ya Allah ya Tuhanku, perbaikilah bagiku agamaku sebagai benteng urusanku; perbaikilah bagiku duniaku yang menjadi tempat kehidupanku; perbaikilah bagiku akhiratku yang menjadi tempat kembaliku! Jadikanlah ya Allah kehidupan ini mempunyai nilai tambah bagiku dalam segala kebaikan dan jadikanlah kematianku sebagai kebebasanku dari segala kejahatan. (HR. Muslim no. 2720).

Secara ilmiah pula, para pakar kedokteran pun telah sampai pada suatu kesimpulan, bahwa obat mujarab untuk mengobati penyakit "galau" ini ialah bermuara kepada keimanan.

William James, seorang profesor ilmu jiwa di Universitas Harvard Amerika, mengatakan bahwa obat yang paling ampuh terhadap penyakit
"galau" tidak lain adalah keimanan.

Demikian juga Dr Karl Young, seorang dokter ternama bidang kejiwaan pernah mengatakan, “Sesungguhnya setiap orang sakit yang meminta kepada saya sejak 30 tahun lalu, yang berasal dari seluruh pelosok dunia, rata-rata penyebab sakit mereka adalah karena goyahnya akidah. Mereka tidak akan pernah sembuh, kecuali setelah berusaha mengoptimalkan kembali keimanan mereka yang telah hilang tersebut.”

Demikianlah fakta ilmiah yang berhasil disimpulkan oleh para pakar dan ilmuwan yang pada hakikatnya mempamerkan bukti kemukjizatan Alquran yang sudah lebih dulu menyatakan tentang urgensi iman kepada Allah SWT dalam segala aspek kehidupan manusia, termasuk fungsinya sebagai obat  untuk mengatasi
"galau" dan ganguan jiwa.
 

Dalam AlQuran pertengahan surah al-Ma’arij ditegaskan, bahwa sesungguhnya manusia itu diciptakan bersifat "galau" lagi keluh kesah, kecuali sembilan golongan, yaitu orang-orang yang melaksanakan shalat, orang-orang yang terhadap hartanya telah disediakan bagian tertentu (zakat) atau hak yang telah ditetapkan untuk orang-orang miskin, baik yang meminta atau pun yang tidak meminta, orang-orang yang meyakini hari kiamat, orang-orang yang takut terhadap azab Allah, orang-orang yang memelihara kemaluannya dari perbuatan keji, orang-orang yang mampu menjaga dan menunaikan amanat dan janji-janjinya, orang-orang yang memberikan kesaksiannya dan orang-orang yang memelihara shalatnya. Mereka itulah golongan penghuni surga lagi dimuliakan. (QS. Al-Ma’arij[70]:19-35).

Hakikatnya hidup ini merupakan rangkaian proses belajar dan menempa diri agar menjadi lebih baik senantiasa. Sungguh, begitu banyak hal dapat disajikan dari perjalanan detik demi detik kehidupan kita. Hal-hal yang kita rasakan, kita lihat, kita dengar, kita keluarkan melalui lisan, semuanya bisa menjadi sesuatu yang sarat makna dan dapat memperkaya khazanah pengalaman kita untuk selanjutnya dijadikan modal bagi proses perbaikan diri, jika kita mau tentunya.

Setidaknya penjelasan ini dapat diinterpretasikan sebagai referensi ‘walau hanya secuil’ demi perbaikan terhadap umat yang "galau", dan sebagai masyarakat ilmiah yang berbudaya, alangkah baiknya jika kita saling menitipkan diri demi sebuah harapan dan kepedulian kepada generasi muda. Wallahu a’lam bishshawab.
 
Sumber:
1. https://www.deherba.com/obat-galau-yang-patut-dico...
2. https://id-id.facebook.com/.../posts/439371619419339
3. www.konsultasisyariah.com/cara-mengatasi-galau-me...
4. www.republika.co.id › Khazanah › Hikmah
5. https://achmadfirdaus.wordpress.com/.../obat-galau-da..
6. laely.widjajati.facebook/Ad-a-description......
7. laely.widjajati.facebook/Ad-a-description II......
8. laely.widjajati.facebook/Mensucikan-diri......


MusicPlaylistView Profile