Tampilkan postingan dengan label DO'A. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DO'A. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 Februari 2015

"HATI-HATI DENGAN DO'A ORANG YANG TERANIAYA/TERDZALIMI"

"Orang "teraniaya" atau orang yang di"dzalimi" yaitu orang yang diperlakukan secara tidak benar oleh orang lain".

"Dzalim" secara bahasa mengandung pengertian "aniaya"/celaka" . "Dzalim" secara istilah mengandung pengertian "berbuat "aniaya"/celaka terhadap diri sendiri atau orang lain dengan cara-cara bathil yang keluar dari jalur syariat Agama Islam". Disisi lain "Dzalim" bisa berarti "menempatkan sesuatu tidak sesuai dengan tempatnya".

"Dzalim" merupakan perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT dan termasuk dari salah satu dosa-dosa besar.  Manusia yang berbuat "Dzalim" akan mendapatkan balasan di dunia dan siksa yang pedih di akhirat kelak. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al Qur'an Surah Asy-Syura : 42

"Sesungguhnya dosa besar itu atas orang-orang yang berbuat "Dzalim" kepada manusia dan melampaui batas di  muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih".
 
Orang-orang ini tidak mendapatkan hak yang wajib diterimanya. Misalnya, seseorang menagih uangnya kepada orang lain, tetapi yang ditagih ternyata mengingkari hutangnya. Penagih semacam ini termasuk dalam kategori orang yang "teraniaya". Seorang buruh menuntut gaji kepada majikannya. Oleh majikannya gaji tersebut tidak dibayarkan atau dibayar kurang dari seharusnya dia terima. Buruh semacam ini termasuk orang-orang yang "teraniaya".

Contoh lain ialah seseorang dituduh melakukan suatu kejahatan, padahal yang bersangkutan sama sekali tidak melakukannya. Ia lalu dijatuhi hukuman. Seorang istri tidak diberi uang belanja oleh suaminya, bahkan disuruh mencari nafkah sendiri. Orang-orang ini termasuk golongan yang "teraniaya".

Bilamana orang yang yang "teraniaya" memohon kepada Allah agar membinasakan peng"aniaya"nya, maka "do’a"nya dijanjikan oleh Allah akan dikabulkan. Karena itu, kita wajib takut kepada orang-orang yang "teraniaya" oleh perbuatan kita. Sebab walaupun mereka tidak mampu membalas kejahatan kita secara langsung, namun "do’a" mereka akan menjadi senjata yang ampuh untuk menghancurkan kita melalui adzab dan siksa yang diturunkan oleh Allah.

Rasulullah SAW. bersabda:
“Tiga "do’a" yang dikabulkan, yaitu "do’a" orang yang berpuasa, "do’a" orang yang bepergian, dan "do’a" orang yang "teraniaya". (HR. Uqaili, dari Abu Hurairah)

”Ada tiga "do'a" yang tak akan ditolak oleh Allah SWT, yakni "do'a" orang tua kepada anaknya, "do'a" orang yang "teraniaya", dan "do'a" seorang musafir.” (HR. Abu Hurairah)

Dari Mu’adz bin Jabal Ra. bahwasanya Rasulullah SAW. bersabda :
“Artinya : Takutlah kepada "do'a" orang-orang yang "teraniaya", sebab tidak ada hijab antaranya dengan Allah (untuk mengabulkan)”.(Shahih Muslim, kitab Iman 1/37-38)

Orang-orang yang "teraniaya" tidak perlu berputus asa menghadapi keperkasaan dan kekuatan peng"aniaya"nya. Mereka dijanjikan oleh Allah untuk mendapat pembelaan, perlindungan, dan pertolongan guna melawan peng"aniaya" itu. Cara memperoleh jaminan tersebut adalah dengan selalu ber"do’a" kepada Allah agar para peng"aniaya" itu mendapat adzab dan siksa dari Allah sehingga mereka tidak merajalela berbuat ke"dzalim"an di tengah masyarakat. Karena itu, mereka seharusnya tidak meremehkan senjata "do’a" sebagai saran melawan ke"dzalim"an orang-orang yang berbuat "dzalim", karena permohonan mereka dikabulkan oleh Allah. Sebaliknya, orang-orang yang suka meng"aniaya" seharusnya takut dan berhati-hati menghadapi orang-orang yang "teraniaya", karena orang-orang yang "teraniaya" itu pasti dibela dan dilindungi oleh Allah. Permohonan apa saja untuk peng"aniaya"nya akan dikabulkan oleh Allah.

Allah SWT telah mengingatka dalam Al Qur'an bahwa setiap perbuatan yang kita lakukan akan mendapat balasan dari-Nya, sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur'an, Surat Al Zaljalah : 7-8


"Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula".

Juz 6 Surah An-Nisa' ayat 148 yang berbunyi:

لا یحب الله الجهر باالسوء من القول الا من ظلم وکان الله سمیعا علیما

artinya: "Allah tidak menyukai perbuatan buruk yang diucapkan secara terus terang, kecuali oleh orang yang di"dzalimi". Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha mengetahui."

Ayat ini “melegalkan” perkataan buruk atau sumpah serapah yang dilakukan oleh orang orang yang "teraniaya" atau "terdzalimi", dan itu semua dikategorikan kedalam do'a. "Do'a" orang orang yang"terdzalimi"  adalah mujarab alias “tokcer” langsung didengar dan dikabulkan oleh-Nya, sebagaimana termaktub dalam sebuah hadits, yang berbunyi:

“Hati-hatilah terhadap "do'a" orang yang "terdzalimi", karena tidak ada suatu penghalang pun antara "do'a" tersebut dan Allah.” (HR Bukhari).

Di tangan mereka, "do'a" lebih tajam dari pedang dan lebih hebat dari pasukan bersenjata. Maka, hati-hatilah terhadap "do'a" orang "terdzalimi"! Karena jika sudah keluar dari mulut, ia akan berjalan menuju langit. Segera melampaui cakrawala, menembus angkasa, dan diijabahi Sang Maha kuasa.
Tetapi dalam kelanjutan ayat tersebut diatas, selanjutnya Allah menjelaskan:

ان تبدو خیرا او تخفوه او تعفو عن سوء فان الله عفو قدیرا.

Artinya: Jika kamu menyatakan sesuatu kebajikan, menyembunyikannya dan memaafkan sesuatu kesalahan orang lain, Maka sungguh Allah Maha Pemaaf, Maha Kuasa.

Agama Islam secara tegas dan jelas mengharamkan kepada umatnya untuk melakukan perbuatan "dzalim" dimanapun dan dengan siapapun. Sebagai bentuk nasihat dan muhasabah diri agar sering-sering mengintrospeksi diri setiap saat dan setiap waktu.

Sumber:
1. https://id-id.facebook.com/.../doa-orang-teraniaya.../2...
2. https://id-id.facebook.com/...doa-orang...teraniaya/10...
5. laely.widjajati.facebook/Ad-a-description....
7. laely.widjajati.facebook/Suatu Pagi di #TelagaSarangan......

Jumat, 18 Januari 2013

"TANDA DIKABULKANNYA DO'A KITA OLEH ALLAH"

"Setiap orang tentunya ingin "do'a"nya "dikabulkan", dan "penasaran" kapan "do'a"nya "dikabulkan"


Dalam kitab An-Nafaisul 'Uluwiyah halaman 196-197 disebutkan bahwa Habib Abdullah al-Haddad ketika ditanya tentang tanda-tanda "dikabulkan"nya suatu "do'a", beliau menjawab :

Pertama-tama perlu diketahu bahwa "do'a" yang dipanjatkan oleh seorang mukmin yang berinabah dan bersungguh-sungguh dalam menghadapkan dirinya kepada Allah akan
"dikabulkan". Hanya saja pengabulan "do'a" itu kadang kala disegerakan atau diakhirkan.

Bahkan kadang Allah mengganti permohonan yang ia panjatkan dengan karunia lain yang lebih baik baginya menurut pandangan dan pilihan Allah. Keterangan seperti ini banyak terdapat dalam ayat Al-Qur'an.

Para ulama menyebutkan bahwa tanda
"dikabulkan"nya sebuah "do'a" yaitu si pen"do'a" merasakan getaran dan kesejukan dalam hati sewaktu memanjatkan "do'a"nya itu.

Adapun ditolaknya "do'a" bisa karena adanya rintangan. Termasuk dalam rintangan itu adalah : memakan makanan yang haram baginya, memakai pakaian yang haram, terus berbuat zalim kepada hamba Allah, dan ber"do'a" dengan hati yang lalai.

Rasulullah bersabda :

"ketahuilah oleh kalian semua, sesunguhnya Allah tidak akan mengabulkan "do'a" dari hati yang lalai" (HR Thabrani)

Tidak
"dikabulkan"nya "do'a" seseorang bisa juga karena dia memutuskan tali silaturahim, membenci saudaranya sesama muslim dan tidak berbicara kepada mereka tanpa alasan yang benar.

Ibrahim bin Adham radhiyallahu 'anhu berkata :

"Do'a" kalian tidak ter"kabul" karena hati kalian telah mati dan penyebab matinya hati kalian adalah sepuluh hal :

1. kalian mengenal Allah, tapi tidak memenuhi hak-Nya ..

2. kalian mengaku cinta kepada Rasulullah, tetapi tidak mengikuti sunnah nya ...

3. kalian membaca Al-Qur'an tetapi tidak mengamalkan isinya ..

4. kalian menikmati berbagai karunia Allah, tetapi tidak bersyukur.

5. kalian nyatakan setan adalah musuh, tetapi malah kalian mengikutinya ..

6. kalian nyatakan surga itu benar ada, tetapi tidak beramal untuk memperolehnya ..

7. kalian nyatakan neraka itu ada, tetapi tidak berusaha menghindarinya ..

8. kalian nyata kematian itu pasti datang, tetapi tidak bersiap menghadapinya..

9. sejak bangun tidur kalian sibuk meneliti dan membicarakan aib orang lain dan melupakan aib kalian sendiri ...

10. kalian kuburkan mereka yang meninggal di antara kalian, tetapi tidak memetik pelajaran darinya ...

(posting ini diambil dari tabloid AR-RAUDHAH edisi 1 yang disusun oleh : Habib Noval bin Muhammad Alaydrus.)

Wallahua’lam bish Shawwab ....
Barakallahufikum ....

... Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ...

Sumber: Facebook: Endang Sri Utama Shared Sahabat QALBU Cahaya Jiwa's Status

Sabtu, 21 April 2012

"Do'a Untuk Kita Semua"

"Paling dekat manusia kepada Tuhannya jika ia ber"do'a" dan memohon dan paling dekat seseorang kepada manusia adalah jika ia tidak meminta sesuatu dari mereka".


Semoga di pagi yang indah ini,
Tuhan menguatkan hati "kita",
mengindahkan kehidupan cinta "kita",
dan membaikkan ekonomi "kita".

Semoga dalam istirahat "kita" malam ini,
Tuhan memulihkan hati sesama yang mungkin sempat "kita" lukai tanpa maksud,
memaafkan kesalahan "kita" kepada mereka yang mencintai "kita",
meninggikan nilai pribadi "kita" bagi mereka yang "kita" layani,
dan menyiapkan kehidupan yang damai, sehat, dan sejahtera bagi masa depan "kita".
Semoga hari ini Tuhan tidak membiarkan "kita" bertanya-tanya lagi,
kapan pecahnya pembatas rezeki yang selama ini menjadi isi dari "doa kita".
Semoga Tuhan membantu "kita" dan saudara-saudara "kita" yang belum mengerti mengapa rezekinya tertahan.
Semoga "kita" dicerahkan dengan sikap dan pikiran yang tepat, 
agar tindakan "kita" memantaskan "kita" bagi rezeki yang baik.
Semoga Tuhan tidak membiarkan "kita" frustrasi dalam kebingungan mengenai apa yang harus "kita" lakukan untuk berezeki baik.

Tuhan kami Yang Maha Sejahtera,
Tenagailah kesungguhan kami hari ini untuk sepenuhnya berserah kepadaMu, bekerja keras untuk membahagiakan keluarga dan sesama, dan baikkanlah dan lancarkanlah rezeki kami.

Hari ini, kami akan berserah sepenuhnya dalam pekerjaan yang ikhlas, agar Kau perbaiki rezeki kami.
Semoga rezeki "kita" lebih baik dan lebih besar mulai hari ini........


Referensi:
https://twitter.com/#!/MTLovenHoney

Sabtu, 17 Maret 2012

"Do'a Seorang Hamba"

"Do'a" adalah merupakan inti dari semua ibadah. Di dalam shalat ada "do'a", dalam puasa, zakat, haji semuanya didalamnya mengandung "do'a"


Dapat dikatakan bahwa "do'a" merupakan sapaan mesra, permohonan dan dialog antara manusia dengan Allah SWT. sebagai pencipta semesta alam ini. Berikut ini "do'a" dari "hamba"Mu yang hanya kepada-Mu "hamba" menyerahkan dan mengembalikan semua urusan "hamba"

"DO'A" SEORANG "HAMBA":

Ya Allah... Ya Tuhan "hamba"....
"Hamba" angkat tangan "hamba" dengan sepenuh hati "hamba".
Kepada-Mu wahai Dzat Yang Maha Mulia,
Manakala "hamba" julurkan tangan "hamba",
Janganlah Engkau tolak permohonan "hamba".

Wahai Dzat Yang Mengabulkan "do'a".... 
Engkau telah menciptakan "hamba".
dan "hamba" adalah "hamba"-Mu.
"Hamba" berada dalam janji,
dan akan menepati perjanjian itu semampu "hamba".

Ya Allah..... Ya Tuhan "hamba".....
"Hamba" berlindung dari buruk yang "hamba" perbuat.
"Hamba" mengakui nikmat-Mu pada "hamba".
"Hamba" mengakui dosa "hamba"....
Ampunilah "hamba", keluarga "hamba", pemimpin-pemimpin "hamba".....
Ampunilah orang-orang yang menyayangi dan membahagiakan "hamba",
ampunilah orang-orang yang membenci, memusuhi dan mendzalimi "hamba",
serta ampuni pula saudara-saudara "hamba" kaum muslimin di seluruh dunia,
baik yang telah meninggal maupun yang masih hidup di dunia. 
Sesungguhnya, tidak ada yang mengampuni dosa kecuali Engkau....

Sesungguhnya "hamba" memohon kesehatan dan kebugaran,
umur panjang yang bermanfaat.....
Kenikmatan yang dapat membawa syafaat....
Lapangkanlah dada "hamba".
"Hamba" memohon petunjuk-Mu,
agar senantiasa berjalan di atas jalan lurus-Mu.
Mudahkanlah semua urusan "hamba",
sehingga "hamba" dapat dengan mudah beribadah kepada-Mu....
"Hamba" mohon dijauhkan dari api neraka-Mu.
Bangunkanlah untuk "hamba" sebuah rumah di dalam surga-Mu....
Bersama orang-orang yang menjadi kekasih-Mu.....

Senin, 20 Februari 2012

"Pentingnya Do'a Saat Sakit"

"Sesungguhnya ber"do'a" saat "sakit", baik yang "sakit" itu diri sendiri maupun orang lain, sangat penting."


Dalam Surat Al-Mu'min ayat 60, dijelaskan:
'Dan Tuhanmu berfirman, 'Ber"do'a"lah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.'

"Do'a", sebagai kata yang berasal dari bahasa Arab du'a, artinya 'seruan, menyampaikan ungkapan, permintaan, permohonan pertolongan'. Sedangkan sebagai istilah adalah berpalingnya seseorang dengan tulus ikhlas kepada Allah, dan memohon pertolongan dari-Nya. Yang Maha Kuasa, Maha Pengasih dan Penyayang, dengan kesadaran bahwa dirinya adalah wujud yang memiliki kebergantungan.

Penyakit adalah salah satu dari contoh tersebut, yang dengan penyakit manusia paling merasakan kebergantungan ini dan lebih mendekatkan diri kepada Allah. Harus disadari, penyakit adalah sebuah ujian, yang direncanakan menurut hikmah Allah, yang terjadi dengan kehendak-Nya, dan sebagai peringatan bagi manusia akan kefanaan dan ketidaksempurnaan kehidupan ini, dan juga sebagai sumber pahala di akhirat atas kesabaran dan ketaatan karenanya.

Sebaliknya, mereka yang tidak memiliki iman meyakini bahwa yang menyembuhkan adalah dokter, obat, atau kemampuan teknologi mutakhir dari ilmu pengetahuan modern. Mereka tidak pernah merenung bahwa Allah-lah yang menyebabkan keseluruhan perangkat tubuh mereka untuk bekerja di saat mereka sedang sehat, atau Dia-lah yang menciptakan obat yang membantu penyembuhan dan para dokter yang menolong mereka ketika "sakit".

Banyak orang hanya kembali menghadap kepada Allah di saat mereka sadar bahwa para dokter dan obat-obatan tidak memiliki kesanggupan. Orang-orang yang berada pada keadaan tersebut memohon pertolongan hanya kepada Allah setelah menyadari bahwa hanya Dia-lah yang dapat membebaskan mereka dari kesulitan. Hal ini sebagaimana firman Allah dalam Surat Yunus ayat 12:
'Dan apabila manusia ditimpa bahaya, dia ber"do'a" kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk, atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu daripadanya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat). seolah-olah ia tidak pernah ber"do'a" kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan.'

Dalam Surat Al-Baqarah ayat 186, dijelaskan:
'Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, (jawablah) behwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang ber"do'a" apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.'

Karena itu, separah apapun "sakit" yang anda derita, jangan sekali-kali berputus-asa akan rahmat Allah. Kewajiban kita meminta kepada Allah, Yang Maha Agung, Tuhan Pencipta singgasana yang agung, agar berkenan menyembuhkan "sakit" kita.

Sekalipun dalam keadaan sehat, atau tanpa cobaan atau kesulitan lain, seseorang wajib ber"do'a" dan bersyukur kepada Allah atas segala kenikmatan, kesehatan dan seluruh karunia yang telah Dia berikan.

Perlu pula diingat, "do'a" tidak semestinya hanya dilakukan untuk menghilangkan rasa "sakit", atau kesulitan-kesulitan duniawi lainnya. Orang beriman sejati haruslah senantiasa ber"do'a" kepaa Allah dan menerima apa pun yang datang dari-Nya. Kenyataan bahwa sejumlah manfaat "do'a" yang diwahyukan di dalam banyak ayat Al-Qur'an kini telah diakui kebenarannya secara ilmiah, sekali lagi bahwa hal itu mengungkapkan keajaiban yang dimiliki Al-Qur'an.

Disamping ber"do'a", seseorang yang "sakit" sepatutnya juga ke dokter,menggunakan obat-obatan yang berkhasiat, dan menjalani perawatan rumah "sakit" jika perlu, atau perawatan khusus dalam bentuk lain. Sebab, Allah mengkaitkan segala sesuatu yang terjadi di dunia ini pada sebab-sebab tertentu. Segala sesuatu di dunia dan di alam semesta terjadi mengikuti sebab-sebab ini. Oleh karena itu, seseorang haruslah melakukan segala hal yang diperlukan dalam kerangka sebab-sebab ini, sambil berharap hasilnya dari Allah, dengan kerendahan hati, berserah diri dan bersabar, dengan menyadari bahwa Dia-lah yang menentukan hasilnya.

Jumat, 12 Agustus 2011

"Tak Putus Do'a"

"Do'a" memang sangat berpengaruh bagi kehidupan manusia. Baik "do'a" seorang anak kepada orang tuanya maupun sebaliknya."


Pada hakikatnya, manusia hanyalah makhluk yang diciptakan dengan banyak keterbatasan. Ucapkanlah "do'a" pada setiap kesempatan, terutama untuk kedua orang tua dan anak-anak kita. Meskipun orang tua sudah meninggal, misalnya, kita tetap harus selalu men"do'a"kannya. Allah pasti selalu mendengar "do'a" kita. "Do'a" seorang anak untuk orang tua merupakan salah satu amal yang tidak pernah terputus, meskipun sudah meninggal dunia.
"Do'a" orang tua terutama ibu sangat penting bagi kehidupan anaknya. Kekuatan "do'a" sebagai obat yang mujarab untuk menyelesaikan masalah dan menjadi jurus jitu untuk menggapai harapan.

Berikut ini "do'a" untuk anak semata wayangku:

Ya Allah ya Tuhanku..... Jadikanlah anakku..... anak yang shalih,  kaya raya dan dermawan...... Jadi orang yang pandai membela agama Allah.... Berguna bagi negara dan bangsa.....

Sabtu, 25 Juni 2011

"DO'A KHATAM AL-QUR'AN"

"Do'a khatam Al-Qur'an" ini kami ambil dari "Al-Qur'an" Terjemah Indonesia, halaman 1283, Penyusun: Tim Disbintalad (Drs. H.A. Nazri Adlany, Drs. H. Hanafie Tamam, dan Drs. H.A. Faruq Nasution)", yang artinya:


- Ya Allah, Ya Tuhan kami, terimalah bacaan kami, sesungguhnya Engkau-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
- Dan terimalah taubat kami, ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau-lah yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.
- Dan tunjukilah aku dan kami, pimpinlah kami menuju kebenaran dan jalan yang lurus dengan berkah "khatam Al-Qur'an" yang agung.
- Dan dengan kehormatan kecintaan dan Rasul-Mu yang mulia.
- Dan ma'afkanlah kesalahan kami wahai Tuhan Yang Maha Pemurah dan ma'afkanlah kekhilafan kami wahai Tuhan Yang Maha Penyayang.
-Dan ampunilah dosa-dosa kami dengan karunia kemurahan-Mu wahai Tuhan yang lebih Pemurah dari sekalian yang pemurah, hai Tuhan yang lebih Penyayang dari sekalian orang yang penyayang.
- Ya Allah hiasilah kami dengan hiasan "khatam Al-Qur'an".
- Dan berilah kami kehormatan dengan kehormatan "khatam Al-Qur'an".
- Dan pakaikanlah kami dengan pakaian "khatam Al-Qur'an".
- Dan masukkanlah kami ke dalam surga bersama "Al-Qur'an".
- Ya Tuhan kami, berikanlah kepada kamikebajikan di dunia dan kebajikan di akhirat, dan hindarkanlah kami dari siksaan neraka.
- Ya Tuhan kami. sesungguhnya kami mendengar seruan yang menyerukan kepada iman, yaitu: "Berimanlah kamu kepada Tuhanmu", maka kamipun beriman.
- Ya Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang banyak berbuat baik.
- Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul Engkau; dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat. Sesunggunya Engkau tidak menyalahi janji.
- Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri-diri kami, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan (tidak) mengasihani kai niscaya kami termsuk orang-orang yang merugi.
- Ya Tuhanku, jadikanlah aku penegak shalat dan dari anak cucuku.
- Ya Tuhan kami, terimalah "do'a"ku; Ya Tuhan kami, ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tuaku dan dosa-dosa orang-orang mukmin di hari berdirinya perhitungan (kiamat).
- Ya Tuhan kami, Engkau telah meluaskan rahmat dan ilmu pada setiap sesuatu, maka ampunilah dosa orang-orang yang taubat dan mengikuti jalan-Mu, dan hindarkanlah mereka darti siksaan neraka jahim.
- Ya Tuhan kami, masukkanlah mereka ke dalam surga Aden yang Engkau telah janjikan kepada mereka dan terhadap orang yang baik di antara bapak-bapak mereka dan keturunan mereka; sesungguhnya Engkau-lah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
- Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan telah mendengar, maka kembalikanlah kami supaya kami berbuat amal saleh; sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin.
- Dan bebaskanlah kami dari tiap-tiap bala dunia dan azab akhirat dengan kehormatan "khatam Al-Qur'an".
- Dan berikanlah rahmat kepada seluruh umat Muhammad dengan kehormatan "khatam Al-Qur'an".
- Ya Allah, jadikanlah "Al-Qur'an" itu teman bagi kami di dunia.
- Dan menjadi pelipur lara di dalam kubur.
- Dan menjadi pembela di hari kiamat.
- Dan menjadi cahaya di atas jalan (titian).
- Dan menjadi pengiring menuju surga.
- Dan mnjadi penutup dan dinding dari api neraka.
- Dan menjadi petunjuk jalan dan imam menuju kebajikan seluruhnya.
- Dengan karunia, kemurahan dan kemuliaan-Mu, wahai Tuhan yang lebih pengasih dari sekalian yang pengasih.
- Ya Allah, berilah kami rezki dengan setiap huruf dari "Al-Qur'an" menjadi manis.
- Dan pada tiap-tiap kalimat berupa kemuliaan.
- Dan pada setiap ayat berupa kebahagiaan.
- Dan pada setiap surat berupa keselamatan.
- Dan pada setiap juz berupa balasan.
- Shalawat Allah atas junjungan kami Muhammad dan atas keluarga dan sahabatnya semua.
- Maha suci Tuhanmu, Tuhan yang memiliki kemuliaan dari pada apa yang mereka sifatkan.
- Dan keselamatan atas para Rasul.
- Dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
*****

Semoga Allah menerima dan meridhai "do'a" kami dan "do'a"-"do'a" kaum Muslimin yang telah "khatam Al-Qur'an".  

Minggu, 13 Desember 2009

"BERPIKIR DAN BERDZIKIR DIDALAM BERKARIER"

"Berpikir" kritis, ilmiah dan generatif, semuanya mempunyai tempatnya masing-masing. Tidak penting dalam urutan manakah mereka itu ditempatkan. Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita harus memperhatikan cara "berpikir" generatif."



"Berpikir", berdzikir dan berkarier" merupakan aktivitas yang tidak asing bagi kehidupan kita sehari-hari. Tapi pernahkah kita memikirkan bahwa ketiga aktivitas tadi dapat diramu menjadi suatu ramuan yang dapat menghasilkan kualitas sumber daya manusi yang dapat diandalkan?


Sebelum kita membahas lebih lanjut tentang kehebatan ramuan tersebut, sebaiknya kita kupas terlebih dahulu komponen-komponen aktivitas di atas.


"BERPIKIR" SEBAGAI SUATU KETRAMPILAN.

"Berpikir" adalah eksplorasi (penjajagan) pengalaman yang dilakukan secara sadar dalam mencapai suatu tujuan (tujuan itu dapat berbentuk pemahaman, pengambilan keputusan, perencanaan, pemecahan masalah, penilaian tindakan dan sebagainya). Dapat juga dikatakan bahwa "berpikir " merupakan ketrampilan operasional yang memungkinkan intelegensi bekerja atas dasar pengalaman.

Sebagai suatu ketrampilan, ada beberapa cara dalam melaksanakan aktivitas"berpikir" :

a. "Berpikir" kritis.

b. "Berpikir" ilmiah.

c. "Berpikir" generatif.


Cara "berpikir" kritis ini dapat menemukan kesalahan dan kekurangan dalam berbagai sistem dan gagasan. namun apakah dengan hanya menemukan kesalahan dan kekurangan saja dapat memberikan kemampuan pada kita untuk menyusun sistem dan gagasan yang lebih berdaya guna?

Ada beberapa alasan supaya kita tidak terlalu memuja cara "berpikir" kritis.

1. Memberikan kritik merupakan pekerjaan yang mudah, barangkali bentuk prestasi intelektual yang paling mudah, dan orang suka melakukannya karena ada sesuatu yang pasti untuk dikerjakan dengan hasil yang pasti.

2. "Berpikir" kritis memungkinkan kita untuk bekerja dalam lingkungan serba cukup dimana segala data telah tersedia tanpa dituntut memperoleh data yang baru.

3. "Berpikir" kritis memegang peranan penting dalam dunia keagamaan karena ini merupakan satu-satunya senjata melawan bid'ah dan berbagai penyimpangan, disamping karena dunia keagamaan terbentuk dari konsep iman yang harus memiliki kebenaran internal untuk tidak runtuh. Tetapi semua itu sangat jauh dari dunia nyata yang kotor, dimana orang harus "berpikir" untuk dapat memecahkan berbagai permasalahan (dengan data-data yang sangat tidak mencukupi) dan menghasilkan sesuatu.


Cara "berpikir" kritis memang sangat berharga dan merupakan bagian dri pemikiran yang esensial. Akan tetapi, belum mewakili subyek "berpikir" secara keseluruhan.


Cara "berpikir" ilmiah, menekankan pentingnya pemahaman dan analisis. "Berpikir" ilmiah bersifat deskriptif (menggambarkan apa adanya dan bukan seharusnya) dan kontemplatif (membangkitkan renungan).


"Berpikir" ilmiah ini bebas nilai, sehingga tidak menghasilkan apakah sesuatu itu baik atau buruk. Dalam ilmu pendidikan, dengan tepat menekankan pentingnya cara "berpikir" ilmiah. Kita menjunjung tinggi lembaga kesarjanaan karena lembaga ini sangat bernilai, dan karena para sarjana merupakan produk kebanggaan sistem ini. Namun "berpikir" pasif deskriptif dan "kontemplatif " betapapun keras dan mendalamnya tidaklah sama dengan "berpikir" generatif.


"Berpikir" generatif bertujuan menghasilkan sesuatu dan memecahkan masalah. "Berpikir" generatif bersifat praktis, kreatif dan konstruktif. "Berpikir" generatif harus berhadapan dengan dunia nyata dan mengambil tindakan, meskipun pengetahuan belum lengkap. "Berpikir" generatif tidak dapat membiarkan segalanya menunggu, untuk dapat menerapkan diri secara ilmiah dalam upaya mencukupkan pengetahuan, sehingga tindakan yang diambil mendapat landasan yang cukup. "Berpikir" generatif ini selalu berusaha memecahkan suatu masalah. Lebih baik mengalami kekurangan/kesalahan dari pada tidak bertindak sama sekali dan selalu bersifat konstruktif (memperbaiki).


"Berpikir" kritis, ilmiah dan generatif, semuanya mempunyai tempatnya masing-masing. Tidak penting dalam urutan manakah mereka itu ditempatkan. Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita harus memperhatikan cara "berpikir" generatif. "Berpikir" generatif itu tidak rapi, tidak sempurna, tidak murni dan barangkali sulit untuk diterapkan. Namun ia penting dan kita seharusnya mencoba untuk melatih diri kita.

Untuk menjadi orang yang trampil "berpikir", kita harus melatih diri kita secara rutin. Trampil "berpikir" berarti mengetahui cara menghadapi berbagai situasi, gagasan kita sendiri dan pikiran-pikiran orang lain. Ia mencakup perencanaan, pengambilan keputusan, mengamati fakta-fakta, menebak kreativitas dan berbagai aspek lainnya. Kita akan memperoleh kepercayaan diri dan kepuasan hati karena ketrampilan "berpikir " kita.


BERDZIKIR SEBAGAI BENTENG DIRI.

Secara harfiah, "berdzikir" adalah mengingat dan menyebut berulang-berulan nama dan keagungan Allah. Implisit mengandung pengertian memberi nikmat kepada setiap makhluk-Nya, dan barangsiapa membiasakan diri "berdzikir " setiap hari, maka akan mempengaruhi jiwanya, menjadi orang yang mempunyai mental yang baik dan akhlak yang terpuji.


"Berdzikir" yang saya maksud disini adalah berdo'a namun tidak hanya sekedar berdo'a dengan menghafalkan lafal-lafalnya saja, tetapi do'a itu harus diresapkan dalam hati dengan menghayati makna-makna yang terkandung didalamnya. Dan hendaknya kita berdo'a dengan penuh tawakal, merendah diri serendah-rendahnya disertai hati yang khusyu' di hadapan Tuhan.


"Berdzikir" adalah sarana kita untuk selalu dekat dengan Tuhan. Tidak ada manusia yang sempurna dan suci dari dosa. Namun manusia dikaruniai akal untuk "berpikir", sehingga dapat menentukan pilihan. Manusia yang terampil "berpikir" pasti akan menentukan pilihan yang baik. Kalau dirasa sesuatu itu tidak baik, sudah seharusnya kita tinggalkan. Tuhan Maha Pengasih lagi Maha Penyayang dan Penerima taubat dari hamba-Nya, meskipun si hamba telah banyak berbuat dosa, akan tetapi jika mau sadar dan bertaubat, maka Tuhan siap untuk menerima taubatnya dengan mengampuni segala dosa yang telah lalu diperbuatnya. Asal si hamba betul-betul menyatakan taubat kepada Tuhan dan berjanji tidak akan mengulangi kembali perbuatan yang terlarang.


Senyampang kita masih hidup, kita masih punya kesempatan untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan. Kalau kita dekat dengan Tuhan, Insya'Allah Tuhan akan memelihara kita dari perbuatan yang tercela. Dengan "berdzikir" secara khusyuk, pasti Tuhan akan menolong kita dan membentengi diri kita dengan segala rahmat dan kekuatan-Nya.


PENTINGNYA "BERPIKIR" DAN BERDZIKIR DI DALAM BERKARIER.

Dalam situasi kehidupan nyata, pada umumnya pengetahuan kita tidak pernah dapat menjadi lengkap (mungkin semata-mata karena begitu banyak situasi berurusan dengan masa depan).


Dengan demikian dalam perkembangan dan kemajuan dalam kehidupan, pekerjaan, jabatan dan sebagainya ("berkarier"), kegiatan "berpikir " semakin diperlukan.


Di dalam "berkarier", pengetahuan sangat dibutuhkan untuk perkembangan diri kita. Dan selama kita tetap berurusan dengan pengetahuan, keterampilan "berpikir" kita harus selalu kita kembangkan. Dengan melihat keadaan masyarakat kita sekarang ini, yang mengalami perubahan begitu pesat dan akan terus berlangsung secara lebih cepat lagi, kebutuhan untuk "berpikir" semakin besar dari pada waktu yang lampau.


Dalam menghadapi berbagai macam situasi, informasi sangat dibutuhkan. Senantiasa berusaha untuk memperoleh informasi merupakan sikap yang mengagumkan, tetapi bersikap menunggu informasi yang sempurna, sangat tidak praktis. Dalam kehidupan sehari-hari, keputusan dan tindakan harus senantiasa diambil. Karena informasi biasanya tidak sempurna, maka kekurangan itu harus ditutup dengan cara berpikir yang baik. Karena "berpikir" merupakan suatu ketrampilan (skill), maka kita dapat melatih diri kita untuk berpikir, sehingga kita menjadi orang-orang yang mampu "berpikir" sebelum/selama/setelah melakukan segala tindakan.


Disamping dibutuhkan ketrampilan "berpikir" yang baik, "berdzikir" (berdo'a) juga sangat dibutuhkan dalam "berkarier". Bila kita selalu dekat dan selalu berhubungan dengan Yang Maha Besar dan Maha Kuat seerta Maha Bijaksana, Insya'Allah kita akan menjadi orang yang tenang dan bahagia dalam hidup kita walaupun kita menghadapi banyak rintangan yang bermacam-macam.


Manusia yang dirinya diterangi dengan cahaya atau sinar tauhid dalam dadanya, jiwanya akan terang dalam menghadapi segala macam problema hidup ini, baik soal agama ataupun soal keduniaan.


Sebagai apapun peran kita dalam kehidupan sehari-hari, kita perlu mempunyai kekuatan, baik kekuatan fisik maupun kekuatan mental. Oleh karena itu jangan segan-segan kita "berdzikir" setiap waktu demi memperkuat jiwa kita.


Tidak sedikit orang yang gagal, lalu berputus asa yang akhirnya dapat mengganggu urat syarafnya. Apa artinya kepintaran manusia, jika sudah dihinggapi penyakit syaraf. Hal ini banyak terjadi di kalangan orang-orang pintar di dunia ini, karena tidak adanya iman dalam jiwanya. Karena mereka mengandalkan otak dan akalnya, mengandalkan ilmu dan kepintaran belaka. Karena ia tidak sadar atas rencana manusia yang muluk-muluk, masih ada perencanaan yang tidak dapat disaingi dan dihalangi oleh manusia siapapun di dunia ini. Dialah Allah Sang Pencipta Alam Semesta ini. Oleh karena itu kita harus yakin dan kita minta bantuan kepada-Nya, supaya kita diberi kekuatan jiwa dan semangat yang selalu menyala-nyala.


Disinilah letak pentingnya aktivitas "berpikir" dan berdzikir dalam berkarier. Apabila kita mau melaksanakan aktivitas-aktivitas ini, Insya'Allah akan melahirkan manusia-manusia yang berkualitas tinggi yang dapat diandalkan dan dapat diharapkan mau dan mampu berpartisipasi dalam segala kegiatan pembangunan nasional kita, terutama dalam menghadapi era globalisasi yang telah mulai kita rasakan sekarang ini.


Semoga tulisan ini bermanfaat bagi para pembaca dan dapat menjadi motivasi bagi para pembaca untuk lebih meningkatkan kualitas diri sehingga menjadi manusia-manusia yang dapat diandalkan sebagai modal pembangunan yang potensial.

Selasa, 14 Juli 2009

"D Z I K I R --- LISAN, PERASAAN DAN PERBUATAN"

"Dengan ber"dzikir" hati kita akan merasa tenteram, seperti firman Allah SWT dalam Al-Qur'an Surat Ar Ra'du Ayat 28 : ........"


Yang dimaksud dengan "dzikir" disini adalah mengingat atau menyebut nama Tuhan, baik dengan lisan (ucapan), dengan hati atau anggota badan. "Dzikir" dengan lisan yaitu memuji Tuhan dengan ucapan-ucapan tasbih (Subhanallah), tahmid (Alhamdulillah) dan lain-lain. "Dzikir" dengan hati adalah memikirkan (bertafakur) mengenai dzat dan sifat-sifat Allah. Sedangkan "dzikir" dengan anggota badan adalah dengan menjadikan keseluruhan anggota badan taat kepada Allah. Ber"dzikir" bagi umat Islam merupakan perintah dari Allah, seperti yang telah difirmankan oleh Allah SWT dalam Al-Qur'an Surat Al Ahzaab Ayat 41 : "Hai orang-orang beriman, ingatlah Allah dengan ingatan yang banyak."



Dan juga pada Al Ahzaab Ayat 42 : "Dan bertasbihlah kepada-Nya pagi dan petang."

Dengan ber"dzikir" hati kita akan merasa tenteram, seperti firman Allah SWT dalam Al-Qur'an Surat Ar Ra'du Ayat 28 : " (Orang-orang yang kembali kepada Allah) adalah orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram."

Karakteristik "dzikir" yang diajarkan oleh Rasulullah SAW agar "dzikir" dapat diterima oleh Allah SWT adalah :

1. Memiliki makna yang jelas. Maksudnya kita ber"dzikir" harus dalam keadaan puncak kesadaran dan ingat serta tidak ada keraguan dalam mengucapkan kalimat-kalimat "dzikir", sehingga apa yang kita ucapkan itu memiliki makna yang jelas. Ucapan "dzikir" kita juga tidak sulit diucapkan, karena kalau kalimat itu sulit diucapkan justru membuat makna dari kalimat "dzikir" tersebut menjadi tidak jelas.

2. Selalu bermuatan Tauhid. Ucapan "dzikir" selalu mentauhidkan Allah, meng-esakan Allah. Bergantung hanya kepada Allah, misalnya Subhanallah, Lailaha ilallah, Allahu akbar. dan sebagainya.

3. Meliputi seluruh aspek kehidupan. Sungguh sangat indah apabila hidup kita ini tidak ada sedikitpun yang terlepas dari Allah. Semua kegiatan dalam kehidupan kita sehari-hari selalu kita lakukan dengan mengingat kepada Allah. Rasulullah selalu mengajarkan kepada umatnya untuk berdo'a pada setiap kegiatan yang kita lakukuan, misalnya do'a makan, tidur, bepergian dan sebagainya.

Apabila kita ingin "dzikir" yang kita lakukan memiliki nilai ibadah, maka "dzikir" itu harus memenuhi ketiga karakteristik tadi. Semoga kita menjadi orang yang layak untuk tinggal di surga-Nya kelak.



Dekat dengan Allah adalah kunci kebahagiaan dalam hidup. Maka sesibuk apapun kita, asma Allah harus selalu terpatri di hati kita. Marilah kita senantiasa meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah di manapun, kapanpun dan dalam keadaan bagaimanapun kita berada. Termasuk bertaqwa adalah senantiasa ber"dzikir" kepada Allah yang membawa ketenangan dan ketenteraman hati. Karena tenteram dan tenangnya hati adalah dambaan setiap orang. Istana indah, dengan kekayaan melimpah, namun diliputi kalbu resah dan hati gundah adalah tidak mempunyai makna dan faedah.Namun sebaliknya, rumah sederhana tidak mewah walaupun dengan rezki terbatas namun barokah, yang diliputi rasa tenteram, tenang, tawaqal dan pasrah adalah dambaan setiap Muslim dan Mukmin.

Ayat-ayat yang telah disebutkan di atas adalah "dzikir" yang berbentuk lafzhi (lisan) dan qalbi (hati), disamping itu ada juga "dzikir" yang berbentuk fi'il (perbuatan), diantaranya dijelaskan dalam hadits Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Imam Al-thabrani dari sahabat Ibnu Abbas yang artinya: "Apabila kalian berjalan melalui taman-taman surga, maka bersenang-senanglah menikmatinya; ditanyakan wahai Rasulullah! Apa taman-taman surga itu? Beliau menjawab: "Majelis-majelis ilmu". Dan diriwayatkan oleh Ibnu Syahin dari sahabat Abi Hurairah yang artinya: "Apabila kalian berjalan melalui taman-taman surga, maka duduklah bergabung kepada mereka. Mereka bertanya: Wahai Rasulullah, apa taman-taman surga itu? Beliau menjawab: "Majelis orang-orang yang ahli "dzikir" kepada Allah SWT." Dan menurut Imam At-Tirmidzi dari Abi Hurairah: Apabila kalian berjalan melalui taman-taman surga, maka bersenang-senanglah menikmatinya. Ditanyakan, apa taman-taman surga itu? Beliau menjawab: "Masjid-masjid".
Maka dapatlah dikatakan bahwa semua ucapan, perasaan dan perbuatan apapun bentuknya yang dilakukan oleh pelakunya berdasarkan tuntunan Allah SWT, serta dilakukan semata-mata mencari ridha Allah, termasuk "dzikir" yang membuat ketenangan dan ketenteraman hati setiap mukmin yang kamil (sempurna) adalah sesuai firman Allah SWT.

"Dzikir" disini dengan sendirinya dalam segala bentuknya, dan syukur disini adalah tidak mengkufuri segala nikmat Allah. Perbuatan "dzikir" dan syukur ini berupa ibadah dan taqwa kepada Allah SWT yang sempurna. Jadi dapat dikatakan bahwa "dzikir" adalah ucapan, perasaan dan perbuatan yang diamalkan oleh orang yang bertaqwa kepada Allah baik berupa shalat, zakat, shadaqah, puasa, haji, umrah, amar ma'ruf nahi munkar, berjuang fi sabilillah, membaca Al-Qur'an, mengajar, ngaji ilmu, berdakwah untuk agama, memakmurkan masjid dan sebagainya yang dilakukan semata-mata untuk ridha dan karena ingat kepada Allah yang membuat ketenangan dan ketenteraman hati bagi pelaku-pelakunya di dunia hingga akhirat.

Jadi termasuk "dzikir" kepada Allah adalah wujud perasaan gembira yang berbentuk penyelenggaraan perayaan maulid Nabi SAW yang dilakukan oleh seluruh kaum Muslimin di seluruh dunia sejak awal hingga masa kini.

Jumat, 15 Mei 2009

"UCaPAn Di PENGhuJUNG DO'A....................".


Subhaanaka robbika rabbil 'izzati 'amma yashifuun, wasalaamun 'alal mursaliin, walhamdulillaahi robbil 'aalamiin.

"Mahasuci Tuhanmu, Tuhan yang mempunyai keperkasaan dari apa yang mereka katakan,
Dan kesejahteraan dilimpahkan kepada rasul-rasul,
Dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam".


(Al-Qur'an, Surat : Ash Shaffat , 180 -182).

Jumat, 08 Mei 2009

"DO'A MENURUT AGAMA ISLAM"

"Tuhan kamu (Allah) berfirman, "Ber"do'a"lah kepada-Ku, niscaya Aku perkenankan bagimu.".... (Al-Qur'an Surat Al Mu'min ayat 60)." 


"Do'a" adalah merupakan inti dari semua ibadah. Di dalam sholat ada "do'a", dalam puasa, zakat, haji semuanya didalamnya mengandung "do'a".


Amalan yang dapat membantu manusia dalam memperkuat rohaninya dan mengikat hatinya dengan Allah Azza wa Jalla adalah dengan menghafal sebagian "do'a"-"do'a" dan ma'tsurat dari Nabi Muhammad SAW dalam setiap perbuatannya. Nabi Muhammad SAW mencontohkan pada umatnya, bahwa dalam kehidupan sehari-hari masing-masing perbuatan ada "do'a"nya tersendiri, yang diarahkan kepada Allah SWT dengan harapan semoga Dia memberkahi seluruh perbuatannya serta menghindarkannya dari kekeliruan dan senantiasa menunjukkannya pada kebenaran, menetapkan bagi perbuatan tersebut kebaikan dan menghindarkannya dari kejahatan.

Dapat dikatakan bahwa "do'a" merupakan sapaan mesra, permohonan dan dialog antara manusia dengan Allah SWT. sebagai pencipta semesta alam ini.

Umat "Islam" yang bertaqwa dam senantiasa berusaha membersihkan jiwanya, bersungguh-sungguh mempelajari "do'a"-"do'a" dan ma'tsurat dalam rangka mengikuti Rasulullah dan para sahabatnya, serta berusaha untuk membiasakan diri membacanya pada waktu-waktu yang bertepatan sesuai dengan kemampuannya. Dengan demikian itu. hatinya akan senantiasa berhubungan dengan Allah Azza wa Jalla, jiwanya akan bersih dan imannya pun akan semakin meningkat.

Umat "Islam" pada zaman sekarang ini sangat membutuhkan pembekalan rohani guna membekali dirinya serta mengasah jiwanya, dan untuk menghindari berbagai macam fitnah, godaan dunia, bencana dan berbagai ancamannya yang selalu meliputi umat "Islam" di berbagai masyarakat yang jauh dari hidayah Allah, dan yang menyeret mereka ke dalam neraka.

Umat "Islam" yang benar-benar menyadari ajaran agamanya selalu memperhatikan jalannya dan memperbanyak amal perbuatan shalih supaya mereka dapat selamat dari tempat kembali yang menakutkan (neraka) yang mana setan baik yang berwujud jin maupun manusia, setiap saat dan di setiap tempat berusaha untuk menjerumuskan manusia ke dalamnya.

"Do'a" dalam agama "Islam" merupakan suatu :

1. Tanda kelurusan bagi umat "Islam". Apabila seseorang ber"do'a", berarti dia memprioritaskan ketergantungannya hanya kepada Allah semata. Makanya dalam "Islam" mensyaria'atkan "do'a" dalam segala aspek kehidupan manusia. Seseorang yang rutin ber"do'a" berarti melaksanakan tauhid yang benar. Sebagai contoh, umat "Islam" diwajibkan membaca Al-Fatihah dalam sehari sebanyak 17 kali (jumlah roka'at dalam sholat 5 waktu). Di dalam Surat Al-Fatihah Ayat 5 : "Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan." Disitu berarti manusia diperintahkan oleh Allah untuk memprioritaskan permintaan pertolongan hanya kepada Allah.

2. Tanda kedekatan hambaNya kepada Sang Khaliq. Allah memerintahkan kita untuk meminta hanya kepada Allah SWT. Para Nabi dan Rasul adalah orang-orang yang selalu dekat dengan Allah dalam segala masalah apapun. Sebagai contoh, Nabi Zakaria ber"do'a" agar diberi keturunan padahal beliau pada saat itu sudah dalam keadaan usia yang telah tua renta. Banyak lagi contoh-contoh yang lain. Kewajiban kita untuk selalu ber"do'a". Dikabulkan atau tidak itu merupakan hak prerogatif Allah.

3. "Do'a" adalah merupakan inti dari semua ibadah. Di dalam sholat ada "do'a", dalam puasa, zakat, haji semuanya didalamnya mengandung "do'a". Jadi "do'a" terkandung dalam segala aspek kehidupan manusia. Marilah kita mendayagunakan "do'a". Jangan sampai kita termasuk orang yang bakhil dalam memanjatkan "do'a".

Perbanyaklah ber"do'a", mudah-mudahan Allah kabulkan "do'a" kita. Tiada satu katapun yang luput dari pendengaran Allah. Tuhan mengetahui semua yang kita lakukan.

Sedangkan Manfaat "do'a" bagi umat manusia sangat banyak sekali, antara lain :

1. Mendatangkan keridhaan Allah SWT.  

2. Menghilangkan kesedihan dan kemuraman hati.  

3. Mendatangkan kegembiraan dan ketentraman (di dalam) hati.  

4. Menguatkan hati dan badan.  

5. Membuat hati dan wajah berseri.  

6. Melapangkan rizki.  

7. Menumbuhkan perasaan bahwa dirinya diawasi, sehingga mendorongnya untuk selalu berbuat kebajikan.  

8. Membuahkan kedekatan kepada Allah SWT.  

9.Membuat kita untuk selalu ingat kepada Allah SWT.  

10. Membersihkan hati dari karatnya. 11. Menghapus kesalahan dan menghilangkannya.

Selain itu masih banyak lagi manfaat dari "do'a", yang intinya adalah akan membuat kita untuk selalu dekat dengan Allah SWT.



Beberapa "do'a" penting yang hendaknya dimohonkan seorang hamba kepada Allah, antara lain adalah :

1. Mohon hidayah/ petunjuk kepada Allah SWT agar ditunjukkan jalan yang benar.

2. Mohon agar diampuni segala dosa yang dilakukan.

3. Mohon agar dimasukkan ke dalam surga dan dijauhkan dari api neraka.

4. Mohon keselamatan di dunia dan akhirat, serta dijauhkan dari berbagai macam bencana dan malapetaka,

5. Mohon agar hatinya ditetapkan diatas agama dan tetap istiqamah dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah SWT.

6. Mohon agar ditetapkan nilmat "Islam", Sunnah dan diselamatkan dari segala kemurkaan-Nya.


Manusia yang "do'a"nya diterima oleh Allah SWT adalah :

1. Nabi. Nabi adalah manusia yang terpilih, orang yang selalu taqarub dan mengemban amanat suci dari Allah SWT, sehingga "do'a"nya selalu dikabulkan oleh Allah SWT.
"Do'a" Nabi Ibrahim banyak dituliskan dalam Al-Qur'an.


2. Al-Muthor, yaitu orang yang tersudutkan atau ditekan oleh orang lain. Kita harus hati-hati dalam kehidupan sehari-hari, jangan sampai menyudutkan atau menekan orang lain, sehingga orang lain tersebut akan selalu mengalami kesulitan. "Do'a" orang yang tersudutkan ini akan diterima oleh Allah SWT.
 


3. Al-Madlum, yaitu orang yang didzalimi. Jangan sampai kita medzalimi orang lain, karena orang yang merasa didzalimi, "do'a"nya akan dikabulkan oleh Allah SWT.

4. Orang Tua. "Do'a" orang tua terhadap anaknya akan dikabulkan oleh Allah SWT. Makanya kita sebagai anak, jangan sampai menyakiti hati orang tua, supaya orang tua kita tidak sakit hati dan ber"do'a" yang tidak baik terhadap anaknya. Ridha orang tua adalah ridha Allah, Allah akan meridhai perbuatan seorang anak kalau orang tua meridhainya. Tentunya dalam hal kebaikan. Orang tua juga harus berhati-hati, jangan sampai men"do'a"kan anaknya yang tidak baik.

5. Pemimpin Yang Adil. Seorang pemimpin yang berlaku adil, "do'a"nya akan diterima oleh Allah SWT. Tentunya seorang pemimpin yang bersih dari perbuatan yang merugikan rakyatnya, yang selalu memperhatikan kebutuhan rakyatnya, yaitu pemimpin yang tidak hanya mementingkan dirinya sendiri.


6. Orang Shaleh. "Do'a" orang yang shaleh akan diterima Allah SWT, yaitu orang yang beribadah hanya karena Allah, tidak pernah menyekutukan Allah, selalu berusaha meningkatkan keimanan dan ketakwaannya.


7. Orang Yang Berpuasa. Orang yang sedang berpuasa, utamanya puasa Ramadhan, "do'a"nya akan diterima oleh Allah SWT.


8. Orang Islam Yang Dengan Ikhlas Men"do'a"kan Orang Lain. Orang "Islam" yang men"do'a"kan orang lain dengan ikhlas dan tanpa sepengetahuan orang yang di"do'a"kan, maka "do'a" orang seperti ini akan diterima oleh Allah SWT. karena keikhlasannya.
 

9. Orang Yang Bertobat. Orang yang bertobat adalah orang dicintai oleh Allah SWT, sehingga "do'a"nya diterima oleh Allah SWT. Asalkan orangnya benar-benar bertobat dan tidak mengulangi perbuatannya.
 

10. Orang Islam Yang Tidak Memutuskan Silaturahmi. Orang yang selalu menyambung silaturahmi dengan orang lain, "do'a"nya akan diterima oleh Allah SWT.


11. Orang Dalam Perjalanan (Musyafir). Orang dalam perjalanan, tentunya perjalanan yang bukan untuk maksiat, akan tetapi perjalanan untuk berjuang di jalan Allah misalnya berjuang untuk mencari nafkah halal seperti di zaman sekarang yang sangat sulit ini, "do'a"nya akan diterima oleh Allah SWT.


Ada beberapa syarat supaya "do'a" dapat diterima oleh Allah SWT, yaitu antara lain :

1. Ikhlas. Dalam ber"do'a" ki
ta harus benar-benar ikhlas dan berserah diri hanya kepada Allah.

2. Taat kepada Allah. Kita taat dan patuh terhadap perintah Allah.

 

3. Menghindarkan yang haram. Kita harus menghindarkan diri dari larangan Allah dan membersihkan diri dari hal-hal yang kotor. Jadi dalam ber"do'a" kita harus benar-benar dalam keadaan bersih, karena kebersihan itu sendiri adalah merupakan manifestasi dari iman.

4. Orang yang mendahulukan beramal shaleh. Sebelu
m ber"do'a", kita terlebih dahulu beramal shaleh, misalnya kita menolong orang lain, menjenguk orang sakit kemudian kita ber"do'a", Insya'Allah "do'a" kita akan diterima oleh Allah SWT.

5. Mensucikan diri terlebih dahulu. Pada saat ber"do'a", kita seyogyanya kita dalam keadaan suci, karena Allah sangat me
nyukai kesucian.

 

Kapan waktu yang tepat untuk ber"do'a"? "Do'a" akan diterima apabila dilakukan pada saat-saat :
 

1. Wuquf di Arofah. Bagi jema'ah haji yang sedang wuquf di Arofah, "do'a"nya akan diterima oleh Allah SWT. Sedangkan bagi umat Islam yang tidak melaksanakan haji, melaksanakan puasa sunnah pada saat orang wuquf di Arofah, maka "do'a"nya akan diterima oleh Allah SWT.
 

2. Bulan Puasa Romadhan. Bulan Romadhan ini disebut sebagai bulan penuh berkah, karena pada bulan ini Allah akan menerima "do'a" orang mukmin yang berpuasa.

3. Hari Jum'at. Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik, utamanya pada hari Jum'at. Allah akan mengabulkan permintaan orang-orang yang ber"do'a" pada hari Jum'at.

 

4. Saat Sahur. Pada saat enak-enaknya orang tidur malam sebelum subuh (saat sahur), Allah akan menerima "do'a" orang-orang yang mau memanjatkan "do'a" pada saat sahur.

5. Saat Sujud. Allah a
kan menerima "do'a" orang yang sedang sujud. Allah sangat dekat pada saat orang bersujud.


6. Saat Perang. Pada saat berperang melawan kedzaliman atau sedang melawan kemaksiatan, apabila orang ini ber"do'a" maka "do'a"nya akan diterima oleh Allah SWT.

7. Saat Hujan. Apabila seseorang ber"do'a" pada saat hujan, maka "do'a" orang ini akan diterima oleh Allah SWT.



8. Waktu antara Adzan s/d Iqomah. Pada saat menunggu shalat, apabila seseorang ber"do'a " setelah adzan sampai imam mengumandangkan iqomah untuk melaksanakan shalat berjama'ah, maka o"d'a" orang ini akan diterima oleh Allah SWT.









Itulah tadi beberapa hal penting yang berkaitan dengan "do,a". Jadi, kita sebagai manusia-- dalam menjalani hidup ini, disamping berikhtiar jangan sampai lupa untuk senantiasa memanjatkan "do'a" kepada Allah SWT -- agar Allah selalu meridhoi apa yang telah, sedang maupun yang akan kita perbuat di dunia ini.

"Do'a" ini memang harus dibudayakan --- Yaitu kita harus membudayakan ber"do'a", baik untuk diri kita sendiri, keluarga (orang tua, anak, istri/suami), saudara-saudara kita, maupun "do'a" untuk generasi penerus kita.


Harapan akan selalu ada bila kita mau ber"do'a" dan berusaha.

Redaksi "do'a" yang baik adalah redaksi Qur'ani dan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. , yaitu :

1. Diawali dengan bacaan hamdallah.

2. Shalawat Nabi.

3. "Do'a" yang lain-lain sesuai dengan permintaan.

4. Kemudian ditutup dengan shalawat Nabi dan bacaan hamdallah.


Tulisan ini banyak kami kutip dari acara Renungan Fajar yang disiarkan oleh Radio Suara Surabaya pada jam 05.00 WIB. Pelajaran yang sangat berharga bagi penulis, sangat sayang kalau tidak terdokumentasikan. Semoga tulisan ini bermanfaat juga bagi yang membaca tulisan ini dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.


MusicPlaylistView Profile