Jumat, 21 September 2012

"MANFAAT/KHASIAT BUNGA SEPATU"

"Bunga sepatu" (Hibiscus rosa-sinensis L.) adalah tanaman semak suku Malvaceae yang berasal dari Asia Timur dan banyak ditanam sebagai tanaman hias di daerah tropis dan subtropis". 


Nilai "bunga" dan tanaman "kembang sepatu" semakin tinggi karena sejak lama secara turun temurun digunakan di berbagai belahan dunia untuk tujuan kesehatan, terutama dalam praktik pengobatan China dan Ayurveda dari India.

"Bunga" besar, berwarna merah dan tidak berbau. "Bunga" dari berbagai kultivar dan hibrida bisa berupa "bunga" tunggal (daun mahkota selapis) atau "bunga" ganda (daun mahkota berlapis) yang berwarna putih hingga kuning, oranye hingga merah tua atau merah jambu.

Nama ilmiah "Bunga Sepatu": Hibiscus rosa-sinensis

Nama daerah "Bunga Sepatu" :
Nama-nama daerah tanaman "Bunga Sepatu" tersebut antara lain bungong raya (Aceh), soma-soma (Nias), "bunga"-"bunga" (Batak), kembang wera (Sunda), "bunga" raya (Melayu), kembang sepatu, wora-wari (Jawa), waribang (Bali).

Kandungan Kimia "Bunga Sepatu":
"Kembang sepatu" memiliki rasa manis dan bersifat netral. Bahan kimia yang terkandung dalam daun "kembang sepatu" diantaranya taraxeryl acetat. Selain itu, "bunga kembang sepatu" mengandung cyanidin diglucosid, hibisetin, zat pahit, dan lendir. Senyawa berkhasiat yang terkandung di dalam tanaman "Bunga sepatu" antara lain senyawa golongan sterol, seperti stigmasterol, kampesterol dan beta sitosterol. Juga ada asam tartrat, asam sitrat dan asam oksalat, flavonoid dan glikosida flavonoid.

Efek farmakologis yang dimiliki oleh "Bunga sepatu" diantaranya antiviral, anti radang (anti-inflamasi), anti diuretik, menormalkal siklus haid, dan meluruhkan dahak. "Bunga kembang sepatu" juga digunakan untuk mengobati air kencing bernanah (gonorrhoea), batuk berdahak dan bernanah, batuk rejan (pertusis), bisul (furunculus), bisul di kepala anak, borok (ulcustripicum), disentri, haid tidak teratur (irregular menstruation), infeksi saluran kencing, keputihan (leucorrhoea), melancarkan haid (emenagog), radang saluran napas (bronkitis), dan tuberkulosis (TBC). Selain itu, daunnya digunakan untuk mengobati bisul, demam karena malaria, gondongan (parotitis), mimisan (epistaxis), radang kulit (dermatitis), radang selaput lendir hidung, radang selaput mata (conjuctivitis), dan radang usus (enteritis).

"Khasiat" dan "Manfaat" "Bunga Sepatu"
1. Air kemih bernanah (gonorrhoea)
Cuci bersih 6 kuntum "bunga sepatu" dan 15 g sambiloto (Androgaphis paniculata) lain rebus dalam 600 ml air sampai tersisa 300 ml. Saring air rebusannya lalu tambahkan 1 sendok makan madu. Minum tiga kali sehari.

2. Batuk lendir dan darah
Cuci bersih 2 kuntum "bunga kembang sepatu" lain diremas-remas. Seduh dengan 400 ml air panas, lalu tutup dalam cawan selama semalam. Saring air esok harinya, tambahkan madu lalu minum pada pagi had sebelum makan.
Cuci bersih 2 kuntum "bunga kembang sepatu", lalu giling sampai halus. Tambahkan 100 ml air matang hangat dan sedikit garam, lalu peras. Saring dan minum air perasan dua kali sehari dengan dosis yang sama.
Rebus 50 gram daun "kembang sepatu", 1/2 lembar daun pepaya (Carica papaya), dan 10 g garam inggris (Sulfas magnesicus) dengan 1/2 liter air sampai mendidih. Minum air rebusan saat masih hangat.
Cuci bersih 30 gram daun atau "bunga kembang sepatu", lalu rebus dengan 400 ml air sampai tersisa 200 ml. Saring air rebusan dan minum tiga kali sehari dengan dosis sama.
Rebus 15 gram akar "kembang sepatu", 25 gram meniran (Phyllanthus urinaria L), dan 30 gram sambiloto (Androqap his panleulata) dalam 600 ml air sampai tersisa 300 ml. Saring air rebusannya, lalu minum dua kali sehari.
Rebus 15 gram "bunga kembang sepatu", 15 gram jengger ayam (Celosia cristata L.), dan 30 gram kulit delima segar atau 1 gram kulit delima kering (Punica granaturn L.) dalam 500 ml air sampai tersisa 200 ml. Saring air rebusannya, lalu minum dua kali sehari.
Cuci bersih 3 kumtum "bunga kembang sepatu", lain giling sampai halus. Tambahkan 150 ml air matang dan cuka beras putih secukupnya. Saring airnya, lalu minum dua sampai tiga kali sehari masing-masing 100 ml.
Rebus 30 kuntum "bunga kembang sepatu" kering dengan 500 nil air sampai tersisa 200 ml. Saring air rebusan dan minum dua kali sehari.
Rebus 30 gram akar "kembang sepatu" dengan 400 ml air sampai tersisa 200 ml. Saring air rebusannya lain minum.
Cara lainnya, rebus 15 g daun "kembang sepatu" dalam 400 ml air sampai tersisa 200 ml. Saring air rebusannya lain minum saat masih hangat.
Rebus 25 gram "bunga kembang sepatu" dan 50 gram sambiloto (Androgaphis paniculata) dalam 600 ml air sampai tersisa 300 ml. Saring air rebusannya, lalu minum dua kali sehari.
Seduh 30 gram daun "bunga sepatu" dengan 100 ml air mendidih selama 15 menit. Setelah dingin, saring air rebusannya, lalu minum tiga kali sehari dengan dosis sama.
Cuci bersih 3 kuntum "bunga sepatu" dan 30 g krokot (Portukzca oleracea L), lalu giling sampai halus dan tambahkan 100 ml air panas. Saring dan minum air seduhan tiga kali sehari bersama 1 sendok makan madu masing-masing dengan dosis sama.

14. Sakit Panas
Tumbuk akar "Bunga Sepatu" sampai halus, rebus dengan 2 gelas air mendidih selama 30 menit, kemudian disaring. Air rebusan diminum 3 kali sehari sebanyak satu gelas.

15. Bisul dan Abses
Daun "Bunga Sepatu" secukupnya dicuci bersih. Lalu digiling sampai halus sampai menjadi adonan seperti bubur. Letakkan di atas bisul atau abses, lalu dibalut. Pengobatan ini khusus untuk pemakaian luar.

16. Sakit Kepala
Segenggam daun "Bunga sepatu" dicuci, direbus selama 30 menit. Gunakan airnya untuk mengompres kepala yang sakit.
 
17. Mencegah Uban
10 - 15 helai daun "Bunga sepatu", dicuci, remas-remas sampai keluar lendirnya. Basahkan kulit kepala dan rambut dengan lendir tersebut. Diamkan sampai kering, baru dicuci. Lakukan ini 2x seminggu.
 
18.Kosmetik
Orang India, China dan Semenanjung Melayu me"manfaat"kan "Bunga Sepatu" untuk menumbuhkan rambut dan perawatan kesehatan kulit kepala. Selain itu mereka juga percaya, "bunga" dan daun "kembang sepatu" dapat membantu menghitamkan rambut.  Oleh karena itu, cocok dipakai sebagai maskara dan pengganti pensil alis. Cara pembuatannya adalah daun dan "bunga sepatu", ditumbuk kasar, lalu diremas-remas dengan penambahan air sedikit demi sedikit.
Hasilnya adalah pasta kental yang dapat langsung digunakan sebagai shampo dan conditioner, serta untuk membersihkan rambut dan kulit kepala. Karena khasiat itu, maka orang India mencampurkan "bunga sepatu" ke dalam minyak kelapa yang kemudian dididihkan.
Selanjutnya campuran itu dipakai untuk menstimulasi pertumbuhan rambut, mengatasi kerontokan rambut dan mencegah atau mengobati ketombe, yaitu dengan cara dioleskan pada rambut dan kulit kepala. Khusus untuk anti ketombe, ada yang menganjurkan untuk memakai sebanyak 15 "bunga" dalam secangkir minyak kelapa. Bagi yang tidak begitu suka bau minyak kelapa, dapat diganti minyak lain, seperti minyak zaitun.
Karena khasiatnya itulah, maka secara tradisional masyarakat India menggunakan daun dan "bunga sepatu" sebagai shampo yang bersifat ringan bagi bayi.  Dalam hal ini, sebaiknya digunakan cairan yang tidak terlalu kental.

19. Penyembuh Luka
Daun dan "bunga sepatu" mempunyai "khasiat" antiseptik. Oleh karena itu dapat digunakan untuk membantu mempercepat proses penyembuhan luka. Cukup dengan cara sederhana saja, yaitu dengan menumbuk daun dan "bunga sepatu" yang sudah dicuci bersih menjadi semacam tapel dan langsung ditempelkan pada daerah yang terluka.  "Khasiat" itu pun sudah didukung dengan hasil penelitian ilmiah yang menggunakan ekstrak "bunga sepatu" untuk penyembuhan luka buatan, pada hewan percobaan.  Hasilnya sungguh menggembirakan dan menunjukkan prospek yang baik. 

20. Atasi Flu
Bagi yang ingin bebas dari gangguan penyakit pada saluran napas, cobalah minum rebusan "bunga", daun atau akar "kembang sepatu". Rebusan itu terbukti bisa mengatasi gangguan napas pada keadaan flu, misalnya batuk, juga gangguan asma dan bronchitis.  Cara lain yang sering dilakukan, juga untuk tujuan mengatasi gangguan pernapasan adalah menghirup uap rebusan "bunga sepatu" atau menggunakannya untuk berendam.
 
Catatan:
• Wanita hamil dilarang minum rebusan tumbuhan obat ini.
• Setiap pengobatan dilakukan secara teratur. Untuk penyakit berat, tetap konsultasikan dengan dokter.

Itulah tadi "Manfaat" dan "Khasiat" "Bunga Sepatu" Jika ada saran dan kritik jangan ragu untuk menyampaikan. Jika ada "khasiat" lain yang belum tertera silakan tinggalkan komentar dalam bentuk komentar di bawah ini semoga ber"manfaat" bagi kita semua. 


Sumber:
1. www.togasehat.com/2012/02/khasiat-bunga-sepatu.html
2.  daengmatterru.blogspot.com › Obat Tradisional
3.  wartaberita3.blogspot.com/2012/02/manfaat-bunga-sepatu.html
4.  www.gayabunda.com/kesehatan/manfaat-kembang-sepatu.html

Sabtu, 01 September 2012

"CIRI-CIRI GANGGUAN JIN PADA MANUSIA"

"Kenali gangguan "jin" pada "manusia" sedini mungkin. Siapa tahu Anda merupakan target utamanya".

Penyakit gangguan "jin" pada "manusia" seperti halnya penyakit-penyakit lainnya memiliki sejumlah gejala khusus. Gejala ini dibedakan menjadi 2 bagian, yaitu gejala pada waktu tidur dan pada waktu terjaga.

GEJALA PADA WAKTU TIDUR
1….Susah tidur malam, tidak bisa tidur kecuali setelah lama bersusah payah.
2….Cemas, yakni sering terbangun pada waktu tengah malam.
3….Mimpi buruk, yaitu mimpi melihat sesuatu yang mengancamnya lalu ingin berteriak meminta pertolongan tetapi tidak bisa.
4….Mimpi menyeramkan.
5….Mimpi melihat berbagai binatang seperti kucing, anjing, onta, ular, singa, srigala dan tikus.
6….Bunyi gigi geraham beradu pada saat tidur.
7….Tertawa, menangis atau berteriak pada saat tidur.
8….Merintih pada saat tidur.
9….Berdiri dan berjalan dalam keadaan tidur tanpa kesadaran.( sering dialami anak-anak, jaga anak anda ).
10..Mimpi seolah-olah akan jatuh dari tempat yang tinggi.
11..Mimpi berada di kuburan, tempat sampah atau jalan yang sangat mengerikan.
12..Mimpi melihat orang aneh, seperti tinggi sekali, pendek sekali atau hitam sekali.
13..Mimpi melihat hantu.

GEJALA PADA WAKTU TERJAGA.
1…Sering merasa pusing yang tidak disebabkan oleh penyakit pada kedua mata, kedua telinga, hidung, gigi, tenggorokan atau lambung.
2…Selalu berpaling, yakni berpaling dari dzikrullah, shalat dan ketaatan-ketaatan lainnya.
3…Linglung pikiran, sering melamun, pikiran kosong.
4…Sering merasa lesu dan malas serta enggan beraktifitas.
5…Sulit berkonsentrasi, mudah marah dan mudah putus asa.
6…Kesurupan atau disebut sumbat saraf.
7…Rasa sakit pada salah satu anggota badan dan dokter tidak sanggup mengobatinya.

MACAM-MACAM GANGGUAN "JIN".
Gangguan total, yaitu "jin" mengganggu seluruh jasad seperti orang yang mengalami berbagai sumbatan saraf.
Gangguan sektoral, yaitu "jin" memegang (mengganggu) salah satu anggota badan seperti lengan, kaki atau lidah.
Gangguan berkepanjangan, yaitu "jin" terus berada dalam jasadnya dalam waktu yang sangat lama.
Gangguan sejenak, yaitu tidak lebih dari beberapa detik seperti mimpi buruk.

BAGAIMANA "JIN" MASUK KE DALAM JASAD "MANUSIA" DAN DIMANA DIA BERADA?
Sebagaimana Firman Allah yang tertuang dalam al-Qur’an surat Ar-Rahman ayat 15 yang artinya “Dan Dia menciptakan "Jin" dari nyala api”.  

"Jin" berujud udara yang masuk kedalam tubuh "manusia" melalui pori-pori, karena itu "jin" dapat masuk dari bagian mana saja dalam jasad "manusia".

Ibnu Abbas berkata : “yakni dari ujung gejolak api, sedangkan ujung gejolak api adalah udara panas yang keluar dari api”.

Ketika "jin" masuk ke dalam jasad "manusia", dia langsung menuju otak dan bisa mempengaruhi bagian mana saja diantara anggota tubuh "manusia" dari sentralnya di otak. Sebuah penelitian secara medis telah membuktikan bahwa para penderita kesurupan memiliki gelombang yang sangat halus dan aneh yang bersemayam di otak.

(Sumber: www.beritaunik.net/.../birunya-langit-hari-ini.html).

Jumat, 10 Agustus 2012

"Kata Mutiara Islami"

Kebijaksanaan orang lain sulit dipelajari, namun pengetahuan orang lain bisa untuk kita pelajari. Puasa Ramadhan, itu seperti cinta pertama, pada hari pertama rasanya gelisah, tetapi pada hari-hari akhir akan memberi kita kenyamanan. Pada suatu hari, Umar bin Khatab bertanya kepada gurunya: "Apakah cinta sejati itu?" Sang guru menjawab : "Berjalanlah lurus di taman bunga yang luas, petiklah satu bunga yang terindah menurutmu & jangan pernah berbalik kebelakang." Kemudian Umar melaksanakannya & kembali lagi dengan tangan hampa. Gurunya bertanya, "Lho, mana bunganya?" tanya yang guru. Umar menjawab, "Aku tak bisa mendapatkannya guru, sebenarnya aku telah menemukannya, tapi aku berpikir lagi pasti ada yang lebih bagus didepan sana, dan ketika aku telah sampai diujung taman. Aku tersadar bahwa yang aku temui di awal tadi itulah yang terbaik! Tetapi aku tidak boleh menoleh kebelakang kembali, bukan? Sang guru berkata, "Seperti itulah CINTA, semakin kita mencari yang terbaik, maka tidak akan pernah sekalipun kita menemukannya. Maka jangan pernah sia-siakan cinta yang pernah tumbuh di hati kita, karena waktu takkan pernah kembali". 

Biarkan air mata ini mengalir bersama dengan dosa-dosa yang teringat. Lelapkan semua kesemuan dunia yang hanya sementara. Bukalah sedikit matamu untuk melihat dunia yang abadi, telungkupkanlah tanganmu untuk memberi... 

Berikan senyummu agar orang lain merasakan kabahagiaanmu... mari lukis perasan hati mencintaiNya dengan keimanan dan ketakwaan. Bismillah... 

"Bismillahirahmanirrahim...renungan malam. Jangan sampai iman pudar lalu hawa nafsu yang menang. Ketika itu terjadi, maka cinta Allah yang agung tidak akan pernah bisa diindera dan dirasa. Cinta akan antar manusia pun hanya akan berubah menjadi malapetaka dan keinginan kita menuju surga (Jannatullah) akan sirna. Riwayat Sahabat Ali Bin Abi Tholib dalam Hadist Riyadusholihin" 

"Dunia yang kita pijak sekarang ni hanyalah tempat tinggal sementara. Oleh karena itu hendaklah kita senantiasa mengingatkan kepada diri kita masing-masing tujuan hidup kita di dunia ini"


"Apabila kita hidup hanya untuk hidup kita, niscaya hidup akan terasa singkat. Berawal dari lahirnyakita dan berakhirnya hidup kita yang terbatas. Tetapi jika kita hidup karena hal lain, yaitu hidup karena perjuangan maka sesungguhnya hidup ini akan terasa panjang dan mendalam. Berawal dari munculnya manusia dan berakhirnya dengan hilangnya manusia dibumi ini" 

"Dunia adalah setitik air ditengah lautan. Dunia adalah penjara mukmin dan surga bagi kaum kafir. Hiduplah didunia laksana musafir, menatap orang yang berada di bawah dan siapkan bekal untuk kematian" 

"Bahagianya hidup dengan manisnya iman dan menjadikan Allah sebagai tujuan hidup. Hidup diatas keyakinan dan ketergantungan. Merendahkan diri serta bertawakal, sungguh segala seusatu pasti kembali kepadaNya" 

"Nikmat sehat akan terasa jika kita pernah sakit. Nikmat harta akan terasa jika kita pernah susah, dan nikmat hidup akan terasa jika kita pernah mendapatkan musibah. Musibah adalah awal dari kenikmatan hidup" 

"Sebuah ujian dan cobaan adalah suatu kesulitan. Dimana kesulitan harus kita hadapi dengan senyuman yang layak untuk disanjung dunia, senyuman optimis menembus telaga air mata" 

"Akankah kuat kaki ini melangkah? bila disapa duri yang menanti...Akan kaburkah mata yang menatap?pada debu yang pasti hinggap... 

"Sinar terang berada pada ufuk... sambaran petir memeluk lapisan bumi. Setangkai bunga diantaranya... menyembunyikan diri pada kekuatan. Manusia akan merasa bahwa ia adalah makhluk apabila mengerti bagaimana dan apa arti kehidupan. Bukan hanya sekedar membuka mata dan bersandar pada kursi bergoyang. Berjalan melewati duri menjadi pengharum antara sakit dan sabar. Berpegang tangan melingkari setangkai bunga mawan menjadikan sebuah kekuatan baru" 

 “Waspadalah terhadap tiga orang: pengkhianat, pelaku zalim, dan pengadu domba. Sebab, seorang yang berkhianat demi dirimu, ia akan berkhianat terhadapmu dan seorang yang berbuat zalim demi dirimu, ia akan berbuat zalim terhadapmu. Juga seorang yang mengadu domba demi dirimu, ia pun akan melakukan hal yang sama terhadapmu.” 

"Jika kamu mendengar berjangkitnya wabah penyakit menular di suatu negeri, janganlah kamu memasuki negeri itu, dan apabila wabah berjangkit sedang kamu ada di negeri itu, janganlah kamu keluar dari negeri itu" (HR. Bukhari)  
Read more at: http://www.rio-chikara.com/2012/04/kata-mutiara-islam-menyentuh-kalbu.html Copyright by www.rio-chikara.com Terima kasih telah mencatumkan link anda pada artikel kami 

"I'tikaf Pada Bulan Ramadhan"

"I'tikaf" dalam pengertian bahasa berarti berdiam diri yakni tetap di atas sesuatu." 


"I'tikaf" berasal dari bahasa Arab akafa yang berarti menetap, mengurung diri atau terhalangi. Pengertiannya dalam konteks ibadah dalam Islam adalah berdiam diri di dalam masjid dalam rangka untuk mencari keridhaan Allah SWT dan bermuhasabah (introspeksi) atas perbuatan-perbuatannya. Orang yang sedang ber"i'tikaf" disebut juga mutakif.


Sedangkan dalam pengertian syari'ah agama, "I'tikaf" berarti berdiam diri di masjid sebagai ibadah yang disunahkan untuk dikerjakan di setiap waktu dan diutamakan pada bulan suci "Ramadhan", dan lebih dikhususkan sepuluh hari terakhir untuk mengharapkan datangnya Lailatul Qadar.

Dalam hal ini Rasulullah saw. bersabda :
عن ابن عمر رضي الله عنهما قال :كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يعتكف العشر الأواخر من رمضان ، متفق عليه .

" Dari Ibnu Umar ra. ia berkata, Rasulullah saw. biasa ber"i'tikaf" pada sepuluh hari terakhir pada bulan "Ramadhan"." (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim)

عن أبي هريرة رضى الله عنه قال كان النبي صلى الله عليه وسلم يعتكف في كل رمضان عشرة أيام فلما كان العام الذي قبض فيه اعتكف عشرين يوما ـ رواه البخاري.

"  Dari Abu Hurairah R.A. ia berkata, Rasulullah SAW. biasa ber"i'tikaf" pada tiap bulan "Ramadhan" sepuluh hari, dan tatkala pada tahun beliau meninggal dunia beliau telah ber"i'tikaf" selama dua puluh hari. (Hadist Riwayat Bukhori).
JENIS-JENIS  "I'TIKAF" :
"I'tikaf" yang disyariatkan ada dua macam: "i'tikaf" sunnah dan wajib.
  1. "I'tikaf" sunnah adalah "i'tikaf" yang dilakukan secara sukarela semata-mata untuk mendekatkan diri dan mengharapkan ridha Allah SWT seperti; "i'tikaf" 10 hari terakhir pada bulan "Ramadhan".
  2. "I'tikaf" wajib adalah "i'tikaf" yang dikarenakan bernazar (janji), seperti: "Kalau Allah SWT menyembuhkan penyakitku ini, maka aku akan ber"i'tikaf".
TUJUAN "I'TIKAF" :

1. Dalam rangka menghidupkan sunnah sebagai kebiasaan yang dilakukan oleh Rasulullah SAW. dalam rangka pencapaian ketakwaan hamba.

2. Sebagai salah satu bentuk penghormatan kita dalam meramaikan bulan suci "Ramadhan" yang penuh berkah dan rahmat dari Allah SWT.

3. Menunggu saat-saat yang baik untuk turunnya Lailatul Qadar yang nilainya sama dengan ibadah seribu bulan sebagaimana yang difirmankan oleh Allah dalam surat 97:3.

4. Membina rasa kesadaran imaniyah kepada Allah dan tawadlu' di hadapan-Nya, sebagai makhluk Allah yang lemah.
RUKUN "I'TIKAF":
"I'tikaf" dianggap syah apabila dilakukan di masjid dan memenuhi rukun-rukunnya sebagai berikut :

1. Niat. Niat adalah kunci segala amal hamba Allah yang betul-betul  mengharap ridla dan pahala dari-Nya.

2. Berdiam di masjid. Maksudnya dengan diiringi tafakkur, dzikir, berdo'a dan lain-lainya.

3. Di dalam masjid. "I'tikaf" dianggap syah bila dilakukan di dalam masjid, yang biasa digunakan untuk shalat Jum'ah. Berdasarkan hadist RasulullahSAW.

" ولا اعتكاف إلا في مسجد جامع ـ رواه أبو داود.

"Dan tiada "I'tikaf" kecuali di masjid jami' (H.R. Abu Daud)

4. Islam dan suci serta akil baligh.
CARA BER"I'TIKAF":
1. Niat ber"I'tikaf" karena Allah. Misalnya dengan mengucapkan : Aku berniat "I'tikaf" karena Allah ta'ala.

نويت الاعتكاف لله تعالى

2. Berdiam diri di dalam masjid dengan memperbanyak berzikir, tafakkur, membaca do'a, bertasbih dan memperbanyak membaca Al-Qur'an.

3. Diutamakan memulai "I'tikaf" setelah shalat subuh, sebagaimana hadist Rasulullah SAW.

وعنها رضى الله عنها قالت كان النبي صلى الله عليه وسلم إذا أراد أن يعتكف صلى الفجر ثم دخل معتكفة "ـ متفق عليه .

"Dan dari Aisyah, ia berkata bahwasannya Nabi SAW. apabila hendak ber"I'tikaf" beliau shalat subuh kemudian masuk ke tempat "I'tikaf". (H.R. Bukhori, Muslim)

4. Menjauhkan diri dari segala perbuatan yang tidak berguna. Dan disunnahkan memperbanyak membaca:

أللهم إنك عفو تحب العفو فاعف عنا

Ya Allah sesungguhnya Engkau Pemaaf, maka maafkanlah daku.
WAKTU "I'TIKAF":
1. Menurut mazhab Syafi'i, "I'tikaf" dapat dilakukan kapan saja dan dalam waktu apa saja, dengan tanpa batasan lamanya seseorang ber"I'tikaf". Begitu seseorang masuk ke dalam masjid dan ia niat "I'tikaf" maka syahlah "I'tikaf"nya.

2. "I'tikaf" dapat dilakukan selama satu bulan penuh, atau dua puluh hari. Yang lebih utama adalah selama sepuluh hari terakhir bulan suci "Ramadhan" sebagaimana dijelaskan oleh hadist di atas.
HAL-HAL YANG MEMBATALKAN "I'TIKAF":
1. Berbuat dosa besar.

2. Bercampur dengan istri.

3. Hilang akal karena gila atau mabuk.

4. Murtad (keluar dari agama).

5. Datang haid atau nifas dan semua yang mendatangkan hadas besar.

6. Keluar dari masjid tanpa ada keperluan yang mendesak atau uzur, karena maksud "I'tikaf" adalah berdiam diri di dalam masjid dengan tujuan hanya untuk ibadah.

7. Orang yang sakit dan  membawa kesulitan dalam melaksanakan "I'tikaf".
HIKMAH BER"I'TIKAF":
1. Mendidik diri kita lebih taat dan tunduk kepada Allah.

2. Seseorang yang tinggal di masjid mudah untuk memerangi hawa nafsunya, karena masjid adalah tempat beribadah dan membersihkan  jiwa.

3. Masjid merupakan madrasah ruhiyah yang sudah barang tentu selama sepuluh hari ataupun lebih hati kita akan terdidik untuk selalu suci dan bersih.

4. Tempat dan saat yang baik untuk menjemput datangnya Lailatul Qadar.

5. "I'tikaf" adalah salah satu cara untuk meramaikan masjid.

6. Dan ibadah ini adalah salah satu cara untuk menghormati bulan suci "Ramadhan".
Referensi:
1. www.pesantrenvirtual.com/index.php?option=com...task...
2. id.wikipedia.org/wiki/Iktikaf

Minggu, 29 Juli 2012

"Angka Yang Unik Berjumlah 10"

Ini Ada yang "UNIK"...untuk diketahui...

Penyebutan "angka" 1 sampai 9 dengan huruf bahasa Indonesia mengandung decak kagum.
Jika kita menjumlahkan dua "angka" yang huruf awalnya sama, maka hasilnya selalu sepuluh "10" ..

... Berawalan S —► Satu + Sembilan = "10"

Berawalan D —► Dua + Delapan = "10"

Berawalan T —► Tiga + Tujuh = "10"

Berawalan E —► Empat + Enam = "10"

Bahkan, —► Lima + Lima = "10"

سُبْحَانَ اللَّهِ

"Optimis dan Harapan"

"Orang akan "optimis" dalam hidupnya kalau terus memupuk "harapan". Aku orang yang "optimis", aku punya "harapan", aku punya "harapan" terbesar dalam kehidupan dan bahkan sumber dari segala sumber "harapan", yaitu Allah SWT."


Subhanallah.... Aku tidak ingin seperti orang kecemplung yang hanya asal bisa berpegangan. Asal saja dipegang. Bagiku, kalau memang aku akan tenggelam, aku tidak akan berpegang pada suatu yang tidak jelas. Aku yakin, pegangan yang paling kuat adalah Allah SWT. Itulah yag membuat aku tetap dinamis dan "optimis"

"Harapan" yang besar menciptakan manusia yang hebat. (Thomas Fuller).

Peng"harapan" yang tinggi merupakan kunci dari segalanya. (Sam Walton).

Empat kata pendek yang mewakili apa yang membuat seseorang berhasil: dengan melakukan sedikit lebih, mereka melakukan semua hal yang di"harap"kan dan dengan melakukan sedikit lebih. (Lou Vickery). 

Sabtu, 28 Juli 2012

"IKHLAS ITU INDAH"

"Sesungguhnya seseorang yang terkena masalah. kemudian ia menerima dengan ridha dan "ikhlas", maka ia akan mendapatkan ridha dari Allah SWT." 


"Ikhlas" itu mudah diucapkan tapi tidak gampang dilaksanakan. "Ikhlas" merupakan kunci utama seseorang dalam memperoleh ketenangan dan kedamaian hidup. Sebab, orang yang "Ikhlas" selalu menjauhkan diri dari rasa kecewa, menyesal, frustrasi, dan putus asa. Orang yang "Ikhlas" selalu memandang ke depan, dan tidak mau kembali ke belakang.

"Ikhlas" dalam beribadah, berarti murni karena Allah SWT. dalam melakukannya. Demikian juga dengan aktivitas lainnya. Untuk memperoleh kualitas "Ikhlas" yang baik, maka kita harus menimbulkan keyakinan terlebih dahulu. Sebab, keyakinan merupakan kunci dari ke"Ikhlas"an. Hanya orang yang memiliki keyakinan yang bisa merasakan ke"Ikhlas"an yang sesungguhnya. Ia bisa mengambil hikmah atau pelajaran dari segala masalah yang ia hadapi.

Orang yang "Ikhlas" adalah orang yang mempunyai kepasrahan dan ketundukkan kepada Allah SWT. semata. Orang yang "Ikhlas"  meyakini bahwa takdir ada di tangan Allah SWT. Tugasnya hanyalah ikhtiar atau berusaha, sedangkan persoalan gagal atau sukses itu semua terserah kepada kehendak Allah SWT. Sebab, hanya Allah-lah yang mengetahui sesuatu yang terbaik bagi kita.

Orang yang sedang dalam keadaan "Ikhlas", ia mengalami ketenangan dan kedamaian yang luar biasa. Hal ini disebabkan oleh rasa "Ikhlas" tersebut telah membuat gen di dalam sel menyala atau aktif. Orang yang "Ikhlas" dapat merasakan ketenangan dan kedamaian dalam hidupnya. Segala peristiwa dalam kehidupannya disikapi dengan perasaan tenang dan damai. Kesedihan ataupun kesenangan sama baginya, karena semuanya dikembalikan kepada Allah SWT.

Orang yang "Ikhlas" akan merasakan bahwa dirinya selalu dekat dengan Allah SWT. Hidup dan matinya dipasrahkan dan ditundukkan kepada-Nya.

Katakanlah kata kunci "Ikhlas" dalam diri anda mulai sekarang. "Meskipun sekarang saya belum bisa "Ikhlas", saya akan terus mencoba untuk "Ikhlas". Sampai akhirnya nanti, saya bisa "Ikhlas" . 

Sabar menjadi sebuah kunci dari ke"Ikhlas"an, dan salah satu cara untuk mengundang pertolongan dari Allah SWT. Orang yang sabar adalah orang yang mau merasakan dan menjalani "zona tidak nyaman" dengan "Ikhlas". Zona tidak nyaman adalah zona yang tidak pernah ada kepastian, zona merasakan sakit, dan zona cobaan. Makanya, wajar bila zona ini dihindari oleh banyak orang. Kita pun maklum jika akhirnya banyak orang yang tidak sabar bila sedang ditimpa cobaan atau masalah. Padahal, jika mereka mau menjalani rasa sakit itu dengan penuh ketekunan dan kesabaran, Allah SWT. memberikan pahala yang tidak terbatas.

Ke"Ikhlas"an seseorang mengalami fluktuasi dikarenakan di dalam jiwa manusia terdapat dua potensi yang berbeda, saling tarik menarik, tekan menekan, dan saling bersaing. Dua potensi ini pula yang menentukan arah keimanan seseorang.

Rasa "Ikhlas" harus diperkuat dengan sugesti mengenai kepasrahan dan ketundukan kita kepada Allah SWT, agar bisa menyebar ke seluruh tubuh melalui titik atau jalur meridian dengan maksimal.

"Ikhlas"   memang mempunyai efek yang luar biasa bagi manusia. Banyak kejadian luar biasa yang dilatarbelakangi oleh sifat "Ikhlas" ini. Hal ini dikarenakan rasa "Ikhlas" merupakan bentuk kepasrahan dan ketundukkan yang tertinggi kepada Allah SWT.

(Sumber: Hilangkan Stres dengan Terapi HIPNO IKHLAS. Oleh: Mohammad Irsyad).


MusicPlaylistView Profile