Sabtu, 23 Januari 2016

"KEUTAMAAN MEMBACA AL-QUR'AN"

"Al-Qur'an" adalah kitab suci yang Allah turunkan kepada Nabi Muhammad SAW. sebagai pedoman hidup untuk para hambaNya yang bertakwa". 
"Al-Qur'an" adalah cahaya bagi orang mukmin, cahaya dalam kehidupan dan cahaya ketika di hari kiamat kelak. "Orang yang "membaca", memahami, menghafalkan, dan mengamalkan isi "Al-Qur'an" akan mendapatkan kemuliaan di sisi Allah SWT.
 
Berikut ini beberapa keutamaan "membaca Al-Qur'an"

1. Menjadi perniagaan yang tidak akan merugi. Allah berfirman: "Sesungguhnya orang yang selalu "membaca" kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian rezeki yang kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak merugi." (QS al-Fathir: 29).

2. Merupakan amal yang terbaik. Rasulullah bersabda: "Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar
"Al-Qur'an" dan mengajarkannya." ( HR Bukhari).

3. Mendapat derajat atau kedudukan yang tinggi di sisi Allah SWT. Rasulullah bersabda: "Orang yang
"membaca Al-Qur'an"  dengan mahir akan bersama-sama malaikat yang mulia lagi taat (HR Bukhari dan Muslim).

4. Mendapat sakinah (ketenangan jiwa) dan rahmat (kasih sayang). Rasulullah bersabda: "Tidaklah berkumpul suatu kaum dalam satu rumah Allah untuk
"membaca" dan mempelajari "Al-Qur'an" kecuali turun atas mereka sakinah dan rahmat serta diliputi oleh malaikat serta Allah sebut di hadapan malaikat (sisi-Nya)." (HR Muslim).

5. Mendapat sebaik-baik anugerah Allah SWT. Rasulullah SAW. bersabda dalam hadis qudsi, Allah berfirman: "Barang siapa yang sibuk dengan
"Al-Qur'an" dan zikir dari meminta-Ku, aku akan memberikan kepadanya sebaik-baik anugerah-Ku. "Keutamaan" kalamullah ("Al-Qur'an") atas kalam-kalam selainnya seperti keutamaan Allah atas semua makhluk-Nya." (HR Tirmidzi)

6. Seperti buah utrujah yang wangi dan lezat. Rasulullah SAW. bersabda: "Perumpamaan orang beriman yang
"membaca Al-Qur'an" seperti buah utrujah; aromanya wangi dan rasanya lezat, perumpamaan orang beriman yang tidak "membaca Al-Qur'an" itu seperti kurma; tidak beraroma tapi rasanya manis. Perumpamaan orang munafik yang "membaca Al-Qur;an" itu seperti buah raihanah, aromanya wangi tapi rasanya pahit. Dan perumpamaan orang munafik yang tidak "membaca Al-Qur'an" seperti buah handhalah (semacam labu) ; tidak beraroma dan rasanya pahit." (HR Bukhari dan Muslim).

7. Mendapat kebaikan berlipat ganda. Rasulullah SAW. bersabda: "Barang siapa
"membaca" satu huruf dari kitabullah ("Al-Qur'an") baginya satu kebaikan. Satu kebaikan (dibalas) dengan sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan alif lam mim satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf." (HR Tirmidzi).

8. Memberikan syafaat ketika hari kiamat kelak. Rasulullah bersabda: " "Baca"lah
"Al-Qur'an", sesungguhnya pada hari kiamat ia akan memberikan syafaat kepada pem"baca"nya." (HR Muslim).

9. Pahala bagi orang yang anaknya mempelajari "Al-Qur'an".
“Siapa saja "membaca Al-Qur'an", mempelajarinya dan mengamalkannya, maka dipakaikan kepada kedua orang tuanya pada hari kiamat mahkota dari cahaya dan sinarnya bagaikan sinar matahari, dan dikenakan pada kedua orang tuanya dua perhiasan yang nilainya tidak tertandingi oleh dunia. Keduanya pun bertanya, ‘bagaimana dipakaikan kepda kami semuanya itu?’ Dijawab, ‘karena anakmu telah "membaca Al-Qur'an". (HR. Al-Hakim).

10. Pahala bagi orang yang berkumpul untuk "membaca" dan mengkajinya.
Nabi Muhammad saw bersabda: “Tidak berkumpul sauatu kaum di salah satu rumah Allah SWT, sedang mereka "membaca" kitab-Nya dan mengkajinya, melainkan mereka akan dilimpahi ketenangan, dicurahi rahmat, diliputi para malaikat, dan disanjungi oleh Allah di hadapan para makhluk dan di sisi-Nya.” (HR. Abu Dawud).
11. Dapat menyembuhkan penyakit.
“Hendaknya kamu menggunakan kedua obat-obat: madu dan "Al-Qur'an" (HR. Ibnu Majah dan Ibnu Mas’ud).



12. Pem"baca Al-Qu'ran' dikurniakan hatinya dengan cahaya oleh Allah SWT dan dipeliharanya dari kegelapan
Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra yang maksudnya: “Bahwa Rasulullah SAW. bersabda: “Siapa yang medengar satu ayat dari pada Kitab Allah Ta’ala ("Al-Qur'an") ditulis baginya satu kebaikan yang berlipat ganda. Siapa yang "membaca"nya pula, baginya cahaya di hari kiamat.”

13.  Pem"baca Al-Qur'an" memperoleh kemulian dan diberi rahmat kepada ibu bapaknya.
Nabi Muhammad SAW. bersabda maksudnya: “Siapa yang "membaca Al-Qur'an" dan beramal dengan isi kandungannya, dianugerahkan kedua ibu bapaknya mahkota di hari kiamat. Cahayanya (mahkota) lebih baik dari cahaya matahari di rumah-rumah dunia. Kalaulah demikian itu matahari berada di rumahmu (dipenuhi dengan sinarnya), maka apa sangkaan kamu terhadap yang beramal dengan ini ("Al-Qur'an").” (HR. Abu Daud).

14. Pem"baca Al-Qur'an" memperoleh kedudukan yang tinggi dalam syurga.
Bersabda Rasulullah SAW. yang maksudnya: Dikatakan kepada pem"baca Al-Qur,an": Baca"lah ("Al-Qur'an"), naiklah (pada darjat-darjat syurga) dan bacalah dengan tartil sebagaimana engkau "membaca"nya dengan tartil di dunia. Sesungguhnya kedudukan drajatmu sehingga kadar akhir ayat yang engkau baca.” (HR. Ahmad).

15. Orang yang "membaca Al-Qur'an" secara terang-terangan seperti bersedekah secara terang-terangan.
Rasulullah SAW. bersabda: “Orang yang "membaca Al-Qur'an" terang-terangan seperti orang yang bersedekah terang-terangan, orang yang "membaca Al-Qur'an" secara tersembunyi seperti orang yang bersedekah secara sembunyi.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan Nasa’i, lihat shahihul jaami’:3105).

16. "Al-Qur'an" adalah cahaya di tengah kegelapan.
Sabda Rasulullah SAW., ”Aku wasiatkan kepada kalian agar bertakwa kepada Allah dan "Al-Qur'an" sesungguhnya ia adalah cahaya kegelapan, petunjuk di siang hari maka bacalah dengan sungguh-sungguh.” (HR. Baihaqi).

17. Ahlul "Qur'an" adalah keluarga Allah SWT.
Sabda Rasulullah SAW., ”Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga dari kalangan manusia.’ Beliau saw ditanya,’Siapa mereka wahai Rasulullah.’ Beliau SAW. menjawab,’mereka adalah Ahlul "Qur'an", mereka adalah keluarga Allah dan orang-orang khusus-Nya.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).

18. Yang mahir "membaca Al-Qur'an", dia akan bersama malaikat, dan yang terbata-bata mendapat dua pahala.
Sabda Rasulullah SAW “Orang yang mahir "membaca Al-Qur'an" kelak (mendapat tempat di surga) bersama para utusan yang mulia lagi baik. Sedangkan orang yang "membaca Al-Qur'an" dan masih terbata-bata, dan merasa berat dan susah, maka dia mendapatkan dua pahala.”

Dua pahala ini, salah satunya merupakan balasan dari "membaca Al-Qur'an" itu sendiri, sedangkan yang kedua adalah atas kesusahan dan keberatan yang dirasakan oleh pem"baca"nya.

19. Orang yang "membaca Al-Qur'an" akan memperoleh perhatian dari Allah.
Dari Abu Hurairah r.a.,katanya dia mendengar Nabi SAW bersabda: “Allah tidak menaruh perhatian terhadap sesuatu, seperti perhatian-Nya terhadap Nabi ketika beliau melagukan "Al-Qur'an" dengan suaranya yang indah dan keras.” (Shahih Muslim: 764).

20. Disukai "membaca Al-Qur'an" di hadapan orang-orang pintar.
Dari Anas r.a., katanya Rasulullah SAW. bersabda kepada Ubay bin Ka’ab r.a., sabdanya: “Sesungguhnya Allah menyuruhku supaya "membaca"kan kepadamu: “Lam yakunil ladzina kafaru (Surat Al-Bayyinah).” Tanya Ubay, “Apakah Allah menyebut namaku kepada anda?” Jawab Rasulullah SAW.: “Ya, Allah menyebut namamu.” Lalu Ubay menangis karenanya. (Shahih Muslim: 768).
21. "Keutamaan" menyimak "baca"an "Al-Qur'an" dan menghayatinya.
Dari ‘Abdullah Ibn Mas’ud r.a., katanya Rasulullah SAW bersabda kepadanya, sabdanya: Baca"kanlah "Qur'an" kepada-ku!” Jawabku, “Bagaimana pula aku harus membacakan-nya kepada anda, sedangkan "Qur'an" itu sendiri diturunkan kepada anda.” Sabda beliau, “Aku ingin mendengarkannya dari orang lain.” Karena itu, ku"baca"kan kepada beliau Surat An-Nisā’. Ketika "baca"anku sampai kepada ayat: “Fakaifa idza ji’na min kulli ummatin bisyahidin wa ji’na bika haulai syahida.” [Maka bagaimanakah halnya orang kafir nanti, apabila Kami mendatangkan seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu).] (An-Nisā’ :41); Ketika itu aku mengarahkan pandanganku kepada beliau, maka kelihatan olehku air mata-nya mengalir.” (Shahih Muslim: 769).
22. "Keutamaan membaca Al-Qur’an" dalam shalat.
Dari ‘Abu Hurairah r.a., katanya Rasulullah SAW. bersabda: “Sukakah kamu, bila kamu pulang ke rumahmu lantas kamu mendapati tiga ekor unta yang sedang bunting dan gemuk-gemuk?” Jawab kami, “Tentu, ya, Rasulullah!” Sabda beliau,"Membaca" tiga ayat dalam shalat lebih bagus nilainya dari ketiga unta bunting itu.” (Shahih Muslim: 770).
23. "Keutamaan" surat “Al-Fatihah” dan ayat penghabisan surat “Al-Baqarah”.
Dari Ibnu ‘Abbas r.a., katanya: “Pada suatu waktu, ketika Jibril sedang duduk di samping Rasulullah SAW., sekonyong-konyong kedengaran suatu bunyi seperti pintu sedang dibukakan orang. Lalu diangkatnya kepalanya, seraya berkata: “Nah! Inilah pintu langit dibukakan hari ini, dimana tidak pernah dibuka melainkan baru hari ini.” Dari pintu itu turun malaikat. Kata Jibril,” Inilah malaikat turun ke bumi. Dimana dia tidak pernah turun sebelumnya, melainkan baru hari ini.” Setelah malaikat itu memberi salam, lalu dia berkata, “Gembirakanlah ummatmu dengan dua cahaya yang kedua-duanya hanya diturunkan kepada-mu, dan tidak pernah diturunkan kepada para Nabi sebelum kamu, yaitu: Surat Al-Fatihah dan ayat-ayat penutup surat Al-Baqarah (ayat:284-286). Tidak satu huruf pun yang anda "baca" dari keduanya, melainkan akan diberikan pahalanya kepada anda.”
Sabda Rasulullah SAW.: “Siapa yang "membaca" kedua ayat itu, yakni dari akhir surat Al-Baqarah, niscaya keduanya akan memeliharanya dari bencana.” (Shahih Muslim: 772-773). 

24. "Membaca" surat “Al-Ikhlas” sama nilainya dengan "membaca" Sepertiga "Qur'an"
Rasulullah SAW. bersabda: “Tidak sanggupkah kamu "membaca" sepertiga "Qur'an" dalam semalam?” Mereka balik bertanya, “Bagaimana cara "membaca" sepertiganya?” Jawab Nabi SAW., “Qul huallahu Ahad. (surat Al-Ikhlas) sama nilainya dengan sepertiga "Al-Qur'an".” [Lihat Shahih Muslim: 777-780].
25. "Keutamaan" surat “Al-Falaq” dan surat “An-Nās” (Mu’awwidzatain).Rasulullah SAW bersabda: “Tahukah kamu beberapa ayat yang diturunkan Allah tadi malam, dan yang belum pernah ada bandingannya? Ayat-ayat itu ialah: Qul a’udzu birabbil falaq Qul a’udzu birabbinnas (Surat Al-Falaq dan Surat An-Nas).” (Shahih Muslim: 781).
Dengan memahami beberapa "keutamaan membaca Al-Qur'an" dan sekaligus mengamalkan isi kandungannya di atas, semoga kita terinspirasi dan bersemangat dalam menjaga rutinitas kita dalam "membaca Al-Qur'an".  
Marilah kita jadikan rumah kita sebagai majelis ta’lim yang di dalamnya selalu dilantunkan ayat-ayat suci "Al-Qur'an", agar dapat selalu menjadi obat dan penawar bagi hati kita dan agar cahaya rahmat-Nya selalu menyinari rumah kita yang pada gilirannya akan menghadirkan rasa ketenangan dan kedamaian pada penghuninya. Semoga Allah merahmati kita semua dengan wasilah "Al-Qur'an" yang kita "baca"
 
Sumber: 
1. Delapan-Keutamaan... khazanah.republika.co.id › Khazanah › Dunia Islam
2. Laely.widjajati.FacebookAdd-a-description-1/... 
3. 35-Keutamaan-Membaca-Al-Qur'an/sobecan.blogspot.com › Motivasi Islam
4.  Laely.widjajati.FacebookAdd-a-description-2/...
5. www.duniaislam.org/19/.../17-keutamaan-membaca-al-quran-setiap-hari/
6. Laely.widjajati.FacebookAdd-a-description-3/...
7. https://m.facebook.com/.../keutamaan-membaca-al-quran../6556544278.
8. Laely.widjajati.FacebookAdd-a-description-4/...

Sabtu, 19 Desember 2015

"PERANAN APIP MEWUJUDKAN INDONESIA BERSIH TRANSPARAN TANPA KORUPSI"

"Pemerintahan yang baik, bersih, dan berwibawa membutuhkan peningkatan "peran" pengawasan internal yang memadai di lingkungan pemerintahan".



Dengan demikian, fungsi pencegahan "korupsi" bisa berjalan dengan baik dan pemberantasan korupsi" bisa dijalankan lebih optimal. "Peran APIP" sangat diperlukan sebagai benteng pertama dalam mencegah adanya penyimpangan. "APIP" memiliki "peranan" yang vital dalam pemberantasan korupsi", khususnya dalam melakukan pengawasan internal atas penyelenggaraan tugas dan fungsi instansi pemerintah melalui kegiatan audit, review, monitoring dan evaluasi, pemantauan dan kegiatan pengawasan lainnya.

Aparat Pengawas Intern Pemerintah ("APIP") pada kementerian/lembaga masih bekerja pada level audit ketaatan. Idealnya,  "APIP" sebagai penggerak Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) juga diharapkan mampu bekerja hingga level optimalisasi zero corruption. Berkutat pada audit ketaatan akan mempengaruhi kemampuan "APIP" mendeteksi fraud. Untuk dapat mendeteksi penyimpangan by collar, bukan hanya penyimpangan elementer, "APIP" harus bisa bekerja pada tingkat layanan konsultasi; audit kinerja atau evaluasi program; jaminan menyeluruh atas tata kelola, manajemen risiko, dan pengendalian organisasi; bahkan hingga level tertinggi, agent of change.

Setiap tahap siklus keuangan negara hanyalah kegiatan seremonial yang penuh dengan resiko penyimpangan. Realitanya dalam hasil pertangungjawaban banyak fraud yang belum terungkap. Opini WTP pun bukan jaminan bebas "korupsi", bahkan mungkin pangkal "korupsi".

Semakin meningkatnya tuntutan masyarakat atas penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, adil, transparan, dan akuntabel harus disikapi dengan serius dan sistematis. Segenap jajaran penyelenggara negara, baik dalam tatanan eksekutif, legislatif, dan yudikatif harus memiliki komitmen bersama untuk menegakkan good governance dan clean government. Seiring dengan hal tersebut, pemerintah pusat dan daerah telah menetapkan sasaran untuk meningkatkan pelayanan birokrasi kepada masyarakat dengan arah kebijakan penciptaan tata pemerintahan yang bersih dan berwibawa (good governance). 

Dengan adanya komitmen pemerintah untuk mewujudkan good governance khususnya pemberantasan
"korupsi" , kolusi dan nepotisme, maka kinerja atas penyelenggaraan organisasi pemerintah menjadi perhatian pemerintah untuk dibenahi, salah satunya melalui sistem pengawasan yang efektif, dengan meningkatkan "peran" dan fungsi dari Aparat Pengawas Intern Pemerintah ("APIP").

Pengawasan Intern adalah seluruh proses kegiatan audit, reviu, evaluasi, pemantauan, dan kegiatan pengawasan lain terhadap penyelenggaraan tugas dan fungsi organisasi dalam rangka memberikan keyakinan yang memadai bahwa kegiatan telah dilaksanakan sesuai dengan tolok ukur yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien untuk kepentingan pimpinan dalam mewujudkan tata kepemerintahan yang baik.

Salah satu faktor utama yang dapat menunjang keberhasilan pelaksanaan pengendalian Intern adalah efektivitas "peran" Aparat Pengawasan Intern Pemerintah ("APIP"). Untuk itu,
"APIP" harus terus melakukan perubahan dalam menjalankan proses bisnis guna memberi nilai tambah bagi kementerian negara/lembaga dan penyelenggaraan pemerintahan daerah. Hal ini sejalan dengan "peran" pengawasan intern untuk mendorong peningkatan efektivitas manajemen risiko (risk management), pengendalian (control) dan tata kelola (governance) organisasi. "APIP" juga mempunyai tugas untuk melakukan pembinaan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah.

"Peran" Inspektorat Daerah sebagai Aparat Pengawasan Internal Pemerintah Sebagai Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (
"APIP"), Inspektorat Daerah memiliki "peran" dan posisi yang sangat strategis baik ditinjau dari aspek fungsi-fungsi manajemen maupun dari segi pencapaian visi dan misi serta program-program pemerintah. Dari segi fungsi-fungsi dasar manajemen, ia mempunyai kedudukan yang setara dengan fungsi perencanaan atau fungsi pelaksanaan. Sedangkan dari segi pencapaian visi, misi dan program-program pemerintah, Inspektorat Daerah menjadi pilar yang bertugas sebagai pengawas sekaligus pengawal dalam pelaksanaan program yang tertuang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. 

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 47 Tahun 2011 tentang Kebijakan Pengawasan di Lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Tahun 2012 pada Point Penajaman Pengawasan angka 4 menetapkan perumusan "peran" dari Inspektorat Daerah Kabupaten/Kota yaitu melakukan : 

a. Pengawasan terhadap pelaksanaan urusan pemerintahan di daerah kabupaten/kota (urusan wajib dan urusan pilihan) dengan menyusun dan menetapkan kebijakan pengawasan di lingkungan Penyelenggaraan pemerintahan daerah kabupaten/kota.

b. Pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan desa dengan ruang lingkup:
1) Pengawasan pada Pemerintah Desa;
2) Pengawasan pelaksanaan tugas pembantuan di Kabupaten/Kota; dan
3) Pemeriksaan khusus terkait dengan adanya pengaduan.

c. Pembinaan di lingkungan Penyelenggaraan pemerintahan daerah Kabupaten/Kota dan Desa, dengan ruang lingkup:
1) Pendampingan/asistensi meliputi:
a) Asistensi dalam penyusunan neraca aset pada unit kerja di lingkungan Penyelenggaraan pemerintahan daerah Kabupaten/Kota dan Desa; dan
b) Asistensi penerapan SPIP di lingkungan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota.
2) Koordinasi dan sinergitas terhadap:
a) Pelaksanaan Rakorwasnas dan Rakorwasda;
b) Penyusunan Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) berdasarkan risk based audit plan; dan
c) Pemantauan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan.

Inspektorat Daerah sebagai Aparat Pengawasan Internal Pemerintah ("APIP" ) berperan sebagai Quality Assurance yaitu menjamin bahwa suatu kegiatan dapat berjalan secara effisien, effektif dan sesuai dengan aturannya dalam mencapai tujuan organisasi. Titik berat pelaksanaan tugas pengawasannya adalah melakukan tindakan preventif yaitu mencegah terjadinya kesalahan-kesalahan dalam pelaksanaan program dan kegiatan oleh SKPD serta memperbaiki kesalahan-kesalahan yang telah terjadi untuk dijadikan pelajaran agar kesalahan-kesalahan tersebut tidak terulang di masa yang akan datang.

Sumber:
1. acch.kpk.go.id/.../peranan-aparat-pengawasan-intern-pemerintah-apip-da..
2. www.bpkp.go.id/berita/.../APIP-Harus-Menjadi-Agent-of-Change.bpkp  
3. www.bpk.go.id/.../sinergi-bpk-dan-apip-dalam-pencegahan-dan-pember.. 
4. https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid...id... 
5. laely.widjajati.facebook/Full Team..... (17032015)
6. laely.widjajati.facebook/Timlu Siap Tempur......  
7. laely.widjajati.facebook/Sesama "Pembantu" Harus Rukun......
8. laely.widjajati.facebook/Indahnya Kebersamaan..........    

Jumat, 18 Desember 2015

"CARA MEMBANGUN JIWA ENTREPRENEUR (WIRAUSAHA)"

"Jadi seorang "entrepreneur" memang tidak gampang, besarnya resiko jadi peng"usaha" menjadi salah satu penghalang terbesar bagi orang untuk memulai "usaha"



Bahkan karena saking takutnya menghadapi resiko, banyak orang yang berhenti di tengah jalan dan yang lebih parah lagi banyak diantara mereka yang mundur sebelum mencoba. Mereka lebih memilih zona aman tanpa memikirkan besarnya resiko kerugian. Tidak heran jika masyarakat kita lebih berminat menjadi pegawai negeri sipil atau menjadi karyawan di sebuah perusahaan dibandingkan menjadi seorang "entrepreneur". Hal ini membuktikan bahwa tidak semua orang memiliki jiwa "entrepreneur".

Berikut ini beberapa cara untuk membangun jiwa "entrepreneur" pada diri seseorang:

1. Sugesti diri pribadi.
Tanamkan selalu "aku mampu... aku mampu..!!" sekuat dan sekencang mungkin, apalagi ketika Anda berada pada kondisi ketakutan dan ketidakmampuan. Sugesti ini akan menimbulkan energi positif dalam pribadi dan membuat Anda menjadi berpikir positif dan berani menghadapi tantangan. Akan lebih baik lagi jika teriakan ini diikuti oleh gesture tubuh yang menunjang. Seperti, dada dibusungkan, kaki berdiri lurus, tangan mengepal ke udara, dan segala sesuatu yang membuat Anda lebih nyaman dan lebih bersemangat.

2. Berkumpullah bersama peng"usaha" untuk mengatahui seperti apa dunia ke"wirausaha"an itu. Tak kenal maka tak tahu, tak tahu maka tak sayang. Ungkapan ini tepat untuk menggambarkan tips yang dijelaskan di atas. Dengan berkumpul dengan peng"usaha" website murah, maka Anda akan tahu seperti apa dunia "usaha" yang sebenarnya, sehingga argumen-argumen yang menggejolak di dalam diri Anda akan terkoreksi ketika mengetahui seperti apa dunia "wirausaha" yang sebenarnya.

3. Tekad yang kuat untuk memulai. Ibarat sebuah bangunan gedung yang menjulang tinggi, tekad kuat untuk memulai "usaha" menjadi pondasi dasar yang perlu Anda tanamkan agar bangunan Anda bisa berdiri dengan kokoh. Salah besar jika Anda menganggap modal utama memulai "usaha" adalah kucuran dana yang berlimpah. Sebab, dengan tekad dan keyakinan yang kuat dalam diri Anda, permasalahan modal dana yang terbatas pun akan terpecahkan dengan berbagai solusi yang bisa Anda dapatkan. Jadi, singkirkan pikiran-pikiran negatif yang melintas di benak Anda dan manfaatkan sumber daya yang ada di sekitar Anda untuk merintis sebuah "usaha".
 
4. Mulailah dari bakat dan minat yang Anda miliki. Ketika berpikir menjadi seorang "entrepreneur", Anda tidak perlu takut dan bingung untuk memilih ide bisnis yang paling sesuai dengan diri Anda. Mulailah dari hal-hal yang Anda cintai, misalnya saja memanfaatkan hobi atau bakat Anda dalam bidang tertentu sebagai peluang "usaha". Meskipun mengawali bisnis Anda dari sesuatu yang kecil, namun jika ditekuni dengan sepenuh hati maka tidak menutup kemungkinan bila hobi atau bakat tersebut bisa menghasilkan untung jutaan setiap bulannya.

5. Kalau belum berani mengeluarkan modal untuk memulai ber"wirausaha", kenapa tidak mencoba menghilangkan ketakutan itu? Mayoritas orang takut ber"wirausaha" karena mereka takut uang mereka akan menjadi miskin, atau mereka akan dijerat mafia dunia bisnis, atau waktu mereka akan banyak tersita, dan masih banyak alasan lainnya. Bagaimana jika Anda sukses mengalahkan ketakutan yang lebih mengerikan dibanding ketakutan yang muncul ketika ber"wirausaha"? Sebagai contoh, jika Anda takut kehilangan uang, apa yang membuat Anda lebih takut dibanding kehilangan uang? Mungkin reputasi? atau anggota keluarga? Mungkin nyawa? Bagaimana jika Anda mengatasi ketakutan-ketakutan itu dulu? Seandainya Anda lebih takut kehilangan reputasi ketimbang kehilangan uang. Lakukanlah hal-hal yang membuat Anda beresiko kehilangan reputasi, seperti berperilaku bagai orang gila. Seandainya perasaan Anda tidak merasa takut setelah melakukan hal tersebut, maka tentu Anda tidak akan takut lagi kehilangan?

6. Fokus dan konsisten. Untuk bisa menjadi seorang "entrepreneur" sukses memang tidak mudah. Terkadang memakan waktu yang cukup lama, serta tenaga dan biaya yang tidak sedikit. Sehingga wajar adanya bila banyak pelaku "usaha" yang akhirnya menyerah di tengah jalan sebelum akhirnya mereka meraih kesuksesannya. Karenanya, tentukan fokus utama Anda dalam menjalankan "usaha".

7. Perbanyak bahan referensi "entrepreneur"ship
dan teruslah tingkatkan pengetahuan serta skill yang Anda butuhkan untuk mengoptimalkan fokus yang telah Anda tentukan. Jangan pernah berhenti berkarya sebelum akhirnya sukses dalam meraih impian Anda. Agar Anda lebih yakin untuk melangkah, Anda butuh buku panduan . Dengan buku panduan, selain kita lebih yakin, Anda juga menjadi lebih berani dalam mengambil keputusan dalam dunia "usaha". Ketakutan Anda juga akan semakin berkurang dikarenakan Anda telah menguasai buku panduan Anda dalam mengarungi samudera "entrepreneur"ship.

8. Belajarlah dari kisah para peng"usaha" sukses. Terkadang para pemula butuh motivasi dari seseorang yang sudah berpengalaman di bidang dunia "usaha". Dengan belajar dari kisah perjalanan para peng"usaha" sukses yang dulunya pernah jatuh bangun dalam menjalankan "usaha"nya, para pemula bisa termotivasi untuk berani mengalahkan ketakutannya dan semakin terdorong untuk segera memulai sebuah "usaha". Selain itu, Anda juga bisa memperbanyak pengetahuan di bidang bisnis dan mempelajari strategi-strategi bisnis yang pernah digunakan para peng"usaha" besar dalam meraih kesuksesannya.

9. Jangan cuma diam dan membaca, Lakukan sekarang!! Ada pepatah yang mengatakan: "seseorang pasti bisa kalau dipaksa". Sebenarnya segala ketakutan anda mengenai dunia "usaha" perlahan dan pasti akan luntur seandainya anda langsung mencoba terjun untuk ber"wirausaha" misalnya menjadi seorang pedagang. Perlahan tapi pasti anda akan mengerti bagaimana cara me-manage segala ketakutan dalam dunia "usaha" sehingga Anda lebih berani. Langkah terakhir inilah yang perlu Anda praktekkan sekarang juga. Tak jarang seseorang perlu dipaksa agar Ia berani untuk mencoba. Karena itulah, paksa diri Anda untuk berani melawan ketakutan dalam memulai "usaha" dan bergeraklah sekarang juga. Lebih baik berani belajar dari kegagalan yang dialaminya daripada tidak belajar sama sekali. Jadi, mulailah sekarang juga dan raihlah kesuksesan yang ada di depan Anda.

Semoga Anda sudah tidak takut lagi untuk memulai ber-"wirausaha".........

Sumber:
1. Tips.../sekolahumarusman.com/tips-membangun-jiwa-entrepreneur-muda/
2. bagaimana-cara-membangun-jiwa-entrepreneur/bisnisukm.com›Manajemen.
3. ciri-seorang-entrepreneur/bisnisukm.com › Manajemen UKM 
4. laely.widjajati,facebook/Add a description 1
5. laely.widjajati,facebook/Muda Berkarya......Tua Kaya Raya......
6. laely.widjajati,facebook/Add a description 2
Berkatalah selalu “Aku bisa… Aku bisa..!!” sekuat dan sekencang mungkin, apalagi ketika kita berada pada kondisi ketakutan dan ketidakmampuan. Sugesti ini akan menimbulkan energi positif dalam pribadi dan membuat kita menjadi berpikir positif dan berani menghadapi tantangan. Akan lebih baik lagi jika teriakan ini diikuti oleh gesture tubuh yang menunjang. Seperti, dada dibusungkan, kaki berdiri lurus, tangan mengepal ke udara, dan segala sesuatu yang membuat kita lebih nyaman dan lebih bersemangat. - See more at: http://sekolahumarusman.com/tips-membangun-jiwa-entrepreneur-muda/#sthash.PFwInjHO.dpuf

Jumat, 10 Juli 2015

"SUSUNAN ACARA HUT RI (TUJUH BELASAN)"

"Setiap tahun bangsa Indonesia memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ("HUT RI") atau yang lebih dikenal dengan Tujuh Belasan".


Pada tanggal 16 Agustus malam ini biasanya diadakan acara tirakatan 17 Agustus mulai dari tingkat Pusat sampai dengan tingkat RT.  Jauh-jauh hari perlu dipersiapkan susunan acara agar acara tersebut dapat berjalan dengan lancar.
 
Berikut salah satu contoh susunan acara malam 17 Agustus 2015, yang direncanakan akan diadakan pada tanggal 16 Agustus 2015:  

Bismillahirahmanirahiim 
Assalamualaikum Wr.Wb 

Yang Terhormat Ketua RT .. RW ... Bpk....... beserta keluarga,
Yang Terhormat Bapak/Ibu Pengurus RT dan Pengurus PKK RT ... RW ...,
Yang Terhormat Bapak/Ibu Warga RT ... RW ....
dan Adik-adik yang kami banggakan. 
Pada hari yang berbahagia ini kita masih  diberi kenikmatan, sehingga kita dapat bertemu bersilaturahmi, khususnya dalam acara malam tirakatan "HUT" Kemerdekaan negara kita tercinta Indonesia.
 
Kehadiran kita saat ini tak lain hanya mengharap keridhaan Allah SWT dan menambah kekuatan iman dan ketaqwan kita semua Aamiin YRA...... dan mempererat tali silaturahmi antar warga RT ... RW ...
Tak lupa solawat dan salam kita limpahkan kepada junjungan besar Nabi Muhammad SAW, pada keluarganya, dan  pada sahabatnya. Mudah-mudahan kita sebagai umatnya mendapat safa’atnya di akhirul zaman. Aamiin YRA......
Dan meskipun agak terlambat, mumpung masih di hari yang fitri ini kami mengucapkan Selamat Idul Fitri 1435 H, Minal Aidzin Wal Faidzin mohon maaf lahir dan batin. Dalam kita bergaul sebagai sesama warga tentunya, barangkali ada kesalahan baik yang sengaja maupun tidak, mohon saling kita maafkan. Semoga amal dan ibadah kita diterima Allah SWT.

Sebelum acara kita mulai, terlebih dahulu  akan kami bacakan susunan acara pada malam hari ini: 

1. PEMBUKAAN
2. MENYANYIKAN LAGU INDONESIA RAYA DAN 17 AGUSTUS 1945
3. MENGHENINGKAN CIPTA
4. SAMBUTAN KETUA RT ... RW ....
5. SAMBUTAN DR SESEPUH WARGA RT ... TENTANG SEJARAH KEMERDEKAAN. 
6. PEMBACAAN DO'A 
7. POTONG TUMPENG
8. PEMBAGIAN HADIAH UNTUK ANAK-ANAK
9. PENUTUP
10. ACARA SANTAI DAN RAMAH TAMAH

1. PEMBUKAAN
Acara pada malam hari ini marilah kita buka bersama-sama dengan bacaan Basmallah :
“ Bissmillahirahmannirahiim “ semoga dalam acara malam hari ini dapat berjalan lancar dari awal sampai selesai tanpa kurang suatu apapun.

2. MENYANYIKAN LAGU INDONESIA RAYA DAN 17 AGUSTUS 1945
Bapak Ibu yang kami hormati, Marilah kita berdiri sejenak untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan lagu 17 Agustus 1945 untuk mengenang jasa para pahlawan indonesia yang telah gugur mendahului kita. Yang akan dipandu oleh Ibu........ waktu dan tempat kami persilahkan.
Bapak Ibu dan Adik-adik kami persilahkan untuk berdiri.

3. MENGHENINGKAN CIPTA
Selanjutnya Marilah kita mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang dalam rangka merebut kemerdekaan Negara kita tercinta ini......

Mengheningkan Cipta Mulai.......    Selesai......
Bapak-bapak, Ibu-ibu dan Adik-adik  kami persilahkan duduk kembali.

4. SAMBUTAN KETUA RT ... RW ....
Sambutan ketua RT ... RW ... Bpk ..., waktu dan tempat kami persilahkan.

Demikian telah kita dengarkan bersama sambutan Bpk.......... selaku ketua RT .... Dengan harapan kita sebagai penerus perjuangan bangsa dapat melanjutkan perjuangannya dengan cara melaksanakan  tugas dan kewajiban  kita sebagai warga negara Indonesia dengan sebaik-baiknya.

5. SAMBUTAN DARI SESEPUH WARGA RT ... TENTANG SEJARAH KEMERDEKAAN.

Acara selanjutnya adalah, sambutan dari sesepuh RT ..., Kepada Bp. …....waktu dan tempat kami persilahkan.

Terimakasih  kepada Bp......…. yang telah memberikan sambutan dan pesan perjuangan yang sangat luar biasa. Semoga sambutan tadi menambah kecintaan kita terhadap tanah air yang kita cintai serta menumbuhkan semangat dalam diri kita untuk berpartisipasi dalam membangun Negara tercinta ini.

6. PEMBACAAN DO'A
Untuk Pembacaan doa, kami mohon  Bpk............ untuk memimpin pembacaan do'a, supaya kita semua diberi keselamatan dan kesejahteraan dalam mengarungi kehidupan sebagai warga negara Indonesia yang baik. 
Kepada Bapak..... kami persilahkan......
 
7. POTONG TUMPENG
Pemotongan Tumpeng akan dilakukan oleh Bpk........ selaku ketua RT ... dan akan diberikan kepada generasi muda kita Adik…. Sebagai simbolis bahwa sebagai generasi muda siap melanjutkan perjuangan para pahlawan.

8. PEMBAGIAN HADIAH UNTUK ADIK-ADIK

9. PENUTUP
Acara demi acara telah kita lalui bersama. Tibalah acara yang terakhir yaitu Penutup. Marilah kita tutup acara ini dengan bacaan HAMDALAH bersama. Alhamdulillahirobbil Alamin.......
Tak lupa kami asampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh warga RT ....  yang telah membantu dan mendukung demi kelancaran acara Peringatan "HUT RI"  ke 70 pada malam hari ini.

Kami sebagai pembawa acara mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila di dalam penyampaian kami terdapat kata-kata yang kurang berkenan di hati Bapak-Ibu dan adik-adik semua......
Teriring doa semoga kesejahteraan, keselamatan, dan barokah Allah senantiasa tercurah pada kita semua. Aamiin YRA.......
Akhir kata, bilahil taufik wal hidayah
Wassalamuala’ikum Wr.Wb .

10. ACARA SANTAI DAN RAMAH TAMAH
Acara santai dan Ramah Tamah, sambil bincang-bincang dan beramah-tamah kami persillahkan untuk menikmati hidangan yang teah disediakan......


MusicPlaylistView Profile