Senin, 23 Februari 2015

"HATI-HATI DENGAN DO'A ORANG YANG TERANIAYA/TERDZALIMI"

"Orang "teraniaya" atau orang yang di"dzalimi" yaitu orang yang diperlakukan secara tidak benar oleh orang lain".

"Dzalim" secara bahasa mengandung pengertian "aniaya"/celaka" . "Dzalim" secara istilah mengandung pengertian "berbuat "aniaya"/celaka terhadap diri sendiri atau orang lain dengan cara-cara bathil yang keluar dari jalur syariat Agama Islam". Disisi lain "Dzalim" bisa berarti "menempatkan sesuatu tidak sesuai dengan tempatnya".

"Dzalim" merupakan perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT dan termasuk dari salah satu dosa-dosa besar.  Manusia yang berbuat "Dzalim" akan mendapatkan balasan di dunia dan siksa yang pedih di akhirat kelak. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al Qur'an Surah Asy-Syura : 42

"Sesungguhnya dosa besar itu atas orang-orang yang berbuat "Dzalim" kepada manusia dan melampaui batas di  muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih".
 
Orang-orang ini tidak mendapatkan hak yang wajib diterimanya. Misalnya, seseorang menagih uangnya kepada orang lain, tetapi yang ditagih ternyata mengingkari hutangnya. Penagih semacam ini termasuk dalam kategori orang yang "teraniaya". Seorang buruh menuntut gaji kepada majikannya. Oleh majikannya gaji tersebut tidak dibayarkan atau dibayar kurang dari seharusnya dia terima. Buruh semacam ini termasuk orang-orang yang "teraniaya".

Contoh lain ialah seseorang dituduh melakukan suatu kejahatan, padahal yang bersangkutan sama sekali tidak melakukannya. Ia lalu dijatuhi hukuman. Seorang istri tidak diberi uang belanja oleh suaminya, bahkan disuruh mencari nafkah sendiri. Orang-orang ini termasuk golongan yang "teraniaya".

Bilamana orang yang yang "teraniaya" memohon kepada Allah agar membinasakan peng"aniaya"nya, maka "do’a"nya dijanjikan oleh Allah akan dikabulkan. Karena itu, kita wajib takut kepada orang-orang yang "teraniaya" oleh perbuatan kita. Sebab walaupun mereka tidak mampu membalas kejahatan kita secara langsung, namun "do’a" mereka akan menjadi senjata yang ampuh untuk menghancurkan kita melalui adzab dan siksa yang diturunkan oleh Allah.

Rasulullah SAW. bersabda:
“Tiga "do’a" yang dikabulkan, yaitu "do’a" orang yang berpuasa, "do’a" orang yang bepergian, dan "do’a" orang yang "teraniaya". (HR. Uqaili, dari Abu Hurairah)

”Ada tiga "do'a" yang tak akan ditolak oleh Allah SWT, yakni "do'a" orang tua kepada anaknya, "do'a" orang yang "teraniaya", dan "do'a" seorang musafir.” (HR. Abu Hurairah)

Dari Mu’adz bin Jabal Ra. bahwasanya Rasulullah SAW. bersabda :
“Artinya : Takutlah kepada "do'a" orang-orang yang "teraniaya", sebab tidak ada hijab antaranya dengan Allah (untuk mengabulkan)”.(Shahih Muslim, kitab Iman 1/37-38)

Orang-orang yang "teraniaya" tidak perlu berputus asa menghadapi keperkasaan dan kekuatan peng"aniaya"nya. Mereka dijanjikan oleh Allah untuk mendapat pembelaan, perlindungan, dan pertolongan guna melawan peng"aniaya" itu. Cara memperoleh jaminan tersebut adalah dengan selalu ber"do’a" kepada Allah agar para peng"aniaya" itu mendapat adzab dan siksa dari Allah sehingga mereka tidak merajalela berbuat ke"dzalim"an di tengah masyarakat. Karena itu, mereka seharusnya tidak meremehkan senjata "do’a" sebagai saran melawan ke"dzalim"an orang-orang yang berbuat "dzalim", karena permohonan mereka dikabulkan oleh Allah. Sebaliknya, orang-orang yang suka meng"aniaya" seharusnya takut dan berhati-hati menghadapi orang-orang yang "teraniaya", karena orang-orang yang "teraniaya" itu pasti dibela dan dilindungi oleh Allah. Permohonan apa saja untuk peng"aniaya"nya akan dikabulkan oleh Allah.

Allah SWT telah mengingatka dalam Al Qur'an bahwa setiap perbuatan yang kita lakukan akan mendapat balasan dari-Nya, sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur'an, Surat Al Zaljalah : 7-8


"Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula".

Juz 6 Surah An-Nisa' ayat 148 yang berbunyi:

لا یحب الله الجهر باالسوء من القول الا من ظلم وکان الله سمیعا علیما

artinya: "Allah tidak menyukai perbuatan buruk yang diucapkan secara terus terang, kecuali oleh orang yang di"dzalimi". Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha mengetahui."

Ayat ini “melegalkan” perkataan buruk atau sumpah serapah yang dilakukan oleh orang orang yang "teraniaya" atau "terdzalimi", dan itu semua dikategorikan kedalam do'a. "Do'a" orang orang yang"terdzalimi"  adalah mujarab alias “tokcer” langsung didengar dan dikabulkan oleh-Nya, sebagaimana termaktub dalam sebuah hadits, yang berbunyi:

“Hati-hatilah terhadap "do'a" orang yang "terdzalimi", karena tidak ada suatu penghalang pun antara "do'a" tersebut dan Allah.” (HR Bukhari).

Di tangan mereka, "do'a" lebih tajam dari pedang dan lebih hebat dari pasukan bersenjata. Maka, hati-hatilah terhadap "do'a" orang "terdzalimi"! Karena jika sudah keluar dari mulut, ia akan berjalan menuju langit. Segera melampaui cakrawala, menembus angkasa, dan diijabahi Sang Maha kuasa.
Tetapi dalam kelanjutan ayat tersebut diatas, selanjutnya Allah menjelaskan:

ان تبدو خیرا او تخفوه او تعفو عن سوء فان الله عفو قدیرا.

Artinya: Jika kamu menyatakan sesuatu kebajikan, menyembunyikannya dan memaafkan sesuatu kesalahan orang lain, Maka sungguh Allah Maha Pemaaf, Maha Kuasa.

Agama Islam secara tegas dan jelas mengharamkan kepada umatnya untuk melakukan perbuatan "dzalim" dimanapun dan dengan siapapun. Sebagai bentuk nasihat dan muhasabah diri agar sering-sering mengintrospeksi diri setiap saat dan setiap waktu.

Sumber:
1. https://id-id.facebook.com/.../doa-orang-teraniaya.../2...
2. https://id-id.facebook.com/...doa-orang...teraniaya/10...
5. laely.widjajati.facebook/Ad-a-description....
7. laely.widjajati.facebook/Suatu Pagi di #TelagaSarangan......

Minggu, 22 Februari 2015

"MANFAAT BERAS MERAH"

"Beras Merah" mengandung serat yang tinggi, zat besi, dan bebas lemak".



Aleuron "Beras Merah" mengandung gen yang memproduksi antosianin, sumber warna "merah" atau ungu pada "beras" ini.

Selain teksturnya yang lembut dan rasanya yang khas,
"Beras Merah" adalah tambahan sehat untuk diet Anda. Berikut beberapa "manfaat" bagi kesehatan dari "Beras Merah":

1. Mengurangi Kadar Gula Darah
Karena rendah glikemik,
"Beras Merah" dapat mengurangi kadar gula darah dalam tubuh. Plus, mengatur fungsi insulin tubuh untuk mengontrol diabetes. "Beras Merah" adalah pilihan yang bagus untuk penderita diabetes. Masak "Beras Merah" dan sayur untuk makan malam Anda.

2. Mengurangi Kolesterol
Gandum utuh
"Beras Merah" berisi dedak yang dapat mengurangi kadar kolesterol jahat dalam tubuh. Lemak dedak "Beras Merah" juga dapat menurunkan kadar kolesterol dan risiko penyakit jantung. Cobalah konsumsi "Beras Merah" setidaknya dua kali sepekan jika Anda ingin mendapatkan "manfaat" yang menakjubkan.

3. Sumber Terbaik Dari Vitamin B6
Apakah Anda tahu bahwa satu porsi nasi "merah" memiliki sekitar 23% dari kebutuhan vitamin B6 harian. Nasi "merah" memainkan peran penting dalam pembentukan sel darah "merah" dan membantu fungsi setiap organ tubuh.

4. Menurunkan Risiko Obesitas"Beras Merah"dapat membantu Anda mengurangi keinginan untuk makan karena membuat lebih kenyang untuk waktu yang sangat lama. Selain itu, "Beras Merah" memberikan energi tubuh dan membantu pencernaan. Asupan lemak berlebih dapat meningkatkan risiko obesitas dan "Beras Merah" benar-benar bebas lemak. Telah terbukti bahwa orang yang makna nasi "merah" setiap hari, memiliki risiko rendah obesitas.

5. Melawan Asma
"Beras Merah"juga merupakan sumber yang sangat baik dari magnesium untuk mengontrol pola pernapasan normal. Makan nasi "merah" secara teratur membantu mencegah asma.

6. Kaya Antioksidan
"Beras Merah" juga dikemas dengan antioksidan yang kuat. Itu sangat ber"manfaat" untuk kulit. Makan nasi "merah" secara teratur dapat mencegah munculnya garis halus dan kerutan di kulit. "Beras Merah" juga membantu mengencangkan kulit dan mengurangi kerusakan akibat sinar UV.

7. Baik Untuk Kesehatan Tulang
Magnesium dalam
"Beras Merah" juga sangat bagus untuk kesehatan tulang. Magnesium adalah nutrisi penting untuk membangun tulang yang sehat. Kekurangan magnesium dapat menyebabkan osteoporosis dan kepadatan tulang yang rendah di kemudian hari. Mengonsumsi nasi "merah" juga meringankan nyeri sendi.

8. Kaya Serat
"Beras Merah" membantu memenuhi kebutuhan serat harian Anda. Seperempat cangkir "Beras Merah" mengandung sekitar 2 gram serat, artinya memenuhi 8% kebutuhan serat harian Anda. Serat mencegah dan meringankan sembelit dan meningkatkan fungsi usus. Nasi putih kaya karbohidrat, sementara nasi "merah" mengandung serat. Hal itu memberikan energi untuk tubuh. (Amerikanki) 

9. Mencegah Terjadinya Batu Empedu 
Dalam berbagai penelitian, makanan tinggi serat sangat dikaitkan dengan pencegahan batu empedu. Serat sangat mudah dicerna sehingga membantu dalam melarutkan sisa makanan untuk membantu membentuk empedu yang sehat.

10. Kemungkinan Dapat Mencegah Kanker 
Zat apa yang dapat mencegah kanker dan terdapat pada "Beras Merah"? Selenium serta polifenol yang terkandung dalam "Beras Merah" diyakini dapat mencegah kanker usus besar. Selain itu kandungan serat dan antioksidan yang tinggi tentu dapat membantu tubuh menghindari berbagai jenis kanker yang disebabkan oleh radikal bebas.


11. Sehat Untuk Pencernaan 
Kandungan serat yang tinggi pada "Beras Merah" juga menyehatkan pencernaan sehingga menghindari permasalahan kesehatan yang dapat muncul di kemudian hari. Jadi mulai saat ini konsumsilah makanan alami untuk menjaga kesehatan jangka panjang. Serat ini sangat baik untuk usus dan membantu lancarnya metabolisme tubuh.

12. Membuat Lebih Cepat Kenyang
Sebuah penelitian yang dilakukan di British Journal of Nutrition menemukan bahwa dengan mengonsumsi karbohidrat yang kompleks, seperti oatmeal,
"Beras Merah" dan kentang, akan membuat anda lebih cepat kenyang sampai berjam-jam dan makan tidak lebih dari 320 kalori perhari.

Itulah tadi beberapa "Manfaat Beras Merah" untuk kesehatan kita berdasarkan dari pengalaman orang lain yang selama ini telah mengkonsumsi "Beras Merah". Sayapun mulai hari ini (22 Pebruari 2015) beralih dari "beras" putih ke "Beras Merah", sehingga untuk pengalaman pribadi belum bisa banyak berbagi cerita  tentang khasiat "Beras Merah". Namun demikian saya berharap dengan mengkonsumsi "Beras Merah" ini akan dapat menjaga kondisi kesehatan saya dan keluarga tentunya, walaupun sebenarnya sudah agak sedikit terlambat. Namun tidak ada kata terlambat untuk berubah menjadi lebih baik dari hari-hari sebelumnya.....

Semoga tulisan ini ber"manfaat" dan selamat mencoba.....
     
Sumber:
1. rona.metrotvnews.com/.../sejumlah-manfaat-kesehatan...
2. manfaat.co.id/manfaat-beras-merahTranslate this page
3. www.artikelkesehatan99.com/6-manfaat-beras-merah-..
4. www.carahidupsehatalami.info › Manfaat Makanan
Beras merah atau beras putih sebenarnya adalah dalam satu varietas, namun secara kasat mata bisa dibedakan dari warna beras merah yang agak gelap kecoklatan. Secara harga, beras merah tentu lebih tinggi karena ia merupakan beras dari jenis padi yang tidak banyak dibudidayakan. Bagaimana soal gizi?
Meskipun beras merah kurang nyaman dimakan maupun pada sata memasaknya. Beras merah membutuhkan waktu yang lebih lama untuk memasaknya, serta kurang nyaman jika dimakan karena lebih keras/pera daripada beras putih.  Hal itulah mungkin yang membuat beras merah kurang banyak diminati oleh masyarakat sebagai makanan sehari-hari. Secara gizi beras merah lebih unggul daripada beras putih, karena ia mengandung zat yang dikenal dengan sebutan antosianin. Senyawa yang terdapat pada lapisan warna merah pada jenis beras ini, dan bermanfaat sebagai zat antioksidan, antikanker, anti glisemik tinggi yang artinya baik untuk diabates, serta anti hipertensi.
- See more at: http://www.carakhasiatmanfaat.com/artikel/manfaat-beras-merah-bagi-diet-dan-kesehatan.html#sthash.9OHicbQF.dpuf

Sabtu, 21 Februari 2015

"WELCOME TO MY BLOG"

"Welcome to my "Blog".


"Blog" saya ini adalah "Blog" yang berisi rupa-rupa atau nano-nano. Semua permasalahan dalam kehidupan ini ada dalam "Blog" saya. Silahkan hadir di "Blog" saya.....

Tidak ada manusia yang sempurna. Marilah kita sama-sama belajar untuk saling berbagi pengalaman dalam kehidupan ini. "Blog" merupakan salah satu media untuk berbagi pengalaman yang terjadi dalam kehidupan ini. Saya pun juga sering membaca "Blog" orang lain manakala saya membutuhkan suatu informasi yang ingin saya dapatkan.

Misalnya ada tulisan yang cocok dalam "Blog" saya, silahkan anda kutip atau share untuk dibagikan kepada yang lain, karena "Blog" saya inipun juga berasal dari berbagai sumber. Hak cipta hanya ada pada ALLAH SWT. semata. 

Tujuan saya membuat "Blog" ini adalah untuk mendokumentasikan ilmu pengetahuan atau pengalaman pribadi atau apa saja yang saya peroleh dalam mengarungi kehidupan   ini, sehingga dapat saya bagikan kepada orang lain.

Anda pun bisa saja membuat "Blog" sendiri, karena "Blog" bisa dijadikan sarana untuk belajar menulis. Dengan memiliki "Blog", Anda wajib menulis bagaimanapun caranya. "Blog" Anda harus diisi secara berkala baik itu dengan berbagai artikel atau cerita yang bisa Anda buat sendiri. Memang Anda bisa mengambil bahan dari tempat lain. Namun alangkah baiknya kalau Anda mencoba untuk menulis sendiri karena dengan demikian Anda akan memperoleh manfaat yang lebih dari "Blog" Anda.

Tema yang ada dalam "Blog" saya pun juga beraneka ragam, antara lain mengenai :  A L A M, ALLAH, BUDAYA, COCOK TANAM, DEMOGRAFI, DO'A, EKONOMI, ETIKA, GOVERNMENT, HIDUP, HISTORY, IBADAH, ILMU, KEKASIH ALLAH, KESEHATAN, LAIN-LAIN, MAKANAN, MAKANAN/MINUMAN, MANAGEMENT, PSYKHOLOGY, RASULULLAH, SOSIAL, WANITA, dan WISATA.

Alasan saya membuat banyak tema dalam "Blog" saya ini karena semua tema itu saya alami dalam kehidupan saya di dunia ini, sehingga siapa tahu dapat dijadikan pelajaran bagi orang lain. Tema-tema dalam "Blog" saya ini pun bisa saja saya tambahkan se-waktu-waktu sesuai dengan tulisan yang akan saya tuangkan dalam "Blog" saya ini. 

Saya sangat bahagia seandainya "Blog" saya ini bisa bermanfaat bagi orang lain dan apa lagi bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari..... Seandainya, barangkali ingin beberapa penjelasan mengenai tulisan yang ada pada "Blog" saya, silahkan anda kirim ke emile saya. Terbuka untuk siapa saja.....

"OBAT GALAU MENURUT ISLAM"

"Tidak soal muda dan tua, tentu semua orang pasti pernah merasakan yang namanya "galau"



Entah itu pejabat, pegawai, buruh, pengangguran, kaya, miskin, tua, muda, pelajar ataupun santri telah latah mengkampanyekan "galau" di negeri kita ini. Ya, "galau" boleh saja dan hal itu sangat manusiawi. 

Tapi, yang patut diingat adalah jangan pernah membiarkan perasaan "galau" itu berlarut-larut.

Keresahan akan senantiasa menghantui hidup manusia apabila pikirannya dibiarkan terombang-ambing oleh permasalahan hidup. Apalagi keyakinannya pada keberadaan Allah SWT. sebagai penolong masih terjebak dalam ritual adat-istiadat semata, sehingga berhala menjadi tempat pengaduannya. Fenomena tersebut begitu jelas di depan mata kita dan terjadi pada sebagian besar umat Islam. Kesibukkan dan rutinitas menjebak mereka yang merasa "galau" untuk mengambil langkah pragmatis dalam penyelesaian problema hidup.
Perasaan "galau" yang berlarut-larut dapat mengakibatkan sebuah kondisi yang lebih serius yaitu depresi kronis. Apakah kamu memiliki teman, keluarga, atau bahkan mungkin dirimu sendiri yang sedang mengalami"galau" . Segera atasi itu!

Pada dasarnya, manusia adalah sosok makhluk yang lemah dan bergelimang dosa. Wajar jika disebut sebagai makhluk yang paling sering dilanda ke"galau"an, apalagi ketika dihadapkan pada permasalahan hidup. Inilah fitrah bagi setiap insan yang memiliki akal pikiran dan tidak perlu dirisaukan karena Allah SWT. telah menyiapkan penawarnya. Sebagaimana firman Allah SWT. di dalam Al-Qur’an surat Ar-Ra’d ayat ke 28 yang artinya :

الَّذِينَ آمَنُواْ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللّهِ أَلاَ بِذِكْرِ اللّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah hati menjadi tenteram.”

Orang yang senantiasa mengingat Allah SWT. dalam segala hal yang dikerjakannya, tentu akan memiliki dorongan positif pada diri dan jiwanya. Karena dengan mengingat Allah SWT. dalam menghadapi segala persoalan, dijamin pikirannya akan cerah dan bijak serta jiwanya diselimuti ketenangan akan datangnya bantuan Allah SWT. Dan sudah merupakan janji Allah SWT., bagi siapa saja yang mengingatnya, maka didalam hatinya pastilah terisi dengan ketentraman-ketentraman yang tidak bisa didapatkan melainkan hanya dengan mengingat-Nya.

Logikanya, jika pejabat ingat pada Allah SWT. maka dia akan merasa diawasi oleh Allah SWT. dalam menjalankan amanahnya. Dan dengan demikian, peluang berbuat curang apalagi sampai menilap hak rakyat dapat terminimalisir. Begitu juga remaja dan pemuda yang senantiasa menjalin kedekatan dengan Allah SWT., maka kehidupannya memiliki arah pasti yang jauh dari pengaruh bisikan hedonis. Ditambah lagi rakyat secara keseluruhan menghidupkan nilai-nilai ke-Tuhan-an dalam aktivitasnya setiap saat, maka aroma religious akan mampu memberikan kedamaian pada jiwa-jiwa manusia.
Terkhusus umat "Islam", jika benar-benar menjalankan dan mengindahkan semua syari’at yang telah dibawa Rasulullah, sudah barang tentu kejayaan umat peradaban akan kembali mewarnai dunia ini. Sejarah peradaban "Islam" telah membuktikan bahwa tidak ada istilah "galau" pada umat manusia ketika aturan-aturan Allah SWT. ditegakkan di atas bumi ini. Artinya, Islam adalah ajaran yang menentang "galau" karena syari’at Islam adalah rahmatan lil ‘alamin.

Berikut ini ada beberapa ayat dalam Al-Qur'an yang dapat dijadikan sebagai penawar"galau":

Ayat pertama, berserah kepada Allah SWT. Kita sangat dituntut untuk memiliki semangat bekerja keras, namun apapun hasilnya harus diserahkan kepada Allah SWT. Sebagaimana telah berfirman Allah SWT.: 

فَإِذَا فَرَغْتَ فَانصَبْ
وَإِلَى رَبِّكَ فَارْغَب

“Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.“ (QS: al Insyirah: 7-8).

Dengan berserah kepada Allah SWT., kita akan melakukan apapun dengan ketenangan dan kenyamanan bathin karena ada jaminan Allah SWT. yang senantiasa memelihara ciptaan-Nya. Allah SWT berfirman:

وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْراً

“Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (QS. Ath-Thalaaq : 3).
 
Ayat kedua, bersabar karena Allah SWT. Bersabar disini bukan berarti menunggu dan pasrah begitu saja, sabar dalam artian menerima takdir Allah SWT. sebagai yang terbaik dan senantiasa mempersiapkan diri untuk melakukan yang terbaik pula. Allah SWT. menegaskan di dalam Al-Qur’an surat Ali Imran ayat ke 200:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اصْبِرُواْ وَصَابِرُواْ وَرَابِطُواْ وَاتَّقُواْ اللّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah SWT., supaya kamu beruntung.”

Dan sesungguhnya dengan bersabar Allah SWT. sedang menyertai kita. Bukankah suatu kemuliaan bagi manusia jika sang Maha Pencipta sudi menyertai hidupnya? Inilah janji Allah SWT. Allah SWT. dalam firman-Nya;

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اسْتَعِينُواْ بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ إِنَّ اللّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ ﴿١٥٣

“Sesungguhnya Allah SWT. bersama orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah:153).

Ayat ketiga, berteguh hati dan fikiran. Flash-back terkait makna"galau"  jika dipahami keresahan hati, maka kita sebagai umat "Islam" harus memiliki keteguhan hati dan fikiran bahwa Allah SWT. telah mengatur semesta alam ini. Jadi, tidak ada lagi kebimbangan mau jadi apa dan kemana masa depan kita, yang penting lakukanlah apa yang terbaik yang dapat dilakukan. Berikut Allah SWT. berfirman:

وَقُلِ اعْمَلُواْ فَسَيَرَى اللّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ وَسَتُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

“Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah SWT. dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah SWT.) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. At-Taubah : 105)

Ayat keempat, sedih dilarang Allah SWT.
Sebagai umat "Islam", kita harus merasa beruntung dalam berbagai hal kehidupan. Karena "Islam" telah merangkum aturan hidup manusia hingga akhir zaman, dan tidak sepatutnya seorang hamba Allah SWT. bersedih kecuali sedih karena dosanya. Allah SWT. memotivasi kita dalam firman-Nya;

لاَ تَحْزَنْ إِنَّ اللّهَ مَعَنَا

“Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah SWT. bersama kami.” (QS. At Taubah: 40)

Ayat kelima, menghadap Allah SWT..
Adukanlah semua permasalahan kepada Allah SWT. karena pasti Allah SWT. mempunyai semua solusinya. Sangat wajar jika kita menemui masalah dalam menjalani kehidupan ini, namun jangan pernah mundur atau takluk pada permasalahan itu. Allah SWT. sudah mengingatkan hamba-Nya di dalam ayat yang dibaca setiap muslim minimal 17 kali dalam sehari:

يَّاكَ نَعْبُدُ وإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

“Hanya kepada-Mulah kami menyembah, dan hanya kepada-Mulah kami meminta pertolongan.” (QS. Al Fatihah 5)

Dan masih banyak lagi ayat-ayat dari Allah SWT. yang mendorong umat "Islam" untuk tidak menjadi bagian dari orang yang mengkampanyekan "galau", karena dengan berkoar-koar dirinya dalam ke"galau"an maka dia telah menurunkan derajatnya menjadi manusia yang tidak bersyukur dan enggan berfikir.

Ada beberapa saran yang bisa kita lakukan, untuk mengurangi rasa "galau":

Pertama, Sibukkan Diri dengan Semua yang Bermanfaat: 

Secara garis besar, Rasulullah SAW. telah memberikan panduan, agar manusia selalu maju menuju lebih baik dalam menghadapi hidup.

Dari Abu Hurairah Ra., Rasullullah SAW bersabda, yang artinya:
Bersemangatlah untuk mendapatkan apa yang manfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah, dan jangan lemah. Jika kalian mengalami kegagalan, jangan ucapkan, ‘Andai tadi saya melakukan cara ini, harusnya akan terjadi ini…dst.’ Namun ucapkanlah, ‘Ini taqdir Allah, dan apa saja yang dia kehendaki pasti terjadi.’ Karena berandai-andai membuka peluang setan. (HR. Ahmad 9026, Muslim 6945, Ibn Hibban 5721, dan yang lainnya).

Kedua, Hindari Panjang Angan-angan

Terlalu ambisius menjadi orang sukses, memperparah kondisi "galau" yang dialami manusia. Dia berangan-angan panjang, hingga terbuai dalam bayangan kosong tanpa makna. Karena itulah, Rasulullah SAW dan para sahabat mencela panjang angan-angan.

Dari Abu Hurairah Ra., Nabi SAW. bersabda, yang artinya: 

Hati orang tua akan seperti anak muda dalam dua hal: dalam cinta dunia dan panjang angan-angan. (HR. Bukhari 6420)

Ali bin Abi Thalib mengatakan, yang artinya:

“Yang paling aku takutkan menimpa kalian adalah mengikuti hawa nafsu dan panjang angan-angan. Mengikuti hawa nafsu bisa menjadi penghalang untuk memihak kebenaran. Panjang angan-angan bisa melupakan akhirat. Ketahuilah bahwa dunia akan berlalu.

Ketiga, Jangan Merasa Didzalimi Taqdir

Ketika anda merasa lebih gagal dibandingkan teman anda, ketika anda merasa lebih miskin dibandingkan rekan anda, Ketika anda terkatung-katung di dunia kuliah, sementara teman anda telah sukses di dunia kerja dan keluarga. Anda tidak perlu "galau", karena "galau" anda tidak akan mengubah nasib anda. Yang lebih penting kendalikan hati agar tidak hasad dan dengki. Anda perlu mengingat hadis ini,
 

Dari Abu Hurairah Ra., Rasullullah SAW. bersabda, yang artinya:

Perhatikanlah orang yang lebih rendah keadaannya dari pada kalian, dan jangan perhatikan orang yang lebih sukses dibandingkan kalian. Karena ini cara paling efektif, agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah bagi kalian. (HR. Ahmad 7657, Turmudzi 2703, dan Ibn Majah 4142)

Ketika anda melihat ada orang kafir yang bergelimang nikmat, anda perlu ingat bahwa nikmat iman yang anda miliki. Ketika anda melihat orang muslim ahli maksiat lebih sukses, anda perlu ingat, Allah lebih mengunggulkan anda dengan taat.

Keempat, Jangan Lupakan Doa Memohon Kebaikan Dunia dan Akhirat

Diantara doa yang bisa anda rutinkan, 

اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لِي دِينِي الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِي وَأَصْلِحْ لِي دُنْيَايَ الَّتِي فِيهَا مَعَاشِي وَأَصْلِحْ لِي آخِرَتِي الَّتِي فِيهَا مَعَادِي وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لِي فِي كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لِي مِنْ كُلِّ شَرٍّ

Ya Allah ya Tuhanku, perbaikilah bagiku agamaku sebagai benteng urusanku; perbaikilah bagiku duniaku yang menjadi tempat kehidupanku; perbaikilah bagiku akhiratku yang menjadi tempat kembaliku! Jadikanlah ya Allah kehidupan ini mempunyai nilai tambah bagiku dalam segala kebaikan dan jadikanlah kematianku sebagai kebebasanku dari segala kejahatan. (HR. Muslim no. 2720).

Secara ilmiah pula, para pakar kedokteran pun telah sampai pada suatu kesimpulan, bahwa obat mujarab untuk mengobati penyakit "galau" ini ialah bermuara kepada keimanan.

William James, seorang profesor ilmu jiwa di Universitas Harvard Amerika, mengatakan bahwa obat yang paling ampuh terhadap penyakit
"galau" tidak lain adalah keimanan.

Demikian juga Dr Karl Young, seorang dokter ternama bidang kejiwaan pernah mengatakan, “Sesungguhnya setiap orang sakit yang meminta kepada saya sejak 30 tahun lalu, yang berasal dari seluruh pelosok dunia, rata-rata penyebab sakit mereka adalah karena goyahnya akidah. Mereka tidak akan pernah sembuh, kecuali setelah berusaha mengoptimalkan kembali keimanan mereka yang telah hilang tersebut.”

Demikianlah fakta ilmiah yang berhasil disimpulkan oleh para pakar dan ilmuwan yang pada hakikatnya mempamerkan bukti kemukjizatan Alquran yang sudah lebih dulu menyatakan tentang urgensi iman kepada Allah SWT dalam segala aspek kehidupan manusia, termasuk fungsinya sebagai obat  untuk mengatasi
"galau" dan ganguan jiwa.
 

Dalam AlQuran pertengahan surah al-Ma’arij ditegaskan, bahwa sesungguhnya manusia itu diciptakan bersifat "galau" lagi keluh kesah, kecuali sembilan golongan, yaitu orang-orang yang melaksanakan shalat, orang-orang yang terhadap hartanya telah disediakan bagian tertentu (zakat) atau hak yang telah ditetapkan untuk orang-orang miskin, baik yang meminta atau pun yang tidak meminta, orang-orang yang meyakini hari kiamat, orang-orang yang takut terhadap azab Allah, orang-orang yang memelihara kemaluannya dari perbuatan keji, orang-orang yang mampu menjaga dan menunaikan amanat dan janji-janjinya, orang-orang yang memberikan kesaksiannya dan orang-orang yang memelihara shalatnya. Mereka itulah golongan penghuni surga lagi dimuliakan. (QS. Al-Ma’arij[70]:19-35).

Hakikatnya hidup ini merupakan rangkaian proses belajar dan menempa diri agar menjadi lebih baik senantiasa. Sungguh, begitu banyak hal dapat disajikan dari perjalanan detik demi detik kehidupan kita. Hal-hal yang kita rasakan, kita lihat, kita dengar, kita keluarkan melalui lisan, semuanya bisa menjadi sesuatu yang sarat makna dan dapat memperkaya khazanah pengalaman kita untuk selanjutnya dijadikan modal bagi proses perbaikan diri, jika kita mau tentunya.

Setidaknya penjelasan ini dapat diinterpretasikan sebagai referensi ‘walau hanya secuil’ demi perbaikan terhadap umat yang "galau", dan sebagai masyarakat ilmiah yang berbudaya, alangkah baiknya jika kita saling menitipkan diri demi sebuah harapan dan kepedulian kepada generasi muda. Wallahu a’lam bishshawab.
 
Sumber:
1. https://www.deherba.com/obat-galau-yang-patut-dico...
2. https://id-id.facebook.com/.../posts/439371619419339
3. www.konsultasisyariah.com/cara-mengatasi-galau-me...
4. www.republika.co.id › Khazanah › Hikmah
5. https://achmadfirdaus.wordpress.com/.../obat-galau-da..
6. laely.widjajati.facebook/Ad-a-description......
7. laely.widjajati.facebook/Ad-a-description II......
8. laely.widjajati.facebook/Mensucikan-diri......

Sabtu, 20 Desember 2014

"MENJAGA HATI, PIKIRAN DAN LISAN"

"Allah telah memberikan kita akal, "pikiran" dan "hati", agar kita dapat memanfaatkan semua yang DIA berikan kepada kita dengan cara mentafakkurkan setiap kejadian-kejadian yang datang pada kehidupan kita..,


Lalu kita "pikir"kan semua hikmah yang terkandung di dalam`Nya dan kita pelajari tanda-tanda yang hadir di bumi`Nya ini agar kita bisa menyelaraskan kepentingan mana yang seharusnya kita utamakan terlebih dahulu demi kemuliaan kita di mata Allah..

Belajarlah lebih bersabar, lebih ikhlas, lebih bijak dan lebih arief dalam menilai sesuatu perkara yang ada di hadapan kita..

Sebab penilaian yang didasari akal nafsu yang tak jernih akan mengakibatkan "hati" menjadi gelap dan tak murni dalam menilai sesuai yang lahir dalam setiap perkara yang hadir..

"Lisan" merupakan bagian tubuh yang paling banyak digunakan dalam keseharian kita. Sebagian besar – atau bahkan hampir semua – aktivitas komunikasi kita menggunakan "Lisan". Sebuah pepatah yang terkenal mengatakan, mulutmu adalah harimaumu. Namun, ada pula yang menimpali, mulutmu adalah mutiaramu, mulutmu adalah emasmu, dan seterusnya. Artinya, "Lisan" kita berpotensi untuk mendatangkan keburukan maupun kebaikan. Oleh karena itu, sangat penting untuk "menjaga lisan" kita. Apakah banyak kebaikannya dengan menyampaikan yang benar atau malah terjerumus ke dalam dosa dan maksiat. 
 Pada berbagai pertemuan, formal maupun obrolan biasa sehari-hari, seringkali kita mendapati pembicaraan berupa gunjingan (ghibah), mengadu domba (namimah) atau maksiat lainnya. Padahal, Allah SWT melarang hal tersebut. Allah SWT menggambarkan ghibah sebagai sesuatu yang amat kotor dan menjijikkan. Allah berfirman, ”Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Apakah salah seorang di antara kamu suka memakan daging saudaranya yang sudah mati?Maka tentulah kamu merasa jijik dengannya.” (QS. Al-Hujuraat [49]: 12).
Nabi SAW telah menerangkan makna ghibah (menggunjing) melalui sabda beliau, yang artinya: “Tahukah kalian apakah ghibah itu?” Mereka menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui” Beliau bersabda: “Engkau mengabarkan tentang saudaramu dengan sesuatu yang dibencinya.” Beliau ditanya, “Bagaimana jika yang aku katakan itu memang terdapat pada saudaraku?” Beliau menjawab, “Jika apa yang kamu katakan terdapat pada saudaramu, maka engkau telah menggunjingnya (melakukan ghibah) dan jika
ia tidak terdapat padanya maka engkau telah berdusta atasnya.” (HR. Muslim). 
Apapun yang terdapat pada diri seorang muslim, baik tentang agama, kekayaan, akhlak, atau bentuk lahiriyahnya, sedang ia tidak suka jika hal itu disebutkan, dengan membeberkan aib, menirukan tingkah laku atau gerak tertentu dari orang yang dipergunjingkan dengan maksud mengolok-ngolok. Banyak orang meremehkan masalah ghibah, padahal dalam pandangan Allah, ghibah adalah sesuatu yang keji dan kotor. Rasulullah SAW bersabda: “Riba itu ada tujuh puluh dua pintu, yang paling ringan daripadanya sama dengan seorang laki-laki yang menyetubuhi ibunya (sendiri), dan riba yang paling berat adalah pergunjingan seorang laki-laki atas kehormatan saudaranya.” (As-Silsilah As-Shahihah, 1871).
Bagi seseorang yang kebetulan hadir dalam majelis yang penuh dengan pergunjingan terhadap orang lain, maka dia amat sangat dianjurkan untuk mencegah kemungkaran dan membela saudaranya yang dipergunjingkan. Nabi SAW sangat menganjurkan hal itu, sebagaimana dalam sabdanya: “Barangsiapa membela (ghibah atas) kehormatan saudaranya, niscaya pada hari kiamat Allah akan menghindarkan api Neraka dari wajahnya.” (HR. Ahmad).


 Satu lagi bentuk amal "Lisan" yang bisa mendatangkan keburukan adalah namimah (mengadu domba). Mengadukan ucapan seseorang kepada orang lain dengan tujuan merusak hubungan di antara keduanya adalah salah satu faktor yang menyebabkan terputusnya ikatan, serta menyulut api kebencian dan permusuhan. Allah SWT mencela pelaku perbuatan tersebut. Firman Allah SWT dalam Alquran: “Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina, yang banyak mencela, yang kesana kemari menghambur fitnah.” (QS. Al-Qalam [68]: 10-11).

Rasulullah SAW mempertegas ayat di atas dengan sabdanya: “Tidak akan masuk surga al-qattat (tukang adu domba).” (HR. Bukhari).
  
Ibnu Atsir mengatakan, “Al-Qattat adalah orang yang menguping (mencuri dengar pembicaraan), tanpa sepengetahuan mereka, lalu ia membawa pembicaraan tersebut kepada orang lain dengan tujuan mengadu domba.” (An-Nihayah 4/11).
Oleh karena itu ada beberapa hal penting yang perlu kita perhatikan dalam menjaga "Lisan"
Pertama,  hendaknya pembicaraan kita selalu diarahkan ke dalam kebaikan. Allah SWT berfirman, “Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisik-bisikan mereka, kecuali bisik-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia.” (QS. An-Nisa [4]: 114)
  
Kedua, tidak membicarakan sesuatu yang tidak berguna bagi diri kita maupun orang lain yang akan mendengarkan. Rasulullah SAW bersabda: “Termasuk kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak berguna.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)
Ketiga, tidak membicarakan semua yang kita dengar. Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Cukuplah menjadi suatu dosa bagi seseorang yaitu apabila ia membicarakan semua apa yang telah ia dengar.” (HR. Muslim)
  
Keempat, tenang dalam berbicara dan tidak tergesa-gesa. Aisyah r.a. berkata, “Sesungguhnya Nabi SAW apabila membicarakan suatu hal, dan ada orang yang mau menghitungnya, niscaya ia dapat menghitungnya” (HR. Bukhari-Muslim).
"Menjaga Hati"

"Menjaga lisan" sesungguhnya merupakan salah satu upaya "menjaga hati". Benar bahwa apa yang diucapkan adalah representasi dari apa yang ada dalam "hati" dan "pikiran". Namun, ketika Anda melakukan ghibah dan namimah, maka sesungguhnya Anda telah menanamkan dan memupuk kebencian terhadap orang lain dalam "hati" dan otak Anda. Semakin sering Anda meliarkan "lisan" Anda, semakin besar pula kebencian dalam "hati" Anda. Lebih lanjut – secara psikologis – Anda akan selalu terbawa emosi, kehilangan rasionalitas, dan selalu dalam kondisi tertekan. Sebaliknya, ketika Anda berusaha untuk tidak melakukan ghibah atau namimah, maka "hati" Anda akan tertata. Benih-benih kebencian dan amarah sedikit demi sedikit akan menghilang. Keuntungannya, rasionalitas Anda akan terjaga, dan emosi Anda akan stabil. Pada akhirnya, Anda akan dapat menjalankan aktivitas dengan baik.

Nabi SAW bersabda:
"Wahai orang-orang yang beriman dengan "lisan"nya dan belum beriman dengan "hati"nya, janganlah kalian menyakiti kaum muslimin, dan janganlah kalian mencari-cari kekurangan-kekurangan mereka, karena sesungguhnya barangsiapa mencari-cari kekurangan-kekurangan mereka maka kelak Allah akan menyingkapkan kekurangan dia (di akhirat) maka Dia akan membiarkan orang lain tahu aibnya, meskipun di dalam rumahnya."
(H.R.Tirmidzi (Tuhfatul Ahwadzi juz 6/180), dishahihkan oleh Syaikh Nashiruddin Al-Albani dalam Shahih Al-Jami'us Shaghir no.7985 dan shahih Tirmidzi no.1655.) 
  
Muslim yang paling baik adalah, “Seseorang yang membuat muslim lainnya selamat dari gangguan "lisan" dan tangannya” (HR Muslim).  Mereka "menjaga lisan"nya dari segala ucapan yang bisa menyakiti "hati" orang. 
Semoga Allah SWT senantiasa "menjaga" diri kita, sehingga diri kita senantiasa berada dalam kebaikan. Amiin.

Sumber:
1. https://id-id.facebook.com/...lisan...hati.../1015038961...
2. alrasikh.uii.ac.id/2007/02/.../menjaga-lisan-menjaga-h...
3. haidarkhotir.blogspot.com/2014/03/menjaga-hati.html
4. laely.widjajati.facebook/back-to-nature.....
5. laely.widjajati.facebook/The-Red-Island....
6. laely.widjajati.facebook/Nyantai-Pagi....


MusicPlaylistView Profile