Jumat, 14 Maret 2014

"BACAAN SHALAT BERDASARKAN PUTUSAN TARJIH MUHAMMADIYAH"

"Shalat" merupakan ibadah yang pertama kali yang bakal dihisab diakhirat nanti". 



Ibadah "Shalat" sudah ada tuntunannya dari Rasulullah SAW, baik dari segi gerakan maupun "bacaan"nya. Bagaimana kita bisa tahu seperti apa gerakan maupun "bacaan shalat" yang dicontohkan Nabi? Kita bisa tahu dari hadist-hadist beliau yang diriwayatkan oleh sahabat-sahabat maupun istri beliau. Oleh karena "Shalat" ini sudah ada tuntunannya, maka kita sebagai umatnya tentu ibadah "Shalat" yang kita lakukan juga harus sesuai dengan yang dicontohkan beliau baik gerakan maupun "bacaan"nya.

Nah, pada postingan kali ini, akan mengutip "bacaan shalat" yang telah diputuskan oleh Majelis "Tarjih" dan Tajdid "Muhammadiyah". Sebagaimana kita ketahui, "Muhammadiyah" hanya memilih hadist-hadist yang Shahih atau yang kuat terutama dalam masalah ibadah termasuk dalam ibadah
"Shalat" ini. Disamping itu "Muhammadiyah" juga tidak taklid terhadap satu mahzab saja, sehingga terkadang "Muhammadiyah" mempunyai pendapat yang sama dengan mahzab Syafi’i, terkadang Maliki, Hanafi maupun mahzab Hambali. Berbeda dengan umat islam di Indonesia umumnya yang hanya berpegang dan terpaku pada mahzab Syafi’i saja. Semoga postingan "bacaan shalat" ini bermanfaat bagi kita semua terutama warga maupun simpatisan "Muhammadiyah".

Do’a Iftitah

اَللّهُمَّ باَعِدْ بَيْنِى وَبَيْنَ خَطَاياَيَ كَمَا باَعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ
اَللّهُمَّ نَقِّنِى مِنَ الْخَطَاياَ كَماَ يُنَقَّى الثَّوْبُ اْلأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ
اَللّهُمَّ اغْسِلْ خَطَاياَيَ باِلْماَءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ.

Allaahumma baa’id bainii wabainaa khotoo yaa ya kamaa baa ‘adta bainal masyriqi wal maghrib.
Allaahumma naqqinii minal khotoo yaa kamaa yunaqqots tsaubul abyadhuu minaddanas.
Allaahummaghsil khotoo yaa ya bil maa i wats tsalji walbarod.

Artinya : “Ya Allah, jauhkanlah antara diriku dan di antara kesalahan-kesalahanku sebagaimana Engkau jauhkan antara timur dan barat.
Ya Allah, bersihkanlah aku dari kesalahan sebagaimana dibersihkannya kain putih dari kotoran.
Ya Allah, cucilah kesalahan-kesalahanku dengan air, salju dan embun.”

"Bacaan" Ruku’/Sujud

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

Subhaanaka allaahuma robbanaa wabihamdika allaahumaghfirlii.

Artinya: “Segala puji bagi-Mu, Ya Allah Tuhan kami, dan dengan memuji-Mu ya Allah ampunilah aku”.

Do’a I’tidal

رَبَّنَا وَلَكَ اْلحَمْدُ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ

Robbanaa walakalhamdu hamdan katsiiran thayyiban mubaarokan fiihi.

Artinya : “Ya Tuhan kami, (hanya) untukMu lah (segala) pujian yang banyak, baik, dan diberkahi padanya ”.

Do’a Duduk Diantara Dua Sujud

اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى وَارْحَمْنِى وَاجْبُرْنِى وَاهْدِنِى وَارْزُقْنِى

Allaahummaghfirlii warhamnii wajburnii wahdinii warzuqnii.

Artinya : “Ya Allah ampunilah aku, kasihanilah aku, cukupilah aku, tunjukilah aku, dan berilah rizki
untukku”.

Do’a Tasyahud

اَلتَّحِيَّاتُ لِلّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّباَتُ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهاَ النَّبِيُّ
وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْناَ وَعَلَى عِباَدِاللهِ الصَّالِحِيْنَ.
أَشْهَدُ اَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهِ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

Attahiyyaatu lillaahi washsholawaatu waththoyyibaat. Assalaamu ‘alaika ayyuhannabiyyu warohmatullaahi wabarokaatuh. Assalaamu’alainaa wa’ala ‘ibaadillaahi shshoolihiin. Asyhadu anlaa ilaaha illallaah waasyhadu annamuhammadan ‘abduhu warosuuluh.


Artinya : “Segala kehormatan, kebahagiaan dan kebagusan adalah kepunyaan Allah, Semoga keselamatan bagi Engkau, ya Nabi Muhammad, beserta rahmat dan kebahagiaan Allah. Mudah-mudahan keselamatan juga bagi kita sekalian dan hamba-hamba Allah yang baik-baik. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu hamba Allah dan utusan-Nya”.

Do’a Shalawat Kepada Nabi

اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى الِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَالِ إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَالِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَالِ إِبْرَاهِيْمَ. إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
Allaahumma sholli ‘alaa Muhammad wa’alaa aali Muhammad. Kamaa shollaita ‘alaa ibroohiim wa aali ibroohiim. Wabaarik ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad. Kamaa baarokta ‘alaa ibroohiim wa aali ibroohiim. Innaka hamiidummajiid.

Artinya : “Ya Allah, limpahkanlah kemurahan-Mu kepada Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Kau telah limpahkan kepada Ibrahim dan keluarganya, berkahilah Muhammad dan keluarganya sebagaimana Kau telah berkahi Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau yang Maha Terpuji dan Maha Mulia”.

Do'a Sesudah Tasyahud Awal

اللَّهُمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْماً كَثِيراً وَلاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ. فَاغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ وَارْحَمْنِي، إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Allahumma innii dzolamtu nafsii dzulman katsiiro, wa laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta faghfir lii maghfirotan min 'indika warhamnii, innaka antal ghofuurur rohiim.

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku telah menzalimi diriku dengan kezaliman yang banyak. Tiada sesiapa yang dapat mengampunkan dosa-dosa melainkan Engkau, maka ampunilah bagiku dengan keampunan dariapda-Mu dan rahmatilah aku. Sesungguhnya Engkau maha pengampun lagi maha penyayang."

Do’a Sesudah Tasyahud Akhir

اَللّهُمَّ إِنِّى أَعُوْذُبِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ, وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ, وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْياَ وَالْمَمَاتِ, وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ

Allaahumma innii a’uudzubika min ‘adzaabi jahannam. Wamin ‘adzaabil qobri. Wamin fitnatil mahyaa walmamaati. Wamin syarri fitnatil masiihiddadjaal.


Artinya : “Ya Allah aku berlindung kepada Engkau dari siksa jahannam dan siksa kubur, begitu juga dari fitnah hidup dan mati, serta dari jahatnya fitnah dajjal (pengembara yang dusta)”.

Salam

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Assalaamua’alaikum warohmatullaahi wabarokaatuh.

Artinya : “ Berbahagialah kamu sekalian dengan rahmat dan berkah Allah”.


Sumber:
1. infopentingterkini.blogspot.com/.../bacaan-sholat-seca...
2. laely.widjajati.photos.facebook/Add-a-description-1 
3. laely.widjajati.photos.facebook/Add-a-description-2 
4.laely.widjajati.photos.facebook/Nyantai.—with Banda Go Trilyuner at Pantai

Minggu, 23 Februari 2014

"TIPS CANTIK DAN CERDAS ALA MUSLIMAH"

"Setiap wanita adalah "cantik". Dia terlahir indah dan telah menjadi fitrahnya untuk mencintai keindahan".

 
Wanitapun juga suka melakukan banyak hal agar pesona ke"cantik"annya semakin terpancar. 


"Muslimah", engkau adalah perhiasan dunia..
bagaikan mutiara di samudera luas..
aurat terjaga, akhlak bak mutiara..
seindah-indah hiasan dunia..

Wah, kalo bicara soal
"Muslimah", kayaknya gak ada habisnya deh.. 

"Muslimah", diamnya saja "cantik" dengan ia menjaga aurat dan akhlaknya. Tapi agar ke"cantik"an itu terjaga, ada beberapa "tips" untuk kamu ukhti "Muslimah":
 
1. Agar wajah selalu segar, berseri-seri dan "cantik":
Cuci muka minimal 5 kali sehari, yaitu dengan air wudhu. Jangan langsung dikeringkan oleh handuk, biarkan menetes dan kering sendiri. Lalu ambillah sajadah, shalat, berdzikir, dan berdo’a.

2. Untuk menghilangkan stress (salah satu penyebab kerut di wajah) :
Perbanyaklah ‘olah raga’. Jika tidak ada waktu untuk pergi ke studio fitness, spot-gym, dan lain-lain. Cukup dengan memperbanyak sholat. Dengan sholat berarti kita menggerakan seluruh tubuh. Konsultasikan semua keluh kesah kita pada Zat Yang Maha Tahu -Allah SWT dengan dzikir dan do’a-.

3. Untuk pelembab, agar awet muda:
Gunakanlah senyum. Tidak hanya di bibir tapi di hati juga. Katakan pada diri sendiri, kamu adalah "cantik" dan tidak memerlukan segala macam operasi plastik. Tidak lupa membisikan ‘kata kunci’ setiap bercermin: 

“Allahuma kamma hassanta khalgii fahassin khulqii” (Ya Allah sebagaimana engkau telah memperindah kejadianku, maka perindah pula ahlaq ku). (HR Ahmad).

4. Untuk mendapatkan bibir "cantik":
Bisikan kalimat-kalimat Allah, tidak berkata bohong, atau menyakiti hati orang lain, tidak dipakai menyombongkan diri atau takabur.

5. Agar tubuh langsing:
Lakukan diet yang teratur yaitu dengan berpuasa seminggu 2 kali, Senin dan Kamis. Jika kuat, lebih bagus lagi berpuasa seperti Nabi Daud AS. Makanlah makanan halal, perbanyak sayuran, buah-buahan, air putih.

6. Untuk mengembangkan diri:
Sebarkan salam dan sapaan. Dengan demikian kita akan banyak dikenal dan disayangi.

Wanitapun juga suka melakukan banyak hal agar pesona ke"cantik"annya semakin terpancar.

Namun tahukah kita jika betapapun tingginya nilai ke
"cantik"an itu, tetap akan terasa hambar jika sebuah ke"cerdas"an tidak diusahakan untuk dimilikinya? Ketika seorang wanita tidak "cerdas" mendidik hatinya, maka siapapun pasti akan tahu bahwa tiada lagi ke"cantik"an akhlak atasnya.

Ketika wanita tidak
"cerdas" dalam berinteraksi dengan sesamanya, maka ke"cantik"an tentang jati dirinya seakan diragukan oleh makhluk di sekelilingnya.

Ketika ke"cerdas"an itu tidak dia hadirkan dalam caranya berdialog atau berbicara, maka ke"cantik"an juga dengan mudah lenyap dari dirinya, yang kemudian berganti dengan julukan penggosip dan atau perempuan kasar.

Ketika ke"cerdas"an juga tidak ada dalam caranya berperilaku dalam kesehariannya, maka tidak akan ada pula ke"cantik"an yang terpancar atas predikatnya sebagai seorang wanita.

Sungguh, Ke
"cerdas"an tak hanya melulu dilihat dari kuatnya daya ingatnya atas sesuatu, atau hanya tercetak dalam lembaran catatan akademis, tapi lebih pada kesadaran wanita itu sendiri untuk menampilkan dirinya sebagai wanita dengan segenap nalurinya yang memang indah dan pantas untuk dihormati.

Begitupun halnya dengan sebuah ke"cantik"an.  Ke
"cantik"an yang utama tidaklah hanya terbatas pada bagaimana caranya seorang wanita memoles muka, menuturkan bahasa dan atau menempatkan diri dalam pergaulannya.

Namun ke
"cantik"an yang sesungguhnya terletak dalam "cerdas"nya dia menjaga diri dan kehormatannya. Yaitu, ketika seorang wanita "cerdas" dalam menata dirinya sesuai dengan aturan Allah SWT.

Jika hal tersebut dipenuhinya, maka ke
"cantik"an yang ada padanya tidak akan menjadi santapan liar laki- laki yang hanya melihat wanita tersebut dengan nafsu. Atau dengan kata lain wanita tersebut tidak akan hanya dibutuhkan oleh lelaki sebagai obyek yang hanya dilihat, dipikat, disikat, lalu ditinggal minggat, tetapi benar-benar punya kelas dan partner handal untuk diajak berdebat.

Jadi, ke
"cantik"an dan ke"cerdas"an bukanlah dua sisi yang harus dipilih namun harus digabungkan. Hal ini karena jika dua pesona itu bergabung dalam diri wanita, tentu saja hal itu akan menjadikan makhluk indah bernama wanita, terlihat semakin indah.

Memang, di dunia ini tidak ada kata sempurna, pun demikian halnya dengan kepemilikan sebuah ke
"cerdas"an dan keindahan dalam diri wanita.  Namun percayalah, bahwa wanita yang mengusahakan agar ke"cerdas"an dan ke"cantik"an itu selalu ada dalam dirinya, tentu saja akan memiliki nilai lebih, dan akan nyaris mendekati sempurna. 

Nah.... itu tadi beberapa "tips" tentang ke"cantik"an dan ke"cerdas"an "Muslimah".......
Semoga bermanfaat dan berhasil ya, Insya'Allah......

Sumber:
1. muslimahzone.com › Tips‎/6-Tips-Cantik-ala-Muslimah
2. vierhuzz.blogspot.com/.../tips-cantik-untuk-muslimah....
3. juliahikmah.blogspot.com/.../tips-menjadi-wanita-musl...
4. laely.widjajati.photos.facebook/Add-a-description-1.....
5. laely.widjajati.photos.facebook/Add-a-description-2.....
6.laely.widjajati.photos.facebook/Nyantai(31012014)-at-Seririt,-Singaraja,Bali.
7. laely.widjajati.photos.facebook/Bandar-Udara-Lombok-(18012014).....
8. laely.widjajati.photos.facebook/Memory-Royal-Ambarukmo-Hotel Yogyaka.. 

Sabtu, 22 Februari 2014

"MEMBENTAK DAPAT MEMBUNUH SEL OTAK ANAK"

"Tahukan Anda di dalam setiap kepala seorang "anak" terdapat lebih dari 10 trilyun "sel otak" yang siap tumbuh".  

 
Satu bentakan atau makian mampu membunuh lebih dari 1 milyar "sel otak" saat itu juga. Satu cubitan atau pukulan mampu membunuh lebih dari 10 milyar "sel otak" saat itu juga.

Sebaliknya 1 pujian atau pelukan akan membangun kecerdasan lebih dari 10 trilyun
"sel otak" saat itu juga."

Dari beberapa artikel dan penelitian disebutkan bahwa, satu bentakan merusak milyaran "sel"-"sel otak anak" kita. Hasil penelitian Lise Gliot, berkesimpulan pada
"anak" yg masih dalam pertumbuhan "otak"nya yakni pada masa golden age (2-3 tahun pertama kehidupan, red), suara keras dan membentak yang keluar dari orang tua dapat menggugurkan "sel otak" yang sedang tumbuh.

Sedangkan pada saat ibu sedang memberikan belaian lembut sambil menyusui, rangkaian "otak" terbentuk indah.

Penelitian Lise Gliot ini sendiri dilakukan sendiri pada
"anak"nya dengan memasang kabel perekam otak yang dihubungkan dengan sebuah monitor komputer sehingga bisa melihat setiap perubahan yang terjadi dalam perkembangan "otak anak"nya.

“Hasilnya luar biasa, saat menyusui terbentuk rangkaian indah, namun saat ia terkejut dan sedikit bersuara keras pada "anak"nya, rangkaian indah menggelembung seperti balon, lalu pecah berantakan dan terjadi perubahan warna. Ini baru teriakan,” ujarnya.

Dari hasil penelitian ini, jelas pengaruh marah terhadap
"anak" sangat mempengaruhi perkembangan "otak anak". Jika ini dilakukan secara tak terkendali, bukan tidak mungkin akan mengganggu struktur "otak anak" itu sendiri. “Makanya, kita harus berhati-hati dalam memarahi "anak"nya,” Tidak hanya itu, juga mengganggu fungsi organ penting dalam tubuh. Tak hanya "otak", tapi juga hati, jantung dan lainnya.

Teriakan dan bentakan menghasilkan gelombang suara. Ya, hampir semua orang mengetahui itu.


Yang belum banyak diketahui orang banyak adalah, bentakan yang disertai emosi seperti marah menghasilkan suatu gelombang baru.

Emosi negatif seperti marah mempunyai gelombang khusus yang merupakan gelombang yang dipancarkan dari
"otak".

Gelombang ini dapat bergabung dengan gelombang suara orang yang berteriak. Nah, gabungan gelombang suara dan gelombang emosi marah ini menghasilkan gelombang ketiga dengan efek yang khusus.


Efek dari gelombang ketiga ini adalah sifat destruktifnya terhadap "sel"-"sel otak" orang yang dituju. Dalam satu kali bentakan saja, sejumlah "sel"-"sel otak" orang yang dijadikan target akan mengalami kerusakan saat dia terkena gelombang ini, baik bila dia mendengar suaranya atau pun tidak. Hal ini karena gelombang ketiga ini tetap merambat sebagaimana dia gelombang suara tapi langsung ditangkap oleh "otak" sebagaimana gelombang "otak". Efek kerusakan pada "sel"-"sel otak" akan lebih besar pada "anak"-"anak" yang jadi sasaran bentakan ini.

Pada remaja dan orang dewasa mengalami kerusakan yang tidak sebesar
"anak"-"anak" tapi tetap terjadi kerusakan.

Efek jangka panjangnya dapat dilihat pada orang-orang yang sering mengalami bentakan di masa lalu. Mereka lebih banyak melamun serta termasuk lambat dalam memahami sesuatu. Orang-
"anak" ini biasanya mudah meluapkan emosi negatif seperti marah, panik atau sedih.  Mereka biasanya sering mngalami stress hingga depresi dalam hidup, karena kesulitan memahami pola-pola masalah yang mereka hadapi.

Semuanya akibat dari "sel"-
"sel otak"nya yang aktif lebih sedikit dari yang seharusnya. Oleh karena itu, sebagai orang tua, pendidik, ataupun orang yang lebih tua dari 'mereka', sebaiknya memilih sikap yang lebih kreatif dalam menghadapi tingkah "anak" yang mungkin kurang baik. Sering orang tua bukan mencegah, mengarahkan dan membimbing sebelum kesalahan terjadi. Seharusnya orang tua mempertimbangkan tingkat perkembangan kejiwaan "anak", sebelum membuat aturan. Jangan menyamakan "anak" dengan orang dewasa. Orang tua hendaknya menyadari bahwa dunia "anak" jauh berbeda dengan orang dewasa. Jadi, ketika menetapkan apakah perilaku "anak" dinilai salah atau benar, patuh atau melanggar, jangan pernah menggunakan tolok ukur orang dewasa.

Info dari Mailist Rekan Kami, semoga manfaat.
Dapatkan info menarik di www.pendidikankarakter.com

Yuk kita jadi orangtua dan guru yang ramah "anak" dan ramah "otak".

Silakan di share pada yang mau saling belajar dan memahami...dan hidup ini bukan kompotisi.Kita semua adalah Guru dan murid di bumi ini.

Sumber:
1. Komunitas HomeEducation MamaNina's photo....
2. laely.widjajati.photos.facebook/nyantai-dg-"Anak"-Lanang-(02022014)...
3. laely.widjajati.photos.facebook/Tour-(31012014)-at-Seririt,-Singaraja,-Bali.
4. laely.widjajati.photos.facebook/Tour-(31012014)-at-Pantai-Lovina-Bali....

Senin, 13 Januari 2014

"ARTI SEBUAH DESA"

"Desa", atau udik, menurut definisi "universal", adalah sebuah aglomerasi permukiman di area per"desa"an (rural). 



Di Indonesia, istilah "desa" adalah pembagian wilayah administratif di Indonesia di bawah kecamatan, yang dipimpin oleh Kepala "Desa". Sebuah  "desa"merupakan kumpulan dari beberapa unit pemukiman kecil yang disebut kampung (Banten, Jawa Barat) atau dusun (Yogyakarta) atau banjar (Bali) atau jorong (Sumatera Barat). 

Kepala "Desa" dapat disebut dengan nama lain misalnya Kepala Kampung atau Petinggi di Kalimantan Timur, Klebun di Madura, Pambakal di Kalimantan Selatan, Hukum Tua di Sulawesi Utara. Kepala "Desa" adalah pemimpin dari "Desa" di Indonesia. Kepala "Desa" merupakan pimpinan dari pemerintah "Desa". Masa jabatan Kepala "Desa" adalah 6 (enam) tahun, dan dapat diperpanjang lagi untuk satu kali masa jabatan berikutnya. Kepala "Desa" tidak bertanggung jawab kepada Camat, namun hanya dikoordinasikan saja oleh Camat. Jabatan Kepala "Desa" dapat disebut dengan nama lain, misalnya wali nagari (Sumatera Barat), pambakal (Kalimantan Selatan), hukum tua (Sulawesi Utara), perbekel (Bali), kuwu (Cirebon dan Indramayu).

Sejak diberlakukannya otonomi daerah Istilah "desa" dapat disebut dengan nama lain, misalnya di Sumatera Barat disebut dengan istilah nagari, di Aceh dengan istilah gampong, di Papua dan Kutai Barat, Kalimantan Timur disebut dengan istilah kampung. Begitu pula segala istilah dan institusi di "desa" dapat disebut dengan nama lain sesuai dengan karakteristik adat istiadat "desa" tersebut. Hal ini merupakan salah satu pengakuan dan penghormatan Pemerintah terhadap asal usul dan adat istiadat setempat.

Sedangkan menurut  Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2005 tentang "Desa", disebutkan bahwa "Desa" adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asal-usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. "Desa" bukanlah bawahan kecamatan, karena kecamatan merupakan bagian dari perangkat daerah kabupaten/kota, dan "Desa" bukan merupakan bagian dari perangkat daerah. Berbeda dengan Kelurahan, "Desa" memiliki hak mengatur wilayahnya lebih luas. Namun dalam perkembangannya, sebuah "Desa" dapat ditingkatkan statusnya menjadi kelurahan.

Kewenangan "Desa" adalah:



  • Menyelenggarakan urusan pemerintahan yang sudah ada berdasarkan hak asal usul "Desa";
  • Menyelenggarakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan kabupaten/kota yang diserahkan pengaturannya kepada "Desa", yakni urusan pemerintahan yang secara langsung dapat meningkatkan pelayanan masyarakat;
  • Tugas pembantuan dari Pemerintah, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kabupaten/Kota; dan
  • Urusan pemerintahan lainnya yang diserahkan kepada "Desa". 

 Pemerintahan "Desa": 

"Desa"memiliki pemerintahan sendiri. Pemerintahan "Desa" terdiri atas Pemerintah "Desa" yang meliputi Kepala "Desa" dan Perangkat "Desa", dan Badan Permusyawaratan "Desa" (BPD). Sebagaimana kita ketahui bahwa penyenlenggaraan pemerintahan urusan "Desa" akan selalu membutuhkan dana. Pada uraian berikut akan dijelaskan sumber dana yang ada untuk menunjang berbagai kegiatan di dalam pemerintahan "Desa". Dana atau keuangan yang digunakan sebagai berikut:


Keuangan "Desa"


Penyelenggaraan urusan pemerintahan "Desa" yang menjadi kewenangan "Desa" didanai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja "Desa" (APB "Desa"), bantuan pemerintah dan bantuan pemerintah daerah. Penyelenggaraan urusan pemerintah daerah yang diselenggarakan oleh pemerintah "Desa" didanai dari APBD. Penyelenggaraan urusan pemerintah yang diselenggarakan oleh pemerintah "Desa"


Sumber pendapatan "Desa" terdiri atas:

  • Pendapatan Asli "Desa", antara lain terdiri dari hasil usaha "Desa", hasil kekayaan "Desa" (seperti tanah kas "Desa", pasar "Desa", bangunan "Desa"), hasil swadaya dan partisipasi, hasil gotong royong
  • Bagi Hasil Pajak Daerah Kabupaten/Kota
  • Bagian dari Dana Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah
  • Bantuan keuangan dari Pemerintah, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kabupaten/Kota dalam rangka pelaksanaan urusan pemerintahan;
  • hibah dan sumbangan dari pihak ketiga yang tidak mengikat. 


APB "Desa" terdiri atas bagian Pendapatan "Desa", Belanja "Desa" dan Pembiayaan. Rancangan APB "Desa" dibahas dalam musyawarah perencanaan pembangunan "Desa". Kepala "Desa" bersama BPD menetapkan APB "Desa" setiap tahun dengan Peraturan "Desa".

Lembaga kemasyarakatan


Di "Desa" dapat dibentuk lembaga kemasyarakatan, yakni lembaga yang dibentuk oleh masyarakat sesuai dengan kebutuhan dan merupakan mitra pemerintah "Desa" dalam memberdayakan masyarakat. Lembaga kemasyarakatan ditetapkan dengan Peraturan "Desa". Salah satu fungsi lembaga kemasyarakatan adalah sebagai penampungan dan penyaluran aspirasi masyarakat dalam pembangunan. Hubungan kerja antara lembaga kemasyarakatan dengan Pemerintahan "Desa" bersifat kemitraan, konsultatif dan koordinatif.

Pembentukan "Desa"


"Desa"dibentuk atas prakarsa masyarakat dengan memperhatikan asal-usul "Desa" dan kondisi sosial budaya masyarakat setempat. Pembentukan "Desa" dapat berupa penggabungan beberapa "Desa", atau bagian "Desa" yang bersandingan, atau pemekaran dari satu "Desa" menjadi dua "Desa" atau lebih, atau pembentukan "Desa" di luar "Desa" yang telah ada.


"Desa" dapat diubah atau disesuaikan statusnya menjadi kelurahan berdasarkan prakarsa Pemerintah "Desa" bersama BPD dengan memperhatikan saran dan pendapat masyarakat setempat. "Desa" yang berubah menjadi Kelurahan, Lurah dan Perangkatnya diisi dari pegawai negeri sipil.


"Desa"yang berubah statusnya menjadi Kelurahan, kekayaannya menjadi kekayaan daerah dan dikelola oleh kelurahan yang bersangkutan untuk kepentingan masyarakat setempat.

Pembagian administratif


Dalam wilayah "Desa" dapat dibagi atas dusun, yang merupakan bagian wilayah kerja pemerintahan "Desa" dan ditetapkan dengan peraturan "Desa".

Macam-macam Pengertian "Desa"


"Desa"berasal dari kata Deshi dari bahasa Sansekerta, yang berarti tanah kelahiran atau tanah tumpah darah. "Desa" merupakan suatu bentuk kesatuan yang berada di luar kota. Pengertian "Desa" itu sendiri adalah unit pemusatan penduduk yang bercorak agraris dan terletak relative jauh dari kota. Sutarjo Kartohadikusumo mendefinisikan "Desa" sebagai suatu kesatuan hukum tempat tinggal suatu masyarakat yang berkuasa mengadakan pemerintahan sendiri.

Ciri-ciri "Desa" : 


Menurut Rouceck dan Warren, ciri-ciri masyarakat "Desa" sebagai berikut: 


1. Kelompok primer yang mata pencahariannya di kawasan tertentu  berperan besar. 

2. Komunikasi keluarga terjalin secara langsung, mendalam, dan informal.

3. Kelompok atau asosiasi dibentuk atas dasar faktor geografis
4. Hubungan lebih bersifat mendalam dan langgeng
5. Kehidupan sehari-hari ditandai dengan adanya keseragaman (homogenitas).
6. Keluarga lebih ditekankan fungsinya sebagai unit ekonomi.

Unsur-unsur "Desa" meliputi:


1. Daerah yang terdiri atas  tanah, lokasi, luas, dan batas geografis setempat.

2. Penduduk yang terdiri atas jumlah, pertambahan, kepadatan, persebaran, dan  struktur mata pencaharian  penduduk.     

3. Tata kehidupan yang meliputi semua pola pergaulan dan ikatan-ikatan pergaulan warga desa.

    
Struktur ruang "Desa"
 
Menurut Bintarto, faktor-faktor geografis yang mempengaruhi struktur keruangan pada masyarakat "Desa" meliputi:

1) Unsur lokasi, menyangkut letak fisiografis, ekonomis, dan cultural.

2) Unsur iklim, menyangkut ketinggian tempat yang berpengaruh terhadap temperatur.

3) Unsur air, menyangkut sumber-sumber air, distribusi, dan tata gunanya.

Kendala pembangunan "Desa"


Beberapa kendala yang berkaitan dengan pembangunan wilayah pe"Desa"an,yaitu:

1) Kurangnya sarana dan prasarana di pe"Desa"an.

2) Banyaknya pengangguran.

3) Kualitas gizi penduduk "Desa" yang rendah.

4) Aparatur "Desa" yang belum berfungsi dengan baik.

5) Lokasi "Desa" yang terisolisasi dan terpencar satu sama lain.

6) Keterampilan penduduk yang rendah.

7) Tingkat pendidikan yang rendah.

8) Tidak seimbangnya antara jumlah penduduk dengan luas wilayah pertanian.
  
Sumber:
1. id.wikipedia.org/wiki/Desa
2. www.ut.ac.id/html/suplemen/.../pengertian%20desa.ht...
3. id.wikipedia.org/wiki/Kepala_desa
4. laely.widjajati.facebook.photos/Persawwahan-Di-BLITAR - JAWA TIMUR.......
5. laely.widjajati.facebook.photos/LOMBOK.........TOMAT.............
6. laely.widjajati.facebook.photos/Mau-Bikin-Kripik-Pisang..........
7. laely.widjajati.facebook.photos/Jagoanku.....
8. laely.widjajati.facebook.photos/TANAH-AIRKU-YG-SUBUR-MAKMUR.....


MusicPlaylistView Profile