Sabtu, 12 Januari 2013

"RATNA MUTU MANIKAM DI SEPANJANG KHATULISTIWA"


"Dunia pariwisata Indonesia juga akan bisa dengan bangga menggunakan kata-kata .. untaian RATNA "MUTU MANIKAM" di sepanjang ekuator atau "khatulistiwa".



Negara   kita terdiri    dari pulau-pulau yang banyaknya mencapai ribuan, bukan  lima ribu    pulau, bahkan bukan pula sepuluh ribuan pulau tetapi lebih dari itu. Dengan perhitungan terakhir nanti terhitung setelah dua tahun sejak sekarang, mungkin akan mencapai angka hanya di bawah 14000 pulau. Meskipun demikian Indonesia, yang meliputi wilayah berdaulat NKRI, masih merupakan sebuah negara kepulauan yang terbesar di dunia dengan gugusan pulau-pulaunya yang seperti digambarkan oleh para sastrawan. Seperti untaian ratna "mutu manikam" di sepanjang "khatulistiwa" , itulah kata-kata para pujangga yangmemuja kepulauan Nusantara.

Yang tidak banyak diketaui orang adalah fakta: benar-benar suatu kenyataan bahwa panjang pantai-pantai di seluruh pulau-pulau Indonesia itu 54716 – (limapuluh empat ribu tujuh ratus enam belas kilometer) lebih panjang dari panjang "khatulistiwa" yang hanya: 40.075,035.535 – dibulatkan 40075 (empat puluh ribu tujuh puluh lima) kilometer.

Menteri beberapa Departemen sebaiknya adalah personil yang bisa memimpin dan menjabat dan senantiasa berpikiran dengan jiwa bahari dan kelautan. Yang hanya memikirkan daratan saja, sementara dipinggirkan dahulu untuk setengah abad. Dengan demikian maka anggaran menuju pembangunan wilayah kelautan dapat ditingkatkan dengan maksimum.

Sekarang sampailah kita meninjau keadaan kekuatan bahari kita, di lautan. Panjang pantai seluruh kepulauan Nusantara yang ada sama dengan 54716 kilometer, sedang China hanya mempunyai 14500 kilometer, India mempunyai 7000 kilometer dan Amerika Serikat mempunyai 19924 kilometer.

Keberagaman budaya Indonesia adalah "mutu manikam" yang memperkaya peradaban Nusantara. Komitmen sosial perihal kekuatan keberagaman sesungguhnya mengikat kita untuk merekat kembali kebhinekaan Indonesia yang semakin luntur. Kekuatan yang selama ini terbukti berhasil menyatukan kita sejak negeri multi etnik bernama Republik Indonesia ini didirikan, yang kemerdekaannya dikumandangkan Soekarno-Hatta pada 17 Agustus 1945, di suatu pagi di bulan Ramadhan yang cerah.

Indonesia dari ujung Barat hingga Timur, Utara hingga Selatan adalah rangkaian keindahan demi keindahan tersebut sehingga dikenal dengan nama Zamrud "Khatulistiwa". Bahkan dalam bukunya Max Havelaar, Multatuli menyebut Indonesia sebagai “untaian ratna "mutu manikam” karena keelokannya.

Membicarakan tentang kecantikan alam Indonesia memang tiada pernah ada habisnya. Dalam dunia bahari, Indonesia memiliki taman laut yang sangat indah seperti di Bunaken, Wakatobi, dan Raja Ampat yang  merupakan jantung kekayaan terumbu karang dunia. Kawasan Raja Ampat memiliki lebih dari 1.070 jenis spesies ikan, 600 jenis spesies terumbu karang, dan 66 jenis molusca. Sedangkan Kepulauan Karibia hanya memiliki tidak lebih dari 70 jenis terumbu karang (sumber: dunialaut.com). Bukankah itu sebuah fakta yang sangat mengagumkan? Karena itu tak heran Raja Ampat menjadi surga bagi para diver dan menjadi salah satu spot diving kelas dunia yang paling diminati. 

Selain Kawasan Raja Ampat, Indonesia juga memiliki Laut Sulawesi, tempat ditemukannya mahluk-mahluk laut yang belum ditemukan sebelumnya, termasuk ditemukannya ikan Coelacanth yang diduga sudah punah 65 juta tahun lalu. Sedangkan di Danau Kakaban, Perairan Berau, Kalimantan Timur terdapat ribuan ubur-ubur tanpa sengat, Martigias papua, sehingga Anda dapat merasakan sensasi berenang dengan ubur-ubur. Di dunia ini hanya ada dua habitat ubur-ubur tersebut, yakni di Indonesia dan Republik Palau di Samudra Pasifik.

Dari dunia bawah laut bergeser sedikit ke jajaran pantai yang membentengi kepulauan Nusantara. Indonesia memiliki pantai dengan karakter yang sangat beragam, mulai pantai dengan pasir putih, pasir coklat, pasir hitam, hingga pantai berpasir pink seperti di Pink Beach Pulau Komodo.  Selain pasir warna-warni, ombak di pesisir pantai Indonesia sangatlah beragam. Ada pantai yang sangat tenang tanpa ombak hingga terlihat seperti danau, atau pantai dengan 7 gulungan ombak setinggi hampir 6 meter sehingga dikenal dengan nama “The 7 Giant Waves Wonder”. Pantai yang menjadi surga para peselancar tersebut adalah Pantai Plengkung di Banyuwangi yang juga disebut dengan nama “G-land”.

Sebagai negara kepulauan, Indonesia jelas memiliki pulau-pulau yang sangat indah. Selain Bali yang telah mendunia dengan julukan “the island of paradise” pulau lain yang tak kalah mempesona adalah Pulau Lombok dengan tiga gilinya yang sangat terkenal, Pulau Moyo yang pernah dijadikan tempat berlibur Putri Diana dan Mick Jagger, hingga Pulau Rinca dan Pulau Komodo yang dikenal dengan “the largest living lizard in the world”.

Secara geografis, Indonesia terletak di lokasi yang sangat strategis, karena diapit oleh dua samudra dan dua benua. Sebagai negara kepulauan terluas di dunia, jika daratan dan perairannya digabungkan menjadi satu, maka  negeri ini akan seluas Amerika Serikat atau setara jarak antara London Hingga Moscow . Indonesia juga terletak tepat di pertemuan rangkaian gunung berapi aktif (ring of fire), karena itu negeri ini kaya akan gunung gemunung yang tegak menjulang dari Aceh hingga Papua, baik gunung berapi aktif maupun tidak. Pagi para pecinta alam, Indonesia adalah surganya gunung dengan berbagai tipe. Masing-masing gunung menawarkan pesona tersendiri, mulai dari Gunung Jayawijaya yang memiliki salju abadi, Gunung Merapi yang sangat aktif, Gunung Rinjani dengan Segara Anaknya, Gunung Bromo dengan sunrisenya yang magic dan pemandangan laksana di bulan, hingga Gunung Ijen yang dikenal dengan api birunya. 

Tidak hanya ratusan gunung yang tegak menjulang dengan gagah, sisa-sisa letusan gunung berapi pada masa lampau juga menyisakan kaldera yang kecantikannya masih bisa dinikmati hingga kini. Sebut saja Kaldera Dieng, Kaldera Tengger, serta Kaldera Toba yang merupakan kaldera raksasa. Sebelum menjadi danau yang cantik seperti sekarang ini, Toba memiliki kisah tersendiri. Gunung yang meletus sekitar 75.000 tahun lalu ini menghasilkan sekitar 2800 kilometer kubik abu ke atmosfer sehingga mempengaruhi iklim dunia. Saat itu Letusan Toba menyebabkan musim dingin vulkanik dengan penurunan suhu di dunia antara 3 – 15 derajat Celcius.
 

“Beri alasan kenapa kamu cinta negeri ini?” tanya sahabat saya pada suatu hari saat kami sedang berbincang tentang hal-hal random, mulai dari hidup, cinta, karir, hingga merembet ke rasa nasionalisme. Saya yang terbiasa dengan pemikirannya yang sedikit nyleneh serta pertanyaannya yang acapkali mengejutkan menjawab dengan singkat “Saya cinta Indonesia karena negeri ini cantiknya kebangetan”.  “Sesimpel itu?” tanyanya lagi. “Yapz! Nggak ada hal lain yang lebih reasonable dibanding itu.”

Ya, bagi saya hal tersebut sudah lebih cukup untuk dijadikan alasan mencintai Indonesia, sebuah negeri dengan begitu banyak keistimewaan yang telah Tuhan karuniakan. Mulai dari bentang alam yang elok rupawan, kekayaan alam yang melimpah, hingga SUKU BANGSA dan BUDAYA yang SANGAT BERAGAM. 

Selain alamnya yang sangat cantik, Indonesia juga kaya akan SUKU BANGSA dan BAHASA. Berdasarkan data dari BPS yang dilansir dari JPNN.COM pada tahun 2010 di Indonesia terdapat kurang lebih 1.128 SUKU BANGSA. Masing-masing suku memiliki budayanya sendiri yang adiluhung. Masyarakatnya pun memiliki penghidupan yang sangat beragam baik sebagai masyarakat agraris maupun maritim.


Ketangguhan pelaut Indonesia telah terbukti sejak dahulu. Jauh sebelum para pelaut Eropa berlayar mengarungi samudra dan Christopher Columbus menemukan benua Amerika, para pelaut dari kerajaan Mataram Kuno telah berlayar ke Tanjung Harapan, Afrika, hingga Madagascar. Pelayaran tersebut digambarkan dalam relief Candi Borobudur yang merupakan monumen Buddha termegah dan kompleks stupa terbesar dunia berdasarkan data dari UNESCO. Candi yang merupakan galeri mahakarya para pemahat pada abad ke – VIII ini pun pernah menjadi surga pagi para peziarah yang datang dari India, Kamboja, Tibet, dan China. Kini Candi Borobudur pun tetap menjadi salah satu landmark wisata Indonesia.
Ribuan pulau yang indah menguntai di "Khatulistiwa" adalah karunia Tuhan Yang Maha Esa kepada negeri ini, Indonesia. Keindahan alam nusantara, barisan pegunungan, danau, sungai yang meliuk melukisi dan pantai-pantai samudera yang menginspirasi. Hutan hujan yang tinggi menjulang dan sawah ladang yang padinya kuning membentang. Keindahan alam Indonesia. Dan keindahan kearifan lokal yang menjuntai bak "mutu manikam", yang dari setiapnya memancarkan pesona dari rasa mensyukuri karunia. Mewujud dalam keindahan SENI BUDAYA, sastra bertutur dengan lisan dan dengan bayang-bayang, gerak tari, busana tradisionil, batik dan kerajinan, prosesi tradisi, lantunan nada maupun keindahan bangunan khas negeri, candi dan arca. 

Melihat semua fakta-fakta di atas tak ada lagi alasan bagi saya untuk tidak mencintai negeri ini. Alasan saya mencintai Indonesia sangatlah sederhana dan praktis. Saya mencintai negeri ini karena mata dan jiwa saya terpuaskan oleh kecantikan alam dan BUDAYAnya, kemudian jejak itu tertinggal jelas di dalam hati. Dan saya bersyukur bisa terlahir di negeri secantik ini. Lantas, bagaimana dengan Anda? Apa alasan Anda mencintai negeri ini? 

Sumber:
2. www.antarafoto.com/artikel/v1264724762/manikam-khatulistiwa
3. wisata.kompasiana.com/.../indonesia-sepotong-surga-di-khatulistiwa-492584.html
4. www.bi.go.id/web/id/Ruang+Media/.../lomba_foto_hut_672012.htm
5. sen1budaya.blogspot.com

Jumat, 11 Januari 2013

"TANDA PENGENAL MANUSIA PADA SIDIK JARI"

"Setiap orang, termasuk mereka yang terlahir kembar identik, memiliki pola "sidik-jari" yang khas untuk diri mereka masing-masing, dan berbeda satu sama lain". 

 
Dengan kata lain, tanda "pengenal" manusia tertera pada ujung "jari" mereka. Sistem pengkodean ini dapat disamakan dengan sistem kode garis (barcode) sebagaimana yang digunakan saat ini.

Saat dikatakan dalam Al Qur'an bahwa adalah mudah bagi Allah untuk menghidupkan manusia setelah kematiannya, pernyataan tentang "sidik-jari" manusia secara khusus ditekankan:

"Apakah manusia mengira bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang-belulangnya? Ya, bahkan Kami mampu menyusun (kembali) ujung "jari"-"jari"nya dengan sempurna." (Al Qur'an, 75:3-4)

Penekanan pada "sidik-jari" memiliki makna sangat khusus. Ini dikarenakan "sidik-jari" setiap orang adalah khas bagi dirinya sendiri. Setiap orang yang hidup atau pernah hidup di dunia ini memiliki serangkaian "sidik-jari" yang unik dan berbeda dari orang lain.

Itulah mengapa "sidik-jari" dipakai sebagai kartu identitas yang sangat penting bagi pemiliknya dan digunakan untuk tujuan ini di seluruh penjuru dunia.

Akan tetapi, yang penting adalah bahwa keunikan "sidik-jari" ini baru ditemukan di akhir abad ke-19. Sebelumnya, orang menghargai "sidik-jari" sebagai lengkungan-lengkungan biasa tanpa makna khusus.

Namun dalam Al Qur'an, Allah merujuk kepada "sidik-jari", yang sedikitpun tak menarik perhatian orang waktu itu, dan mengarahkan perhatian kita pada arti penting "sidik-jari", yang baru mampu dipahami di zaman sekarang.
 

Penelitian terus dilakukan dan hasilnya adalah dengan analisa "sidik-jari" anda juga bisa mendapatkan analisa bakat, potensi dan keperibadian anak anda.

Setiap negara yang ada di dunia ini memiliki aturan-aturan tetap kelembagaan, diantaranya sebuah lembaga yang menangani aturan mengenai pengambilan "sidik-jari" bagi setiap orang yang ingin memasuki negara tertentu.

Maksud dari pengambilan "sidik-jari" tersebut adalah untuk mengenal ciri-ciri khusus setiap orang, yang mana ciri-ciri khusus tersebut dimiliki oleh setiap orang dan tidak seorang pun dalam masalah itu yang memiliki kesamaan secara persis dengan orang lain. Salah satu dari kekhususan tersebut adalah garis dan guratan ujung "jari" telunjuk masing-masing orang. Guratan itu menunjukkan gambaran bahwa garis tersebut tidak mengarah kepada "sidik-jari" orang lain.

Pengambilan "sidik-jari", dimulai dengan mewarnai ujung "jari" telunjuk dengan tinta warna hitam kemudian jari tersebut dilengketkan di atas kertas putih sampai "jari" telunjuk tersebut meninggalkan bekas, dan menunjukkan reflexinya di atas kertas. Kemudian gambar tersebut, disimpan dan dijadikan sebagai arsip. "Sidik-jari" setiap orang sangat bernilai dari sekian "sidik-jari" yang dimiliki orang lain dan masing-masing manusia memilki guratan atau garis khusus di ujung "jari" telunjuknya sendiri.

Tak ada seorangpun memiliki "sidik-jari" yang sama meskipun  mereka satu sama lainnya adalah kembar; apakah itu dua pribadi yang sama atau berbeda, apakah itu saudara laki-lakinya atau saudara perempuannya, ataukah dia seorang berkebangsaan Ethopia atau Roma, apakah dia seorang yang berkulit hitam ataukah berkulit putih, ataukah kuning dan merah, dan apakah dia anak-anak atau orang tua.

Orang-orang dahulu juga mempunyai "sidik-jari" yang berbeda-beda, orang-orang yang ada sekarang ini pun demikian, dan orang-orang yang akan datang juga akan demikian halnya. Dari hari pertama manusia menginjakkan kakinya di muka bumi ini dan tiba pada suatu saat manusia akan meninggalkan muka bumi, tak satupun dari dua manusia satu sama lainnya memiliki "sidik-jari" yang sama dan untuk selamanya akan demikian.

Rumus yang telah ditetapkan dalam gambar setiap dari "jari"-"jari" tersebut tidaklah satu macam rumus melainkan menggunakan berbagai macam rumus. Dibutuhkan pakar matematika yang handal dan komputer yang sangat canggih untuk menunjukkan gambar yang sama sekali tidak mengalami pengulangan dalam membedakan setiap "sidik-jari" sehingga tidak terjadi kesalahan. Di antara bermilyard-milyard "sidik-jari" manusia dalam ribuan tahun tidak satu pun orang yang mempunyai "sidik-jari" yang sama dengan "sidik-jari" orang lain.

Qudrat besar bagaimanakah yang mampu menemukan rumus yang rumit ini dari sekian banyaknya "sidik"-"sidik-jari" setelah ribuan tahun berlalu?! Fenomena yang demikian ini, apakah  selamanya dapat tercipta dengan sendirinya? Apakah akal dapat menerima bahwa sebuah materi yang tidak berakal dan tidak berilmu dengan sendirinya dapat melakukan pekerjaan yang dia sendiri tidak mengetahuinya? Itupun juga secara berangsur-angsur dan berulang, sama sekali tidak!

Jika anda mengira-ngira bahwa telunjuk seseorang memiliki jumlah garis sekitar lima puluh garis dan jumlah manusia sekarang ini berkisar satu milyard. Kemudian anda kalikan lima puluh milyard dengan jumlah manusia yang dahulu, maka berapakah hasil dari perkalian yang anda akan capai?

Jika usia manusia sepuluh ribu tahun dan dalam setiap seratus tahunnya kita temukan tiga priode generasi, maka seharusnya dikalikan antara lima puluh milyard dengan tiga ratus, dan hasilnya bisa mencapai lima belas ribu milyard dan jika jumlah janin yang telah gugur dan  anak-anak yang masih menyusu pada ibunya dan anak-anak yang masih belum mencapai pase produksi, kita jumlahkan pase ini dengan jumlah pase yang dahulu kemudian kita jumlahkan secara keseluruhan maka jumlahnya akan mencapai tiga puluh ribu milyard.

Dan jika sekiranya usia manusia yang akan datang sepuluh ribu tahun dan kita tambahkan dengan hasil perkalian "jari"-"jari" mereka, maka hasilnya adalah enam puluh ribu milyard. 

Sistem apakah yang dibutuhkan sehingga mampu mencetak enam puluh ribu milyard gambar yang berbeda-beda?

Terletak dimanakah sistem yang canggih ini? Apakah dia terletak di dalam rahim para ibu? Ataukah di punggung para ayah? Berapakah jumlah arsitek yang dibutuhkan? Dan berapa pula jumlah pekerja yang diinginkan? Dimanakah pertamakali dibuat dan dicetak "sidik-jari" manusia-manusia yang hidup di dunia ini? Dengan rumus dan sistem apakah yang digunakannya? 

Ciri-ciri setiap orang itu adalah sangat banyak bahkan ratusan. Jika kita tinjau jumlah mereka di antara kehidupan manusia-manusia, dan di antara anggota-anggota setiap specis dari  silsilah makhluk hidup, dan juga kita tinjau silsilah tumbuh-tumbuhan, maka seluruh kekuatan komputer dan kemampuan berpikir tidak akan sanggup menghitungnya, apatah lagi untuk  menciptakan mereka semuanya.

Padahal keadaan ini telah ribuan tahun berjalan dan jutaan bahkan milyaran anggota dari setiap specis dalam ribuan specis, tapi tidak sadikitpun terjadi kesalahan dan tidak satupun terdapat kesamaan di antara anggota-anggota masing-masing specis itu. Sedemikian hebatnya sistem penciptaan ini, qudrat yang tak terbatas, ilmu yang luas, dan hikmat yang tak terhingga. Anda dapat menyebut Dia sesuai yang Anda inginkan.

Sekarang, arah perkembangan
"sidik-jari" bukan hanya sebagai pengenal identitas namun juga mulai mengarah ke arah kondisi bakat,potensi dari masing-masing manusia. Setiap manusia adalah unik dan berbeda, begitupun soal potensi dan bakat yang ada padanya. Tiap manusia memiliki " alasan " kenapa dia ada disini di bumi ini sekarang. Anda tahu alasan anda sekarang ? Bisa jadi anda mulai berpikir. Berpikir adalah proses dari stimulus lingkungan anda.
 
Sumber:
1. www.keajaibanalquran.com/biology_10.html
2. fingerprint-madiun.blogspot.com/.../tanda-pengenal-manusia-ada-pada.html
 
3. situsangkakala.blogspot.com
4. laely.widjajati.photos.facebook.com/NARSIS-dulu-sm-MBAKKU...../
5. laely.widjajati.photos.facebook.com/Shared-Isna-Fitria-Agustina-photo/

"BAHAYA TIDUR LARUT MALAM"

"Dengan seringnya "tidur" larut "malam" , secara perlahan mengakibatkan kerusakan pada organ tubuh terutama pada hati".


"Tidur" larut "malam", sudah pasti menjadi suatu kebiasaan bagi manusia-manusia jaman sekarang. Terlebih lagi, jika anda bekerja sampai larut "malam", atau nge-browsing sampe larut "malam", ngeliat forum sampe larut "malam", main game sampai larut "malam", membuat tugas sampai larut "malam"....

Diantara hikmahnya, langsung "tidur" setelah shalat 'Isya' akan membuat seorang muslim akan bisa shalat "malam" dan bermunajat kepada Robbnya. Terlebih lagi, orang yang langsung "tidur" setelah shalat 'Isya' bermakna menutup amalnya di "malam" hari dengan shalat, yakni amal shalih ketaatan, bukan dengan perbuatan mubah yang sia-sia.

Jika obrolan/pembicaraan itu bernilai amal shalih dan manfaat, maka hal tersebut tidak mengapa. Dalil yang menunjukkan hal ini adalah riwayat yang menunjukkan bahwa Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ pernah begadang di rumah Abu bakar bersama umar untuk membicarakan urusan kaum muslimin. Ahmad meriwayatkan;

Dari Umar, dia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bermusyawarah se"malam"an dengan Abu Bakar tentang urusan kaum muslimin, dan aku bersamanya." (H.R. Ahmad)

BAHAYA "TIDUR" LARUT "MALAM"

Masalah kesehatan atau penyakit akan datang kapan saja yang diakibatkan oleh pola hidup yang tidak teratur, salah satunya adalah kebiasaan begadang. Dengan seringnya
"tidur" larut "malam" , secara perlahan mengakibatkan kerusakan pada organ tubuh terutama pada hati. Kalau "tidur" terlalu "malam", itu otomatis berdampak negatif terhadap tubuh. Hal ini bisa menyebabkan kanker hati. Tentu saja bukannya kita "tidur" larut "malam", langsung kita terkena kanker hati. Kanker hati ini berkembang sedikit demi sedikit, bahkan hampir tak berubah, tetapi kanker hati ini akan terus berkembang setiap kita "tidur" larut "malam". Hal ini sudah diteliti oleh doktor-doktor di Taiwan.

Penyebab utama kerusakan hati adalah :

1. "Tidur" terlalu "malam" dan bangun terlalu siang adalah penyebab paling utama
2. Tidak buang air di pagi hari
3. Pola makan yang tidak beraturan
4. Tidak makan pagi

5. Terlalu banyak mengkonsumsi obat-obatan
6. Terlalu banyak mengkonsumsi bahan pengawet, zat tambahan, zat pewarna, pemanis buatan
7. Minyak goreng yang tidak sehat

Dengan mengatur gaya hidup dan pola makanan sehari-hari. Perawatan dari pola makan dan kondisi waktu sangat diperlukan agar tubuh kita dapat melakukan penyerapan dan pembuangan zat-zat yang tidak berguna sesuai dengan jadwalnya

Siklus tubuh kita adalah sebagai berikut :

* "Malam" hari pk 21.00 – 23.00 : Adalah pembuangan zat-zat / beracun (de-toxin) di bagian sistem antibodi (kelenjar getah bening). Selama durasi waktu ini seharusnya dilalui dengan suasana tenang atau mendengarkan musik. Bila saat itu seorang ibu rumah tangga masih dalam kondisi yang tidak santai seperti misalnya mencuci piring atau mengawasi anak belajar, hal ini dapat berdampak negatif bagi kesehatan.

* "Malam" hari pk 23.00 – dini hari pk 01.00 : Saat proses de-toxin di bagian hati, harus berlangsung dalam kondisi
"tidur" pulas.

* Dini hari pk 01.00 – 03.00 : Proses de-toxin di bagian empedu, juga berlangsung dalam kondisi
"tidur".

* Dini hari pk 03.00 – 05.00 : De-toxin di bagian paru-paru. Sebab itu akan terjadi batuk yang hebat bagi penderita batuk selama durasi waktu ini. Karena proses pembersihan (de-toxin) telah mencapai saluran pernafasan, maka tak perlu minum obat batuk agar supaya tidak merintangi proses pembuangan kotoran.

* Pagi pk 05.00 – 07.00 : De-toxin di bagian usus besar, harus buang air di kamar kecil.

* Pagi pk 07.00 – 09.00 : Waktu penyerapan gizi makanan bagi usus kecil, harus makan pagi. Bagi orang yang sakit sebaiknya makan lebih pagi yaitu sebelum pk 6:30. Makan pagi sebelum pk 7:30 sangat baik bagi mereka yang ingin menjaga kesehatannya. Bagi mereka yang tidak makan pagi harap merubah kebiasaannya ini, bahkan masih lebih baik terlambat makan pagi hingga pk 9-10 daripada tidak makan sama sekali.

"Tidur" terlalu "malam" dan bangun terlalu siang akan mengacaukan proses pembuangan zat-zat tidak berguna. Selain itu, dari tengah "malam" hingga pukul 04.00 dini hari adalah waktu bagi sumsum tulang belakang untuk memproduksi darah.

Mungkin itulah salah satu faedah Rasul melarang berbincang-bincang setelah shalat isya selain susah untuk bangun "malam"/QL. juga akan merusak kesehatan kita... Mengikuti sunnah Rasul tidak merugikan kita, bahkan menguntungkan kita dunia akhirat... Semoga bermanfaat.. Insya Allah.. Wallahu a'lam bishshawwab.

RASULULLAH SAW TIDAK SUKA MENGOBROL SETELAH ISYA

Obrolan yang tidak disukai Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ adalah obrolan mubah yang tidak ada kebaikan bagi orang yang mengucapkannya. Adapun jika obrolan itu bernilai kebaikan seperti membicarakan urusan kemaslahan kaum muslimin,... Tholabul ilmi, diskusi hukum syara' dan yang semakna dengannya maka tidak ada kemakruhan.

Dari Abu Barzah, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidak suka
"tidur" sebelum shalat ''Isya' dan berbincang-bincang setelahnya." (H.R. Bukhari)

Dari Aisyah ia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidak
"tidur" sebelum 'Isya' dan tidak berbincang-bincang setelahnya." (H.R. Ibnu Majah)

Dari Abdullah bin Mas'ud ia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang kami berbincang-bincang setelah 'Isya', yakni melarang dengan peringatan kepada kami." (H.R.Ibnu Majah)

Dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Tidak ada obrolan (setelah shalat 'Isya'`) kecuali bagi orang yang sedang shalat atau orang yang bepergian." (H.R. At-Tirmidzi)

TIPS AGAR TIDAK "TIDUR" LARUT "MALAM".

1. Membuat kamar "tidur" dengan warna-warna yang tepat.
2. Membuat tempat "tidur" yang baik, karena seharian dengan aktivitas yang padat, tempat "tidur" ini akan makin membuat rasa nyaman dalam beristirahat.
3. Waktu "tidur" lampu dimatikan, "tidur" dengan kegelapan akan semakin membuat "tidur" kita akan pulas.
4. Agak jauhkan letak jam waker dengan posisi "tidur", agar "tidur" kita tidak terganggu antaranya dengan bunyi jarum jam.
5. Pindahkan barang-barang elekronik dari tempat "tidur" seperti Televisi, Komputer dan Radio.
6. Menata pakaian dan barang lainnya seperti buku secara rapi, karena bila dengan tata letak yang berantakan akan semakin membuat "tidur" kita tak nyaman.
7. Perhatikan ventilasi udara dalam kamar, agar terjaga udara tetap segar dan tidak pengap.

Jadi mulai sekarang jangan sampai kalian semua melakukan kebiasaan "tidur malam" agar terhindar dari penyakit-penyakit yang berbahaya. Namun banyak saya jumpai para remaja suka online, browsing, main game, maen internet di waktu "malam" hari. Mudah-mudahan setelah baca postingan kali ini kalian semua mengetahui efek atau bahaya "tidur malam".
sumber http://www.zonegue.com/2012/02/tidur-malam.html

Sumber: 
1. endang.sri.utami.facebook/Apple's-status-update-bahaya-tidur-malam/
2. 1ka15.yforum.biz/t27-bahaya-tidur-malam
3. http://www.zonegue.com/2012/02/tidur-malam.html
4. www.cah-indramayu.com/2012/05/bahaya-tidur-larut-malam.html
5. laely.widjajati.photos.facebook.com/Aku-Bangga-Jadi-ORANG-INDONESIA...................../
6. laely.widjajati.photos.facebook.com/Shared-Hepi-Say's-photo/
7. laely.widjajati.photos.facebook.com/Ngantuuuuuuuuuk.........../

Sabtu, 05 Januari 2013

"MANFAAT TERSENYUM"

"Senyum" adalah ibadah, menjalani sesuatu dengan "Senyum" selain bermanfaat baik buat hubungan dengan sekitar, karena "Senyum" adalah jarak yang terdekat antara dua manusia". 


Selain itu "Senyum" berdampak positif juga buat kesehatan tubuh kita.

1. "Senyum" membuat Anda lebih ...menarik ...

Orang yg banyak ter
"Senyum" memiliki daya tarik.Orang yang suka ter"Senyum" membuat perasaan orang di sekitarnya nyaman dan senang. Orang yang selalu merengut, cemberut, mengerutkan kening, dan menyeringai membuat orang-orang di sekeliling tidak nyaman. Dipastikan orang yang banyak ter"Senyum" memiliki banyak teman.

2.
"Senyum" mengubah perasaan ...

Jika Anda sedang sedih, cobalah ter
"Senyum". "Senyum"an akan membuat perasaan menjadi lebih baik. Menurut penelitian, "Senyum" bisa memperdayai tubuh sehingga perasaan berubah.

3.
"Senyum" bisa menular ...

Ketika seseorang ter
"Senyum", ia akan membuat suasana menjadi lebih riang. Orang di sekitar Anda pasti akan ikut ter"Senyum" dan merasa lebih bahagia.

4.
"Senyum" menghilangkan stres ...

Stres bisa terlihat di wajah.
"Senyum"an bisa menghilangkan mimik lelah, bosan, dan sedih. Ketika anda stres, ambil waktu untuk ter"Senyum". "Senyum"an akan mengurangi stres dan membuat pikiran lebih jernih.

5.
"Senyum" meningkatkan imunitas ...
"Senyum"membuat sistem imun bekerja lebih baik. Fungsi imun tubuh bekerja maksimal saat seseorang merasa rileks. Menurut penelitian, flu dan batuk bisa hilang dengan "Senyum".

6.
"Senyum" menurunkan tekanan darah ...

Tidak percaya? Coba Anda mencatat tekanan darah saat anda tidak ter
"Senyum" dan catat lagi tekanan darah saat anda ter"Senyum" saat diperiksa. Tekanan darah saat Anda ter"Senyum" pasti lebih rendah.

7.
"Senyum" melepas endorphin, pemati rasa alamiah, dan serotonin
"Senyum"ibarat obat alami. "Senyum" bisa menghasilkan endorphin, pemati rasa alamiah, dan serotonin. Ketiganya adalah hormon yg bisa mengendalikan rasa sakit.

8.
"Senyum" membuat awet muda ...

"Senyum"an menggerakkan banyak otot .Akibatnya otot wajah terlatih sehingga anda tidak perlu melakukan face lift. Dijamin dengan banyak ter"Senyum" Anda akan terlihat lebih awet muda.

9.
"Senyum" membuat Anda kelihatan sukses ...

Orang yang ter
"Senyum" terlihat lebih percaya diri, terkenal, dan bisa diandalkan. Pasang "Senyum" saat rapat atau bertemu dengan klien. Pasti kolega Anda akan melihat Anda lebih baik.

10.
"Senyum" membuat orang berpikir positif ...

Coba lakukan ini : pikirkan hal buruk sambil ter
"Senyum". Pasti susah. Penyebabnya, ketika Anda ter"Senyum", tubuh mengirim sinyal "hidup adalah baik". Sehingga saat ter"Senyum", tubuh menerimanya sebagai anugerah.

... TER"SENYUM"LAH DAN DUNIA AKAN TAMPAK LEBIH INDAH ...

Jumat, 04 Januari 2013

"ANTROPOLOGI KESEHATAN"

 "Antropologi Kesehatan" ini tidak serta merta muncul dengan sendirinya, akan tetapi "Antropologi Kesehatan" ini mempunyai akar.


"Antropologi Kesehatan" merupakan ilmu yang mempelajari gejala-gejala sosiobudaya, biobudaya, dan ekologi budaya dari "kesehatan" dan kesakitan yang dilihat dari segi-segi fisik, jiwa, dan sosial serta perawatannya masing-masing dan interaksi antara ketiga segi ini dalam kehidupan masyarakat, baik pada tingkat individual maupun tingkat kelompok sosial keseluruhannya".

"Antropologi Kesehatan" menjelaskan secara komprehensif dan interpretasi berbagai macam masalah tentang hubungan timbal-balik biobudaya, antara tingkah laku manusia dimasa lalu dan masa kini dengan derajat "kesehatan" dan penyakit, tanpa mengutamakan perhatian pada penggunaan praktis dari pengetahuan tersebut. Partisipasi profesional "antropolog" dalam program-program yang bertujuan memperbaiki derajat "kesehatan" melalui pemahaman yang lebih besar tentang hubungan antara gejala bio-sosial-budaya dengan "kesehatan", serta melalui perubahan tingkah laku sehat kearah yang diyakini akan meningkatkan "kesehatan" yang lebih baik.

Tugas utama ahli dari "Antropologi Kesehatan" adalah bagaimana individu di masyarakat mempunyai persepsi dan beraksi terhadap ill dan bagaimana tipe pelayanan "kesehatan" yang akan dipilih, untuk mengetahui mengenai budaya dan keadaaan sosial di komunitas tempat tinggal. "Antropologi Kesehatan" dianggap sebagai "antropologi" dari obat” (segi teori) dan "Antropologi" dalam pengobatan’ (segi praktis atau terapan).

Perkembangan "Antropologi Kesehatan" sejak permulaan dasawarsa enam puluhan begitu pesat (seluruh universitas yang tergolong baik di AS membuka program pengkhususan) "medical anthropology". Di dunia internasional dan di Indonesia khususnya, telah membentuk kondisi dasar bagi pengembangan dan peningkatan mutu pendidikan maupun penambahan jumlah tenaga ahli. Dengan demikian peranan mereka dalam penelitian berbagai masalah "kesehatan" dapat berkembang. Kondisi ini bukan hanya bagi kepentingan penelitian konseptual dan teoritis tetapi juga dalam menanggulangi masalah "kesehatan" bagi kepentingan masyarakat.

Foster (1981) mengembangkan Pelayanan "Kesehatan" Primer (PKP) sesudah dikenal sebagai Primary "Health" Care (Alma Alta 1978). Deklarasi ini bertujuan untuk mengurangi ketidakadilan pada sistem pelayanan "kesehatan" nasional negara berkembang seperti Indonesia. Deklarasi ini juga menetapkan bahwa "kesehatan" adalah suatu hak asasi manusia dan upaya meningkatkan derajat "kesehatan" setinggi mungkin merupakan tujuan sosial yang penting.

Di pihak lain dinyatakan bahwa rakyat di setiap negara memiliki hak dan kewajiban untuk berperan serta/berpartisipasi sosial, baik dalam perencanaan maupun pelaksanaan pelayanan "kesehatan" mereka. Tahun 2000 (diharap semua di dunia) harus mencapai tingkat "kesehatan" (hidup produktif) sosial ekonomi (santoso 1988) “kalau upaya yang dimaksud berhasil”. Perlu dikaji karena berbagai masalah yang telah dialami oleh institusi "kesehatan" PKP ("Antropologi Kesehatan" terapan) menunjukkan peranan ilmuwan "Antropologi Kesehatan" dlm penelitian mengenai masalah "kesehatan" & penanggulangan? Peningkatan derajat "kesehatan" penduduk.

Analisis mengenai gejala-gejala dapat secara :
- Teoritis
- Metodologi disusun berdasarkan teori tertentu

Dua hal di atas untuk pembuktian ilmiah & mempertajam pemahaman hakekat kemanusiaan dari gejala-gejala yang dimaksud secara lebih universal atau komparatif. Keterpaduan antara dimensi biomedis dan non biomedis dalam "antropologi" sebagai suatu ilmu induk, bukan hal asing.

Ruang lingkup "antropologi" mencakup :
- Segi biologi manusia
- Segi sosio budaya

Berdasarkan segi-segi ini, "antropologi" mengenal cabang-cabang:
-"Antropologi" biologi
-"Antropologi" sosio budaya
-"Antropologi" linguistik
-Prasejarah dan arkeologi

Ruang lingkup "antropologi" ini tercermin pada "Antropologi Kesehatan" yang juga memiliki – segi biologi (biomedis), segi nonbiologi (sosiobudaya & psikobudaya).

"Antropologi Kesehatan" merupakan bagian dari ilmu "antropologi" yang sangat penting sekali, karena di dalam "Antropologi Kesehatan" diterangkan dengan jelas kaitan antara manusia, budaya, dan "kesehatan" sehingga kita dapat mengetahui kaitan antara budaya suatu masyarakat dengan "kesehatan" masyarakat itu sendiri.

Anderson (2006 : 3) menyatakan bahwa "Antropologi Kesehatan" adalah disiplin biobudaya yang memberi perhatian kepada aspek-aspek biologis dan sosial budaya dari tingkah laku manusia, terutama tentang cara-cara interaksi antara keduanya di sepanjang sejarah kehidupan manusia, yang mempengaruhi "kesehatan" dan penyakit. "Antropologi Kesehatan" ini tidak serta merta muncul dengan sendirinya, akan tetapi "Antropologi Kesehatan" ini mempunyai akar.

AKAR DARI "ANTROPOLOGI KESEHATAN".

Menelusuri "Antropologi Kesehatan" kontemporer untuk sumber yang berbeda, dimana perkembangannya masing-masing secara relatif (tetapi tidak mutlak) terpisah satu sama lain:
1. Perhatian ahli "antropologi" fisik terhadap topik-topik seperti evolusi, adaptasi, anatomi komparatif, tipe-tipe ras, genetik dan serologi
2. Perhatian etnografi tradisional terhadap pengobatan primitif termasuk ilmu sihir dan magic.
3. Gerakan “kebudayaan & kepribadian” pada akhir 1930-an & 1940-an, kerjasama antara ahli-ahli psikiatri & "antropologi".
4. Gerakan "kesehatan" masyarakat internasional setelah PD II.

"ANTROPOLOGI" FISIK
Sejumlah besar "antropologi" fisik, dokter Hasan & prasod (1959), meliputi nutrisi dan pertumbuhan, serta korelasi antara bentuk tubuh dengan variasi yang luas dari penyakit-penyakit seperti:
Radang pada persendian tulang (arthritis), Tukak lambung ( ulcer ), Kurang darah (anemia), Penyakit DM, dan lain-lain.

4 hal tadi termasuk studi "antropologi" yang bersifat medis dan pada tahun-tahun terakhir. "Antropologi" fisik disibukkan dengan kedokteran forensik, bidang masalah-masalah kedokteran hukum yang mencakup :
- Umur
- Jenis kelamin
- Peninggalan ras manusia
- Penentuan orang tua dari seorang anak melalui tipe darah (terjadi keraguan tentang siapa bapak ?)

ETNOMEDISIN
Kepercayaan dan praktek-praktek yang berkenaan dengan penyakit, yang merupakan hasil perkembangan kebudayaan asli dan yang eksplisit, tidak berasal dari kerangka konseptual kedokteran modern ( Hughes 1968, mis: pengobatan primitif).

DEFINISI "ANTROPOLOGI KESEHATAN".

Pengertian "Antropologi Kesehatan" yang dikemukakan oleh George.M.Foster dan Barbara Gallatin Foster yang lebih dikenal dengan nama Foster/Anderson menyebutkan bahwa : "Antropologi Kesehatan" adalah disiplin biobudaya yang memberi perhatian pada aspek-aspek biologis dan sosial budaya dari tingkah laku manusia, terutama tentang cara-cara interaksi antara keduanya di sepanjang sejarah kehidupan manusia, yang mempengaruhi "kesehatan" dan penyakit.

Berikut ini definisi-definisi atau pengertian yang dikemukakan oleh  beberapa ahli: *)
·          
Menurut Weaver :  
"Antropologi Kesehatan" adalah cabang dari "antropologi" terapan yang menangani beberapa aspek dari "kesehatan" dan penyakit ( Weaver, 1968:1)

·         Menurut Hasan dan Prasad :  
"Antropologi Kesehatan" adalah cabang dari ilmu mengenai manusia yang mempelajari spek-aspek biologi dan kebudayaan manusia (termasuk sejarahnya) dari titik tolak pandangan untuk memahami kedokteran (medical), sejarah kedokteran (medico-historical), hukum kedokteran (medico-legal), aspek sosial kedokteran (medico-social) dan masalah-masalah "kesehatan" manusia (Hasan  dan Prasad, 1952: 21-22)

·         Menurut Hochstrasser :
      "Antropologi Kesehatan" adalah pemahaman biobudaya manusia dan karya-karyanya, yang berhubungan dengan "kesehatan" dan pengobatan. (Hochstrasser dan Tapp, 1970:245)

·         Menurut Lieban :  
"Antropologi Kesehatan" adalah studi tentang fenomena medis (Lieban 1973,1034)

·         Menurut Febrega :
     "Antropologi Kesehatan" adalah studi yang menjelaskan :
   Berbagai faktor, mekanisme dan proses yang memainkan peranan di dalam atau           mempengaruhi cara-cara dimana individu-individu dan kelompok-kelompok terkena atau       berespon terhadap sakit dan penyakit. Mempelajari masalah-masalah sakit dan penyakit dengan penekanan terhadap pola tingkah laku. (Fabrega, 1972: 167)
                                               
§      Menurut Solita Sarwono (1993)
         "Antropologi Kesehatan" adalah studi tantang pengaruh unsur-unsur budaya terhadap penghayatan masyarakat tentang penyakit dan "kesehatan".
                                                  
Bila disimpulkan dari berbagai definisi yang telah dikemukakan oleh para ahli, kita dapat melihat bahwa pada kenyataanya "Antropologi" mempunyai kajian yang sangat luas. Seperti pendapat yang dikemukakan oleh Koentjaraningrat  (1984: 76) yang dikutip oleh Djekky R.Djoht, (2002)  menyatakan bahwa ilmu "antropologi" mempelajari manusia dari berbagai aspek yaitu aspek fisik, sosial dan budaya. Pengertian "Antropologi Kesehatan" yang dikemukakan oleh Foster/Anderson, adalah merupakan konsep yang tepat karena di dalamnya telah mencakup pengertian "Antropologi" yang lebih luas yang mencakup berbagai aspek.

Menurut Foster dan Anderson (1986), "Antropologi Kesehatan" mengkaji masalah-masalah "kesehatan" dan penyakit dari dua kutub yang berbeda yaitu: kutub biologi dan kutub sosial budaya.

kutub biologi :
§    pertumbuhan dan perkembangan manusia
§    peranan penyakit dalam evolusi manusia
§    paleopatologi (studi mengenai penyakit-penyakit purba)

kutub sosial budaya :
§    sitem medis tradisional (etnomedism)
§    Masalah petugas-petugas "kesehatan" dan persiapan profesional mereka
§    tingkah laku sakit
§    hubungan antara dokter dan pasien
§    Dinamika dari usaha memperkenalkan pelayanan "keesehatan" barat kepada masyarakat tradisional

Sumber:
1. antrounair.wordpress.com/.../antropologi-kesehatan-dan-pelayanan-kesehatan-primer/
2. www.ut.ac.id/...Antropologi%20Ke/
3. kalamenau.blogspot.com/.../antropologi-kesehatan-sebuah-definisi.html
4. lucky-tugas.blogspot.com/2011/04/antropologi-kesehatan.html
5. laely.widjajati.photos.facebook.com/LIBUR2-KOK-SAKIT-SEEEEH..../Moga-lekas-sembuh-ya.../
6. ida.amy.photos.facebook.com/Uda-lunas-bs-pulang- nich.../
7. ida.amy.photos.facebook.com/Mmuuuuaaah...^~^/

"ANTROPOLOGI BIOLOGI (ANTROPOLOGI JASMANI)"

"Dalam dua abad terakhir, ilmu "Antropologi Biologis" telah terlibat dalam berbagai kontroversi".



"Antropologi Biologis" (juga dikenal sebagai "antropologi bioanthropology" dan fisik) adalah cabang dari "antropologi" yang mempelajari perkembangan fisik spesies manusia. Hal ini memainkan peran penting dalam paleo"antropologi" (studi tentang asal-usul manusia) dan dalam "antropologi" forensik (analisis dan identifikasi jenazah manusia untuk tujuan hukum). Ini mengacu pada manusia antropometri (ukuran tubuh), genetika manusia ("antropologi" molekul) dan ilmu tulang manusia (studi tentang tulang) dan termasuk neuro"anthropology", studi tentang evolusi otak manusia, dan budaya sebagai adaptasi terhadap lingkungan neurologis.
Dalam dua abad terakhir, ilmu "Antropologi Biologis" telah terlibat dalam berbagai kontroversi. Pencarian untuk asal-usul manusia didampingi oleh perdebatan evolusi dan teori-teori ras yang beragam. Ada berbagai upaya untuk mengkorelasikan tubuh manusia dengan ciri-ciri psikologis seperti jenis kecerdasan, kriminalitas dan kepribadian.

"Antropologi"
Fisik adalah cabang dari "antropologi" yang bertujuan untuk mempelajari interaksi proses biologi dan sosial dan pengaruhnya terhadap populasi manusia, dipahami tidak hanya sebagai objek dasa yaitu sifat "biologis" saja, tetapi sebagai medan interaksi biosocial, yang berarti pengetahuan tentang kedua bidang tersebut, tapi tidak dikurangi menjadi salah satu dari mereka. Dengan kata lain, studi tentang manusia dengan alam dan budaya.

Perkembangan ilmu ini sebagai sub-disiplin "antropologi" antara ilmuwan Amerika dan Inggris tertarik karena terdapat keragaman variabilitas fenotipik antara individu-individu suatu spesies dan kemunculan spesies modern. Namun demikian, kunci utamanya adalah untuk mempelajari bagaimana manusia, melalui interaksi dengan lingkungan, mampu mengembangkan budaya dan karena itu masyarakat sebagai "kecenderungan untuk mengembangkan budaya mungkin merupakan komponen yang paling penting dari sejarah evolusi manusia "(Jurmain, 2009 hal. 4).

Digunakan sebagai teori dasar teori seleksi alam dikembangkan oleh Charles Darwin pada awalnya. Kemudian pada tahun 1953 teori seleksi alam dilengkapi dan diperdalam oleh keberhasilan Francis Crick, Maurice Wilkins dan Rosalind Franklin, di bawah pengawasan James Watson, untuk menguraikan struktur dan komposisi molekul DNA (asam deoksiribonukleat) . Penemuan ini menghasilkan pengetahuan molekuler variabilitas genetik organisme dan pemahaman bagaimana proses evolusi telah menjadi biokimia. Memahami analisis biokimia memungkinkan kedekatan genetik antara lembaga yang berbeda, untuk memvalidasi, bahkan lebih dari teori umum sebelumnya.

"Antropologi" fisik pada suatu waktu dibagi menjadi berbagai cabang. Sub-spesialisasi dari "antropologi" fisik dapat dibagi dalam dua tren: yaitu deskriptif dan metrik. Subspesialisasi deskriptif berfokus pada membandingkan dan mengkontraskan penampilan karakter atau terukur antara kelompok-kelompok individu. Penelitian sub-spesialisasi metrik dan pengembanga teknik untuk mengukur bagian tubuh manusia (antropometri) .

Beberapa sub-spesialisasi adalah:
  1. Forensik
  2. Primatologi
  3. Ilmu tulang
  4. Somatology
  5. Ontogeni
  6. Paleo"antropologi"
  7. Paleopathology
  8. Genetik "Antropologi"
  9. Ekologi Manusia
  10. Raciology

"Antropologi" fisik sebagai sub-disiplin "antropologi", berada dalam proses perubahan konstan, karena prinsip-prinsip dan cita-cita yang mengilhami "antropolog" pertama telah dibatalkan. Yang mencari yang tidak diketahui yang ditandai "antropolog" awal terancam setiap hari oleh aksesibilitas informasi, yang meniadakan kebutuhan untuk eksplorasi. Dengan demikian, "antropolog" kontemporer harus selalu mempertimbangkan ideologi dan kontribusi dari para pendahulu mereka. Tapi, mereka harus pintar untuk mengembangkan metode penelitian mereka, untuk interaksi orang dengan masyarakat dan lingkungan yang berubah-ubah dan perubahan secara mendadak. Namun, ada berbagai sub-spesialisasi yang menjaga tumbuh dan pengembangan metode ilmu ini. "Antropologi", memiliki begitu banyak sub-spesialisasi, meskipun masing-masing memiliki tema fokus utamanya, melengkapi dan memberikan kontribusi sebagai universal utilitas. 
"Antropologi Biologi" adalah studi tentang apa yang membuat kita manusia. "Antropologi Biologi" tertarik pada bagaimana manusia berevolusi, dan dalam memahami akar evolusi perilaku manusia, serta kehidupan sosial dan ekologi dari monyet dan kera, dan "biologi" manusia hari ini.

Pertanyaan khas yang menarik perhatian "Antropologi Biologi" bisa jadi: mengapa orang memiliki warna kulit yang berbeda atau bentuk wajah? Apakah lingkungan mempengaruhi kesuburan? Apa cara terbaik untuk menilai kekurangan gizi anak? Kapan dan bagaimana manusia berevolusi? Apa agresi simpanse katakan tentang kekerasan manusia? Mengapa menyenangkan seks? Berapa banyak yang dapat Anda benar-benar menceritakan tentang seseorang dari kerangka mereka?

  "Antropologi Biologis" tidak sering belajar di sekolah, tetapi jika Anda telah mengambil "biologi" atau psikologi Anda mungkin sudah ditutupi banyak prinsip dasar yang "Antropologi Biologi" menggunakan dalam pekerjaan mereka. "Antropologi Biologis" tidak ditawarkan sebagai gelar yang berdiri sendiri di banyak universitas, dan Kent menawarkan kesempatan yang fantastis untuk mempelajari subjek dengan sangat rinci.

"Antropologi biologis", juga disebut "antropologi jasmani" (physical anthropology) adalah cabang dari "Antropologi"  yang, dalam konteks primat pada umumnya, khusus meneliti perkembangan spesies manusia. "Antropologi Biologis" mencakup peneltian "biologis" dan budaya tentang keanekaragaman manusia, evolusi manusia, dan pembandingan anatomi, perilaku, sejarah dan ekologi primat pada masa lampau dan kini. "Antropologi Biologis" terutama meneliti bukti fosil dan perkembangannya.
"Antropologi biologi", juga dikenal sebagai "antropologi" fisik, berkaitan dengan upaya menelusuri asal-usul biologis, perubahan evolusioner, dan keragaman genetik spesies manusia. Dalam prosesnya, "Antropologi biologi" mempelajari pula perilaku primata dan variasi anatomi antara primata dan manusia untuk memahami perubahan fisik yang terjadi akibat proses evolusi. "Antropologi biologis" bahkan mencakup upaya analisis genetik dan studi antropometrik untuk menemukan alasan di balik perbedaan fisik antara orang-orang dari kelompok yang berbeda.
SEJARAH "ANTROPOLOGI BIOLOGI".
"Antropologi Biologi" muncul di abad ke-18 sebagai usaha penelitian ilmiah untuk mengklasifikasi manusia dalam "ras". "Antropolog Biologi"   terkemuka yang pertama adalah dokter asal Jerman Johan Friedrich Blumenbach (1752–1840) di Gottingen. Beliau mengumpulkan sejumlah besar tengkorak manusia, sehingga dapat menganggap dirinya sebagai ahli mengenai keragaman manusia. Pada tahun 1830-an dan 1840-an, antropologi jasmani main peranan utama dalam deba mengenai perbudakan, di mana karya ilmiah pakar asal Inggris James Cowles Prichard (1786–1848) yang menganggap semua manusia sebagai turunan dari species yang sama (monogenism) dan mengecam perbudakan, bertentangan dengan karya Samuel George Morton (1799–1851) asal Amerika yang menganggap manusia merupakan turunan dari beberapa spesies yang berbeda dan tidak kompatibel satu sama lain (polygenism). Berakhirnya perbudakan di dunia Barat membuat debat ini tidak berarti lagi.



Di akhir abad ke-19 muncul aliran "antropologi" yang bersifat nasional. Para "antropolog jasmani" Prancis, dengan Paul Broca (1824–1880) sebagai tokoh terkemukanya, berpusat pada anatom tengkorak dan variasi kecil. Aliran Jerman, dengan Rudolf Virchow (1821–1902) sebagai pemuka, menekankan kemampuan bentuk manusia untuk bermutasi, pengaruh lingkungan dan penyakit terhadap tubuh manusia, dan kekurangsesuaian antara wawasan "ras", bangsa dan kebudayaan. Aliran Amerika berkonsentrasi pada penduduk asli benua Amerika Utara yang telah "diamankan" dan menggali dan mengumpulkan kerangka sebagai benda ilmiah, di sampin artefak, bahasa dan kebudayaan (dalam arti "gaya hidup"). Keempat metode penelitian ini menjadi keempat pendekatan dalam "antropologi".

Istilah "Antropologi Biologi" mencakup data non-jasmani seperti marker genetika, perilaku para primat dan lain-lain. yang di pertengahan abad ke-19 sudah diakui para ilmuwan. Kini istilah "Antropologi Jasmani" dan "Antropologi Biologis" dianggap sama artinya.
Sumber:
1. id.shvoong.com/.../biology/2304466-pengertian-antropologi-biologi/
2. id.bachelorstudies.com/.../Biologi/.../Bsc-Dalam-Antropologi-Biologi/
3. id.wikipedia.org/wiki/Antropologi
4. bumbata.co/tag/antropologi-biologi/
5. laely.widjajati.photos.facebook.com/ALHAMDULILLAH...../Pagi2-sdh-mendung.........../
6. laely.widjajati.photos.facebook.com/Alhamdulillah............./Listriknya-Hanya-Mati-Suri/ 


MusicPlaylistView Profile