Rabu, 21 November 2012

"PRANATA SOSIAL (BAHASAN SOSIOLOGI)"

"Pengertian "Pranata Sosial" adalah sistem norma yang bertujuan untuk mengatur tindakan maupun kegiatan masyarakat untuk memnuhi kebutuhan pokok dan bermasyarakat bagi manusia". 


Dengan kata lain, "Pranata Sosial" adalah sistem hubungan "sosial" yang terorganisir dan mengejewantahkan nilai-nilai serta prosedur umum yang mengatur dan memenuhi kegiatan pokok warga masyarakat. Tiga kata kunci di dalam setiap pembahasan mengenai "Pranata Sosial" adalah:
1. Nilai dan norma;
2. Pola perilaku yang dibakukan atau yang disebut prosedur umum;
3. Sistem hubungan, yakni jaringan peran serta status yang menjadi wahana untuk melaksanakan perilaku sesuai dengan prosedur umum yang berlaku.

Pranata Sosial adalah system yang tersusun berdasarkan tingkah laku yang berbeda dari organisasi atau grup yang terdiri dari sejumlah orang sebagai individu atau makhluk social.
Ciri-ciri pranata social :
a. Pranata Sosial meruakan suatu organisasi pola-pola pemikiran dan perilaku yang terwujud melalui aktifitas social.
b. Suatu pranata social yang bersfat tradisi baik tertulis maupun tidak tertulis berguna untuk merumuskan tujuan dan tata tertib.
c. Pranata social mempunyai alat perlengkapan yang dipakai mencapai tujuan.
d. Tingkat kekalan merupakan cirri pranata social.
e. Pranata mempunyai beberapa tujuan.
f. Lambang merupakan cirri khas dari pranata social.

Sumber: http://id.shvoong.com/social-sciences/1999582-pranata-sosial/#ixzz3mZj0qycJ
Berikut pengertian "Pranata Sosial" dari para ahli "Sosiologi".

a. Koentjaraningrat
Lembaga "sosial" atau "Pranata Sosial" adalah suatu sistem tata kelakuan danhubungan yangberpusat pada aktivitas-aktivitas khusus dalam kehidupan masyarakat. Pengertian ini menekankan pada sistem tata kelakukan atau norma-norma untuk memenuhi kebutuhan (dalam buku Pengantar "Sosiologi").

b. Bruce J. Cohen
"Pranata Sosial" adalah sistem pola-pola "sosial" yang tersusun rapi dan relatif bersifat permanen serta mengandung perilaku-perilaku tertentu yang kokoh dan terpadu demi pemuasan dan pemenuhan kebutuhan-kebutuhan pokok masyarakat (dalam buku "Sosiologi" : Suatu Pengantar: terjemahan)

c.Mac Iverdan Page
"Pranata Sosial" adalah tata cara dan prosedur yang telah diciptakan untuk mengatur hubungan antar manusia yang berkelompok dalam suatu kelompok masyarakat (dalam buku A Text Book of "Sociology").

d.Joseph S. Rucek dan Roland L. Warren
"Pranata Sosial" adalah pola-pola yang mempunyai kedudukan tetap untuk memenuhi berbagai kebutuhan manusia yang muncul dari kebiasaan-kebiasaan dengan mendapatkan persetujuan dan cara-cara yang sudah tidak dipungkiri lagi untuk memenuhi konsep kesejahteraan masyarakat dan menghasilkan suatu struktur.

e. Alvin L. Berrtrand
"Pranata Sosial" adalah kumpulan norma "sosial" (struktur-struktur "sosial") yang telah diciptakan untuk melaksanakan fungsi masyarakat (dalam buku "Sosiologi").

f.Paul B. Horton dan Chester L. Hunt
"Pranata Sosial" adalah suatu sistem norma untuk mencapai tujuan atau kegiatan yang oleh masyarakat dianggap penting.

g. Summer
Lembaga "sosial" atau lembaga kemasyarakatan dipandang dari sudut kebudayaan adalah perbuatan, cita-cita, sikap, dan perlengkapan kebudayaan yang bersifat kekal.Tujuannya adalah memenuhi kebutuhan-kebutuhan masyarakat.

Dari beberapa pendapat tersebut dapat juga disimpulkan pengertian "sosiologis" bahwa lembaga "sosial" adalah sistem norma untuk mencapai tujuan tertentu yangoleh masyarakat dianggap penting. Sistem norma tersebut meliputi gagasan, aturan, tata cara kegiatan, dan ketentuan sanksi. Di dalam perkembangannya, norma-norma tersebut berkelompok-kelompok pada berbagai kebutuhan manusia. Misalnya, kebutuhan akan pencaharian hidup menimbulkan lembaga pertanian, dan industri. Kebutuhan akan pendidikan menciptakan sekolah dan pesantren. Kebutuhan jasmaniah manusia menimbulkan olahraga dan pemeliharaan kesehatan. Wujud konkret lembaga "sosial" atau lembaga kemasyarakatan adalah asosiasi (association). Sebagai contoh, sekolah dan pesantren adalah lembaga "sosial", sedangkan SMA Taruna Nusantara dan Pondok Pesantren Gontor merupakan asosiasi. Pemeliharaan kesehatan disebut lembaga "sosial", sedangkan Rumah Sakit Bethesda merupakan asosiasi.

Lembaga atau "Pranata Sosial" sangat berperan dalam masyarakat. Ia merupakan sistem norma yang bertujuan untuk mengatur tindakan-tindakan maupun kegiatan anggota masyarakat dalam rangka memenuhi kebutuhan pokok dan bermasyarakat bagi manusia. Tanpa adanya lembaga atau "Pranata Sosial" ini sangat mustahil manusia dapat melangsungkan hidupnya karena melalui lembaga atau "pranata" tersebutlah segala interaksi antar manusia dapat memenuhi kebutuhan hidupnya dan tercapainya keteraturan.
 
Melalui lembaga atau "Pranata Sosial" anggota-anggota masyarakat tidak bisa hidup seenaknya. Segala sesuatunya telah diatur menurut norma-norma yang terkumpul dalam lembaga tersebut. Wujud lembaga atau "Pranata Sosial" dalam masyarakat antara lain :
a. "Pranata" Keluarga
b. "Pranata" Perekonomian
c. "Pranata" Politik
d. "Pranata" Pendidikan
e. "Pranata" Agama
"Pranata"-"pranata" ini berfungsi untuk mengatur segala aktivitas yang terjadi dalam masyarakat. 

Sumber:
1. abelpetrus.wordpress.com/sociology/pranata-sosial/
2. staff.smpn1purbalingga.sch.id/enggal/2011/04/16/pranata-sosial/
3. gudangmakalah.blogspot.com/2009/04/makalah-pranata-sosial.html
4. watuneso.blogspot.com
5. firman18.wordpress.com

Selasa, 20 November 2012

"FAKTA SOSIAL (BAHASAN SOSIOLOGI)"

"Secara garis besar "Fakta Sosial" terdiri atas dua tipe yakni struktur "sosial" dan pranata "sosial"


Sifat dan hubungan dari "Fakta Sosial" inilah yang menjadi sasaran penelitian "Sosiologi" menurut paradigma "Fakta Sosial". Secara lebih terperinci "Fakta Sosial" itu terdiri atas : kelompok, kesatuan masyarakat tertentu, sistem "sosial", posisi, peranan, nilai-nilai keluarga, pemerintah, dan sebagainya.

"Fakta Sosial" bersifat eksternal, umum (general), dan memaksa (coercion). "Fakta Sosial" mempengaruhi tindakan-tindakan manusia. Tindakan individu merupakan hasil proses pendefinisian reslitas "sosial", serta bagaimana orang mendefinisikan situasi. Asumsi yang mendasari adalah bahwa manusia adalah makhluk yang kreatif dalam membangun dunia "sosial"nya sendiri.

"Fakta Sosial" inilah yang menjadi pokok persoalan penyelidikan "Sosiologi". "Fakta Sosial" dinyatakan oleh Emile Durkheim sebagai barang sesuatu (Thing) yang berbeda dengan ide. Barang sesuatu menjadi objek penyelidikan dari seluruh ilmu pengetahuan. Ia tidak dapat dipahami melalui kegiatan mental murni (spekulatif). Tetapi untuk memahaminya diperlukan penyusunan data riil diluar pemikiran manusia.

"Fakta Sosial" menurut Emile Durkheim terdiri atas dua macam:

1. Dalam bentuk material, yaitu barang sesuatu yang dapat disimak, ditangkap, diobservasi. "Fakta Sosial" yang berbentuk material ini adalah bagian dari dunia nyata (external world), contohnya arsitektur dan norma hukum.

2. Dalam bentuk non material, yaitu merupakan fenomena yang bersifat inter subjektif yang hanya dapat muncul dari dalam kesadaran manusia, contohnya egoisme, altruisme dan opini. Jenis-jenis "Fakta Sosial" non material adalah:
a.     
            a. Moralitas
Perspektif Durkheim tentang moralitas terdiri dari dua aspek. Pertama, Durkheim yakin bahwa moralitas adalah "Fakta Sosial", dengan kata lain, moralitas bisa dipelajari secara empiris, karena ia berada di luar individu, ia memaksa individu, dan bisa dijelaskan dengan "Fakta"-"Fakta Sosial" lain. Artinya, moralitas bukanlah sesuatu yang bisa dipikirkan secara filosofis, namun sesuatu yang mesti dipelajari sebagai fenomena empiris. Kedua, Durkheim dianggap sebagai sosiolog moralitas karena studinya didorong oleh kepeduliannya kepada “kesehatan” moral masyarakat modern.

b. Kesadaran Kolektif
Durkheim mendefinisikan kesadaran kolektif sebagai berikut; “seluruh kepercayaan dan perasaan bersama orang kebanyakan dalam sebuah masyarakat akan membentuk suatu sistem yang tetap yang punya kehidupan sendiri, kita boleh menyebutnya dengan kesadaran kolektif atau kesadaran umum. Dengan demikian, dia tidak sama dengan kesadaran partikular, kendati hanya bisa disadari lewat kesadaran-kesadaran partikular”.
Ada beberapa hal yang patut dicatat dari definisi ini. Pertama, kesadaran kolektif terdapat dalam kehidupan sebuah masyarakat ketika dia menyebut “keseluruhan” kepercayaan dan sentimen bersama. Kedua, Durkheim memahami kesadaran kolektif sebagai sesuatu terlepas dari dan mampu menciptakan "Fakta Sosial" yang lain. Kesadaran kolektif bukan hanya sekedar cerminan dari basis material sebagaimana yang dikemukakan Marx. Ketiga, kesadaran kolektif baru bisa “terwujud” melalui kesadaran-kesadaran individual.
Kesadaran kolektif merujuk pada struktur umum pengertian, norma, dan kepercayaan bersama. Oleh karena itu dia adalah konsep yang sangat terbuka dan tidak tetap. Durkheim menggunakan konsep ini untuk menyatakan bahwa masyarakat “primitif” memiliki kesadaran kolektif yang kuat, yaitu pengertian, norma, dan kepercayaan bersama , lebih dari masyarakat modern.

c. Representasi Kolektif
Contoh representasi kolektif adalah simbol agama, mitos, dan legenda populer. Semuanya mempresentasikan kepercayaan, norma, dan nilai kolektif, dan mendorong kita untuk menyesuaikan diri dengan klaim kolektif.
Representasi kolektif juga tidak bisa direduksi kepada individu-individu, karena ia muncul dari interaksi sosial, dan hanya bisa dipelajari secara langsung karena cenderung berhubungan dengan simbol material seperti isyarat, ikon, dan gambar atau berhubungan dengan praktik seperti ritual.

d. Arus "Sosial"
Menurut Durkheim, arus "sosial" merupakan "Fakta Sosial" yang tidak menghadirkan diri dalam bentuk yang jelas. Durkheim mencontohkan dengan “dengan luapan semangat, amarah, dan rasa kasihan” yang terbentuk dalam kumpulan publik.

e. Pikiran Kelompok
Durkheim menyatakan bahwa pikiran kolektif sebenarnya adalah kumpulan pikiran individu. Akan tetapi pikiran individual tidak secara mekanis saling bersinggungan dan tertutup satu sama lain. Pikiran-pikiran individual terus-menerus berinteraksi melalui pertukaran simbol: mereka megelompokkan diri berdasarkan hubungan alami mereka, mereka menyusun dan mengatur diri mereka sendiri. Dalam hal ini terbentuklah suatu hal baru yang murni bersifat psikologis, hal yang tak ada bandingannya di dunia biasa.

Durkheim berpendapat bahwa subyek kajian sosiologi harus dipersempit pada sebuah bidang yang dapat diuraikan guna membedakan sosiologi dengan studi sosial yang lain. Untuk itu, Durkheim mengusulkan bahwa kita harus membatasi sosiologi pada kajian analisis tentang fakta sosial. Oleh Durkheim, fakta sosial ini ia jelaskan dalam dua cara.

Sumber: http://id.shvoong.com/social-sciences/sociology/2078639-apa-fakta-sosial-menurut-durkheim/#ixzz3mgBCCzUQ
Pokok persoalan yang harus menjadi pusat perhatian penyelidikan "Sosiologi" menurut paradigma ini adalah "Fakta"-"Fakta Sosial". Secara garis besar "Fakta Sosial" terdiri atas dua tipe, masing-masing adalah struktur "sosial" dan pranata "sosial". Secara lebih terperinci "Fakta Sosial" itu terdiri atas : kelompok, kesatuan masyarakat tertentu, system "sosial", peranan, nilai-nilai, keluarga, pemerintahan dan sebagainya. Menurut Peter Blau ada dua tipe dasar dari "Fakta Sosial":

1. Nilai-nilai umum ( common values )
2. Norma yang terwujud dalam kebudayaan atau dalam subkultur.

Ada empat varian teori yang tergabung ke dalam paradigma
"Fakta Sosial" ini. Masing-masing adalah :

1. Teori Fungsionalisme-Struktural, yaitu teori yang menekankan kepada keteraturan (order) dan mengabaikan konflik dan perubahan-perubahan dalam masyarakat. Konsep-konsep utamanya adalah : fungsi, disfungsi, fungsi laten, fungsi manifestasi, dan keseimbangan.

2. Teori Konflik, yaitu teori yang menentang teori sebelumnya (fungsionalisme-struktural) dimana masyarakat senantiasa berada dalam proses perubahan yang ditandai oleh pertentangan yang terus menerus diantar unsure-unsurnya.

3. Teori Sistem

4. Teori "Sosiologi" Makro

Dalam melakukan pendekatan terhadap pengamatan
"Fakta Sosial" ini dapat dilakukan dengan berbagai metode yang banyak untuk ditempuh, baik interviw maupun kuisioner yang terbagi lagi menjadi berbagai cabang dan metode-metode yang semakin berkembang. Kedua metode itulah yang hingga kini masih tetap dipertahankan oleh penganut paradigma "Fakta Sosial" sekalipun masih adanya terdapat kelemahan didalam kedua metode tersebut.

Durkheim berpendapat bahwa subyek kajian sosiologi harus dipersempit pada sebuah bidang yang dapat diuraikan guna membedakan sosiologi dengan studi sosial yang lain. Untuk itu, Durkheim mengusulkan bahwa kita harus membatasi sosiologi pada kajian analisis tentang fakta sosial. Oleh Durkheim, fakta sosial ini ia jelaskan dalam dua cara.

Definisi pertama yang ia berikan pada fakta sosial adalah setiap cara atau arah tindakan yang mampu menggerakkan pada individu dari tekanan eksternal, seperti sistem keuangan, bahasa, dan tindakan yang lain. Kemudian ia menambahkan, setiap tindakan umum di dalam masyarakat. Hal tersebut meliputi institusi agama, tradisi cultural, dan kebiasaan regional.

Durkheim dalam definisi di atas menggunakan paksaan sosial untuk mengidentifikasi alas an di balik tindakan-tindakan yang kemudian menjadi fakta sosial. Tentu saja tingkat paksaan tersebut terasa berbeda-beda. Paksaan sosial ini memegang kekuatan yang memaksa di atas individu.

Definisi kedua Durkheim mengenai fakta sosial mengambil pendekatan yang lebih umum terhadap fakta sosial. Ini mengacu pada berbagai tindakan atau pandangan umum di dalam masyarakat sepanjang memenuhi ketentuan bahwa fakta tersebut jelas-jelas tidak tergantung pada individu. Fenomena tersebut juga mempunyai efek yang memaksa.

Sumber: http://id.shvoong.com/social-sciences/sociology/2078639-apa-fakta-sosial-menurut-durkheim/#ixzz3mgBTnRKx
Sumber:
1. sejahar.wordpress.com/2012/07/18/emile-durkeim-fakta-sosial/
2. de-kill.blogspot.com/2009/05/sosiologi-perspektif-fakta-sosial.html
3. uummii-n.blogspot.com/.../teori-sosiologi-klasik-emile-durkheim.ht...

Senin, 19 November 2012

"MANFAAT SOSIOLOGI DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT"

Istilah "Sosiologi" berasal dari kata “socius” dan “logos”. Sosius (bahasa Latin) berarti kawan, dan logos (bahasa Yunani) berarti kata atau berbicara. 
 
 
Dengan demikian, ilmu "Sosiologi" berarti ilmu yang berbicara mengenai "masyarakat". "Sosiologi" adalah ilmu yang mempelajari tentang "masyarakat" sebagai keseluruhan, yakni antar hubungan di antara manusia dengan manusia, manusia dengan kelompok, kelompok dengan kelompok, baik formal maupun material, statis maupun dinamis. Pengertian "Sosiologi" ini dipaparkan oleh Mayor Polak. 

Berikut ini beberapa manfaat "Sosiologi" dalam "masyarakat":

1. Menambah Pengetahuan Kebhinnekaan Sosial
Seperti: keragaman ras, suku dan agama, serta menambah pengetahuan tentang keberagaman budaya yang menyangkut system nilai dan norma, adat istiadat, kesenian, dan unsur-unsur budaya lainnya. Melalui pembelajaran "Sosiologi" kita akan memperoleh pengetahuan tentang macam-macam karakteristik social individu maupun kelompok individu dalam "masyarakat".

2. Menumbuhkan Kepekaan terhadap Toleransi Sosial
  "Sosiologi"bermanfaat untuk menumbuhkan kepekaan terhadap toleransi sosial dalam pergaulan sehari-hari, sehingga memungkinkan terjadinya hubungan saling perngertian dan saling menguntungkan. Manusia pada hakikatnya merupakan makhluk sosila yang tidak dapat hidup sendiri dan mandiri tanpa pertolongan orang lain, sehingga mesti membangun kerja sama saling menguntungkan antara umat manusia yang satu dengan yang lain.

3. Menghindari Konflik Sosial
Pengetahuan "Sosiologi" bermanfaat untuk menghindari konflik social, terutama konflik horizontal yang melibatkan pertikaian antargolongan, antarsuku, maupun antarras. Pada dasarnya konflik sosial itu akan terjadi jika di antara dua kubu mempunyai prinsip-prinsip atau pola piker yang berbeda-beda.

4. Menghindari Dominasi Sosial
Memahami "Sosiologi" bermanfaat untuk menghindari terjadinya dominasi sosial, dominasi politik, dominasi ekonomi, maupun dominasi kebudayaan. Dominasi sosial pada hakikatnya merupakan suatu bentuk penjajahan terselubung dari kelompok yang kuat kepada kelompok yang lemah, dari kelompok yang besar kepada kelompok yang kecil. Dengan tumbuhnya solidaritas sosial sebagai hasil pemahaman terhadap nilai-nilai karakteristik social dan individu melalui "Sosiologi", maka dominasi sosial, dominasi politik, dominasi ekonomi, maupun dominasi budaya dapat dihindari, paling tidak dapat dikurangi.
 
5. Meningkatkan Integritas Nasional
Memahami "Sosiologi" bermanfaat untuk meningkatkan integritas nasional dalam rangka mewujudkan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang maju yang memiliki standart hidup yang tinggi. Sebagai bangsa yang majemuk, yang berbhinnekaan ras, suku, dan agama sering kali menimbulkan ekses-ekses yang negative. Untuk menghindari hal tersebut, diperlukan adanya saling pengertian dan kerja sama yang erat di antara unsure-unsur sosial yang saling berbeda pada "masyarakat" yang majemuk, sehingga dapat meningkatkan integritas sosial bagi "masyarakat" tersebut.

6. Interaksi Sosial
Interaksi sosial merupakan hal penting dalam "Sosiologi", karena merupakan syarat terjadinya aktivitas sosial dalam "masyarakat". Interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang di dalamnya menyangkut hubungan antara individu, kelompok maupun individu dengan kelompok. Berlangsungnya proses interaksi didasarkan pada pelbagai factor:
a. Factor Imitasi, proses meniru perilaku orang lain dapat positif dan negative.
b. Factor Sugesti, apabila seseorang memberi suatu pandangan atau sesuatu sikap yang berasal dari dirinya yang kemudian diterima oleh pihak lain.
c. Factor Identifikasi, kecenderungan-kecenderungan atau keinginan-keinginan dala diri seseorang untuk menjadi sama dengan pihak lain.
d. Factor Simpati, suatu proses diman seseorang merasa tertarik dengan pihak lain.
 
7. Kelompok Sosial
Secara sosiologis, kelompok sosial adalah setiap kumpulan manusia yang memiliki pola interaksi yang terorganisir dan terjadi secara berulang-ulang. Kesadaran berinteraksi ini diperlukan oleh mereka untuk menciptakan suatu kelompok, sedangkan kehadiran fisik semata-mata sama sekali tidak diperlukan. Kesadaran berinteraksi ini sangat penting karena melalui kelompoklah, seorang individu menghayati aturan-aturan yang ada dalam "masyarakat". Melalui interaksi dengan kelompoknya maka seorang individu mampu memenuhi kebutuhan.

8. Peran dan Status Sosial
Setiap masyarakat selalu ada pembagian peran sesuai dengan kemampuan yang dimiliki karena melalui peran-peran yang berbeda itu "masyarakat" dapat berjalan dengan seimbang. Peran adalah perilaku yang diharapkan dari seseorang yang memiliki suatu status tertentu. Sedangkan status adalah kedudukan seseorang dalam suatu kelompok atau kedudukan kelompok dalam kaitannya dengan kelompok-kelompok lain. Ada 2 jenis peran atau status dalam "Sosiologi", yaitu :
a. Achieved role, suatu peran dan status yang dicapai/diperjuangkan melalui pilihan, usaha, dan tenaga sendiri.
b. Ascribed role, suatu peran dan status yang diperoleh berdasarkan keturunan, tanpa memperhitungkan selera, kemampuan dan hasil kerja seseorang.
 
9. Ketertiban dan Pengendalian Sosial
Dalam suatu system ke"masyarakat"an, pola hubungan dan kebiasaan yang berjalan lancar digunakan dipakai untuk mencapai tujuan "masyarakat". Hal ini dapat terwujud apabila kegiatan berlangsung dengan menyenangkan. Pada masyarkat sederhana, sosialisai menciptakan ketertiban sosial dengan cara mempersiapkan orang agar bersedia berperilaku sebagaimana yang diharapkan. "Masyarakat" yang teratur hanya dapat tercipta jika kebanyakan orang melaksanakan sebagian besar kewajiban mereka kepada orang lain dan mampu menuntut hak mereka dari orang lain.
 
10. Sosiolog Sebagai Ahli Riset
Seperti semua ilmuan lainnya, para sosiolog menaruh perhatian pada pengumpulan dan penggunaan data. Untuk itu, para sosiolog melakukan riset ilmiah untuk mencari data tentang kehidupan sosial suatu "masyarakat". Data itu kemudian diolah menjadi suatu karya ilmiah yang berguna bagi pengambilan keputusan untuk memecahkan masalah-masalah dalam "masyarakat".
Dalam kaitan dengan hal ini, seorang sosiolog harus mampu men-ernihkan berbagai anggapan keliru yang berkembang dalam "masyarakat". Dari hasil penilitiannya, sosio-log harus dapat menghadirkan kebenaran-kebenaran agar dampak negatif yang mung-kin ditimbulkan oleh kekeliruan dalam "masyarakat" dapat dihindari. Berdasarkan hal i-tu pula, seorang sosiolog bisa menghadirkan ramalan sosial yang didasarkan pada po-la-pola, kecenderungan, dan perubahan yang paling mungkin terjadi.
 
11. "Sosiologi" Konsultan Kebijakan
Ramalan "Sosiologi" dapat membantu memperkirakan pengaruh kebijakan sosial yang mungkin terjadi. Setiap kebijakan sosial adalah suatu ramalan. Artinya, kebijakan di-ambil dengan suatu harapan menghasilkan pengaruh atau dampak yang diinginkan. Namun, sering terjadi bahwa kebijakan yang diambil tidak memenuhi harapan terse-but. Salah satu faktornya adalah ketidakakuratan kesimpulan atau dugaan yang salah terhadap permasalahannya.
 
12. "Sosiologi" Sebagai Teknisi
Beberapa sosiolog terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan "masyarakat". Mereka memberi saran-saran, baik dalam penyelesaian berbagai masalah hubungan "masyarkat", hubungan antarkaryawan, masalah moral, maupun hubungan antarkelom-pok dalam suatu organisasi.
Dalam kedudukan seperti ini, sosiolog bekerja sebagai ilmuan terapan (applied scien-tist). Mereka dituntut untuk menggunakan pengetahuan ilmiahnya. Dalam mencari ni-lai-nilai tertentu, seperti efisiensi kerja atau efektifitas suatu program atau kegiatan "masyarakat".
 
13. "Sosiologi" Sebagai Guru atau Pendidik
Dalam menyajikan suatu fakta, seorang sosiolog harus bersikap netral dan objektif. Contohnya, dalam menyajikan data tentang masalah kemiskinan, seorang sosiolog ti-dak boleh menciptakan anggapan sebagai pendukung suatu proyek atau kegiatan ter-tentu atau mengubahnya sehingga terkesan reformis, konservatif, dan sebagainya. "Sosiologi" dapat menyajikan contoh-contoh konkret tentang bagaimana keterlibatan mereka dalam pemecahan masalah sosial. Keterlibatan mereka dalam kegiatan-kegiatan sosial yang bersifat membangun serta menunjukkan apa yang telah mereka pe-lajari dari pengalaman-pengalaman tersebut.
 
14. Menujang sebuah proses -proses kesuksesan.
Manfaat yang dapt mewujudkan pada hakikat yang benar –benar nyata yang ada , dimana "masyarakat"  menilai dari sebuah titik nol menuju puncak buah karirnya.titik nol dari apa ? siapapun tidak akan bias sukses dengan sendirinya tanpa ada peran orang lain dimana id harus tahu dan selalu mengerti kehidupan di "masyarakat", kehidupan di dunia kerja serta menempatkan dirinya pada bidang yang mungkin orang lain menjadi yakin bahwa diri kita mempunyai potensi besar dan mempunyai kualitas tanggung jawab dalam melakukan apapun dengan komitmen yang kuat. Menjadi mengerti pembelajaran tidak hanya pada sebutan teori – teori, praktek nyatalah pembelajaran yang terjun pada "masyarakat" membuat pandangan terus ke depan tidak dibingungkan oleh teori apapun.survei dan bukti yang ada direalitas "masyarakat" membangun semangat menciptakan motivasi yang ada dr berbagai karakter individu dalam lingkungan. Karena kenyamanan, dan kesenangan kesuksesan ada pada prosesnya, bukan pada akhir dari prosesnya.
 
15. Keteraturan pada pola hidup di lingkungan.
Manusia dalam mencapai pola hidupnya dihadapkan pada dua pilihan yaitu ingin lebih baik ataukah sebaliknya? Di dalam ilmu "Sosiologi" ber"masyarakat" dengan berdampingan tidak hanya asal kumpul, asal mengikuti dalam hal apa saja. Di sini "Sosiologi" member manfaat bagaimana seseorang diberi batasan diberi aturan-aturan yang cenderung mutlak secara umum maupun dari sisi spiritual dalam tanda kutip. Seseorang terlihat mempunyai pola hidup yang baik apabila ia memberlakukan, menghormati, serta melaksanakan dari aturan-aturan yang ada, serta poin jela yang perlu di garis bawahi tidak menganggap aturan itu menjadikan arti di larangnya hak kebebasan pola hidup di lingkungan "masyarakat" menjadi bekal serta cirri dari setiap pribadi seseorang di manapun ia berada, ia sudah mengerti aturan yang seimbang memanage diri. Ciri pola hidup yang teratur merefleks, spontan dengan mengingat aturan-aturan yang baik untuk dirinya dan orang lain, maka ia berhasil membuat pola hidup yang tahu akan aturan pada lingkungannya.
 
16. Menghormati pada sebuah perbedaan.
  "Sosiologi"memberikan manfaat bagaimana seseorang dapat saling menghormati dari semua bukti-bukti yang teruji memberikan pengertian perbedaan apapun dapat di satukan dan saling menguatkan dari sisi-sisi yang berbeda. Contohnya dalam sebuah perbedaan pendapat pada forum yang sangat penting untuk mewujudkan satu persamaan yang saling di butuhkan satu dengan yang lainnya tanpa ada sikap dan perilaku yang membuat perbadaan itu seakan-akan yang menjadikan diri seorang rendah, merasa tidak adil. Karena memang hak asasi manusia adalah mutlak pada siapapun itu.

17. Menciptakan Kerjasama antar pihak.
Pengetahuan "Sosiologi" menciptakan macam-macam ide sosial pada pembangunan sebuah kemajuan ilmu-ilmu sosial keterkaitan akan kerjasama antar pihak tertentu untuk mencapai sesuatu yang saling menguntungkan dan tidak merugikan pihak lain. Pada proses kerjasama pun terdapat interaksi dan timbal balik yang di inginkan oleh orang-orang yang terlibat kerjasama. Kerjasama memerlukan standart mutu yang ditentukan pada manfaat kerjasama yang baik, seperti apa yang menjadi ciri penelitian terapan.
 
18. Penyesuaian Diri pada Lingkungan
  "Sosiologi"juga memberi manfaat penuntun, pengarah pada setiap diri seseorang dalam menempatkan diri pada suatu lingkungan "masyarakat"nya serta pemahaman pada setiap karakterisasi lingkungan tempat yang kita sedang berdiri. Sebagaimana pada "Sosiologi" kontak langsung dengan seseorang tidak dapat di hindari. Dimana dapat memberikan pengetahuan cara bersosialisasi kumpul dengan khalayak dengan hanya mendahulukan ego sendiri termasuk penghambat untuk kita lebih menyesuaikan lingkungan. Karena rasa ke-AKUan tidak bisa membuat proses-proses berbaur lebih baik pada pihak manapun.
 
19. Perbaikan Diri Menanggapi Masalah
  "Sosiologi"juga tak jauh dari materi yang pernah ada tentang penngendalian, adapun termasuk pengendalian diri dalam melihat satu titik masalah yang tidak bisa di keluarkan dan dipecahkan dengan amarah, merasa benar dan seolah-olah kesalahan selalu di pihak lain. Musyawarah dengan saling mengakui dan saling meraba diri atau introspeksi diri “apa yang kurang dari diri saya, perilaku saya ?” tidak hanya berselisih satu sama lain, karena kita saling berdampingan untuk saling mengisi dengan tanggung jawab serta langkah dewasa untuk tidak terpuruk pada masalah. Kita perlu berinteraksi dan berhati-hatidi setiap mengambil keputusan untuk tidak masuk pada lubang yang sama.

Sumber:
1. etika-sukma.blogspot.com/.../manfaat-sosiologi-dalam-kehidupan.ht...
2. wawasanfadhitya.blogspot.com › SEO dan Pagerank
3. curhatananaknegeri.blogspot.com
4. aspirasiku.com
5. beningembun-apriliasya.blogspot.com

Minggu, 18 November 2012

"MASALAH REMAJA DI SEKOLAH"

"Remaja" yang masih "sekolah" di SLTP/ SLTA selalu mendapat banyak hambatan atau "masalah" yang biasanya muncul dalam bentuk perilaku".

Di "sekolah" merupakan sebagian besar waktu keberadaan "remaja". Kesulitan dalam hampir semua "masalah" hidup seringkali dimanifestasikan sebagai "masalah"-"masalah" "sekolah". "Masalah"-"masalah" "sekolah" selama tahun-tahun "remaja" kemungkinan hasil dari pemberontakan dan suatu keinginan untuk bebas. Sangat jarang, disebabkan gangguan kesehatan jiwa, seperti kegelisahan atau depresi. Penggunaan zat-zat, kekerasan dan konflik keluarga juga menjadi penyebab umum "masalah"-"masalah" "sekolah". Kadangkala, penempatan akademis yang tidak sesuai-terutama sekali pada "remaja" yang mengalami ketidakmampuan belajar atau keterlambatan mental ringan yang tidak segera diketahui di dalam hidup-menyebabkan "masalah"-"masalah" "sekolah". Umumnya, remaja dengan "masalah"-"masalah" "sekolah" yang signifikan harus menjalani tes pengetahuan dan evaluasi kesehatan mental. "Masalah"-"masalah" yang khusus diobati bila diperlukan, dan dukungan umum dan dorongan dilakukan. "Masalah"-"masalah" yang mulai terjadi di lingkungan anak-anak, seperti kurang perhatian/gangguan hiperaktif (ADHD) dan gangguan belajar, bisa berlanjut untuk menyebabkan "masalah"-"masalah" "sekolah" pada "remaja". Berikut ada lima daftar "masalah" yang selalu dihadapi para "remaja" di "sekolah".
 

1. Perilaku Ber"masalah" (problem behavior). "Masalah" perilaku yang dialami "remaja" di "sekolah" dapat dikatakan masih dalam kategori wajar jika tidak merugikan dirinya sendiri dan orang lain. Dampak perilaku ber"masalah" yang dilakukan "remaja" akan menghambat dirinya dalam proses sosialisasinya dengan "remaja" lain, dengan guru, dan dengan masyarakat. Perilaku malu dalam mengikuti berbagai aktvitas yang digelar "sekolah" misalnya, termasuk dalam kategori perilaku ber"masalah" yang menyebabkan seorang "remaja" mengalami kekurangan pengalaman. Jadi problem behaviour akan merugikan secara tidak langsung pada seorang "remaja" di "sekolah" akibat perilakunya sendiri.

2. Perilaku menyimpang (behaviour disorder). Perilaku menyimpang pada "remaja" merupakan perilaku yang kacau yang menyebabkan seorang "remaja" kelihatan gugup (nervous) dan perilakunya tidak terkontrol (uncontrol). Memang diakui bahwa tidak semua "remaja" mengalami behaviour disorder. Seorang "remaja" mengalami hal ini jika ia tidak tenang, unhappiness dan menyebabkan hilangnya konsentrasi diri. Perilaku menyimpang pada "remaja" akan mengakibatkan munculnya tindakan tidak terkontrol yang mengarah pada tindakan kejahatan. Penyebab behaviour disorder lebih banyak karena persoalan psikologis yang selalu menghantui dirinya.

3. Penyesuaian diri yang salah (behaviour maladjustment). Perilaku yang tidak sesuai yang dilakukan "remaja" biasanya didorong oleh keinginan mencari jalan pintas dalam menyelesaikan sesuatu tanpa mendefinisikan secara cermat akibatnya. Perilaku menyontek, bolos, dan melangar peraturan "sekolah" merupakan contoh penyesuaian diri yang salah pada "remaja" di "sekolah" menegah (SLTP/SLTA).

4. Perilaku tidak dapat membedakan benar-salah (conduct disorder). Kecenderungan pada sebagian "remaja" adalah tidak mampu membedakan antara perilaku benar dan salah. Wujud dari conduct disorder adalah munculnya cara pikir dan perilaku yang kacau dan sering menyimpang dari aturan yang berlaku di "sekolah". Penyebabnya, karena sejak kecil orangtua tidak bisa membedakan perilaku yang benar dan salah pada anak. Wajarnya, orang tua harus mampu memberikan hukuman (punisment) pada anak saat ia memunculkan perilaku yang salah dan memberikan pujian atau hadiah (reward) saat anak memunculkan perilaku yang baik atau benar. Seorang "remaja" di "sekolah" dikategorikan dalam conduct disorder apabila ia memunculkan perikau anti sosial baik secara verbal maupun secara non verbal seperti melawan aturan, tidak sopan terhadap guru, dan mempermainkan temannya . Selain itu, conduct disordser juga dikategorikan pada "remaja" yang berperilaku oppositional deviant disorder yaitu perilaku oposisi yang ditunjukkan "remaja" yang menjurus ke unsur permusuhan yang akan merugikan orang lain.

5. Attention Deficit Hyperactivity disorder, yaitu anak yang mengalami defisiensi dalam perhatian dan tidak dapat menerima impul-impuls sehingga gerakan-gerakannya tidak dapat terkontrol dan menjadi hyperactif. "Remaja" di "sekolah" yang hyperactif biasanya mengalami kesulitan dalam memusatkan perhatian sehingga tidak dapat menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan kepadanya atau tidak dapat berhasil dalam menyelesaikan tugasnya. Jika diajak berbicara, "remaja" yang hyperactif tersebut tidak memperhatikan lawan bicaranya. Selain itu, anak hyperactif sangat mudah terpengaruh oleh stimulus yang datang dari luar serta mengalami kesulitan dalam bermain bersama dengan temannya.

Peranan Lembaga Pendidikan Untuk tidak segera mengadili dan menuduh "remaja" sebagai sumber segala "masalah" dalam kehidupan di masyarakat, barangkali baik kalau setiap lembaga pendidikan (keluarga, "sekolah", dan masyarakat) mencoba merefleksikan peranan masing-masing.

PERTAMA, Lembaga keluarga adalah lembaga pendidikan yang utama dan pertama. Kehidupan keluarga yang kering, terpecah-pecah (broken home), dan tidak harmonis akan menyebabkan anak tidak kerasan tinggal di rumah. Anak tidak merasa aman dan tidak mengalami perkembangan emosional yang seimbang. Akibatnya, anak mencari bentuk ketentraman di luar keluarga, misalnya gabung dalam group gang, kelompok preman dan lain-lain. Banyak keluarga yang tidak mau tahu dengan perkembangan anak-anaknya dan menyerahkan seluruh proses pendidikan anak kepada "sekolah". Kiranya keliru jika ada pendapat yang mengatakan bahwa tercukupnya kebutuhan-kebutuhan materiil menjadi jaminan berlangsungnya perkembangan kepribadian yang optimal bagi para "remaja".

KEDUA, Bagaimana pembinaan moral dalam lembaga keluarga, "sekolah", dan masyarakat. Kontras tajam antara ajaran dan teladan nyata dari orang tua, guru di "sekolah", dan tokoh-tokoh panutan di masyarakat akan memberikan pengaruh yang besar kepada sikap, perilaku, dan moralitas para "remaja". Kurang adanya pembinaan moral yang nyata dan pudarnya keteladanan para orangtua ataupun pendidik di "sekolah" menjadi faktor kunci dalam proses perkembangan kepribadian "remaja". Secara psikologis, kehidupan "remaja" adalah kehidupan mencari idola. Mereka mendambakan sosok orang yang dapat dijadikan panutan. Segi pembinaan moral menjadi terlupakan pada saat orang tua ataupun pendidik hanya memperhatikan segi intelektual. Pendidikan di "sekolah" terkadang terjerumus pada formalitas pemenuhan kurikulum pendidikan, mengejar bahan ajaran, sehingga melupakan segi pembinaan kepribadian penanaman nilai-nilai pendidikan moral dan pembentukan sikap.

KETIGA, Bagaimana kehidupan sosial ekonomi keluarga dan masyarakat apakah mendukung optimalisasi perkembangan "remaja" atau tidak. Saat ini, banyak anak-anak di kota-kota besar seperti Jakarta sudah merasakan kemewahan yang berlebihan. Segala keinginannya dapat dipenuhi oleh orangtuanya. Kondisi semacam ini sering melupakan unsur-unsur yang berkaitan dengan kedewasaan anak. Pemenuhan kebutuhan materiil selalu tidak disesuaikan dengan kondisi dan usia perkembangan anak. Akibatnya, anak cenderung menjadi sok malas, sombong, dan suka meremehkan orang lain.

Keempat, Bagaimana lembaga pendidikan di sekolah dalam memberikan bobot yang proposional antara perkembangan kognisi, afeksi, dan psikomotor anak. Akhir-akhir ini banyak dirasakan beban tuntutan sekolah yang terlampau berat kepada para peserta didik. Siswa tidak hanya belajar di sekolah, tetapi juga dipaksa oleh orangtua untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di sekolah dan mengikuti les tambahan di luar sekolah. Faktor kelelahan, kemampuan fisik dan kemampuan inteligensi yang terbatas pada seorang anak sering tidak diperhitungkan oleh orangtua. Akibatnya, anak-anak menjadi kecapaian dan over acting, dan mengalami pelampiasan kegembiraan yang berlebihan pada saat mereka selesai menghadapi suasana yang menegangkan dan menekan dalam kehidupan di sekolah.

KELIMA, Bagaimana pengaruh tayangan media massa baik media cetak maupun elektronik yang acapkali menonjolkan unsur kekerasan dan diwarnai oleh berbagai kebrutalan. Pengaruh-pengaruh tersebut maka munculah kelompok-kelompok "remaja", gang-gang yang berpakaian serem dan bertingkah laku menakutkan yang hampir pasti membuat masyarakat prihatin dan ngeri terhadap tindakan-tindakan mereka. Para "remaja" tidak dipersatukan oleh suatu identitas yang ideal. Mereka hanya himpunan anak-anak remaja atau pemuda-pemudi, yang malahan memperjuangkan sesuatu yang tidak berharga (hura-hura), kelompok yang hanya mengisi kekosongan emosional tanpa tujuan jelas.

SOLUSI.

Siswa-siswi SLTP/SLTA adalah siswa-siswi yang berada dalam golongan usia "remaja", usia mencari identitas dan eksistensi diri dalam kehidupan di masyarakat. Dalam proses pencarian identitas itu, peran aktif dari ketiga lembaga pendidikan akan banyak membantu melancarkan pencapaian kepribadian yang dewasa bagi para "remaja". Ada beberapa hal kunci yang bisa dilakukan oleh lembaga-lembaga pendidikan.

PERTAMA, memberikan kesempatan untuk mengadakan dialog untuk menyiapkan jalan bagi tindakan bersama. Sikap mau berdialog antara orangtua, pendidik di "sekolah", dan masyarakat dengan "remaja" pada umumnya adalah kesempatan yang diinginkan para "remaja". Dalam hati sanubari para "remaja" tersimpan kebutuhan akan nasihat, pengalaman, dan kekuatan atau dorongan dari orang tua. Tetapi sering kerinduan itu menjadi macet bila melihat realitas mereka dalam keluarga, di "sekolah" ataupun dalam lingkungan masyarakat yang tidak memungkinkan karena antara lain begitu otoriter dan begitu bersikap monologis. Menyadari kekurangan ini, lembaga-lembaga pendidikan perlu membuka kesempatan untuk mengadakan dialog dengan para "remaja", kaum muda dan anak-anak, entah dalam lingkungan keluarga, "sekolah" maupun masyarakat.

KEDUA, menjalin pergaulan yang tulus. Dewasa ini jumlah orang tua yang bertindak otoriter terhadap anak-anak mereka sudah jauh berkurang. Namun muncul kecenderungan yang sebaliknya, yaitu sikap memanjakan anak secara berlebihan. Banyak orang tua yang tidak berani mengatakan tidak terhadap anak-anak mereka supaya tidak dicap sebagai orangtua yang tidak mempercayai anak-anaknya, untuk tidak dianggap sebagai orangtua kolot, konservatif dan ketinggalan jaman.

KETIGA, memberikan pendampingan, perhatian dan cinta sejati. Ada begitu banyak orangtua yang mengira bahwa mereka telah mencintai anak-anaknya. Sayang sekali bahwa egoisme mereka sendiri menghalang-halangi kemampuan mereka untuk mencintai anak secara sempurna. “Saya telah memberikan segala-galanya”, itulah keluhan seorang ibu yang merasa kecewa karena anak-anaknya yang ugal-ugalan di "sekolah" dan di masyarakat. Anak saya anak yang tidak tahu berterima kasih, katanya. Yang perlu dipahami bahwa setiap individu memerlukan rasa aman dan merasakan dirinya dicintai. Sejak lahir satu kebutuhan pokok yang yang pertama-tama dirasakan manusia adalah kebutuhan akan “kasih sayang” yang dalam masa perkembangan selanjutnya di usia remaja, kasih sayang, rasa aman, dan perasaan dicintai sangat dibutuhkan oleh para "remaja". Dengan usaha-usaha dan perlakuan-perlakuan yang memberikan perhatian, cinta yang tulus, dan sikap mau berdialog, maka para "remaja" akan mendapatkan rasa aman, serta memiliki keberanian untuk terbuka dalam mengungkapkan pendapatnya. Lewat kondisi dan suasana hidup dalam keluarga, lingkungan "sekolah", ataupun lingkungan masyarakat seperti di atas itulah para "remaja" akan merasa terdampingi dan mengalami perkembangan kepribadian yang optimal dan tidak terkungkung dalam perasaan dan tekanan-tekanan batin yang mencekam. Dengan begitu gaya hidup yang mereka tampilkan benar-benar merupakan proses untuk menemukan identitas diri mereka sendiri yang sebenarnya.

Nasib bangsa ke depan berada di pundak generasi "remaja" saat ini. Masa depan bangsa ini adalah siapa "remaja" dan pemuda saat ini. Tugas para orangtua dan guru adalah mendidiknya dengan penuh kasih sayang dan cinta. Orangtua dan guru, masing-masing harus berusaha seikhlas mungkin dalam mendidik. Juga diharapkan semakin banyak mendoakan anak-anak mereka, meski mereka tidak lahir dari kita. Hanya kepada Allah, Dzat penggenggam ruh semua manusia, Dzat yang Maha Menggerakkan ruhani manusia. Dzat yang banyak tahu jiwa manusia. Dan…..hanya kepada Allah kita banyak berharap, semoga memberi pengetahuan yang bermanfaat, memberi pengetahuan yang membuat para pelajar semakin dekat kepada Yang Maha Pinter.     

Sumber:
1. komunitassosial-hsr.wetpaint.com/.../Permasalahan+siswa+di+sekolah
2. blog.umy.ac.id/suyantoalhikmah/.../permasalahan-remaja-di-sekolah/
3. yudykartolo.wordpress.com/.../masalah-dan-solusi-remaja-disekolah/
4. memeichan.blogspot.com/2010/05/masalah-remaja-di-sekolah.html
5. adityariski.blogspot.com

Sabtu, 17 November 2012

"MANFAAT/KHASIAT ALPUKAT/AVOKAT"

"Alpukat" (Persea americana) — dalam Bahasa Indonesia baku menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia  disebut sebagai avokad — merupakan buah yang sering kita jumpai". 


Buah serbaguna ini memiliki banyak "manfaat" dan "khasiat" bagi manusia. Ada banyak zat yang kaya "manfaat" yang terdapat di buah ini. Buah berwarna hijau ini sering di"manfaat"kan untuk jus atau bahan dalam es campur maupun hidangan lainnya. Rasanya yang nikmat membuat banyak orang menyukainya. Sebagian orang takut untuk mengkonsumsinya karena dianggap memiliki kandungan lemak yang tinggi. Apakah memang benar demikian? Apa saja "manfaat" dan "khasiat alpukat" atau "avokad"?

"Alpukat" merupakan salah satu buah yang paling digemari masyarakat. Buah dengan nama daerah yang beraneka ragam ini memang penuh "manfaat" dan "khasiat" yang baik bagi kesehatan. "Alpukat" sendiri memiliki nama ilmiah Persea gratissima Gaertn. Selain digunakan sebagai masker kecantikan, apalagi "khasiat" buah hijau ini ? "Alpukat" merupakan tanaman pohon yang dapat tumbuh hingga ketinggian 10 meter. Pohon "alpukat" warnanya cokelat dan memiliki banyak cabang.

Daun tanaman ber"khasiat" ini merupakan daun tunggal dengan ukuran yang tebal dan warnanya kemerahan dikala muda serta memiliki rambut halus. Ketika tua daun berwarna hijau dan tidak lagi berambut.

Bunga "alpukat" adalah bunga majemuk dan berwarna kuning kehijauan. Sedangkan buah "alpukat" bentuknya bulat, terkadang bulat telur. Warna "alpukat" ada yang hijau, ada pula yang ungu. Daging buah "alpukat" yang telah masak warnanya hijau kekuningan.

Pada umumnya yang sering digunakan sebagai ramuan herba adalah daging buah, daun dan biji "alpukat".
"MANFAAT" DAN "KHASIAT ALPUKAT".

1. "Alpukat" merupakan buah yang dapat ber"manfaat" untuk meluruhkan kencing, serta dapat meredakan rasa sakit. 

2. Buah "Alpukat" juga ber"khasiat" untuk mengurangi radang.

3. Daun "alpukat" baik untuk mengobati kencing batu. 

4. Daun "alpukat" juga dapat untuk mengobati sakit kepala, 

5. Daun "alpukat" ber"khasiat" untuk menghilangkan nyeri lambung. 

6. Daun "alpukat" juga ber"manfaat" untuk mengurangi bengkak pada saluran pernafasan. 

7. Daun "alpukat" juga ber"manfaat" untuk mengurangi rasa nyeri pada saat haid.

8. Daging buah "alpukat" ber"khasiat" untuk mengatasi sariawan.

9. Daging buah "alpukat" juga merupakan nutrisi yang baik bagi kulit. 

10. Biji buah  "alpukat" dapat digunakan untuk mengurangi kadar gula dalam darah.bagi penderita diabetes.
 
Sumber:
1. kumpulan.info/.../119-avokad-buah-serbaguna-kaya-manfaat.html
2. kitabherba.blogspot.com/2012/04/khasiat-alpukat.html
3. dai21juli.blogspot.com/.../5-manfaat-dan-khasiat-buah-alpukat.html
4. indonesia-liek.blogspot.com
5. akbarsakera.wordpress.com

Jumat, 16 November 2012

"MENGATASI ALERGI DINGIN"

"Alergi dingin" terjadi saat udara "dingin" menyerang sistem daya tahan tubuh yang menstimulasi produksi lendir dalam saluran pernapasan".

alergi dinginSecara umum, jika tubuh Anda terpapar udara "dingin" terlalu lama, Anda akan menjadi lebih mudah terserang flu. Udara "dingin" memang berpotensi menyerang jaringan di bagian hidung dan menimbulkan pembengkakan, hidung tersumbat, pilek dan flu. Namun, bagi penderita "Alergi dingin", berada pada tempat dengan temperatur udara yang rendah tanpa perlindungan baju hangat, munculnya flu seringnya bersamaan dengan gejala "Alergi dingin".

Selain pilek atau flu, "Alergi dingin" dapat timbul dalam bentuk lain yang lebih serius yaitu urtikari, atau di Indonesia lebih dikenal dengan Biduran. Jenis "Alergi dingin" ini cukup sering terjadi karena iklim tropis di Indonesia membuat kita terbiasa dengan cuaca panas, sehingga pada beberapa orang yang memiliki jaringan kulit yang sangat sensitif pada histamin akan mengalami Biduran sebagai reaksi dari "Alergi dingin". Biduran timbul akibat mekanisme pertahanan tubuh bereaksi terhadap udara "dingin" dengan mengeluarkan histamin secara berlebihan. Histamin sendiri adalah suatu senyawa kimia yang diproduksi secara alami oleh tubuh, namun pada beberapa orang dapat menyebabkan timbulnya gejala "alergi" seperti gatal, rasa panas atau terbakar bahkan sampai sesak napas. Bercak kemerahan berbatas tegas dengan bagian tengah yang lebih pucat serta bengkak setempat dapat terlihat jelas pada kulit yang bereaksi pada "Alergi dingin". Tidak hanya pada kulit yang terpapar udara "dingin" langsung, namun juga dapat menyebar ke seluruh badan. Histamin juga dapat mengakibatkan pipa saluran napas menyempit sehingga menimbulkan sesak napas atau malah melebar sehingga memecahkan pembuluh darah dan mengakibatkan mimisan.

Namun perlu diingat bahwa Biduran tidak selalu diakibatkan oleh "Alergi dingin". Biduran dapat juga disebabkan oleh suhu udara yang tinggi, bulu binatang, wewangian, serbuk sari tanaman, debu, spora jamur, juga obat-obatan sejenis penisilin, sulfonamid, salisilat, diuretik, dan lain-lain. Biduran juga dapat diakibatkan oleh "alergi" makanan yang mengandung protein seperti ikan, telur, udang, kacang–kacangan, atau zat aditif seperti pewarna dan pengawet makanan serta penyedap rasa.

Gejala-gejala penyakit adalah suatu gejala penyakit yang disebut RHINITIS "ALERGI"KA. Ini merupakan kumpulan gejala yang terjadi karena adanya reaksi radang/"alergi" antara tubuh dengan bahan yang meyebabkan "alergi" (alergen).

Alergen merupakan sesuatu zat yang dapat memicu "alergi", misalnya tungau, debu, bulu binatang peliharaan, serbuk sari, cuaca "dingin" dan makanan tertentu seperti seafood (mis: kepiting udang, kerang). Karena penyebab utamanya adalah akibat dari reaksi "alergi", maka penyakit ini berkaitan erat dengan sifat genetik atau yang dikenal dengan riwayat atopi/"alergi" pada keluarga yang gejalanya dapat diturunkan atau ada gejala lain yang dapat timbul. Seperti asma/mengi, biduran/urtikaria pada kulit, atau bila terdapat reaksi yang berat dapat menyebabkan terjadinya Shock.

Penyakit inipun bukan merupakan karena infeksi ataupun menular. Karena penyakit ini diwariskan dari generasi ke generasi, maka tingkat keparahan penyakit bervariasi antara satu orang dengan orang lain. Tergantung dari alergen dan bakat "alergi" setiap otang ataupun jumlah alergen yang terpapar pada orang tersebut.

Rhinitas "Alergi"ka merupakan proses radang yang terjadi pada rongga hidung, yaitu lapisan dalam hidung dan rongga sinus menjadi meradang. Gejalanya dapat berupa rongga hidung menjadi basah dan berair seperti flu, terasa gatal, mata berair, bersin-bersin, sulit bernapas. Dapat terjadi pengumpulan lendir pada rongga sinus di daerah wajah sehingga menyebabkan terjadinya radang pada rongga sinus yang rentan terjadinya infeksi. 

Juga dapat berupa pengumpulan lendir atau dahak yang mengental pada rongga belakang mulut yang sering dirasakan seperti menelan lendir terus-menerus terutama pada pagi hari, atau yang disebut dengan POST NASAL DRIP. Suatu keadaan seperti ini, apabila dibiarkan terus-menerus akan dapat menyebabkan komplikasi lainnya seperti sinusitis, radang tenggorokan (pharingitis) atau batuk (bronkhitis).

PENCEGAHAN DAN PENGOBATAN "ALERGI".

Karena penyakit ini disebabkan oleh adanya reaksi "alergi", bukan akibat dari infeksi, maka penyakit ini dapat muncul kembali apabila pasien kembali terpapar zat alergen. Maka pencegahan yang utama yaitu menghindari kontak dengan alergen seminimal mungkin. Apabila hal itu tidak dapat dihindarkan, maka dapat menggunakan alat pelindung, seperti jaket atau masker penutup hidung.

Pengobatan secara medis yang diberikan bertujuan untuk meredakan proses radang/reaksi "alergi" pada tubuh yang berlebihan, misalnya seperti pemberian obat-obat golongan anti histamin/anti "alergi". Adapun pemberian obat-obat tambahan dapat diberikan apabila terdapat gejala tambahan lainnya seperti asma, batuk-batuk produktif, hidung tersumbat, atau biduran pada seluruh tubuh yang memberat. Namun disarankan penggunaan obat-obat tersebut harus sesuai dengan indiasi dan saran dari dokter.

Sejauh ini belum ada secara resmi dalam penelitian internasional ataupun jurnal kesehatan bahwa ada buah-buahan tertentu yang secara spesifik dapat mengobati penyakit ini. 

Bila Anda menderita "Alergi dingin", ada beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk mengatasinya, khususnya di musim hujan. Misalnya, untuk mengurangi rasa gatal pada kulit akibat "Alergi dingin", Anda bisa mengoleskan bedak "dingin" atau lotion yang mengandung anti histamin atau Calamine. Anda juga dapat mengkonsumsi obat dari golongan anti histamin. Selain itu, pada keadaan akut, obat dari golongan steroid dapat juga digunakan bila perlu. Hindari timbulnya gejala akibat "Alergi dingin" dengan menghindari kontak dengan udara atau air "dingin" dengan mengenakan pakaian yang cukup tebal untuk menangkal cuaca "dingin", dan sebaiknya Anda hanya mandi dengan air hangat.

Sumber:
1. www.dunia-ibu.org/artikel/.../tips-mengatasi-alergi-dingin.html
2. MATAN. Edisi 75. Oktober 2012-mengatasi alergi dingin, oleh dr. Tjatur Priiambodo MARS.
3. deherbal.com
4. health.detik.com
5. dokita.co

"MANFAAT/KHASIAT BAYAM"

"Bayam" merupakan sayuran berdaun hijau yang dalam bahasa Persia berarti tangan hijau, merupakan salah satu sayuran terbaik. Sayuran ini memiliki banyak "manfaat" bagi kesehatan dan nilai gizi".


Tanaman bayam berasal dari Amerika tropik dan mudah tubuh dan tersebar di daerah tropis dan subtropics di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri bayam dapat tubuh sepajang tahun dan ditemukan pada ketinggian 5 – 2.000 m dpl, tumbuh di daerah panas dan dingin, tetapi tumbuh lebih tumbuh subur di dataran rendah pada lahan terbuka yang udaranya agak panas.

Ada tiga varietas bayam yaitu bayam hijau biasa, bayam merah (Blitum rubrum), yang batang dan daunnya berwarna merah dan bayam putih (Blitum album), yang daun dan batangnya berwarna hijau keputih-putihan. Ada pula jenis bayam lainnya misalnya bayam duri, bayam kakap, bayam kotok atau tahah.


Sumber : http://dai21juli.blogspot.com/2012/11/daftar-manfaat-dan-khasiat-bayam-merah.html#ixzz3n4Poq9gi
Tanaman bayam berasal dari Amerika tropik dan mudah tubuh dan tersebar di daerah tropis dan subtropics di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri bayam dapat tubuh sepajang tahun dan ditemukan pada ketinggian 5 – 2.000 m dpl, tumbuh di daerah panas dan dingin, tetapi tumbuh lebih tumbuh subur di dataran rendah pada lahan terbuka yang udaranya agak panas.

Ada tiga varietas bayam yaitu bayam hijau biasa, bayam merah (Blitum rubrum), yang batang dan daunnya berwarna merah dan bayam putih (Blitum album), yang daun dan batangnya berwarna hijau keputih-putihan. Ada pula jenis bayam lainnya misalnya bayam duri, bayam kakap, bayam kotok atau tahah.


Sumber : http://dai21juli.blogspot.com/2012/11/daftar-manfaat-dan-khasiat-bayam-merah.html#ixzz3n4Poq9gi
Tumbuhan "Bayam" ini ternyata sangat ber"manfaat" bagi kesehatan kita, tumbuhan yang sering tumbuh di atas permukaan air yang tidak begitu dalam ini ternyata sangat ber"manfaat". Sering kali kita meremehkan akan adanya tumbuhan ini dan harga jual dari tumbuhan ini juga tidaklah mahal seperti sayur-sayuran yang lainnya.

Setiap 100 gram "Bayam" terkandung 2,3 gram protein; 3,2 gram karbohidrat; 3 gram besi dan 81 gram kalsium. "Bayam" juga kaya akan berbagai macam vitamin dan mineral, yakni vitamin A, vitamin C, niasin, thiamin, fosfor, riboflavin, natrium, kalium dan magnesium. Selain itu, "Bayam" juga mengandung antioksidan esensial dan fitokimia yang membantu melindungi tubuh terhadap berbagai penyakit. 

"MANFAAT" DAN "KHASIAT BAYAM".

Berikut adalah beberapa "manfaat" kesehatan dari "Bayam" , seperti dikutip dari healthonlinezine.

1. Melawan Sel Kanker
Vitamin A dan C serta serat, asam folat dan 13 flavonoid dalam "Bayam" sangat ber"manfaat" dalam memerangi sel kanker. Sebuah penelitian menunjukkan, kandungan tersebut pada "Bayam" menurunkan risiko kanker sebesar 34% terutama pada kanker payudara, kanker rahim, kanker prostat, kanker kulit dan kanker perut. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa vitamin K yang terkandung dalam sayur "Bayam" berperan dalam menangani kanker karena terbukti dapat bertindak sebagai racun dalam sel-sel kanker, tetapi tidak membahayakan sel-sel yang sehat.

2. Sumber Anti-inflamasi
"Bayam"  mengandung sifat alkalinitas yang tinggi sehingga membuat sayur ini pilihan yang sempurna bagi penderita penyakit inflamasi, seperti rheumatoid arthritis dan osteoarthritis.

3. Mengurangi risiko penyakit kardiovaskular
"Bayam"  merupakan sumber folat yang baik, yang dapat mengurangi homosistein, asam amino yang ditemukan dalam darah. Tingginya tingkat homosistein dalam darah menyebabkan tingginya risiko penyakit jantung. "Bayam" juga mengandung choline dan inositol, yang membantu mencegah pengerasan pembuluh darah.

4. Menurunkan tekanan darah tinggi
"Bayam"  kaya akan kalium dan rendah sodium. Tingkat mineral yang seimbang ini sangat ber"manfaat" bagi pasien dengan tekanan darah tinggi. Selain itu, folat dalam "Bayam" juga dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi dan melemaskan pembuluh darah, dengan demikian mempertahankan kelancaran aliran darah. "Bayam" merah merupakan sumber kalium yang sangat baik, yaitu 610mg/100g. Disamping itu, "Bayam" merah mengandung natrium sangat rendah, yaitu 20mg/100g. Dengan demikian, rasio kalium terhadap natrium pada "Bayam" merah adalah 30:1. Kandungan kalium yang 30 kali lebih tinggi terhadap natrium pada "Bayam", sangat menguntungkan dalam upaya pencegahan penyakit hipertensi.

5. Mencegah Osteoporosis
Secangkir daun "Bayam" segar memenuhi 200% kebutuhan nilai harian akan vitamin K. Vitamin ini amat penting dalam pencegahan keropos tulang. Selain itu, mineral lainnya seperti magnesium, seng, tembaga dan fosfor dalam "Bayam" juga membantu penguatan tulang.

6. Mencegah Diabetes
"Bayam"  sangat berguna bagi orang yang menderita diabetes juga. Magnesium ditemukan dalam "Bayam" membantu untuk mencegah komplikasi yang terjadi setelah diabetes. Konsumsi rutin "Bayam" membantu menstabilkan gula darah dan mencegah dari berfluktuasi terlalu banyak.

7. Mencegah Anemia
"Bayam"  adalah sumber zat besi yang diperlukan dalam mencegah anemia. Zat besi membantu meregenerasi atau memperbanyak sel darah merah, yang membawa oksigen ke seluruh bagian tubuh.

8. Meningkatkan kualitas penglihatan
"Bayam"  merupakan sumber lutein, karotenoid yang dikenal membantu melindungi mata terhadap katarak. "Bayam" juga kaya akan vitamin A, yang membuatnya sangat ber"manfaat" untuk penglihatan.

9. Mengobati Pendarahan Gusi
Campuran "Bayam" dan jus wortel sangat membantu dalam mengobati gusi berdarah yang disebabkan oleh kekurangan vitamin C dan asupan terlalu banyak gula halus.

10. Kinerja Ginjal.
"Bayam" juga ber"manfaat" untuk membantu kinerja ginjal.

11. Obat Desentri.
Akar "Bayam" merah ber"khasiat" sebagai obat disentri. Cuci 10 batang akar "Bayam" merah sampai bersih lalu tumbuk sampai halus. Tambahkan garam halus seujung sendok teh sambil diaduk rata, lalu saring. Untuk pengobatan, minum air saringannya sekaligus.

12. Mencegah Penuaan Dini.
Secangkir "Bayam" rebus merupakan sumber yang sangat baik akan vitamin K. Vitamin K berperan sangat besar dalam pengaktifan berbagai jenis protein yang terlibat dalam proses pembekuan darah. Melalui riset terbaru, vitamin K diketahui berperan sebagai antipenuaan yang lebih efektif dibandingkan vitamin E.

13. Mencegah Penyakit Jantung dan Stroke.
Vitamin K dalam "Bayam" juga berperan dalam mencegah penyakit serius, seperti jantung dan stroke kerena efeknya yang dapat mengurangi pengerasan pembuluh darah oleh faktor-faktor seperti timbunan plak kalsium.

14. Mencegah Penyait Alzheimer.
Fungsi lain "Bayam" adalah untuk mencegah penyakit alzheimer, pengontrolan kadar gula darah, serta mencegah sitokin, pembawa pesan yang berperan dalam menyebabkan pembengkakan pada sambungan tulang saat penuaan terjadi.
  
Dibandingkan "Bayam" hijau, "Bayam" merah kurang populer, meskipun kaya akan gizi. Dalam "Bayam" merah terdapat vitamin A, B1, B2, C, dan niasin, juga mineral seperti zat besi, kalsium, mangan, dan fosfor. Mengandung banyak serat dan di dalam daunnya terdapat karotein, klorofil, dan saponin. Pada batangnya ditemukan alkaloid, flavonoid, dan polifenol.

Tabel Komposisi zat besi per 100 gram "Bayam" merah dan "Bayam" hijau


Sumber:
1. www.suaramerdeka.com/.../Sembilan-Khasiat-Bayam-untuk-Kesehata...
2. herbaldong.blogspot.com/2012/04/manfaat-dan-khasiat-bayam.html
3. forum.kompas.com › HOBI & LIFESTYLEKesehatan
4. biarsehat.org
5. omdimas.com


MusicPlaylistView Profile