Istilah "Sosiologi"
berasal dari kata “socius” dan “logos”. Sosius (bahasa Latin) berarti
kawan, dan logos (bahasa Yunani) berarti kata atau berbicara.
Dengan
demikian, ilmu "Sosiologi" berarti ilmu yang berbicara mengenai
"masyarakat". "Sosiologi" adalah
ilmu yang mempelajari tentang "masyarakat" sebagai keseluruhan, yakni
antar hubungan di antara manusia dengan manusia, manusia dengan
kelompok, kelompok dengan kelompok, baik formal maupun material, statis
maupun dinamis. Pengertian "Sosiologi" ini dipaparkan oleh Mayor Polak.
Berikut ini beberapa manfaat "Sosiologi" dalam "masyarakat":
1. Menambah Pengetahuan Kebhinnekaan Sosial
Seperti: keragaman ras, suku dan agama, serta menambah pengetahuan
tentang keberagaman budaya yang menyangkut system nilai dan norma, adat
istiadat, kesenian, dan unsur-unsur budaya lainnya. Melalui pembelajaran "Sosiologi" kita akan memperoleh pengetahuan tentang macam-macam
karakteristik social individu maupun kelompok individu dalam "masyarakat".
2. Menumbuhkan Kepekaan terhadap Toleransi Sosial
"Sosiologi"bermanfaat untuk menumbuhkan kepekaan terhadap toleransi
sosial dalam pergaulan sehari-hari, sehingga memungkinkan terjadinya
hubungan saling perngertian dan saling menguntungkan. Manusia pada hakikatnya merupakan makhluk sosila yang tidak dapat hidup
sendiri dan mandiri tanpa pertolongan orang lain, sehingga mesti
membangun kerja sama saling menguntungkan antara umat manusia yang satu
dengan yang lain.
3. Menghindari Konflik Sosial
Pengetahuan "Sosiologi" bermanfaat untuk menghindari konflik social,
terutama konflik horizontal yang melibatkan pertikaian antargolongan,
antarsuku, maupun antarras. Pada dasarnya konflik sosial itu akan
terjadi jika di antara dua kubu mempunyai prinsip-prinsip atau pola
piker yang berbeda-beda.
4. Menghindari Dominasi Sosial
Memahami "Sosiologi" bermanfaat untuk menghindari terjadinya dominasi
sosial, dominasi politik, dominasi ekonomi, maupun dominasi kebudayaan.
Dominasi sosial pada hakikatnya merupakan suatu bentuk penjajahan
terselubung dari kelompok yang kuat kepada kelompok yang lemah, dari
kelompok yang besar kepada kelompok yang kecil. Dengan tumbuhnya
solidaritas sosial sebagai hasil pemahaman terhadap nilai-nilai
karakteristik social dan individu melalui "Sosiologi", maka dominasi
sosial, dominasi politik, dominasi ekonomi, maupun dominasi budaya dapat
dihindari, paling tidak dapat dikurangi.
5. Meningkatkan Integritas Nasional
Memahami "Sosiologi" bermanfaat untuk meningkatkan integritas nasional
dalam rangka mewujudkan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang maju yang
memiliki standart hidup yang tinggi. Sebagai bangsa yang majemuk, yang
berbhinnekaan ras, suku, dan agama sering kali menimbulkan ekses-ekses
yang negative. Untuk menghindari hal tersebut, diperlukan adanya saling
pengertian dan kerja sama yang erat di antara unsure-unsur sosial yang
saling berbeda pada "masyarakat" yang majemuk, sehingga dapat meningkatkan
integritas sosial bagi "masyarakat" tersebut.
6. Interaksi Sosial
Interaksi sosial merupakan hal penting dalam
"Sosiologi", karena merupakan
syarat terjadinya aktivitas sosial dalam
"masyarakat". Interaksi sosial
merupakan hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang di dalamnya
menyangkut hubungan antara individu, kelompok maupun individu dengan
kelompok. Berlangsungnya proses interaksi didasarkan pada pelbagai
factor:
a. Factor Imitasi, proses meniru perilaku orang lain dapat positif dan
negative.
b. Factor Sugesti, apabila seseorang memberi suatu pandangan atau
sesuatu sikap yang berasal dari dirinya yang kemudian diterima oleh
pihak lain.
c. Factor Identifikasi, kecenderungan-kecenderungan atau
keinginan-keinginan dala diri seseorang untuk menjadi sama dengan pihak
lain.
d. Factor Simpati, suatu proses diman seseorang merasa tertarik dengan
pihak lain.
7. Kelompok Sosial
Secara sosiologis, kelompok sosial adalah setiap kumpulan manusia yang
memiliki pola interaksi yang terorganisir dan terjadi secara
berulang-ulang. Kesadaran berinteraksi ini diperlukan oleh mereka untuk menciptakan
suatu kelompok, sedangkan kehadiran fisik semata-mata sama sekali tidak
diperlukan. Kesadaran berinteraksi ini sangat penting karena melalui kelompoklah,
seorang individu menghayati aturan-aturan yang ada dalam "masyarakat".
Melalui interaksi dengan kelompoknya maka seorang individu mampu
memenuhi kebutuhan.
8. Peran dan Status Sosial
Setiap masyarakat selalu ada pembagian peran sesuai dengan kemampuan
yang dimiliki karena melalui peran-peran yang berbeda itu
"masyarakat"
dapat berjalan dengan seimbang. Peran adalah perilaku yang diharapkan
dari seseorang yang memiliki suatu status tertentu. Sedangkan status
adalah kedudukan seseorang dalam suatu kelompok atau kedudukan kelompok
dalam kaitannya dengan kelompok-kelompok lain. Ada 2 jenis peran atau
status dalam
"Sosiologi", yaitu :
a. Achieved role, suatu peran dan status yang dicapai/diperjuangkan
melalui pilihan, usaha, dan tenaga sendiri.
b. Ascribed role, suatu peran dan status yang diperoleh berdasarkan
keturunan, tanpa memperhitungkan selera, kemampuan dan hasil kerja
seseorang.

9. Ketertiban dan Pengendalian Sosial
Dalam suatu system ke"masyarakat"an, pola hubungan dan kebiasaan yang
berjalan lancar digunakan dipakai untuk mencapai tujuan "masyarakat". Hal
ini dapat terwujud apabila kegiatan berlangsung dengan menyenangkan.
Pada masyarkat sederhana, sosialisai menciptakan ketertiban sosial
dengan cara mempersiapkan orang agar bersedia berperilaku sebagaimana
yang diharapkan. "Masyarakat" yang teratur hanya dapat tercipta jika kebanyakan orang
melaksanakan sebagian besar kewajiban mereka kepada orang lain dan mampu
menuntut hak mereka dari orang lain.
10. Sosiolog Sebagai Ahli Riset
Seperti semua ilmuan lainnya, para sosiolog menaruh perhatian pada
pengumpulan dan penggunaan data. Untuk itu, para sosiolog melakukan
riset ilmiah untuk mencari data tentang kehidupan sosial suatu
"masyarakat". Data itu kemudian diolah menjadi suatu karya ilmiah yang
berguna bagi pengambilan keputusan untuk memecahkan masalah-masalah
dalam "masyarakat".
Dalam kaitan dengan hal ini, seorang sosiolog harus mampu men-ernihkan
berbagai anggapan keliru yang berkembang dalam "masyarakat". Dari hasil
penilitiannya, sosio-log harus dapat menghadirkan kebenaran-kebenaran
agar dampak negatif yang mung-kin ditimbulkan oleh kekeliruan dalam
"masyarakat" dapat dihindari. Berdasarkan hal i-tu pula, seorang sosiolog
bisa menghadirkan ramalan sosial yang didasarkan pada po-la-pola,
kecenderungan, dan perubahan yang paling mungkin terjadi.
11. "Sosiologi" Konsultan Kebijakan
Ramalan "Sosiologi" dapat membantu memperkirakan pengaruh kebijakan sosial
yang mungkin terjadi. Setiap kebijakan sosial adalah suatu ramalan.
Artinya, kebijakan di-ambil dengan suatu harapan menghasilkan pengaruh
atau dampak yang diinginkan. Namun, sering terjadi bahwa kebijakan yang
diambil tidak memenuhi harapan terse-but. Salah satu faktornya adalah
ketidakakuratan kesimpulan atau dugaan yang salah terhadap
permasalahannya.
12. "Sosiologi" Sebagai Teknisi
Beberapa sosiolog terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan
"masyarakat". Mereka memberi saran-saran, baik dalam penyelesaian berbagai
masalah hubungan "masyarkat", hubungan antarkaryawan, masalah moral,
maupun hubungan antarkelom-pok dalam suatu organisasi.
Dalam kedudukan seperti ini, sosiolog bekerja sebagai ilmuan terapan
(applied scien-tist). Mereka dituntut untuk menggunakan pengetahuan
ilmiahnya. Dalam mencari ni-lai-nilai tertentu, seperti efisiensi kerja
atau efektifitas suatu program atau kegiatan "masyarakat".
13. "Sosiologi" Sebagai Guru atau Pendidik
Dalam menyajikan suatu fakta, seorang sosiolog harus bersikap netral dan
objektif. Contohnya, dalam menyajikan data tentang masalah kemiskinan,
seorang sosiolog ti-dak boleh menciptakan anggapan sebagai pendukung
suatu proyek atau kegiatan ter-tentu atau mengubahnya sehingga terkesan
reformis, konservatif, dan sebagainya. "Sosiologi" dapat menyajikan contoh-contoh konkret tentang bagaimana
keterlibatan mereka dalam pemecahan masalah sosial. Keterlibatan mereka
dalam kegiatan-kegiatan sosial yang bersifat membangun serta
menunjukkan apa yang telah mereka pe-lajari dari pengalaman-pengalaman
tersebut.
14. Menujang sebuah proses -proses kesuksesan.
Manfaat yang dapt mewujudkan pada hakikat yang benar –benar nyata yang
ada , dimana "masyarakat" menilai dari sebuah titik nol menuju puncak buah
karirnya.titik nol dari apa ? siapapun tidak akan bias sukses dengan
sendirinya tanpa ada peran orang lain dimana id harus tahu dan selalu
mengerti kehidupan di "masyarakat", kehidupan di dunia kerja serta
menempatkan dirinya pada bidang yang mungkin orang lain menjadi yakin
bahwa diri kita mempunyai potensi besar dan mempunyai kualitas tanggung
jawab dalam melakukan apapun dengan komitmen yang kuat. Menjadi mengerti
pembelajaran tidak hanya pada sebutan teori – teori, praktek nyatalah
pembelajaran yang terjun pada "masyarakat" membuat pandangan terus ke depan
tidak dibingungkan oleh teori apapun.survei dan bukti yang ada
direalitas "masyarakat" membangun semangat menciptakan motivasi yang ada
dr berbagai karakter individu dalam lingkungan. Karena kenyamanan, dan
kesenangan kesuksesan ada pada prosesnya, bukan pada akhir dari
prosesnya.
15. Keteraturan pada pola hidup di lingkungan.
Manusia dalam mencapai pola hidupnya dihadapkan pada dua pilihan yaitu
ingin lebih baik ataukah sebaliknya? Di dalam ilmu "Sosiologi"
ber"masyarakat" dengan berdampingan tidak hanya asal kumpul, asal
mengikuti dalam hal apa saja. Di sini "Sosiologi" member manfaat bagaimana
seseorang diberi batasan diberi aturan-aturan yang cenderung mutlak
secara umum maupun dari sisi spiritual dalam tanda kutip. Seseorang
terlihat mempunyai pola hidup yang baik apabila ia memberlakukan,
menghormati, serta melaksanakan dari aturan-aturan yang ada, serta poin
jela yang perlu di garis bawahi tidak menganggap aturan itu menjadikan
arti di larangnya hak kebebasan pola hidup di lingkungan "masyarakat"
menjadi bekal serta cirri dari setiap pribadi seseorang di manapun ia
berada, ia sudah mengerti aturan yang seimbang memanage diri. Ciri pola
hidup yang teratur merefleks, spontan dengan mengingat aturan-aturan
yang baik untuk dirinya dan orang lain, maka ia berhasil membuat pola
hidup yang tahu akan aturan pada lingkungannya.
16. Menghormati pada sebuah perbedaan.
"Sosiologi"memberikan manfaat bagaimana seseorang dapat saling
menghormati dari semua bukti-bukti yang teruji memberikan pengertian
perbedaan apapun dapat di satukan dan saling menguatkan dari sisi-sisi
yang berbeda. Contohnya dalam sebuah perbedaan pendapat pada forum yang
sangat penting untuk mewujudkan satu persamaan yang saling di butuhkan
satu dengan yang lainnya tanpa ada sikap dan perilaku yang membuat
perbadaan itu seakan-akan yang menjadikan diri seorang rendah, merasa
tidak adil. Karena memang hak asasi manusia adalah mutlak pada siapapun
itu.
17. Menciptakan Kerjasama antar pihak.
Pengetahuan
"Sosiologi" menciptakan macam-macam ide sosial pada
pembangunan sebuah kemajuan ilmu-ilmu sosial keterkaitan akan kerjasama
antar pihak tertentu untuk mencapai sesuatu yang saling menguntungkan
dan tidak merugikan pihak lain. Pada proses kerjasama pun terdapat
interaksi dan timbal balik yang di inginkan oleh orang-orang yang
terlibat kerjasama. Kerjasama memerlukan standart mutu yang ditentukan
pada manfaat kerjasama yang baik, seperti apa yang menjadi ciri
penelitian terapan.
18. Penyesuaian Diri pada Lingkungan
"Sosiologi"juga memberi manfaat penuntun, pengarah pada setiap diri
seseorang dalam menempatkan diri pada suatu lingkungan
"masyarakat"nya
serta pemahaman pada setiap karakterisasi lingkungan tempat yang kita
sedang berdiri. Sebagaimana pada
"Sosiologi" kontak langsung dengan
seseorang tidak dapat di hindari. Dimana dapat memberikan pengetahuan
cara bersosialisasi kumpul dengan khalayak dengan hanya mendahulukan ego
sendiri termasuk penghambat untuk kita lebih menyesuaikan lingkungan.
Karena rasa ke-AKUan tidak bisa membuat proses-proses berbaur lebih baik
pada pihak manapun.
19. Perbaikan Diri Menanggapi Masalah
"Sosiologi"juga tak jauh dari materi yang pernah ada tentang
penngendalian, adapun termasuk pengendalian diri dalam melihat satu
titik masalah yang tidak bisa di keluarkan dan dipecahkan dengan amarah,
merasa benar dan seolah-olah kesalahan selalu di pihak lain. Musyawarah
dengan saling mengakui dan saling meraba diri atau introspeksi diri
“apa yang kurang dari diri saya, perilaku saya ?” tidak hanya berselisih
satu sama lain, karena kita saling berdampingan untuk saling mengisi
dengan tanggung jawab serta langkah dewasa untuk tidak terpuruk pada
masalah. Kita perlu berinteraksi dan berhati-hatidi setiap mengambil keputusan
untuk tidak masuk pada lubang yang sama.
Sumber:
1. etika-sukma.blogspot.com/.../manfaat-sosiologi-dalam-kehidupan.ht...
3. curhatananaknegeri.blogspot.com
4. aspirasiku.com
5. beningembun-apriliasya.blogspot.com