Senin, 07 Februari 2011

"PELAYANAN PENCATATAN DAN PENERBITAN KUTIPAN AKTA PENGAKUAN ANAK"

"Pengakuan anak" adalah "pengakuan" secara hukum dari seorang bapak terhadap "anak"nya yang lahir di luar perkawinan yang sah atas perswetujuan ibu kandung "anak" tersebut."


Instansi yang bertanggung-jawab dalam pengurusan surat pencatatan dan penerbitan kutipan  "akta pengakuan anak" adalah Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, sebagai berikut:
1. Petugas registrasi bertanggung-jawab pada pengisian formulir, proses verifikasi dan validasi data. Petugas juga bertanggung-jawab merekam data "pengakuan anak" dalam database kependudukan.
2. Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil bertanggung-jawab pada pemeriksaan akhir, perswetujuan formulir untuk kemudian membuat catatan pinggir pada register "akta" Kelahiran dan Kutipan "Akta" Kelahiran. Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil bertanggung-jawab menerbitkan Kutipan "Pengakuan Anak".


Persyaratan yang diperlukan untuk memproses "akta pengakuan anak" antara lain:
1. Surat Pengantar dari RT/RW dan diketahui Kepala Desa/Lurah.
2. Surat "Pengakuan Anak" dari ayah biologis yang disetujui oleh ibu kandung "anak" tersebut.
3. Kutipan "Akta" Kelahiran.
4. Foto copy KK dan KTP ayah biologis dan ibu kandung.

Prosedur pengurusan pencatatan dan penerbitan "akta pengakuan anak" di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, sebagai berikut:
1. Petugas memberikan formulir kepada pemohon untuk diisi disertai dengan persyaratan.
2. Petugas menerima dan meneliti permohonan dan persyaratan.
3. Kepala Dinas mencatat pada Register "Pengakuan Anak" kemudian membuat catatan pinggir pada register "akta" kelahiran dan Kutipan "Akta" Kelahiran.
4. Petugas merekam data "pengakuan anak" dalam database kependudukan.


Pengurusan pencatatan dan penerbitan kutipan "akta pengakuan anak" dilaksanakan selama 2 (dua) hari kerja di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

"PELAYANAN PENCATATAN DAN PENERBITAN KUTIPAN AKTA PENGESAHAN ANAK"

"Pengesahan anak" adalah "pengesahan" status hukum seorang "anak" yang lahir di luar ikatan perkawinan yang "sah", menjadi "anak" "sah" sepasang suami istri".


Instansi yang bertanggung-jawab melaksanakan pencatatqan dan penerbitan "Akta Pengesahan Anak" adalah Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, yakni:
1. Petugas registrasi bertanggung-jawaqb pada pengisian formulir, proses verifikasi dan validasi data.
2. Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil bertanggung-jawab pada pemeriksaan akhir, persetujuan formulir untuk kemudian mencatat pada Register "akta" Kelahiran dan Kutipan "akta" Kelahiran.


Persyaratan yang diperlukan untuk memproses "akta pengesahan anak" antara lain:
1. Surat Pengantar dari RT/RW dan diketahui Kepala Desa/Lurah.
2. Kutipan "Akta" Kelahiran.
3. Foto copy Kutipan "Akta" Perkawinan.
4. Foto copy KK dan KTP pemohon.

Prosedur pengurusan "Akta Pengesahan Anak" adalah:
Di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil:     
a. Petugas memberikan formulir kepada pemohon untuk diisi disertai dengan persyaratan.
b. Petugas menerima dan meneliti permohonan dan persyaratan.
c. Kepala Dinas mencatat pada Register "akta" kelahiran dan Kutipan "Akta" Kelahiran.
d. Melaksanakan sidang perkawinan untuk mensahkan "akta".

Minggu, 06 Februari 2011

"OBAT SAKIT JANTUNG"

"Jantung" merupakan pusat peredaran darah. Jadi boleh juga dikatakan bahwa "jantung" adalah  merupakan pusat hidup."


Bagi orang yang menderita penyakit "jantung" dapat disamakan dengan sebelah kakinya berpijak di atas kuburan. Bagi penderita penyakit "jantung" apabila sampai mengalami pembengkakan pada "jantung"nya, maka akan mengalami rasa nyeri dan sakit pada "jantung"nya. Apabila ada orang yang mengalami sedemikian rupa, dapat mencoba resep sebagai berikut:


Bahan-bahan ramuan:
1. 3 lembar daun sirih yang bertemu kedudukan ruasnya (Bahasa Jawa: Temu rose).
2. 3 bungkul sedang bawang merah.
3. 4 buah biji buah kemukus (7 jodoh).
4. 1 sendok kecil jintan putih.

Cara membuatnya:
1. Daun sirih, bawang merah dan kemukus dicuci bersih, sedangkan jintan putih tidak perlu dicuci.
2. Lalu tumbuklah keempat bahan ini sampai halus.
3. Kemudian bubuhilah dengan air 4 sendok makan.
4. Lalu disaring.


Minumlah air dari ramuan tersebut dua kali sehari, pagi dan sore. Insya'Allah  penyakit "jantung" tersebut akan sembuh. Lakukan secara rutin.

"MENYEMBUHKAN TBC ATAU TUBERCOLUSA"

"Tubercolusa" atau yang biasa disebut "TBC" merupakan penyakit khusus yang penderitanya sering disinyalir dan diasingkan di tempat khusus."


Penyakit "Tubercolusa" merupakan penyakit yang berbahaya dan menyiksa bagi sang penderita. Untuk menyembuhkan penyakit "Tubercolusa", supaya penderita dapat lebih segar dan gemuk, apabila mempergunakan pengobatan tradisional, sebagai berikut:
1. Bahan-bahan ramuan yang akan dibuat adalah sekepak pucuk daun anom, sejenis pare yang kulitnya berbintik-bintik dan tidak terlalu sulit diperoleh. Adas pulosari satu cangkir dan gula aren dua sendok makan.
2. Daun pare anom dengan adas pulosari dicampur dengan sepanci air.
3. Rebuslah di atas api yang dinyalakan kecil saja, biarkan sampai mendidih.
4. Panci harus ditutup rapat waktu merebus kedua macam ramuan itu, biarkan kurang lebih setengah jam, sampai airnya berkurang jadi tersisa seperempat panci, baru diangkat dari atas api.
5. Campurkan gula aren sambil diaduk-aduk sampai rata sampai air rebusan tersebut menjadi dingin.
6. Minumkan pagi, siang dan malam hari setiap kali satu gelas belimbingan kepada penderita "Tubercolusa" tersebut.

Apabila setiap hari penderita "Tubercolusa" meminum teratur dan tertib ramuan ini, niscaya paru-parunya akan jauh lebih sehat dan penyakit "Tubercolusa" nya dapat disembuhkan, juga tubuhnya akan lebih sehat dan segar dalam waktu tiga bulan sudah dapat dilihat perkembangan yang menggembirakan berkat meminum ramuan tradisional ini.

Sabtu, 05 Februari 2011

"SUPAYA BUAH DADA MONTOK"

"Wanita yang sudah dewasa pasti mendambakan "buah dada" nampak "montok". Lebih-lebih bagi ibu-ibu runah tangga yang sering melahirkan, sebab orang tersebut "buah dada"nya sudah mengendor."

Wanita yang sering menyusui, akan lebih kendor "buah dada"nya. Untuk mengatasi "buah dada" supaya tidak kendor, ada beberapa petunjuk, sebagai berikut:
1. Ambillah satu gelas susu encer atau susu sapi murni.
2. Sediakan sepotong jahe, sebesar ibu jari tangan.
3. Bakarlah jahe dalam panggangan (open) sampai hangus.
4. Kemudian keprak dengan benda keras supaya jahe menjadi gepeng.
5. Masukkan ke dalam gelas yang sudah berisi susu.
6. Diamkan kira-kira satu jam, lalu minumlah.
7. Meminum susu campur jahe ini dilakukan setiap malam hari, niscaya tubuh sehat dan "buah dada" dapat menjadi kencang dan "montok".

Selamat mencoba...........................................

"MENGHILANGKAN BAU PETE ATAU JENGKOL"

"Bagi anda yang suka makan "pete atau jengkol" kadang merasa kesewa karena "pete atau jengkol" akan meninggalkan "bau" yang tidak sedap di mulut maupun pernapasan."


Berikut ini ada resep tradisional yang dapat membantu menghilangkan "bau pete atau jengkol", sebagai berikut:
1. Kumurlah dengan air bersih;
2 Kemudian kunyahlah satu jumput beras yang belum dicuci sampai lembut;
3. Kemudian muntahkan;
4. Setelah itu gosoklah gigi anda.

Hasilnya akan cukup memuaskan, karena anda akan terbebas dari "bau pete atau jengkol".

Selamat mencoba.........................................................................

"HATI YANG BERSIH"

"Setiap orang senantiasa berharap mempunyai "hati yang bersih". Namun harapan tanpa adanya ikhtiar yang sungguh-sungguh hanya akan membuahkan sebuah harapan kosong belaka."


Allah berfirman dalam Al-Qur'an Surat Asy-Syu'ra' Ayat 87-89: "Dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan, (yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan "hati yang bersih".

"Hati yang bersih" atau "hati yang sehat" adalah "hati yang" bersaksi bahwa tidak ada tuhan kecuali Allah, ikhlas dan tidak ternoda oleh kemusyrikan serta tidak ragu terhadap kebenaran. Menurut Abdullah al-Wadhdhaf, Ahmad Salamah dan kawan-kawan, dalam kitab al-iman, bahwa ciri-ciri "hati yang bersih" ada tujuh, yaitu:

1. Senantiasa menerima alhaq (kebenaran).
"Hati yang bersih" senantiasa akan mengikuti kebenaran. Hal ini sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur'an Surat Az-Zumar Ayat 17-18: "Berikan kabar gembira kepada orang-orang yang mendengar perkataan lalu mereka mengikuti apa yang paling baik diantaranya. Mereka itulah orang-orang yang diberi petunjuk Allah dan mereka itulah orang-orang yang berakal".

2. Cinta kepada kebenaran, dan dadanya lapang terhadap Islam.
Pemilik "hati yang bersih", cinta terhadap kebenaran, dan senang untuk belajar Islam dan senantiasa membenarkan hidayah Allah. 

3. Senantiasa memperkenankan panggilan iman.
Hal ini sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur'an Surat Al-Hujurat Ayat 7, Surat At-Taubat Ayat 123-124 dan Surat Ibrahim Ayat 3: Bahwa pemilik "hati yang bersih", di dalamnya senantiasa dihiasi dengan keimanan dan kebencian terhadap segala yang munkar.

4. Senantiasa berfikir dan berdzikir.
Sebagaimana dijelaskan dalam firaman Allah dalam Al-Qur'an Surat Ali Imran Ayat 191, Surat Al Mulk Ayat 10, Surat Adz-Dzariat Ayat 55, Surat Al-A'la Ayat 10-13 dan Surat Maryam Ayat 39, bahwa pemilik "hati yang bersih" akan senantiasa berfikir dan merenungkan dirinya, merenungkan penciptaan langit dan bumi dan senantiasa mengingat kebesaran Allah.

5. Yakin.
Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an Surat Al-Jatsiah Ayat 3-4, bahwa pemilik "hati yang bersih" selalu berfikir, belajar dan berdzikir sehingga sampai pada keyakinan. Abu Abdillah, dalam shahih Bukgari berkata bahwa yakin adalah iman yang menyeluruh (total).

6. "Hati"nya lunak karena mengingat Allah.
Dalam Al-Qur'an Surat Az-Zumar Ayat 22-23, dijelaskan bahwa pemilik "hati yang bersih", "hati" dan kulitnya akan lemas dan gemetar karena mengingat Allah.
7. Mengikuti Al-Qur'an dan As-sunnah.
Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an Surat At-Taubah Ayat 71, An-Nisa' Ayat 59,79 dan Surat Al-Hasyr Ayat 7, bahwa pemilik "hati yang bersih" senantiasa berpegang teguh dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan dia selalu berusaha mencari jalan dalam kehidupannya yang sesuai dengan Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya.
Hadits Riwayat Bukhari dari An Ni'man bin Basyir, menjelaskan bahwa  Rasulullah SAW bersabda: "Ingat ! Sesungguhnya di dalam jasad seseorang ada segumpal darah, apabila dia baik maka akan baiklah seluruh jasadnya, dan apabila rusak dia maka rusaklah seluruh jasadnya. Ingat dia adalah alqalbu ("hati")."

(Sumber: Qobun Salim ("Hati yang bersih"), oleh Fathur Rahman,M.Pdi, dalam Buletin eLKISI Edisi Pebruari 2011).


MusicPlaylistView Profile