Kamis, 11 Juni 2009

"LaDaNG MeNJeMPuT SuRgA (RAHASIA BISNIS RASULULLAH)"

"Salah satu Rahasia Bisnis "Rasulullah" adalah Menjadikan Bekerja Sebagai Ladang Menjemput Surga."


"Rasulullah" bukan hanya seseorang yang pandai berkata-kata, tapi juga pandai dalam merealisasikan kata-kata. Bahkan lebih dari itu, realisasi beliau selalu saja mendahului kata-kata beliau. Ketika beliau mengatakan pentingnya kemajuan per detik, maka beliau sesungguhnya telah merealisasikan kata-katanya itu. Dalam kehidupan "Rasulullah", kadar prestasi yang dicapai oleh "Rasulullah" semakin baik. Begitu pula ketika beliau memfatwakan pentingnya giat dalam bekerja, maka beliau adalah orang yang paling rajin dalam kerjanya.


Spirit "Rasulullah" dalam bekerja, baik spirit individual maupun yang dikembangkan ke dalam spirit komunal, selalu :

1. Mengajarkan untuk selalu memperbaiki prestasi.


2. Mengajarkan untuk berani bersaing untuk mendapatkan yang terbaik dalam persoalan-persoalan positif.


3. Mengajarkan karakter kemandirian, tanpa menggantungkan orang lain.


Beberapa Sabda "Rasulullah" kaitannya dengan bekerja :

1. Sesungguhnya Allah sangat senang jika salah satu diantara kamu mengerjakan suatu pekerjaan yang dilakukannya dengan tekun dan sungguh.


2. Barangsiapa yang di waktu sorenya merasakan kelelahan karena bekerja, berkarya dengan tangannya sendiri, maka di waktu sore itulah ia terampuni dosanya (H.R. Thabrani dan Baihaqi).


3. Berkeliling berjualan lebih baik baginya dari pada meminta=minta kepada orang lain, baik ia diberi atau ditolak. (H.R. Bukhari).


4. Berbuatlah untuk duniamu, seolah engkau akan hidup selamanya, dan berbuatlah engkau untuk akhiratmu seolah engkau akan meninggal esok pagi.


Laksana sebuah ladang, akhirat diumpamakan tempat menuai benih, maka dunia adalah tempat menanamnya. (Sumber : Rahasia Bisnis Rasulullah, Oleh Prof. Laode Kamaluddin, Ph.D).


Maka ada do'a yang biasa diucapkan "Rasulullah" yaitu yang dikenal dengan "Do'a Sapu Jagad",


yang artinya "Ya Allah,berikanlah kepada kami kehidupan dunia yang baik dan kehidupan akhirat yang baik, dan cegahlah kami dari api neraka".


Dengan selalu mengucap do'a ini, kita selalu berharap --- Allah akan selalu menuntun kita dalam segala tindakan kita selalu mengarah kepada kebaikan, baik kebaikan di dunia maupun kebaikan di akhirat nantinya.

Selasa, 09 Juni 2009

"ReSToRaN A L a S - P P L H"

"Restoran Alas-PPLH" merupakan salah satu "restoran" yang menyediakan menu masakan yang serba alami."


D
i perbukitan sejuk lereng gunung Penanggungan tepatnya berada di desa Seloliman,Kecamata
n Trawas Kabupaten Mojokerto Jawa Timur, terdapat sebuah Restoran yang merupakan salah satu fasilitas yang dikelola oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak dalam bidang pendidikan lingkungan hidup yaitu Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Seloliman. Konon PPLH ini didirikan pada 15 Mei 1990 dibawah naungan Yayasan Lingkungan Hidup Seloliman (YLHS).
PPLH selain ditujukan sebagai pendukung kegiatan dan program, juga sebagai media pendidikan lingkungan hidup bagi setiap pengunjung yang menikmati makanan di Restoran Alas ini. Desain bangunan terbuka, dikelilingi oleh kolam ikan serta letaknya di pinggir hutan memberikan suasana tersendiri bagi siapapun untuk dapat berinterkasi langsung dengan alam sambil menikmati hidangan yang disajikan. Di sini pengunjung dapat menikmati hidangan yang benar-benar terjaga kualitas kesehatan, karena sejak proses pengolahan hingga penyajiannya tidak ditambahkan sedikitpun bahan-bahan tambahan kimia seperti penyedap, pewarna, pengawet dll. Menu yang disajikanpun mayoritas adalah menu tradisional dengan pengembangannya serta menggunakan bahan dari sekitar (lokal). (Sumber : www.pplh.or.id)

Untuk kelompok besar, penyajiannya secara prasmanan sehingga pengunjung dapat melayani diri sendiri ditambah tim restoran akan selalu bersedia untuk diajak mengobrol tentang apa saja berkaitan dengan "PPLH" ataupun yang lain. Juga terdapat ruang santai di sebelah restoran serta ruang untuk lesehan yang dilengkapi dengan beberapa peralatan gamelan yang bisa dimainkan sambil mengiringi makan. Restoran PPLH tidak hanya untuk peserta program saja, tetapi semua orang yang ingin menikmati berbagai menu masakan yang ada juga bisa datang berkunjung ke sini. (Sumber : www.pplh.or.id)

Pengunjung yang datang ke Restoran Alas ini, pasti akan menyantap hidangan dengan lahap, karena kondisi alam yang sejuk nan indah menawan dan untuk menuju ke restoran ini dibutuhkan waktu yang cukup lama (kurang lebih dua jam) dari kota, ditambah dengan pelayanan pemesanan yang juga membutuhkan waktu yang tidak sebentar, sehingga kita punya kesempatan menikmati indahnya alam sambil perut kita menyanyi keroncongan.

Restoran ini juga tidak menyediakan tisu, sedotan untuk minum dan bahkan untuk mencuci tanganpun jangan harap bertemu sabun, karena untuk mencuci tangan pengunjung disediakan "klerek" sebagai pengganti sabun. Pokoknya serba alami deh...

Back to basic - natural.....

Bagi yang belum pernah berkunjung ke tempat ini, bisa dicoba untuk menghilangkan rasa jenuh dari kegiatan keseharian kita. Refreshing dengan menikmati keindahan alam ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa ini.

Senin, 01 Juni 2009

"RASULULLAH MeMBaNGuN MaSYaRaKaT"

"Rasulullah" adalah sebagai pembangun "masyarakat" dan negara. Dalam masa 22 tahun adalah masa yang relatif singkat, beliau berhasil membina "masyarakat" dan membangun negara dengan berpedoman kitab suci Al-Qur'anul Karim."


Kiat "Rasulullah" membangun "masyarakat" dan bangsa, ketika beliau memimpin Madinah, adalah dengan melaksanakan langkah-langkah sebagai berikut :

1. Menggunakan pendekatan kebersamaan dan persaudaraan dalam mempersatukan kelompok "masyarakat" Madinah.


2. Meletakkan hukum di atas segala-galanya dan menegakkan secara konsisten, tanpa pandang bulu.


3. Memberdayakan ekonomi rakyat.


(Sumber : Rahasia Bisnis "Rasulullah" oleh Prof. Laode Kamaluddin, Ph.D ).

Pembangunan "masyarakat" akan terlaksana dengan baik apabila kita mau mengetrapkan langkah-langkah yang telah dicontohkan oleh beliau.

Kehidupan "Rasulullah" semasa hidupnya, adalah :

1. Sebagai penggembala domba dengan mendapat honor atau upah selama 5 (lima) tahun.


2. Sebagai saudagar import dan eksport selama 15 (lima belas) tahun.


3. Sebagai pembina umat manusia di dunia selama 22 (dua puluh dua) tahun lebih.


4. Sebagai panglima perang kurang lebih 12 (dua belas) tahun.


5. Pembina rumah tangga selama 28 (dua puluh delapan) tahun.


6. Ahli dalam berpidato, politik, sosial, perdagangan dan perekonomian selama kurang lebih 22 (dua puluh dua) tahun.


Demikianlah kehidupan "Rasulullah". Mengapa jiwa beliau jadi kuat dan tak pernah mengalami kegagalan dalam menjalani segala usahanya. Memakai resep apa serta metode apa kiranya? Rahasianya tak lain dan tak bukan beliau hanya memakai resep serta metode dari Al-Qur'an yang diturunkan oleh Allah SWT selama 22 (dua puluh dua) tahun 2 (dua) bulan lebih 22 (dua puluh dua) hari.

"RaHaSiA BiSnIs RaSuLuLLaH"

"Apabila semua "bisnis"man mau mengaplikasikan apa yang dilaksanakan "Rasulullah" di atas, maka kesejahteraan umat akan dapat terwujud."

"Rasulullah"
adalah tokoh yang patut kita teladani, baik sebagai negarawan maupun sebagai "bisnis"man yang handal. Dalam bahasan ini utamanya adalah dalam kehidupan Beliau sebagai "bisnis"man. "Rasulullah" mempunyai "Rahasia Bisnis" yang sangat bagus yang bisa diterapkan oleh para "bisnis"man. "Rahasia bisnis" beliau adalah :

1. Menjadikan bekerja sebagai ladang menjemput surga.


2. Dalam dunia "bisnis", kejujuran dan kepercayaan tak boleh ditawar sama sekali.


3. Tak cuma bisa mimpi, tapi harus jago mewujudkan mimpi itu.


4. Berpikir visioner, kreatif dan siap menghadapi perubahan.


5. Memiliki planning dan goal setting yang jelas.


6. Pintar mempromosikan diri.


7. Menggaji karyawan sebelum kering keringatnya.


8. Mengetahui rumus bekerja dengan cerdas.


9. Mengutamakan sinergisme.


10.Ber"bisnis" dengan cinta.


11.Pandai bersyukur dan berucap terimakasih.


12.Be The Best ! Menjadi manusia paling bermanfaat.


( Sumber : "Rahasia Bisnis Rasulullah" oleh Prof. Laode Kamaluddin, Ph.D ).


Salah satu tanda bahwa kita mencintai "Rasulullah" adalah dengan beramal sesuai dengan apa yang telah dicontohkan oleh "Rasulullah" SAW.


Apabila semua "bisnis"man mau mengaplikasikan apa yang dilaksanakan "Rasulullah" di atas, maka kesejahteraan umat akan dapat terwujud. Tidak akan ada konflik-konflik yang akhir-akhir ini banyak terjadi di dunia "bisnis". Konflik antara pengusaha, pekerja maupun pelanggan tidak akan sampai terjadi.


Marilah kita ciptakan kedamaian dan kebersamaan dalam kehidupan dunia ini dengan mengaplikasikan contoh-contoh yang telah diberikan oleh "Rasulullah" SAW. Karena dengan mengaplikasikan amalan yang telah dicontohkan oleh "Rasulullah" berarti kita melaksanakan perintah Allah seperti Firman Allah dalam Al-Qur'an Surat Al-Ahzaab Ayat 21 : "Sungguh pada diri "Rasulullah" itu teladan yang baik bagi kamu, bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan hari kemudian dan banyak mengingat Allah".


Mudah-mudahan kita termasuk orang-orang yang dirahmati oleh Allah SWT, sehingga kita bisa selalu mengamalkan amalan yang telah dicontohkan oleh "Rasulullah" SAW. Amiin Ya Robbal Alamiin........

Sabtu, 30 Mei 2009

"ADZAN SEBAGAI PANGGILAN SALAT"

"Adzan" merupakan panggilan untuk "salat". Ukuran iman seseorang dapat diukur dari "salat"nya. Apabila kita mendengar "adzan" segeralah meninggalkan segala urusan ......."




Allahu Akbar Allahu Akbar
Asyhadu alla ilaha illallah
Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah
Hayya 'alash sholah (2 kali)
Hayya 'alal falah (2 kali)
Allahu Akbar Allahu Akbar
La ilaha illallah

 
"Adzan" merupakan pemberitahuan tentang masuknya waktu "salat" dengan kalimat-kalimat yang disebutkan di atas. "Adzan" hukumnya wajib kifayah bagi setiap penduduk kota atau kampung.
Seperti yang disabdakan oleh Rasulullah SAW : "Apabila datang waktu "salat" hendaklah salah seorang dari kamu "adzan" untuk kalian. Dan hendaklah yang paling tua jadi imamnya (Muttafaq 'alaih).


Orang yang mengumandangkan "adzan" disebut muadzin. Sebaiknya muadzin seorang yang dapat dipercaya, memiliki suara yang keras dan bagus, mengerti waktu-waktu "salat". Mengumandangkan "adzan" sebaiknya di tempat yang tinggi seperti menara dan sebagainya. Memasukkan kedua jari telunjuk ke dalam telinganya. Berpaling ke kanan dan ke kiri waktu mengucapkan Hayya alassalah - Hayya alal falah.


Muadzin jangan minta diberi upah selain dari baitulmal (keuangan negara atau dana waqaf).


"Adzan" merupakan panggilan untuk "salat". Ukuran iman seseorang dapat diukur dari "salat"nya. Apabila kita mendengar "adzan" segeralah meninggalkan segala urusan yang kita laksanakan dan segera melakukan "salat" menghadap kepada Allah SWT.


Sebelum melaksanakan "salat" berjama'ah, hendaknya ada seseorang yang mengucapkan iqamah dengan bacaan sebagai berikut :

  • Allahu Akbar, Allahu Akbar
  • Asyhadu alla ilaha illallah
  • Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah
  • Hayya 'alash sholah
  • Hayya 'alal falah
  • Qod qomatish sholah (2 kali), artinya "Salat" akan didirikan"
  • Allahu Akbar, Allahu Akbar
  • La ilaha illallah

Setelah seseorang selesai mengumandangkan iqamah, barulah imam memulai memimpin "salat".

Jumat, 29 Mei 2009

"CALON PENGHUNI SURGA"

"Ciri "calon penghuni surga" yang kedua adalah orang yang tidak suka merusak, tidak suka membuat masalah dan tidak pernah merugikan orang lain."



"Surga"
merupakan puncak hadiah yang akan diraih oleh manusia. Untuk mendapatkan hadiah ini tentu saja tidaklah mudah. Diperlukan perjuangan yang sungguh-sungguh, karena Allah akan terus menerus menguji keuletan manusia dalam mematuhi perintah dan larangan-Nya.


Manusia nantinya masuk "surga" atau neraka -- ditentukan melalui proses kompetisi yang panjang selama hidup di dunia, yakni kompetisi dalam mengumpulkan pahala. Kompetisi ini akan berakhir pada saat manusia mati, karena sudah tidak ada kesempatan pengumpulan pahala lagi setelah manusia mati.


Ciri-ciri orang "calon penghuni surga" adalah :

1. Orang yang tidak sombong, rendah hati atau Tawadu'.


2. Orang yang tidak suka merusak.


3. Orang yang taqwa.


Ciri "calon penghuni surga" yang pertama adalah orang yang tidak pernah menyombongkan diri, selalu rendah hati atau Tawadu'. Orang seperti ini adalah orang yang tidak suka dipuji dan tidak suka menghinakan orang lain. Allah SWT Maha Indah, Allah suka keindahan. Kalau kita dikaruniai keindahan, harus kita manfaatkan sebaik-baiknya. Keindahan yang diberikan kepada kita jangan sampai me mbuat kita sombong.


Ciri "calon penghuni surga" yang kedua adalah orang yang tidak suka merusak, tidak suka membuat masalah dan tidak pernah merugikan orang lain. Ciri kedua ini adalah orang yang selalu lemah lembut dan tidak pernah berbuat kasar kepada orang lain.


Ciri "calon penghuni surga" yang ketiga adalah orang yang taqwa kepada Allah, yaitu orang-orang yang selalu menjaga


keimanannya agar selalu meningkat. Orang ini beribadah hanya karena Allah, bukan karena ingin dipuji atau karena lain. Orang ini selalu menyerahkan dirinya hanya kepada Allah SWT semata. Orang yang taqwa ini adalah orang Mukhsinin, yaitu orang yang dalam kehidupan sehari-harinya selalu berbuat baik, suka salat tahajud dan banyak istighfar pada malam hari, membagikan hartanya untuk orang yang tidak mampu dan sangat mengerti bahwa rezki berada di tangan Allah SWT.


Sedangkan ciri-ciri orang calon penghuni neraka adalah berbanding terbalik dengan "calon penghuni surga". Marilah kita selalu introspeksi diri, agar kita bisa memperbaiki diri, sehingga kita bisa menjadi orang "calon penghuni surga" kelak. Amiin.............

"4 (EmPaT) PeRtaNYaaN"

"Ada 4 (empat) "pertanyaan" yang nantinya akan ditanyakan kita pada hari akhir nanti, yaitu :



"Pertanyaan" Pertama: Umurmu kau habiskan untuk apa? Kita hidup diberi kenikmatan kesehatan dan kesempatan. Kesempatan yang diberikan untuk kita dihabiskan untuk apa?


"Pertanyaan" Kedua:. Masa Mudamu kau pergunakan untuk apa? Masa muda adalah masanya kita diberi kekuatan. Usia muda adalah usia produktif yang harus
dimanfaatkan sebaik-baiknya. Bukan untuk berhura-hura, akan tetapi digunakan untuk lebih

mendekatkan diri kepada Allah SWT.


"Pertanyaan" Ketiga: Dari mana Harta Bendamu dan kau belanjakan untuk apa?

Dari mana
asal dan bagaimana cara mendapatkan harta benda kita? Apakah diperoleh dengan cara yang halal atau haram?


"Pertanyaan" Keempat:  Ilmu yang didapatkan diperg
unakan untuk apa?

Ilmu yang kita peroleh kita pergunakan untuk apa? Untuk memintarkan orang lain apa untuk membodohi orang lain? Ilmu yang kita peroleh harus kita manfaatkan sebaik-baiknya. Jangan sampai ilmu yang kita peroleh malah jadi bumerang buat kita, sehingga nantinya justru akan menyiksa diri kita sendiri.



Untuk mempersiapkan jawaban-jawaban dari "pertanyaan-pertanyaan" tadi, kita harus memperbanyak ibadah kita di dunia ini.


Sedangkan persyaratan supaya ibadah kita diterima oleh Allah SWT, adalah :

1.Berdasarkan keimanan.


2. Niat yang Ikhlas.


3. Semata mengharap Ridha Allah SWT.



Dengan memenuhi 3 (tiga) persyaratan di atas, Insya'Allah ibadah kita akan diterima oleh Allah SWT. Amiin............



MusicPlaylistView Profile