Minggu, 08 Maret 2015

"KHARISMA"

"Kharisma" adalah sebuah aura khas yang dimiliki seseorang sejak lahir dan berkembang seiring bertambahnya ilmu dan pengalamannya yang membuatnya terlihat “berbeda” dari yang lain". 



"Kharisma" itu sendiri merupakan ciri khas unik seseorang, sehingga tidak bisa ditiru oleh orang lain. "Kharisma" adalah pengolahan diri seseorang dimana, orang tersebut terus menerus mengembangkan kelebihan dirinya, yang bisa memancar keluar membuat orang lain menjadi bisa merasakannya atau bisa menjadi penggemar (pengikut) yang fanatik untuk dirinya. Dan seperti Inner Beauty dimana inner beauty (kecantikan batin) bisa menjadi inner power (kekuatan'dalam') maka "Kharisma"pun demikian, orang akan merasakan jika berhadapan dengan seseorang yang mempunyai "Kharisma", energi postif memancar keluar memberi daya tarik pada orang yang berinteraksi."Kharisma", tidak bisa digembar-gemborkan oleh diri sendiri, dimana seseorang bisa bertepuk dada, menyatakan dirinya punya "Kharisma" atau punya inner beauty. Maka kesimpulannya "Kharisma" maupun Inner Beauty bisa dirasakan, bisa terlihat oleh orang lain bukan sebagai pengakuan oleh diri sendiri.

APA SIH "KHARISMA" ITU?

Individu yang "Kharisma"tik terlihat dari kemampuan mereka menarik perhatian dan meyakinkan orang lain. Dengan adanya gabungan karakteristik tersebut dengan kompetensi organisasional dan bisnis yang memadai akan membuat kebanyakan orang akan melihat dan berkata  “Wah, orang itu adalah pemimpin besar.”


Sebelum kita lanjutkan, mari kita bicara tentang definisi dari kata "Kharisma". Ada beberapa definisi yang bisa ditemukan:
  • “Kemampuan untuk mengembangkan atau memberi inspirasi komitmen ideologis pada orang lain.”
  • “Daya tarik pribadi yang memungkinkan untuk mempengaruhi orang lain.”
  • “Kata "Kharisma" (dari kata Yunani "Kharisma" atau artinya hadiah), sering digunakan dalam bentuk ini untuk menggambarkan kemampuan untuk pesona atau mempengaruhi orang.”
Tentu saja menginspirasi orang lain untuk bertindak positif merupakan faktor penting dalam keberhasilan dalam kepemimpinan, seperti halnya kemampuan untuk membantu orang lain berkomitmen untuk mengembangkan ide. Bahkan dengan memiliki ‘daya tarik pribadi’, terlihat baik, fasih berbicara dengan orang lain, dan keterampilan interpersonal yang baik selalu berguna bagi seorang pemimpin. Tapi ketika "Kharisma" menjadi pertimbangan utama dalam menentukan baik tidaknya seorang pemimpin maka bisa terjadi kekecewaan bagi pengikutnya. Pernahkah Anda sadari dari sudut pandang ini seorang Mahatma Gandhi dan Adolf Hitler sama "Kharisma"tiknya?

Istilah "Kharisma" adalah nilai yang netral: ia tidak membedakan antara baik/bermoral dan jahat/tak bermoral. "Kharisma" dapat mengakibatkan fanatisme buta dan megalomaniacs yang berbahaya, atau untuk menjadi pengorbanan diri heroik dalam pelayanan yang menguntungkan organisasinya.

MEMBANGUN
"KHARISMA" 


Seseorang yang mempunyai "Kharisma" bisa membuat seseorang menjadi idola, pemimpin yang dikagumi bahkan mempunyai pengikut yang ‘rela mati' untuknya seperti kita kenal beberapa tokoh dunia yang ber"Kharisma", dan banyak tokoh yang mempunyai "Kharisma" ternyata bukanlah seseorang yang mempunyai kedudukan atau harta berlimpah tapi seperti banyak diungkapkan dimana beberapa nama seperti Nabi Muhamad SAW, dan masih banyak tokoh lainnya dimana banyak cerita mengungkapkan bila mereka berceramah, bukan saja memukau manusia bahkan burung yang terbangpun akan hinggap dulu di dahan pohon untuk turut mendengarkannya.

Sebagai contoh yang hidup pada zaman ini yaitu ibu Theresa dari Calcuta, dimana seorang teman Victor Chandrawira yang kebetulan bisa hadir dalam kesempatan itu, bersaksi: pada saat Women World Summit di Beijing September 1996 dimana sejumlah ibu negara dan tokoh-tokoh wanita dunia berkumpul dengan beragam gemanya, di tengah kebisingan obrolan antar mereka mendadak suasana bisa sunyi hening tácala, seorang ibu tua dengan pakaian sederhana dan badan yang tua renta berjalan memasuki arena, yang ternyata ibu tersebut adalah Ibu Theresa yang begitu ber
"Kharisma" sehingga bisa membuat semua mulut terdiam, mata terbelalak padahal dia sosok tua yang sederhana.

Melihat penampilan wanita tua sederhana di tengah gemerlapnya pakaian dan anggunnya penampilan para ibu negara seluruh dunia, maka apanya yang membuatnya bisa membungkamkan mulut dan membelalakan mata orang banyak..? Tentu saja jawabannya adalah
"Kharisma"nya.! Beliau membangunnya dengan berbuat baik sepanjang hidupnya, dimana perbuatannya melebihi kebanyakan orang di dunia ini, dan mungkin sampai saat ini belum tergantikan sejak kematiannya."Kharisma" bisa dibangun, dipupuk dengan perbuatan baik yang terus menerus dan membuahkan sesuatu yang berguna untuk orang lain dan melakukannya dengan kesungguhan hati untuk mendapatkannya."Kharisma" sebuah perbuatan nurani dimana seseorang bisa menyeimbangkan dirinya, untuk berbuat dengan mementingkan kepentingan orang lain di atas kepentingan ego diri, bisa memikirkan perasaan orang lain, bisa bekerja dengan kasih sayang tanpa pamrih untuk kesejahteraan orang lain, bisa bekerjasama dengan baik dengan semua unsur tim kerja.


"Kharisma" tidak hanya dapat memberikan daya tarik pribadi tetapi juga dapat sebagai salah satu penunjang sukses berkarir. Ada beberapa kiat untuk membangun  "Kharisma" berikut ini dan praktekkan, serta lihat apa hasilnya pada diri Anda.
1. Menciptakan Daya Tarik Pribadi
2. Menunjukan Sikap Bersahabat
3. Hindari Sikap Menunduk
4. Jangan Lupakan Etika dan Sopan Santun
5. Jalin Kontak Mata Saat Bicara
6. Jangan Takut Untuk Dipuji
7. Jangan Takut jadi Pusat Perhatian  

Silahkan Anda coba, rasakan dan nikmati hasilnya. Selamat mencoba, semoga Anda berhasil menjadi orang yang ber"Kharisma".

Sumber:
1. https://id-id.facebook.com/.../posts/465163740183716
2. aampuh.blogspot.com/.../arti-dari-kata-kharisma.html
3. www.bizresult.com/?mn=Refleksi&article_id=11
4. https://id.answers.yahoo.com/question/index?qid...
5. laely.widjajati.facebook/Kondangan-(23082014)
6. laely.widjajati.facebook/Ketua-FKPI-Sidoarjo.....
7. laely.widjajati.facebook/Kok-di-blakang-q-bnyak-"ULAR"nya-ya???????????

Sabtu, 07 Maret 2015

"MANFAAT BERAS HITAM"

Di Indonesia, masyarakat lebih banyak yang mengenal ketan "Hitam" dibanding "Beras Hitam""Beras Hitam" banyak tumbuh di wilayah Asia.



Meskipun warnanya sama-sama "Hitam", "Beras Hitam" berbeda dari ketan "Hitam". Begitu pula dengan kandungan nutrisinya. Sifat dan teksturnya mirip dengan "Beras" biasa dibanding ketan.

Secara umum terdapat tiga macam "Beras", yakni "Beras" putih (Oryza sativa), "Beras" merah (Oryza glaberrima) dan "Beras Hitam" (Oryza sativa L. indica). Dari ketiga jenis itu, "Beras" putih paling banyak dikonsumsi disusul dengan "Beras" merah dan terakhir "Beras Hitam".

"Beras Hitam" memiliki segudang "manfaat" bagi kesehatan. Dalam sejarahnya, "Beras Hitam" dianggap sebagai makanan para raja. Di Cina, "Beras Hitam" pernah disebut sebagai "Beras" terlarang (forbiden rice). Karena pada masa itu yang boleh mengkonsumsi "Beras Hitam" hanya keluarga kerajaan.

Dari segi rasa, "Beras Hitam" sedikit pera tidak begitu “pulen” seperti "Beras" putih. Untuk memasaknya, dibutuhkan lebih banyak air dan waktu lebih lama. Setelah matang, "Beras Hitam" memiliki aroma kuat yang menguggah selera makan.

"Manfaat beras hitam"

Kalau membaca sejumlah literatur yang bertebaran di dunia maya, "Beras Hitam" digembar-gemborkan seperti obat segala hal yang bisa menyembuhkan segala hal. Namun benarkah itu? mari kita tinjau lagi dengan seksama.

"Beras Hitam" adalah bahan pangan, bukan obat. Walaupun bisa saja berfungsi obat pada keadaan tertentu. Seperti pangan pada umumnya, "manfaat" atau khasiat yang ada pada "Beras Hitam" lebih kepada pencegahan penyakit dari pada mengobati. Ada pun "manfaat" utama "Beras Hitam" adalah sebagai berikut:

1. Mencegah Kanker.
"Beras Hitam" dikatakan ber"manfaat" mencegah karena dalam "Beras Hitam" memiliki kandungan antosianin yang tinggi. Berdasarkan banyak riset, antosianin ini merupakan salah satu antioksidan yang sangat kuat. Sebagaimana diketahui secara luas, zat antioksidan berperan aktif untuk mencegah penyakit kanker.

2. Mencegah Diabetes.
Nilai kalori "Beras Hitam" terendah dibanding dengan jenis "Beras" lainnya, yaitu sekitar 362 kcal per 100 gram. Kandungan kalori ini berkaitan erat dengan indeks glikemik. Indeks glikemik merupakan angka yang menujukkan seberapa besar suatu makanan bisa meningkatkan kadar gula dalam darah setelah dikonsumsi. Semakin tinggi indeks glikemik, maka makanan tersebut akan memicu kenaikan gula darah semakin tinggi pula. Sehingga"Beras Hitam"  digolongkan sebagai pangan sehat dan dianjurkan bagi penderita diabetes.

3. Mencegah Penyakit Jantung.
"Beras Hitam" memiliki kandungan serat yang tinggi. Ini terasa dari rasanya yang sedikit pera, tidak sepulen "Beras" putih. Setiap makanan yang memiliki kada serat tinggi tentu akan berperan aktif memelihara kesehatan jantung Anda.

4. Obat Anemia.
Kandungan zat besi "Beras Hitam" tinggi mencapai 15,52 ppm. Zat besi merupakan salah satu unsur penting dalam pembentukan darah (hemoglobin). Karena itu makanan yang kaya akan zat besi sangat dianjurkan bagi penderita anemia.

5. Anti Aging (Anti Penuaan).
Hal ini masih terkait dengan antioksidan dalam "Beras Hitam". Antioksidan diketahui juga berperan dalam memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak. Sehingga apabila sel-sel tubuh cepat memperbaiki diri, seseorang akan terlihat lebih bugar dan awet muda.

Sumber:
1. alamtani.com › Agrosiana › Pangan & gizi
2. health.kompas.com/.../Mengenal.Keunggulan.Manfaat...

Jumat, 06 Maret 2015

"GUYONAN / HUMOR DALAM ISLAM"

"Humor" atau "Guyonan" adalah salah satu hal yang dapat mengundang senyum dan tawa seseorang". 



Tidak dapat dipungkiri bahwa tersenyum dan tertawa merupakan salah satu kebutuhan dalam hidup manusia.  Di sela-sela kesibukan dalam bekerja untuk mencari nafkah, "Humor" atau "Guyonan" menjadi warna penting untuk menghidupkan kembali suasana hati. Seorang yang "Humor"is pun lebih disenangi dari pada seorang yang dingin. "Humor" juga dapat memberikan banyak manfaat, antara lain:
  1. dapat mengurangi rasa sakit,

  2. dapat membuat hati menjadi rileks,

  3. dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh,

  4. dapat mengurangi stres, dan

  5. dapat mengurangi rasa takut yang tidak perlu.
Di dalam ajaran "Islam" yang begitu komprehensif pun ada batasan-batasan seseorang untuk "Guyonan" yang apabila dipatuhi akan melahirkan "Humor"-"Humor" yang positif, manusiawi, tidak ada unsur menyakiti hati, dan tidak ada unsur dusta atau kebohongan. Batasan-batasan "Humor" di dalam "Islam",  antara lain:
  1. Tetap berada pada tujuan bahwa "Humor" sekedar untuk menghidupkan suasana dan tidak berlebihan, misalnya sampai harus menjatuhkan kehormatan orang lain

  2. Tidak boleh menjadikan tauhid, yang merupakan inti ajaran Islam, sebagai bahan "Guyonan".

  3. Tidak ada perkataan yang mengandung dusta (kebohongan) di saat "Guyonan" sebagaimana Rasullullah SAW bersabda, “Aku menjamin dengan sebuah istana di bagian tepi surga bagi orang yang meninggalkan debat meskipun ia berada di pihak yang benar, sebuah istana di bagian tengah surga bagi orang yang meninggalkan dusta meski ia sedang bercanda, dan istana di bagian atas surga bagi seseorang yang memperbaiki akhlaknya.” (HR. Abu Dawud).

    Rasullullah SAW pun telah memberi ancaman terhadap orang yang berdusta untuk membuat orang lain tertawa dengan sabda beliau, “Celakalah seseorang yang berbicara dusta untuk membuat orang tertawa, celakalah ia, celakalah ia.” (HR. Imam Ahmad, Abu Dawud dan Tirmidzi)
    Para sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW, “Wahai, Rasullullah! Apakah engkau juga bersendau gurau bersama kami?” Maka Rasulullah SAW dengan sabdanya, “Betul, hanya saja aku selalu berkata benar.” (HR. Imam Ahmad dengan derajat shahih)

  4. Tidak menakut-nakuti seorang muslim dalam bercanda. Rasullullah SAW bersabda, “Janganlah salah seorang dari kalian mengambil barang milik saudaranya, baik bercanda maupun bersungguh-sungguh.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
    Rasullullah SAW. juga bersabda, “Tidak halal bagi seorang muslim untuk menakut-nakuti muslim yang lain.” (HR. Abu Dawud)

  5. Tidak boleh  melecehkan sekelompok orang tertentu, misalnya bercanda dengan melecehkan penduduk daerah tertentu, atau profesi tertentu, bahasa tertentu dan lain sebagainya, yang perbuatan ini sangat dilarang.

  6. Menghindari "Guyonan" yang berisi tuduhan dan fitnah terhadap orang lain. Sebagian orang "Guyonan" dengan temannya lalu mencela, memfitnahnya, atau menyifatinya dengan perbuatan yang keji untuk membuat orang lain tertawa.

  7. Menghindari "Guyonan" dengan aksi atau kata-kata yang buruk.  Allah telah berfirman, yang artinya, “Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya setan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya setan adalah musuh yang nyata bagi kalian.” (QS. al-Isra’:53)

  8. Tidak banyak tertawa sebagaimana Rasulullah SAW telah mengingatkan agar tidak banyak tertawa, “Janganlah kalian banyak tertawa. Sesungguhnya banyak tertawa dapat mematikan hati.” (HR. Ibnu Majah)
"Dalam "Islam" sama sekali tidak ada larangan "Humor" dan cara "Guyonan".  Tentu saja selama masih berada dalam koridor yang benar. Kita tidak diperbolehkan bercanda yang berlebihan hingga akhirnya jatuh pada ghibah atau olok-olok. Misalnya, memanggil nama seseorang dengan julukan cacat yang dimilikinya. Sebagai contoh, seorang yang kakinya mengalami kecacatan sejak lahir hingga jalannya agak terpincang-pincang, lalu kita panggil dengan Si Pincang. Meskipun panggilan itu benar, tapi bisa jadi olok-olok yang menyakitkan hati pemiliknya. Padahal, pastilah tidak ada orang yang ingin lahir dalam kondisi cacat.

Al Qur’an juga telah melarang dengan tegas sikap olok-olok ini seperti yang tercantum dalam surat Al Hujurat ayat 11,

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok), dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokkan) perempuan-perempuan lain, karena boleh jadi perempuan (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela satu sama lain, dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk.”
Dalam kehidupan keseharian, Rasulullah SAW. juga kadang "Guyonan". Suatu hari ada seorang nenek yang bertanya sama Rasulullah SAW, “Ya Rasulullah, apa aku bisa masuk surga?
Nabi Muhammad SAW menjawab, “Di surga tidak ada orang tua.
Mendengar jawaban itu, si nenek tentu saja terpukul dan sangat sedih. Namun kekecewaannya tidak berlangsung lama. Rasulullah SAW kembali berkata, “Di surga yang tinggal hanya mereka yang muda. Orang yang sudah tua di dunia akan kembali jadi muda saat berada di surga.

Para ahli hadits, menilai "Humor" Rasulullah SAW ini, selain melahirkan senyum, juga membawa kabar gembira. Terutama bagi kalangan lansia. Dimaksudkan agar para lansia terus meningkatkan keimanan dan amalnya kepada Allah SWT.

Di lain waktu, Rasulullah SAW juga bercanda atau "Guyonan" dengan sahabatnya, Anas bin Malik. Beliau memanggil Anas dengan panggilan, “Wahai Pemilik Dua Telinga!

Tentu saja ini "Humor" yang benar dan tidak keluar jalur. Anas bin Malik pasti memiliki dua telinga, bukan empat telinga.

"Humor" dan cara bercanda Rasulullah SAW tidak pernah lepas kontrol. Apa yang dilakukannya, tidak pernah melanggar kesopanan dan tidak ada mudaratnya.


Dalam literatur "Islam" masa lalu, cukup banyak tokoh-tokoh muslim yang telah menghasilkan karya-karya "Humor". Namun "Humor" dan "Guyonan" mereka selalu mengandung unsur akidah, muamalah dan akhlak. Di antaranya Nasruddin Hoja, Hani al Arabiy, dan Abu Nawas.

Para tokoh "Humor" ini, digambarkan sebagai manusia-manusia unik. Dari ucapan dan perbuatan mereka, semuanya mengandung pengajaran dan dakwah.
Sumber:
1. kanzunqalam.com/2010/08/02/humor-dalam-islam/
2. hiburan.kompasiana.com/humor/.../humor-ala-rasulull..
6.geena84.deviantart.com851×500Search by imageCute muslimah by geena84

"DILARANG PUTUS ASA"

"Putus-asa" adalah suatu sikap atau perilaku seseorang yang menganggap drinya telah gagal dalam menghasilkan sesuatu harapan cita-cita". 



Ia tidak mau kembali lagi untuk berusaha yang kedua kalinya. Semua umat manusia pasti merasakan "Putus-asa". Dan umat itu pastilah menjadi lemah dan lenyap kekuatannya karena "Putus-asa" merupakan penyakit atau racun yang benar-banar membahayakan bagi setiap pribadi manusia. 

Allah SWT. dalam salah satu firman-Nya, mempersamakan antara sifat "Putus-asa" itu dengan sifat kekafiran. Sebabnya tiada lain hanyalah karena bencana yang ditimbulkan oleh kedua macam sifat itu sama-sama besar dan dahsyat. Firman Allah dalam Al-Qur’an, yang artinya: “janganlah kamu semua ber"Putus-asa" dari rahmat Allah, sesungguhnya tidak ada yang suka ber"Putus-asa" dari rahmat Allah, melainkan golongan orang-orang kafir”. (QS. Yusuf:87)
 
Dalam Islam kita "dilarang putus asa" dan harus beriman kepada takdir. Kita menerima semua ujian karena yakin itu semua sudah ditetapkan oleh Allah.

Ibrahim berkata: “Tidak ada orang yang ber"Putus-asa" dari rahmat Tuhan-nya, kecuali orang-orang yang sesat.” (QS.Al Hijr: 56).

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu ber"Putus-asa" dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” QS. Az Zumar: 53),

Allah tidak menginginkan kita jadi dokter, kaya raya, atau yang lainnya. Yang dinginkan Allah dari kita hanya takwa. Yaitu mematuhi aturannya dan menjauhi laranganNya. Toh ketika manusia mati, segala harta, jabatan, dan istri yang cantik sudah tidak bermanfaat lagi baginya.


Kita jangan takut dan sedih jika ditimpa musibah berupa ketakutan, kelaparan, kemiskinan, dan kematian. Itu adalah cobaan. Ucapkanlah bahwa kita semua adalah milik atau ciptaan Allah dan kepada Allah kita kembali.
Jika kita sabar, itu akan menambah pahala kita dan mengurangi dosa kita dan surga adalah imbalannya.

”Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun” Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al Baqarah: 155-157).


Kita harus yakin bahwa di balik kesulitan yang menimpa kita, Insya'Allah akan ada kemudahan. Percayalah karena ini adalah janji Allah yang Maha Benar!

Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Alam Nasyrah: 5-6).

”…Siapakah yang dapat menghalangi kehendak Allah jika Dia menghendaki kemudharatan bagimu atau jika Dia menghendaki manfaat bagimu. Sebenarnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Fath: 11).


Diantara sebab-sebab yang dapat menimbulkan ke"Putus-asa"an adalah:

1.  Mengingat-ingat musibah sampai tidak bisa melupakannya serta dan membayangkannya sampai tidak mampu menjauhkannya. Karena dengan mengingat-ngingat musibah tersebut, maka dia tidak akan menemukan penghiburnya, dan dengan membayang-bayangkannya, maka dia tidak akan mampu bersabar.

Umar bin Khaththab RA pernah mengatakan, “Janganlah kamu mencucurkan air mata karena mengingatnya.”

2. Penyesalan dan berduka cita yang berlebihan sehingga dia tidak mampu mengambil pelajaran dari musibah yang dideritanya dan tidak mampu mengganti sesuatu yang telah hilang. Dengan adanya penyesalan tersebut, maka penderitaannya akan semakin bertambah, dan dengan duka citanya tersebut akan menambah ke
"Putus-asa"annya.

Allah SWT berfirman, “(Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS. Al Hadid: 23).

Sebuah syair juga pernah mengatakan, “Jika kamu mendapat musibah, maka berpegang teguhlah kepada Allah dan meminta keridhaan-Nya. Karena Dzat yang dapat menghilangkan musibah tersebut hanyalah Allah. Jika Allah telah menetapkan ketentuannya, maka tunduklah kepada kekuasaan-Nya. Karena tidak akan ada seorang manusiapun yang dapat mensiasati apa yang telah ditentukan oleh Allah. Ke
"Putus-asa"an itu akan memutuskan harapan pelakunya, maka janganlah kamu ber"Putus-asa", karena Allah-lah Dzat yang telah menciptakannya.

3. Banyak mengeluh dan tidak sabar. Sebagaimana hal ini telah disinyalir oleh Allah SWT dalam firman-Nya, “Maka bersabarlah kamu dengan sabar yang indah.” (QS. Al Ma’arij: 5) Yakni sabar yang tidak disertai dengan keluhan dan kesedihan yang mendalam.


Anas bin Malik telah meriwayatkan bahwa Nabi SAW telah bersabda, “Tidak dianggap  sabar orang yang mendalam kesedihannya.”

Ka'ab Al Ahbar telah menceritakan bahwa dalam kitab Taurat tertulis, “Barang siapa yang ditimpa musibah, lalu mengadukannya kepada manusia, maka sama dengan mengeluh kepada Tuhannya.”


Usaha-usaha untuk tidak mudah terjerumus dalam sifat "Putus-asa", diantaranya:
a)  Terpelaharanya kekuatan iman pada diri seseorang.
b)  Meningkatan ketakwaan dan taqarrub kepada Allah SWT.
c)  Menjaga harkat dan martabat serta derajat kemanusiaan.
d)  Menjadi orang yang tabah dalam menjalani kehidupan.
e)  Menumbuhkan kesadaran untuk memicu diri dalam beramal shaleh.
f)  Meningkatkan kesadaran diri untuk mengabdi kepada Allah SWT.
 

Manusia memang seringkali dihadapkan dengan berbagai permasalahan yang menyulitkan. Banyak diantara manusia yang bahkan tidak mampu menanggung beban dari permasalahannya sehingga melakukan perbuatan yang "dilarang" agama, seperti bunuh diri, lari dari masalah dengan bersenang-senang, mabuk-mabukan, mengkonsumsi minuman keras dan perbuatan tidak terpuji lainnya. Semua itu adalah bentuk dari ke"Putus-asa"an seseorang terhadap ketentuan Allah SWT.

Segala permasalahan yang kita hadapi hendaknya kita hadapi dengan penuh lapang dada dan keikhlasan. Marilah kita kembalikan segala permasalahan kita kepada Allah SWT., dengan tawakal. Karena "Putus-asa" bukanlah sebuah solusi untuk menghadapi masalah akan tetapi merupakan sebuah kerugian bagi manusia dan bentuk ketidak berdayaan seorang. Padahal Allah senantiasa memberi kesempatan bagi mahlukNya untuk merubah keadaan yang ada pada dirinya, dan Allah tidak akan menguji di luar batas kemampuan hambaNya.
 
Sumber:
1. https://www.facebook.com/permalink.php?id...
2. gudepmtsnegerimodelpurwokerto.blogspot.com/.../put...
3. www.republika.co.id › ... › Jejak Islam
4. masjidgabugan.blogspot.com320 × 320Search by image
5. aryginanjar.com733 × 350Search by image
6. ayahalif.blogspot.com400 × 300Search by image
7. www.republikapenerbit.com230 × 350Search by image
8. dewaruci2.wordpress.com720 × 538Search by image

Selasa, 03 Maret 2015

"CARA MENGATASI PENYAKIT LUPA"

"Sering ingin melakukan sesuatu dan ternyata tiba-tiba saja "lupa"



Hal ini bukan hanya kebetulan saja, tapi ini juga termasuk ke dalam sebuah "penyakit" yang harus diatasi. Apalagi bagi anak sekolah, mahasiswa, atau karyawan yang ingin melakukan percobaan dan ternyata tiba-tiba saja "lupa" apa yang ingin dibicarakan. Tentu ini merupakan hal yang tidak diinginkan.

Biasanya, "penyakit lupa" atau pikun itu dimiliki oleh kaum manula. Mitos itu memang ada benarnya. Namun, ternyata pikun bukan hanya monopoli kaum manula saja, pada kalangan anak muda sampai remaja pun, kini, dihinggapi "penyakit" yang sama.

"Penyakit lupa" atau demensia merupakan "penyakit" degeneratif akibat kematian sel-sel otak dan umumnya menyebabkan kemunduran fungsi intelektual atau kognitif, yang meliputi kemunduran daya mengingat dan proses berpikir.

"Penyakit lupa" pada orang yang sudah lanjut usia atau yang biasa disebut pikun adalah hal yang wajar. Tapi bila "Penyakit lupa" ini menimpa orang yang usianya masih muda, tentu menjadi pertanyaan apa sebenarnya penyebab "Penyakit lupa" itu sendiri.

Penyebab "Penyakit Lupa"

1. Alkohol dan Narkoba
Seseorang yang berada dalam pengaruh alkohol dan narkoba pasti sering "lupa" atas apa yang telah dia lakukan. Ini disebabkan fungsi otak melemah karena sel pada jaringan otak tidak berfungsi.

2. Penyakit Alzheimer
Alzheimer merupakan "penyakit" yang biasanya menyerang orang yang sudah lanjut usia. "Penyakit" ini secara perlahan menguras memori sehingga menghilangkan ingatan. Orang yang menderita alzheimer biasanya akan merasa mudah cemas, sensitif, dan kacau pikirannya. Selain itu, alzheimer akan membuat penderita menjadi gampang lelah karena berusaha mengingat apa yang terjadi dalam kehidupannya.

3. Kurang Tidur
Kurang tidur bisa menyebabkan kinerja otak kurang maksimal dan "penyakit lupa" bisa saja menghampiri. Bila anda kurang tidur maka pikiran menjadi kurang fokus dan perasaan ngantuk pun mendera. 

4. Gangguan Fisik
Benturan pada bagian kepala bisa menyebabkan amnesia atau "penyakit" yang bisa membuat memori otak menghilang. Biasanya benturan ini disebabkan oleh cedera atau kecelakaan.

5. Stress
Saat anda stress maka otot akan menegang dan gelisah menghampiri. Ini berakibat otak harus bekerja keras, sehingga proses menyimpan dan mengingat informasi akan terhambat.

6. Overload
Sebuah penelitian klinis di Glasgow menyatakan, orang menjadi lebih "pelupa" dikarenakan gaya hidupnya yang sibuk dan kelebihan informasi yang mereka terima.

7. Tiroid 
Gangguan tiroid, seperti hipotiroidisme dan hipertiroidisme, dapat mempengaruhi (kebingungan) mental dan ketidakmampuan mengingat hal-hal untuk waktu yang lama. 

8. Diet yang Tidak Sehat 
Diet yang tidak sehat bisa menyebabkan kekurangan vitamin yang penting dan gizi dalam tubuh, untuk itu dietlah yang teratur dan seimbang.

Jika anda terkena "Penyakit lupa" janganlah khawatir karena selalu ada solusi dari sebuah permasalahan. Di bawah ini adalah cara mengatasi "Penyakit lupa":
Cara Mengatasi "Penyakit Lupa"

1. Kurangi Makanan yang Berlemak
Diet dengan membatasi total kalori serta konsumsi lemak sebesar 15 – 20% dapat membantu mencegah kepikunan. Efek negatif konsumsi lemak tinggi adalah menyebabkan terciptanya plak aterosklerosis, berkembangnya "penyakit"-
"penyakit" kardiovaskuler, arteri koronari, dan cerebrovaskuler sehingga menghambat asupan oksigen ke otak melalui pembuluh arteri.

2. Banyak mengkonsumsi ikan yang kaya asam lemak omega 3 dokosaheksaenoat (DHA), seperti ikan tuna dan salmon, dapat mengurangi penurunan kinerja kognitif pada orang-orang tua. Di otak, DHA berperan dalam mengatur fluiditas dan permeabilitas membran sel, menjaga aktivitas enzim-enzim yang terikat membran dan kinerja neurotransmiter (dopamin dan serotonin). Neurotransmiter ini bekerja sebagai penghubung antara otak ke seluruh jaringan saraf dan pengendali seluruh fungsi tubuh. Serta mengkonsumi beberapa vitamin yang bisa menjaga kesehatan otak seperti vitamin B kompleks, vitamin C dan E, fosfatidilserin, ubiquinon, asetil – L – karnitin dan ginkgo biloba.


3. Perpanjang Sujud dan Puasa
Dalam keadaan MEM yang tidak stabil, perubahan kedudukan akan turut membantu memulihkan kesehatan. Dalam keadaan sujud, dimana posisi jantung lebih tinggi dari kepala membuat aliran darah mudah menuju ke kepala. Darah yang berisi oksigen itu memang sangat dibutuhkan oleh otak guna mengoptimalkan fungsinya. Karena itu, memperpanjang sujud, khususnya pada salat tahajud, akan memberikan kesempatan kepada otak memenuhi kebutuhan oksigen secara maksimal. Selain itu, sujud dalam keadaan semua anggota tubuh beristirahat sangat membantu memperbaiki kestabilam MEM.

Sedangkan puasa berfungsi menekan otak untuk melakukan pengimbangan MEM. Hal ini dapat dilihat ketika seseorang berpuasa, otak akan banyak mengeluarkan omega 3 yang sangat dibutuhkan oleh sel-sel saraf. Di samping itu, puasa dapat menurunkan kadar kortisol dan memperbaiki mekanisme pelepasan kortisol. Kortisol dalam aksinya akan mencegah/menahan penggunaan glukosa oleh hipokampus, menghambat transisi sinapsis dan menyebabkan neuron/sel saraf luka (injury) serta kematian sel.
Puasa juga dapat menurunkan level lipid peroksidase, yaitu suatu enzim yang dapat menghasilkan radikal-radikal bebas dan meningkatkan level dehidroepiandrosteron, yaitu suatu hormon yang penting untuk optimalisasi fungsi otak. Tidak mengherankan jika Rasullulah berkata bahwa puasa itu menyehatkan.

4. Olahraga
Para ahli berpendapat bahwa olahraga yang teratur ternyata dapat memperbaiki aspek-aspek fungsi kognitif sebesar 20 – 30%. Oleh karena itu, olahraga sangat disarankan karena dapat menahan laju kepikunan. Dalam suatu studi, orang tua yang berusia 40 – 60 tahun dan mau melakukan olahraga secara teratur memiliki resiko kepikunan yang lebih rendah dibanding mereka yang tak berolahraga. Olahraga diketahui meningkatkan aliran darah otak dan produksi faktor-faktor pertumbuhan untuk syaraf.

5. Latihan otak
Yang dimaksud dengan latihan otak adalah memberikan stimulasi kognitif, seperti berdiskusi tentang topik aktual, mengisi teka-teki, main catur, mendengarkan musik nostalgia dan berkesenian, dapat membantu mempertahankan kemampuan kognitif. Latihan tersebut mendorong berkembangnya dendrit dan meningkatnya plastisitas sistem syarat pusat.

Keyakinan dan kesungguhan merupakan salah satu kunci kesembuhan dari suatu "penyakit". Karena itu, ada baiknya anda memprogram kegiatan anda guna bisa melakukan poin-poin tersebut di atas secara teratur dan maksimal.

"Penyakit lupa" memang harus segera diatasi karena dapat mengganggu aktivitas anda sehari-hari. Bila anda memang seseorang yang "pelupa", anda bisa mencoba solusi-solusi yang telah dijelaskan di atas.
Sumber:
1. kesehatan96.blogspot.com › Hidup Sehat
2. https://www.facebook.com/permalink.php?id...
3. www.detiksehat.com › Hidup Sehat


MusicPlaylistView Profile