Selasa, 08 September 2009

"PERAN WANITA DALAM PEMBANGUNAN BANGSA --- MENURUT KONSEPSI ISLAM"

"Sekarang ini bukan saatnya lagi kaum "wanita" menuntut hak, apalagi "wanita" "Islam" di mana sudah dapat duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi, berjalan beriringan, serempak dan sepenanggungan dengan kaum Adam sejak "Islam" diwahyukan."


Alangkah sudah terlalu jauh kepercayaan masyarakat kepada kaum "wanita", sampai kita dapat memanfaatkan dalam rangka mengembangkan dan membuktikan peranan kaum "wanita". Kepercayaan adalah sesuatu yang sangat mahal. Namun apabila keliru menggunakannya akan negatiplah akhirnya. Kaum "wanita" juga sekaligus sebagai ibu adalah mempunyai peranan khusus di mana pihak lain tidak dapat memikulnya.

Pada hakekatnya Pembangunan Indonesia adalah Pembangunan Manusia Seutuhnya, maka kaum "wanita" menduduki peran utama dalam rangka menyiapkan corak bangsa yang bertaqwa dan berbudi luhur --- Karena melalui kaum ibulah generasi bangsa ini lahir, dari karakter "wanita"lah watak bangsa akan tumbuh, dan dari usaha kaum "wanita" martabat bangsa kita bina.

DAri lisan "wanita" suara bangsa dilatih bicara, dari tangan kaum "wanita" mula-mula tangan bangsa kita tuntun, dari sikap kaum "wanita" sikap bangsa dibina dan kehalusan serta ketinggian budi bangsa mereka susun.

Kerendahan budi kaum "wanita" menjadi cermin, rendahnya martabat bangsa, dan kerusakan moral kaum "wanita" faktor penyebab rusaknya bangsa. Sangat tepat ungkapan kata hikmah tentang "wanita" sebagai berikut:
"Wanita" adalah laksana tiang Negara,
Manakala "wanita"nya baik akhlaknya,
Maka baik pulalah negaranya,
Tetapi manakala "wanita"nya jelek,
Maka negara pun rusaklah."

Dalam rangka pembangunan bangsa dewasa ini sudah seharusnya kaum "wanita" menunduk sejenak, melihat pribadinya dan menengok tanggung jawabnya. Merupakan sikap yang sangat terpuji apabila "wanita" memperhatikan corak bangsa yang akan datang, diukur dengan tingkah polah kaum "wanita"nya saat ini.


Kedudukan "wanita" di alam ini, menurut konsepsi "Islam" -- memiliki tugas yang harus ditunaikan, yaitu:


1. "Wanita" diciptakan sebagai sakanah, yang artinya sebagai penyenang dan penenteram. Hal ini sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur'an Surat Ar-Ruum Ayat 21 :

"Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia menciptakan untuk kamu "istri-istri" dari jenismu supaya kamu tenteram bersamanya ............."
Disini jelas, bahwa upaya menenteramkan dalam keindahan dan kehidupan ini, adalah wewenang dan tugas kaum "wanita" ("istri").


2. "Wanita" ber"peran" sebagai sumber kecintaan dan rasa kasih sayang. Tugas ini sebagaimana yang difirmankan Allah dalam Surat Ar-Ruum Ayat 21 : "......... Dan Dia menjadikan cinta dan kasih sayang diantara kamu. ........" Dengan demikian, merupakan kewajiban seorang "istri" untuk mempersiapkan program dalam menunaikan tugas menyambut kedatangan suami dengan penuh rasa cinta dan kasih sayang.


3. "Wanita" dibalik "peranan" dan kodratnya sebagai "istri", juga sebagai ratu rumah tangga dan pendidik anak cucunya. Hal ini sebagaimana firan-Nya dalam Surat An-Nahl Ayat 72 : "Allah menjadikan bagi kamu "istri-istri" dari jenis kamu sendiri dan menjadikan dari "istri-istri" itu, anak-anak dan cucu-cucu."
Pendidikan anak dan cucu membutuhkan keluasan cakrawala ilmu bagi sang pendidik. "Wanita" harus pandai baca tulis dengan keluasan ufuknya untuk dapat mengasuh dan mendidik anak di dalam memainkan "peran"nya sebagai ratu rumah tangga.


"Peran" serta dalam program pembangunan termasuk di dalamnya "wanita". "Wanita" sebagai istri dari suami, dan sebagai ibu dari anak-anaknya. Dalam keseharian "wanita" tidak pernah patah semangat dan mengenal lelah dalam mengurus rumah-tangganya, meskipun dalam keadaan lelah.


Di luar kesibukannya sehari-hari sebagai ibu rumah tangga dan kadang pula sebagai pendukung menambah nafkah untuk pemenuhan kebutuhan keluarganya, banyak pula "wanita" (para ibu) yang masih sempat dan memprioritaskan waktu untuk berorganisasi yang tentunya tidak sedikit pula kegiatannya, minimal melakukan kegiatan pertemuan setiap bulan untuk mempererat tali silaturahmi antar anggota organisasi "wanita" yang diikutinya.


Banyak kegiatan organisasi "wanita" yang sangat mendukung pelaksanaan pembangunan. Misalnya di setiap pertemuan ada acara yang disajikan yang bertujuan untuk menambah pengetahuan, diantaranya berupa pengetahuan kesehatan, hukum, Kekerasan Dalam Rumah Tangga, keterampilan "wanita", etika. estetika dan santapan rohani.


Jadi sebenarnya, tanpa harus bekerja di kantor-pun, "wanita" itu "peranan"nya sudah sangat besar sekali dalam pelaksanaan pembangunan.


"Wanita" sebagai ibu rumah tangga, sebagai pendamping suami dan aktif dalam suatu organisasi "wanita", kiprahnya sangat besar dalam membangun mental bangsa. Makanya kalau "wanita" disebut sebagai tiang negara, itu tidaklah keliru, karena mental bangsa (yang terdiri dari para suami dan anak-anak), terletak pada tangan-tangan para "wanita".


Keberhasilan utama dari "peranan wanita" di masyarakat adalah "peranan"nya bersifat kodrati; Yaitu "peranan"-"peranan" yang hanya secara hakiki dimiliki dan dilakukan oleh kaum "wanita". "Peranan wanita" yang kodrati, perlu dipelihara, dilindungi dan ditingkatkan secara bermanfaat dan adalah merupakan aset bangsa yang sulit diciptakan secara substitusi.


"Peranan" dan kehidupan "wanita" Indonesia secara kodrati, masih banyak memerlukan uluran tangan dari pemerintah, terutama bagi mereka yang terlibat dalam siklus kehidupan yang serba kekurangan dari segala-galanya untuk merubah sifat kodratinya ke tingkat yang relatif lebih baik. Masyarakat "wanita" Indonesia yang jumlahnya lebih dari separuh penduduk Indonesia, memerlukan pelayanan kesehatan, pendidikan dan sumber-sumber penghidupan yang selayaknya sebagai "wanita" yang tanpa kecuali akan ber"peran" secara kodrati sebagai ibu rumah tangga (sebagai istri dan pembentuk generasi baru) dan "peran" kodrati lainnya.


Seiring dengan sifat kodrat, adalah bakat (talent) yang dimiliki oleh kaum alami, tetapi yang lebih penting adalah bakat alami "wanita". Bakat alami yang dikembangkan secara empiris, tradisional akan dapat lebih bernilai apabila dilengkapi dengan skill, informasi dan pengetahuan-pengetahuan yang ditransfer secara pendidikan dan pelatihan. Banyak pekerjaan yang bila diukur efisiensinya, hanya akan lebih efisien apabila dikerjakan oleh pekerja "wanita", dengan alasan ketelitian, kemahiran, terampil dan kesungguhan.

Karakter selanjutnya yang dapat mendukung eksistensi "peranan wanita" adalah kemampuan. Kemampuan disini adalah kemampuan profesional dan teknis. Disini kodrat dan bakat kurang menentukan. Hanya kemungkinan sifat-sifat emosional dan sentimentil terkadang dapat agak terlihat sebagai gambaran sifat feminin dari suatu kaum. Dalam menguasai profesi dalam katagori ini kaum "wanita" adalah sejajar dengan pria dan bersama-sama berkiprah melalui persaingan. Artinya "peranan wanita" telah dapat diukur dengan kualitas dan profesionalismenya. Disini mekanisme yang rasional akan lebih terlihat, dan akan mempunyai dampak yang positif atas usaha-usaha peningkatan "peranan wanita".


"Peranan" kaum "wanita" terutama sebagai ibu, dalam pembinaan mental masyarakat adalah sangat penting, baik atas dasar kodrat, bakat maupun kemampuannya. Pembinaan mental masyarakat, terutama generasi muda, yang dimulai secara dini pada remaja dan anak-anak balita adalah salah satu usaha membina insan kehidupan yang penting.


Dari faktor kodrat, bakat dan kemampuan, yang dapat membentuk pola kehidupan dan "peranan wanita", akan tercipta pula kemandirian dan sikap independen yang menimbulkan kepercayaan diri sendiri dan pengakuan dari kepercayaan masyarakat tentang "peranan wanita".

Aspek-aspek yang memerlukan tingkat perkembangan di kalangan masyarakat, termasuk peningkatan kualitas kaum "wanita" untuk menunjang "peran wanita" di masa mendatang, antara lain terdiri dari aspek perkembangan jasmani, mental dan rohaniah, intelektual/intelegensia, sosial dan spiritual.


Aspek perkembangan tersebut merupakan syarat mutlak untuk menjadikan masyarakat yang berkualitas sebagai sumber daya insani, supaya dapat ber"peran" dalam membangun dirinya dan membangun masyarakat dan bangsanya. Apabila suatu bangsa, terutama kaum "wanita"nya, banyak mengalami perkembangan atas aspek-aspek tersebut, maka dapat dipastikan bahwa proses perkembangan sosial ekonomi bangsa akan lebih cepat geraknya, lebih dinamis sehingga setiap tujuan dan sasaran-sasaran yang direncanakan akan lebih cepat tercapai.

Minggu, 06 September 2009

"A I R = W A T T E R" (AIR MINUM) - AIR HANGAT"

"Usahakanlah minum dengan "air hangat". "Air hangat" dalam tubuh akan membuat tubuh berkeringat."


"Air"
merupakan salah satu kebutuhan manusia yang sangat vital. Seseorang tidak makan selama seminggu, mungkin masih kuat. Akan tetapi apabila tidak minum selama seminggu, mungkin orang tersebut akan pingsan.


"Air"
mempunyai peranan yang sangat penting bagi tubuh manusia, maka dari itu kecukupan "air" dalam tubuh harus dijaga supaya tidak kekurangan.


Tubuh manusia terdiri dari kurang lebih 70 % unsur "air". Dalam tubuh manusia ada yang bergerak bagaikan "air sungai" yang mengalir secara terus menerus siang dan malam. "Air sungai" dapat digunakan untuk mengangkut suatu benda dari hulu ke hilir, demikian juga "air" yang terdapat dalam tubuh manusia berfungsi sebagai pengangkut semua bahan-bahan makanan yang akan dibentuk menjadi sel-sel hidup yang dibutuhkan oleh seluruh organ tubuh, dan mengangkut sel-sel mati untuk dibawa ke tempat pembuangannya. Begitulah tugas "air" sebagai alat angkut yang berjalan sepanjang hari di dalam tubuh manusia itu sendiri.


Fungsi "air" mempunyai peranan yang sangat penting bagi tubuh manusia, maka dari itu kecukupan "air" dalam tubuh harus dijaga supaya tidak kekurangan. Sewaktu "air" bertugas mengangkut zat-zat makanan dari tempat produksi (pencernaan makanan), untuk dikirim ke segala bagian organ-organ tubuh, untuk menjadi sel-sel hidup baru menggantikan sel-sel yang sudah mati, "air" tersebut juga bertugas untuk mengangkut semua kotoran menuju ke pembuangan setelah melalui saringan ginjal. Berarti peran "air" dalam tubuh adalah berfungsi ganda, disamping mengangkut makanan juga mengangkut semua kotoran tubuh ke tempat pembuangannya.


Apabila suatu organ tubuh mulai terganggu, yang paling sering terjadi adalah karena kurang minum "air", maka dengan jalan minum secukupnya, terutama "air" bersih hangat, maka sel-sel yang sudah rusak (mati) pada organ tubuh tersebut akan segera lepas keluar dari tempatnya dan digantikan oleh sel-sel hidup baru melalui zat-zat makanan yang diangkut oleh "air" setiap saat, maka penyakitpun akan cepat sembuh. Bagi orang sakit, minum "air hangat" adalah lebih tepat dan Insya'Allah merupakan suatu obat yang mujarab. Namun bila "air" dalam tubuh semakin berkurang tidak lagi mencukupi, maka penyakitpun akan semakin bertambah parah. Untuk memperoleh "air" bersih dan hangat adalah sangat mudah. Gunakanlah "air minum" yang bersih, jangan dikotori dengan teh atau kopi dan lain-lain, karena hal ini tidak menyehatkan tubuh, dan juga minum-minuman berwarna (pakai bahan pewarna) dan minum-minuman keras harus dujauhkan sama sekali, karena semua itu sangat merusak kesehatan.


Pemakaian "air hangat" untuk diminum adalah jauh lebih baik, dianjurkan untuk tidak menggunakan "air" dingin (dari kulkas) untuk diminum, karena hal ini akan merugikan atau merusak tubuh, karena semua organ tubuh memerlukan kehangatan dalam temperatur tertentu yang diciptakan oleh tubuh itu sendiri, supaya semua organ dapat melaksanakan tugasnya dengan baik. Tetapi apabila harus didinginkan melalui "air" es yang diminum, maka disamping daya kerja organ-organ tubuh berkurang, daya tahan tubuh untuk melawan berbagai penyakit dari dalam maupun dari luar tubuh pun akan menjadi berkurang.


Ketika seseorang minum "air" dingin atau "air" es, panas tubuhnya akan diserap untuk memanaskan "air" dingin di dalam lambung yang membuat sumber tenaga dalam tubuh menjadi semakin berkurang, sehingga penyakit-penyakitpun akan lebih mudah agresif, terutama akan melemahkan kerja pankreas yang menyebabkan timbulnya penyakit diabetes. "Air minum" yang dingin hanya enak di kerongkongan tapi tidak menyehatkan.


Meminum minuman yang terlalu panas juga tidak baik karena akan melemahkan lambung. Janganlah membiasakan diri meminum minuman yang terlalu panas dengan cara meniup-niup terlebih dahulu. Lebih baik dibiarkan dulu panasnya berkurang sampai dapat diminum dengan suhu yang cocok dengan temperatur mulut.


Pemakaian "air minum" yang bersih dan "hangat" sangat penting untuk menjaga kesehatan. "Air" disamping sebagai sumber energi, juga berfungsi sebagai oli untuk melumasi seluruh tubuh, juga mempercepat pembuangan kotoran-kotoran berupa penyakit-penyakit yang harus dikeluarkan dari dalam tubuh secepat mungkin.


"Air" dapat disebut bersih dan layak diminum, harus memenuhi 3 (tiga) syarat utama, yaitu tidak berbau, tidak berwarna dan tidak berasa.


Hidup manusia yang sehat adalah suatu hal yang tak dapat dinilai harganya. Kita harus menyadari bahwa betapa pentingnya mengurus persediaan "air" dalam tubuh kita sendiri demi untuk menjamin keawetan tubuh, kesehatan tubuh dan panjang umur. Namun hal yang sangat penting ini terlalu sering dilalaikan oleh banyak orang, sehingga timbullah berbagai penyakit yang tak terduga sebelumnya, dan semua ini terjadi karena kekurangan "air minum". Oleh sebab itu aturan minum yang tepat setiap hari harus diperhatikan.


"Air minum" yang harus kita konsumsi ke dalam tubuh paling sedikit 2 (dua) liter dalam satu hari. Jumlah ini dapat tercapai kalau kita minum dengan cara teratur, yakni setiap kira-kira 1 (satu) jam minumlah 1 (satu) gelas. Maka "air" dalam tubuh sudah sangat mencukupi untuk melaksanakan tugasnya, sebagai transportasi darah dalam tubuh, untuk mencuci (mengangkat) sel-sel yang sudah mati, dan membawanya ke tempat pembuangan, melalui saringan ginjal, lalu diteruskan ke kantong kemih sebagai penampungan sementara, kemudian dikeluarkan dengan cara buang "air" kecil.


Usahakanlah minum dengan "air hangat". "Air hangat" dalam tubuh akan membuat tubuh berkeringat. Dalam hal berkeringat ini, proses pergantian sel-sel mati dengan sel-sel hidup yang baru akan lebih cepat. Minumlah untuk sehat bukan hanya untuk pengobat dahaga.


Waktu minum yang paling tepat adalah minum kira-kira 1 (satu) jam sebelum atau setelah makan. Jangan minum pada saat makan, karena campuran "air" ludah dengan makanan yang sudah sempurna akan menjadi rusak, sehingga sari-sari makanan tidak akan terserap seluruhnya, banyak yang terbuang percuma karena tidak tercerna.


Apabila cara minum tadi diikuti dengan baik, maka 2 (dua) liter "air" di dalam tubuh dapat keluar masuk setiap hari, ini sudah cukup untuk kebutuhan tubuh setiap hari, termasuk memproduksi "air" liur yang dibutuhkan setiap waktu untuk makan. Dengan demikian kita tidak perlu lagi harus minum pada waktu makan, karena persediaan air (termasuk "air" liur) di dalam tubuh sudah mencukupi sebelum makan.


Kita dianjurkan tidak minum pada waktu makan--- Karena pada saat kita sedang makan, makanan dikunyah sampai lumat sebelum ditelan. Makanan dikunyah tujuannya bukan hanya supaya makanan itu semua menjadi lumat, tapi ada tujuan yang tidak kalah pentingnya, yaitu membuat semua makanan bercampur debgan "air" liur secara sempurna sebelum ditelan. Campuran makanan dengan kelenjar ludah ini adalah sangat penting perannya untuk pencernaan. Jika makanan tidak bercampur sempurna dengan kelenjar liur, maka pencernaan akan banyak yang gagal, banyak sari makanan terbuang percuma karena tidak dapat diserap ke dalam tubuh.


Dalam keadaan terpaksa, karena kita lupa atau karena terlalu sibuk kerja sehingga cara minum yang benar tidak dapat terlaksana dengan baik, hal ini akan memaksanya minum pada waktu makan, karena persediaan "air" untuk "air" liur sudah sangat sedikit. Apabila minum pada saat makan seperti ini harus dilakukan, minumlah 1 (satu) atau 2 (dua) teguk, setelah "air minum" tersebut dikunyah-kunyah terlebih dahulu (jangan langsung ditelan). tujuannya agar "air" yang diminum terlebih dahulu bercampur secara sempurna dengan "air" liur.


Betapa pentingnya "air" liur--- "Air" liur bermanfaat untuk membunuh kuman-kuman yang masuk melalui mulut. Berfungsi pula untuk menetralisir racun-racun dengan dosis kemampuan terbatas.

Sabtu, 29 Agustus 2009

"PENCEGAHAN DAN PENYEMBUHAN SEL KANKER - TUMOR GANAS"

"Kanker" tidak akan mengenai semua orang, karena daya tahan tubuh masing-masing orang berbeda antara yang satu dengan yang lain."


"Kanker"
adalah kumpulan sel yang tumbuh secara tidak normal yang numpuk atau merayap di organ tubuh, yang berasal dari makanan dan minuman yang tidak normal (tidak alami) pula yang dimakan. Semua orang terancam oleh "kanker", karena makanan manusia sekarang (terutama yang tinggal di kota) sudah tercemar oleh berbagai macam zat yang merusak kesehatan, seperti polusi udara, makanan yang mengandung bahan pengawet, tanaman yang dipupuk dengan pupuk kimiawi dan lain-lain. Semua bahan yang masuk ke dalam tubuh pasti akan menimbulkan efek, baik untuk menciptakan sel normal maupun sel lain yang tidak normal di dalam tubuh. Apabila sel yang tumbuh secara tidak normal ini jumlahnya semakin nyata karena semakin bertambah banyak jumlahnya, maka inilah yang disebut sebagai "kanker".


Tidak semua orang terkena "kanker", karena daya tahan tubuh masing-masing orang berbeda antara yang satu dengan yang lain. Dalam tubuh manusia ada beberapa unsur (seperti darah putih misalnya) yang bertindak sebagai pasukan tempur untuk membinasakan virus,virus, kuman-kuman, yang juga untuk membinasakan "sel-sel kanker" yang tumbuh. Orang yang memiliki daya tahan tubuh lemah, akan mudah terserang penyakit "kanker".


Apabila di organ tubuh tumbuh sel yang tidak normal ("kanker"), maka sel yang tidak normal ini akan dikerumuni oleh pagocytes (sel-sel darah putih) yang bertugas mengelilingi dan memusnahkannya. Namun apabila sel yang tidak normal ini jumlahnya sangat banyak, sehingga jauh melebihi jumlah pasukan pagocytes (darah putih), maka "sel-sel kanker" yang tidak kebagian perlawanan dari sel-sel pacytes akan bertahan hidup. Dan apabila hal seperti ini semakin bertambah setiap harinya, dan kekurangan jumlah pagocytes untuk memusnahkannya, maka jumlah sel yang tidak normal akan semakin bertumpuk, maka inilah yang disebut tumor ("kanker" jinak) atau bahkan "kanker" ("tumor ganas"). "Sel kanker" ini akan berkembang dengan cepat, tidak terkendali, dan terus membelah diri. Selanjutnya, "sel-sel kanker" menyusup ke jaringan di sekitarnya (invasive) serta menyerang organ-organ penting dan saraf tulang belakang.


"Kanker" tumbuh secara pelan-pelan, cepat atau lambat akan membunuh orang yang bersangkutan, jika tidak ditangani secara dini. Sebenarnya "kanker" dapat disembuhkan tanpa sebutir obatpun.


Penyebab "kanker" dapat bermacam-macam. Mungkin oleh faktor dari luar tubuh, misalnya asap rokok, bahan kimia, radiasi dan infeksi virus. Dapat pula akibat faktor-faktor di dalam tubuh sendiri, seperti mutasi sel, hormon, atau daya tahan tubuh yang menurun. Setelah berlangsung beberapa tahun lamanya, faktor-faktor diatas akan memicu timbulnya "kanker".


Sebenarnya pertempuran umat manusia melawan "kanker" sudah dimulai dua ribu tahun silam. Hal ini tercatat dalam kitab pengobatan kuno Tiongkok. Sampai abad 19, cara pengobatan "kanker" melalui radioterapi, kemoterapi dan operasi ditemukan. Namun cara itu sering menyebabkan kondisi fisik pasien menurun dan sebagainya.


Apabila anda paham akan penyebab dari "kanker", seharusnya sebagian besar dari "kanker" dapat dicegah. Apabila ditemukan pada stadium yang masih dini, "kanker" bahkan dapat disembuhkan. Tapi sayang, mayoritas "kanker" diketahui pada stadium yang sudah lanjut, maka sekalipun sudah dioperasi, dilakukan penyinaran, atau diberikan kemoterapi dengan bermacam-macam obat, biasanya tetap akan berakhir dengan kematian.


Pencegahan adalah penanganan penyakit yang paling baik. Pada tubuh manusia terdapat getah bening yaitu kelenjar yang bertugas memproduksi darah putih (pagocytes), juga disebut sebagai antibody. Maka untuk mencegah timbulnya "kanker" sebelum ia berkembang, maka pagocytes perlu diproduksi lebih banyak. Untuk memproduksi pagocytes lebih banyak, maka semua titik getah bening perlu dipijat secara rutin.


Namun demikian sekalipun sudah terlanjur tumbuh dalam tubuh manusia, masih ada harapan untuk disembuhkan. Sel-sel tubuh yang normal memiliki umur maksimum, yaitu kira-kira kurang lebih 100 hari sel-sel itu akan mati lalu digantikan dengan sel-sel hidup yang baru. Demikian halnya dengan "sel-sel kanker", juga ada umur maksimumnya, yaitu kira-kira kurang lebih 90 hari (tiga bulan) lalu mati. Tapi kalau makanan yang tidak alami yang dimakan setiap hari jumlahnya tidak berkurang, maka sel pun jumlahnya akan semakin bertambah. Oleh sebab itu, karena rahasia penyebab "kanker" ini sudah diketahui, maka mudah bagi kita untuk melenyapkannya. Caranya adalah dengan kembali kepada alam secara 100 %. Artinya, jangan memberi kesempatan kepada tubuh kita untuk mengkonsumsi makanan atau minuman yang tidak alami yang akan menimbulkan bibit "sel kanker".


Makanan yang 100 % alami adalah makanan yang terdiri hanya dari buah-buahan, sayur-sayuran, biji-bijian dan umbi-umbian. Kalau memasak sayur, jangan menggunakan minyak (ditumis), biji-bijian dan umbi-umbian janyan digoreng, cukup direbus saja. Jadi, jika kita hanya mengkonsumsi makanan yang 100 % alami setiap hari, maka bahan yang akan menimbulkan "sel kanker" tidak sempat masuk lagi ke dalam tubuh untuk menambah yang ada sehingga lama kelamaan "sel-sel kanker" yang ada akan menjadi semakin berkurang karena dimakan usia, dan kira-kira 3 (tiga) bulan semuanya akan habis lenyap dimakan usianya sendiri.


Tindakan di atas adalah merupakan tindakan yang pernah penulis lakukan. Paling tidak merupakan pengalaman yang bisa ditularkan kepada para penderita penyakit "kanker". Dan ternyata walaupun dulu penulis pernah menderita penyakit "kanker", meskipun tidak parah namun penulis juga sudah merasa terganggu, karena mengganggu kestabilan aktivitas sehari-hari. Dengan penanganan secara dini, yaitu segera kembali ke 100 % mengkonsumsi makanan alami, maka "sel kanker" yang dulu pernah tumbuh dan mengganggu, kini tidak sempat berkembang dan malah mengering.


Banyak "kanker" dikaitkan dengan makanan yang salah, kegemukan, kurang olah raga, atau kebiasaan merokok. Sebaliknya, apabila anda banyak makan buah dan sayuran, tidak merokok, berolah raga teratur, serta dapat menghindari kenaikan berat badan yang berlebihan, resiko terjadinya "kanker" dapat dikurangi.


Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit "kanker" Serviks Uteri (rahim):

1. Keringkan setelah anda buang air kecil.

2. Ganti celana dalam minimal dua kali sehari.

3. Bagi yang sedang menstruasi, gantilah pembalut minimal dua kali sehari.

4. Hindari makanan yang dapat meningkatkan produksi lendir, misalnya nanas, kol, mentimun dan sebagainya.

5. Jangan memegang vagina dengan kuku yang kotor.

6. Jangan biarkan celana dalam basah.

7. Jangan melakukan seks bebas.

8. Apabila memungkinkan lakukan pemeriksaan USG/Screening Uterus secara rutin.


Tidak ada istilah terlambat untuk melakukan pencegahan dan penyembuhan, disertai do'a yang tekun dan khusyuk kepada Allah SWT yang memiliki kuasa menyembuhkan. Deteksi dini sangat penting. Misalnya skrining terhadap kemungkinan timbulnya "kanker" payudara, leher rahim, usus besar, prostat, rongga mulut dan kulit, dapat menemukan "kanker" pada stadium yang masih dini, sehingga pengobatan dapat lebih cepat dan hasilnya cukup memuaskan.


Para pakar "kanker" sepakat bahwa dengan gaya hidup yang benar, hampir tiga perempat kasus "kanker" dapat dicegah. Misalnya pencemaran lingkungan, polusi oleh berbagai bahan kimia, asap rokok, pola makan yang tidak sehat, semua dapat memicu terjadinya "kanker".

Jumat, 28 Agustus 2009

"PENYIMPANGAN JARINGAN TUBUH"

"Timbulnya penyakit pada tubuh manusia kadang-kadang disebabkan kerusakan pada "jaringan tubuh" karena terjadinya "penyimpangan" dari keadaan yang seharusnya;"



Kadang-kadang karenam rusaknya anggota badan dan kadang-kadang disebabkan lemahnya bagian "tubuh" dalam menjalankan fungsinya.


Gangguan-gangguan yang disebabkan oleh "penyimpangan jaringan tubuh" antara lain :

1. Merasa kepanasan.


2. Merasa kedinginan.


3. Badan basah/lembab.


4. Badan kering.


5. Badan panas dan lembab.


6. Badan panas dan kering.


7. Badan kedinginan dan lembab.


8. Badan kedinginan dan kering.


Kesemuanya itu dapat diatasi dengan menambah, mengurangi, memutuskan, menyambung, melepaskan, memindahkan dan merubah sesuatu yang menyebabkan timbulnya penyakit itu sehingga tubuh dapat kemali menjalankan fungsinya sebagaimana mestinya. Semua pekerjaan tadi dapat dilakukan dengan bantuan dokter sesuai dengan bidang keahliannya.

Rasulullah SAW memberikan cara pengobatan baik untuk penyakit rohani maupun penyakit jasmani, yaitu cara sugesti ubtuk memperteguh dan menguatkan jiwa serta semangat si sakit bagi kesembuhan penyakitnya.


Rasulullah menjenguk orang sakit, lalu bertanya tentang keadaan penyakitnya dan bagaimana asal mulanya. Kemuadian bertanya apa yang diinginkan si sakit. aselanjutnya, beliau meletakkan tangannya pada dahi (kening) si sakit dan kadang-kadang pada antara kedua susu si sakit seraya mendo'akan kesembuhannya. Beliau menerangkan apa yang baik dilakukan si sakit untuk kesembuhan penyakitnya, dan kadang-kadang belaiau menyapukan air wudlunya kepada si sakit. Lalu beliau berkata kepada si sakit : "Jangan khawatir, tidak apa-apa. Engkau sembuh Insya'Allah."

Inilah cara pengobatan yang paling indah yang dicontohkan oleh Rasulullah. Menunjukkan kasih sayang yang penuh kelembutan dan menyejukkan hati si sakit.


Ucapan-ucapan yang dapat menguatkan jiwa si sakit dalam menghadapi penyakitnya, membangkitkan semangatnya untuk sembuh akan berpengaruh besar bagi "tubuh" jasmaninya untuk menolak/ menghilangkan penyakit dan paling tidak mengurangi rasa sakitnya.


Sering kita lihat, dimana si sakit tiba-tiba sembuh dengan segera ketika dikunjungi oleh orang yang paling dicintainya atau orang yang paling dihormatinya. Ini tidak lain karena semangatnya bangkit kembali dan menggerakkan "jaringan tubuh"nya untuk berfungsi secara normal kembali.


(Sumber: Achmad Sunarto dalam bukunya yang berjudul "Pengobatan Penyakit Menurut Petunjuk Rasulullah SAW").

Sabtu, 22 Agustus 2009

"PETUNJUK PRAKTIS IBADAH PADA MALAM MALAM PUASA RAMADHAN"

"Puasa" yang disempurnakan dengan mengukir prestasi-prestasi spiritual, baik hablum minallah maupun hablum minannas."


"Puasa" adalah menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa mulai waktu terbitnya matahari (fajar) sampai terbenamnya matahari.
"Ramadhan" adalah bulan yang mulia. Bulan ini dipilih sebagai bulan untuk ber"puasa".

"Puasa" yang diwajibkan bagi umat Islam adalah "puasa" pada bulan "Ramadhan", seperti yang difirmankan Allah SWT dalam Al-Qur'an Surat Al-Baqarah Ayat 183 : "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu ber"puasa" sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa"

Serta Surat Al-Baqarah Ayat 185 : "(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan "Ramadhan", bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia ber"puasa" pada bulan itu, ....... "

Jadi "Puasa Ramadhan" itu wajib bagi setiap Muslim yang baligh (dewasa), berakal, dalam keadaan sehat dan dalam keadaan mukim (tidak melakukan safar/perjalanan jauh).
Disamping ayat Al-Qur'an di atas, ada Hadits yang mengkuatkan mengapa setiap Muslim harus ber"puasa" pada bulan "Ramadhan". Ada sebuah Hadits yang mengatakan bahwa Rasulullah bersabda: "Islam dibangun di atas lima perkara: Bersaksi bahwa tidak ada Illah (sesembahan) yang berhak disembah melainkan Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya; Menegakkan shalat; Menunaikan zakat; Ber"puasa" di bulan "Ramadhan"; dan Menunaikan ibadah Haji".
Jadi dalil yang mewajibkan setiap Muslim ber"puasa" pada bulan "Ramadhan" adalah karena "Puasa" pada bulan "Ramadhan" merupakan Rukun Islam. Sehingga seseorang yang mengaku Islam tetapi mengingkari kewajibannya, dapat dikatakan kafir.

Adz Dzahabi mengatakan: "Siapa saja yang sengaja tidak ber"puasa Ramadhan", bukan karena sakit (atau udzur lainnya), maka dosa yang dilakukan lebih jelek dari dosa berzina, lebih jelek dari dosa menenggak minuman keras, bahkan orang seperti ini diragukan keislamannya dan disangka sebagai orang-orang munafik dan sempalan."

"Puasa" termasuk ibadah yang unik bila dibandingkan dengan ibadah-ibadah yang lain. "Puasa" merupakan rahasia antara Allah dan pelakunya sendiri. Ada sebuah Hadits Qudsi yang menjelaskan, bahwa Rasulullah pernah bersabda: "Allah berfirman: Semua amal putra putri Adam untuk dirinya, kecuali "puasa". "Puasa" adalah untuk-Ku dan Aku yang memberi ganjaran atasnya."

Selain itu, sebenarnya manusia yang ber"puasa" dapat saja bersembunyi untuk makan dan minum, sebagai insan siapapun yang ber"puasa", memiliki keinginan untuk makan dan minum pada saat-saat tertentu dari siang hari "puasa". Namun kalau "puasa" dilakukan seperti itu, berarti "puasa" kita karena takut atau segan kepada manusia.

Ada tiga macam "puasa" bila dinilai dari tingkatannya :

1. "Puasa"nya orang kebanyakan. Yaitu "puasa" menahan diri dari makan, minum dan hubungan antara suami istri.

2. "Puasa"nya orang-orang yang khusus. Yaitu "puasa" yang tidak hanya menahan diri dari makan, minum dan hubungan suami istri, tetapi juga "puasa" secara keseluruhan indra, yaitu "puasa" yang menahan diri dari ketidak baikan panca indra kita.

3. "Puasa" yang disempurnakan dengan mengukir prestasi-prestasi spiritual, baik hablum minallah maupun hablum minannas.

Sedangkan amalan yang biasa dilakukan oleh Rasulullah pada 10 hari terakhir pada bulan "Ramadhan" adalah :

1. Menghidupkan malamnya, dengan meningkatkan ibadah pada malam harinya dan mengurangi jatah tidurnya dengan i'tikaf, yaitu dengan melaksanakan :

a. Qiyamul lail, shalat tahajud dengan penuh kekhusyukan.

b. Memperbanyak tadarus Al-Qur'an dengan tilawatil Al-Qur'an. Bagi umat Islam siapapun, tidak ada keterlambatan memperbaiki bacaan Al-Qur'an. Karena dengan membacanya, kemudian merenungkan dan akhirnya melaksanakan apa yang terkandung dalam Al-Qur'an.

c. Berdzikir. Yaitu dengan banyak mengagungkan, mensucikan, mentauhidkan Allah SWT. Dengan sering-sering mengagungkan Allah, akan dapat menghilangkan penyakit sombong, bangga akan dirinya sendiri, karena masih ada Allah yang Maha Kuasa dan Maha Pintar.

d. Banyak berdo'a kepada Allah SWT. Pada malam 10 hari terakhir bulan Ramadhan adalah waktu banyak dikabulkannya do'a. Berdo'a adalah merupakan tanda kedekatan hambaNya kepada Allah SWT.

2. Mengencangkan ikat pinggangnya, yaitu mengurangi jatah makannya. Karena kalau perut merasa kenyang akan mengurangi kekhusyukan dalam beribadah.

3. Membangunkan keluarganya untuk diajak i'tikaf bersama-sama. Jadi kalau bangun pada malam hari untuk beri'tikaf, Rasulullah selalu membangunkan anggota keluarganya. Jadi gairah untuk taat kepada Allah ini tidak hanya gairah secara personal, akan tetapi dikembangkan lagi menjadi gairah secara komunal.

PETUNJUK PRAKTIS IBADAH PADA MALAM-MALAM "RAMADHAN" :

1. Berwudlu terlebih dahulu sebelum tidur. Rasulullah bersabda : "Apabila kamu hendak tidur, berwudlulah seperti wudlu untuk shalat. (Hadits Riwayat Al-Bukhari dan Muslim).

2. Membaca Al-Qur'an sebelum tidur; antara lain ayat Kursi (HR Al-Bukhari dari Abu Hurairah ra) dan dua ayat terakhir dari Surat Al-Baqaraah, yakni ayat 285-286 (HR Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Mas'ud al-Anshari al-Badri ra).

3. Mengumpulkan kedua telapak tangan dan meniupnya, kemudian dibacakan surat Al-Ikhlas, Al-Falaq dan Al-Nas. Setelah itu diusapkannya ke seluruh tubuh yang dapat dijangkau oleh kedua telapak tangannya. (HR. Al-Bukhari dan Muslim daru Aisyah ra).

4. Berbaring di atas sebelah sisi kanan (lambung kanan). (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Al-Barra bin 'azib ra).


5. Membaca dzikir/do'a sebelum tidur. (HR, Al-Bukhari dan Muslim dari Al-Barra bin Azib ra).

6. Sebelum tidur, berniat untuk bangun tengah malam atau sepertiga malam terakhir untuk dzikir/shalat malam. (HR. Al-Nasa'i dan Ibn Majah dari Abu Darda ra).

7. Pada saat bangun malam, pertama kali mengusap mukanya dengan kedua telapak tangannya. (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Ibn 'Abbas ra.).

8. Bersiwak, kemudian membaca Al-Qur'an Surat Ali 'Imraan ayat 190-200. (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Ibn ,Abbas ra.).

9. Mengambil air wudlu, selanjutnya shalat sunnah syukr al-wudlu dua raka'at. (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Ibn 'Abbas ra.).

10.Berangkat ke masjid, niat i,tikaf, kemudian shalat tahiyyat al-masjid dua raka'at.

11.Bagi yang belum shalat qiyam al-lail, shalat lail 8 raka'at ditambah 3 raka'at witr.

12.Bagi yang sudah melakukan shalat qiya al-lail, langsung duduk menghadap qiblat, kemudian membaca dzikir-dzikir dab do'a yang dikehendaki.

13. Diantara dzikir-dzikir yang perlu dibaca adalah sebagai berikut :

a. ASTAGHFIRULLAH. (Aku mohon ampun kepada Allah)
Nabi SAW. bersabda : "barangsiapa memperbanyak istighfar (mohon ampun kepada Allah), Allah akan menjamin pada orang itu (1) terbebas dari kesusahan, (2) kemudahan dalam menyelesaikan persoalan dan (3) rizki yang tak disangka-sangka datangnya". (HR. Ahmad, Abu Dawud, al-Nasa'i, Ibn Majjah dan Al-Hakim). Allah berfirman pada Surat Al-Dzariyat Ayat 18 : "Pada waktu sahur (sepertiga malam terakhir), mereka biasa melakukan istighfar (mohon ampun kepada Allah)".

b. LAA ILAAHA ILLA ANTA SUBHAANAKA INNII KUNTU MINADH-DHAALIMIIN. (Tidak ada Tuhan kecuali Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang dzalim).
Bacaan ini terdapat pada Surat Al-Anbiya ayat 87. Imam al-Shawi berkata : "Dalam bacaan tersebut terkandung do'a yang agung karena mencakup tiga hal : (1) tahlil, (2) tasbih dan (3) pengakuan adanya dosa". Nabi SAW bersabda : "Apabila ada orang yang sedang dililit problem atau kesulitan hidup, lalu orang itu membaca bacaan tersebut maka apa yang menjadi keinginan orang itu dijamin akan dikabulkan oleh Allah SWT. HR. Al-Hakim dengan sanad yang shahih.

c. ALLAAHUMMA SHALLI 'ALLA MUHAMMAD WA'ALAA AALI MUHAMMAD. (Ya Allah, karuniakanlah rahmat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad).
Seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW : "Bagaimana jika aku banyak menggunakan waktuku bershalawat untukmu?". Nabi SAW menjawab :Jika begitu Allah akan menjamin membebaskanmu dari segala kesulitan hidupmu baik di dunia maupun di akhirat". HR. Ahmad dari Ubay bin Ka'b dengan sanad jayyid.

d. ALLAAHUMMA INNAKA 'AFUWWUN TUHIBBUL 'AFWA FA'FU 'ANNII. (Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, suka memaafkan. Karena itu maafkanlah aku).
Aisyah ra. pernah bertanya kepada Rasulullah SAW mengenai do'a apa yang sebaiknya dibaca saat menemui Lailatul Qadar, lalu Nabi SAW menyuruhnya agar membaca do'a ini. HR. Lima ahli hadits kecuali Abu Dawud dan telah dishahihkan oleh al-Tirmidzi.

Marilah kita raih berbagai keutamaan di bulan suci "Ramadhan" ini. Semoga Allah memudahkan kita untuk semakin meningkatkan amalan salih di bulan "Ramadhan" yang penuh berkah ini.

Cita-cita orang ber"puasa" adalah mendapat derajat taqwa. Keluar dari bulan "Ramadhan" berharap dapat kembali dalam keadaan fitrah.

"Puasa" terbukti dari dulu menambah ketakwaan bagi orang yang beriman, sehingga bulan berikutnya pun dinamakan Syawal yang berarti peningkatan. Pada masa sekarang ini seakan-akan "Ramadhan" kurang begitu membekas. Pada bulan "Ramadhan" banyak orang yang rajin shalat jama'ah, membaca Al-Qur'an, namun setelah bulan "Ramadhan" berlalu, seakan kembali lagi sediakala. Pada bulan Syawal tidak ada peningkatan di dalam amal. Pernahkah kita bertanya pada diri kita, apa penyebabnya? Mungkinkah "Ramadhan" memang kurang manjur untuk peningkatan takwa? Rasanya tidak mungkin, karena pendahulu kita pasti takwanya meningkat setelah "Ramadhan". Atau jangan-jangan kita belum siap mengkonsumsi menu "Ramadhan". Bisa jadi, karena puasa memang merupakan menu yang pas bagi orang yang beriman. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an Surat Al-Anfaal Ayat 2 - 4:

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhan-lah mereka bertawakal, (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezeki (nikmat) yang mulia."

"Puasa Ramadhan" merupakan kewajiban umat Islam seperti halnya yang dijelaskan dalam Surat Al-Baqarah Ayat 183 dan 185. "Puasa Ramadhan" pasti akan menambah keimanan dan ketakwaan bagi orang yang beriman.

Makanya Rasulullah pernah bersabda: "Banyak dari orang yang "puasa" hanya mendapatkan lapar dan dahaga." Hal ini tidak akan terjadi bagi orang-orang yang beriman. Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang beriman. Aamiin YRA..........

Selasa, 18 Agustus 2009

"DUA KALIMAT SYAHADAT"

Apabila seseorang telah mengucap "dua kalimat syahadat" berarti bahwa seseorang tersebut secara lahir batin telah mengakui bahwa tidak ada Tuhan selain Allah; dan Muhammad adalah hamba dan Rasulullah (utusan Allah).


Hal ini dijelaskan dalam firman Allah dalam Al-Qur'an Surat Al-Kahfi Ayat 110 : Katakanlah, "Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang manusia seperti kamu, diwahyukan kepadaku bahwa Tuhan kamu hanyalah Tuhan Yang Esa. Maka barangsiapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah dia mengerjakan amal saleh dan janganlah dia mempersekutukan Tuhan-Nya dalam beribadah dengan siapapun".


Konsekwensi dari seseorang yang telah mengucap "syahadat" -- bahwa seseorang tersebut dituntut untuk mewujudkan hal-hal sebagai berikut :

1. Membenarkan semua hal-hal yang sahih dari Rasulullah, antara lain berita tentang datangnya hari kiamat, berita turunnya dajal, berita tentang surga, neraka dan lain-lain yang telah diwahyukan Allah kepada junjungan Nabi Muhammad SAW.


2. Mentaati Rasulullah. Seseorang yang mentaati Rasulullah berarti dia taat kepada Allah. Taat disini berarti taat dalam menjalankan perintah Allah SWT; serta menjauhi larangan Rasulullah.


3. Berhukum kepada sunnah Rasul. Seseorang yang menolak hukum Rasul ini sama dengan orang munafik; seperti yang dijelaskan dalam Surat An-Nisaa' Ayat 61 : Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Mari (kita berhukum) kepada apa yang diturunkan Allah dan kepada Rasul", engkau lihat orang-orang munafik berpaling dari engkau sebenar-benar berpaling.


Dan juga dalam Surat An-Nisaa' Ayat 65 : "Tetapi tidak. Demi Tuhanmu, mereka tidak beriman sehingga mereka menjadikan engkau sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan di antara mereka, kemudian di dalam hati mereka tidak terdapat rasa keberatan atas apa yang engkau putuskan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya."


MusicPlaylistView Profile