Sabtu, 28 Maret 2015
"SAMBAL KHAS MAKASAR"
Diposting oleh Laely Widjajati di 21.09 0 komentar
Label: MAKANAN
Sabtu, 02 November 2013
"MAKANAN DIGORENG MENGGANGGU KESEHATAN"
- Tidak menggunakan minyak bekas
- Pada jenis Ikan tidak "digoreng" terlalu matang apalagi hingga gosong karena akan menghilangkan protein yang dikandung.
- "Makanan" yang anda "goreng" tidak mengandung banyak minyak, sehingga meminimalisir masuknya pengaruh buruk bagi kesehatan
Jika Anda terlalu banyak mengkonsumsi "makanan" yang diolah dengan "digoreng", akibatnya Anda akan merasa kembung. Tak hanya itu, "gorengan" juga menyimpan banyak kandungan lemak yang justru bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam darah dan menumpuk lemak dalam tubuh.
Diposting oleh Laely Widjajati di 22.00 0 komentar
Label: MAKANAN
Sabtu, 25 Mei 2013
"KANDUNGAN GIZI TIKUS DAN HUKUM (ISLAM) MEMAKANNYA"
MENGAPA "TIKUS" TANAH DIKONSUMSI?
Umumnya hewan buruan sangat ditentukan oleh banyaknya kandungan daging yang dimilikinya. Sama halnya dengan "Tikus" Tanah, meskipun kisaran bobot badannya bervariasi antara 200-750gr bahkan bisa lebih, persentase karkasanya cukup tinggi. Persentase karkas "Tikus" Tanah yang ditemukan di dataran rendah Manokwari yaitu di Amban, dan di daerah dataran tinggi Manokwari khususnya di Lembah Kebar dapat dilihat dalam Tabel 1.
|
Lokasi
|
Jenis Kelamin
|
Berat Badan (gr)
|
Persentase Karkas (%)
|
|
|
|
Sex
|
Jumlah
|
|
|
| Amban1 |
♂
|
6
|
240–1200
|
70.4 – 80
|
|
♀
|
8
|
560–760
|
63.3 – 75
|
|
| Kebar2 |
♂
|
7
|
455–1670
|
64.6 – 77.4
|
|
♀
|
7
|
501–1395
|
61.4 – 74.6
|
|
Keterangan: 1Djumadiyadin (2001), 2 Chrysostomus (2003)
Dibandingkan beberapa ternak konvensional yang sudah sering dikonsumsi masyarakat, seperti kambing (40-50%), domba (55%), sapi (50-60%) dan kelinci (49-52%), karkas bandikut relatif lebih tinggi. Hal ini kemungkinan disebabkan karena sebagai hewan omnivora, pakan "Tikus" Tanah selalu tersedia dan mudah didapat di sekitarnya. Jika dilihat menurut kandungan gizi dagingnya, perbandingan komposisi gizi daging "Tikus" Tanah (Chrysostomus, 2003) dan beberapa ternak lainnya ditunjukkan dalam Tabel 2.
Tabel 2. Perbandingan kandungan gizi daging "Tikus" Tanah dengan beberapa produk daging lainnya
|
Kandungan gizi
|
Bandikut
|
Ayam1
|
Babi2
|
Rusa3
|
Sapi3
|
Domba3
|
| Air (%) |
72.62
|
68
|
41,1
|
70.8
|
|
63.6
|
| Protein (%) |
18.62
|
31,5
|
11,2
|
24.7
|
22
|
17.4
|
| Lemak (%) |
3.22
|
1,3
|
47,0
|
3.3
|
6.5
|
18.2
|
| Abu |
2.63
|
|
0,6
|
|
|
|
| Energi ME (kj/100g) |
1090
|
621
|
|
545
|
891
|
969
|
| Kolesterol (mg/100g) |
|
|
|
66
|
67
|
72
|
DAPATKAH "TIKUS" TANAH DIMANFAATKAN?
UU No 7 / 1976 menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan pangan yaitu makanan dan minuman yang berasal dari tumbuhan, hewan, ikan; baik produk primer ataupun olahan. Sedangkan Husain (2005) menjelaskan bahwa pangan lokal adalah pangan yang diproduksi setempat (suatu wilayah / daerah tertentu) untuk tujuan ekonomi dan / atau dikonsumsi. Menurut Prescott-Allen and Prescott-Allen (1982) sedikitnya di 62 Negara, satwa liar memberikan sumbangsih sekitar 20 % sebagai sumber protein hewani masyarakat. Di daerah terpencil Di Amazon misalnya satwa menyediakan sumber kalori kepada masyarakat sekitar dan juga zat-zat nutrisi yang esensil seperti protein dan lemak. Hal yang sama juga umum ditemukan di benua Afrika (Ntiamoa-Baidu, 1997), Serawak dan Sabah (Benner et al., 2000), Northeastern Luzon, Philipina (Griffin and Griffin, 2000), Sulawesi Tengah (Alvard, 2000) dan Sulawesi Utara (Lee, 2000 dan Clayton dan Milner-Gulland, 2000).
Dengan demikian, kita bisa melihat adanya korelasi antara satwa liar sebagai sumber protein hewani masyarakat dengan aspek ketahanan pangan masyarakat di Papua. Hal ini berkaitan erat dengan pendapat Hoskins (1990) bahwa ketahanan pangan yaitu akses fisik dan ekonomi terhadap pangan untuk setiap individu pada setiap saat dan selalu berkaitan erat dengan ketersediaan pangan tersebut.
Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta "ini halal dan ini haram", untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung. (QS.An Nahl: 116)
Karena asal hukum makanan baik dari hewan, tumbuhan, laut maupun daratan adalah halal sesuai dengan firman Allah:
"Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi "(QS Al Baqarah: 168)
Maka Alah tidak merinci satu persatu makanan halal di Al-Qur'an begitu pula tidak dirinci dalam hadits Rasulullah SAW. Namun untuk makanan haram Allah telah merinci secara detail dalam Al-Qur'an atau melalui lisan RasulNya. Allah berfirman :
"Sesungguhnya Allah telah menjelaskan kepada kamu apa yang diharamkan-Nya
atasmu, kecuali apa yang terpaksa kamu memakannya" (QS. Al-An'am: 119)
Mengenai perincian makanan haram bisa dilihat dalam surat Al-Maidah ayat 3, sebagai berikut:
"Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya" (QS. Al-Maidah: 3)
Makna : segala yang baik adalah lezat/enak, tidak membahayakan, bersih atau halal. (Fathul Bari (9/518) oleh Ibnu Hajar)
Makna segala yang buruk berarti sesuatu yang menjijikkan seperti barang-barang najis, kotoran atau hewan-hewan sejenis ulat, kumbang, jangkrik, "Tikus", tokek/cecak, kalajengking, ular dan sebagainya. sebagaimana pendapat Abu Hanifah dan Syafi'i (lihat Al-Mughni (13/317) oleh Ibnu Qudamah) dan sesuatu yang membahayakan seperti racun, narkoba dengan aneka jenisnya, rokok dan sebagainya.
Dari definisi diatas masalah "Tikus" menurut saya pribadi bersifat subjektif , yang jelas asalnya halal namun bila anda memandang "Tikus" tidak menjijikan mungkin boleh dimakan namun bila merasa jijik tentu saja bisa digolongkan haram. Namun bila ragu-ragu sebaiknya jangan dimakan. Sumber : Al-Furqon edisi 12 Th.II
Diposting oleh Laely Widjajati di 00.22 0 komentar
Label: MAKANAN
Jumat, 15 Maret 2013
"SINGKONG MERGOBENER"
- Vitamin B1 ( thiamin)
- Vitamin B2 ( riboflavin )
- Vitamin B3 ( niacin )
- Vitamin B5 ( pantothenic acid )
- Vitamin B6 ( pyridoxine )
- Vitamin B9 ( folat dan asam folat
- Vitamin C, mencegah sel dari kerusakan, meningkatkan kesehatan gusi, meningkatkan kesehatan gigi, meningkatkan penyembuhan luka, meningkatkan kekebalan tubuh, melindungi radikal bebas, menghambat penuaan, menurunkan resiko kanker, meningkatkan zat besi, meningkatkan kesehatan paru dan mencegah pilek.
- Vitamin E, A, dan K
- Karbohidrat
- Protein

- Kalori
- Tembaga
- Gula alam
- Lemak alami
- Omega 3
- Asam lemak
- Kalsium dan zat besi
- Magnesium, fosfor, kalium, nutrium dan seng.
Diposting oleh Laely Widjajati di 20.30 1 komentar
Label: MAKANAN
Kamis, 07 Maret 2013
"MANFAAT/KHASIAT TAPE/TAPAI SINGKONG"
"Singkong" (ubi kayu) adalah termasuk jenis umbi-umbian yang banyak terdapat di seluruh daerah di Indonesia. Proses fermentasi yang dilakukan terhadap "singkong" (ubi kayu) ini menghasilkan gula dan alkohol, sehingga "tape" menjadi berasa manis, sedikit asam dan beraroma alkohol. "Tape singkong" yang berwarna kuning lebih banyak mengandung Vitamin A daripada yang berwarna putih. Vitamin A pada "Tape singkong" dapat mencapai 385 SI per 100 gram.
"Tape singkong", selain mengandung karbohidrat sebagaimana dikandung "singkong" juga mengandung vitamin A yang banyak diketahui ber"manfaat" untuk kesehatan mata. Selain itu, "singkong" juga dianggap dapat mengusir jerawat pada wajah.
Menurut dosen Teknologi Pascapanen Hortikultura, Fakultas Teknologi Pertanian, Unud, Dr. Ir. Bambang Admadi Harsojuwono, tingginya kandungan vitamin A "Tape singkong" dapat diketahui jika "tape" yang dihasilkan melalui proses fermentasi itu berwarna kuning. Jika "tape" yang dihasilkan berwarna putih berarti kandungan vitamin A-nya lebih sedikit.
Ragi merupakan bahan utama dalam proses pembuatan "tape". Ragi mengandung mikroba sacchoromyces cereviceae. Mikroba ini mengeluarkan enzim yang berguna dalam proses fermentasi. Kesterilan ragi dan bahan dasar pembuatan "tape" ketika akan digunakan amat penting. Hal ini dimaksudkan agar tak dicemari bakteri lain. Jika hal ini terjadi proses fermentasi akan terhambat. Bakteri yang sering mengeluarkan racun berbahaya bagi kesehatan manusia akan ada dalam "tape".
Untuk mendapatkann "tape" dengan hasil yang baik, proses fermentasi harus dilakukan secara optimal. Selain memilih bahan dasar yang baik, proses pembuatan "tape" harus benar. Ragi yang digunakan harus bermutu tinggi. Agar dihasilkan "tape" yang manis, selain lama fermentasi, pemberian ragi secukupnya, serta penutupan yang sempurna selama proses fermentasi berlangsung harus diperhatikan.

Dalam proses fermentasi, glukosa enzim glikolisin akan pecah dan menghasilkan karbondioksida, air, serta energi. Energi diperlukan oleh enzim amilase, intervertase dalam hal proses fermentasi.
PH atau kadar asam asetat yang tinggi dalam "tape" dapat mempengaruhi cita rasa "tape", malah dapat menyebabkan gangguan pencernaan. Proses fermentasi yang terlalu lama dapat menghasilkan air "tape" yang cukup banyak. Rasa manis pada "tape" akan berkurang.
Lamanya proses fermentasi ini sebaiknya jangan lebih dari tiga hari. Jika lewat batas maksimum dan pemberian ragi terlalu banyak nanti "tape"nya lembek dan terasa masam. Rasa masam disebabkan pati yang diubah oleh enzim amilase menjadi gula (sukrosa). Enzim invertase mengubahnya lagi menjadi glukosa. Hasilnya berupa alkohol. Jika proses fermentasi terlalu lama alkohol akan menghasilkan asam asetat sehingga dapat menghasilkan "tape" yang terasa masam.
Mengomentari pendapat umum bahwa "Tape singkong" dapat meningkatkan rangsangan seksual dan mengatasi jerawat, Bambang menyatakan bahwa sebenarnya belum ada penelitian ilmiah yang memperkuat anggapan banyak orang tersebut.
- Kalori 146,00 kal
- Air 62,50 gram
- Phosphor 40,00 mg
- Karbohidrat 34,00 gram
- Kalsium 33,00 mg
- Vitamin C 30,00 mg
- Protein 1,20 gram
- Besi 0,70 mg
- Lemak 0,30 gram
- Vitamin B1 0,06 mg
"Tape singkong" memiliki berbagai "khasiat", berikut beberapa "khasiat" dari "Tape singkong".
- Dipercaya dapat menyembuhkan jerawat dan bisul
- Banyak orang juga berpendapat "singkong" dapat menambah rangsangan seksual suami-istri
- Dapat menghangatkan tubuh karena mengandung Alkohol (jika kebanyakan dapat memabukkan), dan dapat menyehatkan kulit.
- Dapat menjadi energi alternatif selain nasi
- Memperlancar menstruasi (bagi wanita)
- Memperlancar sistem pencernaan
- "Tape singkong" juga dapat menyembuhkan penyakit maag dengan cara dikonsumsi pagi-pagi saat bangun tidur.
- Dipercaya dapat mencegah anemia.
- Obat alternatif untuk mengobati penyakit Wasir
- Mengobati luka pada penderita diabetes ("Tape singkong" ditempel pada luka)
- Dapat menghilangkan noda di wajah jika dikonsumsi setiap hari (1 piring kecil setiap hari)
- dan masih banyak "manfaat" lainnya...
Bahan - bahan :
Alat - alat :
- Pisau
- Kukusan / Panci
- Bakul bambu / keranjang
- Daun pisang
- Kupas ubi kayu lalu potong-potong sesuai dengan ukuran yang
diinginkan
kemudian cuci; - Rendam selama 1~2 jam dalam air bersih lalu kukus selama 30 menit (tidak perlu ditiris) atau dapat direbus selama 15 menit (harus di tiriskan);
- Sementara itu Ragi dihaluskan, daun pisang di lap sampai bersih dan di layukan diatas api, jika menggunakan bakul bambu maka harus dicuci bersih dan dikeringkan;
- Umbi masak yang suam-suam kuku disusun selapis di dalam bakul/keranjang yang sudah dilapisi daun pisang, kemudian ditaburi ragi tipis-tipis. Setelah itu dibuat lagi selapis umbi di atas lapisan sebelumnya, dan kembali ditaburi ragi. Demikian dilakukan sampai bakul hampir penuh.
- Umbi dalam bakul ditutup dengan daun pisang tiga lapis
- Bakul diletakkan di tempat bersih yang tidak panas dan bebas semut selama 2 sampai 3 hari sampai umbi menjadi "tape".
- "Tape" dapat dikemas di dalam kantong plastik, kemudian disimpan pada suhu dingin (0 - 5°C). Pada suhu kamar (15 - 30°C) tapai cepat menjadi masam.
Diposting oleh Laely Widjajati di 03.31 0 komentar
Label: MAKANAN
Minggu, 24 Februari 2013
"RUJAK CINGUR SIDOARJO"
Diposting oleh Laely Widjajati di 01.21 0 komentar
Label: MAKANAN
Sabtu, 23 Februari 2013
"KUPANG LONTONG MAKANAN KHAS SIDOARJO"
Untuk menangkap "kupang", para nelayan menggunakan peralatan yang sederhana. Mereka cukup menyabit rerumputan dan tetumbuhan laut di mana "kupang" menempel. Habitat hidup "kupang" punya karakteristik tenang, ombak yang tidak terlalu besar, dan pada saat air laut surut. Dalam kondisi itulah gerombolan "kupang" diambil oleh para nelayan.
"Kupang", sebagaimana udang, memang dapat menyebabkan alergi pada pemakannya yang sensitif. Alergi tersebut bisa berupa gatal-gatal, mual-mual, atau murus alias sakit perut dan buang-buang air. Kalau mengolahnya bersih maka dijamin tidak akan menimbulkan efek samping seperti diare dan penyakit sejenisnya. Namun untuk mereka yang rentan terkena alergi, para penjual "kupang" biasanya menyediakan es degan atau kelapa muda sebagai peneman utama "Kupang Lontong". Selain menuntaskan haus, es degan dipercaya dapat menetralisir alergi.
Untuk membuat "Kupang Lontong" bukanlah perkara sukar. "Kupang" cukup direbus sehingga isi kerang kecil ini akan keluar dan terpisah dari cangkangnya. Setelah dipisah, "kupang" sudah siap untuk diolah dengan tambahan bumbu, seperti bawang putih, gula, irisan jahe, dan irisan daun bawang merah. Dalam kondisi sudah dimasak, bagian kepala "kupang" akan berwarna hitam.
Proses selanjutnya adalah menggerusnya dengan petis "kupang" yang berwarna kecokelatan dan berasa gurih manis (bukan petis ikan/Madura yang rasanya asin). Tak lupa untuk mencampurkan cabai iris, gula, dan jeruk nipis campur, lalu tambahkan sedikit kuah "kupang". Setelah itu, potongan "lontong" yang sudah disiapkan disiram dengan "kupang" dan kuahnya.
Diposting oleh Laely Widjajati di 20.35 0 komentar
Label: MAKANAN
Sabtu, 28 Januari 2012
"Tips Memilih Rempah"
Referensi:
1. Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.
2. Majalah Wanita Kartini, edisi Nomor 2022. 2 s/d. 16 November 2000.
Diposting oleh Laely Widjajati di 20.09 0 komentar
Label: MAKANAN
Sabtu, 21 Januari 2012
"Makanan Alami Untuk Kulit Sehat"
Diposting oleh Laely Widjajati di 19.18 0 komentar
Label: MAKANAN
Jumat, 06 Januari 2012
"Sarapan Sehat"
Diposting oleh Laely Widjajati di 23.52 0 komentar
Label: MAKANAN
Rabu, 04 Januari 2012
"Ikan Salmon"
"Sebelum asyik melahap "ikan" berdaging warna oranye ini, simak dulu informasi akuratnya!"
Diposting oleh Laely Widjajati di 05.45 0 komentar
Label: MAKANAN
"Potato Story"
Diposting oleh Laely Widjajati di 04.34 0 komentar
Label: MAKANAN
Pilih-pilih Jajanan Sehat"
Diposting oleh Laely Widjajati di 04.17 0 komentar
Label: MAKANAN
Jumat, 30 Desember 2011
"Bawa Bekal Makan Siang"
"Bawa bekal makan siang", ternyata ada segi positif dan negatifnya."
SEGI POSITIF:
SEGI NEGATIF:
Diposting oleh Laely Widjajati di 06.01 0 komentar
Label: MAKANAN
Jumat, 16 September 2011
"Membuat Telur Asin"
Diposting oleh Laely Widjajati di 03.13 0 komentar
Label: MAKANAN
Senin, 29 Agustus 2011
"Makanan Manis Menggemukkan"

Diposting oleh Laely Widjajati di 03.14 0 komentar
Label: MAKANAN







