Jumat, 02 April 2010

"ETIKA BERTAMU DAN MENGUNDANG TAMU"

"Semua agama mengakui adanya kewajiban menghormati "tamu" dan melaksanakannya sesuai yang diperintahkan oleh agama masing-masing, tidak terkecuali agama Islam."




Hadits Muttafaq 'alaih menjelaskan, bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah menghormati "tamu"nya."


Kemudian Nabi Muhammad SAW juga bersabda: "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah memuliakan "tamu"nya menurut kebolehannya (jaizah). Mereka bertanya: Apa jaizah itu? Nabi menjawab: Sehari semalam. Dan lama ber"tamu" itu tiga hari. Dan selebihnya adalah sedekah."

Kaum Muslimin wajib memuliakan "tamu"nya dengan adab-adab sebagai berikut:


ADAB MENG"UNDANG" "TAMU".

1. Hendaklah meng"undang" "tamu" orang-orang yang bertakwa, bukan orang yang fasik dan orang jahat. Sebagaimana dijelaskan dalam Hadits Riwayat Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, Ibn Hibban dan Hakim, bahwa Rasulullah bersabda: "Janganlah engkau bersahabat kecuali dengan orang Mukmin. Dan janganlah makan makananmu kecuali orang takwa."


2. Jangan hanya meng"undang" orang-orang kaya saja dengan melupakan orang-orang miskin. Sebagaimana Hadits Riwayat Muttafaq 'alaih, menjelaskan bahwa Rasulullah bersabda: "Sejelek-jelek makanan ialah makanan di tempat perkawinan yang para "undang"annya hanya orang-orang kaya dan tak ada orang miskin."


3. Jangan meng"undang" "tamu" dengan tujuan membanggakan diri. Namun "undang"lah "tamu" dengan tujuan mengikuti sunah Rasulullah SAW dan Nabi-nabi sebelumnya seperti Ibrahim yang mendapat julukan dari orang-orang sebagai bapaknya te"tamu". Hendaknya meng"undang" "tamu" dengan tujuan memberikan kegembiraan dalam hati para sahabat.


4. Janganlah meng"undang" orang yang diketahui keberatan untuk hadir atau yang dapat menyakiti kawan-kawan yang hadir karena menghindarkan gangguan terhadap orang Mukmin itu hukumnya adalah wajib.


ADAB MEMENUHI "UNDANG"AN.

1. Hendaknya menghadiri "undang"an datang tepat waktu dan tidak boleh terlambat kecuali ada udzur. Misalnya membahayakan agama atau dirinya, sebagaimana dijelaskan dalam Hadits Riwayat Muslim, Rasulullah bersabda: "Barangsiapa di"undang" hendaklah datang." Beliau juga Bersabda: "Jika aku di"undang" untuk makan kaki kambing pasti aku datang,. Dan jika aku diberi hadiah sikunya pasti aku terima."


2. Dalam memenuhi "undang"an jangan membedakan antara orang kaya dan orang miskin, karena tidak memenuhi "undang"an orang miskin akan membuat sakit hatinya, disamping itu cara demikian adalah sombong. Sombong adalah sifat yang sangat dibenci oleh Allah SWT.


3. Dalam memenuhi "undang"an jangan membedakan antara yang dekat dengan yang jauh. Apabila mendapat dua "undang"an, penuhilah yang paling dahulu dan minta maaf kepada yang lainnya.


4. Jangan sampai tidak menghadiri "undang"an dengan alasan sedang puasa. Datang saja.... Apabila yang punya rumah gembira apabila kita makan, berbukalah.... Karena menggembirakan hati orang Mukmin itu termasuk ibadah. Apabila tidak... Katakanlah kepada yang meng"undang" bahwa anda puasa dengan cara yang baik. Sebagaimana Hadits Muslim, menjelaskan bahwa Rasulullah bersabda: Apabila salah seorang kamu di"undang", maka datanglah. Bila sedang puasa, datanglah dan sampaikan maaf karena tak ikut makan. Dan bila berbuka, hendaklah ia makan." Nabi Muhammad SAW juga bersabda: "Apabila saudaramu meng"undang" makan, maka katakanlah: Saya sedang puasa."


5. Hendaklah berniat waktu memenuhi "undang"an itu dengan niat memuliakan saudaramu yang Muslim agar memperoleh pahala. Sebagaimana sabda Rasulullah: "Sesungguhnya sahnya semua amal itu adalah dengan niat. Dan sesungguhnya setiap orang itu tergantung dari niatnya. Karena dengan niat yang baik, perbuatan mubah (boleh) menjadi ibadah yang akan diberi pahala."


ADAB MENGHADIRI "UNDANG"AN.

1. Janganlah terlalu lama di tempat "undang"an sehingga menyusahkan tuan rumah atau datang terlalu cepat, karena mereka akan kebingungan sebab keadaan belum siap. Dan hal ini termasuk menyakiti mereka.


2. Apabila masuk, janganlah mencari tempat duduk paling depan. Tapi hendaklah merendahkan diri. Apabila yang punya hajat (yang meng"undang") mempersilahkan duduk di tempat yang ditunjuknya, maka duduklah di tempat itu, jangan mencari tempat lain.


3. Hendaklah segera menghidangkan makanan buat "tamu". Karena ini berati menghormati "tamu". Agama memerintahkan menghormati "tamu", yaitu barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah memuliakan "tamu"nya."


4. Jangan cepat-cepat mengangkat hidangan, sebelum selesai makan.


5. Tuan rumah hendaknya menghidangkan makanan secukupnya. Karena kalau tidak cukup, akan menyinggung perasaan "tamu". Dan kalau berlebih-lebihan berarti mengada-ada dan itu termasuk riya'. Jadi kedua-duanya tercela.


6. Apabila ber"tamu" pada seseorang, jangan lebih dari tiga hari, kecuali bila tuan rumah memaksa untuk tinggal lebih lama. Dan apabila akan pulang mintalah ijin terlebih dahulu.


7. Tuan rumah hendaknya mengiringi "tamu" keluar dari rumah. Karena hal ini dilakukan oleh para pendahulu kita yang saleh. Dan termasuk memuliakan "tamu" sebagaimana yang telah diperintahkan oleh syariat.


8. Seorang "tamu" hendaknya meninggalkan rumah dengan hati yang baik, walaupun dalam penerimaan tidak sebagaimana mestinya. Karena hal ini termasuk budi pekerti yang baik dan pantas bagi seorang hamba untuk memperoleh derajat orang yang berpuasa.


9. Keluarga Muslim hendaknya memiliki tiga kamar tidur. Pertama untuk dirinya. Kedua untuk keluarganya. Dan ketiga untuk "tamu"nya. Dan lebih dari tiga dilarang, hal ini sebagaimana dijelaskan dalam Hadits Riwayat Muslim, bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Satu kamar tidur untuk dirinya, satu kamar tidur untuk perempuan dan satu kamar tidur untuk "tamu". Dan kamar keempat untuk setan."

"AKHLAK MALU DAN IMAN"

"Rasa "malu" merupakan sebagian dari "iman" yang menjadi akidah dan pedoman hidup kaum Muslimin."


Hadits Riwayat Bukhari Muslim, menjelaskan Rasulullah SAW bersabda: "Iman" itu ada tujuh atau enam puluh cabangnya. Yang paling utama ialah La ilaha Illallah (tidak ada Tuhan selain Allah). Yang paling rendah adalah membuang duri dari jalan. Dan "malu" itu satu cabang dari "iman".


Hadits Riwayat Hakim, sahih berdasarkan syarat Bukhari Muslim, menjelaskan, Rasulullah SAW bersabda: "Malu" dan "iman" itu dua bagian yang tak dapat dipisahkan. Apabila yang satu hilang maka yang lain pun turut hilang."


Alasan mengapa "malu" merupakan bagian dari "iman", karena "malu" dan "iman" sama-sama menyeru kepada kebajikan dan menolak yang munkar. "Iman" merupakan daya pembangkit bagi orang Mukmin untuk berbuat ketaatan dan meninggalkan maksiat.


Rasa "malu" selalu membimbing orang untuk bersyukur kepada Allah SWT, dan mencegah berbuat buruk atau mengatakannya, karena takut mendapat celaan dan cercaan. Dengan demikian rasa "malu" akan mendatangkan kebaikan sebagaimana Hadits Riwayat Bukhari Muslim sebagai berikut: "Malu" itu tidak datang, kecuali dengan kebaikan."
Dan Hadits Riwayat Bukhari Muslim yang lain: "Malu" itu semuanya baik."


Sedangkan yang kontradiksi dengan "malu" adalah kotor dan keji (tidak punya "malu"), yaitu kotor dalam perkataan, perbuatan dan berkata kasar. Orang Muslim tidak akan berkata kotor dan kasar, tidak pula keras dan bengis, karena sifat-sifat itu adalah sifat-sifat ahli neraka, sedangkan orang Muslim Insya'Allah adalah ahli surga. Sebagaimana Hadits Riwayat Ahmad dengan sanad sahih, menjelaskan Rasulullah SAW bersabda: "Malu" itu sebagian dari "iman". Dan "iman" itu berada dalam surga, sedang kata-kata keji itu sebagian dari kasar dan bengis. Kebengisan itu berada dalam neraka."


Akhlak Rasulullah SAW merupakan teladan setiap Muslimin, dan beliau sangat pe"malu" terhadap gadis, karena khawatir bahaya yang ditimbulkan. Hal ini sebagaimana Hadits Bukhari dari Abu Sa'id al-Khudri: "Apabila Nabi SAW melihat sesuatu yang dibencinya, maka akan kita ketahui dari wajahnya."


Orang Muslimin yang mengajak untuk memelihara rasa "malu" dan menanamkannya pada diri mereka, berarti ia menganjurkan untuk berbuat kebaikan. Karena "malu" sebagian dari "iman", yang merupakan kumpulan segala keutamaan dan unsur segala kebaikan. Sebuah Hadis sahih Riwayat Muttafaq 'alaih, menyebutkan bahwa Rasulullah SAW lewat di depan seorang laki-laki yang sedang memberi nasihat kepada saudaranya tentang "malu", maka Rasulullah SAW bersabda: "Tinggalkanlah ia, karena "malu" itu sebagian dari "iman".


Rasulullah menyuruh untuk menanamkan rasa "malu" pada diri kaum Muslim dan melarang membuangnya.

Seorang Muslim lebih baik kehilangan hartanya dari pada kehilangan rasa "malu", karena "malu" merupakan bagian dari ke"iman"annya untuk berbuat kebaikan. Allah merahmati seorang perempuan yang kehilangan anaknya yang kecil. Perempuan itu pergi ke suatu kaum menanyakan tentang anaknya. Salah seorang dari mereka berkata: Perempuan itu mencari anaknya, tapi ia pakai kerudung. Mendengar itu perempuan tersebut menjawab: Hai laki-laki! Bagiku lebih baik kehilangan anak dari pada hilangnya rasa "malu" pada diriku.


Rasa "malu" pada seorang Muslim tidak akan menghalanginya untuk mengatakan yang hak, mencari ilmu atau amar ma'ruf nahi munkar. Suatu ketika Usamah bin Zaid, orang yang dicintai Nabi SAW meminta tolong kepada beliau dalam suatu masalah, Rasulullah tidak "malu"-"malu" mengatakan kepada Usamah dengan nada marah, sebagaimana Hadits Riwayat Muttafaq 'alaih: "Apakah kamu mau minta pertolonganku untuk menghindarkan dari hukum yang ditentukan Allah hai Usamah? Demi Allah, jika si Fulanah (seorang perempuan) mencuri, pasti akan dipotong tangannya."


Rasa "malu" juga tidak menghalangi Ummu Sulaim al-Ansariah untuk mengatakan kepada Nabi SAW, sebagaimana dijelaskan Hadits Riwayat Bukhari: Ya Rasulullah! Sesungguhnya Allah tidak "malu" untuk menyatakan yang hak. Apakah perempuan wajib mandi jika ia bermimpi? Nabi SAW menjawab: "Benar! jika dia melihat ada air (mani perempuan)."


Seorang Muslim tidak boleh "malu" untuk mempertahankan hak sesamanya. Dan seorang Muslim juga tidak boleh "malu" untuk mengakui kesalahan dan meminta maaf kepada orang lain.


Kaum Muslimin yang memiliki rasa "malu" tidak akan membuka auratnya, mengabaikan kewajiban, menolak yang makruf yang disodorkan orang kepadanya, dan tidak akan bicara yang tidak baik serta tidak akan menghadapi orang dengan cara yang tidak menyenangkan. Orang Muslim akan "malu" kepada Sang Khalik. Ia akan taat kepada-Nya dan mensyukuri nikmat-Nya. Hal itu dikarenakan kekuasaan dan ilmu Allah. Seperti yang dikatakan Ibn Mas'ud yang dijelaskan dalam Hadits Riwayat Munziri, hadits marfu: "Malu"lah kamu kepada Allah dengan sebenar-benarnya. Peliharalah kepalamu dan apa yang disadarinya. Peliharalah perut dan yang dikandungnya serta ingatlah akan mati dan kehancuran."


Hadits Riwayat Bukhari juga menjelaskan, bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Allah lebuh berhak agar kamu "malu" kepada.Nya dari pada manusia."


Marilah kita sama-sama memelihara rasa "malu" kita masing-masing, supaya ke"iman"an kita dapat meningkat sehingga kita menjadi ahli surga. Insya'Allah...............

Jumat, 26 Maret 2010

"STROKE DAN CARA UNTUK MENGHINDARINYA"

"Stroke" merupakan gangguan aliran darah di otak sehingga sel-sel otak tidak memperoleh nutrisi dan oksigen yang cukup."


"Stroke" disebabkan oleh pembuluh darah buntu atau karena ada pendarahan. Hanya dalam hitungan menit sampai jam, sel otak yang tidak mendapatkan makanan akan mati.


Sekitar delapan puluh lima persen dari "stroke" disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah atau pembuntuan oleh bekuan darah (Ischemic "Stroke"). "Stroke" yang disebabkan oleh pendarahan disebut hemorrhagic "Stroke".


"Stroke" merupakan salah satu penyebab cacat tubuh dan kematian. Bagi orang tua, tiap pertambahan usia sepuluh tahun, kemungkinan terkena "stroke" naik dua kali lipat. Seringkali, apabila dijumpai "stroke" pada usia di atas enam puluh lima tahun, mayoritas akan berakhir dengan kematian.


Gejala "stroke" biasanya berupa:

1. Mendadak mati rasa, lemah atau kelumpuhan pada wajah, lengan, tangan atau tungkai bawah. Biasanya hanya separuh badan.


2. Sulit berbicara.


3. Penglihatan mendadak kabur.


4. Pusing, kehilangan keseimbangan.


5. Sakit kepala yang hebat, atau sakit kepala tidak seperti biasanya secara mendadak. Kadang disertai leher yang kaku, nyeri pada wajah, ada muntah atau kesadaran menurun.


6. Bingung, sukar berorientasi, hilang ingatan.


Beberapa gejala lain dapat timbul sebelum atau sesudahnya. Misalnya sulit menelan, tidak dapat berjalan, pendengaran hilang, bahkan tidak dapat mengontrol kencing atau berak. Daya ingat, kemampuan berpikir dan belajar, serta orientasi terganggu. Penderita "stroke" tidak dapat berkonsentrasi atau memperhatikan sesuatu. "Stroke" akibat pendarahan dapat menimbulkan rasa mual, muntah, pusing bahkan kesadaran menurun sampai koma.


"Stroke" mayoritas timbulnya secara mendadak tanpa ada tanda sebelumnya. Namun, ada beberapa penderita "stroke" dapat mengalami serangan transient ischemic attack (TIA) terlebih dahulu. TIA adalah serangan mirip "stroke" yang berlangsung hanya sekejap, beberapa detik hingga beberapa menit, dan kemudian menjadi normal kembali tanpa meninggalkan gejala sisa atau permanen. Bila ada TIA, harus segera waspada dan mengobatinya supaya tidak terjadi "stroke" yang sesungguhnya.


Ada beberapa faktor yang dapat membuat seseorang lebih mudah terkena "stroke", antara lain:

1. USIA. Mulai dari usia 35 tahun, tiap kenaikan 19 tahun, maka resiko terkena "stroke" akan naik dua kali lipat.


2. JENIS KELAMIN. Kemungkinan terkena "stroke" bagi pria dan wanita adalah sama. Namun, statistik menunjukkan bahwa wanita yang terkena "stroke" akan lebih cepat meninggal dari pada pria.


3. RAS. Orang berkulit hitam lebih mudah terserang "stroke" dari pada ras lainnya.


4. RIWAYAT KELUARGA. Bila ada orang tua atau saudara yang terkena "stroke", maka kemungkinan mengalami "strole" menjadi lebih besar.


5. TEKANAN DARAH TINGGI. Hipertensi dapat merusak pembuluh darah, mempermudah terjadi plak atau penyumbatan (arteri osklerosis), sehingga lebih mudah terserang "stroke".


6. KOLESTEROL. Bila kolesterol LDL seseorang tinggi sedangkan kolesterol HDL rendah, maka seseorang akan mudah terserang "stroke".


7. MEROKOK. Orang yang merokok akan dua sampai tiga kali lebih mudah terserang "stroke".


8. HIDUP SANTAI. Orang yang jarang bergerak atau berolahraga cenderung lebih mudah mengalami "stroke".


9. DIABETES. Penderita diabetes lebih mudah mengalami arteri osklerosis dan terkena "stroke".


10. PENYAKIT JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH. Gangguan kardiovaskuler seperti gagal jantung, penyakit klep jantung, pernah mengalami serangan jantung, atau gangguan irama jantung, mudah memicu timbulnya "stroke".


11. PERNAH "STROKE" ATAU TIA SEBELUMNYA. Apabila seseorang berusia lebih dari 45 tahun dan pernah terkena "stroke", maka kemungkinan terjadi "stroke" ulang menjadi besar, yaitu 10 sampai 20 kali lipat. Demikian pula apabila pernah terkena TIA, resiko terserang "stroke" bertambah besar. "Stroke" sering timbul pada bulan berikutnya setelah TIA.


Pada "stroke" akibat penyumbatan, maka pengobatan yang diberikan adalah untuk menghilangkan sumbatan dan melancarkan aliran darah kembali, antara lain:

1. OBAT ANTI PLATELET. Yakni obat yang menghambat pembentukan bekuan darah, melancarkan darah, sehingga penyumbatan tidak terjadi.


2. ANTIKOGULAN. Obat ini menghambat pembekuan darah.


3. TISSUE PLASMINOGEN ACTIVATOR (TPA). Obat ini menghancurkan bekuan darah, sehingga mengurangi dan mencegah kerusakan otak akibat penyumbatan darah. Harus diberikan segera atau dalam tiga jam setelah terjadi serangan "stroke". Pemakaian yang tidak hati-hati dapat memicu terjadinya pendarahan.


4. PEMBEDAHAN ATAU BALON. Kadang dibutuhkan untuk membersihkan bekuan darah di arteri karotid di leher, yaitu pembuluh darah yang dilewati darah menuju otak, supaya tidak mudah timbul "stroke" ulangan.


Apabila "stroke" yang disebabkan oleh pendarahan, penanganannya berbeda. Tekanan darah harus dikontrol dengan sangat cermat, jumlah cairan infus yang diberikan juga perlu dipantau ketat. Ini untuk mencegah penekanan jaringan otak akibat tekanan di dalam otak yang meninggi. Tindakan pembedahan dibutuhkan untuk menghentikan pendarahan dan membuang bekuan pendarahan, supaya tekanan dalam otak dapat normal kembali.


Tindakan rehabilitasi akan membantu penderita "stroke" untuk memulihkan kekuatan serta kemampuan untuk kembali melakukan aktivitas. Misalnya menambah kekuatan otot, melatih keseimbangan, serta menghilangkan kekuatan sendi. Latihan fisik juga dapat menumbuhkan kepercayaan diri, dan menghilangkan depresi. Rehabilitasi harus dimulai sedini mungkin, barangkali dalam beberapa hari setelah serangan "stroke" sudah dapat dimulai berlatih. Pasien "stroke" harus dimotivasi untuk mau berlatih. Tanpa berlatih, otot akan semakin lemah dan kecil, sendi semakin kaku. Akhirnya harus terus berbaring dan semakin tidak berdaya.

Kadang beberapa hal diperlukan selama perawatan "stroke". Misalnya oksigen, alat untuk membersihkan lendir di jalan napas, nebulizer untuk menguapi jalan napas, serta pemberian makanan melalui nasogastric tube (pipa melalui hidung ke lambung).


Kita harus selalu melakukan kebiasaan-kebiasaan yang sehat. Hal ini bukan saja untuk menghindari "stroke", akan tetapi juga untuk mencegah supaya penderita "stroke" tidak mengalami serangan kedua, ketiga dan seterusnya. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menghindari "stroke" antara lain:

1. DIET SEHAT UNTUK OTAK. Banyak mengkonsumsi buah, sayur, kacang, kedelai, oatmeal dan ikan.


2. HINDARI LEMAK JENUH ATAU KOLESTEROL. Apabila tidak dapat berdiet pantang kolesterol, anda butuh obat untuk menurunkan kolesterol.


3. JANGAN GEMUK. Berat badan berlebihan memicu timbulnya "stroke".


4. OLAHRAGA TERATUR. Olahraga dapat menurunkan tekanan darah dan membuatnya stabil. Olahraga juga menaikkan kolesterol HDL yang baik untuk pembuluh darah.


5. JAUHI ROKOK DAN ALKOHOL. Rokok dan alkohol dapat merusak pembuluh darah, menimbulkan hipertensi, seseorang menjadi lebih mudah terkena "stroke".


6. KONTROL GULA DAN TEKANAN DARAH. Kunci kesuksesan terletak bagaimana berdiet sehat, berolahraga teratur, mengatur berat badan yang ideal, serta minum obat yang benar.


7. JANGAN STRES. Stres membuat tekanan darah mendadak naik, memicu terjadinya pembekuan darah, dan akibatnya adalah "stroke".


COKELAT TURUNKAN RESIKO "STROKE".

Ada sebuah penelitian mengatakan bahwa makan satu potong cokelat per hari dapat menurunkan resiko serangan jantung dan "stroke" sampai 39 persen.


Penelitian lain juga mengatakan, bahwa makan cokelat 7,5 gram sehari akan menurunkan tekanan darah. Mereka yang makan paling banyak jumlah cokelatnya - rata-rata 7,5 gram per hari --- telah menurunkan kemungkinan serangan jantung dan "stroke" dibandingkan dengan mereka yang makan paling sedikit (rata-rata 1,7 gram per hari).


Penelitian yang diterbitkan dalam sebuah Jurnal Jantung Eropah, menyimpulkan bahwa apabila orang-orang yang makan sedikit cokelat kemudian meningkatkan asupannya enam gram sehari akan mengurangi resiko serangan jantung dan "stroke". Mereka yang makan paling banyak cokelat memiliki 27 persen penurunan resiko serangan jantung dan hampir setengah (48 persen) resiko "stroke" dibandingkan dengan mereka yang makan paling sedikit.


Seorang ahli epidemiologi nutrisi di Jerman, Dr. Brian Buijsse dari Institute of Human Nutrition, Nuthetal Jerman, mengatakan bahwa orang-orang yang makan paling banyak jumlah cokelat berada pada resiko 39 persen lebih rendah dibandingkan dengan konsumsi cokelat terendah.

(Sumber: Buletin BAZ Edisi XII/Jumadats Tsani 1431 H).

Sabtu, 20 Maret 2010

"CARA MENANAM AVOKAD YANG BENAR"

"Buah "avokad" merupakan sumber lemak nabati yang memegang peranan penting di daerah-daerah pegunungan yang sukar mendapatkan susu sapi dan kelapa pantai."


Kandungan lemak yang ada pada buah "avokad" sekitar 6,5 gram, lebih besar dari pada susu sapi yang hanya mengandung lemak 3,5 gram. Disamping itu juga mengandung calcium 10 mgram, fosfor 20 mgram, protein 0,9 gram dan nilai kalorinya 85. Juga mengandung vitamin A 180 I U dan vitamin C 13 mgram.

Buah "avokad" datangnya musiman. Biasanya musim "avokad" pada bulan Desember sampai Pebruari saja ada buah "avokad" yang besar-besar. Sedangkan di sekitar bulan Mei, ada hujan "avokad" kricik-kricik, karena ada jenis "avokad" yang dipanggil Ijo Panjang, yang dapat berbuah deras, pada bulan di sekitar akhir kemarau (April, Mei, Juni). Seakan-akan lantas ada musim buah kedua yang pendek jadinya apabila memang beramai-ramai menanam jenis "avokad" Ijo Panjang. Bulan-bulan lain di musim kemarau (Juli-Nopember) pasaran sudah sepi dari buah "avokad".

Buah "avokad" dapat menghasilkan sangat memuaskan apabila ditanam di daerah dataran tinggi, antara 200 - 1000 meter di atas permukaan laut. Di dataran rendah juga dapat tumbuh akan tetapi hasilnya tidak dapat memuaskan seperti kalau ditanam di dataran tinggi.

Apabila menanam "avokad" dari biji, kita harus menunggu kira-kira sepuluh tahunan lamanya. Namun kalau menanam bibit berupa okulasi, kita sudah dapat memetik buah "avokad" kira-kira setelah umur enam tahunan.

Bibit-bibit okulasi biasanya dijual berupa 'puteran' yang susunan akarnya ditanam di dalam tanah yang dibungkus keranjang bambu kira-kira sebesar pot, karena akar tunggangnya mudah rusak. Apabila hendak menanam bibit okulasi ini, keranjang bambunya harus dibuang terlebih dahulu. Supaya nanti tidak diserbu rayap-rayap, namun harus hati-hati jangan sampai merontokkan tanah yang meliputi akar-akar "avokad" itu.

Bibit "avokad" ditanam dalam lubang penanaman berukuran 1 x 1 meter sedalam 50 cm. Cara menggali dan mengolah tanah seperti halnya penanaman pada buah-buah yang lain.

Okulasi "avokad" sangat mudah diserang berbagai macam cendawan di musim hujan, maka di masa mudanya harus disemprot dengan bubur Bordo 1 1/2 % yang dibuat dari larutan terusi 15 gram, dalam air 1/2 liter, yang dituangkan sedikit demi sedikit dalam larutan kapur tohor 15 gram dalam air 1/2 liter, kemudian diaduk-aduk sampai rata).

Untuk menanami pekarangan sendiri dengan maksud dimakan sendiri, lebih baik pilih jenis "avokad" Ijo Panjang. Sebab jenis "avokad" inilah yang terkenal dapat membentuk buah dengan penyerbukan sendiri, tepung sari dan pohon itu sendiri dapat menyerbuki putik pohon itu juga.

Jenis-jenis lain seperti Ijo Bunder, Merah, Panjang, Merah Bunder dan lain-lain tidak dapat dilakukan seperti ini. Jenis-jenis ini hanya dapat membentuk buah apabila ada penyerbukan silang oleh tepung-tepung sari dari pohon "avokad" yang lain. Karena itu jenis-jenis yang terakhir tadi juga hanya bagus untuk ditanam di kebun yang luas saja yang memang dapat menampung beberapa pohon sekaligus bersama-sama.

Pohon "avokad" memang aneh. Masaknya tepung sari dari bunga jantan selalu menjadi pada saat-saat yang berbeda dengan saat terbukanya putik dari bunga betina, dan sialnya bunga betina ini hanya sebentar saja bersedianya 'terima tamu'. Setelah itu sudah nyetet tidak mau buka pintu lagi.

Ada pohon-pohon yang benang sarinya hanya di waktu pagi hari saja masak dan siap sedia menyerbu ke bunga-bunga betina. Namun bunga-bunga betina pada pohon itu sendiri belum bangun. Baru mau berdandan sedia menerima tamu pupuran tepung sari kalau sudah siang. Namun kalau sudah siang, tepung sari pohon itu sendiri sudah habis.

Jadi kalau anda kebetulan menanam jenis "avokad" semacam itu hanya satu pekarangan (sedang di halaman tetangga tidak ada pohon "avokad" lain), maka sampai kapanpun pohon "avokad" anda tidak akan berbuah. Untunglah ada segolongan pohon yang bunga-bunganya justru bangun di waktu sebaliknya. Yang betina bangun pagi, yang jantan bangun siang.

Pohon demikian harus ditanam bersama-sama denga pohon lain, jarak tanam harus sepuluh meter, yang serba terbalik jadwal bangunnya. Jadi begitu tepung sari dari pohon yang pertama tadi mulai beterbangan, maka siaplah bunga-bunga betina dari pohon kedua yang suka rajin-rajin bangun pagi ini untuk menerima serbukan silangnya. Dan nanti siang, apabila bunga betina yang malas dari pohon yang pertama sudah bangun, maka giliran bunga-bunga jantan dari pohon yang kedua inilah yang kini harus bertandang ke pohon yang pertama tadi.

Jadi bunga yang meleknya pagi harus diserbuki oleh tepung sari yang bangun pagi juga, dari pohon lain. Dan bunga yang bangun siang, harus diserbuki oleh tepung sari yang bangunnya siang juga, dari pohon lain. Hanya jenis "avokad" yang bunga betinanya dapat terbuka terus menerus sampai lamalah yang tidak perlu diberi teman seperti itu. Sebab, sementara bunga-bunga betina itu belum tutup mulut, bunga jantan dari pohon itu sendiri sudah keburu masak mengeluarkan tepung sarinya. Dapat serbuk-serbukan sendiri......Jenis-jenis "avokad" yang semacam inilah yang sesuai untuk ditanam sendirian di halaman sempit untuk dimakan sendiri. Antara lain jenis Ijo Panjang tadi...........

Pendapat yang sudah menjadi rahasia umum, bahwa pohon "avokad" baru dapat berbuah apabila daunnya sudah habis dimakan ulat-ulat sampai gundul. Namun sebetulnya tidak perlu demikian...... "Avokad" yang tidak gundulpun asalkan sudah umur lewat enam tahun (bibit okulasi atau sepuluh tahun (bibit biji) dapat saja berbuah lebat.... Asalkan kita menanam jenisnya yang dapat Zelffertiel menyerbuki bunganya sendiri tadi..... Atau mengkombinasikan jenis-jenis yang bunga-bunganya berbeda bangunnya tadi dalam satu halaman.

Selamat bercocok tanam "avokad"......

Semoga anda sukses.................

Jumat, 19 Maret 2010

"CARA MENANAM ZUURZAK YANG BENAR"

"Zuurzak" (Nangka Belanda = Nangka Moris = Sirsak) merupakan tanaman yang dapat tumbuh bagus apabila ditanam di daerah dataran rendah. "



"Zuurzak" hanya dapat berbuah memuaskan apabila ditanam di daerah-daerah di bawah 900 meter." Di daerah yang lebih tinggi dari 900 m memang dapat tumbuh dan berbuah, namun tidak begitu memuaskan. Selain itu "Zuurzak" memang baru berbuah lebat apabila sudah berumur tiga tahun lebih. Masa pertumbuhan Vegetatifnya untuk membentuk dedaunan tajuk pohon-pohon kira-kira dua tahun lamanya, sedangkan masa transisi antara masa vegetatif dan masa produktif untuk membentuk buah kira-kira satu tahun.

Rontoknya bunga-bunga dan bakal buah "zuurzak" yang berumur dua tahun ini disebabkan karena imbangan antara pemakian Karbohydrat untuk pembentukan bagian-bagian vegetatif dan penimbunan Karbohydrat dalam bakal buah-buah dalam masa transisinya tadi belum stabil.

Seringkali buah yang sudah jadi karena penyerbukan yang normal lantas macet suply bahan makanannya yang akan ditimbun dalam buah itu karena Karbohydrat-karbohydrat yang ada masih banyak yang diperlukan untuk membuat mekar kuncup-kuncup daun yang dibangun di masa pertumbuhan vegetatif dulu yang barusan saja berakhir. Akibatnya buah-buah tidak selesai terbentuk dan rontok.

Supaya pohon "zuurzak" tidak kekurangan bahan makanan, harus dipupuk pada waktu menjalani masa transisinya tadi, sehingga segera menginjak ke fase pertumbuhan generatifnya yang yang produktif. Namun apabila pupuk-pupuk itu baru diberikan sekarang sudah terlambat, seharusnya sejak kecil dulu, setiap tahun, diberi sejumlah yang lumintu.

Meskipun "zuurzak" tidak meminta tanah yang istimewa, namun "zuurzak" tidak tahan terhadap air tanah yang terlalu dangkal. Jadi sebelum menanam "zuurzak", diperiksa terlebih dahulu berapa dalamnya air tanah yang terdapat dalam tanah yang akan ditancapi bibit pohon "zuurzak" itu. Minimal harus sedalam limapuluh cm.

Apabila lebih dangkal dari itu menyebabkan susunan akar menjadi jelek, sehingga mengurangi kemampuannya berbuah.

Disamping syarat-syarat iklim dan tanah tadi, lebat tidaknya buah disebabkan oleh baik buruknya bibit "zuurzak" itu sendiri. Apabila bibit diperoleh secara untung-untungan dari sesuatu buah yang kebetulan kita makan begitu saja, maka hasilnya kadang-kadang dapat membuat kita kecelik. Sebaiknya menanam bibit okulasi dari kebun bibit, karena bibit-bibit okulasi lebih manteab sifatnya dari pada anak-anak "zuurzak" yang tumbuh dari biji.

Atau barangkali anda ingin mengokulasi sendiri dari "zuurzak" yang sudah nyata berbuah lebat, besar-besar manis-manis dan tidak sakit-sakitan. Untuk itu harus menunggu permulaan musim hujan terlebih dahulu. Sebab okulasi "zuurzak" baru dapat berhasil tumbuh pesat apabila ada air hujan yang cukup. Namun saat mengokulasi itu sendiri harus pada waktu psgi terang benderang yang tidak hujan.

Sebagai 'mata', harus menggunakan tunas-tunas berasal dari cabang "zuurzak" pilihan yang kira-kira sebesar ibu jari yang masih belum mengalir benar. Jangan lupa memeriksa 'mata' ini dulu, apakah masih bernyawa atau tidak. Setelah disayat dengan pisau okulasi dari cabang sebesar ibu jaru tadi. Sebab kadangkala memang sulit mencukil kulit "zuurzak" bertunas yang sudah disayat dari tempatnya apabila tidak memiliki kuku jempol yang lumayan panjangnya. Bisa-bisa malah mati. Sekiranya agak sulit mencukil, jangan dipaksakan. Sayat lagi lebih dalam, sampai kayu cabang itu ikut terbawa. Okulasi jangan sampai gowang. Kayu yang terbawa nantinya boleh dibuang dengan hati-hati dalam rangka berusaha jangan sampai mati tadi. Sebagai batang bawah harus digunakan.

"Zuurzak" yang kira-kira satu tahun sebelumnya sudah ditanam dari biji di persemaian, pengokulasian macam ini batang bawah harus disayat dan dibeset dari atas ke bawah kira-kira sepanjang lima cm sampai dawel-dawel kulitnya. Diantara kulit dawel-dawel dan kayu dari batang bawah inilah 'mata' harus diselipkan. Kemudian semuanya harus diikat dengan tali rafia yang sudah dicelup parafin atau sobekan-sobekan kantong plastik yang bersih.

Namun 'mata' itu sendiri tidak boleh ikut terbungkus. Celah-celah sambungan antara kulit mata dan kulit batang bawah yang kemudian harus dilabur hati-hati (pakai kuas halus) dengan bubur Bordo supaya tidak diserang penyakit cendawan. Kemudian harus dilindungi dedaunan yang teduh supaya 'mata' "zuurzak" tidak kering. Beberapa hari kemudian sudah dapat dilihat apakah okulasi itu jadi atau tidak. Apabila jadi, sisa tangkai daun yang terdapat pada 'mata' itu akan mudah jatuh apabila disentuh sedikit. Namun ikatan tadi baru boleh dibuang pada hari ke empat belas nya. Batang bawah yang kemudian harus dipotong bagian atasnya kira-kira sepuluh cm di atas mata okulasi juga harus dipotong dan dilumuri paraffin pada hari ke 14 ini.

Apabila nanti tunas mata tadi sudah tumbuh sampai setinggi lima belas cm, tidak boleh lupa mengikatnya pada sisa batang bawah yang masih memanjang ke atas supaya dapat tumbuh lurus dan tidak akan rusak apabila digoyang oleh angin.

Apabila tunas sudah setinggi tiga puluh cm, sisa batang itu harus dipangkas, berikut semua tunas lain yang mungkin timbul di bawah 'mata' okulasi kalau kelak pada batang berasal dari mata tempelan itu juga ada tunas-tunasnya yang muncul di sana-sini juga harus dipotong. Yang boleh tumbuh hanya batang yang satu itu sendiri saja supaya naik lurus ke atas sampai benar-benar menjadi batang pohon.

Setelah berumur 1 1/2 tahun, okulasi itu baru boleh dipindah ke lubang penanamannya yang tetap, di bagian kebun yang dikehendaki dengan jarak enam meter.

Lubang penanamannya sudah harus dipersiapkan kira-kira satu bulan sebelum bertanam. Cara mempersiapkannya seperti cara lubang penanaman pohon belimbing wuluh.

Apabila sudah hampir berbuah seringkali "zuurzak" akan diserang kutu-kutu yang apabila merajalela dapat menggagalkan pembentukan buah. Walaupun tadinya sudah ada penyerbukan bunga sebagaimana mestinya dan buah-buahnya dapat rontok juga. Kutu-kutu disemprot medol saja 2 %. Namun kalau disamping kutu masih ada juga semut-semut yang menjadi majikan semut-semut tersebut, semprotlah dengan 2 % Dildrin 50 % W.P.

Hanya "zuurzak" yang bersih dari kutu-kutu sajalah yang dapat selamat membentuk buah........

Selamat bercocok tanam "zuurzak"..........

Semoga anda berhasil...........


MusicPlaylistView Profile