Minggu, 22 Januari 2012

"Tips Memakai Bedak Agar Melekat Sempurna"

"Jangan asal membeli "bedak". Pilihlah sesuai dengan kulit anda. Jangan sampai kulit wajah anda jadi terlihat terlalu putih seperti geisha!"


Berikut aneka tips "memakai bedak", supaya "bedak" anda dapat melekat sempurna:

1. Jika ingin aman, pilih "bedak" dengan warna translucent atau netral. Jenis warna ini tidak akan membuat wajah anda yang telah memakai alas "bedak" dan concealer jadi menyolok.

2. Jika ingin 'benah-benah' wajah di siang hari, pilihlah "bedak" berwarna netral. Hindari warna pink atau kuning.

3. Jika "memakai bedak" pada wajah polos, sesuaikan dengan warna kulit anda. Namun, jika anda telah "memakai" foundation, pakailah "bedak" dengan warna satu tingkat lebih terang dari warna kulit.

4. Jika "memakai bedak" di bawah mata, pakailah yang warnanya lebih terang dibanding dengan warna "bedak" di bagian wajah lainnya. Trik ini untuk menutup area bawah mata yang cenderung lebih gelap. Maka 'bingkai' mata anda pun terlihat lebih segar dan cerah.

5. Ingin tahu "bedak" berkualitas? Tes dengan cara bubuhkan "bedak" pada punggung tangan anda. "Bedak" berkualitas memiliki aroma yang baik, bubuk selembut sutera dan dapat menutupi kulit secara merata.

Berikut ini tips "memakai bedak" dari Gusnaldy (Power Style Salon - Fatmawati):
1. Setiap kali hendak "memakai bedak", jangan lupa bersihkan lebih dulu wajah anda dengan tissue, apalagi bila kulit anda cenderung berminyak.

2. Jika "memakai bedak" bubuk, usapkan ke wajah dengan spons lembut.

3. Untuk menghilangkan serbuk-serbuk "bedak" yang berlebihan, bersihkan dengan menyapukan kuas besar ke wajah anda.

4. Jika "memakai" cream powder, oleskan tipis-tipis dengan spons padat berujung lancip. Jangan lewatkan dahi, dekat anak rambut, area bibir, hidung, kelopak dan bawah mata.

5. Bagi yang ingin memakai puff bulu, oleskan "bedak" dengan cara menekan dari dahi sampai seluruh permukaan wajah arah jarum jam. Bila tak punya puff bulu, bisa "memakai" cotton ball/kapas.

(Sumber: Majalah Cosmopolitan, edisi Juli 2002).

0 komentar: