Sabtu, 20 Desember 2014

"MENJAGA HATI, PIKIRAN DAN LISAN"

"Allah telah memberikan kita akal, "pikiran" dan "hati", agar kita dapat memanfaatkan semua yang DIA berikan kepada kita dengan cara mentafakkurkan setiap kejadian-kejadian yang datang pada kehidupan kita..,


Lalu kita "pikir"kan semua hikmah yang terkandung di dalam`Nya dan kita pelajari tanda-tanda yang hadir di bumi`Nya ini agar kita bisa menyelaraskan kepentingan mana yang seharusnya kita utamakan terlebih dahulu demi kemuliaan kita di mata Allah..

Belajarlah lebih bersabar, lebih ikhlas, lebih bijak dan lebih arief dalam menilai sesuatu perkara yang ada di hadapan kita..

Sebab penilaian yang didasari akal nafsu yang tak jernih akan mengakibatkan "hati" menjadi gelap dan tak murni dalam menilai sesuai yang lahir dalam setiap perkara yang hadir..

"Lisan" merupakan bagian tubuh yang paling banyak digunakan dalam keseharian kita. Sebagian besar – atau bahkan hampir semua – aktivitas komunikasi kita menggunakan "Lisan". Sebuah pepatah yang terkenal mengatakan, mulutmu adalah harimaumu. Namun, ada pula yang menimpali, mulutmu adalah mutiaramu, mulutmu adalah emasmu, dan seterusnya. Artinya, "Lisan" kita berpotensi untuk mendatangkan keburukan maupun kebaikan. Oleh karena itu, sangat penting untuk "menjaga lisan" kita. Apakah banyak kebaikannya dengan menyampaikan yang benar atau malah terjerumus ke dalam dosa dan maksiat. 
 
 Pada berbagai pertemuan, formal maupun obrolan biasa sehari-hari, seringkali kita mendapati pembicaraan berupa gunjingan (ghibah), mengadu domba (namimah) atau maksiat lainnya. Padahal, Allah SWT melarang hal tersebut. Allah SWT menggambarkan ghibah sebagai sesuatu yang amat kotor dan menjijikkan. Allah berfirman, ”Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Apakah salah seorang di antara kamu suka memakan daging saudaranya yang sudah mati?Maka tentulah kamu merasa jijik dengannya.” (QS. Al-Hujuraat [49]: 12).
 
Nabi SAW telah menerangkan makna ghibah (menggunjing) melalui sabda beliau, yang artinya: “Tahukah kalian apakah ghibah itu?” Mereka menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui” Beliau bersabda: “Engkau mengabarkan tentang saudaramu dengan sesuatu yang dibencinya.” Beliau ditanya, “Bagaimana jika yang aku katakan itu memang terdapat pada saudaraku?” Beliau menjawab, “Jika apa yang kamu katakan terdapat pada saudaramu, maka engkau telah menggunjingnya (melakukan ghibah) dan jika
ia tidak terdapat padanya maka engkau telah berdusta atasnya.” (HR. Muslim). 
 
Apapun yang terdapat pada diri seorang muslim, baik tentang agama, kekayaan, akhlak, atau bentuk lahiriyahnya, sedang ia tidak suka jika hal itu disebutkan, dengan membeberkan aib, menirukan tingkah laku atau gerak tertentu dari orang yang dipergunjingkan dengan maksud mengolok-ngolok. Banyak orang meremehkan masalah ghibah, padahal dalam pandangan Allah, ghibah adalah sesuatu yang keji dan kotor. Rasulullah SAW bersabda: “Riba itu ada tujuh puluh dua pintu, yang paling ringan daripadanya sama dengan seorang laki-laki yang menyetubuhi ibunya (sendiri), dan riba yang paling berat adalah pergunjingan seorang laki-laki atas kehormatan saudaranya.” (As-Silsilah As-Shahihah, 1871).
 
Bagi seseorang yang kebetulan hadir dalam majelis yang penuh dengan pergunjingan terhadap orang lain, maka dia amat sangat dianjurkan untuk mencegah kemungkaran dan membela saudaranya yang dipergunjingkan. Nabi SAW sangat menganjurkan hal itu, sebagaimana dalam sabdanya: “Barangsiapa membela (ghibah atas) kehormatan saudaranya, niscaya pada hari kiamat Allah akan menghindarkan api Neraka dari wajahnya.” (HR. Ahmad).


 Satu lagi bentuk amal "Lisan" yang bisa mendatangkan keburukan adalah namimah (mengadu domba). Mengadukan ucapan seseorang kepada orang lain dengan tujuan merusak hubungan di antara keduanya adalah salah satu faktor yang menyebabkan terputusnya ikatan, serta menyulut api kebencian dan permusuhan. Allah SWT mencela pelaku perbuatan tersebut. Firman Allah SWT dalam Alquran: “Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina, yang banyak mencela, yang kesana kemari menghambur fitnah.” (QS. Al-Qalam [68]: 10-11).

Rasulullah SAW mempertegas ayat di atas dengan sabdanya: “Tidak akan masuk surga al-qattat (tukang adu domba).” (HR. Bukhari).
  
Ibnu Atsir mengatakan, “Al-Qattat adalah orang yang menguping (mencuri dengar pembicaraan), tanpa sepengetahuan mereka, lalu ia membawa pembicaraan tersebut kepada orang lain dengan tujuan mengadu domba.” (An-Nihayah 4/11).
 
Oleh karena itu ada beberapa hal penting yang perlu kita perhatikan dalam menjaga "Lisan"
 
Pertama,  hendaknya pembicaraan kita selalu diarahkan ke dalam kebaikan. Allah SWT berfirman, “Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisik-bisikan mereka, kecuali bisik-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia.” (QS. An-Nisa [4]: 114)
  
Kedua, tidak membicarakan sesuatu yang tidak berguna bagi diri kita maupun orang lain yang akan mendengarkan. Rasulullah SAW bersabda: “Termasuk kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak berguna.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)
 
Ketiga, tidak membicarakan semua yang kita dengar. Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Cukuplah menjadi suatu dosa bagi seseorang yaitu apabila ia membicarakan semua apa yang telah ia dengar.” (HR. Muslim)
  
Keempat, tenang dalam berbicara dan tidak tergesa-gesa. Aisyah r.a. berkata, “Sesungguhnya Nabi SAW apabila membicarakan suatu hal, dan ada orang yang mau menghitungnya, niscaya ia dapat menghitungnya” (HR. Bukhari-Muslim).
 
"Menjaga Hati"

"Menjaga lisan" sesungguhnya merupakan salah satu upaya "menjaga hati". Benar bahwa apa yang diucapkan adalah representasi dari apa yang ada dalam "hati" dan "pikiran". Namun, ketika Anda melakukan ghibah dan namimah, maka sesungguhnya Anda telah menanamkan dan memupuk kebencian terhadap orang lain dalam "hati" dan otak Anda. Semakin sering Anda meliarkan "lisan" Anda, semakin besar pula kebencian dalam "hati" Anda. Lebih lanjut – secara psikologis – Anda akan selalu terbawa emosi, kehilangan rasionalitas, dan selalu dalam kondisi tertekan. Sebaliknya, ketika Anda berusaha untuk tidak melakukan ghibah atau namimah, maka "hati" Anda akan tertata. Benih-benih kebencian dan amarah sedikit demi sedikit akan menghilang. Keuntungannya, rasionalitas Anda akan terjaga, dan emosi Anda akan stabil. Pada akhirnya, Anda akan dapat menjalankan aktivitas dengan baik.
 
Nabi SAW bersabda:
"Wahai orang-orang yang beriman dengan "lisan"nya dan belum beriman dengan "hati"nya, janganlah kalian menyakiti kaum muslimin, dan janganlah kalian mencari-cari kekurangan-kekurangan mereka, karena sesungguhnya barangsiapa mencari-cari kekurangan-kekurangan mereka maka kelak Allah akan menyingkapkan kekurangan dia (di akhirat) maka Dia akan membiarkan orang lain tahu aibnya, meskipun di dalam rumahnya."
(H.R.Tirmidzi (Tuhfatul Ahwadzi juz 6/180), dishahihkan oleh Syaikh Nashiruddin Al-Albani dalam Shahih Al-Jami'us Shaghir no.7985 dan shahih Tirmidzi no.1655.) 
  
Muslim yang paling baik adalah, “Seseorang yang membuat muslim lainnya selamat dari gangguan "lisan" dan tangannya” (HR Muslim).  Mereka "menjaga lisan"nya dari segala ucapan yang bisa menyakiti "hati" orang. 
 
Semoga Allah SWT senantiasa "menjaga" diri kita, sehingga diri kita senantiasa berada dalam kebaikan. Amiin.

Sumber:
1. https://id-id.facebook.com/...lisan...hati.../1015038961...
2. alrasikh.uii.ac.id/2007/02/.../menjaga-lisan-menjaga-h...
3. haidarkhotir.blogspot.com/2014/03/menjaga-hati.html
4. laely.widjajati.facebook/back-to-nature.....
5. laely.widjajati.facebook/The-Red-Island....
6. laely.widjajati.facebook/Nyantai-Pagi....

Sabtu, 01 November 2014

"MANFAAT DAN BAHAYA JENGKOL"

 "Jengkol" merupakan makanan lezat bagi penggemarnya".


Meskipun bau dan dianggap makanan kurang gaul, jangan meremehkan "Jengkol". Selain sangat kaya akan vitamin C, ternyata kandungan proteinnya lebih tinggi dari tempe. "Jengkol" pun diperlukan buat mereka yang mengalami anemia.

Selain rasanya yang nikmat, "Jengkol" juga memiliki "manfaat" apabila dikonsumsi. Namun apabila dikonsumsi secara berlebihan "Jengkol" juga memiliki dampak yang mem"bahaya"kan bagi kesehatan tubuh.

"Jengkol" atau Jering atau Pithecollobium Jiringa atau Pithecollobium Labatum adalah tumbuhan khas di wilayah Asia Tenggara, termasuk yang digemari di Malaysia, Thailand dan Indonesia terutama di wilayah Jawa Barat yang seharinya dikonsumsi 100 ton. Di Indonesia, "Jengkol" disebut dengan banyak nama, yaitu "Jengkol" (Jawa), jering (Sumatera), jaawi (Lampung), kicaang (Sunda), lubi (Sulawesi Utara), dan blandingan (Bali).

Dibalik bau yang ditimbulkan"Jengkol" , ternyata terkandung "manfaat" yang berguna bagi kesehatan. Menurut berbagai penelitian menunjukkan bahwa "Jengkol" juga kaya akan karbohidrat, protein, vitamin A, vitamin B, Vitamin C, fosfor, kalsium, alkaloid, minyak atsiri, steroid, glikosida, tanin, dan saponin.


A. "MANFAAT" "JENGKOL"
Khusus untuk vitamin C terdapat kandungan 80 mg pada 100 gram biji
"Jengkol", sedangkan angka kecukupan gizi yang dianjurkan per hari adalah 75 mg untuk wanita dewasa dan 90 mg untuk pria dewasa.

Selain itu,
"Jengkol" merupakan sumber protein yang baik, yaitu 23,3 g per 100 g bahan. Kadar proteinnya jauh melebihi tempe yang selama ini dikenal sebagai sumber protein nabati, yaitu hanya 18,3 g/100 g. Kebutuhan protein setiap individu tentu saja berbeda-beda. Selain untuk membantu pertumbuhan dan pemeliharaan, protein juga berfungsi membangun enzim, hormon, dan imunitas tubuh. Karena itu, protein sering disebut zat pembangun.
Untuk zat besi, "Jengkol" mengandung 4,7 g per 100 g. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia. Gejala-gejala orang yang mengalami anemia defisiensi zat besi adalah kelelahan, lemah, pucat dan kurang bergairah, sakit kepala dan mudah marah, tidak mampu berkonsentrasi, serta rentan terhadap infeksi. Penderita anemia kronis menunjukkan bentuk kuku seperti sendok dan rapuh, pecah-pecah pada sudut mulut, lidah sulit menelan.

Remaja, wanita hamil, ibu menyusui, orang dewasa, dan vegetarian adalah yang paling berisiko untuk mengalami kekurangan zat besi. Di dalam tubuh, besi sebagian terletak dalam sel-sel darah merah sebagai heme, suatu pigmen yang mengandung inti sebuah atom besi.
"Jengkol" juga sangat baik bagi kesehatan tulang karena tinggi kandungan kalsium, yaitu 140 mg/ 100 g. Peran kalsium pada umumnya dapat dibagi menjadi dua, yaitu membantu pembentukan tulang dan gigi, serta mengatur proses biologis dalam tubuh.

Keperluan kalsium terbesar adalah pada saat masa pertumbuhan, tetapi pada masa dewasa konsumsi yang cukup sangat dianjurkan untuk memelihara kesehatan tulang. Konsumsi kalsium yang dianjurkan pada orang dewasa adalah 800 mg per hari. Kandungan fosfor pada jengkol (166,7 mg/100 g) juga sangat penting untuk pembentukan tulang dan gigi, serta untuk penyimpanan dan pengeluaran energi.

B. "BAHAYA" "JENGKOL"
Risiko terkena
"Jengkol"an (tidak bisa buang air kecil) ini tidak tergantung pada banyaknya "Jengkol" yang dikonsumsi, tetapi bergantung pada kerentanan tubuh seseorang. Orang yang rentan, mengonsumsi sedikit "Jengkol" saja dapat menyebabkan terjadinya "Jengkol"an. Apa yang memengaruhi kerentanan seseorang terhadap asam "Jengkol"at belum jelas, tapi diduga akibat faktor genetik dan lingkungan.

1. Bau Menusuk
Penyebab bau itu sebenarnya adalah asam-asam amino yang terkandung di dalam biji
"Jengkol". Asam amino itu didominasi oleh asam amino yang mengandung unsur Sulfur (S). Ketika terdegradasi atau terpecah-pecah menjadi komponen yang lebih kecil, asam amino itu akan menghasilkan berbagai komponen flavor yang sangat bau, karena pengaruh sulfur tersebut. Salah satu gas yang terbentuk dengan unsur itu adalah gas H2S yang terkenal sangat bau.

2. Asam
"Jengkol"at
Asam
"Jengkol" at merupakan salah satu komponen yang terdapat pada biji "Jengkol". Strukturnya mirip dengan asam amino (pembentuk protein), tetapi tidak dapat dicerna. Oleh karena itu tidak dapat memberikan "manfaat" apa-apa pada tubuh. Bahkan pada berbagai buku kimia pangan, asam "Jengkol"at dianggap sebagai salah satu racun yang dapat mengganggu tubuh manusia.

Kandungan asam
"Jengkol"at pada biji jengkol bervariasi, tergantung pada varietas dan umur biji "Jengkol". Jumlahnya antara 1 – 2 % dari berat biji "Jengkol". Tetapi yang jelas asam "Jengkol"at ini dapat mengakibatkan gangguan kesehatan. Penyebabnya adalah terbentuknya kristal asam "Jengkol"at yang akan dapat menyumbat saluran air seni. Jika kristal yang terbentuk tersebut semakin banyak, maka kelama-lamaan dapat menimbulkan gangguan pada saat mengeluarkan air seni. Bahkan jika terbentuknya infeksi yang dapat menimbukan gangguan-gangguan lebih lanjut seperti gangguan ginjal & prostat.
Asam "jengkol"at mempunyai struktur molekul yang menyerupai asam amino sistein yang mengandung unsur sulfur, sehingga ikut berpartisipasi dalam pembentukan bau. Molekul itu terdapat dalam bentuk bebas dan sukar larut ke dalam air. Karena itu dalam jumlah tertentu asam "Jengkol"at dapat membentuk kristal.

Secara alami, tubuh melakukan reaksi terhadap gangguan-gangguan yang muncul dari luar. Dalam hal asam
"Jengkol"at, pH atau keasaman urin manusia berbeda-beda. Ada yang bersifat asam, ada yang netral. Pada urin yang relatif netral, gangguan itu lebih kecil resikonya. Sedangkan pada urin yang lebih asam, pembentukan kristal itu relatif lebih cepat. Bahkan pada urin yang asam, ada kemungkinan terjadi pembentukan kristal pada ginjal manusia. Pada kondisi demikian akibat-akibat yang akan ditimbulkan lebih gawat lagi yaitu tidak bisa buang air kecil.

Jadi bagi yang ingin memakan
"Jengkol", silakan saja, tidak perlu takut. Namun batasi dan jangan berlebihan dalam mengkonsumsinya.

Sumber:
1. https://www.facebook.com/.../bahaya-manfaat...jengk...
2. alamiilmiah.com/bahaya-akibat-makan-jengkol/
3. lordbroken.wordpress.com/.../kandungan-jengkol-dan...
4. alamilmiah.com/Bahaya-akibat-makan-jengkol...
5. www.flickr.com/Jengkol-Balado.....
6. rindutanahbasah.wordpress.com/Jengkol-Dan-Kelebihannya....

Sabtu, 12 Juli 2014

"APA ARTI KATA 'MANYUN'?"

"Ada yang mengatakan bahwa arti "Manyun" itu berasal dari kata "man, sun", campuran Inggris dan Jawa, yang artinya "cium donk" (id.answers.yahoo.com).



Masa' kalau lagi cemberut harus ketawa? hehe...orang gila donk itu mah. Yang pasti, ekspresi "Manyun" itu memang raut yang pass kalau lagi cemberut....sudah dari sananya kali.
"Manyun"itu sebenarnya berasal dari kata "man, sun" .... berasal dari bahasa campuran Inggris dan Jawa, yang artinya "cium donk".
Maklum, orang yang ngomongnya orang desa katro yang mencoba berbahasa gaul. Niat dia ingin minta cium ke cewek, dengan berkata "man, sun!" dan memonyongkan bibir untuk mencium si cewek....

Si cewek yang tidak "ngeh+polos", mengartikan ekspresi muka si cowok itu sedang cemberut....

Mungkin orang-orang yang mendengar "man, sun" agak tuli, mereka jadi mengucapkannya
"Manyun"......
Kata
"Manyun" inilah yang kita sering ucapkan itu sebenarnya berarti "cium gue". 

Selain arti "Manyun" diatas, ada juga yang berpendapat bahwa "Manyun" itu berasal dari kata Portugis yang terdiri dari dua suku kata yaitu:
Ma, yang arti harfiahnya: Mama tolongin aku lagi ada masalah hati.
Nyun, yang arti harfiahnya: Nyun di anyu dong ma biar hilang sakit hatinya.
Terus pertanyaan kenapa kalau orang cemberut pasti "Manyun"? mungkin karena dia memiliki bibir, namun ada jawaban lain yang yang cukup menarik dan lucu, dikutip dari answers.yahoo.com :
Orang yang cemberut itu otomatis dia lagi menyimpan kekesalan dalam hatinya dan tanpa dia sadari di dalam hatinya itu dia menggerutu, misalnya (coba lo baca ini dlm hati sambil dipraktekin) "anjrit...ye.....emang dia kira dia itu siapa....berani nolak gue..., emang dia pikir dia oke apa....kesel banggget...gue....liat aja...bla..bla..bla..." untuk si orang itu mungkin iya dia menggerutu dalam hati, tapi orang luar yang lihatnya ya..."Manyun" gitu deh....bener gak....??? coba aja lo rasain...
Ada lagi yang mengatakan bahwa seseorang yang sedang "GALAU" wajahnya menjadi murung secara mendadak dikatakan "Manyun" Sindrom”. Ya , "Manyun" secara dratis, dimana secara dratis gerak bibir menjadi "Manyun" secara tidak wajar ! waw mengesankan !. Emosional seseorang akan turun dratis menuju titik kesedihan paling dasar (sumber : http://galau.blogdetik.com).

Tuhan telah menciptakan manusia dengan berbagai macam bentuk wajah, juga dengan berbagai macam ekspresi sebagai aplikasi pelengkapnya. Tentu ada maksudnya manusia diberikan ekspresi, misalnya menunjukkan suasana hati, menunjukkan wibawa, menunjukkan apa yang kita inginkan, bahkan ada yang secara default orang yang memiliki wajah dengan ekspresi tertentu. Orang bisa dianggap lucu, aneh atau jelek jika dalam kondisi normal wajahnya masih juga memperlihatkan ekspresi default-nya. Memang susah membedakan kalau sedang "Manyun" beneran dengan "Manyun" default yang aslinya lagi ketawa. Tapi begitulah adanya.
 
"Manyun", entah dari mana asal istilah itu. Yang kutahu sih bahasa Jawanya ‘mrengut’, dimana bibir kita menurun berbentuk cembung keatas (silahkan diperagakan sendiri ya). Berikut ini adalah penyebab orang menjadi "Manyun":
  1. Merasa kurang senang dengan sesuatu.
    Misalnya saat melihat orang yang tidak disukai sedang lewat atau melihat suatu barang yang tidak disukai berada dalam lingkungannya. Kita bisa mengambil contoh dengan menemui orang yang tidak menyukai kita, misalnya mantan pacar atau guru killer saat masih sekolah dulu (kalau ada). Perhatikan mukanya, pasti
    "Manyun".
  2. Sedang berada dalam masalah.
    Masalah memang selalu terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari. Hanya saja tinggal bagaimana kita menyikapinya. Disaat kita tidak dapat menyikapinya dengan tenang dan bahkan selalu terpikir sampai berlarut-larut, itu dapat membuat muka kita kelihatan
    "Manyun". Yang seperti ini biasanya tipe orang yang tidak bisa menyembunyikan masalah yang terjadi pada dirinya sehingga orang bisa tahu hanya dengan melihat raut wajahnya.
  3. Kekecewaan.
    Saat sedang memperoleh sesuatu dan apa yang didapat tidak sesuai dengan harapan, maka orang akan kecewa dan mukanya akan mengerut dan bibirnya akan turun ke bawah sehingga jadilah
    "Manyun". Kecewa juga bisa karena dikhianati atau diputus pacar, tidak mencapai target, atau gagal melakukan sesuatu. Itu juga bisa bikin "Manyun".
  4. Kesedihan.
    Orang yang sedang sedih jika tidak ingin menangis akan berusaha menahan agar tidak menangis. Upaya untuk menahan tangis itu juga bisa membuat
    "Manyun" .
  5. Faktor keturunan.
    Kalau yang ini sudah jelas orang itu memiliki ekspresi default
    "Manyun". Dia akan kelihatan "Manyun" walaupun sedang senang atau tertawa, bahkan pas lagi tidur. Orang "Manyun" dari keturunan biasanya memiliki tulang rahang yang lebih menjorok ke depan, ditambah dengan bentuk wajah yang memanjang vertikal. Itu yang menyebabkan orang kelihatan "Manyun".
  6. Suka mengejek orang "Manyun".
    Orang yang suka mengejek orang
    "Manyun" dengan me"manyun"-"manyun"kan mukanya itu nanti lama-lama bisa jadi ikutan "Manyun" dengan sendirinya. Suka "Manyun"-"manyun"in muka nanti tidak bisa balik lagi seperti semula XD Mengapa manyun?
Pada dasarnya, semua yang diciptakan Tuhan itu adalah baik. Begitu juga dengan "Manyun", ekspresi atau orangnya. Jadi "Manyun" bukan berarti jelek atau aneh. Justru itu adalah anugerah. Karena itu jangan minder buat siapapun yang mukanya "Manyun". Tuhan memiliki rencana tersendiri bagi setiap manusia, tidak peduli orang itu jelek, ganteng atau "Manyun" sekalipun. Semuanya indah pada waktunya. Bagi seseorang yang termasuk memiliki wajah "Manyun", tidak perlu patah semangat. Walaupun "Manyun", kadang justru malah punya banyak sekali teman yang menyukai. Jadi tetaplah semangat. HIDUP "MANYUN"!!!

Sumber:
1. https://id.answers.yahoo.com/question/index?qid...
2. 1000unik.blogspot.com/.../kenapa-cewek-senang-difoto-dengan-pose.ht...
3. www.masanwar.com › FacebookKata Kata GalauTwitter
4. www.kerangrebus.com › Tips
5. laely.widjajati.facebook/He-he-he-....Senyumnya-manaaaaaa-....
6. laely.widjajati.facebook/add-a-description....
7.  Aak.Ghazali.facebook/Mas-banda-jangan-berdebat..nanti-kita-bareng2mint...

Sabtu, 14 Juni 2014

"DAFTAR KEBUTUHAN PERNIKAHAN"



"Kini waktunya untuk memikirkan persiapan "pernikahan" anak saya". 


Konsep "pernikahan" yang sangat sederhana karena harus memperhitungkan waktu yang tersedia, sehingga prosesi "pernikahan" dari lamaran, akad "nikah" hingga walimahnya lebih diutamakan untuk memenuhi syari'at agama (Islam).

Saya harus membuat perkiraan "kebutuhan" untuk "pernikahan" anak saya. Permintaan anak saya diadakan di Masjid Al-Akbar Surabaya dan melibatkan banyak orang untuk mensukseskannya, kebetulan kami juga sedang belajar untuk hidup tidak berlebihan.

Konsep 3S yang kami inginkan yaitu sederhana, sakral dan syah.

Acara kami bagi menjadi 3 yaitu lamaran, akad dan walimah "nikah". Sengaja kami buat tidak berselang lama antara lamaran dan akad + walimah "nikah".

"Kebutuhan" acara lamaran antara lain kebaya encim dan atasan koko yang otomatis memerlukan riasan wajah dan rambut juga. Lalu catering dan tempat yang representatif karena sekalian digunakan sebagai ajang silaturahim keluarga besar. Fotografer harus dianggarkan pula karena ini termasuk peristiwa bersejarah namun biayanya jangan lebih mahal dari pada biaya acaranya sendiri. Dan yang terpenting adalah seserahan.

Sementara "kebutuhan" untuk akad "nikah" adalah dokumen yang harus dilengkapi untuk urusan di KUA. Lalu baju dan rias pengantin, cincin dan mas kawin, catering dan fotographer.

"Kebutuhan" walimah "nikah" antara lain catering dan tempat yang bisa membuat semua tamu merasa nyaman dan gembira, fotografer dan souvenir untuk para tamu.

"Kebutuhan" untuk 3 acara tersebut dapat  dikelompokan menjadi 10 yaitu :
  1. Pengurusan dokumen (bayar)
  2. Seragam keluarga & baju lamaran (jahit dan beli)
  3. Seserahan (beli)
  4. Baju & rias pengantin (beli/sewa)
  5. Cincin & mas kawin (beli)
  6. Catering & tempat acara (bayar)
  7. Fotografer (sewa)
  8. Souvenir (pesan)
  9. Tiket pesawat & akomodasi orangtua (beli)
  10. Lain-lain (tak terduga)
RINCIAN BIAYA

Berikut daftar rincian biaya yang perlu disiapkan untuk mendukung kelancaran rencana
"pernikahan" anak saya.

No Nama Kegiatan Harga Jumlah Total
1. Biaya Tempat 1.000.000,- 22.000.000,-
2. Akomodasi 2.000.000,- 12.000.000,-
3. Cincin Lamaran 1.500.000,- 11.500.000,-
4. Lain-Lain 1.000.000,- 11.000.000,-
Total Tahap Lamaran ........

1. Biaya KUA 500.000,- 1.500.000,-
2. Biaya Mahar 10.000.000,- 110.000.000,-
3. Akomodasi 1.000.000,- 55.000.000,-
4. Biaya Tempat 1.000.000,- 55.000.000,-
5. Seserahan 3.000.000,- 13.000.000,-
6. Catering 60.000 X 500 orang
7. Baju dan rias penganten.........
8. Seragam keluarga dan seragam pager ayu.......
9. Fotographer.....
10. Souvenir.......
11. Lain-Lain 5.000.000,- 15.000.000,-
Total Tahap
"Pernikahan" ........

Melelahkan, menegangkan dan mengejutkan pastinya tapi harus bisa melalui semua itu dengan baik, Insya'Allah.... Semoga Allah memberikan pertolongan karena apa pun yang kita rencanakan tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan rencana Allah yang selalu baik dan lengkap.

Saya percaya, kekuatan do’a di sini sangat besar pengaruhnya. Kita harus percaya bahwa kekuatan do’a akan lebih besar dan kemungkinan untuk dikabulkan lebih cepat terjadi jika do’a kita, dan pasangan calon pengantin sama pada saat yang sama dan terus-menerus dimohonkan.

Berikut ini beberapa langkah yang perlu untuk persiapan dan pelaksanaan "pernikahan":
1. Menentukan Tanggal dan Waktu "Pernikahan" 
2. Mengurus surat-surat, administrasi dan mencari Penghulu
3. Memilih Cincin, mas kawin dan Ubo Rampe-nya
4. Mengumpulkan Nama dan Alamat undangan
5. Survey dan Memilih Tempat (Rumah Atau Gedung) dengan pertimbangan:
     a. Luas dan kapasitas lokasi
     b. Parkir
     c. Keamanan
     d. Kenyamanan
     e. Kebersihan
     f. Air
     g. Listrik , dan lain-lain.
6. Menyelaraskan jumlah undangan dengan lokasi
"pernikahan"
7. Foto pre wedding (Kalau diperlukan)
8. Survey dan menentukan jenis makanan/menu, misal:
     a. Memasak sendiri
     b. Menyewa tukang masak
     c. Catering dan lain-lain
9. Silaturahmi kepada orang yang terpilih, misal:
     a. Saudara, Teman atau Tetangga
     b. Ulama, atau sesepuh agama
10. Membuat Rencana Biaya dan Daftar Anggaran Pengeluaran
11. Memilih & amp; Menentukan Tema
"Pernikahan", misal:
      a. Cara Jogja/Solo/Muslim/Eropa/Chinesse
      b. Nuansa Hijau, Merah, Biru, Putih, dan lain-lain
      c. Standing Party/Ramesan/Kombinasi Keduanya
12. Membuat Kepanitiaan, misal:
      a. Wedding Organiser
      b. Anggota Keluarga
         c. Tetangga/Pemuda, dan lain-lain
13. Membuat Buku Panduan dan Runtutan Prosesi   Acara
14. Pembagian Tugas dan Tanggung Jawab
      (dari Panitia Bagian Peralatan sampai dengan Penerima Tamu)
15. Mencetak undangan dan menyebar undangan
16. Menyiapkan paket hantaran
17. Check kesehatan ke dokter
      a. Makan dan istirahat yang cukup
      b. Tetap Relax dan Tenang
18. Mengurus Akomodasi Tamu-tamu dari luar kota
      a. Hotel
      b. Mobil, dan sebagainya
19. Menyusun daftar wajib foto (keluarga, teman, kerabat)
20. Mengurus cuti/libur
21. Mencari atau Memesan
      a. Tenda atau Gedung
      b. Rias manten, Daftar yang dirias
      c. Seragam (Seragam Keluarga, Among Tamu, Buku Tamu, Domas, dan lain-lain)
      d. Fotographer dan Videographer
      e. Sound system
      f. Kelistrikan
      g. MC Utama, MC Serah Terima, MC Sambutan, dan lain-lain
      h. Buku daftar hadir/buku tamnu dan Souvenir
      i. Hiburan (Solo Orgent, Campursari, Rebana Tari, dan lain-lain)
      j. Baju manten
      k. Dekorasi : kamar pengantin, pelaminan, Akad "Nikah", Hand Bouquet, dan lain-lain
      l. Transportasi (sepeda motor, pick up, station, bus, supir, dan lain-lain)
      m. Mobil manten
22. Gladi Bersih (cross check keseluruhan) Komunikasi Harus Jelas antara :
      a. Kepanitiaan & Sinoman
      b. Pelaksana Lapangan, misal: Salon/Rias, Catering, Tenda, Gedung
      c. Tuan Rumah
23. Menghindari konflik dan memecahkan masalah
24. Siapkan alat komunikasi, misal:
      a. HP diusahakan selalu ada pulsanya
      b. Telepon Rumah
      c. Signal yang bagus
25. Selesai Acara
      a. Membereskan sisa urusan setelah acara "pernikahan".
      b. Mengirimkan ucapan terima kasih, memohon maaf atau memberi hadiah kepada semua yang telah membantu dalam acara "pernikahan".
26. Honey Moon/Bulan Madu(Bila perlu)

Sumber:
1. sojas21022012.wordpress.com/.../daftar-kebutuhan-u...
2. adityagumay.blogspot.com/.../proposal-pernikahan.ht...
3. tips-nikah.blogspot.com/.../tips-perencanaan-persiapan...
4. laely.widjajati.facebook/Trima-Tamu- (10062014)....
5. laely.widjajati.facebook/Anak-Lanang-(19012014)....
6. laely.widjajati.facebook/Kasih-Ibu-kpd-Anaknya-Tak-Terhingga-Sepanjang-Masa.....

Jumat, 13 Juni 2014

"MENGAPA IBU MENANGIS"

"Ibu"nda, kenapa engkau "menangis"



Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bertanya kepada "Ibu"nya. “"Ibu", mengapa "Ibu menangis"?”"Ibu"nya menjawab, “Sebab "Ibu" adalah seorang wanita, Nak”. “Aku tak mengerti” kata si anak lagi. "Ibu"nya hanya tersenyum dan memeluknya erat. “Nak, kamu memang tak akan pernah mengerti…”

Kemudian, anak itu bertanya pada ayahya. “Ayah, mengapa "ibu menangis"? Sepertinya "ibu menangis" tanpa ada sebab yang jelas?” Sang ayah menjawab, “Semua wanita memang "menangis" tanpa ada alasan.” Hanya itu jawaban yang bisa diberikan ayahnya. Lama kemudian, si anak itu tumbuh menjadi ramaja dan tetap bertanya-tanya, mengapa wanita menangis.

Pada suatu malam, ia bermimpi dan betanya kepada Tuhan. “Ya Allah, mengapa wanita mudah sekali "menangis"?”
Dalam mimpinya, Tuhan menjawab,
“Saat Kuciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama.
Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga, bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur.
Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan, dan mengeluarkan bayi dari rahimnya, walau, seringkali pula, ia kerap berulangkali menerima cerca dari anaknya itu.
Kuberikan keperkasaan, yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah, saat semua orang sudah putus asa.
Pada wanita, Kuberikan kesabaran, untuk merawat keluarganya, walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah.
Kuberikan wanita, perasaan peka dan kasih sayang, untuk mencintai semua anaknya, dalam kondisi apaaun, dan dalam situasi apaapun. Walau, tak jarang anak-anaknya itu melukai perasaannya, melukai hatinya.
Persaan itu pula yang akan memberikan kehangatan pada bayi-bayi yang terkantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didiekap dengan lembut olehnya.
Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya, melalui masa-masa sulit, dan menjadi pelindung baginya. Sebab, bukankah tulang rusuklah yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak?
Kuberikan kepadanya kebijaksanaan, dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan menyadarkan, bahwa suami yang baik adalah yang tak pernah melukai istrinya. Walau, seringkali pula, kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami, agar tetap berdiri, sejajar, saling melengkapi, dan saling menyayangi.
Dan, akhirnya, Kuberikan ia air mata agar dapat mencurahkan perasaannya. Inilah yang khusus Kuberikan kepada wanita, agar dapat digunakan kapanpun ia inginkan, hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita, walaupun sebenarnya, air mata ini adalah air mata kehidupan.”

Maka, dekatkanlah diri kita pada sang "Ibu" kalau beliau masih hidup, karena di kakinyalah kita menemukan surga.

Sumber: 
1. doakalian.wordpress.com
2. laely.widjajati.facebook/Add-a-description....
3. laely../Nyantaipagi—withBanda-Go-Trilyuner,-Aak-GhazaliandMega-Prastika.
4. Raden.Piki.facebook/belajar bikin comic....

Minggu, 08 Juni 2014

"MEMAHAMI KOMENTAR DI FACEBOOK DARI SUDUT PSIKHOLOGI"


"KOMENTAR" yang ditulis di "Facebook" sebenarnya merupakan manifestasi dari pada pikiran,perasaan seseorang". 
 

 
Gabungan antara pikiran dan perasaan seseorang juga merupakan gabungan antara rasio dan emosi. Gabungan rasio dan emosi bisa mencerminkan suasana pikiran ataupun suasana perasaan seseorang. Sekaligus bisa merupakan manifestasi dari kepribadian "Facebook"er dalam arti yang umum.


Ada beberapa nuansa "komentar" di "Facebook"

1.Menyimpang dari topik

-Yaitu "komentar" yang menyimpang dari topik atau substansi
-Contoh: Si A menulis tentang rumah, tapi "komentar" Si B tentang mobil
-Kepribadian: Suka membelokkan persoalan

2.Membuat status di dalam status

-Yaitu "komentar" yang tidak ada hubungannya dengan status, tetapi justru membuat status di dalam status tersebut
-Contoh: Si A menulis bencana Tsunami. Si B menulis tentang keindahan Pantai Kuta,Bali.
-Kepribadian: Sulit memahami maksud orang lain

3.Menafsirkan secara salah

-Yaitu "komentar" yang dianggapnya benar, padahal salah
-Contoh: Si A menulis tentang istilah “pemerintah”. Tapi Si B menyalahkan, katanya yang benar yaitu istilah”negara”. Padahal, yang benar adalah istilah “pemerintah”
Kepribadian: Snob (sok pintar)

4.Menegasikan

-Yaitu "komentar" yang selalu menyalahkan isi status orang lain.
-Contoh: Si A berpendapat bahwa kapitalisme asing banyak merugikan bangsa Indonesia. Si B menyanggah itu, katanya kapitalisme asing banyak meningkatkan taraf hidup bangsa Indonesia.
-Kepribadian: Negative thinking

5.Membandingkan

Yaitu "komentar" yang selalu membandingkan isi status seseorang dengan hal-hal laiannya
-Contoh: Si A membuat status bahwa dia berhasil membuat motor ampibi. Tapi Si B mengatakan, teman dia berhasil membuat mobil.
-Kepribadian: Sirik. Tidak suka melihat kesuksesan orang lain

6.Mencela pembuat status

-Yaitu "komentar" yang tidak ada hubungannya dengan status, tetapi justru meng"komentar"i pembuat status

-Contoh: Si A membuat status tentang mobil Ferrari. Tetapi Si B mencela Si A dengan mengatakan supaya Si A yang miskin jangan bermimpi bisa membeli mobil Ferrari.
-Kepribadian: Gejala psikopat.

7.Memberi komen sinis

-Yaitu "komentar" yang bernada sinis terhadap status
-Contoh: Si A membuat sebuah artikel psikologi. Lantas Si B memberi "komentar" sinis dengan mengatakan kalau membuat artikel seperti itu sih gampang. Dia juga bisa, tetapi tidak pernah dibuktikan
-Kepribadian: Pribadi yang sedang stres, frustrasi atau depresi.

8.Menggurui


-Yaitu "komentar" yang bersifat menggurui
-Contoh: Si A pynya rencana membuat sepeda lipat dari pralon. Si B lantas memberi "komentar", lebih baik dari alumunium, stainless steal atau besi. padahal, Si B tidak tahu apa maksud Si A ingin membuat sepeda lipat dari pralon.
-Kepribadian: Pribadi yang selalu apriori dan merasa super dibanding orang lain yang punya kompetensi

9.Merendahkan (kurang menghargai)

-Yaitu "komentar" yang bernada tidak menghargai
-Contoh: Si A membuat status tentang perlunya penataan Kali Ciliwung seperti Kali Mas Surabaya. Namun Si B merendahkan status Si A dengan mengatakan status Si A tidak realistis, menghambur-hamburkan uang, tidak efektif dan semacamnya.
-Kepribadian : Perpaduan antara kepribadian snob dengan kepribadian superior.

10.Menyalahkan tapi tak punya kompetensi

-Yaitu "komentar" yang ditulis oleh orang yang tidak punya kompetensi
-Contoh: Si A membuat status tentang kesalahan berlogika. Si B lantas menanggapinya bahwa status Si A itu slah, padahal Si B tidak punya kompetensi di bidang ilmu logika dan "komentar"nyapun salah.
-Kerpribadian : Pribadi yang merasa mengerti, tetapi tidak mengerti. Pribadi yang spekulatif.

11.Menafsirkan secara keliru

-Yaitu "komentar" yang menafsirkan sebuah kalimat secara keliru
-Contoh: Si A mengusulkan agar di sila pertama Pancasila ditulis sebagai berikut: “Ketuhanan yang Maha Esa dengan Kewajiban Menjalankan Syariat Agama bagi Para Pemeluknya”. Si B lantas marah-marah dan mengatakan Indonesia bukan negara Islam. Padahal, Si A tidak menulis “syariat Islam” melainkan “syariat agama”.
-Kepribadian: Pribadi yang tergesa-gesa dan tidak akurat dalam berpikir

12.Mengiyakan

-Yaitu "komentar" yang selalu mengiyakan pendapat apa saja yang ada di status
-Contoh: Si A membuat status apa saja. Suatu saat membuat status yang mengandung kesalahan. namun Si B mengiyakan saja.
-Kepribadian : Pribadi yang tidak tegas dan tidak punya pendirian.

13.Menisbikan

 
-Yaitu "komentar" yang selalu menisbikan gagasan-gagasan yang tertulis di status
-Contoh: Si A menulis status tentang perlunya rail bus di jakarta. namun Si B selalu menisbikan. Selalu mengatakan itu tidak mungkin.
-Kepribadian: Pribadi yang tak mampu berpikir tentang probabilitas.

14.Membuat perbandingan yang keliru
 
-Yaitu "komentar" yang membandingkan secara keliru
-Contoh: Si A berpendapat bahwa epistemologi adalah ilmu untuk mendapatkan kebenaran. lantas Si B memberi
"komentar" bahwa agama adalah ukuran kebenaran yang paling tinggi. Tentu itu perbandingan yang keliru, sebab kebenaran epistemologi dan kebenaran agama punya domain yang berbeda.
Kepribadian : Pribadi yang kurang mampu berpikir secara kritis-logis.

15.Merasa lebih benar tanpa didukung penalaran yang logis dan benar
 
-Yaitu "komentar" yang selalu merasa selalu lebih benar daripada isi status seseorang
-Contoh: Si A membuat status yang berhubungan dengan logika material atau epistemologi. Namun Si B yang tidak punya kompetensi di bidang ilmu logika selalu menyalahkan dan merasa pendapatnya yang benar. Padahal, pendapat Si B jelas tidak sesuai dengan kaidah-kaidah logika.

16.Me”ngeyel”

-Yaitu "komentar" yang terus-menerus mengatakan pendapat pembuat status salah dan pendapatnya yang benar.
-Contoh: Si A membuat status bahwa konsep enciptaan oleh Tuhan yaitu “dari tidak ada menjadi ada”. Namun Si B tetap ngeyel tidak mungkin Tuhan menciptakan sesuatu dari sesuatu yang tidak ada. Contohnya (kata Si B), Tuhan menciptakan Siti Hawa dari tulang rusuk Nabi Adam.
-Kepribadian: Itulah kepribadian yang hanya memahami “logika manusia”, tetapi tidak memahami “logika alam” ataupun “logika Tuhan”.

17.Menolak perbedaan pendapat
 
-Yaitu "komentar" yang selalu menolak perbedaan pendapat pembuat status.
-Contoh: Si A menilai bahwa presiden yang sekarang ini tidak mampu melakukan perubahan yang signifikan. Pendapat Si A berbeda dengan pendapat presiden yang selalu mengatakan keberhasilan-keberhasilan berdasarkan angka-angka statistik. Si B menolak perbedaan pendapat itu dan mengatakan apa yang dilakukan presiden merupakan perubahan yang signifikan.
-Kepribadian: Kepribadian yang tidak seimbang karena hanya melihat sebuah persoalan tidak secara seimbang dan kritis.

18.Menggurui atau mengajar ikan berenang
 
-Yaitu "komentar" yang bersifat menggurui pembuat status
-Contoh : Si A membuat status tentang sebuah novel yang baik. Tetapi justru menggurinya tanpa Si B tahu bahwa Si A adalah alumni fakultas sastra, punya banyak novel dan pernah mendapatkan penghargaan dari sebuah majalah. Sedangkan Si B bukanlah seorang novelis.
Kepribadian : Pribadi yang ingin dianggap hebat.

19.Menganggap pembuat status tidak tahu atau tidak mengerti
 
-Yaitu "komentar" yang menganggap pembuat status tidak mengerti tentang apa yang ditulisnya
-Contoh: Si A menulis tentang perlunya perlunya Nomor Induk kependudukan atau NIK untuk KTP nasional. Namun Si B menilai Si A tidak faham administrasi kependudukan dan tidak mengerti manajemen. Si B tidak tahu kalau Si A adalah konsultan manajemen dari perusahaan ternama dan pernah mendapatkan penghargaan.

20.Membuat defisini atau kriteria sendiri

-yaitu "komentar" yang menyalahkan definisi yang ditulis pembuat status dan membuat definisi sendiri.
-Contoh: Si A membuat definisi tentang kata “sok suci”. Namun Si B menyalahkannya dan membuat definisi sendiri tentang kata “sok suci”. Si B yang bukan sarjana sastra tentu tidak faham bahwa kebenaran definisi tergantung dari yang membuat definisi itu. Dari cara berpikirnya harus mengikuti definisi itu.
Kepribadian: Pribadi perfeksionis-negatif.

21.Mengomentari secara bercanda
 
-Yaitu "komentar" yang bernada bercanda atau humor
-Contoh: Apapun status yang dibuat Si A, Si B selalu menanggapi secara bercanda
-Kepribadian: Pribadi yang suka bergaul.

22.Memancing pendapat
 
-Yaitu "komentar" yang memancing-mancing pendapat tentang hal-hal yang sensitif.
-Contoh: Si A menulis status tentang agama Islam, tetapi Si B meminta pendapat tentang keburukan Ahmadiyah atau agama-agama non-muslim
-Kepribadian: Pribadi “biang kerok”. Selalu mencari persoalan.

23.Menginginkan "komentar"nya selalu dibenarkan
 
-Yaitu "komentar" yang bernada "komentar"nya supaya dianggap benar.
-Contoh: Si A membuat status tentang psikologi. Supaya pendapat Si B dianggap benar, dia mengaku sebagai lulusan S3 dari psikologi. Padahal, Si B sebenarnya lulusan S1 Pendidikan dari Universitas Terbuka.
-Kepribadian: Pribadi yang kurang “pede”.

24.Menyindir
 
-Yaitu "komentar" yang bernada menyindir
-Contoh: Si A mengatakan bahwa IQ-nya adalah 165, sedangkan Albert Einstein 170. Si B pun memberi"komentar" menyindiri, bahwa dia punya teman Si C yang IQ-nya juga 165, tetapi bodoh.
-Kepribadian: Pribadi yang cenderung selalu negative thinking

25.Memberi "komentar" singkat-singkat saja
 
-Yaitu "komentar" yang sangat pendek.
-Contoh: Setuju! atau Bolehlah! atau Ikut dong! Atau cukup menekan tombol “Like” atau “Suka”.
-Kepribadian: Pribadi yang tidak suka bertele-tele, terlepas "komentar" pendeknya positif ataupun negatif.

KESIMPULAN:

"Komentar"positif, cermin pribadi yang positif
"Komentar" negatif, cermin pribadi yang negatif

Semoga bermanfaat...
Hariyanto Imadha (Pengamat perilaku Sejak 1973)


Sumber:
1. psikologi2009.wordpress.com/../psikologi-memahami-komentar-di-face...
2. blog-cikap.blogspot.com/Gambar-Lucu-Buat-Komentar-Facebook.....
3. vipergoy.blogspot.com/Cara-Memasang-Komentar-Facebook.....
4. Nyantai (31012014) — with Banda Go Trilyuner at Seririt, Singaraja, Bali....
5. Bandar Udara Lombok (18012014) — with Banda Go Trilyuner.