Sabtu, 23 Januari 2016

"KEUTAMAAN MEMBACA AL-QUR'AN"

"Al-Qur'an" adalah kitab suci yang Allah turunkan kepada Nabi Muhammad SAW. sebagai pedoman hidup untuk para hambaNya yang bertakwa". 
 
 
"Al-Qur'an" adalah cahaya bagi orang mukmin, cahaya dalam kehidupan dan cahaya ketika di hari kiamat kelak. "Orang yang "membaca", memahami, menghafalkan, dan mengamalkan isi "Al-Qur'an" akan mendapatkan kemuliaan di sisi Allah SWT.
 
Berikut ini beberapa keutamaan "membaca Al-Qur'an"

1. Menjadi perniagaan yang tidak akan merugi. Allah berfirman: "Sesungguhnya orang yang selalu "membaca" kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian rezeki yang kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak merugi." (QS al-Fathir: 29).

2. Merupakan amal yang terbaik. Rasulullah bersabda: "Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar
"Al-Qur'an" dan mengajarkannya." ( HR Bukhari).

3. Mendapat derajat atau kedudukan yang tinggi di sisi Allah SWT. Rasulullah bersabda: "Orang yang
"membaca Al-Qur'an"  dengan mahir akan bersama-sama malaikat yang mulia lagi taat (HR Bukhari dan Muslim).

4. Mendapat sakinah (ketenangan jiwa) dan rahmat (kasih sayang). Rasulullah bersabda: "Tidaklah berkumpul suatu kaum dalam satu rumah Allah untuk
"membaca" dan mempelajari "Al-Qur'an" kecuali turun atas mereka sakinah dan rahmat serta diliputi oleh malaikat serta Allah sebut di hadapan malaikat (sisi-Nya)." (HR Muslim).

5. Mendapat sebaik-baik anugerah Allah SWT. Rasulullah SAW. bersabda dalam hadis qudsi, Allah berfirman: "Barang siapa yang sibuk dengan
"Al-Qur'an" dan zikir dari meminta-Ku, aku akan memberikan kepadanya sebaik-baik anugerah-Ku. "Keutamaan" kalamullah ("Al-Qur'an") atas kalam-kalam selainnya seperti keutamaan Allah atas semua makhluk-Nya." (HR Tirmidzi)

6. Seperti buah utrujah yang wangi dan lezat. Rasulullah SAW. bersabda: "Perumpamaan orang beriman yang
"membaca Al-Qur'an" seperti buah utrujah; aromanya wangi dan rasanya lezat, perumpamaan orang beriman yang tidak "membaca Al-Qur'an" itu seperti kurma; tidak beraroma tapi rasanya manis. Perumpamaan orang munafik yang "membaca Al-Qur;an" itu seperti buah raihanah, aromanya wangi tapi rasanya pahit. Dan perumpamaan orang munafik yang tidak "membaca Al-Qur'an" seperti buah handhalah (semacam labu) ; tidak beraroma dan rasanya pahit." (HR Bukhari dan Muslim).

7. Mendapat kebaikan berlipat ganda. Rasulullah SAW. bersabda: "Barang siapa
"membaca" satu huruf dari kitabullah ("Al-Qur'an") baginya satu kebaikan. Satu kebaikan (dibalas) dengan sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan alif lam mim satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf." (HR Tirmidzi).

8. Memberikan syafaat ketika hari kiamat kelak. Rasulullah bersabda: " "Baca"lah
"Al-Qur'an", sesungguhnya pada hari kiamat ia akan memberikan syafaat kepada pem"baca"nya." (HR Muslim).

9. Pahala bagi orang yang anaknya mempelajari "Al-Qur'an".
“Siapa saja "membaca Al-Qur'an", mempelajarinya dan mengamalkannya, maka dipakaikan kepada kedua orang tuanya pada hari kiamat mahkota dari cahaya dan sinarnya bagaikan sinar matahari, dan dikenakan pada kedua orang tuanya dua perhiasan yang nilainya tidak tertandingi oleh dunia. Keduanya pun bertanya, ‘bagaimana dipakaikan kepda kami semuanya itu?’ Dijawab, ‘karena anakmu telah "membaca Al-Qur'an". (HR. Al-Hakim).

10. Pahala bagi orang yang berkumpul untuk "membaca" dan mengkajinya.
Nabi Muhammad saw bersabda: “Tidak berkumpul sauatu kaum di salah satu rumah Allah SWT, sedang mereka "membaca" kitab-Nya dan mengkajinya, melainkan mereka akan dilimpahi ketenangan, dicurahi rahmat, diliputi para malaikat, dan disanjungi oleh Allah di hadapan para makhluk dan di sisi-Nya.” (HR. Abu Dawud).
 
11. Dapat menyembuhkan penyakit.
“Hendaknya kamu menggunakan kedua obat-obat: madu dan "Al-Qur'an" (HR. Ibnu Majah dan Ibnu Mas’ud).



12. Pem"baca Al-Qu'ran' dikurniakan hatinya dengan cahaya oleh Allah SWT dan dipeliharanya dari kegelapan
Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra yang maksudnya: “Bahwa Rasulullah SAW. bersabda: “Siapa yang medengar satu ayat dari pada Kitab Allah Ta’ala ("Al-Qur'an") ditulis baginya satu kebaikan yang berlipat ganda. Siapa yang "membaca"nya pula, baginya cahaya di hari kiamat.”

13.  Pem"baca Al-Qur'an" memperoleh kemulian dan diberi rahmat kepada ibu bapaknya.
Nabi Muhammad SAW. bersabda maksudnya: “Siapa yang "membaca Al-Qur'an" dan beramal dengan isi kandungannya, dianugerahkan kedua ibu bapaknya mahkota di hari kiamat. Cahayanya (mahkota) lebih baik dari cahaya matahari di rumah-rumah dunia. Kalaulah demikian itu matahari berada di rumahmu (dipenuhi dengan sinarnya), maka apa sangkaan kamu terhadap yang beramal dengan ini ("Al-Qur'an").” (HR. Abu Daud).

14. Pem"baca Al-Qur'an" memperoleh kedudukan yang tinggi dalam syurga.
Bersabda Rasulullah SAW. yang maksudnya: Dikatakan kepada pem"baca Al-Qur,an": Baca"lah ("Al-Qur'an"), naiklah (pada darjat-darjat syurga) dan bacalah dengan tartil sebagaimana engkau "membaca"nya dengan tartil di dunia. Sesungguhnya kedudukan drajatmu sehingga kadar akhir ayat yang engkau baca.” (HR. Ahmad).

15. Orang yang "membaca Al-Qur'an" secara terang-terangan seperti bersedekah secara terang-terangan.
Rasulullah SAW. bersabda: “Orang yang "membaca Al-Qur'an" terang-terangan seperti orang yang bersedekah terang-terangan, orang yang "membaca Al-Qur'an" secara tersembunyi seperti orang yang bersedekah secara sembunyi.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan Nasa’i, lihat shahihul jaami’:3105).

16. "Al-Qur'an" adalah cahaya di tengah kegelapan.
Sabda Rasulullah SAW., ”Aku wasiatkan kepada kalian agar bertakwa kepada Allah dan "Al-Qur'an" sesungguhnya ia adalah cahaya kegelapan, petunjuk di siang hari maka bacalah dengan sungguh-sungguh.” (HR. Baihaqi).

17. Ahlul "Qur'an" adalah keluarga Allah SWT.
Sabda Rasulullah SAW., ”Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga dari kalangan manusia.’ Beliau saw ditanya,’Siapa mereka wahai Rasulullah.’ Beliau SAW. menjawab,’mereka adalah Ahlul "Qur'an", mereka adalah keluarga Allah dan orang-orang khusus-Nya.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).

18. Yang mahir "membaca Al-Qur'an", dia akan bersama malaikat, dan yang terbata-bata mendapat dua pahala.
Sabda Rasulullah SAW “Orang yang mahir "membaca Al-Qur'an" kelak (mendapat tempat di surga) bersama para utusan yang mulia lagi baik. Sedangkan orang yang "membaca Al-Qur'an" dan masih terbata-bata, dan merasa berat dan susah, maka dia mendapatkan dua pahala.”
Dua pahala ini, salah satunya merupakan balasan dari "membaca Al-Qur'an" itu sendiri, sedangkan yang kedua adalah atas kesusahan dan keberatan yang dirasakan oleh pem"baca"nya.

19. Orang yang "membaca Al-Qur'an" akan memperoleh perhatian dari Allah.
Dari Abu Hurairah r.a.,katanya dia mendengar Nabi SAW bersabda: “Allah tidak menaruh perhatian terhadap sesuatu, seperti perhatian-Nya terhadap Nabi ketika beliau melagukan "Al-Qur'an" dengan suaranya yang indah dan keras.” (Shahih Muslim: 764).

20. Disukai "membaca Al-Qur'an" di hadapan orang-orang pintar.
Dari Anas r.a., katanya Rasulullah SAW. bersabda kepada Ubay bin Ka’ab r.a., sabdanya: “Sesungguhnya Allah menyuruhku supaya "membaca"kan kepadamu: “Lam yakunil ladzina kafaru (Surat Al-Bayyinah).” Tanya Ubay, “Apakah Allah menyebut namaku kepada anda?” Jawab Rasulullah SAW.: “Ya, Allah menyebut namamu.” Lalu Ubay menangis karenanya. (Shahih Muslim: 768).
 
21. "Keutamaan" menyimak "baca"an "Al-Qur'an" dan menghayatinya.
Dari ‘Abdullah Ibn Mas’ud r.a., katanya Rasulullah SAW bersabda kepadanya, sabdanya: Baca"kanlah "Qur'an" kepada-ku!” Jawabku, “Bagaimana pula aku harus membacakan-nya kepada anda, sedangkan "Qur'an" itu sendiri diturunkan kepada anda.” Sabda beliau, “Aku ingin mendengarkannya dari orang lain.” Karena itu, ku"baca"kan kepada beliau Surat An-Nisā’. Ketika "baca"anku sampai kepada ayat: “Fakaifa idza ji’na min kulli ummatin bisyahidin wa ji’na bika haulai syahida.” [Maka bagaimanakah halnya orang kafir nanti, apabila Kami mendatangkan seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu).] (An-Nisā’ :41); Ketika itu aku mengarahkan pandanganku kepada beliau, maka kelihatan olehku air mata-nya mengalir.” (Shahih Muslim: 769).
 
22. "Keutamaan membaca Al-Qur’an" dalam shalat.
Dari ‘Abu Hurairah r.a., katanya Rasulullah SAW. bersabda: “Sukakah kamu, bila kamu pulang ke rumahmu lantas kamu mendapati tiga ekor unta yang sedang bunting dan gemuk-gemuk?” Jawab kami, “Tentu, ya, Rasulullah!” Sabda beliau,"Membaca" tiga ayat dalam shalat lebih bagus nilainya dari ketiga unta bunting itu.” (Shahih Muslim: 770).
 
23. "Keutamaan" surat “Al-Fatihah” dan ayat penghabisan surat “Al-Baqarah”.
Dari Ibnu ‘Abbas r.a., katanya: “Pada suatu waktu, ketika Jibril sedang duduk di samping Rasulullah SAW., sekonyong-konyong kedengaran suatu bunyi seperti pintu sedang dibukakan orang. Lalu diangkatnya kepalanya, seraya berkata: “Nah! Inilah pintu langit dibukakan hari ini, dimana tidak pernah dibuka melainkan baru hari ini.” Dari pintu itu turun malaikat. Kata Jibril,” Inilah malaikat turun ke bumi. Dimana dia tidak pernah turun sebelumnya, melainkan baru hari ini.” Setelah malaikat itu memberi salam, lalu dia berkata, “Gembirakanlah ummatmu dengan dua cahaya yang kedua-duanya hanya diturunkan kepada-mu, dan tidak pernah diturunkan kepada para Nabi sebelum kamu, yaitu: Surat Al-Fatihah dan ayat-ayat penutup surat Al-Baqarah (ayat:284-286). Tidak satu huruf pun yang anda "baca" dari keduanya, melainkan akan diberikan pahalanya kepada anda.”
Sabda Rasulullah SAW.: “Siapa yang "membaca" kedua ayat itu, yakni dari akhir surat Al-Baqarah, niscaya keduanya akan memeliharanya dari bencana.” (Shahih Muslim: 772-773). 

24. "Membaca" surat “Al-Ikhlas” sama nilainya dengan "membaca" Sepertiga "Qur'an"
Rasulullah SAW. bersabda: “Tidak sanggupkah kamu "membaca" sepertiga "Qur'an" dalam semalam?” Mereka balik bertanya, “Bagaimana cara "membaca" sepertiganya?” Jawab Nabi SAW., “Qul huallahu Ahad. (surat Al-Ikhlas) sama nilainya dengan sepertiga "Al-Qur'an".” [Lihat Shahih Muslim: 777-780].
 
25. "Keutamaan" surat “Al-Falaq” dan surat “An-Nās” (Mu’awwidzatain).Rasulullah SAW bersabda: “Tahukah kamu beberapa ayat yang diturunkan Allah tadi malam, dan yang belum pernah ada bandingannya? Ayat-ayat itu ialah: Qul a’udzu birabbil falaq Qul a’udzu birabbinnas (Surat Al-Falaq dan Surat An-Nas).” (Shahih Muslim: 781).
 
Dengan memahami beberapa "keutamaan membaca Al-Qur'an" dan sekaligus mengamalkan isi kandungannya di atas, semoga kita terinspirasi dan bersemangat dalam menjaga rutinitas kita dalam "membaca Al-Qur'an".  
Marilah kita jadikan rumah kita sebagai majelis ta’lim yang di dalamnya selalu dilantunkan ayat-ayat suci "Al-Qur'an", agar dapat selalu menjadi obat dan penawar bagi hati kita dan agar cahaya rahmat-Nya selalu menyinari rumah kita yang pada gilirannya akan menghadirkan rasa ketenangan dan kedamaian pada penghuninya. Semoga Allah merahmati kita semua dengan wasilah "Al-Qur'an" yang kita "baca"
 
Sumber: 
1. Delapan-Keutamaan... khazanah.republika.co.id › Khazanah › Dunia Islam
2. Laely.widjajati.FacebookAdd-a-description-1/... 
3. 35-Keutamaan-Membaca-Al-Qur'an/sobecan.blogspot.com › Motivasi Islam
4.  Laely.widjajati.FacebookAdd-a-description-2/...
5. www.duniaislam.org/19/.../17-keutamaan-membaca-al-quran-setiap-hari/
6. Laely.widjajati.FacebookAdd-a-description-3/...
7. https://m.facebook.com/.../keutamaan-membaca-al-quran../6556544278.
8. Laely.widjajati.FacebookAdd-a-description-4/...