Jumat, 03 Januari 2014

"MENJALANKAN SUNANAH-SUNNAH RASULULLAH SAW. (NABI) DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI"

"Bagaimana caranya dan apa "Sunnah-sunnah Rasullah SAW." yang selalu dilakukan  dalam "kehidupan sehari-hari" yang bisa kita praktekkan?"



"Sunnah-Sunnah Nabi SAW." tersebut diuraikan secara rinci di bawah ini:

1. MENDAHULUKAN KAKI KANAN SAAT MEMAKAI SANDAL DAN KAKI KIRI SAAT MELEPASNYA.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. bahwa "Rasulullah SAW." bersabda, “Jika kalian memakai sandal maka dahulukanlah kaki kanan, dan jika melepaskannya, maka dahulukanlah kaki kiri. Jika memakainya maka hendaklah memakai keduanya atau tidak memakai keduanya sama sekali.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

2. BERSIWAK (MENGGOSOK GIGI DENGAN KAYU SIWAK).
Diriwayatkan dari Aisyah ra. bahwa "Rasulullah SAW." bersabda, “Siwak dapat membersihkan mulut dan sarana untuk mendapatkan ridha Allah.” (HR. Ahmad dan An-Nasa`i)
 
"Rasulullah SAW." juga bersabda, “Andaikata tidak memberatkan umatku niscaya aku memerintahkan mereka untuk bersiwak setiap kali hendak shalat.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
 
Bersiwak disunnahkan setiap saat, tetapi lebih "sunnah" lagi saat hendak berwudhu, shalat, membaca Al-Qur`an, saat bau mulut berubah, baik saat berpuasa ataupun tidak, pagi maupun sore, saat bangun tidur, dan hendak memasuki rumah.
Bersiwak merupakan perbuatan "sunnah" yang hampir tidak pernah dilakukan oleh banyak orang, kecuali yang mendapatkan rahmat dari Allah. Untuk itu, wahai saudaraku, belilah kayu siwak untuk dirimu dan keluargamu sehingga kalian bisa menghidupkan "sunnah" ini kembali dan niscaya kalian akan mendapatkan pahala yang sangat besar.

3.SHALAT TAHAJUD. 
Semua "Rasul", "Nabi", kekasih Allah (auliya”) dan para ulama salaf tidak meninggalkan shalat tahajud. Ini merupakan ciri orang saleh dan ikhlas. Dalam rangkai sahabat Ali Bin Thalib menyatakan bahwa, salah satu dari obat hati adalah shalat malam dan tahajud.

4. SHALAT ISTIKHARAH.
Diriwayatkan dari Jabir ra. bahwa ia berkata, Rasulullah SAW." mengajarkan kepada kita tata cara shalat istikharah untuk segala urusan, sebagaimana beliau mengajarkan surat-surat Al-Qur`an kepada kami.” (HR. Al-Bukhari)
Oleh karena itu, lakukanlah shalat ini dan berdoalah dengan doa yang sudah lazim diketahui dalam shalat istikharah.
 
5. MEMBACA AL-QUR'AN DENGAN TERJEMAHANNYA. 
Membaca (qira-ah) atau tadarus Al-Quran adalah membaca, memahami dan menghayati artinya serta dilanjutkan dengan mengamalkan ajaran-ajaran yang terkandung di dalamnya. Agar kita senantiasa mengkaji dengan serius dan tanpa henti dalam "hidup". Alasannya adalah karena Al-Quran merupakan petunjuk dan sumber mata "kehidupan".

6. MEMAKMURKAN MASJID. 
Masjid adalah sebuah tempat suci bagi orang-orang yang senantiasa mensucikan dirinya secara lahir maupun batin. Masjid merupakan tempat untuk menggembleng pengalaman-pengalaman ruhani/spiritual, mengokohkan iman dan tauhid. Masjid juga sebagai tempat tinggal landas bagi mi’rajnya orang-orang beriman. Dalam artian ini, masjid sebagai tempat menginternalisasikan nilai-nilai Ilahiyah ke dalam dirinya sebagai modal utama dalam "kehidupan", baik secara individu, dalam lingkup rumah tangga, masyarkat dan bangsa bahkan dalam lingkup dunia global.

7. BERWUDHU SEBELUM TIDUR DAN TIDUR DENGAN POSISI MIRING KE KANAN.
Diriwayatkan dari Al-Barra’ bin Azib ra. bahwa "Rasulullah SAW." bersabda, “Jika kamu hendak tidur, maka berwudhulah seperti hendak shalat, kemudian tidurlah dengan posisi miring ke kanan dan bacalah, ‘Ya Allah, Aku pasrahkan jiwa ragaku kepada-Mu, aku serahkan semua urusanku kepada-Mu, aku lindungkan punggungku kepada-Mu, karena cinta sekaligus takut kepada-Mu, tiada tempat berlindung mencari keselamatan dari (murka)-Mu kecuali kepada-Mu, aku beriman dengan kitab yang Engkau turunkan dan dengan "Nabi" yang Engkau utus’. Jika engkau meninggal, maka engkau meninggal dalam keadaan fitrah. Dan usahakanlah doa ini sebagai akhir perkataanmu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
 
8. BERBUKA PUASA DENGAN KURMA.
Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra., ia berkata, Rasulullah SAW." berbuka puasa sebelum shalat maghrib dengan beberapa kurma basah. Jika tidak ada maka dengan beberapa kurma kering. Jika tidak ada, maka beliau hanya meminum beberapa teguk air.” (HR. Ahmad, Abu Dawud dan At-Tirmidzi)
 
9.SHALAT DHUHA. 
Shalat dhuha adalah ibadah sunnah yang senantiasa dilakukan "Rasullah SAW." Setiap amal ibadah yang diperintahkan ataupun dianjurkan Allah dan "Rasul"-Nya pasti ada rahasia yang tersembunyi di dalamnya. Memang kadang kemampuan akal kita tak dapat menjangkau/memahaminya. Tapi yang pasti semuanya itu adalah demi kemasalahatan dan kemanfaatan kita, manusia. Jika kita ingin mengetahui rahasia dan manfaatnya, maka lakukanlah shalat dhuha itu dengan penuh penghayatan dan kekhusu’an. Insya Allah nanti, Allah akan membukakan rahasia itu dan memberikan berlimpah rahmat, berkah dan karunia-Nya dalam "kehidupan" kita. Orang-orang salafush-shaleh pernah bilang “jika kalian menginginkan kebahagiaan di dunia dan akherat kelak, maka lakukan shalat dhuha".

10. SUJUD SYUKUR SAAT MENDAPATKAN NIKMAT ATAU TERHINDAR DARI BENCANA.
Sujud ini hanya sekali dan tidak terikat oleh waktu. Diriwayatkan dari Abu Bakrah ra. ia berkata, “Jika "Rasulullah SAW." mendapatkan sesuatu yang menyenangkan atau disampaikan kabar gembira maka beliau langsung sujud dalam rangka bersyukur kepada Allah.” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).

11. TIDAK BEGADANG DAN SEGERA TIDUR SETELAH SELESAI SHALAT ISYA'.
Hal ini berlaku jika tidak ada keperluan saat begadang. Tetapi jika ada keperluan, seperti belajar, mengobati orang sakit dan lain-lain maka itu diperbolehkan. Dalam hadits shahih dinyatakan bahwa "Rasulullah SAW." tidak suka tidur sebelum shalat isya` dan tidak suka begadang setelah shalat isya`.

12. MENGIKUTI BACAAN MUADZIN.
Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr ra. bahwa dia mendengar "Rasulullah SAW." bersabda, “Jika kalian mendengar adzan, maka ucapkanlah seperti yang diucapkan oleh muadzin, kemudian bershalawatlah kepadaku. Barangsiapa yang bershalawat kepadaku, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali. Kemudian mintakan wasilah untukku, karena wasilah merupakan tempat di surga yang tidak layak kecuali bagi seorang hamba Allah dan aku berharap agar akulah yang mendapatkannya. Barangsiapa yang memintakan wasilah untukku maka ia akan mendapatkan syafaatku (di akhirat kelak).” (HR. Muslim)

13. BERLOMBA-LOMBA UNTUK MENGUMANDANGKAN ADZAN, BERSEGERA MENUJU SHALAT, SERTA BERUPAYA UNTUK MENDAPATKAN SHAF PERTAMA.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. bahwa "Rasulullah SAW." bersabda, “Andaikata umat manusia mengetahui pahala di balik adzan dan berdiri pada shaf pertama kemudian mereka tidak mendapatkan bagian kecuali harus mengadakan undian terlebih dahulu niscaya mereka membuat undian itu. Andaikata mereka mengetahui pahala bergegas menuju masjid untuk melakukan shalat, niscaya mereka akan berlomba-lomba melakukannya. Andaikata mereka mengetahui pahala shalat isya dan subuh secara berjamaah, niscaya mereka datang meskipun dengan merangkak.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

14. BERSEDEKAH. 
Seorang sudah bisa disebut mukmin yang sebenarnya, jika sudah ersedekah. Carilah rizki dengan dibarengi sedekah. Demikian juga bertaubatlah dengan bersedekah, jika kita sakit juga hendaknya bersedekah. Banyak sekali ayat-ayat Al-Quran yang menegaskan dan memerintahkan akan hal ini. Bersedekah merupakan tolok ukur dan cirri dari orang-orang yang beriman, shaleh dan bertakwa.

15. MENJAGA WUDHU.  
Diriwayatkan dari Tsauban ra. bahwa "Rasulullah SAW." bersabda, “Istiqamahlah (konsistenlah) kalian semua (dalam menjalankan perintah Allah) dan kalian tidak akan pernah dapat menghitung pahala yang akan Allah berikan. Ketahuilah bahwa sebaik-baik perbuatan adalah shalat, dan tidak ada yang selalu memelihara wudhunya kecuali seorang mukmin.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

Berkumur-Kumur Dan Menghirup Air dengan Hidung Dalam Satu Cidukan Telapak Tangan Ketika Berwudhu.
Diriwayatkan dari Abdullah bin Zaid ra., bahwa "Rasulullah SAW." berkumur-kumur dan menghirup air dengan hidung secara bersamaan dari satu ciduk air dan itu dilakukan sebanyak tiga kali. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

"Nabi SAW.", senantiasa dalam keadaan wudhu, baik dalam waktu dan keadaan apapun oleh karena itu, marilah kita teladani sunnah "Nabi SAW." ini dalam "kehidupan sehari-hari" kita. Usahakan kita agar senantiasa dalam keadaan wudhu. Jangan tinggalkan wudhu. Kalau batal, berwudhulah kembali, kalau batal lagi, berwudhulah kembali tanpa putus dan tanpa keluh kesah. Hal itumerupakan kebutuhan kita sendiri dalam rangka untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kalau kita selalu berwudhu insya Allah akan selamat dari ikatan dan kegenitan dunia dan terjaga dari hal-hal yang kotor (kotoran yang bersifat maupun ruhani). Selanjutnya kita terjaga dari hal-hal yang tidak bermanfaat dan dari perbuatan-perbuatan dosa dan tercela. Karena wudhu merupakan proses pembersihan badan kita secara silmutan dilanjutkan dalam rangka untuk pembersihan fitrah dan hati atau ruhani kita.

16. ISTIGHFAR.
Kita setiap saat dan dalam segala aktivitas apapun diperintahkan beristiqfar. Ketika kita mau tidur, mau makan dalam melakukan suatu pekerjaan, di jalan, di mobil dan di manapun hendaknya selalu dalam keadaan beristiqfar. Orang kalau kuat istiqfarnya, maka insting dan kecenderungan rahmatnya (berguna dan bisa membahagiakan orang lain atau bahkan makhluk lain) sangat kuat sekali. Ia pun juga menjadi penyanyang, penuh dengan keutamaan-keutamaan, doanya mustajab dan firasatnya tajam (mampu berpikir positif dan menerawang ke depan/berpikir visioner). Orang kalau sudah melakukan tujuh sunnah Rasullullah SAW.”. ini, maka akan muncul pada dirinya sifat-sifat terpuji. Bicaranya dakwah, diamnya zikir, nafasnya tasbih, matanya memancar cahaya rahmat. 


17. MEMINTA IZIN TIGA KALI KETIKA BERTAMU.
Jika tidak mendapatkan izin dari tuan rumah, maka konsekuensinya anda harus pergi. Namun, banyak sekali orang yang marah-marah jika mereka bertamu tanpa ada perjanjian sebelumnya, lalu pemilik rumah tidak mengizinkannya masuk. Mereka tidak bisa memaklumi, mungkin pemilik rumah memiliki uzur sehingga tidak bisa memberi izin. Allah Ta’ala berfirman, “Dan jika dikatakan kepadamu, “Kembalilah!” Maka (hendaklah) kamu kembali. Itu lebih suci bagimu, dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. An-Nuur: 28)
"Rasulullah SAW." bersabda, “Adab meminta izin itu hanya tiga kali, jika tidak diizinkan maka seseorang harus pulang.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

18. MENGIBASKAN SEPRAI SAAT HENDAK TIDUR.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. bahwa "Rasulullah SAW." bersabda, “Jika kalian hendak tidur, maka hendaknya dia mengambil ujung seprainya, lalu mengibaskannya dengan membaca basmallah, karena dia tidak mengetahui apa yang akan terjadi di atas kasurnya. Jika dia hendak merebahkan tubuhnya, maka hendaknya dia mengambil posisi tidur miring ke kanan dan membaca, “Maha Suci Engkau, ya Allah, Rabbku, dengan-Mu aku merebahkan tubuhku, dan dengan-Mu pula aku mengangkatnya. Jika Engkau menahan nyawaku, maka ampunkanlah ia, dan jika Engkau melepasnya, maka lindungilah ia dengan perlindungan-Mu kepada hamba-hamba-Mu yang shalih.” (HR. Muslim)

19. MERUQYAH DIRI DAN KELUARGA.
Diriwayatkan dari Aisyah ra. bahwa ia berkata, Nabi Muhammad SAW." senantiasa meruqyah dirinya dengan doa-doa perlindungan ketika sakit, yaitu pada sakit yang menyebabkan wafatnya beliau. Saat beliau kritis, akulah yang meruqyah beliau dengan doa tersebut, lalu aku mengusapkan tangannya ke anggota tubuhnya sendiri, karena tangan itu penuh berkah.” (HR. Al-Bukhari)

20. BERDO'A SAAT MEMAKAI PAKAIAN BARU.
Diriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri ra. ia berkata, Rasulullah SAW." jika mengenakan pakaian baru, maka beliau menamai pakaian itu dengan namanya, baik itu baju, surban, selendang ataupun jubah, kemudian beliau membaca, “Ya Allah, hanya milik-Mu semua pujian itu, Engkau telah memberiku pakaian, maka aku mohon kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan tujuannya dibuat, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan keburukan tujuannya dibuat.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

21. MENGUCAPKAN SALAM KEPADA SEMUA ORANG ISLAM TERMASUK ANAK KECIL.
Diriwayatkan dari Abdullah bin Amru ra., ia menceritakan, ”Seorang laki-laki bertanya kepada "Rasulullah SAW.", ‘Apa ciri keislaman seseorang yang paling baik?’ "Rasulullah SAW." menjawab, ‘Kamu memberikan makanan (kepada orang yang membutuhkan) dan mengucapkan salam kepada orang yang kamu kenal dan orang yang tidak kamu kenal.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Diriwayatkan dari Anas ra. bahwa ia menuturkan, Rasulullah SAW." berjalan melewati kumpulan anak-anak, lalu beliau mengucapkan salam kepada mereka semua.” (HR. Muslim)

22. BERWUDHU SEBELUM MANDI BESAR (MANDI JUNUB).
Diriwayatkan dari Aisyah ra., “Jika "Rasulullah SAW." ingin mandi besar, maka beliau membasuh tangannya terlebih dahulu, lalu berwudhu seperti hendak shalat, kemudian memasukkan jemarinya ke air dan membasuh rambutnya dengan air. Selanjutnya "Rasulullah SAW." menuangkan air tiga ciduk ke kepalanya dengan menggunakan tangannya, lalu mengguyur semua bagian tubuhnya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

23. MEMBACA 'AMIN' DENGAN SUARA KERAS SAAT MENJADI MAKMUM.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. bahwa "Rasulullah SAW." bersabda, “Jika imam membaca “Amin” maka kalian juga harus membaca “Amin” karena barangsiapa yang bacaan Amin-nya bersamaan dengan bacaan malaikat maka diampunkan dosa-dosanya yang telah berlalu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa kaum salafus-shalih mengeraskan bacaan “Amin” sehingga masjid bergemuruh.

24. MENGERASKAN SUARA SAAT MEMBACA ZIKIR SETELAH SHALAT.
Di dalam kitab Shahih Al-Bukhari disebutkan, “Ibnu Abbas ra. mengatakan, mengeraskan suara dalam berzikir setelah orang-orang selesai melaksanakan shalat wajib telah ada sejak zaman "Rasulullah SAW.". Ibnu Abbas juga mengatakan, “Aku mengetahui orang-orang telah selesai melaksanakan shalat karena mendengar zikir mereka.” (HR. Al-Bukhari)
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata, “Disunnahkan mengeraskan suara saat membaca tasbih, tahmid dan takbir setelah shalat.”
"Sunnah" ini tidak dilakukan di banyak masjid sehingga tidak dapat dibedakan apakah imam sudah salam atau belum, karena suasananya sepi dan hening. Caranya adalah imam dan makmum mengeraskan bacaan tasbih (Subhanallah), tahmid (Alhamdulillah) dan takbir (Allahu Akbar) secara sendiri-sendiri, bukan satu komando dan satu suara. Adapun mengeraskan suara ketika berzikir dengan satu komando, satu suara dan dipimpin oleh imam maka dalam hal ini terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama. Ada yang mengatakan "sunnah" secara mutlak, ada yang memandang "sunnah" dengan syarat-syarat tertentu dan ada pula yang mengatakan bahwa zikir berjamaah adalah perbuatan bid’ah.

25. MEMBUAT PEMBATAS SAAT SEDANG SHALAT FARDHU ATAU SHALAT SUNNAH.
Diriwayatkan dari Abu Said al-Kudri ra. bahwa "Rasulullah SAW." bersabda, “Ketika kalian hendak shalat, maka buatlah pembatas di depannya dan majulah sedikit, dan janganlah membiarkan seseorang lewat di depannya. Jika ada orang yang sengaja lewat di depannya, maka hendaknya dia menghalanginya karena orang itu adalah setan.” (HR. Abu dawud dan Ibnu Majah)

Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra., ia berkata, Rasulullah SAW." menancapkan tombak di depannya, lalu shalat di belakang tongkat itu.” (HR. Al-Bukhari)
"Sunnah" ini sering diabaikan, terutama saat melakukan shalat "sunnah".

Wahai saudaraku! Jadilah seperti orang yang diungkapkan oleh Abdurrahman bin Mahdi, “Aku mendengar Sufyan berkata, ‘Tiada satu hadits pun yang sampai kepadaku kecuali aku mengamalkannya meskipun hanya sekali.”

Muslim bin Yasar mengatakan, “Aku pernah melakukan shalat dengan memakai sandal padahal shalat tanpa sandal sangat mudah dilakukan. Aku melakukan itu hanya ingin menjalankan "sunnah Rasul SAW..

Ibnu Rajab menuturkan, “Orang yang beramal sesuai ajaran "Rasulullah SAW.", meskipun amal itu sangat kecil, maka itu akan lebih baik daripada orang yang beramal tidak sesuai dengan ajaran "Rasulullah SAW." meskipun dia sangat bersungguh-sungguh.”

Demikian beberapa perbuatan "sunnah sehari-hari" yang sebenarnya tidak sulit untuk dilakukan dan diamalkan oleh kita selaku muslim. Namun "sunnah-sunnah" tersebut justru seringkali kita tinggalkan dan kita lupakan dalam "kehidupan sehari-hari". Semoga dengan membaca artikel ini anda bisa mengamalkan "sunnah" yang ada dalam artikel ini.


Dengan menegakkan "Sunnah-Sunnah Nabi SAW.", maka Insya'Allah kita akan menjadi hamba Allah yang saleh. Yaitu yang memiliki ciri-ciri : 
Pertama, dia cinta pada Allah dan sangat taat pada-Nya. 
Kedua, biasanya sayang kepada sesama manusia. Selalu berbuat baik dan kesenangannya adalah berbuat baik. 
Ketiga dia asyik memperbaiki dirinya secara terus-menerus tanpa hentinya dalam "hidup"nya.

Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang mengikuti "sunnah Rasul"-Mu dan mengikuti jejaknya. Ya Allah, kumpulkanlah kami dan kedua orang tua kami bersamanya di surga wahai Tuhan Yang Maha Pengasih.
 
Sumber: 
1. www.facebook.com/...7...kehidupan-sehari-hari/542391095787691
2. ml.scribd.com/.../Menjalankan-7-Sunnah-Nabi-Saw-Dalam-Kehidupan-S...
3. beritahariini33.blogspot.com/2012/08/perbuatan-sunnah-sehari-hari.html
4. laely.widjajati.facebook.photos/TIGER LILY FLOWER
5. laely.widjajati.facebook.photos/Add-a-description-1
6. laely.widjajati.facebook.photos/Add-a-description-2
7. laely.widjajati.facebook.photos/Add-a-description-3
8. laely.widjajati.facebook.photos/Add-a-description-4