Selasa, 31 Mei 2011

"HATI-HATI PEMBESARAN PROSTAT"

"Prostat" merupakan organ khusus pada lokasi yang kecil, yang hanya dimiliki oleh kaum pria.


"Prostat" terletak di dasar kandung kemih, merupakan kelenjar melingkari saluran kencing berbentuk buah pir. "Prostat" menghasilkan cairan yang merupakan bagian dari cairan mani. Selain itu dapat menimbulkan kontraksi terhadap otot saluran kencing sehingga menunjang fungsi kencing dan ejakulasi.

Pada pria dewasa, cairan "Prostat" terbentuk dari sedikit sampai banyak. Setelah menikah sekresi cairan "Prostat" bertambah hebat dan menjamin cairan mani tidak habis-habis. Dalam keadaan fungsi seperti ini "Prostat" menanggung beban yang berkepanjangan, kelelahan yang melampaui batas, sehingga mudah terjadi pendarahan, ditambah dengan serangan kuman/virus maka timbullah peradangan "Prostat"/"Prostat"itis

Pria pada usia lebih dari 50 tahun, kelenjar "Prostat" mulai mengalami penuaan. Kondisi hormon dalam tubuh mulai tidak seimbang. Terjadi timbunan hormon DHT (dihidroklorotestosteron) yang mengakibatkan pembesaran kelenjar "Prostat" yang dikenal sebagai pembesaran "Prostat" jinak.


Pembesaran "Prostat" makin sering terjadi seiring dengan bertambahnya usia. Pria yang mencapai usia di atas 35 tahun memiliki derajat pembesaran "Prostat" yang berbeda-beda. Setelah usia 45 tahun barulah timbul gejala pembesaran "Prostat". Pada usia 60-70 tahun pembesaran "Prostat" mencapai masa puncak. Pembesaran "Prostat" menunjukkan jumlah sel bertambah dan membesar yang mengakibatkan "Prostat" bertambah besar. Pada saat jaringan pembesaran menekan saluran kencing dan bagian bawah kandung kemih, maka timbullah gejala hambatan saluran kencing. Ini disebabkan karena pembesaran "Prostat" berkembang secara bertahap, maka timbulnya penyakit lambat dan perjalanan penyakit panjang.

Pada masa dini gejala tidak jelas, tidak menarik perhatian dan juga tidak mudah ditemukan. Dengan mengikuti bertambahnya pembesaran, maka bertambah pula beratnya gejala, dan hal ini menimbulkan gejala hambatan /obstruksi, gejala rangsangan dan komplikasi dari hambatan.

GEJALA HAMBATAN/OBSTRUKSI.
Kencing harus menunggu, membuang tenaga, kencing halus, pancaran tidak jauh, tidak lampias, di akhir kencing masih menetes, waktu kencing jadi lama, makin lama makin berat sampai tidak dapat kencing sehingga di kandung kemih tertimbun air kencing.

GEJALA RANGSANGAN/IRITATIF.
Sering kencing, kencing tidak tertahan dan nyeri kencing.

HAL-HAL YANG MENYEBABKAN PRIA DI ATAS 20 TAHUN TERSERANG RADANG "PROSTAT":
1. Aktivitas seksual berlebihan dan kebiasaan masturbasi dengan mudah menyebabkan pendarahan pada "Prostat" dan itu merangsang terjadinya peradangan "Prostat".

2. Stress, kelelahan yang berlebihan menyebabkan daya tahan tubuh menurun.

3. Terlalu lama duduk bekerja, menggunakan komputer, atau mengemudikan mobil.

4. Minum alkohol, makan makanan yang pedas dan merangsang berlebihan.

PENCEGAHAN PEMBESARAN KELENJAR "PROSTAT"

1. Setiap hari berendam 20 menit dalam air hangat 40-42 derajat Celsius.

2. Kehidupan seks yang sehat.

3. Perhatikan suhu daerah lokal harus tetap hangat, jangan pilek, hindari dingin, jangan terlalu lama duduk dan mengendarai kendaraan bermotor.

4. Jangan minum minuman beralkohol berlebihan, kurangi makanan yang pedas, banyak makan makanan yang mengandung Zn (seng) dan antioksidan misalnya kacang-kacangan, buah-buahan dan lain-lain.

5. Jangan menahan kencing, banyak minum, memelihara kelancaran buang air besar.

6. Menjaga kondisi tubuh dan mengobati penyakit saluran kencing dengan tuntas.

Senin, 30 Mei 2011

"ANUGERAH - KENIKMATAN"

"Nikmat"ilah kesedihanmu, karena tidak ada sesuatu yang abadi. Kesedihanmu itu juga tak akan abadi."


Setelah perjuangan terdapat "nikmat" kemenangan.

Engkau memiliki banyak "nikmat" yang tak terhingga. Terimalah apa yang telah Allah tetapkan buatmu, agar engkau menjadi orang paling kaya.

Terimalah "anugerah" yang diberikan dan gunakanlah.

Hitunglah "anugerah" Allah untukmu.

Hitunglah "nikmat" Allah uang di"anugerah"kan kepadamu sebagai ganti dari menghitung kelelahamu.

Berapa banyak "nikmat" yang harus disyukuri, yang tersembunyi pada yang menyebalkan.

Terkadang Allah memberi "nikmat" lewat musibah yang dahsyat, dan menguji sebagian kaum dengan berbagai "nikmat".

Peristiwa-peristiwa tak mengenakkan yang menimpamu, itulah yang akan mengajarkanmu bagaimana me"nikmat"i "anugerah".

Rasakan dan "nikmat"ilah yang ada, karena apapun akan berakhir seperti halnya juga bermula.

Penderitaan itu datang menghampiri, kemudian hilang dan tidak akan datanglagi. Alangkah "nikmat"nya keberhasilan setelah perjuangan.

Kesengsaraan bukan ke"nikmat"an yang lenyap dari diri seseorang. Kesengsaraan adalah lenyapnya usaha untuk memperbaiki diri.

Nilai kehidupan adalah jika seseorang dapat me"nikmat"i hidup setiap saat (dalam kondisi apapun).

Dan apa saja "nikmat" yang ada pada kamu, maka dari Allahlah (datangnya)......

Dua hal: tekanan dan cobaan; dan dua "anugerah": "nikmat" dan kemudahan.

Ambillah ke"nikmat"an dunia itu, seluruhnya; dan tinggalkanlah hatiku bebas, merdeka dan tak terusik.

Dua "nikmat" yang tidak dipergunakan dengan baik oleh kebanyakan manusia adalah: kesehatan dan waktu luang.

Dan, jika kamu menghitung "nikmat" Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya.

Sesungguhnya "nikmat" besar yang harus dijaga adalah ketika kebaikan itu memenuhi jiwa dan membahagiakan hati.

Perempuan adalah ke"nikmat"an dan keindahan.

Semoga engkau tetap me"nikmat"i hidup, meski kenyataan hidup pahit. Dan, semoga engkau tetap bergembira, ketika semua orang bersungut-sungut.

Ke"nikmat"an yang haram akan membuahkan penyesalan, kehinaan dan azab yang sangat pedih.

Kehidupan adalah "anugerah"dari Allah untuk manusia. Terimalah hadiah dari Yang Maha Esa. Ambillah dengan senang dan bangga. Sambutlah waktu pagi yang cerah dan senyum yang indah. Sambutlah malam yang tenang dan sunyi. Sambutlah siang yang bercahaya dan bersinar.

Carilah "anugerah" di bumi, di bunga, di mawar, di panasnya matahari dan lain-lain. Jadikanlah "anugerah" itu sebagai modal penolong untuk taat, bersyukur dan memuji Allah. Ketahuilah, bahwa Allah tidak menciptakan "nikmat"-"nikmat" ini kecuali dijadikan sebagai sarana untuk menyembah-Nya.

"Anugerah" kecerdasan, kekuatan, kecantikan dan pengetahuan, semuanya akan berubah menjadi derita dan musibah jika tidak memperoleh taufik (pertolongan) dan berkah dari Allah. Oleh karena itu Allah mengingatkan manusia akan akibat menjauh dari Allah.

'Wahai Allah, Engkau adalah Tuhanku. Tidak ada Tuhan selain Engkau. Engkau telah menciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu. Aku berada dalam janji dan akan menepati perjanjian itu semampuku. Aku berlindung dari buruk yang aku perbuat. Aku mengakui "nikmat"-Mu padaku. Aku mengakui dosaku. Ampunilah aku, sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa kecuali Engkau'.

Para kuli bangunan itu bisa tidur lebih nyenyak dan lebih lahap me"nikmat"i  makanan ketimbang para bisnisman yang memiliki kedudukan.
Nilai kehidupan adalah jika seseorang dapat me"nikmat"i hidup setiap saat (dalam kondisi apapun).

"Nikmat"ilah harimu dan bersungguh-sungguhlah. Carilah sesuatu yang dapat mencegah penderitaan sebelum penderitaan itu datang menyerangmu.

Lakukanlah pekerjaan yang dicintai yang mengandung pengabdian kepada masyarakat dan merasakan "nikmat"nya waktu. 

Kunci bertambahnya ("nikmat") adalah bersyukur.

Tidak ada satupun "nikmat" yang ada pada kalian kecuali semuanya dari Allah. Apabila kalian didera marabahaya, maka kepada-Nya kalian tersedu-sedu. (Al-Qur'an, Surat An-Nahl, Ayat 53).

'Mereka mengetahui "anugerah" Allah, namun mereka mengingkarinya.' (Al-Qur'an, Surat An-Nahl, Ayat 83).

Ambillah seluruh "nikmat" dan terimalah dengan dada terbuka serta pujilah Allah atas semua "nikmat" yang di"anugerah"kan-Nya.

'Apakah kamu tidak melihat orang-orang yang mengubah "nikmat" Allah dengan kekufuran'. (Al-Qur'an, Surat Ibrahim, Ayat 28).

Minggu, 29 Mei 2011

"INDAHNYA KESEMPATAN"

"Kesempatan" kecil sering kali merupakan awal dari sebuah kesuksesan besar. (Demosthenes).


Kemajuan selalu disertai resiko; kau tak bisa mencuri "kesempatan" kedua dengan tetap menjejakkan kakimu di atas "kesempatan" pertama. (Fredrick Wilcox).

Cari "kesempatan" yang dapat hidupkan suasana. Dapat dengan humor, karena humor itu seksi. Dengan tertawa, tubuh anda akan terasa lebih segar dan rileks.

"Kesempatan" selalu ada. Biarkan kailmu terus siaga. Di dalam kolam yang paling tidak kau harapkan, sering kali ikan berada di sana. (Ovid).

Orang biasanya menunggu "kesempatan" datang pada mereka, tetapi orang yang kuat, pintar dan siaga kan mencari dan mengejar "kesempatan". (B.C. Forbes).

Cara pasti untuk melewatkan kesuksesan adalah dengan melewatkan "kesempatan". (Victor Chasles).

Keberuntungan adalah hal yang terjadi saat persiapan yang kita lakukan bertemu dengan "kesempatan" yang tepat. (Elmer Letterman).

Jika kau ingin berhasil, kau harus menciptakan sendiri "kesempatan"mu. (John B. Gough).

Sedikit dari kita yang ber"kesempatan" mengubah sejarah tetapi kita dapat mengubah sebagian kecil dari peristiwa-peristiwa yang terjadi, dan secara keseluruhan, semua peristiwa tersebut akan tertulis dalam sejarah generasi ini. (Robert F. Kennedy).

Dia yang menolak menerima "kesempatan" yang langka, akan kehilangan hadiah seperti dia telah kalah. (William James).

"Kesempatan" besar bagimu mungkin saja ada di mana kau berada saat ini. (Napoleon Hill).

Kegagalan adalah "kesempatan" untuk memulai lagi dengan lebih pintar. (Henry Ford).

"Kesempatan" akan berlipat bila kita memanfaatkannya. (Sun Tzu).

Ambillah "kesempatan"! Hidup ini adalah "kesempatan". Ia yang melangkah paling jauh adalah seseorang yang mau bertindak dan berani. (Dale Caenegie).

Kesulitan yang dikuasai adalah "kesempatan" yang dimenangkan. (Winston Churchill).

Jangan menunggu "kesempatan" yang luar biasa. Manfaatkan "kesempatan" yang biasa dan jadikanlah luar biasa. (Orison Swett Merden).

Sebetulnya kita terus dihadapkan pada "kesempatan"-"kesempatan" yang baik yang tampak bagi kita sebagai masalah-masalah yang tak dapat diselesaikan. (Anonim),

Prestasi tertinggi manusia adalah dapat memanfaatkan "kesempatan" serta sarana yang ada dalam hidup ini. (Vauvenargues).

Nasib bukanlah masalah "kesempatan", tetapi lebih pada masalah pilihan. (Anonim).

Kita hanya perlu belajar memanfaatkan "kesempatan" baik karena "kesempatan" baik selalu ada. (Goethe).

Janganlah hidup dalam ketakutan akan apa yan akan terjadi pada masa mendatang, Hiduplah dalam antisipasi akan "kesempatan" baru yang ada dalam masa depan tersebut. (Anonim).

Sebuah masalah sebenarnya merupakan "kesempatan" bagimu untuk melakukan yang terbaik. (Duke Ellington).

Selamat datang esok hari.... karena setiap hari baru menghasilkan "kesempatan" baru.

Mengambil "kesempatan"-"kesempatan" berharga dan menjadikannya sebagai terminal kebahagiaan.

Seorang pesimis melihat ada kesukaran dalam setiap "kesempatan". Seorang optimis melihat ada "kesempatan" dalam setiap kesukaran. (Winston Churchill).

Sabtu, 28 Mei 2011

"BERSIH PANGKAL SEHAT"

"Annadhofatu" minal iman, "bersih" sebagian dari iman. "Bersih" bukan hanya tidak najis. "Bersih" juga harus "sehat"."Bersih" diikuti rapi dan indah".


SHOLAT ITU MENYEHATKAN.

Bagi umat Islam, sholat itu menyehatkan, karena pada saat sholat harus "bersih" badan, pakaian dan tempatnya. Ada gerakan, bacaan dan do'a. Harus tenang, khusyuk dan ikhlas. Harus disiplin dan teratur rapi. Hanya mengharap ridha Allah SWT. Namun demikian, jangan hanya "bersih" waktu sholat saja. Aktifitas sholat:
a. Berjalan menuju tempat sholat.
b. Berdiri dan bergerak.
c. Berfikir, berdzikir dan konsentrasi.
d. Teratur waktu dan tata caranya.
e. Tenang, khusyuk tanpa gangguan.
f. Ikhlas mengharap ridha Allah SWT.


BUDAYA "BERSIH".

"Bersih" bukan hanya sekedar "bersih". "Bersih" dari hadats dan najis. "Bersih" dari kotoran dan kuman. "Bersih" rapi, pantas dan indah. "Bersih" tidak hanya waktu sholat. "Bersih" yang membudaya. "Bersih" seharusnya diajarkan sejak usia dini. Dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari. Diberi contoh dan teladan. Sebaiknya anak-anak diperhatikan dan diawasi. Seharusnya kita merasa rugi kalau tidak "bersih". Penerapan Budaya "bersih" dalam kehidupan sehari-hari:

a. "Bersih" badannya, "Bersih" dengan air yang mensucikan. Gunakan sabun dan pem"bersih" lain. Terutama anggota wudlu, di"bersih"kan 2-5 kali sehari. Dan juga perlu di"bersih"kan bagian-bagian badan lainnya.

b. "Bersih" pakaiannya. "Bersih" dari kotoran dan najis. Pakaian harus menutup aurat. Bagus, pantas dan tidak berlebihan. Sopan dan tidak mengganggu orang lain. Tidak norak dan tidak menyolok.

c. "Bersih" ruangannya."Bersih" dan suci dari najis. Tenang, aman dan nyaman. Tertata rapi dan indah. Selalu terjaga dan terpelihara ke"bersih"annya. Cukup sopan dan terhormat.

d. Air selalu "bersih". Air "bersih" yang mensucikan. Air "bersih" yang menyehatkan.


Istinjak/bersuci, dengan menggunakan air atau tissue. Gunakan juga sabun. Biasakan berhajat di tempatnya, karena tinja dan kencing merupakan sumber penyakit.


WUDLU.

Berwudlu bukan hanya sekedar membasuh saja. Anggota badan bagian yang terbuka rawan gangguan. Air "bersih" itu menyehatkan. Arti "bersih" yang tersirat. Niatkan "bersih" sampai dalam hati.

Manfaat wudlu:
a. Mem"bersih"kan secara fisik.
b. Mem"bersih"kan panca indra.
c. Mem"bersih"kan hati dan pikiran.
d. Mem"bersih"kan kaki dan tangan.
e. Wudlu itu mem"bersih"kan segalanya.

Budaya "bersih" ini akan dapat berhasil apabila kita laksanakan dengan istikomah. Konsisten tidak mudah berubah. Disiplin dan selalu dipatuhi. Dikembangkan agar lebh baik. Beri sanksi pada setiap pelanggaran. Harus sabar dan telaten.


Yang perlu kita perhatikan dan harus kita waspadai dalam melaksanakan budaya "bersih" ini adalah:
a. Sikap malas mengubah kebiasaan lama yang tidak menyehatkan.
b. Kurang mengerti manfaat "bersih".
c. Rasa malunya sudah luntur.
d. Suka bangga kalau melanggar.
e. Belum ada sanksi yang tegas terhadap pelanggaran.


KESIMPULAN.

a. Ke"bersih"an pangkal ke"sehat"an.
b. "Bersih" saja tidak cukup.
c. Sholat itu menyehatkan.
d. Orang Islam itu "bersih" dan "sehat".
e. Budayakan "bersih" supaya "sehat".

Jumat, 27 Mei 2011

"TULANG SEHAT DAN KUAT"

"Tulang sehat" bisa jadi milik anda dengan asupan gizi seimbang, baik serat, lemak, protein, serta kalsium. "Tulang kuat", tak hanya bisa dicegah dengan mengonsumsi susu, karena buah, sayuran hijau, tahu, kacang-kacangan, keju, ikan serta daging merupakan penyumbang kalsium yang cukup dominan."

"PERAWATAN KULIT WAJAH"

"Setiap orang pasti menginginkan "kulit wajah" yang bersih, sehat dan juga terawat. Untuk memperoleh "kulit wajah" yang sehat ada cara yang mudah tanpa harus mengeluarkan biaya yang besar."


Perawatan "kulit wajah" sebaiknya dilakukan baik dari luar maupun dari dalam, karena hasilnya akan lebih optimal. Untuk mendapatkan "kulit wajah" yang selalu segar dan bersih serta bebas dari jerawat ada beberapa faktor pemicu yang dapat dicegah, diantaranya:
a. Selalu menjaga kebersihan "kulit wajah" dengan mencuci "wajah" minimal 2 kali sehari.
b. Kurangi makanan yang dapat merangsang kelenjar minyak supaya tidak terlalu aktif.
c. Perbanyak makan sayur dan juga buah sangat baik untuk menangkal rbadikal bebas karena berfungsi sebagai antioksidan.


Karena ketika kelenjar minyak terlalu aktif, maka debu dan juga kotoran akan sangat mudah menempel dan menyumbat pori-pori. Pori-pori yang tersumbat akan menyebabkan penumpukan sel-sel "kulit" mati. Penumpukan sel "kulit" mati harus diangkat dengan melakukan pembersihan, setelah itu dilakukan penyegaran agar "kulit" terlihat segar.

Setiap 28 hari "kulit" akan mengalami regenerasi, akan tetapi jika kekurangan nutrisi, maka proses regenerasi yang seharusnya berlangsung selama 28 hari maka prosesnya menjadi lebih lama, sehingga "kulit" akan terlihat menjadi lebih kusam. Untuk itu dibutuhkan nutrisi seperti yang terkandung di dalam Skin Perfection. Skin Perfection membantu memenuhi semua kebutuhan nutrisi untuk "kulit", khususnya untuk "kulit" yang bermasalah dengan jerawat. 

 Bila inginkan penutupan "kulit wajah" ringan dan tipis, pilih alas bedak berlabel sheer atau dual finish yang berupa matte, mousturizing atau bebas minyak.

Jika inginkan efek penutupan pada "kulit wajah" yang penuh, pilih alas bedak stick atau Krim. Jenis ini berfungsi sebagai concealer untuk menutupi bercak/noda di  "kulit wajah".

Alas bedak yang sesuai untuk jenis "kulit wajah" normal sampai normal kering adalah yang mengandung elemen pelembab seperti vitamin dan minyak nabati,

Untuk "kulit wajah" kering gunakan alas bedak krim dan cairan yang kaya pelembab. Formulasi tersebut dapat melembabkan "kulit wajah" dan menutup garis-garis yang jelas pada "kulit wajah" anda.

Gunakan pelembab sesuai dengan usia dan jenis  "kulit wajah" anda. Pelembab yang terlalu berat akan menyumbat pori-pori dan dapat menyebabkan jerawat atau bercak-bercak pada "kulit wajah" anda.

Faktor eksternal (cuaca, debu, pemakaian kosmetik, dan lain-lain) mempengaruhi kesehatan "kulit wajah" anda. Untuk meremajakan "kulit wajah" anda, gunakanlah cream malam (konsep Renewal Therapy) dengan bahan aktiv golongan Vitamin A - Acid (sekaligus menolong problem jerawat), dan gunakan tabir surya (SPF = 20 dan non comedogenic) pada siang hari.

"HATI-HATI RAMBUT RONTOK"

"Kurangi ke"rontok"an "rambut" dengan pijat kulit kepala dan rajin menyisir "rambut". Jangan panik, setiap hari "rambut" memang "rontok" sekitar 50 - 100 helai".


Lakukan diet seimbang. Kekurangan gizi, gangguan makan dan kelebihan vitamin (misalnya A dan E) dapat menyebabkan "rambut rontok".

95 % kasus "rambut rontok" disebabkan faktor keturunan. Namun, faktor gizi, kesehatan, hormon, dan stresh emosional juga dapat menyebabkan "rambut rontok".

Sisir yang kotor mempengaruhi penampilan "rambut". Kotoran pada sisir dapat menempel kembali di "rambut". Bersihkan sisir anda sekurang-kurangnya satu bulan sekali.

Untuk mengatasi "rambut" yang mudah "rontok", dapat dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Sebelum keramas gunakanlah minyak cem-ceman. Caranya ambil minyak cem-ceman secukupnya kemudian oleskan pada kulit kepala anda terutama pada kulit kepala yang berketombe, setelah itu ratakan pada seluruh kulit kepala, lalu biarkan setengah jam. Apabila ingin hasil yang lebih baik, anda dapat memberikan minyak tersebut pada malam hari, apalagi jika paginya anda ingin mencuci "rambut". Khasiat minyak cem-ceman ini selain untuk menyuburkan "rambut" juga dapat mencegah ketombe serta menghindari tumbuhnya uban yang terlalu dini.

2. Cucilah "rambut" anda menggunakan Shampo Kacang Hijau atau Shampo Bayam untuk mengurangi ke"rontok"an dan mencegah "rambut rontok" semakin banyak atau bila anda ingin menghilangkan ketombe anda juga dapat menggunakan Shampo Merang. Gunakanlah shampo ini bergantian atau gunakanlah salah satu dulu kemudian anda menggunakan yang lain lagi. Setelah "rambut" tidak berketombe lagi tetaplah merawat "rambut" supaya tidak "rontok". Usahakanlah supaya ketombe tidak datang lagi, karena kehadiran ketombe akan mengakibatkan timbulnya ke"rontok"an "rambut".

3. Setelah "rambut" dbilas sampai bersih, gunakanlah Bilasan Santan pada ujung "rambut" dan biarkan selama 15-30 menit kemudian bilas kembali sampai bersih. Bilasan Santan ini berguna untuk menghindari "rambut" anda supaya tidak kusam danh supaya "rambut" anda bercahaya dan sehat kembali.

4. Setiap habis keramas gunakanlah penyubur "rambut" untk mengurangi dan mencegah ke"rontok"an "rambut" dan merangsang "rambut" supaya tumbuh menjadi subur, sehat dan bercahaya.

5. Lakukanlah creambath dengan menggunakan cream cem-ceman Akar Wangi untuk membantu regenerasi "rambut" baru supaya "rambut" menjadi tumbuh subur, sehat dan bercahaya.

Selasa, 24 Mei 2011

"BUNGA RAMPAI MUTIARA CINTA"

"Cinta" kasih adalah satu-satunya kekuatan yang mampu mengubah musuh menjadi teman. (Martin Luther King J.R).

Berpikir positif tidak hanya baik bagi kesehatan tetapi juga memiliki pengaruh terhadap keluarga, lingkungan dan kehidupan "cinta" anda.

Beri pujian pada pasangan dapat meningkatkan hubungan "cinta" anda. Kirim ucapan selamat ketika pasangan melakukan sesuatu yang istimewa pada anda.

"Cinta"ilah pendosa, bencilah dosanya.

"Cinta"ilah mereka yang ada dalam hidup anda tanpa pamrih. Terimalah mereka apa adanya dan terimalah apa yang ingin mereka berikan tanpa prasangka apa pun.

"Cinta"ilah sesama, seperti anda men"cinta"i diri sendiri.

Kebahagiaan orang yang beriman adalah dengan men"cinta"i Allah. "Cinta" kepada Allah adalah kebahagiaan yang dasarnya lebih dalam dari setiap sesuatu yang dalam. Hanya mereka yang sungguh-sungguh berimanlah yang dapat merasakannya. Dan, perasaan itu tak bisa digantikan.

Aku melihat "cinta" dan nestapa di dalam hati, jika keduanya menyatu, maka "cinta" tak akan bertahan dan akan pergi.

Belilah do'a orang-orang fakir dan ke"cinta"an orang-orang miskin dengan derma harta(mu).

Allah men"cinta"i orang-orang yang bertobat, karena mereka hanya kembali dan mengeluh kepada-Nya.

Wahai Tuhan semesta, telah kuserahkan diriku kepada-Mu, maka "cinta"ilah orang-orang lemah dengan kebesaran rahmat-Mu.

Sesungguhnya Allah, jika men"cinta"i suatu kaum. maka Dia akan mengujinya.

Air yang banyak tak dapat memadamkan "cinta", sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya. (Kidung Agung 8:7)

Aku men"cinta"imu dalam nafasku, senyumku, air mataku, semua kehidupanku. (Elizabeth Barret Browning).

Lebih baik di"cinta"i dan hilang dari pada tidak pernah di"cinta"i sama sekali. (Alfred Lord Tennyson).

Lebih baik tidak hidup dari pada tidak men"cinta"i. (Henry Drummond).

Aku men"cinta"imu, aku hanya men"cinta"imu! Dengan "cinta" yang tidak akan padam sampai matahari menjadi beku, dan bintang menjadi renta, dan halaman Buku Pengadilan Terakhir terbuka! (Bayard Taylor).

Hanya ada satu kebahagiaan dalam kehidupan, untuk men"cinta"i dan di"cinta"i. (George Sand).

"Cinta" sejati tidak pernah berjalan dengan mulus. (William Shakespeare).

"Cinta" kasih mengampuni semua kesalahan. (Amsal 10:12).

"Cinta" adalah satu-satunya perainan yang tidak mempedulikan kegelapan. (Anonim).

"Cinta" adalah anggur keberadaan. (Henry Ward Beecher).

"Cinta"ku padamu tercampur di seluruh tubuhku. (Lagu "Cinta" Mesir Kuno).

Hanya ada satu ramuan "cinta" yang sejati perhatian. (Menander).

Men"cinta"i secara mendalam ke satu arah menjadikan kita lebih men"cinta"i ke semua arah lainnya. (Madame Swetchine).

Men"cinta"i demi di"cinta"i adalah sifat manusia; tetapi men"cinta"i demi men"cinta"i adalah sifat malaikat. (Alphonse De Lamartine).

Aku bukan saja senang di"cinta"i, tetapi juga dikatakan bahwa aku di"cinta"i. (George Eliot).

Kita menemukan ketenangan dalam diri mereka yang kita "cinta"i, dan kita memberikan tempat tang tenang dalam diri kita untuk mereka yang men"cinta"i kita. (Santo Bernardus dari Clairaux).

Jika "cinta" berkuasa, hal yang tidak mungkin dapat diraih. (Peribahasa Indian).

Berpeganganlah dengan lembut, dan melangkahlah dengan ringan. Inilah salah satu rahasia kebahagiaan "cinta". (Peribahasa Spanyol).

Dengan sentuhan "cinta", semua orang menjadi pujangga. (Plato).

Aku men"cinta"inya sehingga bersamanya aku dapat menanggung semua penderitaan, tanpa dirinya kehidupanku tidak ada artinya. (John Milton).

Pertengkaran antara kekasih adalah pembaharuan "cinta". (Terence).

Di jalan aku bertemu dengan emuda miskin, yang sedang jatuh "cinta". Topinya tua, bajunya koyak, mantelnya telah lusuh, air masuk ke dalam sepatunya, --- dan bintang-bintang memancar dari jiwanya. (Victor Hugo).

Saat kita sedang jatuh "cinta", kita memandang diri kita sangat berbeda dari sebelunya. (Blaise Pascal).

"Cinta" adalah sebuah kanvas yang diwarnai oleh Alam dan dihiasi oleh imaginasi. (Voltaire).

Jadi sambil bergandengan tangan kita akan menjalani kehidupan melalui suka dan duka. Kita telah saling men"cinta"i di dunia; semoga kita saling men"cinta"i di surga. (Dari Kartu Ucapan Abad 19).

Baaimana aku men"cinta"imu? Biarlah aku mengatakannya. (Elizabeth Barrett Browning).

Tidak ada penyamaran yang dapat selamanya menutup-nutupi "cinta" jika "cinta" itu ada, atau selamanya mengakui "cinta" itu ada jika sesungguhnya tidak ada. (Francois La Rochefouchauld).

"Cinta" adalah persahabatan yang dijadikan api. (Jeremy Taylor).

Tidak ada yang lebih indah dalam kehidupan ini selain dari saat kita merasakan "cinta", merasakan gerakan sayapnya yang lembut. (Henry Wadsworth Longfellow).

Mengharapkan keintiman tanpa konflik adalah tidak realistik. Belajar memecahkan konflik dengan mengatakan kebenaran dalam "cinta" akan memperdalam keintiman dan menciptakan kedamaian.

Kepahitan  jauh lebih manis dari semua kesenangan lain. (John Dryden).

Allah men"cinta"i orang-orang yang bertobat dan men"cinta"i orang-orang yang membersihkan diri. Bahkan, kebahagiaan Allah atas tobat hambanya melebihi kebahagiaan orang yang menemukan kembali barang yang sangat ia butuhkan, setelah hilang.

Jadikanlah "cinta" dan kasih sayang bermula dari rumahmu, menjadi sumber hadiah yang baik dan berkah.

Rumahmu adala istana kemuliaan dan "cinta".

Cara terbaik temukan "cinta" sejati adalah pintar-pintar memilih seseorang dan tahu betul alasan apa sehingga anda memilihnya.

Musim semi "cinta" tumbuh dari hatiku. (Samuel Taylor Coleridge).

 Apabila anda sudah merasa lelah mengejar "cinta", fokuskan diri anda pada satu tujuan. Siapa tahu "cinta" malah yang akan mencari anda.

Sabtu, 21 Mei 2011

"KERETAKAN HUBUNGAN KELUARGA DAN PEMECAHANNYA"

"Keluarga" adalah merupakan kelompok masyarakat terkecil yang terdiri atas ayah dan atau ibu serta anak."


Untuk mewujudkan kesejahteraan sosial haruslah lebih dahulu terwujud kesejahteraan "keluarga" baik secara fisik, psikhis, maupun sosial, karena itu semua anggota "keluarga" harus menjalankan peranan dan fungsinya masing-masing baik sebagai ayah, ibu maupun sebagai anak, sehingga keutuhan hubungan antar anggota "keluarga" dapat terpelihara dengan baik.

Kesejahteraan adalah merupakan keinginan dan cita-cit setiap umat manusia dimanapun itu berada. Di dalam pencapaian cita-cita tersebut, manusia adakalanya bisa mendapatkan atau mencapai cita-citanya dengan lancar, namun juga tidak sedikit pula yang mengalami atau mendapat hambatan sehingga menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan. Demikian pula demi terwujudnya kesejahteraan "keluarga", ada "keluarga" yang lolos dari hambatan dan tidak sedikit pula "keluarga" yang mengalami keretakan sehingga terjadi perceraian yang akan membawa akibat yang lebih panjang lagi.

Dewasa ini tidak jarang terjadi masalah sosial yang dilatarbelakangi oleh keretakan hubungan "keluarga" atau perceraian, sehingga tidaklah salah kalau kita meramalkan bahwa dengan meningkatnya perceraian akan diikuti pula dengan meningkatnya masalah sosial yang terjadi. Hal ini dapat kita ambil salah satu contoh kaasus, yaitu tentang Poeji Hajiatmoko sebagai pelaku pembunuhan di Tumpang Malang. Pelaku dalam kasus pembunuhan tersebut adalah berasal dari "keluarga" yang mengalami keretakan (broken home). Dan masih banyak lagi masalah sosial yang diakibatkan oleh perceraian misalnya masalah pelacuran, keterlantaran, kenakalan remaja dan sebagainya.

Untuk mengatasi masalah-masalah tersebut di atas, maka masyarakat haruslah ikut berpartisipasi dalam memelihara serta meningkatkan kesejahteraan "keluarga". Di dalam usaha-usaha semacam inilah pekerja sosial (Social Worker) memegang peranan penting dalam masyarakat demi terwujudnya kesejahteraan yang merupakan cita-cita dari setiap manusia.


SEBAB-SEBAB RETAKNYA HUBUNGAN "KELUARGA".

Di dalam kehidupan ber"keluarga" tidak jarang terjadi peristiwa keretakan hubungan antar anggota "keluarga", baik antara suami istri maupun antara orang tua dengan anak. Retaknya hubungan "keluarga" tersebut ada beberapa alternatif penyebabnya, antara lain adalah:

1. Tidak adanya puas di dalam hubungan sexual antara suami istri.

Kepuasan dalam hubungan sexual suami istri adalah merupakan salah satu unsur "keluarga" sejahtera. Apabila dalam hubungan sexual ini salah satu pihak suami atau istri tidak mengalami kepuasan, biasanya ada kecenderungan untuk mencari kepuasan sexual tersebut di luar rumah. Dan kemudian ada kemungkinan terjadinya poligami dan atau perceraian dalam "keluarga" tersebut. Hal ini bagi istri yang hidupnya sangat menggantungkan diri kepada suami akan merupakan pukulan yang sangat berat dalam hidupnya. Anakpun akan merasa kehilangan akasih sayang dari orang tuanya.

2. Faktor agama/ideologi dan budaya yang berbeda antar suami dan istri.

Perbedaan agama/ideologi dan kebudayaan antara suami dan istri sering menyebabkan cekcok dalam rumah tangga. Suami dan istri saling mempertahankan agama serta kebudayaannya masing-masing, sehingga tidak ada kesesuaian di antara keduanya, kemudian akhirnya suami dan istri mengambil jalan sendiri-sendiri, sehingga mengakibatkan kebingungan bagi si anak.

3. Sejarah terbentuknya "keluarga".

Yang dimaksud sejarah terbentuknya "keluarga" di sini adalah dasar mereka membentuk perkawinan, apakah mereka kawin atas dasar saling mencintai atau atas paksaan dari orang lain (termasuk orang tuanya). Unsur cinta dalam kehidupan rumah tangga merupakan salah satu syarat yang harus ada sehingga "keluarga" tersebut akan mengalami kebahagiaan yang benar-benar tidak terpaksa (bukan kebahagiaan semu).

4. Faktor campur tangan orang lain dalam "keluarga".

Campur tangan orang lain dalam urusan rumah tangga sering mengakibatkan konflik antara suami istri. Misalnya saja campur tangan orang tua si istri (atau saudara-saudaranya) akan menyinggung perasaan suami8, atau sebaliknya, sehingga antara suami istri sering bertengkar karena masalah sepele.

5. Hubungan suami istri yang tidak wajar ditandai oleh sifat egoisme.

Suami istri yang masih mempertahankan sifat egoismenya, tidak akan mengalami kebahagiaan yang sejati, karena diantara keduanya masih ada gape yang memisahkannya tidak akan terwujud penyesuaian diri. Suatu misal status sosial dari "keluarga" suami lebih tinggi dari pada "keluarga" istri, sehingga suami menganggap bahwa istrinya lebih rendah. dari pada dirinya atau pun sebaliknya. Hal semacam ini akan mempengaruhi pola kehidupan mereka sehari-hari.

6. Ketidak-adanya saling pengertian antara orang tua dengan anaknya dalam soal nilai-nilai hidup.

Nilai-nilai hidup antara anak dengan orang tua memang berbeda, disini perlu pengertian diantara keduanya. Ketidak-adanya pengertian orang tua terhadap nilai-nilai anaknya akan menyebabkan anak tidak menyayangi orang tuanya dan merasa tertekan serta merasa tidak kerasan tinggal di rumah, sehingga akan mencari ketenangan di luar rumah dengan menggabungkan diri dengan anak-anak yang mempunyai nasib yang sama. Dengan teman-temannya itulah mereka membentuk group-group yang tidak terarah sehingga timbullah apa yang dinamakan masalah 'Kenakalan Remaja'.

7. Faktor kesibukan orang tua di luar rumah.

Kesibukan orang tua di luar rumah akan mengurangi perhatian serta kasih sayangnya terhadap anak, karena antara ayah, ibu dan anak jarang sekali bertemu muka sehingga kebutuhan yang bersifat kejiwaan tak akan bisa terpenuhi. Dengan demikian keharmonisan hubungan "keluarga" tidak dapat tercipta dalam "keluarga" tersebut.

8. Sebab-sebab lain baik yang berasal dari dalam (Psikologis "Keluarga") maupun yang berasal dari luar (Sosial, Ekonomi "Keluarga").

Faktor psikologis "keluarga" juga sangat mempengaruhi pola kehidupan dalam "keluarga", yakni kematangan kejiwaan suami istri dalm mengurusi/menyelesaikan problema-problema yang ada dalam kehidupan rumah tangga. Apabila perkawinan mereka dilaksanakan pada waktu mereka belum dewasa, maka perkawinan mereka akan berantakan karena mereka belum mampu untuk mengatasi problem-problem yang terjadi dalam "keluarga".
Faktor sosial ekonomi mempengarbuhi keharmonisan dalam kehidupan rumah tangga, dan akan mengakibatkan keretakan dalam "keluarga". Misalnya saja "keluarga" yang sosial ekonominya lemah, karena tidak mencukupi kebutuhan hidupnya, sang istri terjun sebagai pelacur atau suami jadi seorang pencuri. Dengan demikian anak-anaknya akan mendapat pendidikanyang rusak pula. Atau sebaliknya, "keluarga" yang kehidupan sosial ekonominya terlalu mewah, sehingga "keluarga" tersebut sudah tidak memperhatikan kebutuhan yang bersifat psikologis, karena mereka telah berpandangan bahwa nilai material lebih tinggi dari pada manusia. KAlau sudah begitu tidak akan lagi tercipta suasana kemesraan serta keharmonisan dalam kehidupan "keluarga" tersebut.


AKIBAT KERETAKAN HUBUNGAN "KELUARGA".

Adapun keretakan hubungan dalam "keluarga" itu ada yang dapat dinetralisir sehingga tidak sampai mengakibatkan hal-hal negatif yang tidak diinginkan, misalnya saa suami istri mengambil jalan sendiri-sendiri dan bercerai. Namun tidak jarang pula "keluarga" yang tidak bisa mempertahankan keutuhan kehidupan rumah tangganya sehingga mereka mengambil jalan untuk berpisah atau bercerai. Perceraian itupun tidak akan berhenti sampai disitu saja, akan tetapi masih ada akibat-akibat selanjutnya, yaitu antara lain:

1. Memberi pengaruh yang tidak baik bagi anak yang masih dalam taraf pertumbuhan, karena si anak kehilangan kasih sayang dari orang tua.

2. Dapat mengganggu proses pembentuka anak, misalnya anak menjadi penakut, minder, jahat dan sebagainya.

3. Merupakan pengalaman yang sangat pahit bagi pihak suami maupun istri, karena mengalami kegagalan dalam membentuk kehidupan rumah tangga.


PEMECAHAN MASALAH.

Dalam masalah ini masyarakat juga sudah ikut berpartisipasi dalam menyelesaikan masalah-masalah dalam kehidupan perkawinan (rumah tangga), yakni dengan jalan mendirikan Badan-badan Sosial yang bertujuan untuk memelihara dan meningkatkan kesejahteraan "keluarga". Badan-bdan Sosial tersebut antara lain adalah Badan Penasehat Perkawinan dan Penyelesaian Perceraian (BP4), Biro Konsultasi "Keluarga", Biro Konsultasi Perjodohan.

Hal-hal yang dapat diharapkan dari Badan-badan Sosial tersebut demi terwujudnya kesejahteraan dalam kehidupan "keluarga" antara lain adalah:

1. Memberikan nasehat kepada mereka yang akan menjalani hidup perkawinan.

2. Memberikan nasehat kepada mereka yang mengalami kesulitan dalam mengatasi problema hidup perkawinan.

3. Membantu dan menyelesaikan perceraian bagi mereka ("keluarga") yang mempunyai masalah yang sudah parah, dalam arti mengusahakan dan mempertahankan keutuhan rumah tangga apabila masih ada kemungkinan.


Dalam kesempatan ini penulis juga akan memberikan saran yang mungkin dapat bermanfaat demi terwujudnya suatu keadaan sejahtera dalam kehidupan "keluarga" yang telah menjadi cita-cita semua umat manusia. Hendaknya masyarakat (Badan-badan Sosial) lebih meningkatkan usaha-usaha dalam bidang kesejahteraan "keluarga" yang antara lain bertujuan:

1. Memberikan bimbingan mengenai kehidupan "keluarga" yang sejahtera dan harmonis.

2. Mempertinggi taraf hidup bagi "keluarga" baik secara fisik, psikhis maupun sosial.

3. Mendorong terbentuknya perkembangan kepribadian yang lebih matang, kuat dan mantab, sehingga mampu mengatasi masalah-masalah yang terjadi dalam kehidupan "keluarga".

4. Mendorong perkembangan fungsi sosial, memuaskan dalam menjalankan fungsi serta peranan sebagai anggota "keluarga".

Senin, 16 Mei 2011

"KESUSAHAN SEBAGAI UJIAN"

Saat itu tanggal 16 April 2011, ada pemberitahuan dari Ade' saya di Batu Ampar, bahwa saya akan mendapat "kesusahan".


Astaghfirullah....., pemberitahuan Ade' saya ini benar-benar membuat diri saya ketakutan luar biasa. "Kesusahan" apa gerangan yang akan menimpa diri saya. Ya Allah... Saya selalu mengucapkan do'a.... Janganlah aku Engkau beri "Ujian" yang kiranya aku tidak mampu untuk menanggungnya..... Ya Allah.... Kuatkanlah imanku, berilah aku kesabaran untuk menanggung "kesusahan" yang akan Engkau berikan kepadaku.

Pada tanggal 03 Mei 2011, adik saya di Blitar menelepon, kalau Bapak saya sakit sekarang dibawa ke dokter dan disarankan untuk opname di Rumah Sakit Saiful Anwar Malang. Atas pertimbangan saudara-saudara saya akhirnya Bapak saya dibawa ke Sidoarjo untuk opname di RSUD Sidoarjo.

Tepat pukul 02.30 WIB tanggal 04 Mei 2011, Bapak saya sampai di UGD RSUD Sidoarjo. Bapak saya diantar kedua adik saya beserta istrinya. Alhamdulillah..... Bapak saya segera ditangani oleh para perawat dan dokter di RSUD Sidoarjo. Kondisi Bapak saya sangat memprihatinkan. Tubuhnya bengkak semua, kondisinya sangat jauh berbeda pada saat saya dan teman-teman saya menjenguk beliau pada tanggal 22 April 2011 yang lalu. Bapak saya sulit bicara... Bapak saya sering mengucap ... Lailahailallah... dan kalimat itu diucap berulang-ulang.... Kadang Bapak saya mengucap dengan lengkap Subhanallah wal hamdulillah walailahailallah huallah hu akbar...

Ya Allah.... Inikah "kesusahan" yang menimpa diri saya? Bapak saya sulit bicara, tidak tahu siapa anaknya satu per satu... Namun Bapak saya selalu mengucapkan kalimat Lailahailallah... berulang-ulang. Ya Allah.... Mudah-mudahan saya dan saudara-saudara saya diberi kesabaran untuk menanggung "ujian" ini.

Bapak saya opname selama 3 hari di RSUD Sidoarjo. Karena dokter sudah mengijinkan untuk pulang. Pembengkakan tubuh beliau sudah sembuh, namun masih harus kontrol dua minggu sekali. Beliau sakit komplikasi (pembengkakan jantung, tekanan darah tinggi dan diabetes melitus). Bapak dirawat di rumah kakak saya sebagai saudara tertua. Mudah-mudahan kakak saya diberi kekuatan dan kesabaran untuk menanggung "kesusahan" ini. Ya Allah.... Berilah kekuatan saya dan saudara-saudara saya serta berilah kesabaran untuk menanggung "ujian" ini.

Terima kasih Ade' atas pemberitahuanmu. Smoga mbakmu ini diberi ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi "ujian" dari Allah ini.... Saya minta do'amu smoga Bapak saya cepat sembuh dan dapat kembali pulih seperti semula. Semoga saudara-saudara saya bisa menjadi kekasih Allah dengan "ujian" ini.