Selasa, 24 Februari 2015

"BINGUNG"

"Bingung" apa yang mau ditulis..... He3 he..... "

Sudah banyak cerita yang dituliskan, sehingga "Bingung" mau cerita apa lagi. Tapi sebenarnya tidak perlu merasa "Bingung", karena banyak obyek di sekitar kita yang bisa kita ceritakan. Cuma kadang "Bingung" mulainya dari mana.

"Bingung" itu sendiri mempunyai beberapa definisi sesuai dengan konteks apa yang sedang kita dibicarakan.  Definisi "Bingung" antara lain:
1. hilang akal
2. tidak tahu arah
3. gugup tidak karuan
4. tidak mengerti
5. kurang jelas
6. dan sebagainya silahkan Anda tambahkan sendiri kalau masih ada definisi   selain definisi di atas.

Kita pasti pernah merasakan "Bingung" resah dan gelisah. "Bingung" memilih jalan hidup, "Bingung" memilih pasangan hidup, "Bingung" usaha, "Bingung" cari kerja, "Bingung" cari pinjaman utang, bahkan tidak sedikit dari kita pernah merasakan lagi "Bingung" mau ngapain.

Dalam kondisi dimana seseorang sedang
"Bingung" resah dan atau gelisah, sedih, berduka, iri, dengki,  sakit hati, patah hati, senang, gembira, dan berbagai perasaan hati yang lain, baik yang positif maupun negatif pada dasarnya disebabkan lebih karena kondisi atau perasaan hati serta jiwa seseorang. dan akibatnya akan kita jumpai banyak orang yang stress, gila, strok, serangan jantung disebabkan oleh hal-hal yang demikian baik secara langsung maupun tidak langsung. 

Para Ahli Kejiwaan (psikolog dan atau psikiater) seringkali menyimpulkan bahwa beban hidup yang berat dan kondisi lingkungan yang tidak mendukung seringkali menjadi alasan di balik semua itu.  Serupa tapi tak sama Al-Qur'an menjelaskan tentang bagaimana mengatasi hal tersebut melalui pendekatan yang lebih mendalam dan lebih berorientasi pada pencegahan dan sekaligus pengobatan. 

Firman Allah Swt :  
أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ (٢٨

"Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram." (QS Ar Ra'd:28)
Dzikr (mengingat Allah) seringkali dikonotasikan dengan kegiatan mengamalkan wirid dan atau mengucapkan kata-kata pujian, duduk berjam-jam dalam kamar atau berdiam di dalam masjid atau tempat sepi lalu wirid ini dan itu, mulut komat kamit memutar tasbih sembari menghitung jumlah bilangan tertentu.
 

Mungkin ada diantara saudaraku umat islam yang pernah menjalankan Dzikr untuk mencari ketentraman lahir dan batin, Entah itu dilalui dengan sukses, gagal atau bahkan tak berbekas sama sekali. Bagi mereka yang merasakan manfaat dzikr, insya allah mereka akan tetap istiqomah menjalankan amal ibadah tersebut. namun bagi mereka yang gagal dan tetap pada posisi selalu merasa "Bingung" resah dan gelisah, bukan tidak mungkin mereka akan terjerumus kedalam jurang yang lebih dalam.
Dalam kondisi/keadaan yang seperti ini, bukanlah dzikr atau amalan ibadah mereka tidak diterima dan atau tidak berhasil akan tetapi penerapan dan tata cara serta pengamalan dzikr yang kurang lengkap bisa jadi membuat mereka tetap dalam keadaan "Bingung" resah dan gelisah.


Lantas bagaimana perwujudan dan atau pelaksanaan dari mengingat Allah dalam Al-Qur'an ...? 
Bentuk Amalan Dizkr dalam Al-Qur'an yang Pertama seperti dijelaskan dalam surah Thaahaa ayat 14 :



إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لا إِلَهَ إِلا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلاةَ لِذِكْرِي (١٤

"Sesungguhnya aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, Maka sembahlah aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat aku"(QS Thaahaa:14)

Bentuk perwujudan dari Amal Ibadah dalam rangka Dzikr (mengingat Allah) adalah Shalat , baik itu shalat 5 waktu maupun shalat sunnah. sesibuk apapun pekerjaan yang kita dapatkan dan atau sebesar apapun masalah yang dihadapi seseorang selagi masih senantiasa melaksanakan shalat Insya'Allah tidak akan mengalami ke"Bingung"an, resah maupun gelisah.
  
Sumber:
1. https://id.answers.yahoo.com/question/index?qid...
2. membaca-alquran.blogspot.com/.../bingung-resah-dan...
4. www.sutopo.com330 × 330Search by image bingng