Sabtu, 28 Maret 2015

"SAMBAL KHAS MAKASAR"

"Setiap daerah pasti memiliki makanan "khas" yang berbeda dengan daerah lain".



Saya sangat suka menyantap makanan dilengkapi dengan "sambal", namun yang tidak terlalu pedas. Khusus untuk "sambal" ini, saya sangat menyukai "sambal khas" dari "Makasar".

Saya masih ingat sewaktu saya masih SMP, kelas berapa saya lupa. Waktu itu, teman kakak saya (Mbak Lies Muktim) yang berasal dari "Makasar" sering menginap di rumah. Pada saat mau makan sarapan pagi, Mbak Lies ini menyiapkan "sambal" kecap. Setelah "sambal" itu jadi, katanya ini "sambal khas" orang "Makasar". Tanpa sepengetahuan Mbak Lies, Saya mengamati bagaimana Mbak Lies membuat "sambal" tadi, ternyata sangat sederhana dan sangat mudah membuatnya.

Pertama-tama dia menyiapkan mangkuk. Kemudian mencuci bahan-bahan yang terdiri dari: Bawang Merah, Bawang Putih, Tomat yang masih keras bisa yang masih hijau, Belimbing Wuluh atau kalau tidak ada bisa diganti dengan air perasan jeruk nipis (kata Mbak Lies) dan Cabe yang masih hijau dan yang sudah merah.


Setelah semua bahan dicuci, kemudian semua bahan diiris-iris tipis, dimasukkan dalam mangkuk yang telah disiapkan. Baru setelah itu diberi garam. Selanjutnya semua bahan yang sudah diiris di mangkuk tadi dituangi kecap manis. Sudah jadi dan siap disantap deh......

"Sambal Makasar" ini menjadi kesukaan saya sejak saat itu sampai sekarang. "Sambal Makasar" rasanya segar dan nikmat. Sangat cocok dihidangkan dengan ikan goreng atau bakar, bahkan makan dengan lauk tempe, tahu, ayam goreng, telur dadar atau telur mata sapi pun bisa dilengkapi dengan "Sambal Makasar" ini. Rasanya kurang lengkap kalau makan tanpa ada "Sambal Makasar".

Selamat mencoba.......

"MANFAAT / KHASIAT BUAH MARKISA"

"Pada saat saya bertugas di Kecamatan Tarik Kabupaten Sidoarjo, saya mengunjungi Desa Sebani. Salah satu hal yang menarik perhatian saya adalah tanaman "Buah Markisa" yang mayoritas penduduknya menanam "buah" ini di pintu masuk halaman rumahnya".
  

Informasi dari Kepala Desa Sebani, tanaman "markisa" ini salah satu tanaman yang dibudi-dayakan di desa ini dalam rangka meningkatkan ekonomi warga Desa Sebani. Selain itu juga sebagai penghijauan dalam rangka melestarikan lingkungan hidup di desa ini. Melihat begitu antusiasnya warga desa menanam "buah markisa" ini, saya jadi ingin menulis "manfaat" atau "khasiat" dari "buah" yang biasa di"manfaat"kan oleh masyarakat sebagai bahan dasar untuk membuat sirup.
 
"Buah" yang berbentuk bulat dan mempunyai biji berselaput kuning ini mempunyai rasa yang khas dan berbeda.  Aroma "markisa" sangatlah enak dan segar. Pantas saja jika "buah" ini digunakan sebagai bahan utama pembuatan sirup. "Buah" yang berasal dari daerah sub tropis di Amerika ini mempunyai beragam "manfaat". Berbagai "manfaat buah markisa" untuk tubuh dapat di"manfaat"kan sebagai obat beberapa penyakit berbahaya dan kecantikan kulit.

"Khasiat" dari "buah markisa" untuk kesehatan tubuh, diantaranya sebagai berikut:
  1. Mengobati asma. Kandungan zat blok histamin pada "buah markisa" ini mampu mengobati penyakit asma, sehingga Anda tidak perlu bingung mencari obat asma.
  2. Menjaga sistem kekebalan tubuh. "Buah markisa" kaya akan vitamin C dan anti oksidan, kedua kandungan ini mampu menangkal serangan radikal bebas dan virus.  
  3. Mencegah peradangan. Kandungan anti oksidan dan Vitamin C yang tinggi pada "Buah markisa" juga ber"manfaat" untuk mencegah peradangan, misalnya peradangan tenggorokan. 
  4. Meringankan rasa nyeri pada persendian. "Buah markisa" mengandung kalsium dan fosfor, sehingga sangat ber"manfaat" untuk meringankan rasa nyeri pada daerah persendian.
  5. Mengobati kanker. "Buah markisa" juga berfungsi sebagai sumber anti oksidan alami yang berfungsi sebagai pencegah penyakit berbahaya seperti kanker. Selain itu, "manfaat buah markisa" juga mampu melindungi membrane mukosa dalam usus besar yang dapat mencegah terjadinya penyakit kanker usus besar.
  6. Meningkatkan kesehatan mata. Kandungan betakaroten di dalam "buah markisa" dapat ber"manfaat" untuk menjaga kesehatan mata dan meningkatkan ketajaman penglihatan. 
  7. Mencegah dehidrasi. "Buah markisa" kaya akan mineral, sehingga sangat ber"manfaat" untuk anda yang jarang minum dan mencegah terkena dehidrasi.
  8. Dapat memperkuat tulang dan gigi. Kandungan betakaroten yang tinggi pada "buah markisa" berfungsi untuk memperkuat perkembangan tulang dan gigi, bukan hanya itu, tetapi mempunyai fungsi lainnya seperti memperbaiki jaringan dalam tubuh, mengurangi resio penyakit artritis, penyakit crhon, penyakit Parkinson dan juga mencegah depresi.
  9. Mencegah kecacatan pada bayi. Kandungan asam folat pada "buah markisa" sangat baik jika dikonsumsi oleh ibu hamil, sebab kandungan tersebut baik untuk mengurangi resiko cacat otak. Selain itu kandungan asam folat "buah markisa" juga dapat mencegah kolesterol dan juga meningkatkan sirkulasi darah dalam tubuh.
  10. Melancarkan metabolisme tubuh. "Buah markisa" dapat memperlancar metabolisme pada usus besar. Dan juga mengobati masalah sembelit. Selain itu, "buah markisa" juga mampu mengobati penyakit hyperacidy, lambung, dan juga ulkus duodenum.
  11. Mengandung Kalium yang sangat tinggi. "Buah markisa" sangat kaya akan kalium .Dalam 100 g "buah markisa" mengandung sekitar 348 mg kalium. Kalium merupakan komponen yang sangat penting  untuk membantu mengatur detak jantung dan kestabilan tekanan darah. 
  12. Menjaga kesehatan Pencernakan. "Buah markisa" ber"manfaat" untuk mengatasi berbagai macam masalah pencernakan seperti sembelit. "buah" ini juga merupakan obat yang sangat baik untuk pengobatan hyperacidity, lambung dan ulkus duodenum.  
  13. Mencegah anemia. "Buah markisa" merupakan salah satu makanan yang mengandung zat besi cukup tinggi. Dalam 1 cangkir "buah markisa" mengandung sekitar 4 mg zat besi. Kandungan zat besi pada "buah markisa"  dapat ber"manfaat" untuk mencegah anemia, karena kandungan zat besi dapat membantu pembentukan sel darah merah dalam tubuh.
  14. Membantu menstabilkan berat badan. "Buah markisa" dapat membantu dalam menurunkan berat badan karena mengandung  rendah kalori, sodium dan lemak. Walaupun rendah kalori dan juga lemak "Buah markisa" juga kaya akan karbohidrat dan gula alami yang dapat secara cepat meningkatkan stamina anda setelah lelah beraktifitas.
  15. Menurunkan kolesterol dalam gula darah. "Buah markisa" juga mengandung serat yang tinggi. Sebab setiap 100 gram "markirsa" mengandung 10,4 gram atau 27 % serat yang sangat ber"manfaat" dalam diet dan juga membantu Anda dalam menurunkan kolesterol dalam gula darah.
  16. Mengatasi insomnia atau susah tidur. Bagi Anda yang sering mengalami insomnia atau susah tidur, tidak ada salahnya apabila Anda secara rutin mengkonsumsi "buah markisa" pada malam hari. Hal ini dikarenakan "buah markisa" mempunyai efek ngantuk bagi yang mengkonsumsinya, maka "buah markisa" sangat ber"manfaat" dikonsumsi bagi penderita insomnia.     
  17. Mengandung folat. "Buah markisa" diketahui merupakan salah satu dari makanan yang mengandung asam folat cukup baik, asam folat berfungsi untuk menjaga kesehatan mental dan otak. Selain itu, asam folat juga dapat menurunkan kadar kolesterol dan meningkatkan sirkulasi.
Banyak sekali "manfaat" yang akan dapatkan dari "buah markisa" ini, selain berfungsi untuk kesehatan tubuh, "buah markisa" juga digunakan untuk merawat kecantikan tubuh. "Buah markisa" sangat cocok untuk anti aging alami

Adapun "Manfaat buah markisa" untuk mencegah kerutan pada wajah Anda. Berikut ini langkah-langkah pembuatan masker "markisa" sebagai berikut:
  • Siapkan satu "buah markisa" yang telah masak lalu potong menjadi dua dan ambil bijinya
  • Pisahkan antara biji dan air, serta lapisan lender dari sari "buah"nya
  • Lalu haluskan biji "markisa"
  • Setelah halus tambahkan sedikit air, aduk hingga rata
  • Lalu oleskan secara merata pada wajah Anda, tunggu 15-20 menit
  • Bilas dengan air lalu terakhir usapkan es batu yang telah dibungkus oleh handuk

  • Bersihkan dengan handuk yang kering.
"Buah markisa" ini mempunyai banyak kandungan yang baik bagi kesehatan tubuh dan kecantikan kulit Anda. sebab hampir 50% nutrisi vitamin C telah terpenuhi jika Anda mengkonsumsi "buah markisa" ini. "Manfaat buah markisa" yang beragam membuat masyarakat Indonesia banyak mengkombinasikan berbagai makanan yang dicampur dengan ekstrak "buah markisa" ini.

Demikian tadi beberapa "khasiat buah markisa" untuk kesehatan, baca juga artikel terkait mengenai Tips Menghaluskan Wajah dan  Tips Mencerahkan Wajah secara alami. 
 
Semoga tulisan saya ini ber"manfaat" bagi Anda semua........

Sumber:
1. www.manfaatdaun.com › Kesehatan › Manfaat Buah
2. khasiatmanfaatsehat.blogspot.com › manfaat buah
3. manfaat.co › Manfaat Buah-Buahan
4. manfaat.co › Manfaat Buah-Buahan
5. laely.facebook/Buah-Markisah..... (17032015)
6. disehat.com/manfaat-buah-markisa-bagi-kesehatan-tu..
8. laely.facebook/Full Team..... (17032015) — 

Kamis, 26 Maret 2015

"CARA MEMBUAT PASPOR SECARA ONLINE"

"Selain "membuat paspor" secara langsung di kantor imigrasi setempat di wilayah kabupaten kota, ada satu cara lagi untuk "membuat paspor" yakni "membuat paspor" melalui internet atau "membuat paspor secara online".


Tulisan ini saya buat berdasarkan pengalaman saya sewaktu mengurus "paspor" pada bulan Maret 2015. Ada perubahan mengenai proses pembayaran. Sejak November 2013, pembayaran untuk pengajuan "paspor secara online" dilakukan melalui Bank BNI.

Berdasarkan informasi dari salah satu artikel Mas Maxmanroe, "cara membuat paspor secara online" memang hampir sama dengan "cara membuat paspor" di kantor imigrasi. Hanya saja hal ini mungkin lebih mudah bagi Anda karena tidak perlu antri dan harus melewati hadangan para calo di kantor imigrasi yang tentunya memiliki tarif 2x hingga 3x lipat  dari harga normal.

Sebelum Anda mendaftar "secara online", ada beberapa berkas yang harus disiapkan, yaitu: 1. Scan e-ktp (file jpeg warna grayscale) 2. Scan kartu keluarga (file jpeg warna grayscale) 3. Scan ijazah / akta kelahiran / surat nikah (file jpeg warna grayscale) 4. File di atas tidak boleh berwarna
Setelah berkas file tersebut sudah siap, silahkan nyalakan komputer atau laptop anda kemudian masukkan modem atau bagi yang memiliki fasilitas Wifi bisa menggunakan Wifi dan langsung melakukan step by step "Cara Membuat Paspor  Secara Online"  di bawah ini :
1. Silahkan buka situs www.imigrasi.go.id. Pada bagian menu, pilih Layanan Publik kemudian Layanan Online kemudian Layanan Paspor Online.
2. Setelah terbuka halaman baru, pilih Pra Permohonan Personal.

3. Setelah terbuka halaman formulir, pilih "Paspor" Biasa pada tab Jenis "Paspor" kemudian pilih 48H perorangan (jika "paspor" anda hanya untuk berkunjung atau rekreasi) dan pilih 24H perorangan (jika anda akan menjadi TKI)

4. Kemudian isi form yang ada di bagian kanan sesuai dengan data pada E-KTP anda.

Cara Membuat Paspor Baru Secara Online Tahun 2014

5. Setelah mengisi form tersebut, klik Lanjut
6. Di halaman selanjutnya, Anda disuruh untuk mengupload berkas yang sudah Anda siapkan tadi. Silahkan upload data-data tersebut, jika memang diperlukan data pendukung atau surat pengantar dari desa dll. Anda juga menguploadnya juga. (File dalam bentuk gambar jpeg dengan warna grayscale)
7. Setelah mengupload, klik Lanjut
8. Setelah itu Anda akan disuruh untuk memilih lokasi kantor imigrasi tempat Anda akan "membuat paspor". Pilihlah kantor imigrasi yang terdekat dengan alamat domisili Anda. Kantor ini tidak harus sesuai dengan alamat pada E-KTP Anda.

9. Setelah itu klik Lanjut
10. Pada saat muncul tab verifikasi, ketikkan angka dan huruf pada kode verifikasi tersebut. Kemudian klik OK

11. Setelah itu akan muncul halaman Bukti Permohonan. Anda harus mencetak bukti permohonan tersebut untuk dibawa saat melakukan wawancara di kantor imigrasi yang Anda pilih tadi.
 
12. Setelah Anda mencetak bukti permohonan, Anda bisa melakukan pembayaran ke Bank BNI. Pada saat saya mengurus "paspor", yaitu tanggal 25 Maret 2015, biaya "pembuatan paspor" sebesar Rp355.000,00 (Tiga Ratus Lima Puluh Lima Ribu Rupiah) 

Cara Membuat Paspor Baru Secara Online Tahun 2014

13. Setelah bukti verifikasi tersebut sudah dicetak, Anda bisa datang ke kantor imigrasi sesuai dengan tanggal yang tercantum dalam Bukti Permohonan untuk Wawancara dan juga Foto. Jangan lupa membawa bukti pembayaran biaya "pembuatan paspor" dari Bank BNI.
14. Pada waktu wawancara, Anda hanya melakukan proses pencocokkan data yang telah Anda submit "secara online" dengan berkas-berkas Anda yang asli.
15. Setelah wawancara selesai, Anda akan langsung melakukan proses foto untuk paspor Anda dan sekaligus  sidik sepuluh jari tangan Anda di Counter itu juga. Biasanya "paspor" akan selesai setelah 3 atau 4 hari kerja.
16. Pada tanggal dan hari yang ditentukan untuk mengambil "paspor", silahkan Anda kembali ke kantor imigrasi tempat Anda mendaftar untuk mengambil "paspor" Anda. "Paspor" Anda boleh diambil oleh orang lain tanpa menggunakan Surat Kuasa asal yang mengambil adalah orang yang tercantum dalam satu Kartu Keluarga (KK) dengan Anda.
Berdasarkan cara tersebut, sebenarnya "Cara Membuat Paspor" Baru "Secara Online" memang tidak jauh berbeda dengan "secara" langsung membuat di kantor imigrasi. Namun hal ini tentunya mempersingkat waktu kita agar tidak bolak balik ke kantor imigrasi.

Tips Ketika Proses Wawancara Saat "Pembuatan Paspor"

Berikut adalah tips ketika melakukan proses wawancara di kantor imigrasi agar proses "pembuatan paspor" tidak ada masalah yang krusial :
1. Siapkan berkas asli Anda sesuai dengan yang Anda upload di pendaftaran "secara online". Copykan berkas tersebut sebanyak satu kali.

2. Saat datang untuk wawancara, hendaknya Anda sampai disana lebih pagi. Karena Anda harus ngantri terlebih dahulu. Agar tidak dapat nomor buncit, tentunya Anda harus datang lebih awal. Namun tidak perlu khawatir, Anda akan mendapat nomor antrian yang berbeda dari pemohon biasa (yang tidak menggunakan "Online").

3. Karena ada sesi foto untuk "paspor", usahakan Anda datang ke kantor imigrasi dengan pakaian yang rapi dan sopan. 
 
Pengurusan "Paspor secara Online" ini lebih sederhana dan prosesnya juga lebih cepat dari pada mengurus "Paspor secara" manual. Berikut ini pengalaman saya mengurus "Paspor secara Online"
 
1. Pada tanggal 24 Maret 2015 (malam), anak saya menginput data-data saya "secara Online"
 
2. Pada tanggal 25 Maret 2015, anak saya melakukan pembayaran di Bank BNI. 
 
3. Pada tanggal 26 Maret 2015, saya diantar anak saya ke Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Surabaya untuk menyerahkan berkas, wawancara dan proses foto untuk "Paspor". Antri untuk pengambilan Nomor antrian pukul 07.30 WIB s.d. 07.45 WIB. Pukul 08.00 WIB dipanggil untuk wawancara, pencocokkan berkas dan proses foto. Pukul 08.30 WIB sudah bisa meninggalkan Kantor Imigrasi.
 
4. Informasi dari Petugas, "Paspor" sudah bisa diambil hari Rabu (1 April 2015) atau hari Kamis (2 April 2015).  

Itulah tadi pengalaman saya mengenai bagaimana "Cara Membuat Paspor Secara Online". Semoga bermanfaat.
 
Sumber:
1. www.imamboll.com › Cara › Paspor
2. www.maxmanroe.com › Tips & Tricks
3. Pengalaman Pribadi Mengurus Paspor di Kanim Kelas I Khusus Surabaya...

Minggu, 22 Maret 2015

"BAGAIMANA DOSA DOSA ORANG YANG BERTAUBAT"

"Setiap hamba pasti pernah terjerumus dalam "dosa" bahkan juga "dosa" besar".



Mungkin saja seseorang sudah terjerumus dalam kelamnya zina, membunuh orang lain tanpa jalan yang benar, pernah menegak arak (khomr), atau seringnya meninggalkan shalat lima waktu padahal meninggalkan satu shalat saja termasuk "dosa" besar berdasarkan kesepakatan para ulama. Inilah "dosa" besar yang mungkin saja di antara kita pernah terjerumus di dalamnya. Lalu masihkah terbuka pintu taubat? Tentu saja pintu "taubat" masih terbuka, ampunan Allah begitu luas.

Setiap anak adam (manusia) berbuat kesalahan, dan sebaik-baiknya orang yang bersalah adalah yang ber"taubat". [HR At Tirmidzi, no.2499 dan dihasankan Al Albani dalam Shahih Al Jami’ Ash Shaghir, no. 4391]

Rasulullah SAW mengingatkan: Setiap bani  Adam berbuat salah dan sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah orang-orang yang ber"taubat" (HR. Imam al-Tirmidzi, Imam Ibn Majah dan Imam Ahmad). 

Jika salahnya berhubungan dengan Allah SWT, ya mintalah ampunan pada-Nya. Dan kalau kelirunya berkaitan dengan manusia, ya mintalah ampunan pada manusia dan Allah SWT juga. Dengan per"taubat"an ini, insya Allah kita akan terlahir kembali sebagai orang yang bersih dari noda-noda hitam laksana jabang bayi yang baru dilahirkan dari rahim ibunya (ka yaum waladathu ummuhu).   

Sebuah hadits yang patut jadi renungan, Anas bin Malik menceritakan bahwa Rasulullah SAW. bersabda, Allah Ta’ala berfirman,

قَالَ اللَّهُ يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ مَا دَعَوْتَنِى وَرَجَوْتَنِى غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَا كَانَ فِيكَ وَلاَ أُبَالِى يَا ابْنَ آدَمَ لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوبُكَ عَنَانَ السَّمَاءِ ثُمَّ اسْتَغْفَرْتَنِى غَفَرْتُ لَكَ وَلاَ أُبَالِى يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِى بِقُرَابِ الأَرْضِ خَطَايَا ثُمَّ لَقِيتَنِى لاَ تُشْرِكُ بِى شَيْئًا لأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً

”Wahai anak Adam, sesungguhnya jika engkau menyeru dan mengharap pada-Ku, maka pasti Aku ampuni "dosa"-"dosa"mu tanpa Aku pedulikan. Wahai anak Adam, seandainya "dosa"mu membumbung tinggi hingga ke langit, tentu akan Aku ampuni, tanpa Aku pedulikan. Wahai anak Adam, seandainya engkau mendatangi-Ku dengan "dosa" sepenuh bumi dalam keadaan tidak berbuat syirik sedikit pun pada-Ku, tentu Aku akan mendatangi-Mu dengan ampunan sepenuh bumi pula.” (HR. Tirmidzi no. 3540. Abu Isa mengatakan bahwa hadits ini ghorib. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)


Jika Bertaubat, Setiap "dosa" Akan Diampuni

Hadits di atas menunjukkan bahwa Allah benar-benar Maha Pengampun. Setiap "dosa" –baik "dosa" kecil, "dosa" besar, "dosa" syirik bahkan "dosa" kekufuran- bisa diampuni selama seseorang ber"taubat" sebelum datangnya kematian walaupun"dosa"  itu sepenuh bumi. Hal ini dikuatkan pula pada ayat dalam Al Qur’an, Allah Ta’ala berfirman,

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni "dosa"-"dosa" semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az Zumar: 53).

Ibnu Katsir mengatakan, ”Ayat yang mulia ini berisi seruan kepada setiap orang yang berbuat maksiat baik kekafiran dan lainnya untuk segera ber"taubat" kepada Allah. Ayat ini mengabarkan bahwa Allah akan mengampuni seluruh "dosa" bagi siapa yang ingin ber"taubat" dari "dosa"-"dosa" tersebut, walaupun "dosa" tersebut amat banyak, bagai buih di lautan. ”[1]

Ayat ini menunjukkan bahwa Allah akan mengampuni setiap "dosa" walaupun itu "dosa" kekufuran, kesyirikan, dan "dosa" besar (seperti zina, membunuh dan minum minuman keras). Sebagaimana Ibnu Katsir mengatakan, ”Berbagai hadits menunjukkan bahwa Allah mengampuni setiap "dosa" (termasuk pula kesyirikan) jika seseorang ber"taubat". Janganlah seseorang berputus asa dari rahmat Allah walaupun begitu banyak "dosa" yang ia lakukan karena pintu taubat dan rahmat Allah begitu luas.”[2]

Seseorang Yang Melakukan "Dosa" Berulang Kali

Mengenai hal ini, cobalah kita renungkan dalam hadits berikut. Dari Abu Huroiroh, Rasulullah SAW. bersabda yang diceritakan dari Rabbnya ‘azza wa jalla,

أَذْنَبَ عَبْدٌ ذَنْبًا فَقَالَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى ذَنْبِى. فَقَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى أَذْنَبَ عَبْدِى ذَنْبًا فَعَلِمَ أَنَّ لَهُ رَبًّا يَغْفِرُ الذَّنْبَ وَيَأْخُذُ بِالذَّنْبِ. ثُمَّ عَادَ فَأَذْنَبَ فَقَالَ أَىْ رَبِّ اغْفِرْ لِى ذَنْبِى. فَقَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى عَبْدِى أَذْنَبَ ذَنْبًا فَعَلِمَ أَنَّ لَهُ رَبًّا يَغْفِرُ الذَّنْبَ وَيَأْخُذُ بِالذَّنْبِ. ثُمَّ عَادَ فَأَذْنَبَ فَقَالَ أَىْ رَبِّ اغْفِرْ لِى ذَنْبِى. فَقَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى أَذْنَبَ عَبْدِى ذَنْبًا فَعَلِمَ أَنَّ لَهُ رَبًّا يَغْفِرُ الذَّنْبَ وَيَأْخُذُ بِالذَّنْبِ وَاعْمَلْ مَا شِئْتَ فَقَدْ غَفَرْتُ لَكَ


“Ada seorang hamba yang berbuat "dosa" lalu dia mengatakan ‘Allahummagfirliy dzanbiy’ [Ya Allah, ampunilah "dosa"ku]. Lalu Allah berfirman, ‘Hamba-Ku telah berbuat "dosa", lalu dia mengetahui bahwa dia memiliki Rabb yang mengampuni "dosa" dan menghukumi setiap perbuatan "dosa"’. (Maka Allah mengampuni "dosa"nya), kemudian hamba tersebut mengulangi lagi berbuat "dosa", lalu dia mengatakan, ‘Ay robbi agfirli dzanbiy’ [Wahai Rabb, ampunilah "dosa"ku]. Lalu Allah berfirman, ‘Hamba-Ku telah berbuat "dosa", lalu dia mengetahui bahwa dia memiliki Rabb yang mengampuni "dosa" dan menghukumi setiap perbuatan "dosa"’. (Maka Allah mengampuni "dosa"nya), kemudian hamba tersebut mengulangi lagi berbuat "dosa", lalu dia mengatakan, ‘Ay robbi agfirli dzanbiy’ [Wahai Rabb, ampunilah "dosa"ku]. Lalu Allah berfirman, ‘Hamba-Ku telah berbuat "dosa", lalu dia mengetahui bahwa dia memiliki Rabb yang mengampuni dosa dan menghukumi setiap perbuatan "dosa". Beramallah sesukamu, sungguh engkau telah diampuni.”( HR. Muslim no. 2758). An Nawawi dalam Syarh Muslim mengatakan bahwa yang dimaksudkan dengan ‘beramallah sesukamu’ adalah selama engkau berbuat "dosa" lalu bertaubat, maka Allah akan mengampunimu.

An Nawawi mengatakan, ”Seandainya seseorang berulang kali melakukan "dosa" hingga 100 kali, 1000 kali atau lebih, lalu ia ber"taubat" setiap kali berbuat "dosa", maka pasti Allah akan menerima "taubat"nya setiap kali ia bertaubat, "dosa"-"dosa"nya pun akan gugur. Seandainya ia ber"taubat" dengan sekali "taubat" saja setelah ia melakukan semua "dosa" tadi, taubatnya pun sah.”[3]

Ya Rabb, begitu luas sekali rahmat dan ampunan-Mu terhadap hamba yang hina ini …

Ber"taubat"lah yang Tulus

Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا

“Hai orang-orang yang beriman, ber"taubat"lah kepada Allah dengan "taubat"an nasuhaa ("taubat" yang semurni-murninya).” (QS. At Tahrim: 8)

Dijelaskan oleh Ibnu Katsir rahimahullah bahwa makna "taubat" yang tulus (taubatan nashuhah) sebagaimana kata para ulama adalah,

“Menghindari "dosa" untuk saat ini. Menyesali "dosa" yang telah lalu. Bertekad tidak melakukannya lagi di masa akan datang. Lalu jika "dosa" tersebut berkaitan dengan hak sesama manusia, maka ia harus menyelesaikannya/ mengembalikannya.”[4]

Penuhilah Syarat Diterimanya "Taubat"

Berdasarkan penjelasan Ibnu Katsir di atas, syarat "taubat" yang mesti dipenuhi oleh seseorang yang ingin ber"taubat" dapat dirinci secara lebih lengkap sebagai berikut.

1. Taubat dilakukan dengan ikhlas, bukan karena makhluk atau untuk tujuan duniawi.


2. Menyesali "dosa" yang telah dilakukan dahulu sehingga ia pun tidak ingin mengulanginya kembali. Sebagaimana dikatakan oleh Malik bin Dinar, “Menangisi "dosa"-"dosa" itu akan menghapuskan "dosa"-"dosa" sebagaimana angin mengeringkan daun yang basah.”[5] ‘Umar, ‘Ali dan Ibnu Mas’ud mengatakan bahwa "taubat" adalah dengan menyesal.[6]

3. Tidak terus menerus dalam berbuat "dosa" saat ini. Maksudnya, apabila ia melakukan keharaman, maka ia segera tinggalkan dan apabila ia meninggalkan suatu yang wajib, maka ia kembali menunaikannya. Dan jika berkaitan dengan hak manusia, maka ia segera menunaikannya atau meminta maaf.

4. Bertekad untuk tidak mengulangi "dosa" tersebut di masa akan datang karena jika seseorang masih bertekad untuk mengulanginya maka itu pertanda bahwa ia tidak benci pada maksiat. Hal ini sebagaimana tafsiran sebagian ulama yang menafsirkan "taubat" adalah bertekad untuk tidak mengulanginya lagi.[7]

5. "Taubat" dilakukan pada waktu diterimanya "taubat" yaitu sebelum datang ajal atau sebelum matahari terbit dari arah barat. Jika dilakukan setelah itu, maka "taubat" tersebut tidak lagi diterima.[8]

Bacalah Do’a Ampunan Versi Abu Bakr

Do’a yang bisa diamalkan adalah do’a meminta ampunan yang diajarkan oleh Nabi SAW. pada Abu Bakr Ash Shiddiq ra.

Dari Abu Bakr Ash Shiddiq, beliau berkata kepada Rasulullah SAW.,

عَلِّمْنِى دُعَاءً أَدْعُو بِهِ فِى صَلاَتِى . قَالَ « قُلِ :اللَّهُمَّ إِنِّى ظَلَمْتُ نَفْسِى ظُلْمًا كَثِيرًا وَلاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ ، فَاغْفِرْ لِى مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ ، وَارْحَمْنِى إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ »

“Ajarkanlah aku suatu do’a yang bisa aku panjatkan saat shalat!” Maka Beliau pun berkata, “Bacalah: ‘ALLAHUMMA INNII ZHOLAMTU NAFSII ZHULMAN KATSIIRAN WA LAA YAGHFIRUDZ DZUNUUBA ILLAA ANTA FAGHFIRLII MAGHFIRATAN MIN ‘INDIKA WARHAMNII INNAKA ANTAL GHAFUURUR RAHIIM (Ya Allah, sungguh aku telah menzhalimi diriku sendiri dengan kezhaliman yang banyak, sedangkan tidak ada yang dapat mengampuni "dosa"-"dosa" kecuali Engkau. Maka itu ampunilah aku dengan suatu pengampunan dari sisi-Mu, dan rahmatilah aku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang) ‘.” (HR. Bukhari no. 834 dan Muslim no. 2705)

Lakukan Shalat "Taubat"

Shalat "taubat" adalah shalat yang dianjurkan berdasarkan kesepakatan empat madzhab[9]. Hal ini berdasarkan hadits,

« مَا مِنْ عَبْدٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا فَيُحْسِنُ الطُّهُورَ ثُمَّ يَقُومُ فَيُصَلِّى رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللَّهَ إِلاَّ غَفَرَ اللَّهُ لَهُ ». ثُمَّ قَرَأَ هَذِهِ الآيَةَ (وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ) إِلَى آخِرِ الآيَةِ

“Tidaklah seorang hamba melakukan "dosa" kemudian ia bersuci dengan baik, kemudian berdiri untuk melakukan shalat dua raka’at kemudian meminta ampun kepada Allah, kecuali Allah akan mengampuninya.” Kemudian beliau membaca ayat ini: “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap "dosa"-"dosa" mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni "dosa" selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.[10]” (HR. Tirmidzi no. 406, Abu Daud no. 1521, Ibnu Majah no. 1395. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)[11]. Meskipun sebagian ulama mendhoifkan hadits ini, namun kandungan ayat sudah mendukung disyariatkannya shalat taubat.[12]

Shalat "taubat" ini bisa cukup dengan dua raka’at dan cukup niat dalam hati, tanpa perlu melafazhkan niat tertentu.

Jauhilah Lingkungan Yang Buruk Demi Memperkuat "Taubat"


An Nawawi mengatakan, ”Hendaklah orang yang ber"taubat" mengganti temannya dengan teman-teman yang baik, sholih, berilmu, ahli ibadah, waro’dan orang-orang yang meneladani mereka-mereka tadi. Hendaklah ia mengambil manfaat ketika bersahabat dengan mereka.”[13]

Nabi SAW. juga mengajarkan kepada kita agar bersahabat dengan orang yang dapat memberikan kebaikan dan sering menasehati kita.

مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالْجَلِيسِ السَّوْءِ كَمَثَلِ صَاحِبِ الْمِسْكِ ، وَكِيرِ الْحَدَّادِ ، لاَ يَعْدَمُكَ مِنْ صَاحِبِ الْمِسْكِ إِمَّا تَشْتَرِيهِ ، أَوْ تَجِدُ رِيحَهُ ، وَكِيرُ الْحَدَّادِ يُحْرِقُ بَدَنَكَ أَوْ ثَوْبَكَ أَوْ تَجِدُ مِنْهُ رِيحًا خَبِيثَةً

“Seseorang yang duduk (berteman) dengan orang sholih dan orang yang jelek adalah bagaikan berteman dengan pemilik minyak misk dan pandai besi. Jika engkau tidak dihadiahkan minyak misk olehnya, engkau bisa membeli darinya atau minimal dapat baunya. Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau dapat baunya yang tidak enak.” (HR. Bukhari no. 2101, dari Abu Musa)

Ibnu Hajar Al Asqolani mengatakan, “Hadits ini menunjukkan larangan berteman dengan orang-orang yang dapat merusak agama maupun dunia kita. Dan hadits ini juga menunjukkan dorongan agar bergaul dengan orang-orang yang dapat memberikan manfaat dalam agama dan dunia.”[14]

Semoga Allah menerima setiap "taubat" kita dan mengampuni setiap "dosa" yang kita sesali. Hanya Allah yang beri taufik.

Sumber:
1. https://id-id.facebook.com/...cara-bertaubat...bertaubat...
2. https://abumuhammadblog.wordpress.com/.../bertauba...
3. www.qothrotulfalah.com/.../302-setelah-taubat-berdos...

Sabtu, 21 Maret 2015

"CARA BERWUDHU SESUAI TUNTUNAN RASULULLAH SAW."

"Secara syri’at "wudhu’" ialah menggunakan air yang suci untuk mencuci anggota-anggota tertentu yang sudah diterangkan dan disyari’atkan Allah SWT." 

Allah memerintahkan:
Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak melakukan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan , kedua mata-kaki (Al-Maaidah:6).

Allah tidak akan menerima shalat seseorang sebelum ia "berwudhu’" (HSR. Bukhari di Fathul Baari, I/206; Muslim, no.255 dan imam lainnya).

"Rasulullah SAW." juga mengatakan bahwa "wudhu’" merupakan kunci diterimanya shalat. (HSR. Abu Dawud, no. 60).

Utsman bin Affan ra berkata: “Barangsiapa "berwudhu’" seperti yang dicontohkan "Rasulullah SAW.", niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu, dan perjalanannya menuju masjid dan shalatnya sebagai tambahan pahala baginya” (HSR. Muslim, I/142, lihat Syarah Muslim, III/13).

"Rasulullah SAW." bersabda: “Barangsiapa menyempurnakan "wudhu’"nya, kemudian ia pergi mengerjakan shalat wajib bersama orang-orang dengan berjama’ah atau di masjid (berjama’ah), niscaya Allah mengampuni dosa-dosanya” (HSR. Muslim, I//44, lihat Mukhtashar Shahih Muslim, no. 132).

Maka wajiblah bagi segenap kaum muslimin untuk mencontoh "Rasulullah SAW." dalam segala hal, lebih-lebih dalam "berwudhu’". Al-Hujjah kali ini memaparkan secara ringkas tentang tatacara "wudhuRasulullah SAW." melakukan "wudhu’":

1. Memulai "wudhu’" dengan niat.

Niat artinya menyengaja dengan kesungguhan hati untuk mengerjakan "wudhu’" karena melaksanakan perintah Allah SWT. dan mengikuti perintah Rasul-Nya SAW.

Ibnu Taimiyah berkata: “Menurut kesepakatan para imam kaum muslimin, tempat niat itu di hati bukan lisan dalam semua masalah ibadah, baik bersuci, shalat, zakat, puasa, haji, memerdekakan budak, berjihad dan lainnya. Karena niat adalah kesengajaan dan kesungguhan dalam hati. (Majmu’atu ar-Rasaaili al-Kubra, I/243)



"Rasulullah SAW." menerangkan bahwa segala perbuatan tergantung kepada niatnya, dan seseorang akan mendapatkan balasan menurut apa yang diniatkannya… (HSR. Bukhari dalam Fathul Baary, 1:9; Muslim, 6:48).

2. Tasmiyah (membaca bismillah)
 
Beliau memerintahkan membaca bismillah saat memulai "wudhu’". Beliau bersabda:
Tidak sah/sempurna "wudhu’" sesorang jika tidak menyebut nama Allah, (yakni bismillah) (HR. Ibnu Majah, 339; Tirmidzi, 26; Abu Dawud, 101. Hadits ini Shahih, lihat Shahih Jami’u ash-Shaghir, no. 744).

Abu Bakar, Hasan Al-Bashri dan Ishak bin Raahawaih mewajibkan membaca bismillah saat "berwudhu’". Pendapat ini diikuti pula oleh Imam Ahmad, Ibnu Qudamah serta imam-imam yang lain, dengan berpegang pada hadits dari Anas tentang perintah "Rasulullah SAW." untuk membaca bismillah saat "berwudhu’".  

"Rasulullah SAW." bersabda: "berwudhu’"lah kalian dengan membaca bismillah!” (HSR. Bukhari, I: 236, Muslim, 8: 441 dan Nasa’i, no. 78)

Dengan ucapan "Rasulullah SAW.": "berwudhu’"lah kalian dengan membaca bismillah” maka wajiblah tasmiyah itu. Adapun bagi orang yang lupa hendaknya dia membaca bismillah ketika dia ingat. Wallahu a’lam.

3. Mencuci kedua telapak tangan
 
Bahwa "Rasulullah SAW." mencuci kedua telapak tangan saat "berwudhu’" sebanyak tiga kali. Rasulullah saw juga membolehkan mengambil air dari bejancdengan telapak tangan lalu mencuci kedua telapak tangan itu. Tetapi "Rasulullah SAW." melarang bagi orang yang bangan tidur mencelupkan tangannya ke dalam bejana kecuali setelah mencucinya. (HR. Bukhari-Muslim)

4. Berkumur-kumur dan menghirup air ke hidung
 
Yaitu mengambil air sepenuh telapak tangan kanan lalu memasukkan air kedalam hidung dengan cara menghirupnya dengan sekali nafas sampai air itu masuk ke dalam hidung yang paling ujung, kemudian menyemburkannya dengan cara memencet hidung dengan tangan kiri. Beliau melakukan perbuatan ini dengan tiga kali cidukan air. (HR. Bukhari-Muslim. Abu Dawud no. 140)

Imam Nawawi berkata: “Dalam hadits ini ada penunjukkan yang jelas bagi pendapat yang shahih dan terpilih, yaitu bahwasanya berkumur dengan menghirup air ke hidung dari tiga cidukan dan setiap cidukan ia berkumur dan menghirup air ke hidung, adalah sunnah. (Syarah Muslim, 3/122).

Demikian pula "Rasulullah SAW." menganjurkan untuk bersungguh-sungguh menghirup air ke hidung, kecuali dalam keadaan berpuasa, berdasarkan hadits Laqith bin Shabrah. (HR. Abu Dawud, no. 142; Tirmidzi, no. 38, Nasa’i )

5. Membasuh muka sambil menyela-nyela jenggot.
 
Yakni mengalirkan air keseluruh bagian muka. Batas muka itu adalah dari tumbuhnya rambut di kening sampai jenggot dan dagu, dan kedua pipi hingga pinggir telinga. Sedangkan Allah memerintahkan kita:
Dan basuhlah muka-muka kamu.” (Al-Maidah: 6)

Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Humran bin Abaan, bahwa cara Nabi saw membasuh mukanya saat "wudhu’" sebanyak tiga kali”. (HR Bukhari, I/48), Fathul Bari, I/259. no.159 dan Muslim I/14)
 
Setalah "Rasulullah SAW." membasuh mukanya beliau mengambil seciduk air lagi (di telapak tangan), kemudian dimasukkannya ke bawah dagunya, lalu ia menyela-nyela jenggotnya, dan beliau bersabda bahwa hal tersebut diperintahkan oleh Allah swt. (HR. Tirmidzi no.31, Abu Dawud, no. 145; Baihaqi, I/154 dan Hakim, I/149, Shahih Jaami’u ash-Shaghir no. 4572).

6. Membasuh kedua tangan sampai siku.

Menyiram air pada tangan sampai membasahi kedua siku, Allah swt berfirman:
Dan bashlah tangan-tanganmu sampai siku” (Al-Maaidah: 6)

"Rasulullah SAW." membasuh tangannya yang kanan sampai melewati sikunya, dilakukan tiga kali, dan yang kiri demikian pula, "Rasulullah SAW." mengalirkan air dari sikunya (Bukhari-Muslim, HR. Daraquthni, I/15, Baihaqz, I/56)

"Rasulullah SAW." juga menyarankan agar melebihkan basuhan air dari batas "wudhu’" pada wajah, tangan dan kaki agar kecemerlangan bagian-bagian itu lebih panjang dan cemerlang pada hari kiamat (HR. Muslim I/149)

7. Mengusap kepada, telinga dan sorban.
 
Mengusap kepala, haruslah dibedakan dengan mengusap dahi atau sebagian kepala. Sebab Allah swt memerintahkan:
Dan usaplah kepala-kepala kalian…” (Al-Maidah: 6).

"Rasulullah SAW." mencontohkan tentang caranya mengusap kepala, yaitu dengan kedua telapak tangannya yang telah dibasahkan dengan air, lalu ia menjalankan kedua tangannya mulai dari bagian depan kepalanya ke belakangnya tengkuknya kemudian mengambalikan lagi ke depan kepalanya. (HSR. Bukhari, Muslim, no. 235 dan Tirmidzi no. 28 lih. Fathul Baari, I/251)

Setelah itu tanpa mengambil air baru "Rasulullah SAW." langsung mengusap kedua telingannya. Dengan cara memasukkan jari telunjuk ke dalam telinga, kemudian ibu jari mengusap-usap kedua daun telinga. Karena "Rasulullah SAW." bersabda: ”Dua telinga itu termasuk kepala.” (HSR. Tirmidzi, no. 37, Ibnu Majah, no. 442 dan 444, Abu Dawud no. 134 dan 135, Nasa’i no. 140)

Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Ahadits adh-Dha’ifah, no. 995 mengatakan: “Tidak terdapat di dalam sunnah (hadits-hadits nabi saw) yang mewajibkan mengambil air baru untuk mengusap dua telinga. Keduanya diusap dengan sisa air dari mengusap kepala berdasarkan hadits Rubayyi’:
Bahwasanya "Rasulullah SAW." mengusap kepalanya dengan air sisa yang ada di tangannya. (HR. Abu Dawud dan lainnya dengan sanad hasan)

Dalam mengusap kepala "Rasulullah SAW." melakukannya satu kali, bukan dua kali dan bukan tiga kali. Berkata Ali bin Abi Thalib ra : “Aku melihat Nabi saw mengusap kepalanya satu kali. (lihat _Shahih Abu Dawud, no. 106). Kata Rubayyi bin Muawwidz: “Aku pernah melihat "Rasulullah SAW. berwudhu’", lalu ia mengusap kepalanya yaitu mengusap bagian depan dan belakang darinya, kedua pelipisnya, dan kedua telinganya satu kali.“ (HSR Tirmidzi, no. 34 dan Shahih Tirmidzi no. 31)

"Rasulullah SAW." juga mencontohkan bahwa bagi orang yang memakai sorban atau sepatu maka dibolehkan untuk tidak membukanya saat "berwudhu’", cukup dengan menyapu diatasnya, (HSR. Bukhari dalam Fathul Baari I/266 dan selainnya) asal saja sorban dan sepatunya itu dipakai saat shalat, serta tidak bernajis.

Adapun peci/kopiah/songkok bukan termasuk sorban, sebagaimana dijelaskan oleh para Imam dan tidak boleh diusap diatasnya saat "berwudhu’" seperti layaknya sorban. Alasannya karena:
  1. Peci/kopiah/songkok diluar kebiasaan dan juga tidak menutupi seluruh kepala.
  2. Tidak ada kesulitan bagi seseorang untuk melepaskannya.
Adapun Kerudung, jilbab bagi wanita, maka dibolehkan untuk mengusap diatasnya, karena ummu Salamah (salah satu isteri Nabi) pernah mengusap jilbabnya, hal ini disebutkan oleh Ibnu Mundzir. (Lihat al-Mughni, I/312 atau I/383-384).


8. Membasuh kedua kaki sampai kedua mata kaki.

Allah swt berfirman: ”Dan basuhlah kaki-kakimu hingga dua mata kaki” (Al-Maidah: 6)

"Rasulullah SAW." menyuruh umatnya agar berhati-hati dalam membasuh kaki, karena kaki yang tidak sempurna cara membasuhnya akan terkena ancaman neraka, sebagaimana beliau mengistilahkannya dengan tumit-tumit neraka. Beliau memerintahkan agar membasuh kaki sampai kena mata kaki bahkan beliau mencontohkan sampai membasahi betisnya. Beliau mendahulukan kaki kanan dibasuh hingga tiga kali kemudian kaki kiri juga demikian. Saat membasuh kaki "Rasulullah SAW." menggosok-gosokan jari kelingkingnya pada sela-sela jari kaki. (HSR. Bukhari; Fathul Baari, I/232 dan Muslim, I/149, 3/128)
Imam Nawai di dalam Syarh Muslim berkata. “Maksud Imam Muslim berdalil dari hadits ini menunjukkan wajibnya membasuh kedua kaki, serta tidak cukup jika dengan cara mengusap saja.”

Sedangkan pendapat menyela-nyela jari kaki dengan jari kelingking tidak ada keterangan di dalam hadits. Ini hanyalah pendapat dari Imam Ghazali karena ia mengqiyaskannya dengan istinja’.

"Rasulullah SAW." bersabda: “…barangsiapa diantara kalian yang sanggup, maka hendaklahnya ia memanjangkan kecermerlangan muka, dua tangan dan kakinya.” (HSR. Muslim, 1/149 atau Syarah Shahih Muslim no. 246)

9. Tertib.


Semua tatacara "wudhu’" tersebut dilakukan dengan tertib (berurutan) muwalat (menyegerakan dengan basuhan berikutnya) dan disunahkan tayaamun (mendahulukan yang kanan atas yang kiri) [Bukhari-Muslim]
Dalam penggunaan air hendaknya secukupnya dan tidak berlebihan, sebab "Rasulullah SAW." pernah mengerjakan dengan sekali basuhan, dua kali basuhan atau tiga kali basuhan [Bukhari]

10. Berdoa.

Yakni membaca do’a yang diajarkan "Rasulullah SAW.":

“Asyahdu anlaa ilaa ha illalah wa asyhadu anna Muhammadan ‘abdullahi wa rasuulahu. Allahummaj ‘alni minattawwabiina waja’alni minal mutathohhiriin (HR. Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah)
 
Dan ada beberapa bacaan lain yang diriwayatkan dari "Rasulullah SAW."

Semoga tulisan ini menjadi risalah dalam "berwudhu’" yang benar serta merupakan pedoman kita sehari-hari.

Sumber:
1. https://ummusalma.wordpress.com/.../sifat-wudhu-nab...
2. laely.widjajati.facebook/Add a description
3. laely.widjajati.facebook/#SenantiasaBerusahaMensucikanDiri.......