Selasa, 29 Maret 2011

"ARISAN SEBAGAI SARANA PENINGKATAN KESEJAHTERAAN KELUARGA"

"Arisan" beroperasi di luar ekonomi formal sebagai sistem lain untuk menyimpan uang, namun "arisan" juga dimaksudkan untuk kegiatan pertemuan yang memiliki unsur 'paksa' karena anggota diharuskan membayar dan datang setiap kali undian akan dilaksanakan. (Sumber: Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas)."


"Kesejahteraan" sudah menjadi milik manusia sejak jaman dahulu kala hingga sekarang ini, hanya saja "kesejahteraan" yang dicita-citakan umat manusia pada jaman dahulu berbeda dengan "kesejahteraan" yang dicita-citakan oleh umat manusia dewasa ini dan akan berbeda pula dengan "kesejahteraan" yang diinginkan oleh umat di kelak kemudian hari.
Didalam mencapai apa yang dicita-citakan tersebut, manusia itu sendiri juga mengadakan kegiatan sebagai usaha untuk mencapai cita-cita tersebut. Oleh karena "kesejahteraan" itu sendiri mneliputi beberapa bidang yaitu jasmaniah, rohaniah dan sosial, maka kegiatan-kegiatan atau usaha-usaha ini pun juga meliputi bermacam-macam bidang sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan.

Salah satu kegiatan atau usaha untuk menunjang terwujudnya "kesejahteraan" adalah kegiatan "arisan", kegiatan yang telah dilaksanakan oleh segala lapisan masyarakat. Di dalam kegiatan "arisan" ini telah banyak terwujud dalam pemenuhan kebutuhan jasmaniah (materiil), namun ada pengaruhnya juga terhadap "kesejahteraan" dalam segi sosial maupun spiritual.

Jadi secara garis besarnya pengertian organisasi "arisan" adalah suatu bentuk perkumpulan dari sekelompok orang yang saling menyatukan diri dalam suatu kerja sama untuk memenuhi kebutuhan mereka dalam segi materiil dengan cara bergiliran.

Dengan memperhatikan tujuan Usaha "Kesejahteraan" Sosial di Indonesia, yaitu untuk mewujudkan, membina, memelihara, memulihkan dan mengembangkan "kesejahteraan" sosial, maka tujuan "arisan" adalah untuk menunkang terwujudnya "kesejahteraan" dengan cara bergotong royong dalam memenuhi kebutuhan anggotanya dalam segi materiil dengan cara bergiliran.
Jadi "arisan" hanyalah merupakan kegiatan penunjang demi terwjudnya "kesejahteraan", karena itu orang yang mengalami "kesejahteraan" belum tentu disebabkan oleh keikutsertaannya dalam "arisan", namun ada kemungkinan pula ketimpangan yang terjadi dalam suatu keluarga dapat disebabkan oleh kesibukan dari salah satu anggota keluarga dalam kegiatan "arisan". Jadi walaupun tujuan "arisan" tersebut menunjang terwujudnya "kesejahteraan", belum tentu dapat menjamin tercapainya tujuan tersebut dengan baik. Berhasil tidaknya tujuan tersebut sangat tergantung kepada masing-masing anggota kelompok "arisan" itu sendiri. Apabila mereka tidak menyalah gunakan tujuan "arisan" tersebut, "arisan" akan benar-benar dapat menunjang terwujudnya kehidupan sejahtera bagi keluarga peserta "arisan". Akan tetapi apabila mereka ikut "arisan" dengan tidak mempunyai tujuan seperti halnya tujuan "arisan" itu sendiri, maka akan menimbulkan masalah baru lagi, misalnya terjadi saling iri diantara anggota "arisan" itu sendiri, karena "arisan" digunakan sebagai tempat memamerkan harta kekayaan mereka masing-masing.

"Arisan" telah dilaksanakan oleh segala lapisan masyarakat, masing-masing lapisan masyarakat mempunyai kecenderungan sendiri-sendiri dalam mengadakan "arisan". Standartnya sesuai dengan kemampuan masing-masing lapisan masyarakat tersebut. Misalnya saja untui "arisan" barang, lapisan masyarakat tingkat rendah (bawah) cenderung mengadakan "arisan" alat-alat rumah tangga non elektris, untuk lapisan masyarakat tingkat tengah cenderung mengadakan "arisan" peralatan elektris.kendaraan bermotor. Sedangkan untuk lapisan masyarakat tingkat atas cenderung mengadakan "arisan" rumah, dan lain-lain. Dan untuk "arisan" uang, masing-masing lapisan masyarakat juga mempunyai standart tertentu sesuai dengan kemampuan mereka.

Motif terbentuknya kelompok "arisan" ada beberapa alternatif, yaitu sebagai berikut:
1. Mempererat hubungan kekeluargaa,.
2. Memenuhi kebutuhan secara bergotong-royong.
3. Memperbanyak teman.
4. Hanya sekedar menabung.

Dampak positif "arisan", adalah:
1. Memupuk rasa kegotong-royongan pada diri anggota kelompok "arisan".
2. Terjalin hubungan kekeluargaan.
3. Bisa terpenuhi suatu kebutuhan keluarga dengan cara menabung.
4. Mengisi waktu luang, sehingga tidak dipergunakan untuk mengadakan kegiatan yang tiada guna.

Dampak negatif "arisan", antara lain:
1. "Arisan" digunakan sebagai tempat menceritakan kejelekan orang (ngrasani), sehingga malah tidak menciptakan hubungan kekeluargaan misalnya terbentuk kelompok-kelompok kecil yang saling bermusuhan dalam kelompok "arisan" tersebut.
2. Karena terlalu sibuk dalam kegiatan "arisan", mereka tidak dapat menjalankan fungsi dan peranannya dalam keluarga.
3. "Arisan" digunakan sebagai tempat memamerkan harta kekayaan sehingga terjadi persaingan yang tidak sehat. Misalnya mereka selalu membicarakan harta kekayaannya sehingga apabila mereka pergi "arisan" memakai busana serta perhiasan tang mewah.


Semua uraian di atas adalah merupakan gambaran "arisan" secara umum, yang perlu kita kembangkan dan kita upayakan ke arah yang dapat menunjang pembangunan nasional demi terciptanya tujuan nasional.

Jumat, 25 Maret 2011

"INSPEKTORAT KABUPATEN SIDOARJO"

"Sesuai  dengan Peraturan Bupati "Sidoarjo" Nomor 54 Tahun 2008 tentang Rincian Tugas Fungsi dan Tata Kerja "Inspektorat" Kabupaten "Sidoarjo", "Inspektorat" Kabupaten "Sidoarjo" adalah merupakan unsur pengawas penyelenggaraan pemerintahan daerah."


STRUKTUR ORGANISASI SERTA TUGAS POKOK DAN FUNGSI "INSPEKTORAT" KABUPATEN "SIDOARJO".


"Inspektorat" dipimpin oleh seorang "Inspektur" yang bertanggung jawab langsung kepada Bupati dan secara teknis administratif mendapat pembinaan dari Sekretaris Daerah. "Inspektorat" Kabupaten "Sidoarjo" mempunyai tugas melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan urusan pemerintahan di daerah, pelaksanaan pembinaan atas penyelenggaraan pemerintahan desa dan pelaksanaan urusan pemerintahan desa.
Dalam melaksanakan tugasnya, "Inspektorat" menyelenggarakan fungsi:
1. Perencanaan program pengawasan.
2. Perumusan kebijakan dan fasilitasi pengawasan.
3. Pemeriksaan, pengusutan, pengujian dan penilaian tugas pengawasan.
4. Pelaksanaan tugas kesekretariatan.
5. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati.


Sesuai dengan tugas dan fungsinya, "Inspektorat" Kabupaten "Sidoarjo", mempunyai susunan organisasi yang terdiri dari:
1. Unsur Pimpinan: "Inspektur".
2. Unsur Staf Sekretariat.
3. Unsur Pelaksana: "Inspektur" Pembantu yang terdiri dari:
a. "Inspektur" Pembantu Wilayah I.
b. "Inspektur" Pembantu Wilayah II.
c.  "Inspektur" Pembantu Wilayah III.
d. "Inspektur" Pembantu Wilayah IV.


Dalam pelaksanaan tugasnya, unsur Pelaksana yaitu "Inspektur" Pembantu, rincian tugas sesuai dengan wilayahnya, adalah:

1. "Inspektur" Pembantu Wilayah I, mempunyai tugas melakukan pemeriksaan terhadap SKPD: Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, Perdagangan & Energi Sumber Daya Mineral; Dinas Pasar; Bagian Administrasi Pembangunan; Bagian Administrasi Pemerintahan; Satuan Polisi Pamong Praja, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah; Kecamatan "Sidoarjo"; Kecamatan Candi; Kecamatan Porong; Kecamatan Tanggulangin dan Kecamatan Jabon, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil; Dinas Pendidikan; Badan Kesatuan Bangsa, Politik & Perlindungan Masyarakat.

2. "Inspektur" Pembantu Wilayah II, mempunyai tugas melakukan pemeriksaan terhadap SKPD: Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam; Dinas PU Bina Marga; Dinas Kebersihan dan Pertamanan; Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan,; Bagian Hukum; Bagian Organisasi; Badan Kepegawaian Daerah; Kecamatan Taman; Kecamatan Prambon; Kecamatan Krembung; Kecamatan Tulangan; Dinas Kesehatan; Dinas Sosial dan Tenaga Kerja; Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana.

3. "Inspektur" Pembantu Wilayah III, mempunyai tugas melakukan pemeriksaan terhadap SKPD: Dinas Perhubungan; Dinas PU Cipta Karya & Tata Ruang; Dinas Kelautan & Perikanan; Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset; Bagian Humas dan Protokol; Sekretariat DPRD; Kecamatan Krian; Kecamatan Balongbendo; Kecamatan Wonoayu; Kecamatan Tarik; Kecamatan Sukodono; Badan Pelayanan Perijinan Terpadu; Badan Ketahanan Pangan; dan Dinas Pemuda, Olah Raga Kebudayaan dan Pariwisata.

4. "Inspektur" Pembantu Wilayah IV, mempunyai tugas melakukan pemeriksaan terhadap SKPD:Dinas PU Pengairan; Badan Lingkungan Hidup; BUMD; Bagian Telekomunikasi dan Informatika; "Inspektorat"; Bagian Kerjasama; Bagian Umum; Kecamatan Waru; Kecamatan Sedati; Kecamatan Gedangan; Kecamatan Buduran; Bagian Kesejahteraan Rakyat; Rumah Sakit Umum Daerah; Kantor Perpustakaan & Arsip.


"Inspektur" Pembantu dalam melaksanakan tugasnya menyelenggarakan fungsi:
1. Pengusulan program pengawasan di wilayah;
2. Pengkoordinasian pelaksanaan pengawasan;
3. Pengawasan terhadap penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah; dan
4. Pemeriksaan, pengusutan, pengujian dan penilaian tugas pengawasan.

Dalam melaksanakan tugasnya, setiap pimpinan pada "Inspektorat" wajib menerapkan prinsip koordinasi integrasi dan sinkronisasi, baik dalam lingkungan unit kerja masing-masing maupun antar satuan unit kerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten "Sidoarjo" serta dengan instansi vertikal sesuai dengan bidang tugasnya. Setiap pimpinanbertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasi bawahannya masing-masing memberikan petunjuk dan bimbingan dalam pelaksanaan tugas bawahannya. Setiap pimpinan wajib mengawasi pelaksanaan tugas bawahannya masing-masing dan apabila terjadi penyimpangan agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.

Sekretariat "Inspektorat" Kabupaten "Sidoarjo" dipimpin oleh seorang Sekretaris; Masing-masing "Inspektur" Pembantu Wilayah dipimpin oleh seorang Kepala "Inspektur" Pembantu Wilayah yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala "Inspektur". Masing-masing Subbagian di Sekretaiat dipimpin oleh seorang Kepala Subbagian yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris;  Dan masing-masing Seksi pada "Inspektur" Pembantu Wilayah dipimpin oleh Seorang Kepala Seksi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Inspektur Pembantu Wilayah masing-msing  Setiap pimpinan wajib menyampaikan laporan hasil pelaksanaan tugasnya kepada atasan masing-masing.


Kalau melihat tugas pokok dan fungsinya, "Inspektorat" mempunyai tugas yang sangat suci. Yang terpenting bagi aparatur yang bertugas pada "Inspektorat" adalah bagaimana lembaga "Inspektorat" dapat menyebarkan cahaya. Ada kata bijak yang disampaikan oleh Edith Wharton, ada 2 (dua) jalan untuk menyebarkan cahaya, yaitu menjadi lilin atau menjadi sebuah cermin yang memantulkannya.Menjadi lilin, berarti bercahaya tapi dirinya sendiri habis karena mengorbankan dirinya sendiri demi orang lain. Hal ini tidak benar, karena berkorban untuk orang lain tapi menghabisi diri sendiri. Apabila menjadi cermin, Cermin adalah alat yang menunjukkan gambaran diri kita sendiri yang terlihat pada kaca, yang kita tak bisa tahu persis diri kita tanpa bantuannya, Disana jelas sekali bentuk dan rupannya... Jikalau ada cacat maka terlihatlah, jikalau ada keindahan maka kita bergumamlah.... Maka disini hanyalah ungkapan-ungkapan dari diri sendiri secara jujur, orisinil tanpa ada yang harus ditutupi dan ditakuti....Apabila ada cermin, kita dapat melihat diri kita, apabila ada hal yang tidak baik kita dapat memperbaiki diri kita dengan melihat cermin. Semoga "Inspektorat" dapat menyebarkan cahaya dengan jalan menjadi sebuah cermin.


ESELONERING JABATAN  "INSPEKTORAT" KABUPATEN "SIDOARJO".


1. Kepala "Inspektorat" atau "Inspektur" merupakan jabatan struktural eselon IIb.
2. Sekretaris dan "Inspektur" Pembantu pada "Inspektorat" merupakan jabatan struktural eselon IIIa.
3. Kepala Sub. Bagian dan Kepala Seksi  pada "Inspektorat" merupakan jabatan struktural eselon IVa.


VISI DAN MISI  "INSPEKTORAT" KABUPATEN "SIDOARJO".


Visi merupakan gambaran bersama mengenai masa depan, berupa komitmen murni tanpa adanya rasa keterpaksaan yang diyakini dan menjadi milik bersama oleh seluruh elemen yang berkepentingan (stakeholders). Visi adalah pedoman dan pendorong organisasi untuk mencapai tujuan. Visi adalah milik dan diyakini oleh seluruh anggota organisasi. Visi yang tepat bagi masa depan suatu organisasi diharapkan akan mampu menjadi akselerator bagi upaya peningkatan kinerja organisasi.

Dengan memperhatikan arti dan makna
visi serta melalui pendekatan membangun visi bersama, serta searah dengan visi Kabupaten "Sidoarjo" sebagaimana tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka  Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2010-2015 ("Menuju "Sidoarjo" Sejahtera, Mandiri dan Berkeadilan"), maka "Inspektorat" Kabupaten "Sidoarjo" menetapkan visi sebagai berikut:


"Terwujudnya Pemerintahan yang bersih dan bertanggung jawab dengan manajemen pengawasan yang profesional".

Visi setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sebagai satu organisasi harus memastikan agar yang telah ditetapkan bersama dapat diupayakan perwujudannya. Untuk kepentingan itu harus disusun suatu tahapan yang secara umum akan terbagi ke dalam dua tahapan apa yang hendak dicapai dan bagaimana upaya untuk mencapainya. Salah satu unsur dalam tahapan tersebut adalah penetapan misi organisasi yang dalam hal ini adalah misi SKPD.

Bertolak dari hal tersebut, maka untuk mencapai dan mewujudkan Visi  di atas perlu dirumuskan Misi yang merupakan penjabaran dari Visi, adapun Misi "Inspektorat" Kabupaten "Sidoarjo" adalah sebagai berikut

1. Mewujudkan pengawasan yang efektif dan efisien baik kualitas maupun kuantitas yang didukung aparatur pemerintah yang bersih, profesional dan akuntabel.

2. Meningkatkan kualitas hasil pengawasan dalam rangka pengambilan keputusan peningkatan kinerja instansi pemerintah.

3. Mewujudkan manajemen pemerintahan yang baik dan bersih.
 

PENINGKATAN SDM "INSPEKTORAT" KABUPATEN "SIDOARJO"


Dalam rangka peningkatan SDM, "Inspektorat" Kabupaten "Sidoarjo" selalu meningkatkan wawasannya melalui  Pelatihan-pelatihan Pengembangan Tenaga Pemeriksa dan Aparatur Pengawasan tentang Peraturan Perundang-undangan yang mengatur pelaksanaan urusan pemerintahan, misalnya Pelatihan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah sesuai Peraturan Presiden No 54 Tahun 2010, Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil sesuai dengan Peraturan Pemerintah RI No. 53 Tahun 2010, dan sebagainya.   Pelatihan  diikuti oleh seluruh tenaga pemeriksa dan aparatur pengawasan di "Inspektorat" Kabupaten "Sidoarjo". Nara sumber  berasal dari Lembaga yang berkompeten dalam bidangnya misalnya dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Kementerian PAN dan RB, dan sebagainya.

Maksud dan tujuan pelatihan adalah untuk meningkatkan wawasan  bagi tenaga pemeriksa dan aparatur pengawasan   di "Inspektorat" Kabupaten "Sidoarjo" tentang peraturan perundang-undangan yang mengatur pelaksanaan urusan pemerintahan.

Rabu, 23 Maret 2011

"HARI AIR SEDUNIA"

"Hari "Air" Sedunia adalah perayaan yang ditujukan sebagai usaha-usaha menarik perhatian publik akan pentingnya "air" bersih dan usaha penyadaran untuk pengelolaan sumber-sumber "air" bersih yang berkelanjutan."



"Air" dalam tiga wujudnya, cairan di laut, es yang mengambang, dan awan di udara yang merupakan uap "air". "Air" adalah zat atau materi atau unsur yang penting bagi semua bentuk kehidupan yang diketahui sampai saat ini di bumi,[1][2][3] tetapi tidak di planet lain.[4] "Air" menutupi hampir 71% permukaan bumi. Terdapat 1,4 triliun kilometer kubik (330 juta mil³) tersedia di bumi.[5] "Air" sebagian besar terdapat di laut ("air" asin) dan pada lapisan-lapisan es (di kutub dan puncak-puncak gunung), akan tetapi juga dapat hadir sebagai awan, hujan, sungai, muka "air" tawar, danau, uap "air", dan lautan es. "Air" dalam obyek-obyek tersebut bergerak mengikuti suatu siklus "air", yaitu: melalui penguapan, hujan, dan aliran "air" di atas permukaan tanah (runoff, meliputi mata "air", sungai, muara) menuju laut. "Air" bersih penting bagi kehidupan manusia. Di banyak tempat di dunia terjadi kekurangan persediaan "air". Selain di bumi, sejumlah besar "air" juga diperkirakan terdapat pada kutub utara dan selatan planet Mars, serta pada bulan-bulan Europa dan Enceladus. "Air" dapat berwujud padatan (es), cairan ("air") dan gas (uap "air"). "Air" mekan satu-satunya zat yang secara alami terdapat di permukaan bumi dalam ketiga wujudnya tersebut.[6] Pengrupaelolaan sumber daya "air" yang kurang baik dapat menyebakan kekurangan "air", monopolisasi serta privatisasi dan bahkan menyulut konflik. [7] Indonesia telah memiliki undang-undang yang mengatur sumber daya "air" sejak tahun 2004, yakni Undang Undang nomor 7 tahun 2004 tentang Sumber Daya "Air". (Sumber: Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas).


Tema peringatan Hari "Air" Sedunia selalu berbeda setiap tahunnya. Pada Tahun 2009 tema peringatan adalah "Air" Bersama, Peluang Bersama" (Shared water, shared opportunities) dan pada Tahun 2010 peringatan difokuskan pada upaya perbaikan mutu "air" (water quality) dengan Tema Peringatan: Pengelolaan "Air" di Perkotaan, Berbagai Isu Kunci dan Tindakan Prioritas (Urban Water Management: Key Issues and Priorities for Action).    


Sesuai dengan tujuan peringatan Hari "Air" Sedunia pada tahun 2011 ini, yang mengambil tema pengelolaan "air" di perkotaan, maka isu sentral yang nampaknya relevan dijadikan topik diskusi adalah bagaimana pentingnya pengelolaan "air" mulai dari sumbernya hingga dapat digunakan sebagai "air" kelas I ("air" baku "air" minum). Dalam publikasi singkat Perserikatan Bangsa-Bangsa yang dikeluarkan pada tahun 2010 (Water and Cities: Media Brief), dikatakan bahwa kurang lebih separuh dari penduduk dunia bermukim di perkotaan dan meningkat sebanyak 2 orang setiap menit. Kurang lebih 141 juta di antaranya tidak memiliki akses kepada "air" minum yang aman bagi kesehatan (safe drinking waters).  (Sumber: "Air" Berkualitas: Syarat Kehidupan Berkelanjutan?  Refleksi Peringatan Hari "Air" Sedunia (World Water Day) , Oleh: Haeruddin (Konsultan Lingkungan dan Pakar Pencemaran Perairan).


"Air" merupakan kebutuhan dasar bagi manusia. Akses kepada "air" bersih yang mudah akan menciptakan taraf kesehatan dan kehidupan yang lebih baik. "Air" adalah kehidupan. Namun "air" juga merupakan pembunuh utama apabila kita tidak mengelolanya dengan baik. Masyarakat perlu merubah cara penanganan "air" di perkotaan dengan segera dan radikal guna mencegah kota kekurangan "air" dan tenggelam karena banjir.

Selasa, 22 Maret 2011

"TAS KULIT CANTIK (UNTUK WANITA) PILIHANKU"

"TAS KULIT CANTIK PILIHANKU" 1


"TAS KULIT CANTIK PILIHANKU" 2


"TAS KULIT CANTIK PILIHANKU" 3


"TAS KULIT CANTIK PILIHANKU" 4


"TAS KULIT CANTIK PILIHANKU" 5


"TAS KULIT CANTIK PILIHANKU" 6


"TAS KULIT CANTIK PILIHANKU" 7


 "TAS KULIT CANTIK PILIHANKU" 8


"TAS KULIT CANTIK PILIHANKU" 9


"TAS KULIT CANTIK PILIHANKU" 10


 "TAS KULIT CANTIK PILIHANKU" 11


 "TAS KULIT CANTIK PILIHANKU" 12


"TAS KULIT CANTIK PILIHANKU" 13

  
"TAS KULIT CANTIK PILIHANKU" 14


"TAS KULIT CANTIK PILIHANKU" 15


"TAS KULIT CANTIK PILIHANKU" 16


"TAS KULIT CANTIK PILIHANKU" 17


 "TAS KULIT CANTIK PILIHANKU" 18


 "TAS KULIT CANTIK PILIHANKU" 19


"TAS KULIT CANTIK PILIHANKU" 20


"TAS KULIT CANTIK PILIHANKU" 21


"TAS KULIT CANTIK PILIHANKU" 22


"TAS KULIT CANTIK PILIHANKU" 23


 "TAS KULIT CANTIK PILIHANKU" 24


"TAS KULIT CANTIK PILIHANKU" 25


"TAS KULIT CANTIK PILIHANKU" 26



"TAS KULIT CANTIK PILIHANKU" 27


 "TAS KULIT CANTIK PILIHANKU" 28


"TAS KULIT CANTIK PILIHANKU" 29


 "TAS KULIT CANTIK PILIHANKU" 30



"MARAKNYA PENGAMEN ANAK-ANAK"

"Mayoritas jalan-jalan  kota di Indonesia, saat ini tidak hanya dipenuhi kendaraan bermotor yang lalu-lalang. "Pengamen anak-anak" tampak di semua sudut kota."


"Pengamen anak-anak" ini merupakan bocah yang masih di bawah usia yang sebetulnya masih masanya bermain dan bersekolah. Fenomena ini tampaknya belum mendapat perhatian serius dari berbagai pihak yang terkait. Hal ini terbukti dengan belum atau kurangnya penanganan maupun pembinaan terhadap "pengamen anak-anak" tersebut.


Banyak "anak-anak" yang usianya di bawah umur "mengamen" di beberapa lampu lalu lintas, namun biasanya kalau ada petugas, biasanya "anak-anak" tersebut malah lari tunggang-langgang karena merasa ketakutan kalau mereka ditangkap. 


Para "pengamen anak-anak" di jalanan ini tidak menjadikan "mengamen" sebagai profesi. Mereka bisa saja disuruh orang-tuanya atau orang lain.


Permasalahan "pengamen anak-anak" ini dapat dilihat dari dua aspek yaitu aspek ketertiban umum dan aspek masalah kesejahteraan sosial. Semua pihak terkait harus menghilangkan ego sektoral untuk bersama-sama mengatasi masalah-masalah sosial. Sebagai langkah solutif, "pengamen anak-anak" ini membutuhkan pendekatan yang bersifat pendidikan dan pembinaan. 

Sabtu, 19 Maret 2011

"KALUNG DAN LIONTIN PILIHANKU"

"KALUNG DAN LIONTIN PILIHANKU" 1

"KALUNG DAN LIONTIN PILIHANKU" 2

"KALUNG DAN LIONTIN PILIHANKU"3

"KALUNG DAN LIONTIN PILIHANKU" 4

"KALUNG DAN LIONTIN PILIHANKU"5

 "KALUNG DAN LIONTIN PILIHANKU" 6

 "KALUNG DAN LIONTIN PILIHANKU" 7

  "KALUNG DAN LIONTIN PILIHANKU" 8


  "KALUNG DAN LIONTIN PILIHANKU" 9

"KALUNG DAN LIONTIN PILIHANKU" 10
 

 "LIONTIN PILIHANKU" 11

 "KALUNG DAN LIONTIN PILIHANKU" 12
  "KALUNG DAN LIONTIN PILIHANKU" 13

 "KALUNG DAN LIONTIN PILIHANKU" 14

 "KALUNG DAN LIONTIN PILIHANKU" 15
 
 "KALUNG DAN LIONTIN PILIHANKU" 16

 "KALUNG DAN LIONTIN PILIHANKU" 17

 "KALUNG DAN LIONTIN PILIHANKU" 18

 "LIONTIN PILIHANKU" 19


 "KALUNG DAN LIONTIN PILIHANKU" 20


  "KALUNG DAN LIONTIN PILIHANKU" 21

  "KALUNG DAN LIONTIN PILIHANKU" 22

  "LIONTIN PILIHANKU" 23
"KALUNG DAN LIONTIN PILIHANKU" 24


"KALUNG DAN LIONTIN PILIHANKU" 25


"KALUNG DAN LIONTIN PILIHANKU" 26


"KALUNG DAN LIONTIN PILIHANKU" 27


 "KALUNG DAN LIONTIN PILIHANKU" 28


 "KALUNG DAN LIONTIN PILIHANKU" 29


 "KALUNG DAN LIONTIN PILIHANKU" 30


 "KALUNG DAN LIONTIN PILIHANKU" 31


 "KALUNG DAN LIONTIN PILIHANKU" 32


  "KALUNG DAN LIONTIN PILIHANKU" 33


  "KALUNG DAN LIONTIN PILIHANKU" 34


"KALUNG DAN LIONTIN PILIHANKU" 35


"KALUNG DAN LIONTIN PILIHANKU"  36


"LIONTIN PILIHANKU"  37


"KALUNG DAN LIONTIN PILIHANKU"  38


"LIONTIN PILIHANKU"  39


"LIONTIN PILIHANKU" 40
"KALUNG DAN LIONTIN PILIHANKU"  41


 "LIONTIN PILIHANKU"  41


 "KALUNG DAN LIONTIN PILIHANKU"  42


 "KALUNG DAN LIONTIN PILIHANKU"  43


"KALUNG DAN LIONTIN PILIHANKU"  44


"KALUNG DAN LIONTIN PILIHANKU"  45


"KALUNG DAN LIONTIN PILIHANKU"  46


 "KALUNG PILIHANKU"  47


 "KALUNG DAN LIONTIN PILIHANKU"  48


"KALUNG DAN LIONTIN PILIHANKU"  49



"KALUNG DAN LIONTIN PILIHANKU"  50


"KALUNG DAN LIONTIN PILIHANKU"  51


"KALUNG DAN LIONTIN PILIHANKU"  52


"KALUNG DAN LIONTIN PILIHANKU"  53


"KALUNG DAN LIONTIN PILIHANKU"  54


 "KALUNG DAN LIONTIN PILIHANKU"  55


 "LIONTIN PILIHANKU"  56


 "KALUNG DAN LIONTIN PILIHANKU"  57


 "LIONTIN PILIHANKU"  58


 "KALUNG DAN LIONTIN PILIHANKU"  59


"KALUNG DAN LIONTIN PILIHANKU"  60