Jumat, 19 Oktober 2012

"MANFAAT/KHASIAT TERONG"

Penampilannya mungkin kurang menarik. Tapi dibalik itu, "terong" (eggpant atau aubergine) memiliki banyak "manfaat" untuk tubuh kita. 
 

Tak hanya populer sebagai makanan, sayuran berdaging lunak seperti spons ini juga di"manfaat"kan sebagai obat untuk mengatasi berbagai penyakit. Cukup banyak negara yang memiliki masakan khas dari sayuran yang bernama latin Solanum melongena ini. Hal ini karena memang "terong" dikenal sebagai sayuran yang istimewa. Di India misalnya, "terong" yang dikenal dengan nama brinjal, dipandang sebagai raja sayuran (king of vegetables) karena rasanya enak dan bisa digunakan di hampir semua masakan khas India sehari-hari dan makanan untuk perayaan. Ada anggapan, "terong" bisa menyebabkan loyo kaum pria. Anggapan itu muncul bisa jadi itu karena penampilan "terong" yang lunak setelah dimasak. Alhasil, kebanyakan pria merasa khawatir saat disodori hidangan dari "terong". Padahal ini cuma mitos belaka dan tak terbukti kebenarannya. Sebaliknya, "terong" justru ber"manfaat" dalam urusan seks. 

Berikut ini beberapa "khasiat" "terong"

1. "Terong" Pembangkit Gairah Seks.

Dalam pengobatan Hindu kuno, "terong" diandalkan sebagai sayuran pembangkit gairah seksual. Di Eropa, "terong" mendapat julukan apel cinta (apple of love) dan sangat populer sebagai buah penambah gairah sejak tahun 1600-an. Ini karena "terong" mengandung flavonoid yang ber"khasiat" sebagai antioksidan dan melancarkan sirkulasi darah sehingga baik untuk mengatasi disfungsi ereksi yang disebabkan oleh gangguan sirkulasi darah.
Bagi kaum hawa, "terong" punya "manfaat" tersendiri. Sayuran ini mengandung asam folat yang sangat dibutuhkan oleh wanita hamil dan janin yang dikandungnya. Asam folat berperan dalam mencegah kerusakan otak bayi di dalam kandungan. Air rebusan akar "terong" juga dipercaya sebagai tonik bagi wanita setelah proses persalinan.

2. "Terong" untuk urusan Kecantikan.
"Terong" juga bisa diandalkan untuk urusan kecantikan. Wanita Eropa sering me"manfaat"kan "terong" untuk memutihkan dan menghaluskan kulit, serta menghilangkan jerawat. Caranya, "terong" dihaluskan bersama yogurt tawar, lalu diusapkan ke seluruh wajah dan leher. Diamkan selama 20-30 menit, lalu bilas wajah hingga bersih. 

3. "Terong" sayur berwarna ungu yang mudah ditemui, memiliki sejumlah "manfaat". "Terong" yang tergolong dalam tumbuhan jenis solanacea ini, getahnya dapat sebagai obat kutilan, merupakan gangguan kulit.

4. Rebusan air daun dari "terong" jenis ini juga dapat melancarkan buang air kecil, menyembuhkan sakit perut, batuk, dan mampu pula menurunkan tekanan darah tinggi serta ber"manfaat" mengurangi jumlah sel darah putih dalam tubuh.
 
5. "Khasiat" lain dari sayur "terong" yang sering dilalap ini, adalah sebagai zat antirematik. Pengobatan tradisional di Nigeria percaya, bahwa "terong" dapat menyembuhkan atau setidaknya mengurangi serangan rematik tertentu. 

6. Di Korea "terong" dikenal punya keajaiban untuk mengobati beberapa  gangguan kesehatan. "Terong" yang telah dikeringkan, termasuk buahnya, bisa dikonsumsi untuk mengobati sakit pinggang, encok, pinggang terasa kaku, dan nyeri lainnya.

7. Secara empiris "terong" bahkan mampu mengobati campak atau cacar air, ketergantungan alkohol, gastritis, dan bekas luka bakar.

8. "Khasiat" lain dari "terong" adalah sebagai obat anti-kejang yang relatif sulit diketahui dengan pasti kapan terjadi serangannya.

9. Selain itu, di Nigeria, "terong" juga dipercaya sebagai obat untuk meredam penyakit gugup. "Manfaat" pengusir kepanikan ini, telah dibuktikan secara ilmiah terhadap marmut dengan menggunakan sari "terong" mentah.

10. "Terong" yang mengandung striknin dan skopolamin, juga skopoletin dan skoparon, berfungsi sebagai penghambat serangan sawan dan gugup. Jadi jelaslah sudah bahwa "terong" dapat mengobati penyakit epilepsi.

11. "Khasiat" lain dari "terong" adalah dapat menekan kerusakan yang timbul pada selsel, dengan penyimpangan kromosom sebagai petunjuk adanya kanker. Pengujian terakhir yang dilakukan di Jepang menunjukkan jus "terong", yang dapat menekan kerusakan pada sel-sel tersebut. Kandungan protease (tripsin) pada "terong" dipercaya dapat menolong melawan serangan zat penyebab kanker. Pada penelitian yang lebih spesifik, "terong" dikatakan bagus untuk mengurangi risiko penyakit kanker perut.

12. Dr GHA Mitschek, seorang ilmuwan dari Universitas Graz telah melakukan pemeriksaan berseri terhadap hewan sampai beberapa kali, ternyata menemukan hasil yang sama baiknya akan "manfaat""terong" . Peneliti ini telah memberikan diet tinggi kolesterol pada beberapa kelinci, dan juga memberikan "terong" dalam jumlah yang bervariasi. Meskipun dosis yang diberikan tidak terlalu besar, ternyata "terong" mampu menghambat pembentukan plak-plak lemak, mencegah dan mengobati ateroklerosis.

13. Selain itu, ditemukan juga bahwa "terong" dapat menghambat atau membatasi asupan kolesterol dalam saluran cerna, bahkan mampu mengangkat kolesterol yang terdapat dalam aliran darah."Terong" mempunyai "manfaat" menghambat pembentukan radikal bebas. Selain itu, "terong" juga membantu menurunkan kolesterol serta sebagai sumber asam folat dan kalium. "Terong" lebih baik dimakan dengan cara dimasak.

14. Menurut penelitian, nasuin dari kulit "terong" bekerja sebagai antioksidan yang menghalangi pembentukan radikal bebas, sehingga membantu melindungi kerusakan sel membran dan menurunkan LDL kolesterol.

15. "Terong" juga ber"khasiat" untuk menurunkan hipertensi. "Terong" memiliki kadar atau jumlah kalium yang tinggi yaitu sekitar 217 mg/100 gram. Kandungan kalium yang cukup tinggi ini efektif  mencegah hipertensi.
16. Menurunkan resiko serangan jantung. Berkat kandungan serat, beta karoten dan anti oksidan yang tinggi membuat "terong" menjadi salah satu tanaman yang dapat mencegah seseorang terkena serangan jantung jika mengkonsumsinya secara teratur.
Bagaimana dengan Kulit "Terong".

Jangan buang kulit "terong", karena kulit "terong" mengandung nasunin, flavonoid yang berperan sebagai antioksidan kuat pengikat radikal bebas. Menurut penelitian di University of California, Amerika Serikat, nasunin terbukti dapat melindungi membran sel otak dari kerusakan akibat radikal bebas. Penelitian di Department of Nutritional Science, Jepang juga menemukan bahwa kandungan nasunin dalam "terong" ber"manfaat" menghambat proses angiogenesis, yaitu proses yang mendukung pertumbuhan dan penyebaran sel kanker dengan memasok oksigen dan nutrisi untuk sel kanker.

Sumber:
1. bismillahku.blogspot.com/.../manfaat-dan-khasiat-...
2. doktersehat.com/khasiat-sakti-terong-dan-mitos-im...
3. ngenee.blogspot.com › Kesehatan...

0 komentar: