Jumat, 04 Oktober 2013

"NUR/CAHAYA ILLAHI"

"Nur" ketuhanan ini merupakan ilmu yang datang secara langsung dari Allah SWT."


"Nur" inilah yang menjadikan hati seseorang tenang, lapang dan bersihnya hati manusia. "Nur" inilah yang boleh dan mampu membedakan antara yang baik dengan buruk, pahala dengan dosa, bersih dengan kotor dan sebagainya. Hilang dan perginya cahaya "IIlahi" ini akan melindung dan menghalang seseorang dari menerima kebenaran dan segala kebaikan yang datang dari Allah. Hati  yang bersih dari segala dosa dan maksiat dzahir dan batin akan mendapat "Cahaya IIlahi". Datangnya "Cahaya IIlahi" juga perlu dilakukan melalui latihan dan kesungguhan untuk tidak mengikuti hawa nafsu dan syahwat. Setelah penyakit batin ini telah diobati maka hati kita akan bersedia untuk menerima "Nur IIlahi".
 
"Nur IIlahi" adalah suatu "cahaya" yang dilimpahkan oleh Allah ke dalam hati manusia yang menjadi jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Ini bermakna "Nur IIlahi" adalah suatu anugerah Allah kepada hambaNya yang diletakkan di dalam hati. Dengan adanya "cahaya" inilah kita akan dapat melihat hakikat kebesaran dan keagungan Allah dan akan menolak segala pandangan selain dari Allah. Hasilnya kita tidak lagi hidup dengan mengharap kepada manusia, atau bergantung hidup kepada manusia. Tidak ada kuasa yang lain selain Allah dan tidak ada yang boleh ditakuti selainNya. Di saat ini akan datang ketenangan dan kebahagian hidup yang hakiki apabila setiap waktu, saat dan ketika Allah berada dalam diri kita.

Peranan "Nur Ilahi"

"Nur" atau "cahaya IIlahi" ini berperanan menguatkan semangat kepada hati dan melemahkan nafsu yang bersarang di hati. Kemantapan tauhid dan keyakinan yang kuat  adalah hasil dari bantuan "cahaya" Allah yang menolong hambaNya dari dorongan nafsu dan syahwat. Hasil dari itu juga hati tidak akan berbelah bagi dalam mengikuti ajaran-ajaran yang diperintah oleh Allah SWT. Maka jelas bahwa jika kita cenderung untuk mengerjakan ajaran agama, bererti kita telah mendapat bantuan Allah. Apabila telah ada kecenderungan ini, maka segala perintah Allah yang diperintah itu dilakukan dengan rasa gembira dan senang sekalipun ia pahit untuk dilaksanakan. Apabila "Nur" ini terjatuh ke dalam hati seseorang maka berlaku dorongan yang kuat untuk taat kepada Allah dan urusan agamaNya.

Apabila Pergi dan Hilangnya "Nur IIlahi"

Apabila manusia terputus dengan "Nur IIlahi", maka nafsu akan berperanan untuk mengerjakan sesuatu yang dilarang oleh agama dan hukum syarak. Maka seseorang itu akan merasai kelezatan akibat dari melakukan dosa dan maksiat. Dosa dan maksiat akan menjadi sahabat dalam dirinya dan terlalu sukar untuk dijauhi dari kedua-duanya. Hati akan terpaut dan menyintai dan akan senantiasa berangan-angan untuk melakukan kejahatan dosa sekalipun mengetahui bahaya dosa tersebut.
            Hati yang gelap dipengaruhi oleh nafsu yang diimamkan oleh syaitan dan iblis. Hati tidak akan mampu untuk mencapai kepada kehendaknya, yaitu mendekatkan diri kepada Allah tanpa bantuan dari Allah. Ini bermakna "Nur IIlahi" adalah tentara yang diutus Allah untuk membantu kehendak hati manusia yang senantiasa berada di atas dua persimpangan. Manakala nafsu pula akan sampai kepada kehendaknya. Antaranya tugas kehendaknya ialah memperoleh syahwat dan keinginan dunia yang tidak berlandaskan kepada kehendak agama, melampaiau batas sempadan kemanusian dan menolak segala sifat mahmudah (kebaikan).

"Nur IIlahi": Berfikir dengan Matahati

Anugerah kemenangan hati adalah al-Basyirah yang menjadi "cahaya" atau penglihatan kepada hati yang dikenali sebagai matahati. Keadaan ini sebagaimana juga mata dzahir tidak boleh melihat tanpa bantuan "cahaya" yang menerangi jalan yang ingin dilalui. Hal yang sama juga berlaku kepada matahati, ia tidak akan dapat melihat dan mengenali sesuatu hakikat kebenaran yang datang dari Allah. Matahati perlu  "cahaya" yang akan menerangi dalam kegelapan. Allah SWT berfirman: 
Artinya: Maka Barangsiapa yang Allah kehendaki untuk memberi hidayah petunjuk kepadanya niscaya ia melapangkan dadanya (membuka hatinya) untuk menerima Islam; dan Barangsiapa yang Allah kehendaki untuk menyesatkannya, niscaya ia menjadikan dadanya sesak sempit sesempit-sempitnya, seolah-olah ia sedang mendaki naik ke langit (dengan susah payahnya). Demikianlah Allah menimpakan azab kepada orang-orang yang tidak beriman.

Apabila "Nur IIlahi" sudah membuka tutupan dan cahaya terang telah bersinar maka mata hati dapat memandang kebenaran dan keaslian yang selama ini disembunyikan oleh alam nyata. Bertambah terang "cahaya Nur IIlahi" yang diterima oleh hati bertambah jelas kebenaran yang dapat dilihatnya. Pengetahuan yang diperolehi melalui pandangan mata hati yang bersuluhkan "Nur IIlahi" dinamakan ilmu laduni atau ilmu yang diterima dari Allah SWT. secara langsung. Kekuatan ilmu yang diperolehi bergantung kepada kekuatan hati menerima "cahaya Nur Illahi".
Kesimpulannya, "Nur IIlahi" tidak akan datang secara percuma. Hasil ketekunan ibadat, sabar dan bersih dari segala dosa besar dan kecil dan menjauh dari penyakit hati maka Allah pasti akan melimpahkan "Nur IIlahi"Nya kepada kita.
Sumber:
1. drafendi.blogspot.com/.../tanda-tanda-menda...drafendi.blogspot.com/.../tanda-tanda-menda...
2. religi.wordpress.com/2007/02/01/hakikat-2/
3. laely.widjajati.facebook.photos/ALHAMDULILLAH....Atas-Limpahan-NikmatMU.........
4. laely.widjajati.facebook.photos/ASSALAMU'ALAIKUM-WR-WB.-Met-Pagi-Smuax.....
5. laely.widjajati.facebook.photos/MET-PAGI-SMUANYA......

0 komentar: