Minggu, 29 September 2013

"SAYUR, BUAH DAN TANAMAN OBAT PENGONTROL GULA DARAH (DIABETES MELITUS)"

"Diabetes Melitus" belakangan ini di tanah air terus meningkat. Salah satu sebabnya adalah mengonsumsi terlalu banyak karbohidrat". 



Berapa banyak pun beras diproduksi di Indonesia, pasti akan habis. Seharusnya kita mengurangi karbohidrat,” ujar Prof. Dr. Sumali Wiryowidagdo, Apt, Kepala Pusat Studi Obat Bahan Alami, Departemen Farmasi, Fakultas MIPA Universitas Indonesia.
 
Pengaturan makan merupakan pilar terpenting bagi pengobatan "Diabetes". Penderita "Diabetes" ("Diabetes"i) yang bijak pasti mau belajar mengenali makanan yang menyebabkan "gula darah"nya tinggi dan berusaha menghindari makanan tersebut.

Pada dasarnya "Diabetes"i bisa mengonsumsi segala makanan seperti orang lain, tetapi harus dibatasi yang mengandung "gula", lemak, dan kadang-kadang makanan yang bergaram tinggi. Penting pula awasi jumlah makanan yang diasup.

Disadari atau tidak alam telah memberikan beberapa makanan luar biasa yang dapat membantu mengontrol kadar "gula darah" Anda. Berikut ini adalah beberapa makanan (sayur, buah dan tanaman obat) yang baik untuk "gula darah":  

1. Labu pahit (Karela=Pare).
Jika Anda memiliki anggota keluarga menderita "Diabetes", sudah saatnya untuk menyiapkan karela di meja makan. Sayuran ini sangat bermanfaat dalam menurunkan tekanan "darah" dan "Diabetes". Tetapi jangan menggabungkan makanan ini dengan obat penurun "gula darah", karena bisa membuat "gula darah" Anda turun drastis.
Efek Farmakologi
Antiradang, sifatnya dingin. Charantin dan polypeptide-P di dalam pare merangsang sel beta pankreas untuk mengeluarkan insulin.
Cara Penggunaan
Ambil 200 gram buah pare segar. Potong-potong lalu buah tersebut bisa dijus atau direbus. Kemudian airnya diminum.

2. Gandum.
Cobalah untuk memasukkan lebih banyak produk gandum dalam daftar makanan Anda. Disamping mengandung banyak vitamin esensial, mineral, dan serat, gandum juga mengandung karbohidrat kompleks yang diperlukan tubuh untuk menghasilkan energi. Karbohidrat kompleks diserap lebih lambat ketimbang karbohidrat sederhana, sehingga kadar "gula darah" tetap stabil.

3. Apel.
Kandungan pektin tinggi dalam buah ini dipercaya membantu menurunkan kebutuhan insulin tubuh. Sebuah studi tahun 2005 menemukan bahwa wanita yang mengonsumsi setidaknya satu apel sehari 28 persen lebih kecil menderita "Diabetes" tipe 2 ketimbang mereka yang tidak makan apel.

4. Pir.
Ini adalah satu lagi buah yang kaya pektin yang baik untuk penderita "Diabetes". Jika dikonsumsi dalam jumlah sedang, pir bisa mengontrol kadar "gula darah" tinggi.

5. Aprikot.
Dalam keadaan kering, Aprikot jauh lebih baik daripada yang segar. Buah ini kaya akan kalium yang baik untuk penderita "Diabetes" juga.

6. Berry.
Semua jenis berry seperti raspberry, stroberi, blueberry dan blackberry membantu menurunkan indeks glikemik penderita "Diabetes".

7. Ceri.
Ceri kaya serat yang menurunkan kadar "gula darah" dalam tubuh.

8. Anggur.
Anggur harus dikonsumsi dalam jumlah moderat. Artinya tak boleh berlebihan bagi penderita "Diabetes".

9. Plum.
Buah ini memang belum begitu dikenal di Indonesia. Selain rendah kalori, plum juga rendah GI. Plum merupakan sumber yang kaya serat yang membuat buah ini ideal bagi penderita "Diabetes" dan pasien jantung.

10. Orange.
Jeruk sehat bagi penderita "Diabetes". Buah ini menurunkan GI, merupakan sumber yang kaya vitamin C dan yang paling penting, serat dalam jeruk memodulasi "gula darah" dengan memperlambat penyerapan ke dalam aliran "darah".

11. Grapefruit.
Buah jeruk ini mirip jeruk bali, tapi lebih kecil dari jeruk bali. Buah ini sehat bagi orang yang menderita "Diabetes" karena secara alami menurunkan kadar "gula darah" tinggi. The Diabetes Action Research and Education Foundation menyatakan, tidak ada bahan dalam jeruk yang akan menghambat produksi insulin. Buah ini baik dimakan segar atau di jus.

12. Alpukat.
Lemak sehat dan potasium dalam alpukat membuatnya menjadi buah yang sehat bagi penderita "Diabetes". Buah ini juga menurunkan trigliserida dan kadar kolesterol jahat dalam tubuh.

13. Melon.
Sepotong melon mengandung serat dan manis rasanya selalu manis. Namun, hindari melon yang lebih matang karena dapat melonjakan kadar "gula darah" Anda.

14. Nektarin.
Buah ini juga jarang dikenal di indonesia. Sejenis apel berwarna merah muda berbiji seperti kecambah. Buah ini juga dapat  mengurangi kemungkinan "Diabetes" tipe-2.
 
15. Kacang.
Serat larut yang tinggi dalam kacang tidak hanya bermanfaat untuk sistem pencernaan dan jantung, tetapi juga menyimpan "gula darah" setelah makan. Jika Anda mengalami resistensi insulin, hipoglikemia atau "Diabetes", kacang benar-benar dapat membantu Anda menyeimbangkan kadar "gula darah".

16. Kayu manis.
Bahan paling aktif yang terkandung dalam kayu manis adalah methylhydroxy-chalcone polimer (MHCP) yang meniru efek insulin, dan bekerja sinergis dengan insulin dalam sel. Namun penelitian sejauh ini baru melibatkan sejumlah kecil orang dan belum dieksplorasi manfaat jangka panjang dari kayu manis.

17. Ikan.
Ikan (seperti salmon dan tuna) merupakan sumber yang kaya akan asam lemak omega-3 - lemak sehat yang mengurangi risiko penyakit jantung, mengurangi peradangan, dan meningkatkan resistensi insulin.

18. Cabai.
Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Nutrition, para peneliti Australia menemukan bahwa memasukan cabai dalam bagian rutin diet setiap hari akan membantu menurunkan "gula darah" setelah menyantap makan. Selain itu, cabai juga mengandung antioksidan, vitamin C dan karotenoid yang dapat membantu meningkatkan regulasi insulin.

19. Fenugreek.
Fenugreek, selain mengandung banyak serat yang sangat penting bagi penderita "Diabetes"dapat menurunkan resistensi insulin dan mengontrol kadar "glukosa darah" dengan meningkatkan jumlah reseptor insulin dalam sel "darah" merah.

20. Brokoli.
Brokoli adalah sumber terbaik dari kromium - mineral yang membantu mengatur insulin dan "gula darah". Akan lebih protektif bila dimakan mentah atau dimasak sebentar.

21. Bawang putih.
Bawang putih memiliki bahan-bahan aktif seperti alil propil disulfida (APDS) dan diallyldisul-phide oksida (allicin). Apabila dikombinasikan dengan flavonoid maka akan memainkan peran penting dalam menurunkan kadar "glukosa". Allicin dapat digabungan dengan vitamin B1 (tiamin) untuk merangsang pankreas melepaskan insulin.

22. Kedelai.
Kedelai memiliki sedikit kandungan pati tetapi jumlah serat dan protein yang tinggi dapat memberikan sebuah efek yang berharga dalam menurunkan ekskresi urin pada orang yang menderita "Diabetes".

23, Teh Hijau.
Efek Farmakologi
Polifenol di dalam teh meningkatkan sensitivitas sel terhadap insulin.  Efek teh hijau terhadap insulin ini pernah diteliti oleh Hiroshi Tsuneki dkk dan diterbitkan dalam jurnal BMC Pharmacology tahun 2004.

24. Mengkudu.
Efek Farmakologi
Memperbaiki sel beta pankreas dan reseptor insulin yang tidak berfungsi dengan baik.
Cara Penggunaan
Ambil dua buah mengkudu masak. Parut dan tambahkan sedikit air kapur. Aduk sampai merata. Peras dengan sepotong kain lalu diminum.

25. Mahkota Dewa.
Efek Farmakologi
Antiradang, obat disentri dan obat sakit kulit dan eksim.
Cara Penggunaan
Siapkan lima hingga tujuh iris buah mahkotadewa lalu seduh dengan satu gelas air panas (200 cc). Tutup dan biarkan sebentar agar melarut dulu. Setelah itu minum secukupnya.

26. Lidah Buaya.
Efek Farmakologi
Antiradang. Pencahar
Cara Penggunaan
1 lembar lidah buaya dicuci bersih, buang durinya kemudian dipotong-potong. Rebus lidah buaya dengan tiga gelas air sampai menjadi satu setengah gelas. Minum 3x1,5 gelas setiap habis makan.

27. Broto Wali.

Efek Farmakologi
Analgesik (menghilangkan rasa sakit), anti piretik (menurunkan panas)
Cara Penggunaan
6 cm batang brotowali dicuci dan dipotong-potong. Tambahkan sepertiga genggam daun sambiloto dan sepertiga daun kumis kucing. Rebus dengan tiga gelas sampai menjadi dua gelas. Diminum setelah makan.

Untuk "Diabetes"i yang harus mengonsumsi obat dari dokter agar "gula darah"nya terkendali, perlu konsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi tanaman obat. “Perlu jarak waktu antara minum obat dan minum tanaman obat,” kata Prof. Sumali.

Sumber:
1. health.kompas.com/.../11.Makanan.Pengontrol.Gula.D...
2. www.tribunnews.com › KesehatanNews
3. jaringnews.com/.../-buah-sehat-untuk-penderita-diabet...
4. fungsidaun.blogspot.com/.../manfaat-fenugreek-hilba-...
5. laely.widjajati.photos.facebook/Bismillahir-Rahmanir-Rahiim...Moga-Aktivitas-Hari-Ini-Lancar..
6. laely.widjajati.photos.facebook/Ayo-makan-buah-biar-sehat.......
7. laely.widjajati.photos.facebook/OBAT-MIGRAIN......
8. manfaat-khasiat.blogspot.com/.../manfaat-dan...

0 komentar: