Minggu, 14 April 2013

"NORMA SOPAN SANTUN"

"Norma sopan santun" adalah peraturan hidup yang timbul dari hasil pergaulan sekelompok itu." 


"Sopan santun" adalah suatu etika/"norma" terhadap tingkah laku kita dalam kehidupan sehari-hari. Setiap orang pasti pernah memilikinya, bahkan mengetahui tentang adat "sopan" dan "santun" tersebut. Meskipun, sedikit orang telah mengetahui arti dari "sopan santun", tapi banyak orang yang mampu memahami cara berlaku "sopan" dan "santun" dalam kehidupan. 

"Sopan" dan "santun" mungkin tidak dapat dinilai lebih dalam lagi, Karena "sopan santun" bukanlah sebuah ideologi dan tidak mungkin dapat diukur dengan kasat mata. Tapi, melainkan suatu nilai yang begitu berharga dalam menjalani suatu komunikasi dengan orang lain. Untuk dapat menilai "sopan santun", kita perlu dapat memahami cara bertingkah laku "sopan santun" dahulu. Setelah itu, kita akan mengerti seberapa berharganya "sopan santun" dalam bersosialisasi dengan orang lain.

"Norma" ke"sopan"an bersifat relatif, artinya apa yang dianggap sebagai "norma" ke"sopan"an berbeda-beda di berbagai tempat, lingkungan atau waktu.
Contoh-contoh "norma sopan santun" ialah:
  1. Menghormati orang yang lebih tua.
  2. Menerima sesuatu selalu dengan tangan kanan.
  3. Tidak berkata-kata kotor, kasar dan takabur.
  4. Tidak meludah di sembarang tempat.
  5. Memakai pakaian yang dapat menutup aurat.
  6. Tidak menyela pembicaraan.
"Norma sopan santun" sangat penting untuk diterapkan, terutama dalam bermasyarakat, karena "norma" ini sangat erat kaitannya terhadap masyarakat. Sekali saja ada pelanggaran terhadap "norma" ke"sopan"an, pelanggar akan mendapat sanksi dari masyarakat, semisal cemoohan. ke"sopan"an merupakan tuntutan dalam hidup bersama. Ada "norma" yang harus dipenuhi supaya diterima secara sosial.
Sanksi bagi pelanggar "norma" ke"sopan"an adalah tidak tegas, tetapi dapat diberikan oleh masyarakat, yang berupa cemoohan. celaan, hinaan, atau dikucilkan dan diasingkan dari pergaulan serta dipermalukan.

Ketika seseorang kehilangan "sopan santun" dalam kehidupan, maka dia sedang meracuni kehidupan dengan sikap dan perilaku buruk. "Sopan santun" memperlihatkan kualitas kepribadian seseorang. Semakin rendah hati dan beretika seseorang, maka dia akan mengekspresikan "sopan santun" dengan tulus dan penuh percaya diri.

"Sopan santun" adalah bagian dari perilaku diri yang terekspresi dari kualitas moral. Moral itu sendiri merupakan sesuatu yang dihasilkan dari hati nurani, yang diekspresikan dalam perilaku dan cara berpikir. Seseorang yang ber"sopan santun" rendah, biasanya disebabkan oleh kualitas moral dirinya yang rendah. Dan hal ini dikarenakan, hati nuraninya terisi dengan nilai-nilai negatif. 
 
Dengan semakin tidak pedulinya orang-orang untuk ber"sopan santun" dalam kehidupan, menunjukkan hilangnya hati nurani baik dalam kehidupan. Dan hal ini, pasti akan menjadi sesuatu yang buruk dalam penguatan kehidupan sosial yang lebih tertib dan harmonis. Tanpa "sopan santun", orang-orang akan kehilangan akal baiknya dalam melayani kehidupan. 
 
"Sopan santun" adalah energi positif, yang dapat menciptakan kehidupan pribadi yang lebih berkualitas. Karena, saat seseorang mengekspresikan "sopan santun" dalam sikap dan perilaku, maka dia sedang menularkan energi baik kepada orang lain, dan orang lain yang merasakan energi baik tersebut, hatinya menjadi lebih peduli untuk melayani energi "sopan santun". Artinya, orang-orang yang "sopan santun" selalu mendapatkan kepercayaan lebih dari orang lain. "Sopan santun" bukanlah perilaku yang berpura-pura baik untuk sebuah kepentingan, tapi merupakan ekspresi dari sikap rendah hati, yang diperkuat oleh etika dan integritas pribadi dalam konsistensi perilaku. 
 
"Sopan santun" dapat menjadi milik siapa pun. Namun, untuk memiliki "sopan santun" sebagai bagian dari perilaku kepribadian yang baik, seseorang harus merawat kualitas moralnya dengan nilai-nilai kehidupan positif yang etis, lalu diungkapkan dalam integritas pribadi yang konsisten dengan sikap rendah hati untuk melayani kehidupan. 
 
"Sopan santun" dihasilkan dari kualitas orang baik, yang benar-benar hidup untuk mengekspresikan rasa hormat dirinya pada orang lain; melalui tata bahasa, emosi, ekspresi dan perilaku yang "sopan santun". "Sopan santun" akan menjadi semakin berpengaruh untuk kebaikan diri sendiri dan orang lain; saat seseorang mampu mengembangkan hati nuraninya untuk tata krama kehidupan, yang menghormati orang lain, dan bersyukur atas apa yang dimiliki, tanpa ada perasaan tidak suka kepada yang lain.

Sumber:
1. id.wikipedia.org/wiki/Norma_sopan_santun
2. edukasi.kompasiana.com/.../sopan-santun-mencerminkan-kualitas-diri-505509.html
3. t4nti.blog.com/2009/11/24/sopan-santun/
4. Laely.Widjajati.Photos.Facebook/ALHAMDULILLAH..............Sdh-bs-istirahat............
5. Laely.Widjajati.Photos.Facebook/Jangan-pernah-katakan-umurlah-telah-bertambah,-tapi...
6. Laely.Widjajati.Photos.Facebook/Stuba-Pemkab-Badung...

0 komentar: