Sabtu, 02 Maret 2013

"PELANGI YANG INDAH"

"Pelangi" atau "bianglala" adalah gejala optik dan meteorologi berupa cahaya beraneka warna saling sejajar yang tampak di langit atau medium lainnya". 


"Pelangi" adalah salah satu fenomena alam yang sangat "indah". Saat hujan rintik-rintik turun disertai dengan panasnya matahari, maka di langit akan kita lihat sesuatu yang sangat "indah" dan menakjubkan yang kita kenal dengan sebutan "Pelangi". Warna warni yang sangat "indah" terpadu bak lukisan di angkasa, "Pelangi" akan nampak dalam bentuk setengah lingkaran bagai kain warna warni yang dibentangkan di langit.  Di langit, "Pelangi" tampak sebagai busur cahaya dengan ujungnya mengarah pada horizon pada suatu saat hujan ringan. "Pelangi" juga dapat dilihat di sekitar air terjun yang deras. 

PEMBENTUKAN "PELANGI".

Cahaya matahari adalah cahaya polikromatik (terdiri dari banyak warna). Warna putih cahaya matahari sebenarnya adalah gabungan dari berbagai cahaya dengan panjang gelombang yang berbeda-beda. Mata manusia sanggup menyerap paling tidak tujuh warna yang dikandung cahaya matahari, yang akan terlihat pada "Pelangi": merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu (MEJIKUHIBINIU).

Panjang gelombang cahaya ini membentuk pita garis-garis paralel, tiap warna bernuansa dengan warna di sebelahnya. Pita ini disebut spektrum warna. Di dalam spektrum warna, garis merah selalu berada pada salah satu sisi dan biru serta ungu di sisi lain, dan ini ditentukan oleh perbedaan panjang gelombang.

"Pelangi" tidak lain adalah busur spektrum warna besar berbentuk lingkaran yang terjadi karena pembiasan cahaya matahari oleh butir-butir air. Ketika cahaya matahari melewati butiran air, ia membias seperti ketika menembus prisma kaca dan keluar menjadi spektrum warna "Pelangi". Jadi di dalam tetesan air, kita sudah mendapatkan warna yang berbeda-beda berderet dari satu sisi ke sisi tetesan air lainnya. Beberapa dari cahaya berwarna ini kemudian dipantulkan dari sisi yang jauh pada tetesan air, kembali dan keluar lagi dari tetesan air. Cahaya keluar kembali dari tetesan air ke arah yang berbeda, tergantung pada warnanya. Warna-warna pada "Pelangi" ini tersusun dengan merah di paling atas dan ungu di paling bawah "Pelangi".

"Pelangi" terlihat sebagai busur dari permukaan bumi karena terbatasnya sudut pandang mata, jika titik pandang di tempat yang tinggi misalnya dari pesawat terbang dapat terlihat sebagai spektrum warna yang lengkap yaitu berbentuk lingkaran. "Pelangi" hanya dapat dilihat saat hujan bersamaan dengan matahari bersinar, tapi dari sisi yang berlawanan dengan si pengamat. Posisi si pengamat harus berada di antara matahari dan tetesan air dengan matahari di belakang orang tersebut. Matahari, mata si pengamat, dan pusat busur "Pelangi" harus berada dalam satu garis lurus.

4 (EMPAT) JENIS "PELANGI".

1. "Pelangi" Awan

"Pelangi" awan ini terbentuk oleh butiran-butiran kecil air yang ada di awan dan udara lembab, tanpa terjadinya hujan terlebih dahulu. "Pelangi" ini terlihat ketika cahaya matahari menembus butiran-butiran air dan terbelokkan sehingga menjadikannya spektrum warna yang indah di langit. Ukuran "Pelangi" awan lebih jauh di udara dan besar, seringkali terbentuk di atas perairan. Dan jika terjadi di daratan, hal tersebut diakibatkan kabut tebal yang terangkat ke udara.

 2. "Pelangi" Kembar.

"Pelangi" kembar tidak sama dengan "Pelangi" ganda, fenomena "Pelangi" kembar jarang sekali terjadi. "Pelangi" kembar terbentuk dari dua lengkungan spektrum warna pada satu titik yang sama. "Pelangi" kembar ini terbentuk oleh kombinasi antara butiran-butiran air yang kecil dan besar berjatuhan dari udara menuju bumi. Butiran yang lebih besar dipaksa oleh sebuah kondisi udara sehingga menjadi lebih pipih, sementara butiran yang kecil masih berbentul oval dan memiliki permukaan pantulan yang lebih stabil. Kedua bentuk butiran air tersebut kemudian secara bersamaan membentuk dua "pelangi" berbeda dalam satu titik lengkung yang sama.
3. "Pelangi" Pantulan dan Terpantulkan. 

"Pelangi" pantulan dan terpantulkan adalah dua hal yang berbeda meskipun memiliki nama yang sama. "Pelangi" terpantulkan adalah fenomena "Pelangi" yang terjadi cahaya dibelokkan oleh tetesan air, spektrum warna yang dihasilkan kemudian dipantulkan ke mata kita sebelum akhirnya memudar dan menjadi cahaya biasa. Sementara "Pelangi" pantulan terjadi ketika cahaya dipantulkan oleh air sebelum dipantulkan oleh butiran-butiran air. "Pelangi" pantulan tidak muncul seperti pelangi terpantulkan, karena ia harus berada pada kondisi yang lebih spesifik.

4. Roda  "Pelangi"

Roda "Pelangi" ini terbentuk ketika awan hitam atau hujan deras terjadi sehingga menutupi cahaya yang sedang bersinar ke arah kita. Dan bayangan hujan tersebut membuat Anda tidak bisa melihat warna "Pelangi". Padahal yang terjadi adalah "Pelangi" tersebut membentuk sebuah roda dengan lingkaran yang besar, dan hanya akan terlihat ketika awan bergerak semakin menjauh dari arah pandang kita.

ALASAN "PELANGI" MELENGKUNG.

Tahukah anda, mengapa bentuk "Pelangi" melengkung ?? Mengapa bentuknya tidak bulat / persegi atau bentuk yang lainnya ??? Mari kita ulas sedikit tantang terbentuknya "Pelangi" yang "indah" itu. "Pelangi" merupakan salah satu pemandangan "indah" yang jarang kita lihat. Jika dilihat, bentuk "Pelangi" seperti busur di langit biru yang muncul karena pembiasan dari sinar matahari ketika hujan kira-kira di mana ya "Pelangi" bisa terlihat? Biasanya "Pelangi" bisa dilihat di daerah pegunungan atau ketika mendung atau ketika hujan baru berhenti turun atau juga bisa kita liat di air terjun.
"Pelangi"merupakan satu-satunya gelombang elektromagnetik yang dapat kita lihat. Ia terdiri dari beberapa spektrum warna. Apakah Anda bisa menyebutkan warna apa sajakah yang bisa kita lihat pada "Pelangi" tersebut? dan sebenarnya ada warna-warna lain yang tidak dapat kita lihat langsung dengan mata. Warna merah memiliki panjang gelombang paling besar, sedangkan violet memiliki panjang gelombang terkecil. Bagaimana pelangi terbentuk ? Coba kita amati ketika sinar matahari mengenai cermin siku-siku atau tepi prisma gelas, atau permukaan buih sabun, kita melihat berbagai warna dalam cahaya.

Apa yang terjadi adalah cahaya putih dibiaskan menjadi berbagai panjang gelombang cahaya yang terlihat oleh mata kita sebagai merah, jingga, kuning, hijau, biru, dan ungu. Panjang gelombang cahaya ini membentuk pita garis-garis paralel, tiap warna bernuansa dengan warna di sebelahnya. Pita ini disebut “spektrum”. Di dalam spektrum, garis merah selalu berada pada salah satu ujung dan biru serta ungu disisi lain, dan ini ditentukan oleh perbedaan panjang gelombang. Ketika kita melihat "Pelangi", sama saja dengan ketika kita melihat spektrum. Bahkan, "Pelangi" adalah spektrum melengkung besar yang disebabkan oleh pembiasan cahaya matahari.


Nah, setelah kita membahas tentang apa itu "Pelangi" dan bagaimana terbentuknya, sekarang mari kita ulas tentang mengapa "Pelangi" berbentuk melengkung!! Ternyata untuk melihat "Pelangi" yang "indah" terdapat berbagai syarat.

1. Syarat pertama ialah kita harus membelakangi sumber cahaya saat melihat "Pelangi". Dalam hal ini, sumber cahaya yang dimaksud adalah matahari. 
 
2. Syarat kedua ini adalah penyebab mengapa "Pelangi" melengkung yaitu kita harus melihat "Pelangi" dari sudut ekitar 40 derajat selain dari itu sudut ini "Pelangi" tidak akan terlihat dengan baik. Oleh karena itu, "Pelangi" terlihat melengkung di langit luas. 

Jadi dengan kata lain bentuk "Pelangi" yang melengkung itu bukan semata-mata karena memang dia tercipta melengkung. Namun, karena sudut pandang kita dan kemampuan bola mata kita lah yang membuatnya terlihat berbentuk melengkung.

Sumber:
1. id.wikipedia.org/wiki/Pelangi
2. www.azhie.net/2012/04/asal-usul-pelangi.html
3. www.gaptekupdate.com/2013/01/4-jenis-pelangi-di-dunia/
4. edukasi.kompasiana.com/.../alasan-pelangi-melengkung-434205.html
5. laely-widjajati.blogspot.com/.../indahnya-banjarmasin-...

0 komentar: