Minggu, 17 Februari 2013

"FAKTOR-FAKTOR PEMBENTUK KEPRIADIAN"

"Banyak para ahli yang berusaha mengungkapkan "faktor" - "faktor pembentuk kepribadian" sejak zaman dahulu". 


Berdasarkan hasil penelitian lahirlah beberapa aliran tentang "kepribadian", antara lain sebagai berikut :
  • NATIVISME: "Kepribadian" ditentukan oleh faktor pembawaan seperti bakat, kemauan dan kecerdasan. Tokoh aliran nativisme yaitu yaitu Thomas Hobbes dan J.J.Rousseau

  • EMPIRISME: "Kepribadian" ditentukan oleh pengalaman atau lingkungannya. Tokoh aliran ini adalah  John Locke. Pada tahun 1690, John Locke mengemukakan Teori Tabula Rasa dalam bukunya yang berjudul " An Essay Concerning Human Understanding." Menurut teori ini, manusia yang baru lahir seperti buku tulis yang bersih dan akan menjadi seperti apa "kepribadian" seseorang ditentukan oleh pengalaman yang didapatkannya. Teori ini mengandaikan bahwa semua individu pada waktu lahir mempunyai potensi "kepribadian" yang sama. "Kepribadian" seseorang setelah itu semata-mata hasil pengalaman-pengalaman sesudah lahir (Haviland, 1989:398). Perbedaan pengalaman yang dialami seseorang itulah yang menyebabkan adanya bermacam-macam "kepribadian" dan adanya perbedaan "kepribadian" antara individu yang satu dengan individu yang lain.
    Teori tersebut tidak dapat diterima seluruhnya. Kita tahu bahwa setiap orang memiliki kecenderungan khas sebagai warisan yang dibawanya sejak lahir yang akan memengaruhi "kepribadian"nya pada waktu dewasa. Akan tetapi juga harus diingat bahwa warisan genetik hanya menentukan potensi "kepribadian" setiap orang. Tumbuh dan berkembangnya potensi itu tidak seperti garis lurus, namun ada kemungkinan terjadi penyimpangan. "Kepribadian" seseorang tidak selalu berkembang sesuai dengan potensi yang diwarisinya.
    Warisan genetik itu memang memengaruhi "kepribadian", tetapi tidak mutlak menentukan sifat "kepribadian" seseorang. Pengalaman hidup, khususnya pengalaman-pengalaman yang diperoleh pada usia dini, sangat menentukan "kepribadian" individu.

  • KONVERGENSI: Aliran ini merupakam perpaduan dari kedua aliran diatas yang menyatakan bahwa "Kepribadian" merupakan hasil perpaduan antara pembawaan dan pengalaman
"Kepribadian" umum (modal personality) adalah "Kepribadian" yang ada pada sebagian besar warga suatu masyarakat, yang disebut juga dengan istilah watak umum.

"Pembentukan Kepribadian" seseorang berlangsung dalam suatu proses yang disebut dengan sosialisasi, yaitu suatu proses dengan mana seseorang menghayati (mendarah-dagingkan-internalize) norma-norma kelompok dimana ia hidup sehingga muncullah dirinya yang “unik”. 

"Faktor"-"faktor" yang berpengaruh dalam "Pembentukan Kepribadian" sebagai proses sosialisasi mencakup:
1. Faktor biologis.
2. Faktor  Geografis.
3. Kebudayaan.
4. Pengalaman kelompok.
5. pengalaman unik. 

1. FAKTOR BIOLOGIS

Seorang ahli bernama Mendel mengemukakan bahwa ada sifat menurun yang dibawa oleh "faktor" penentu (gen) yang berasal dari orang tua kepada anaknya, seperti mempunyai dua tangan, panca indera, kelenjar seks, golongan darah, bentuk mata dan otak yang rumit. Persamaan biologis ini membantu menjelaskan beberapa persamaan dalam "kepribadian" dan perilaku semua orang. 

Setiap warisan biologis seseorang juga bersifat unik, yang berarti, bahwa tidak seorang pun (kecuali anak kembar) yang mempunyai karakteristik fisik yang hampir sama.

2. FAKTOR GEOGRAFIS
Meliputi iklim dan bentuk muka bumi atau topografi setempat, serta sumber-sumber alam, "Faktor" lingkungan fisik (geografis) ini mempengaruhi lahirnya budaya yang berbeda pada masing-masing masyarakat.

3. KEBUDAYAAN
Setiap kebudayaan memiliki ciri khas masing - masing. Perbedaan ciri khas kebudayaan tersebut dapat memengaruhi "kepribadian" seseorang, misalnya antara masyarakat desa dan masyarakat kota tentu akan memiliki banyak perbedaan

4. PENGALAMAN KELOMPOK
Sangat jelas sekali bahwa anggota kelompok yang lain mempunyai pengaruh yang penting bagi "kepribadian" individu. Adapun kelompok tersebut dapat dibedakan menjadi 2 yaitu:

a. Kelompok acuan (Reference Group) 
Merupakan kelompok yang diterima sebagai panutan atau model untuk penilaian atau tindakan seseorang. "Pembentukan kepribadian" seseorang sangat ditentukan oleh pola hubungan dengan kelompok referensinya di tahun-tahun pertama yaitu dalam lingkungan keluarga. Dan seiring perkembangannya maka kelompok referensinya juga berkembang dan berpencar sesuai dengan keinginannya. 

b. Kelompok Majemuk
Hal ini timbul karena mengingat kompleksnya sebuah masyarakat. Sesuatu yang harus ditegakkan dapat saja dianggap tidak perlu oleh anggota masyarakat lainnya. Dalam keadaan seperti ini maka seseorang harus berusaha dengan keras untuk mempertahankan haknya untuk menentukan sendiri apa yang dianggapnya baik dan bermanfaat bagi diri dan "kepribadian"nya sehingga tidak terhanyut dalam arus perbedaan dalam kelompok majemuk tempat tinggalnya.
5. PENGALAMAN YANG UNIK
Dalam hidupnya seorang individu akan mempunyai pengalaman sendiri-sendiri. Pengalaman tersebut sebagai hasil interaksinya dengan lingkungan baik dengan lingkungan keluarga, masyarakat, sekolah, kantor dan lain-lain. Antara individu yang satu dengan yang lainnya memiliki pengalaman yang tidak sama. Dengan demikian, pengalaman tersebut akan membentuk sebuah "kepribadian" unik seseorang.

Sumber:
1. sukma-stc.blogspot.com/.../faktor-faktor-yang-mempengaruhi.html
2. Facebook.Photos.Laely.Widjajati.in.Profile.Pictures/Astana-Timur-Batuampar/
3. id.shvoong.com/.../2308449-teori-teori-perkembangan-kepribadian/
4. Facebook.Photos.Laely.Widjajati/NARSIS-dulu-sm-MBAKKU....../
5. Facebook.Photos.Laely.Widjajati/Astana-Timur-Batuampar/

0 komentar: