Kamis, 27 Desember 2012

"ANTROPOLOGI POLITIK"

"Antropologi Politik" membahas pendekatan "Antropologi" terhadap gejala-gejala "politik" dalam kehidupan manusia".

"Antropologi Politik" adalah suatu cabang studi tentang "politik" sebagaimana ditinjau dari sudut pandang "Antropologi", khususnya "Antropologi"  Budaya.  Di sini akan dibahas dan dipelajari kejadian-kejadian dan gejala-gejala "politik", kekuatan-kekuatan "politik", kerjasama "politik" dan aspek kehidupan "politik" lainnya, dengan melihatnya secara khusus dari ihwal latar belakang kebudayaan serta sistem norma pelaku-pelakunya.  Fokus perhatian mata kuliah ini akan tertuju ke aspek-aspek kehidupan "politik" yang terjadi di Indonesia, dengan mengingat relevansi yang besar dari studi ini pada permasalahan-permasalahan "politik" di negara-negara yang sedang berkembang. 

Pembahasan meliputi teori-teori mengenai perwujudan "politik" dalam kehidupan manusia serta sistem "politik" pada masyarakat sederhana dan modern. Selain itu juga membahas pendekatan "Antropologi" terhadap gejala-gejala "politik" dalam kehidupan manusia, termasuk yang tidak terkategori sebagai gejala-gejala "politik" yang berkaitan dengan lembaga-lembaga "politik" formal/pemerintah dalam masyarakat modern. Dengan demikian, cakupan pembahasan meliputi pula berbagai gejala "politik" dan organisasi sosial dalam komuniti-komuniti masyarakat perdesaan/non-masyarakat kompleks.

Kaitan antara Ilmu "Antropologi" dengan ilmu "politik" yaitu ilmu "antropologi" memberikan pengertian-pengertian dan teori-teori tentang kedudukan serta peranan satuan-satuan sosial budaya yang lebih kecil dan sederhana. Mula-mula "Antropologi" lebih banyak memusatkan perhatian pada kehidupan masyarakat dan kebudayaan di desa-desa dan dipedalaman.

"Antropologi" telah pula berpengaruh dalam bidang metodologi penelitian ilmu "politik". Salah satu pengaruh yang amat berguna dan terkenal serta kini sering dipakai dalam ilmu "politik" ialah metode peserta pengamat. penelitian semacam ini memksa sarjana ilmu "politik" untuk meniliti gejala-gejala kehidupan sosial “dari dalam” masyarakat yang menjadi obyek penelitiannya. 

  "Antropologi Politik"berkembang sesudah tahun 1940, ditandai dengan terbitnya buku African Political System dari  M. Fortos dan E.E. Evan Pitchard. Redcliffe Brown, penulis kata pengantar dalam buku tersebut menganggap bahwa: "organisasi "politik" adalah organisasi yang melaksanakan aktifitas sosial yang menyangkut penjagaan keteraturan dan stabilitas masyarakat dalam suatu wilayah tertentu, dengan menggunakan kekuasaan dan kalau perlu kekerasan secara absah".
 
Berdasarkan definisi tersebut, topik-topik yang termasuk dalam "Antropologi Politik" meliputi:
1.      masalah-masalah hukum adat
2.      organisasi kenegaraan
3.      organisasi perang
4.      organisasi kepemimpinan
5.      pemerintahan
6.      kekuasaan
 
Ahli "antropologi" akan membatasi diri pada masalah-masalah:
a.  Organisasi kenegaraan: tentang evolusi terjadinya organisasi negara
b.  Organisasi perang, tentang sebab timbulnya perang dan akibat timbulnya perangnya. 
c.  Organisasi kepemimpinan, pemerintahan, kekuasaan.
 
Pembahasan tentang "Antropologi Politik" di lndonesia secara teoritis masih jarang dilakukan. Kurangnya pembahasan tersebut karena belum adanya kesepakatan bersama di antara para ahli "Antropologi" itu sendiri tentang ruang lingkup kajiannya.
 
Sumber:
1. duniapolitiku.blogspot.com/2010/02/antropologi-politik.html
2. laely-widjajati-facebook-photos/NICE-THURSDAY/ASSALAMU'ALAIKUM WR. WB/3.
3. repository.unand.ac.id/3864/
4. politik.fisip.unair.ac.id/index.php?...antropologi-politik...
5. madib.blog.unair.ac.id

0 komentar: