Sabtu, 28 Juli 2012

"IKHLAS ITU INDAH"

"Sesungguhnya seseorang yang terkena masalah. kemudian ia menerima dengan ridha dan "ikhlas", maka ia akan mendapatkan ridha dari Allah SWT." 


"Ikhlas" itu mudah diucapkan tapi tidak gampang dilaksanakan. "Ikhlas" merupakan kunci utama seseorang dalam memperoleh ketenangan dan kedamaian hidup. Sebab, orang yang "Ikhlas" selalu menjauhkan diri dari rasa kecewa, menyesal, frustrasi, dan putus asa. Orang yang "Ikhlas" selalu memandang ke depan, dan tidak mau kembali ke belakang.

"Ikhlas" dalam beribadah, berarti murni karena Allah SWT. dalam melakukannya. Demikian juga dengan aktivitas lainnya. Untuk memperoleh kualitas "Ikhlas" yang baik, maka kita harus menimbulkan keyakinan terlebih dahulu. Sebab, keyakinan merupakan kunci dari ke"Ikhlas"an. Hanya orang yang memiliki keyakinan yang bisa merasakan ke"Ikhlas"an yang sesungguhnya. Ia bisa mengambil hikmah atau pelajaran dari segala masalah yang ia hadapi.

Orang yang "Ikhlas" adalah orang yang mempunyai kepasrahan dan ketundukkan kepada Allah SWT. semata. Orang yang "Ikhlas"  meyakini bahwa takdir ada di tangan Allah SWT. Tugasnya hanyalah ikhtiar atau berusaha, sedangkan persoalan gagal atau sukses itu semua terserah kepada kehendak Allah SWT. Sebab, hanya Allah-lah yang mengetahui sesuatu yang terbaik bagi kita.

Orang yang sedang dalam keadaan "Ikhlas", ia mengalami ketenangan dan kedamaian yang luar biasa. Hal ini disebabkan oleh rasa "Ikhlas" tersebut telah membuat gen di dalam sel menyala atau aktif. Orang yang "Ikhlas" dapat merasakan ketenangan dan kedamaian dalam hidupnya. Segala peristiwa dalam kehidupannya disikapi dengan perasaan tenang dan damai. Kesedihan ataupun kesenangan sama baginya, karena semuanya dikembalikan kepada Allah SWT.

Orang yang "Ikhlas" akan merasakan bahwa dirinya selalu dekat dengan Allah SWT. Hidup dan matinya dipasrahkan dan ditundukkan kepada-Nya.

Katakanlah kata kunci "Ikhlas" dalam diri anda mulai sekarang. "Meskipun sekarang saya belum bisa "Ikhlas", saya akan terus mencoba untuk "Ikhlas". Sampai akhirnya nanti, saya bisa "Ikhlas" . 

Sabar menjadi sebuah kunci dari ke"Ikhlas"an, dan salah satu cara untuk mengundang pertolongan dari Allah SWT. Orang yang sabar adalah orang yang mau merasakan dan menjalani "zona tidak nyaman" dengan "Ikhlas". Zona tidak nyaman adalah zona yang tidak pernah ada kepastian, zona merasakan sakit, dan zona cobaan. Makanya, wajar bila zona ini dihindari oleh banyak orang. Kita pun maklum jika akhirnya banyak orang yang tidak sabar bila sedang ditimpa cobaan atau masalah. Padahal, jika mereka mau menjalani rasa sakit itu dengan penuh ketekunan dan kesabaran, Allah SWT. memberikan pahala yang tidak terbatas.

Ke"Ikhlas"an seseorang mengalami fluktuasi dikarenakan di dalam jiwa manusia terdapat dua potensi yang berbeda, saling tarik menarik, tekan menekan, dan saling bersaing. Dua potensi ini pula yang menentukan arah keimanan seseorang.

Rasa "Ikhlas" harus diperkuat dengan sugesti mengenai kepasrahan dan ketundukan kita kepada Allah SWT, agar bisa menyebar ke seluruh tubuh melalui titik atau jalur meridian dengan maksimal.

"Ikhlas"   memang mempunyai efek yang luar biasa bagi manusia. Banyak kejadian luar biasa yang dilatarbelakangi oleh sifat "Ikhlas" ini. Hal ini dikarenakan rasa "Ikhlas" merupakan bentuk kepasrahan dan ketundukkan yang tertinggi kepada Allah SWT.

(Sumber: Hilangkan Stres dengan Terapi HIPNO IKHLAS. Oleh: Mohammad Irsyad).

0 komentar: