Sabtu, 15 Oktober 2011

"SILSILAH KELUARGAKU"

"Apakah Anda mengetahui "silsilah keluarga" Anda?  Sampai sejauh mana? Kakek nenek?  Buyut, cicit?" 


Beruntunglah jika Anda sangat mengetahui "silsilah keluarga" Anda, karena pasti Anda mengenal lebih banyak saudara, walaupun saudara jauh.

"Arti "silsilah" itu bersifat universal, yang artinya orang-orang di seluruh dunia mempunyai "silsilah" keturunannya dan pula, di seluruh benua akan dimaklumi, bahwa semua orang pasti akan mengagungkan leluhurnya."

Menurut saya pribadi, "silsilah keluarga" adalah sesuatu yang menarik. Dari "silsilah keluarga" saya bisa lebih mengenal anggota-anggota "keluarga" dan menelusuri hubungan antar kerabat. Orang-orang yang sering saya lihat hadir dalam acara "keluarga" namun belum saya kenal, jadi bisa dikenal dengan tahu nama dan hubungan kekerabatannya dengan saya. Data yang tadinya kebanyakan hanya tersimpan dalam memori orang – dan akan tergerus dengan makin pudarnya daya ingat – dapat dilestarikan. Tidak jarang potongan-potongan data tentang satu hal dikumpulkan dari beberapa sumber. Sangat menyenangkan ketika data sudah terkumpul cukup lengkap dan akhirnya tergelar dalam bentuk daftar dan bagan.

Kita sering membaca "silsilah" keturunan para raja yang termasuk sejarah atau "silsilah" para penguasa yang memerintah suatu daerah, baik yang ditulis pada prasasti maupun benda lain yang artinya bukan hanya untuk dikenal saja, tetapi untuk diagungkan oleh segenap masyarakatnya, dan dikenang akan jasa-jasanya. (Sumber: Randy Dipa Nalendra).

Berikut ini "silsilah keluargaku" menurut beberapa sumber dari "keluarga" yang mayoritas beliau-beliaunya telah meninggal dunia. "Silsilah keluarga" ini saya tampilkan dalam rangka menjalin silaturrahim "keluarga" yang selama ini telah kehilangan obor. Harapan saya, dengan adanya "silsilah keluarga" ini, akan tersambung kembali tali ikatan (silaturrahim) "keluarga" yang selama ini telah putus karena ketidaktahuan dari kita.

Sebagaimana yang dijelaskan dalam Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, At-Tirmidzi dan Al-Hakim dari Abu Hurairah, dari Nabi Muhammad SAW., beliau bersabda:
'Belajarlah tentang nasab-nasab kalian sehingga kalian bisa menyambung Silaturrahim. Karena sesungguhnya Silaturrahim  adalah (sebab adanya) kecintaan terhadap "keluarga" (kerabat dekat), (sebab) banyaknya harta dan bertambahnya usia.'

Apabila ada yang merasa termasuk dalam "silsilah" ini dapat menghubungi kami, atau mungkin meralat ataupun bahkan mungkin menyempurnakan "silsilah keluarga" ini, kami menerima dengan lapang dada.

  1. Pangeran Cakraningrat
  2. Panembahan Cakraningrat
  3. Aryo Purwonegoro I
  4. R. Adipati Purwodiningrat
  5. Ratu Kedaton
  6. Hamengkubuwono III
  7. (P.Diponegoro,P.Tjokronegoro,P.Pakunegoro,P.Mertonegoro,BRA.Kartilah,BRA.Beruk)
  8. (Sayed Husin, Moertodjo, Dewi Sekardadu)
  9. (Djosetiko, Pingi, Zaenal, Ekowongso,Ragil)
  10. (K.W.Nasir,K.Karjo,Suwirjo,Samilah,Katiyem,Kamirah,Saido,Atmorejo,Katiyah)
  11. Achmad Ali 
  12. (Katiani, M.K.Agus Salim, Sri Suharti, Sutikno)
  13. (Sri Asih, Sudjarwo, Harianta, Laely Widjajati, A.Nurhamdani, M.Hidayat)
  14. (Isa Anja Asmara Bungin, Banda Anja Tamara Bungin) 

Untuk Lebih Ringkasnya:
    1. Hamengkubuwono III
    2. P.Mertonegoro
    3. Moertodjo
    4. Djosetiko
    5. Samilah
    6. Achmad Ali
    7. Katiani
    8. Laely Widjajati
    9. (Isa Anja Asmara Bungin, Banda Anja Tamara Bungin)
    10.  
    11.  
    Yang saya tuliskan di atas adalah "Silsilah keluargaku" dari pihak ibu saya Sedangkan "Silsilah Keluargaku" dari pihak ayah saya, masih dalam tahap penelusuran. Saya juga merasa bangga karena dari pihak ayah saya, ternyata ayah saya masih turun ke 6 dari Mbah Raden Rahmat alias Mbah Sunan Ampel..... Subhanallah..... Wallahu'alam.....

    “APA TUJUANNYA MENGETAHUI "SILSILAH KELUARGA"….?”

    “Ya . . . untuk mengenal dan paling tidak bisa menyebutkan nama beliau-beliau saat memanjatkan doa….”  Mendoakan kakek nenek dan orang tua rasanya sudah menjadi “kewajiban” kita karena apa lagi mungkin kita tak sempat menghadiri pemakaman semua kakek nenek saat meninggal dunia. 


    Saya merasa bangga mengetahui nama-nama tersebut dan yang lebih penting lagi adalah saya jadi tahu ternyata punya kerabat yang banyak dan semuanya ternyata tak jauh-jauh amat. Ibarat, ternyata dunia tak selebar daun kelor…
    Dan  siapa tahu ketika diruntut baik-baik, kakek nenek saya ternyata masih bersaudara dengan kakek nenek Anda?  Tidak mustahil bukan……? 

    Pada akhirnya, dari "silsilah keluargaku" yang telah saya tuliskan disini, apakah Anda tergugah untuk membuat tulisan tentang "silsilah keluarga" Anda? Ingat, seseorang yang bijak tidak akan pernah melupakan sejarah, apalagi sejarah "keluarga"nya. Dari "silsilah keluarga" Anda dapat menyambung lagi ikatan "keluarga" yang mungkin sempat terputus. Siapa tahu ternyata Anda bersaudara dengan orang yang sering Anda temui setiap hari. Atau bisa jadi Anda berasal dari Solo atau mungkin saja bahkan bersaudara dengan saya. Siapa tahu. Wallahu'Alam.....

    Sumber:
    1. Hasil wawancara dengan Mbah Ahmad Ngali (semasa beliau masih hidup)
    2. Keterangan dari Bapak M.K. Agus Salim (Adik dari Ibu kandung saya).
    3. lifestyle.kompasiana.com/../silsilah-keluarga-apa-pentingnya-326447.ht..  
    4. https://apprayo.wordpress.com/.../bagan-silsilah-keluar... 
    5. qamaruddinshadie.blogspot.com/.../menyambung-tali-...
    6. laely.widjajati.facebook/Add a description 
    7. laely.widjajati.facebook/Suatu-Pagi-di-#TelagaSarangan......

    0 komentar: