Minggu, 16 Oktober 2011

"Pelecehan Seksual Terhadap Wanita"

"Banyak pandangan yang keliru. Pakaian bukan sebab utama orang melakukan "pelecehan seksual". Simak juga beberapa pandangan keliru lainnya seputar tindak "pelecehan seksual".


1. Tidak semua "wanita" terkena "pelecehan seksual". The Fact Survei membuktikab, kalau "pelecehan seksual" di tempat kerja terjadi di seluruh dunia. Sebuah penelitian di Australia menyatakan, 24% "wanita" dan 4% pria pernah mengalami "pelecehan seksual" di tempat kerja. Apalagi "pelecehan seksual" yang terjadi di tempat uum. Jumlahnya lebih besar dan cenderung meningkat.

2. Cara berpakaian "wanita" membuat mereka jadi korban "pelecehan". The Fact Tidak ada alasan untuk "pelecehan". "Pelecehan" tidak ada berkaitan dengan cara berpakaian "wanita". Ini hanyalah alasan dari para pelaku yang tidak dapat mengendalikan tingkah lakunya.
3. "Pelecehan" tidak akan terjadi, kalau "wanita" yang jadi korban tidak mengundangnya. The Fact Ada banyak laki-laki yang masih percaya, kalau seorang "wanita" berkata tidak, "wanita" tersebut bermaksud sebaliknya. Mereka tidak percaya kalau sebenarnya "wanita" tersebut benar-benar menolak tindak "pelecehan seksual" tersebut. Mereka akan menganggap "wanita" tersebut hanya bercanda dan menginginkan tindakan "pelecehan seksual" tersebut dilanjutkan.

4. "Pelecehan seksual" yang pernah dialami lebih baik disimpan sendiri saja. The Fact Kebanyakan "wanita" melakukan hal ini, tapi sebenarnya tindakan ini tidak berguna. Menurut sebuah survei di Australia, 75% kasus "pelecehan seksual" yang tidak ditindak lanjuti pada akhirnya malah dapat berakibat lebih buruk.

5. "Pelecehan" terjadi karena ketertarikan antara pria dan "wanita". Jadi tidak dapat dihentikan. The Fact "Pelecehan seksual" bukan disebabkan ketertarikan antar lawan jenis. Apalagi kalau sampai dianggap sebagai pengungkapan kasih sayang yang murni antara dua insan. "Pelecehan seksual" terjadi ketika seseorang yang punya kekuasaan lebih tinggi memanfaatkan kedudukannya itu untuk mendesak orang lain dengan melakukan tindakan "seksual" yang tidak dikehendaki.

6. Pelaku "pelecehan" kadang hanya ingin bercanda. "Wanita" saja yang tidak memiliki rasa humor. The Fact Lelucon adalah lelucon, kalau kedua belah pihak mengangganya lucu. Tapi kalau salah satu merasa direndahkan, itu bukan lelucon, tetapi "pelecehan".

(Sumber: Majalah Cosmopolitan, Edisi September 2003)

0 komentar: