Kamis, 18 Maret 2010

"CARA MENANAM BELIMBING WULUH YANG BENAR"

"Belimbing wuluh" sangat bagus apabila ditanam di dataran rendah, mulai dari tempat-tempat yang tingginya satu meter diatas permukaan laut sampai kira-kira 300 meter."



PENYIAPAN TANAH UNTUK PENANAMAN.

Apabila ditanam di daerah pegunungan hasilnya tidak akan bagus, karena suhu yang rendah akan menghambat pembentukan buah, sehingga tidak dapat masak pada waktunya, dan ukurannya akan tetap kecil saja serta rasanya tidak enak. "Belimbing wuluh" minta tanah yang gembur dan subur. Bibit-bibit "belimbing wuluh" harus ditanam dalam lubang tanaman berukuran 1 x 1 meter yang berkedalaman setengah meter. Pada waktu menggali lubang tanaman, lapisan tanah yang tadinya terletak di bagian atas harus ditumpuk di suatu tempat tersendiri, sedangkan lapisan tanah yang terletak di bawahnya ditumpuk di tempat lain yang tersendiri pula. Kemudian biarkanlah semuanya berangin-angin begitu saja selama tiga minggu.

Lubang tanaman harus digali kira-kira satu bulan sebelum bertanam. Begitu lubang selesai digali, cobalah menuangkan air, sampai penuh ke dalam lubang tadi. Apabila sebentar kemudian air becek sudah hilang lagi merembes ke bawah, maka ini berarti suatu tanda bahwa tanah tadi memang sudah bagus. Namun apabila sampai lama sekali tergenang dalam kubangan, maka tempat itu tidak bagus untuk menanam "belimbing wuluh", karena pembentukan akar akan terhambat sirkulasi udaranya (air conditioning) macet, dan daun "belimbing wuluh" akan kuning-kuning rontok, nanti kesulitan ini dapat diatasi dengan menggali selokan pengeringan buntu.

Namun, apabila tanahnya memang bagus, maka lubang tadi tetap harus betul-betul dibiarkan berangin dulu selama tiga minggu. Setelah itu, tanah galian yang tadinya ditumpuk, dikembalikan lagi ke dalam lubang menurut susunan semula, yang bawah kembali ke bawh yang atas kembali ke atas. Tanah atas ini dicampur terlebih dahulu dengan pupuk kandang kering yang sudah dingin, sebanyak dua kaleng minyak tanah, sebelum dimasukkan ke dalam lubang lagi. Dan memang nantinya bakal penuh sampai melending ke atas.

Tunggulah dua minggu lagi Tunggu ambles lagi. Barulah bibit "belimbing wuluh" boleh ditanam.


PENYIAPAN BIBIT "BELIMBING WULUH".

Bibit "belimbing wuluh" biasanya diperoleh dengan jalan mencangkok, menempel atau mengokulasi. Waktu penanaman bibit "belimbing wuluh" yang tepat adalah pada permulaan musim hujan, supaya nanti pada akhir musim kalau sudah kekurangan air, bibit itu sudah kuat dan tahan menghadapi kekeringan musim kemarau, karena saat-saat ini sudah banyak membentuk akar.


PEMINDAHAN BIBIT "BELIMBING WULUH" KE TEMPAT PENANAMAN.

Bibit "belimbing wuluh" yang biasanya berupa puteran dalam keranjang yang tidak dipotong daun-daun dan ujung akarnya, ditanam dengan menggali lubang dulu di atas gundukan tanah melending yang agak ambles tadi yang besarnya harus sesuai dengan lingkaran keliling yang ditempati akar-akar samping dari bibit tadi.

Menanam bibit "belimbing wukuh" tidak boleh terlalu dalam. Tempatkan batang tanaman itu persis di tengah-tengah lubang supaya akar-akarnya mengembang ke daerah seputarnya dapat sama rata menemukan tanah gembur yang sudah diberi pupuk kandang tempo hari. Mengisikan tanah diantara susunan akar-akar tadi harus hati-hati dan sedikit-sedikit. Apabila sudah tertimbun sebagian tekanlah sedikit dengan tangan, sebelum ditimbuni tanah lebih lanjut sapai penuh. Apabila sudah penuh, barulah boleh diinjak-injak dengan kaki supaya bibit itu lebih kuat menancap di atas tanah.

Apabila ingin menanam "belimbing wuluh" lebih dari satu batang di pekarangan yang agak luas, jarak tanam antara yang satu dengan yang lain minimal enam meter.


PEMELIHARAAN TANAMAN "BELIMBING WULUH".

Pada hari-hari pertama sesudah ditanamkan, bibit tadi harus dilindungi dengan atap rumbia atau daun kelapa.

"Belimbing wuluh" yang ditanam demikian sudah dapat berbunga dan berbuah setelah berumur tiga sampai empat tahun dan berbuahnya tidak terikat kepada sesuatu musim tetapi setiap waktu sepanjang tahun dapat saja berbunga dan berbuah.

Namun, sejak berumur satu tahun, harus diberi pupuk tambahan yang banyaknya sesuai dengan kebutuhan. Terutama umur satu sampai sepuluh tahun pertama, pohon "belimbing wuluh" harus mendapat pupuk yang cukup, supaya di kemudian hari tidak terlanjur menderita kekurangan makanan.

Semakin cukup mendapat makanan pada masa pertumbuhan, maka makin besarlah daya tahan pohon "belimbing wuluh" terhadap serangan hama penyakit.

Hama "belimbing wuluh" yang terkenal adalah lalat buah Dacus pedestris (Docus dorsalis) yang suka menyerang buah-buah di waktu muda. Hama ini menyerang dan menghabiskan pucuk-pucuk daun sehingga pohon itu dapat gundul. Apabila hama merajalela, dan daun-daun jadi gundul semua, pembentukan buah dapat terganggu karena buah yang menempel pada batang dan cabang memerlukan naungan. Ulat-ulat harus diberantas dengan semprotan larutan 0,2 % tepung DDT.


MANFAAT "BELIMBING WULUH".

Untuk pekarangan yang kering, pohon "belimbing wuluh" merupakan lumbung perbendaharaan jamu-jamu yang lumayan. Manfaat "belimbing wuluh" antara lain:

1. Sari daun "belimbing wuluh" dapat dimanfaatkan sebagai obat demam.

2. Sari bunga "belimbing wuluh" yang direbus dapat diminum sebagai obat batuk asalkan merebusnya dengan santen dan diminum waktu masih hangat-hangat kuku.

3. Ranting-rantingnya yang mudah dilumat dengan bawang merah boleh dipakai sebagai tapel.

4. Buah "belimbing wuluh" dapat dimanfaatkan sebagai bumbu masak, sambal, dan bahkan dapat dimanfaatkan sebagai manisan yang rasanya sangat enak dan segar. Buah "belimbing wuluh" juga dapat dimanfaatkan untuk menghilangkan noda dan dapat juga untuk mencuci tangan yang kotor.

Selamat mencoba menanam "belimbing wuluh" yang mempunyai banyak manfaat ini......

Semoga berhasil..........

0 komentar: