Jumat, 19 Maret 2010

"CARA MENANAM PEPAYA YANG BENAR"

"Buah "pepaya" sebenarnya berasal dari Amerika Tengah. Namun "pepaya" yang selama ini ada di tengah masyarakat sudah merupakan hasil pembasteran dari berbagai jenis yang sulit untuk ditelusuri dari mana asalnya."


"Pepaya" sepanjang tahun selalu ada dimana-mana dan terkenal dengan berbagai nama yang hampir sama dengan "pepaya" misalnya Papaya, Tapaya, Popaya, papal dan lain-lain.


Karena "pepaya" merupakan basteran, maka keturunan-keturunan yang timbul dari sebatang induk "pepaya" lantas dapat bermacam-macam sifatnya, sampai sangat sulit untuk diterka. Apabila anda mempunyai buah "pepaya" yang enak dan besar, misalnya kemudian anda menyebarkan biji-bijinya dengan harapan mendapat pohon "pepaya" baru yang juga enak dan besar buahnya seperti induknya..... Belum tentu harapan anda akan terpenuhi..... Sebab bunga yang timbul mudah sekali menyimpang dari bentuknya yang normal, sehingga sering sekali dalam satu pohon kita dapatkan campuran berbagai bentuk bunga yang benar-benar morat-marit. Dan sering pula terjadi, pohon "pepaya" muda yang kita harapkan bakal berbunga betina seperti induknya, ternyata tumbuh sebagai "pepaya" jantan...... Artinya, disamping bunga -bunga yang mayoritas jantan (dan tidak dapat jadi buah), masih ada juga bunga betinanya di ujung tangkai karangan bunga. Dan ini dapat menjadi buah seperti biasa, hingga buah itu terpaksa terletak di ujung tangkai yang panjang sekali sampai seyong-seyong menjadi "pepaya" gantung.

Dari pada menunggu barang yang belum pasti lebih baik kita bongkar saja seluruh pohon dan menyemaikan biji-biji baru.


PENYIAPAN TANAH UNTUK PENANAMAN "PEPAYA".

Apabila ingin menanam "pepaya" di pekarangan, pilihlah tempat yang paling tinggi letaknya supaya tempat penanaman "pepaya" itu nantinya tidak tergenang air hujan, karena begitu ada air menggenang, dengan segera dapat juga merembes ke tempat lain yang lebih rendah. "Pepaya" tidak tahan terhadap air becek yang menggenangi akar-akarnya terlalu lama.

Galilah lubang penanamannya berukuran 1 x 1 meter yang dalamnya 1 1/2 meter supaya susunan akarnya nanti dapat tertanam dalam tanah yang gembur dan mudah meneruskan air ke bawah.

Setelah lubang diisi kembali dengan tanah (yang tadinya di bawah dikembalikan juga ke bawah dan yang tadinya di atas harus dikembalikan lagi di atas). Jangan lupa mencampur tanah atas ini dengan pupuk kandang kering sebanyak dua kaleng minyak tanah.

Tumpukan tanah itu memang akan merupakan gundukan yang cembung. Namun biarkanlah semuanya mengendap selama tiga hari. Tunggulah tanahnya ambles lagi dengan sendirinya.

Apabila tanahnya memang agak liat tambahilah tanah lagi secukupnya, supaya gundukan itu cembung lagi, maksudnya supaya pohon "pepaya" nanti tidak akan terlalu dalam tertancapnya. Kita seringkali gagal menanam "pepaya", karena penanaman di tanah liat semacam itu cekung, hingga begitu ada air hujan jatuh, lubang itu menjadi kubangan. Akar "pepaya"nya megap-megap jadinya. Namun apabila tanahnya lebih berpasir atau memang tanah beranjangan, maka menanamnya harus lebih dalam, supaya pohonnya tidak mudah roboh.....


PENANAMAN "PEPAYA".

Biji-biji "pepaya" sebaiknya disebar langsung di atas lubang penanaman yang tadi sudah disiapkan. Namun biji-biji sebagai bibit tadi harus sudah merupakan biji-biji pilihan yang bagus.

Diantara kecambah-kecambah yang tumbuh nanti harus dipilih lagi yang bagus pertumbuhannya untuk dipertahankan. Dan yang jelek dicabuti.

Waktu yang paling baik untuk menanam "pepaya" ialah sekitar lima bulan sebelum musim hujan, supaya berbuahnya nanti dapat memperoleh air hujan yang cukup. Sebab proses pembentukan buahnya memang membutuhkan air yang cukup. Namun juga tidak boleh ada air ngecembeng terlalu lama menggenangi akar-akarnya. Karena menyemai di musim kemarau, sudah tentu kita harus rajin menyiram.


PEMELIHARAAN TANAMAN "PEPAYA".

Apabila pada umur empat sampai lima bulan sudah mulai berbunga, perhatikanlah bunga-bunganya. Kalau jantan, bongkar saja seluruhnya dan anda mulai lagi dari permulaan.....

Pada umur enam sampai tujuh bulan biasanya sudah dapat dipetik buahnya, dan sesudah itu masih dapat terus menerus berbunga sepanjang tahun.

Namun biasanya, setelah berumur empat tahun pohon "pepaya" mulai berkurang kemampuannya untuk berbuah, dan lebih baik diremajakan saja.


MANFAAT "PEPAYA".

1. Buah-buah "pepaya" yang masih mengkal biasanya enak untuk dirujak.

2. Buah "pepaya" yang sudah masak, dihidangkan sebagai buah.

3. Daun "pepaya" dapat dimanfaatkan sebagai sayuran.

4. Rebusan dun "pepaya" kalau diminum terkenal dapat menurunkan suhu orang demam dan sakit malaria.

5. Daun "pepaya" juga terkenal dapat melunakkan daging-daging yang alot karena papain yang dikandungnya.



Selamat mencoba untuk bercocok tanam "pepaya".......

Semoga anda berhasil............

0 komentar: