Sabtu, 05 Desember 2009

"AKHLAK DERMAWAN DAN PEMURAH - AHLI SEDEKAH"

"Dermawan" berarti orang yang suka memberi kepada orang lain. "Dermawan" adalah merupakan akhlak Muslim."



Orang "dermawan" ini mempunyai sifat pemurah. Muslim dengan iman dan amal salehnya, mempunyai jiwa yang bersih dan hatinya terang.


Muslim dengan iman dan amal salehnya, misalnya zakat dan salat, dipelihara oleh Allah dari penyakit pelit dan kikir dan dijanjikan kepadanya kemenangan dan kebahagiaan di akhirat. Hal ini seperti yang dijelaskan dalam firman Allah dalam Surat Al-Ma'arij Ayat 19 s/d 25 : "Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan, ia berkeluh kesah. Dan apabila ia mendapat kebaikan, ia amat kikir. Kecuali orang-orang yang mengerjakan salat, yang mereka itu tetap mengerjakan salatnya. Dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia baginya bagian tertentu. Bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (tidak mau meminta)."



Juga dijelaskan dalam firman-Nya Surat At-Taubah Ayat 103 : "Ambillah sedekah dari sebagian harta mereka, dengan "sedekah" itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka...."

Firman Allah dalam Surat Al-Hasyr Ayat 9, juga menjelaskan : "..... Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung."


Seorang Muslim harus selalu berusaha menumbuhkan akhlak mulia dalam dirinya dan mengisi jiwanya dengan ajaran hukum syari'at Islam yang menganjurkan akhlak mulia dan melarang akhlak tercela, seperti dijelaskan dalam firman Allah dalam Surat Al-Munafikun Ayat 19 : "Dan belanjakanlah sebagian dari pada yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang diantara kamu, lalu ia berkata : Ya Tuhanku mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu dekat, yang menyebabkan aku dapat ber"sedekah" dan aku termasuk orang-orang yang saleh?"


Juga dijelaskan dalam firman-Nya dalam Surat Al-Lail Ayat 5 s/d 11 : "Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka orang-orang yang bakhil dari merasa dirinya cukup, serta mendustakan pahala yang terbaik, maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar. Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa."


Dalam Surat Al-Hadid Ayat 10, juga dijelaskan :"Dan mengapa kamu tidak menafkahkan (sebagian hartamu) pada jalan Allah, padahal Allah-lah yang mempusakai (mempunyai) langit dan bumi."

Surat Al-Baqarah Ayat 272, juga menjelaskan : ".... Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup dan sedikitpun kamu tidak akan dianiaya."


Hadits yang diriwayatkan oleh Muttafaq 'alaih juga menjelaskan : Nabi SAW bersabda : "Sesungguhnya Allah itu Maha Pemurah. Dia mencintai kemurahan. Dan mencintai akhlak mulia serta membenci akhlak yang buruk."


Hadirs Riwayat Bukhari menjelaskan, Nabi SAW bersabda : "Tak ada iri hati kecuali terhadap dua hal, yaitu laki-laki yang diberi Allah kekayaan lalu digunakannya di jalan benar dan laki-laki yang diberi hikmah dan ilmu pengetahuan, lalu digunakan dan diajarkannya."


Rasulullah bersabda: "Peliharalah dirimu dari api neraka walaupun dengan "sedekah" sebiji kurma (HR. Bukhari)


Hadits Riwayat Bukhari juga menjelaskan, bahwa Rasulullah bersabda : "Bagi hamba-hamba Allah setiap pagi turun dua malaikat, yang satu mendoakan, Ya Allah berikan ganti kepada orang yang mendermakan hartanya. Dan malaikat yang satu lagi berdo'a, Ya Allah binasakanlah harta orang yang kikir.


Hadits Riwayat Muslim, Nabi SAW juga bersabda : "Takutlah pada kikir, karena kikir itulah yang telah membinasakan umat-umat sebelum kamu. Mendorong mereka hingga menumpahkan darah dan menghalalkan semua yang haram."


Tuntunan pemberian "sedekah" :

1. Hendaklah seseorang memberi "sedekah" tanpa menyebut-nyebut pemberiannya dan menyinggung perasaan si penerima "sedekah".


2. Hendaklah si pemberi "sedekah" menunjukkan rasa senang kepada orang yang memintanya, dan memudahkan pemberiannya.


3. Hendaklah tidak terlalu berlebihan dalam "sedekah" dan tidak pula kikir.


4. Ber"sedekah" sesuai dengan rezeki yang diperoleh, bila banyak ber"sedekah" yang banyak, bila sedikit bersedekahlah semampunya.


Beberapa contoh ke"dermawan"an yang tinggi yang dapat kita teladani antara lain:

1. Diriwayatkan bahwa Aisyah tatkala dapat kiriman uang dari Muawiyah sebanyak seratus delapan puluh ribu dirham, ia membagi-bagikannya kepada masyarakat. Pada sore harinya Aisyah berkata kepada pembantgu perempuannya: Coba sediakan saya makan. Lalu pembantu itu datang membawa roti dan minyak. Aisyah berkata kepadanya: Aku tidak dapat memberimu uang satu dirham untuk membeli daging buat besok pagi. Pembantu itu itu berkata: Kalaulah ibu menyuruh saya mengambilnya, akan saya lakukan.


2. Diriwayatkan bahwa Abdullah bin Amir membeli rumah milik Khalid bin Uqbah bin Muit yang berada di pasar Mekah dengan harga tujuh puluh ribu dirham. Tatkala malamnya Abdullah mendengar tangis keluarga Khalid, kemudian ia menanyakan hal itu kepada orang. Kemudian dijawab: Mereka menangis karena rumahnya dijual. Lalu Abdullah berkata kepada pembantunya: Katakan kepada mereka, aku "sedekah"kan uang itu dan rumah tetap menjadi miliknya.


3. Diriwayatkan bahwa Syafi'i tatkala sakit mendekati wafatnya, berwasiat agar dimandikan oleh si Fulan. Ketika beliau wafat, mereka memanggil orangnya. Ketika dia datang dimintanya surat wasiat Syafi'i. Dan ternyata beliau punya hutang sebanyak tujuh puluh ribu dirham. Orang yang diminta memandikan itu mengatakan bahwa dia akan membayarkan hutang itu kepada yang berhak, lalu ia berkata: Inilah cara aku memandikan beliau. Dan iapun pergi.


4. Diriwayatkan bahwa tatkala Rasulullah bersiap-siap untuk berperang dengan orang Romawi, kaum Muslimin waktu itu dalam keadaan sulit, sehingga tentara Rasulullah saat itu disebut Jaisy al-Usrah (pasukan susah). Maka keluarlah Usman Bin Affan dan ber"sedekah" (uang) sebanyak seratus ribu dinar ditambah tiga ratus unta berikut tempat dan perlengkapannya dan lima puluh ekor unta. Maka dengan demikian separuh biaya perang dapat ditutupi.


Itulah tadi beberapa akhlak "dermawan" yang dilakukan pada jaman dahulu yang dapat kita teladani dalam kehidupan sehari-hari kita. Kalau semua orang yang mampu mau meneladani akhlak-akhlak seperti itu, yaitu dalam kehidupan sehari-harinya selalu memperbanyak "sedekah" pasti di dunia ini tidak akan terjadi kemiskinan yang meraja-lela seperti yang sekarang ini terjadi.

0 komentar: