Rabu, 09 Desember 2009

"BENCANA ALAM DAN ANTISIPASINYA"

"Bencana alam" ini kejadiannya sering tidak terdeteksi sebelumnya baik oleh manusia maupun alat secanggih apapun."




PBB mengadakan KTT tentang Perubahan Iklim yang berlangsung sejak hari Senin tanggal 7 Desember 2009 di Kopenhagen Denmark. Menurut laporan, bahwa suhu permukaan bumi pada dekade pertama abad 21 ini terpanas dalam sejarah. Temperatur permukaan bumi tahun ini terpanas kelima sejak tahun 1850. Fenomena itu sejalan dengan prediksi Panel Antar Pemerintah PBB Perubahan Iklim (IPCC) bahwa rata-rata suhu bumi akan meningkat sampai 6,4 derajat Celsius jika tidak ada upaya mengurangi karbon (CO2) yang berdampak pada efek rumah kaca.



"Bencana alam" yang akhir-akhir ini sering terjadi adalah gempa bumi, badai dan banjir. "Bencana alam" ini kejadiannya sering tidak terdeteksi sebelumnya baik oleh manusia maupun alat secanggih apapun.



GEMPA BUMI
Gempa bumi adalah salah satu "bencana alam" yang sering sekali terjadi di wilayah Indonesia dan diperkirakan akan terus meningkat frekuensinya. Hal ini disebabkan Indonesia berada pada jalur aktivitas tektonik sekaligus vulkanik bumi yang selalu bergerak. Diperkirakan, kedua aktivitas ini frekuensinya akan semakin meningkat seiring "rusaknya tatanan "alam" semesta" akibat "pemanasan global " (global warming).



Aktivitas tektonik merupakan proses alamiah bumi yang disebabkan oleh pergerakan lempeng tektonik. Pergerakan lempeng tektonik ini dapat dibedakan menjadi tiga : tumbukan, pemisahan, dan pergeseran. Pada saat lempeng tektonik tersebut bergerak maka akan terjadi gempa bumi aktifnya gunung api. Gempa bumi yang disebabkan oleh aktivitas tektonik terjadi secara mendadak dan sukar diprediksi.



Aktivitas vulkanik merupakan proses alamiah bumi yang disebabkan oleh aktivitas gunung api. Aktivitas ini biasanya dipicu oleh pergerakan lempeng tektonik di dalam bumi. Berbeda dengan gempa bumi akibat aktivitas tektonik, gempa bumi yang disebabkan oleh aktivitas vulkanik dapat dimonitor dengan menggunakan seismograph sehingga dapat dilakukan peringatan dini akan terjadinya gempa bumi.



Pada saat terjadi gempa, tindakan yang harus diambil :
1. Segera keluar rumah ke tempat la[ang atau ke titik koordinasi. Lakukan tindakan ini dengan tenang dan jangan berebutan. Gunakan jalur evakuasi untuk mencapai tempat lapang/titik koordinasi.



2. Selamatkan seluruh anggota keluarga, terutama yang paling rentan terhadap resiko, [indahkan ke tempat yang lebih aman (titik koordinasi).



3. Jika tidak memungkinkan untuk keluar rumah, berlindung disamping benda yang kokoh (meja, lemari dengan posisi badan lebih rendah dari pada tinggi benda).



4. Lindungi bagian vital tubuh terutama kepala, tunggu hingga getaran berhenti.



5. Jauhi benda yang menggantung dan/atau mudah jatuh. Jika benda tersebut berada di atas tempat anda berlindung, pindahkan atau jatuhkan terlebih dahulu.



Pada saat terjadi gempa, sebaiknya hindari :



1. Panik dan berebut keluar.



2. Memberikan pertolongan pada korban yang terjepit dengan gegabah. Pindahkan terlebih dahulu benda yang menimpa korban, usung korban dengan posisi terbaring menuju tempat yang lebih aman.



3. Berjalan tanpa menggunakan alas kaki di lokasi reruntuhan.



4. Jika rumah anda berada di sekitar pantai pada radius di bawah 15 Km dari garis pantai, jangan mudah terpancing isu tsunami. Dengarkan prngumuman dari petugas yang berwenang.



BADAI
Badai merupakan "bencana alam" yang disebabkan oleh perubahan iklim global dan kesenjangan suhu udara yang terlalu tinggi. Perbedaan suhu udara yang terlalu tinggi menyebabkan pergerakan angin dari daerah yang bersuhu udara tinggi menuju daerah rendah. Biasanya "bencana alam", badai didahului oleh hujan lebat dan sambaran petir.



Untuk kasus "bencana alam" badai angin, pemanasan global merupakan penyebab utama perubahan tatanan alam semesta, termasuk di dalamnya perubahan iklim dan suhu udara. Perubahan iklim dan suhu udara inilah yang memicu timbulnya badai dalam berbagai skala.



Sedangkan untuk kasus "bencana alam" badai air laut, aktivitas tektonik merupakan proses alamiah bumi yang disebabkan oleh pergerakan lempeng tektonik. Selain menyebabkan gempa bumi, aktivitas tektonik juga memicu terjadinya badai air laut, antara lain tsunami, cathrina, nanny dan sebagainya. Pada umumnya, "bencana alam" badai air laut dapat menyebabkan kerugian material dan immaterial yang sangat besar.



Gejala umum terjadinya badai :


1. Perubahan suhu udara yang cukup drastis.



2. Angin disertai kabut tebal di langit bertiup sangat kencang dengan atau tanpa disertai hujan.



3. Pusaran angin, mengakibatkan genteng rumah warga beterbangan, tanaman rusak, dan pepohonan tumbang.



4. Dalam kasus "bencana alam" badai air laut, khususnya tsunami, air laut akan tertarik garis pantai yang kemudian akan menghantam balik dalam beberapa saat selanjutnya.



BANJIR
"Bencana alam", khususnys banjir sering melanda hampir seluruh wilayah Indonesia. Banjir dapat terjadi sewaktu-waktu. Biasanya didahului oleh hujan deras yang mengguyur terus menerus dalam jangka waktu yang relatif lama, terutama pada musim hujan.



Banjir disebabkan oleh :


1. Curah hujan yang tinggi dapat menyebabkan banjir di dataran rendah. Dalam beberapa kasus, curah hujan yang tinggi di daerah tertentu yang berada di dataran tinggi dapat menyebabkan banjir di daerah lain yang berada di dataran rendah. Banjir ini sering disebut dengan banjir kiriman.



2. Luapan air sungai akibat bertambahnya volume air karena hujan lebat terus menerus. Bahkan di beberapa tempat, luapan air dapat menyebabkan jebolnya tanggul pengaman yang ada di pinggir sungai.



3. Tata guna lahan yang salah merupakan penyebab utama terjadinya banjir di wilayah perkotaan yang penduduknya padat. Kurangnya daerah resapan air dapat menimbulkan ketidak-seimbangan volume air yang diserap oleh tanah.



4. Penebangan pohon dan penggundulan hutan yang tidak terkontrol menyebabkan berkurangnya lahan resapan air tanah. Penggundulan ini juga dapat menyebabkan terjadinya longsor saat musim hujan.



5. Kurangnya kesadaran bersih lingkungan juga merupakan pemicu terjadinya banjir. Jika jalur arus air dipenuhi oleh sampah rumah tangga, dapat dipastikan akan terjadi penyumbatan yang dapat menyebabkan banjir.



Kalau kita berbicara lingkungan, sama halnya membahas apa yang akan kita wariskan kepada anak cucu kita kelak. Menjadikan lingkungan yang kering dan gersang atau menjadi kawasan yang penuh dengan hijau tanaman di sekitarnya; yaitu melalui program "One Man One Tree", yang telah dicanangkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 28 November 2009.



Penanaman penghijauan ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian berbagai pihak dan kesadaran akan pentingnya di dalam menanam dan memelihara pohon secara berkelanjutan, sebagai upaya untuk mengurangi pemanasan global dan meningkatkan absorsi gas CO2 (Karbondioksida). Apabila dilogika, semakin banyak menanam pohon akan semakin banyak karbondioksida yang diserap dalam jangka pendek. Namun perlu diingat, pepohonan juga melepaskan karbondioksida ketika mereka mati. Meskipun demikian menanam pohon adalah penting. Ada beberapa alasan lain mengapa kita harus tetap menanam pohon:
1. Pohon berfungsi untuk menahan tiupan angin keras atau sebagai penahan sinar/panas matahari secara langsung.
2. Tanamlah pohon yang sedikit menyerap air di halaman rumah.
3. Ketika memangkas rumput, lakukan dengan pisau tajam. Potonglah ketika memang perlu dipangkas. Jangan terlalu sering memotong rumput.



Selain itu, diharapkan dapat menggugah kesadaran dan kepedulian masyarakat untuk mencintai dan melestarikan satwa dan puspa serta mengurangi dampak pemanasan global. Tujuan lain, mencegah banjir, kekeringan dan meningkatkan konservasi Sumber Daya "Alam".



Sebenarnya "bencana alam" tidak hanya disebabkan pembalakan hutan secara liar. Penebangan yang dilakukan Perhutani juga bisa menjadi salah satu penyebab "bencana", apabila menebang melebihi jatah produksi tebangan (JPT). Di daerah "bencana", justru diindikasikan bahwa angka penebangan hutan sangat tinggi, sehingga kemampuan hutan untuk menangani longsor semakin kecil. Salah satu manfaat penebangan itu sendiri adalah untuk keperluan penjarangan. Karena volume pohon yang semakin membesar, sehingga jarak antar pohon harus lebih jauh.

0 komentar: