Sabtu, 11 Juli 2009

"T A U B A T"

"Dan orang yang ber"taubat" dan mengerjakan amal shaleh, maka sesungguhnya dia ber"taubat" kepada Allah dengan "taubat" yang sebenar-benarnya"




Setan atau iblis telah berjanji kepada Allah SWT, bahwa dia akan menggoda manusia selama manusia itu hidup di dunia. Hal ini seperti yang dikisahkan dalam Al-Qur'an Surat Shaad Ayat 82 dan 83 :

" Iblis berkata, Demi kekuasaan Engkau, sungguh aku akan menyesatkan mereka semuanya.

Kecuali hamba-hambaMu yang telah disucikan (ikhlas) di antara mereka."


Namun demikian, Allah juga menjawab tantangan dari iblis ini, bahwa Allah tiada henti-hentinya untuk mengampuni dos
a manusia selama manusia itu mau ber"taubat".


Hal ini sesuai firman Allah dalam Al-Qur'an Surat Ali-Imran Ayat 135 :

"Dan (juga) orang-orang yang bila berbuat keji atau dzalim terhadap dirinya, mereka ingat kepada Allah, lalu mereka memohon ampun atas dosa-dosanya. Dan siapa lagi yang dapat mengampunkan dosa melainkan Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan keji itu sedang mereka mengetahui"


Dan Allah adalah Maha Penerima "taubat" seperti yang difirmankan dalam Al-Qur'an Surat Al-Baqarah Ayat 128 : "....... Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima "taubat" lagi Maha Penyayang"


Di dalam Surat Al-Furqon Ayat 71, juga dijelaskan : "Dan orang yang ber"taubat" dan mengerjakan amal shaleh, maka sesungguhnya dia ber"taubat" kepada Allah dengan "taubat" yang sebenar-benarnya"


Di dunia ini tidak ada orang yang sempurna, tidak ada orang yang tidak pernah berbuat dosa. Allah akan mencintai orang-orang yang mau ber"taubat". Perbanyaklah membaca istighfar dan beramal shaleh untuk menghapus dosa-dosa kita. Jangan sampai kita mati dengan membawa dosa, maka dari itu janganlah kita menunda-nunda "taubat" kita kepada Allah. Mati secara khusnul khatimah adalah cita-cita seluruh umat muslim yang beriman dan bertaqwa.


Persyaratan agar "taubat" kita diterima oleh Allah SWT, antara lain adalah :

1. Menyesali dosa yang telah dilakukan. Jangan sampai kita membanggakan dosa yang telah kita lakukan, tapi sebaliknya kita harus menyesali dosa-dosa yang telah kita lakukan sehingga kita akan mengambil pelajaran apa yang telah kita lakukan.


2. Berniat tidak akan mengulangi lagi. Dalam ber"taubat", kita harus mempunyai niat yang kuat bahwa kita tidak akan mengulangi lagi dosa-dosa yang telah kita lakukan. Kita harus sadar bahwa kita orang yang banyak dosa, dan harus berniat kuat untuk ber"taubat".


3. Meminta maaf kepada orang yang telah disakiti. Apabila dosa atau kesalahan kita berkaitan dengan orang lain, maka kita punya kewajiban untuk meminta maaf kepada orang yang disakiti tersebut. Dimaafkan atau tidak, kita wajib meminta maaf. Kita serahkan semua kepada Allah SWT.


4. Membayar kewajiban yang telah kita tinggalkan. Apabila kita ber"taubat", kita wajib membayar kewajiban-kewajiban yang selama kita berbuat dosa, telah kita tinggalkan.


5. Banyak membaca istighfar. Kalau kita ingin ber"taubat", kita harus banyak membaca istighfar, agar Allah meridhai untuk mengampuni segala dosa-dosa yang selama ini telah kita perbuat.


Sedangkan tanda-tanda bahwa orang tersebut sudah benar-benar ber"taubat " secara bersungguh-sungguh, antara lain memiliki tanda-tanda sebagai berikut :


1. Orang tersebut dapat menjaga lisannya dari ucapan-ucapan yang tidak bermanfaat, atau bahkan yang menyakiti orang lain.


2. Hatinya bersih dari rasa iri, dengki dan hasut. Bahkan orang ini menjadi orang yang pemaaf dan tidak pendendam.


3. Menjauhi kumpulan orang-orang yang berbuat maksiat.


4. Selalu siap menghadapi mati. Yaitu dengan cara selalu meningkatkan ibadah kita, sehingga kita bisa mencapai cita-cita kita untuk mati dalam keadaan beriman dan bisa mati dengan khusnul khatimah.


Maka dari itu, marilah kita segera memohon ampun/ber"taubat" kepada Allah SWT, karena hidup ini hanya bagaikan mampir minum dan kita tidak ada yang mengetahui kapan ajal kita akan tiba. Semoga Allah meridhai kita untuk menjadi golongan orang yang beriman dan bertaqwa serta kelak kita diridhai pula untuk tnggal di surga-Nya. Amiin...........


Marilah kita ber"taubat" dengan sungguh-sungguh ber"taubat" seperti perintah Allah SWT dalam Al-Qur'an Surat At -Tahrim Ayat 8 :


"Hai orang-orang yang beriman, ber"taubatl"ah kepada Allah dengan "taubat" yang semurni-murninya. Mudah-mudahan Tuhan kamu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak mengecewakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersamanya, .........."

"PEKERJAAN YANG HARUS SEGERA DILAKSANAKAN"

"Kalau kita me"laksanakan" suatu "pekerjaan" harus kita pikirkan terlebih dahulu, hal ini supaya tidak ada penyesalan di kemudian hari."





Namun ada beberapa kegiatan atau "pekerjaan" yang dalam ajaran agama Islam dianjurkan supaya "pekerjaan" itu harus segera di"laksanakan", yaitu :

1. "Pekerjaan" Pertama: Memberi makan tamu apabila tamu itu menginap. Apabila kita kedatangan tamu, kita harus memulyakan tamu kita. Kalau dalam adat Jawa, apabila kita kedatangan tamu, kita harus gupuh, lungguh, suguh. Jadi gupuh -- kita menyambut tamu dengan gembira tidak boleh malas-malasan atau merasa ogah-ogahan. Lungguh -- tamu yang datang kita persilahkan duduk dan kita ajak dialog dengan hati yang tulus. Suguh -- tamu yang datang kita beri hidangan minimal minuman. Apalagi apabila tamu yang datang itu menginap di rumah kita, tamu kita beri hidangan makanan seperti yang kita makan sehari-hari, dan tidak perlu mengada-ada-- apalagi sampai berhutang.


2. "Pekerjaan" Kedua: Mengurusi mayat/jenazah orang meninggal dunia. Apabila ada orang meninggal dunia, kita harus segera memandikannya, kemudian mengkafani dan menshalati jenazah tersebut. Kemudian harus segera memakamkan
nya, jangan sampai menginap di rumah sampai berhari-hari. Memakamkan jenazah ini yang lebih utama adalah di daerah dimana orang tersebut meninggal dunia.


3. "Pekerjaan" Ketiga: Menikahkan anak perempuan apabila sudah waktunya (baligh). Apabila kita mempunyai anak perempuan, apabila sudah waktunya menikah, kita dianjurkan untuk segera menikahkannya. Hal ini untuk menjaga agar tidak terjadi salah pergaulan seperti yang akhir-akhir ini banyak terjadi.


4. "Pekerjaan" Keempat: Membayar hutang apabila sudah jatuh tempo. Kita diwajibkan segera membayar hutang kita kepada orang lain apabila kita sudah mampu membayarnya. Kalau kita sudah memiliki uang, jangan sampai kita menunda-nunda untuk melunasi hutang kita. Jangan sampai uang yang ada malah kita pergunakan untuk keperluan lain, sehingga kita tidak bisa melunasinya lagi. Apabila anda merasa kesulitan dalam membayar hutang, ada amalan do'a yang bisa anda baca sebagai berikut :



 
Apabila anda membaca do'a di atas dengan bersungguh-sungguh, maka Insya'Allah anda akan dimudahkan jalan oleh Allah SWT mendapat rezki yang diridhai -Nya, sehingga anda akan mudah untuk melunasi hutang-hutang anda.


5. "Pekerjaan" Kelima: Bertaubat dari dosa-dosa yang terlanjur kita lakukan. Kita hidup di dunia ini bagaikan mampir minum, jadi jangan sampai kita menunda-nunda untuk bertaubat, karena kita sebagai manusia tidak mengetahui kapan kita akan mati. Kita bertaubat tidak perlu menunggu sampai kita tua, karena malaikat pencabut nyawa akan datang menjemput kita apabila sudah waktunya.


Jadi kita sebagai umat Islam, kita sangat dianjurkan untuk mensegerakan me"laksanakan" 5 (lima) "pekerjaan" diatas. Karena kelima "pekerjaan" diatas apabila tidak segera di"laksanakan" justru akan menimbulkan masalah yang baru lagi.

Jumat, 10 Juli 2009

"ORANG YANG MENDAPAT RAHMAT ALLAH"

"Ciri-ciri "orang" yang mendapat "Rahmat Allah" SWT adalah : (Sumber : Al-Qur'an Surat Al-Baqarah Ayat 218 ) :




1. "Orang" Yang Beriman.

Beriman yang dimaksudkan disini adalah beriman yang tidak hanya sekedar meyakini saja, akan tetapi mengaplikasikan apa yang diyakininya dalam kehidupan sehari-hari. Yaitu ada produk-produk amalan kebajikan dan kemaslahatan sebagai pembuktian keimanannya.

2. "Orang" Yang Berhijrah.

Yaitu "orang" yang punya keinginan yang kuat untuk berhijrah ke arah yang lebih baik. "Orang" seperti ini selalu punya kesiapan untuk mentransformasikan diri dari kemaksiatan dan kemunkaran menjadi "orang" yang selalu berbuat kebajikan dan kemaslahatan. Hijrah ini adalah merupakan tuntutan keimanan yang harus dilaksanakan.



3."Orang" Yang Berjihad Di Jalan "Allah".

"Orang"-"orang" seperti ini selalu turut serta terlibat dalam menebarkan kebajikan. "Orang" seperti ini memiliki mental pejuang yang sangat tinggi. Sebisa apapun harus terlibat dalam menebarkan kebaikan dalam kehidupan.


Semoga "Allah" SWT selalu memberi kekuatan kepada kita, sehingga kita dapat selalu berjihad di jalan "Allah".


Rabu, 08 Juli 2009

"AYAT AL-QUR'AN TENTANG GAIB"

"Hanya Allah-lah yang mengetahui hal yang "gaib", seperti yang dijelaskan dalam "Al-Qur'an" Surat
Fathir Ayat 38 : "Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui yang "gaib" di langit dan di bumi. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati".



Hal ini juga dijelaskan dalam "Al-Qur'an" Surat Az-Zumar Ayat 46 : Katakanlah, "Ya Allah Pencipta langit dan bumi, yang mengetahui yang "gaib" dan yang nyata, Engkaulah yang memutuskan diantara hamba-hamba-Mu tentang apa yang mereka memperselisihkannya"

Kalau ada yang mengatakan bahwa jin atau manusia itu mengetahui yang "gaib", itu hanya kebohongan belaka. Allah telah menunjukkan bahwa jin tidak mengetahui yang "gaib". Hal ini seperti yang dikisahkan dalam "Al-Qur'an" Surat Saba' Ayat 14 : "Maka tatkala Kami telah menetapkan kematian atasnya (Sulaiman), tidak ada yang menunjukkan kepada mereka atas kematiannya, kecuali rayap yang memakan rayap yang memakan tongkatnya. Maka tatkala dia (Sulaiman) tersungkur, jelaslah bagi jin itu bahwa sekiranya mereka mengetahui yang "gaib", tidaklah mereka tinggal didalam siksaan yang menghinakan itu."

Sabtu, 04 Juli 2009

"3 (TiGa) AMaLaN UTaMa"

"Manusia diciptakan oleh Allah SWT dan diberi kehidupan di dunia ini agar tidak melakukan kerusakan di muka bumi. "



Manusia diberi akal supaya mau ber"amal" shaleh yang dapat bermanfaat bagi alam semesta.


Ada 3(tiga) "amal"an utama yang dapat dilakukan manusia agar kualitas imannya dapat selalu terjaga. yaitu :



1. "Amal"an Pertama: Mencari Ilmu. Mencari ilmu diwajibkan bagi setiap umat Islam. Ayat pertama yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad SAW adalah "Iqra'", "bacalah". Membaca adalah perintah Allah yang pertama. Jadi Islam itu agama yang sangat memerangi kebodohan. Semua "amal"an ibadah ada ilmunya, maka dari itu kita dituntut untuk menuntut ilmu sejak kita lahir hingga masuk liang lahat.
Membacapun tidak sembarang membaca, tetapi "Bacalah dengan nama Tuhanmu yang telah menciptakanmu (Surat Al-Alaq, Ayat 1). Orang yang berilmu derajatnya akan diangkat oleh Allah SWT. Kalau kita mau sukses dalam kehidupan dunia maupun akhirat, kita harus menggunakan ilmu, maka dari itu menuntut ilmu itu wajib hukumnya bagi setiap muslim.


2. "Amal"an Kedua: Berjuang di jalan Allah untuk membela agama. Muslim yang berilmu berjuang dengan ilmu yang dimilikinya. Muslim yang kaya berjuang dengan memanfaatkan hartanya untuk kesejahteraan bagi orang lain. Bagi yang kuat dapat berjuang dengan kekuatannya untuk menolong orang lain. Bagi muslim yang tidak memiliki ilmu, harta ataupun kekuatan dapat berjuang dengan cara memanjatkan do'a kepada Allah SWT. Bagi yang tidak bisa ber"amal" dengan ilmu, harta, kekuatan dan do'a; dapat berjuang dengan diam. Dari pada mengumpat atau menjelek-jelekkan orang lain lebih baik diam.



3. "Amal"an Ketiga: Bekerja mencari nafkah untuk keluarganya. Muslim yang bekerja dengan niat memberikan nafkah yang halal dan barokah untuk keluarganya (orang tua, istri dan anak-anaknya), dengan tujuan supaya keluarganya tidak menjadi pengemis, adalah termasuk "amal"an utama yang mendapat pahala yang sangat besar. Mencari nafkah disini termasuk berjuang melawan kemiskinan.

"PeReMPuAN YaNG TiDaK BoLeH AnDa KaWiNi"

"Dalam Islam telah diajarkan siapa "perempuan-perempuan" yang tidak boleh dikawini (dinikahi)."


Dalam Al-Qur'an Surat An-Nisa' Ayat 23 dijelaskan : "Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu, anak-anak "perempuan"mu, saudara-saudara "perempuan"mu, saudara-saudara "perempuan" ayahmu, saudara-saudara "perempuan" ibumu, anak-anak "perempuan" dari saudara laki-lakimu/anak-anak "perempuan" dari saudara "perempuan"mu, ibu-ibu yang menyusukanmu, saudara-saudara "perempuan" yang sesusuan, ibu-ibu istrimu (mertua), anak-anak tiri yang dalam pemeliharaanmu dari istri yang telah kamu campuri; tetapi jika kamu belum mencampuri mereka, maka tidaklah berdosa atasmu (mengawini anak tiri itu), istri-istri anak kandungmu (menantu) dan mengumpulkan (mengawini) dua "perempuan" yang bersaudara kecuali pada masa yang telah lalu Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."







Disamping macam-macam "perempuan" seperti yang telah disebutkan di atas, "perempuan" yang tidak boleh anda kawini (nikahi) adalah "perempuan" yang masih berstatus menjadi istri dari seorang laki-laki.

Jumat, 03 Juli 2009

"ISLAM KAFFAH - BERTAUHID SECARA TOTALITAS"

"Kita sering mendengar bahwa dalam kehidupan sehari-hari ini banyak orang yang beragama "Islam" hanya "Islam" status yang hanya memenuhi formalitas yang tercantum dalam Kartu Tanda Penduduk (KTP), atau lebih dikenal dengan "Islam" KTP atau "Islam" Abangan.


Na'udzubillah..... mudah-mudahan kita tidak termasuk dari golongan itu.


Sebagai umat "Islam" seharusnya kita beragama "Islam" secara "Kaffah". "Islam Kaffah" itu sebenarnya berkenaan dengan aqidah. Sebagai orang "Islam" kita tidak boleh menyembah Allah SWT dengan setengah-setengah. Kita dituntut untuk bertauhid dengan penuh totalitas. Beragama "Islam" secara "Kaffah" berarti tidak sinkretisme, yaitu tidak mencampur adukkan berbagai ajaran agama.


Ada beberapa cara yang dapat kita laksanakan untuk mewujudkan "Islam" secara "Kaffah", antara lain:

1. Memperluas wilayah pemahaman kita terhadap "Islam". Misalnya, kita sudah memahami shalat, kita diwajibkan untuk memahami ibadah-ibadah lainnya, karena "Islam" tidak hanya shalat, akan tetapi masih banyak ibadah-ibadah lain yang wajib kita pahami dan dilaksanakan misalnya zakat, puasa, haji dan seterusnya.


2. Memperluas wilayah kerja/amal kita. Misalnya kalau kita sudah melaksanakan ibadah shalat wajib, maka kita perluas lagi dengan melaksanakan ibadah shalat sunnah; Kalau kita sudah melaksanakan puasa wajib, kita perluas lagi dengan melaksanakan puasa sunnah; Dan seterusnya.


3. Kita berupaya secara terus menerus untuk menutup peluang setan masuk mempengaruhi dalam kehidupan kita. Jangan biarkan setan mencari peluang untuk mempengaruhi ketaatan kita kepada Allah SWT. Misalnya, kita sudah melaksanakan ibadah dengan baik menurut kita, namun kita masih sering membuka aurat kita. Jangan biarkan aurat kita terlihat oleh orang lain dengan dalih kita masih belum siap untuk menutup aurat kita. Padahal menutup aurat adalah perintah Allah juga.


Subhanallah..... Semoga kita termasuk orang yang diberi petunjuk oleh Allah SWT untuk menjadi orang "Islam" yang melaksanakan seluruh ibadah agama "Islam" secara "Kaffah".


MusicPlaylistView Profile