Minggu, 10 Mei 2009

" BAHAGIA ..... BAHAGIA ........ BAHAGIA"

"Kebahagiaan" tidak tinggal di dalam harta milik dan tidak di dalam emas; perasaan "bahagia" tinggal di dalam jiwa. (Democritus)"



Sedikit sekali yang diperlukan untuk membuat sebuah kehidupan yang ber"bahagia".


Semua ada di dalam diri anda, di dalam cara berpikir anda. (Marcus Aurelius).


Kehidupan yang "bahagia" memiliki sedikit penyesalan.


"Kebahagiaan"
adalah mengerjakan hal yang benar.


Rahasia "kebahagiaan" adalah menghitung kenikmatan yang telah diberikan kepada kita, sementara orang lain menjumlahkan kesulitan yang mereka alami.



"Kebahagiaan" sesungguhnya terdapat dalam keimanan yang bersemayam dalam hati dan saya tidak dapat dikuasai oleh siapa pun kecuali oleh Allah. (Umi Kultsum binti Ali, Istri Umar r.s.)


7 Langkah Menjadi Orang Yang "Bahagia":
1. Bebaskan hatimu dari kebencian.
2. Bebaskan pikiranmu dari kekhawatiran.
3. Hiduplah sederhana.
4. Jangan berharap terlalu banyak.
5. Ulurkan tanganmu untuk memberi orang lain.
6. Isilah hidupmu dengan cinta.
7. Lakukan sesuatu seperti kamu mengharapkan orang lain melakukan. (H.C. Mattern).


Karena di batinmu ada masalah, maka banyak masalah yang mendatangimu. Bukan karena ada masalah yang mendatangimu lalu batinmu bermasalah. Karena kamu "bahagia", maka hidupmu menjadi nikmat. Bukan karena kamu mendapat kan nikmat lalu kamu "bahagia".


Belajarlah menjadi orang yang "bahagia" dengan apa yang anda miliki, sementara anda tetap berusaha untuk mendapatkan apa yang masih belum anda capai." (Jim Rohn).


Hidup seadanya dan suka berbagi dengan sesama adalah kunci "kebahagiaan"


Jika kamu berdukacita, lihatlah ke dalam hatimu, kamu akan lihat kenyataan bahwa yang sedang kau tangisi adalah yang pernah membuatmu "bahagia". (Kahlil Gibran).

"W A T C H"

W = Words

A
= Action

T
= Thought

C
= Character

H = Heart


Bhagawan Sri Sathya Narayana, pernah mengatakan Kontrol "WATCH"-mu, yang berarti kendalikan bicaramu (words), perbuatanmu (action), pikiranmu (thought), watakmu (character) dan hatimu (heart).
Kontrol "WATCH" ini adalah dalam rangka mewujudkan Hidup yang Ideal. Hidup Ideal adalah hidup yang terjalin dari keselarasan lengkap dan kesucian dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan. Pikiran, perkataan dan perbuatan ini yang dinamakan unsur tri karana sudhi (tri kaya parisudha). (Sumber : I Wayan Jendra dalam bukunya Berbicara dalam Sastra Hindu).

Sabtu, 09 Mei 2009

"MENSYUKURI NIKMAT KESEHATAN"

"Sekali lagi............. kita harus mensyukuri "nikmat kesehatan", karena "nikmat kesehatan" adalah "nikmat" terbesar sesudah iman."


"Kesehatan" adalah "nikmat" dan karunia yang wajib kita jaga.



Karunia Allah SWT. yang sering lupa kita syukuri, namun setiap saat kita me"nikmat"inya, adalah "nikmat kesehatan". Biasanya kalau kita merasa sakit sedikit saja, sudah mengeluh secara berlebihan. Namun pada saat merasa "sehat", kita banyak lupa bersyukur......... Allah SWT telah banyak memberikan karunia kepada kita, tapi kebanyakan kita tidak menyadarinya. Seperti yang telah difirmankan Allah SWT dalam Surat Al-Mukmin Ayat 6: "Allah-lah yang menjadikan malam untuk kamu supaya kamu beristirahat padanya, dan menjadikan siang terang benderang. Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyai karunia yang dilimpahkan atas manusia, akan tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur."


Allah juga berfirman dalam Surat Ibrahim Ayat 34: "Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepada-Nya dan jika kamu menghitung "nikmat" Allah, tidaklah dapat kamu menghitungnya. Sesungguhnya manusia itu, sangat dzalim dan sangat mengingkari ("nikmat" Allah)."


Apabila kita mau merenungkan, betapa "kesehatan" merupakan salah satu "nikmat", dan ini adalah "nikmat" terbesar sesudah iman. (Sumber : Dr.H. Muhammad Thohir, Sp.K., dalam Dakwah Jum'at, Al Akbar).


"Sehat", memang bukan segala-galanya, namun kalau tidak "sehat", kita sakit, maka segalanya akan bisa kehilangan makna. Pada saat kita masih bisa bernafas dan menghembuskannya-- Pernahkah kita mensyukurinya ? Apabila kita mengidap penyakit di saluran pernafasan, tentunya pernafasan kita akan terganggu. Jadi......... menghembuskan dan menarik nafas......... adalah salah satu "nikmat" besar, karena dengan tarikan dan hembusan nafas itulah umur kita akan diperpanjang, atau sebaliknya dengan berhentinya kita menarik nafas dan menghembuskannya berarti umur kita juga akan berakhir. Maka dari itu, selama kita masih bisa bernafas, kita ucapkan Alhamdulillah................. dengan begitu oksigen yang kita serap akan membawa barokah.


Ketika mata dan telinga kita masih dapat berfungsi untuk melihat dan mendengar, ucapkan Alhamdulillah...... Jadi jangan segan-segan kita mengucap Alhamdulillah.............untuk mensyukuri segala "nikmat"Nya yang telah dikaruniakan kepada kita.


Sekali lagi............. kita harus mensyukuri "nikmat kesehatan", karena "nikmat kesehatan" adalah "nikmat" terbesar sesudah iman. Kalau kita tidak mensyukurinya, maka kita cenderung akan menyalah gunakan fungsi nikmat itu. Marilah "nikmat kesehatan" ini kita manfaatkan untuk hal-hal yang positif.........


Para pakar "kesehatan" dunia mengatakan, bahwa orang itu sehat jiwanya kalau dia dapat bersyukur atau pandai bersyukur. Sebenarnya ini adalah rumusan dari badan "kesehatan" PBB WHO, yang sebenarnya mengadop dari ajaran Islam.


Marilah kita menjadi hamba-hamba Allah........ yang pandai mensyukuri "Nikmat" dan KaruniaNya yang telah diberikan kepada kita............. Utamanya "NIKMAT KESEHATAN" yang kita "nikmat"i setiap saat.............. Semoga Allah akan menambah "nikmat"Nya kepada kita semua, seperti yang telah dijanjikan Allah SWT dalam firman-Nya dalam Surat Ibrahim Ayat 7: "Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: "Sungguh jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah ("nikmat") kepadamu, dan jika kamu mengingkari ("nikmat"-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih."

"TIPS MERAIH SUKSES ABADI"

"Dari kunci "sukses" diatas, Ridha Allah menjadi penentu akhir ikhtiar kita untuk memperoleh ke"sukses"an berupa kemuliaan surga, namun ridha itu tidak akan kita dapatkan bila kita tidak berikhtiar sungguh-sungguh dan sepenuh hati."


"Sukses" anda akan selalu diukur oleh kualitas dan kuantitas pelayanan anda. (Earl Nightingale)


Dari dulu, "sukses" itu mudah diukur. "Sukses" adalah jarak antara asal mula seseorang dengan prestasi finalnya. (Michael Korda)


"Sukses" merupakan dambaan bagi semua orang, tidak ada orang yang tidak ingin"sukses". Segala daya upaya dan seluruh potensi dikerahkan untuk dapat meraih ke"sukses"an. Bahkan banyak orang rela menempuh segala cara untuk dapat meraih predikat sebagai orang "sukses".


Ada tips manajemen untuk meraih "sukses", antara lain (Sumber : Buletin Baitul Izzah) :

1. Personal Improvement.
Kunci "sukses" pertama adalah selalu meningkatkan kualitas individu dengan selalu belajar dan menggali ilmu-ilmu yang bermanfaat. Kaum Muslimin disamping membaca (mengkaji) Al-Qur'an, juga dihimbau untuk mencari ilmu yang dapat dipelajari dan bermanfaat.


2. Spiritual Improvement.
Kunci "sukses" kedua adalah selalu meningkatkan kualitas spiritual dengan beribadah dan senantiasa mendekatkan diri kepada Sang Kholiq. Mendirikan sholat atau ibadah-ibadah lainnya dapat diartikan sebagai jalan untuk meningkatkan kualitas spiritual seseorang. Al-Qur'an memang menegaskan bahwa banyak berkah dan manfaat dari sholat dan beribadah kepada Allah SWT, seperti ketenangan hati, mencegah perbuatan keji dan munkar serta lainnya.


3. Social Empowerment.
Kunci "sukses" ketiga adalah dengan cara pemberdayaan msyarakat. Menafkahkan sebagian rezeki kepada yang membutuhkan diartikan sebagai pemberdayaan sosial. Pribadi muslim bukanlah pribadi yang individualistis dan anti sosial. Seorang muslim dituntut untuk memperhatikan keadaan sosial di lingkungannya, saling tolong menolong dalam kebaikan dan kesabaran. Pada beberapa ayat Al-Qur'an dan hadits Rasulullah SAW, dinyatakan bahwa tidak akan berkurang harta orang yang menafkahkan sebagiannya kepada pihak yang membutuhkannya, bahkan akan bertambah (tumbuh), seperti diantaranya Surat Al-Hadiid ayat 18 : "Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan (pembayarannya) kepada mereka, dan bagi mereka pahala yang banyak."


Dalam beberapa firmanNya, Allah dengan tegas telah memberi definisi tentang ke"sukses"an hidup manusia, yaitu dalam Surat Al-Maidah Ayat 119: "Ini adalah suatu hari yang bermanfaat bagi orang-orang yang benar kebenaran (iman) mereka. Bagi mereka surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadapnya. Itulah ke"sukses"an yang paling besar."


Firman-Nya yang lain dalam Surat Al-Ahzab Ayat 71, Allah menegaskan: "Niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat ke"sukses"an yang amat besar."


Dari kunci "sukses" diatas, Ridha Allah menjadi penentu akhir ikhtiar kita untuk memperoleh ke"sukses"an berupa kemuliaan surga, namun ridha itu tidak akan kita dapatkan bila kita tidak berikhtiar sungguh-sungguh dan sepenuh hati.


"Sukses" adalah sembilan puluh sembilan persen sikap mental. "Sukses" menuntut kasih, sukacita, optimisme, keyakinan, ketenangan, penguasaan diri, iman, keberanian, keceriaan, imajinasi, inisiatif, toleransi, kejujuran, kerendahan hati, kesabaran dan antusiasme. (Wilfred A. Peterson).


Berbicaralah seperti orang "sukses", berpikirlah seperti orang "sukses", bersikaplah seperti orang "sukses", berpenampilanlah seperti orang "sukses". (Orison Swett Marden).


Apa yang dianggap atau dirasa "sukses" oleh seseorang adalah unik menurutnya sendiri. Dalam pengalaman kita, telah kita temukan bahwa setiap individu mengartikan serta bersikap berbeda terhadap apa yang disebut "sukses" itu. (Alfred Adler).


Sementara itu, Allah dengan lebih spesifik mengingatkan bahwa makna "sukses" bukan hanya diukur dari ke"sukses"an dunia. Ke"sukses"an urusan dunia tidak dapat menjadi ukuran ke"sukses"an seseorang karena "sukses" dunia justru sering melenakan dan menjadi sumber kegagalan, seperti yang difirmankan Allah dalam Surat Ali Imran Ayat 185: "Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga maka sungguh ia telah "sukses". Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan."


Marilah kita menjalin kebersamaan ............... untuk meraih "sukses" abadi.

"HARGAI SESAMA"

"Hal terpenting yang kita cari dari sesama antara lain adalah perasaan di"harga"i. Itulah yang dimaksudkan dengan peng"harga"an."


Apabila orang lain meng"harga"i anda, intinya mereka mengakui bahwa anda itu penting. Sehingga "harga" anda naik.


Menemukan sesuatu untuk anda "harga"i pada dirisesama, memberinya alasan untuk merasa bangga akan dirinya sendiri -- yang itu umumnya akan membuatnya merasa senang dengan anda.


Menurut Burton Kaplan, dalam bukunya Winning People Over, ada beberapa cara untuk menunjukkan kepada sesama, bahwa anda meng"harga"i mereka, antara lain :


1. Gunakanlah nama mereka selama bercakap, tetapi jangan berlebihan.


2. Janganlah mengelompokkan sesama menurut usia, pekerjaan, atau geografi. Perlakukanlah mereka sebagai individu dan bukan sebagai orang tua atau remaja; sebagai manusia dan bukan sebagai sopir atau pengacara; sebagai tetangga dan bukan sebagai orang selatan atau Yankees.


3. Dalam lingkungan bisnis atau sosial, perhatikanlah pemimpin-pemimpinnya, dan perhatikanlah juga yang lain.


4. Perhatikanlah pria dan wanita secara sederajat. Arahkanlah perhatian anda kepada keduanya.

5. Janganlah tersinggung kalau orang bertingkah. Mungkin saja itu caranya untuk menyampaikan perhatian yang mereka inginkan.


6. Perhatikanlah hal-hal kecil. Perhatikanlah gaya rambut baru. Ingatlah ulangtahun atau acara-acara khusus.


Semuanya ini mengatakan kepada sesama bahwa anda anggap mereka cukup penting untuk memperhatikan hal-hal yang menyentuh mereka. Dengan cara-cara tadi anda akan dapat memenangkan hubungan dengan sesama. Indahnya kebersamaan........

Jumat, 08 Mei 2009

"PELAYANAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN (ADMINDUK)"

"Untuk menumbuhkan perilaku "Administrasi Kependudukan" yang tertib pada setiap anggota masyarakat diperlukan adanya suatu proses,"



Dalam rangka memudahkan akses warga masyarakat untuk memperoleh layanan "administrasi kependudukan", perlu disosialisasikan apa saja jenis-jenis dokumen dan akta yang harus dimiliki oleh warga sesuai dengan kebutuhannya. Sesuai dengan Undang-undang No 23 Tahun 2006 tentang "Administrasi Kependudukan" (Lembaran Negara RI No 124 Tahun 2006, Tambahan Lembaran Negara RI No 4674), Jenis Pelayanan Penerbitan Dokumen "Kependudukan" dan Akta Pencatatan Sipil yang harus dilaksanakan oleh instansi Pemerintah yang menangani "administrasi kependudukan", dalam hal ini dilakukan oleh Dinas "Kependudukan" dan Pencatatan Sipil, terdiri dari pelayanan:

1. "Administrasi Kependudukan" :


a. Kartu Tanda "Penduduk" Warga Negara Indonesia (KTP WNI) dan Kartu Tanda "Penduduk" Warga Negara Asing (KTP WNA).


b. Kartu Keluarga WNI (KK WNI) dan Kartu Keluarga WNAs (KK WNA).


c. Surat Keterangan Tempat Tinggal Terbatas Orang Asing (SKTT-Terbatas).


d. Surat Keterangan Tempat Tinggal Tetap Orang Asing (SKTT-Tetap).


e. Perubahan Status Tinggal Terbatas Menjadi Tinggal Tetap.


f. Perubahan Status Ijin Kunjungan Menjadi Tinggal Terbatas.


g. Surat Keterangan Perubahan Status Kewarganegaraan (SKPSK) WNA menjadi WNI.


h. Surat Keterangan Pindah Datang WNI (SKPD-WNI) dan Surat Keterangan Pindah Datang WNA (SKPD-WNA).


i. Surat Keterangan Pindah Keluar Negeri WNI (SKPLN-WNI) dan Surat Keterangan Pindah Keluar Negeri WNA (SKPLN-WNA).


j. Surat Persetujuan Ganti Nama (SPGN).


k. Surat Keterangan Tinggal Sementara (SKTS) WNI.



2. "Administrasi" Pencatatan Sipil.

a. Pencatatan dan Penerbitan Kutipan Akte Kelahiran WNI serta Pencatatan dan Peberbitan Kutipan Akte Kelahiran WNA.


b. Pencatatan dan Penerbitan Kutipan Akte Kematian.


c. Pencatatan dan Penerbitan Kutipan Akte Pengangkatan Anak WNI serta Pencatatan dan Penerbitan Kutipan Akte Pengangkatan Anak WNA.


d. Pencatatan dan Penerbitan Kutipan Akte Pengesahan Anak.


e. Pencatatan dan Penerbitan Kutipan Akte Pengakuan Anak.


f. Pencatatan Perkawinan WNI di Dalam Kantor.


g. Pencatatan Perkawinan WNI di Luar Kantor.


h. Pencatatan Perkawinan WNA di Dalam Kantor.


i. Pencatatan Perkawinan WNA di Luar Kantor.


j. Pencatatan dan Penerbitan Kutipan Akte Perceraian.


k. Penerbitan Akte Perkawinan 2 (dua) Lembar.



l.Dispensasi Perkawinan Sebelum Batas Waktu Ketentuan Pengumuman WNI dan Dispensasi Perkawinan Sebelum Batas Waktu Pengumuman WNA.


m. Pengumuman Perkawinan di Dalam Kabupaten.


n. Pengumuman Perkawinan di Luar Kabupaten.


o. Kutipan Akte Kelahiran Kedua dan Seterusnya WNI dan Kutipan Akte Kelahiran Kedua dan Seterusnya WNA.





p. Kutipan Akte Perkawinan Kedua dan Seterusnya WNI dan Kutipan Akte Perkawinan Kedua dan Seterusnya WNA.

q. Kutipan Akte Pengangkatan Anak Kedua dan Seterusnya.


r. Kutipan Akte Kematian Kedua dan Seterusnya.



Dengan adanya informasi ini diharapkan masyarakat menyadari akan kebutuhan mengenai pengurusan dokumen "kependudukan", bahwa sebenarnya "administrasi kependudukan" (dokumen "kependudukan" dan akta pencatatan sipil), merupakan kebutuhan "administrasi" dasar ("administration" basic need) yang harus dipenuhi oleh semua warga masyarakat sesuai dengan kebutuhan, seperti halnya kebutuhan akan makan, minum dan berpakaian. Penyelenggaraan "administrasi kependudukan" yang tertib akan memudahkan mendapat alat bantu untuk menguji kebenaran dan keabsahan data pribadi seseorang.



Untuk menumbuhkan perilaku "Administrasi Kependudukan" yang tertib pada setiap anggota masyarakat diperlukan adanya suatu proses, antara lain meliputi :


1. Menyebarkan informasi tentang tertib "administrasi kependudukan" seluas-luasnya, terutama mengenai manfaat dan bagaimana masyarakat harus berperilaku dalam mewujudkan tertib "administrasi kependudukan".


2. Memantapkan proses penerimaan pesan tertib "administrasi kependudukan". Proses ini dilakukan oleh para aparat bersama pimpinan masyarakat yang mempunyai kewajiban untuk menggerakkan anggota masyarakat agar mampu menjadi pembina terhadap kelangsungan upaya tertib "administrasi".


3. Melembagakan ketentuan-ketentuan tertib "administrasi kependudukan" dalam bentuk pranata-pranata sosial yang disepakati oleh warga masyarakat agar menjadi norma-norma yang berlaku dalam sistem sosial dan budaya yang ada.


4. Membudayakan konsep tertib "administrasi kependudukan" dalam perilaku masyarakat sejak dini melalui pendidikan "administrasi kependudukan" lewat jalur sekolah, masyarakat dan keluarga.



Keberhasilan melembagakan dan membudayakan norma tertib "administrasi kependudukan" kepada masyarakat ini sangat tergantung kepada komitmen dan kesungguhan dari pengambil keputusan dan aparat pelaksana di lapangan.


Marilah bersama-sama kita wujudkan "Tertib "Administrasi Kependudukan" di Negara Kesatuan Republik Indonesia tercinta ini..............

"DO'A MENURUT AGAMA ISLAM"

"Tuhan kamu (Allah) berfirman, "Ber"do'a"lah kepada-Ku, niscaya Aku perkenankan bagimu.".... (Al-Qur'an Surat Al Mu'min ayat 60)." 


"Do'a" adalah merupakan inti dari semua ibadah. Di dalam sholat ada "do'a", dalam puasa, zakat, haji semuanya didalamnya mengandung "do'a".


Amalan yang dapat membantu manusia dalam memperkuat rohaninya dan mengikat hatinya dengan Allah Azza wa Jalla adalah dengan menghafal sebagian "do'a"-"do'a" dan ma'tsurat dari Nabi Muhammad SAW dalam setiap perbuatannya. Nabi Muhammad SAW mencontohkan pada umatnya, bahwa dalam kehidupan sehari-hari masing-masing perbuatan ada "do'a"nya tersendiri, yang diarahkan kepada Allah SWT dengan harapan semoga Dia memberkahi seluruh perbuatannya serta menghindarkannya dari kekeliruan dan senantiasa menunjukkannya pada kebenaran, menetapkan bagi perbuatan tersebut kebaikan dan menghindarkannya dari kejahatan.

Dapat dikatakan bahwa "do'a" merupakan sapaan mesra, permohonan dan dialog antara manusia dengan Allah SWT. sebagai pencipta semesta alam ini.

Umat "Islam" yang bertaqwa dam senantiasa berusaha membersihkan jiwanya, bersungguh-sungguh mempelajari "do'a"-"do'a" dan ma'tsurat dalam rangka mengikuti Rasulullah dan para sahabatnya, serta berusaha untuk membiasakan diri membacanya pada waktu-waktu yang bertepatan sesuai dengan kemampuannya. Dengan demikian itu. hatinya akan senantiasa berhubungan dengan Allah Azza wa Jalla, jiwanya akan bersih dan imannya pun akan semakin meningkat.

Umat "Islam" pada zaman sekarang ini sangat membutuhkan pembekalan rohani guna membekali dirinya serta mengasah jiwanya, dan untuk menghindari berbagai macam fitnah, godaan dunia, bencana dan berbagai ancamannya yang selalu meliputi umat "Islam" di berbagai masyarakat yang jauh dari hidayah Allah, dan yang menyeret mereka ke dalam neraka.

Umat "Islam" yang benar-benar menyadari ajaran agamanya selalu memperhatikan jalannya dan memperbanyak amal perbuatan shalih supaya mereka dapat selamat dari tempat kembali yang menakutkan (neraka) yang mana setan baik yang berwujud jin maupun manusia, setiap saat dan di setiap tempat berusaha untuk menjerumuskan manusia ke dalamnya.

"Do'a" dalam agama "Islam" merupakan suatu :

1. Tanda kelurusan bagi umat "Islam". Apabila seseorang ber"do'a", berarti dia memprioritaskan ketergantungannya hanya kepada Allah semata. Makanya dalam "Islam" mensyaria'atkan "do'a" dalam segala aspek kehidupan manusia. Seseorang yang rutin ber"do'a" berarti melaksanakan tauhid yang benar. Sebagai contoh, umat "Islam" diwajibkan membaca Al-Fatihah dalam sehari sebanyak 17 kali (jumlah roka'at dalam sholat 5 waktu). Di dalam Surat Al-Fatihah Ayat 5 : "Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan." Disitu berarti manusia diperintahkan oleh Allah untuk memprioritaskan permintaan pertolongan hanya kepada Allah.

2. Tanda kedekatan hambaNya kepada Sang Khaliq. Allah memerintahkan kita untuk meminta hanya kepada Allah SWT. Para Nabi dan Rasul adalah orang-orang yang selalu dekat dengan Allah dalam segala masalah apapun. Sebagai contoh, Nabi Zakaria ber"do'a" agar diberi keturunan padahal beliau pada saat itu sudah dalam keadaan usia yang telah tua renta. Banyak lagi contoh-contoh yang lain. Kewajiban kita untuk selalu ber"do'a". Dikabulkan atau tidak itu merupakan hak prerogatif Allah.

3. "Do'a" adalah merupakan inti dari semua ibadah. Di dalam sholat ada "do'a", dalam puasa, zakat, haji semuanya didalamnya mengandung "do'a". Jadi "do'a" terkandung dalam segala aspek kehidupan manusia. Marilah kita mendayagunakan "do'a". Jangan sampai kita termasuk orang yang bakhil dalam memanjatkan "do'a".

Perbanyaklah ber"do'a", mudah-mudahan Allah kabulkan "do'a" kita. Tiada satu katapun yang luput dari pendengaran Allah. Tuhan mengetahui semua yang kita lakukan.

Sedangkan Manfaat "do'a" bagi umat manusia sangat banyak sekali, antara lain :

1. Mendatangkan keridhaan Allah SWT.  

2. Menghilangkan kesedihan dan kemuraman hati.  

3. Mendatangkan kegembiraan dan ketentraman (di dalam) hati.  

4. Menguatkan hati dan badan.  

5. Membuat hati dan wajah berseri.  

6. Melapangkan rizki.  

7. Menumbuhkan perasaan bahwa dirinya diawasi, sehingga mendorongnya untuk selalu berbuat kebajikan.  

8. Membuahkan kedekatan kepada Allah SWT.  

9.Membuat kita untuk selalu ingat kepada Allah SWT.  

10. Membersihkan hati dari karatnya. 11. Menghapus kesalahan dan menghilangkannya.

Selain itu masih banyak lagi manfaat dari "do'a", yang intinya adalah akan membuat kita untuk selalu dekat dengan Allah SWT.



Beberapa "do'a" penting yang hendaknya dimohonkan seorang hamba kepada Allah, antara lain adalah :

1. Mohon hidayah/ petunjuk kepada Allah SWT agar ditunjukkan jalan yang benar.

2. Mohon agar diampuni segala dosa yang dilakukan.

3. Mohon agar dimasukkan ke dalam surga dan dijauhkan dari api neraka.

4. Mohon keselamatan di dunia dan akhirat, serta dijauhkan dari berbagai macam bencana dan malapetaka,

5. Mohon agar hatinya ditetapkan diatas agama dan tetap istiqamah dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah SWT.

6. Mohon agar ditetapkan nilmat "Islam", Sunnah dan diselamatkan dari segala kemurkaan-Nya.


Manusia yang "do'a"nya diterima oleh Allah SWT adalah :

1. Nabi. Nabi adalah manusia yang terpilih, orang yang selalu taqarub dan mengemban amanat suci dari Allah SWT, sehingga "do'a"nya selalu dikabulkan oleh Allah SWT.
"Do'a" Nabi Ibrahim banyak dituliskan dalam Al-Qur'an.


2. Al-Muthor, yaitu orang yang tersudutkan atau ditekan oleh orang lain. Kita harus hati-hati dalam kehidupan sehari-hari, jangan sampai menyudutkan atau menekan orang lain, sehingga orang lain tersebut akan selalu mengalami kesulitan. "Do'a" orang yang tersudutkan ini akan diterima oleh Allah SWT.
 


3. Al-Madlum, yaitu orang yang didzalimi. Jangan sampai kita medzalimi orang lain, karena orang yang merasa didzalimi, "do'a"nya akan dikabulkan oleh Allah SWT.

4. Orang Tua. "Do'a" orang tua terhadap anaknya akan dikabulkan oleh Allah SWT. Makanya kita sebagai anak, jangan sampai menyakiti hati orang tua, supaya orang tua kita tidak sakit hati dan ber"do'a" yang tidak baik terhadap anaknya. Ridha orang tua adalah ridha Allah, Allah akan meridhai perbuatan seorang anak kalau orang tua meridhainya. Tentunya dalam hal kebaikan. Orang tua juga harus berhati-hati, jangan sampai men"do'a"kan anaknya yang tidak baik.

5. Pemimpin Yang Adil. Seorang pemimpin yang berlaku adil, "do'a"nya akan diterima oleh Allah SWT. Tentunya seorang pemimpin yang bersih dari perbuatan yang merugikan rakyatnya, yang selalu memperhatikan kebutuhan rakyatnya, yaitu pemimpin yang tidak hanya mementingkan dirinya sendiri.


6. Orang Shaleh. "Do'a" orang yang shaleh akan diterima Allah SWT, yaitu orang yang beribadah hanya karena Allah, tidak pernah menyekutukan Allah, selalu berusaha meningkatkan keimanan dan ketakwaannya.


7. Orang Yang Berpuasa. Orang yang sedang berpuasa, utamanya puasa Ramadhan, "do'a"nya akan diterima oleh Allah SWT.


8. Orang Islam Yang Dengan Ikhlas Men"do'a"kan Orang Lain. Orang "Islam" yang men"do'a"kan orang lain dengan ikhlas dan tanpa sepengetahuan orang yang di"do'a"kan, maka "do'a" orang seperti ini akan diterima oleh Allah SWT. karena keikhlasannya.
 

9. Orang Yang Bertobat. Orang yang bertobat adalah orang dicintai oleh Allah SWT, sehingga "do'a"nya diterima oleh Allah SWT. Asalkan orangnya benar-benar bertobat dan tidak mengulangi perbuatannya.
 

10. Orang Islam Yang Tidak Memutuskan Silaturahmi. Orang yang selalu menyambung silaturahmi dengan orang lain, "do'a"nya akan diterima oleh Allah SWT.


11. Orang Dalam Perjalanan (Musyafir). Orang dalam perjalanan, tentunya perjalanan yang bukan untuk maksiat, akan tetapi perjalanan untuk berjuang di jalan Allah misalnya berjuang untuk mencari nafkah halal seperti di zaman sekarang yang sangat sulit ini, "do'a"nya akan diterima oleh Allah SWT.


Ada beberapa syarat supaya "do'a" dapat diterima oleh Allah SWT, yaitu antara lain :

1. Ikhlas. Dalam ber"do'a" ki
ta harus benar-benar ikhlas dan berserah diri hanya kepada Allah.

2. Taat kepada Allah. Kita taat dan patuh terhadap perintah Allah.

 

3. Menghindarkan yang haram. Kita harus menghindarkan diri dari larangan Allah dan membersihkan diri dari hal-hal yang kotor. Jadi dalam ber"do'a" kita harus benar-benar dalam keadaan bersih, karena kebersihan itu sendiri adalah merupakan manifestasi dari iman.

4. Orang yang mendahulukan beramal shaleh. Sebelu
m ber"do'a", kita terlebih dahulu beramal shaleh, misalnya kita menolong orang lain, menjenguk orang sakit kemudian kita ber"do'a", Insya'Allah "do'a" kita akan diterima oleh Allah SWT.

5. Mensucikan diri terlebih dahulu. Pada saat ber"do'a", kita seyogyanya kita dalam keadaan suci, karena Allah sangat me
nyukai kesucian.

 

Kapan waktu yang tepat untuk ber"do'a"? "Do'a" akan diterima apabila dilakukan pada saat-saat :
 

1. Wuquf di Arofah. Bagi jema'ah haji yang sedang wuquf di Arofah, "do'a"nya akan diterima oleh Allah SWT. Sedangkan bagi umat Islam yang tidak melaksanakan haji, melaksanakan puasa sunnah pada saat orang wuquf di Arofah, maka "do'a"nya akan diterima oleh Allah SWT.
 

2. Bulan Puasa Romadhan. Bulan Romadhan ini disebut sebagai bulan penuh berkah, karena pada bulan ini Allah akan menerima "do'a" orang mukmin yang berpuasa.

3. Hari Jum'at. Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik, utamanya pada hari Jum'at. Allah akan mengabulkan permintaan orang-orang yang ber"do'a" pada hari Jum'at.

 

4. Saat Sahur. Pada saat enak-enaknya orang tidur malam sebelum subuh (saat sahur), Allah akan menerima "do'a" orang-orang yang mau memanjatkan "do'a" pada saat sahur.

5. Saat Sujud. Allah a
kan menerima "do'a" orang yang sedang sujud. Allah sangat dekat pada saat orang bersujud.


6. Saat Perang. Pada saat berperang melawan kedzaliman atau sedang melawan kemaksiatan, apabila orang ini ber"do'a" maka "do'a"nya akan diterima oleh Allah SWT.

7. Saat Hujan. Apabila seseorang ber"do'a" pada saat hujan, maka "do'a" orang ini akan diterima oleh Allah SWT.



8. Waktu antara Adzan s/d Iqomah. Pada saat menunggu shalat, apabila seseorang ber"do'a " setelah adzan sampai imam mengumandangkan iqomah untuk melaksanakan shalat berjama'ah, maka o"d'a" orang ini akan diterima oleh Allah SWT.









Itulah tadi beberapa hal penting yang berkaitan dengan "do,a". Jadi, kita sebagai manusia-- dalam menjalani hidup ini, disamping berikhtiar jangan sampai lupa untuk senantiasa memanjatkan "do'a" kepada Allah SWT -- agar Allah selalu meridhoi apa yang telah, sedang maupun yang akan kita perbuat di dunia ini.

"Do'a" ini memang harus dibudayakan --- Yaitu kita harus membudayakan ber"do'a", baik untuk diri kita sendiri, keluarga (orang tua, anak, istri/suami), saudara-saudara kita, maupun "do'a" untuk generasi penerus kita.


Harapan akan selalu ada bila kita mau ber"do'a" dan berusaha.

Redaksi "do'a" yang baik adalah redaksi Qur'ani dan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. , yaitu :

1. Diawali dengan bacaan hamdallah.

2. Shalawat Nabi.

3. "Do'a" yang lain-lain sesuai dengan permintaan.

4. Kemudian ditutup dengan shalawat Nabi dan bacaan hamdallah.


Tulisan ini banyak kami kutip dari acara Renungan Fajar yang disiarkan oleh Radio Suara Surabaya pada jam 05.00 WIB. Pelajaran yang sangat berharga bagi penulis, sangat sayang kalau tidak terdokumentasikan. Semoga tulisan ini bermanfaat juga bagi yang membaca tulisan ini dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.


MusicPlaylistView Profile