Sabtu, 09 Mei 2009

"TIPS MERAIH SUKSES ABADI"

"Dari kunci "sukses" diatas, Ridha Allah menjadi penentu akhir ikhtiar kita untuk memperoleh ke"sukses"an berupa kemuliaan surga, namun ridha itu tidak akan kita dapatkan bila kita tidak berikhtiar sungguh-sungguh dan sepenuh hati."


"Sukses" anda akan selalu diukur oleh kualitas dan kuantitas pelayanan anda. (Earl Nightingale)


Dari dulu, "sukses" itu mudah diukur. "Sukses" adalah jarak antara asal mula seseorang dengan prestasi finalnya. (Michael Korda)


"Sukses" merupakan dambaan bagi semua orang, tidak ada orang yang tidak ingin"sukses". Segala daya upaya dan seluruh potensi dikerahkan untuk dapat meraih ke"sukses"an. Bahkan banyak orang rela menempuh segala cara untuk dapat meraih predikat sebagai orang "sukses".


Ada tips manajemen untuk meraih "sukses", antara lain (Sumber : Buletin Baitul Izzah) :

1. Personal Improvement.
Kunci "sukses" pertama adalah selalu meningkatkan kualitas individu dengan selalu belajar dan menggali ilmu-ilmu yang bermanfaat. Kaum Muslimin disamping membaca (mengkaji) Al-Qur'an, juga dihimbau untuk mencari ilmu yang dapat dipelajari dan bermanfaat.


2. Spiritual Improvement.
Kunci "sukses" kedua adalah selalu meningkatkan kualitas spiritual dengan beribadah dan senantiasa mendekatkan diri kepada Sang Kholiq. Mendirikan sholat atau ibadah-ibadah lainnya dapat diartikan sebagai jalan untuk meningkatkan kualitas spiritual seseorang. Al-Qur'an memang menegaskan bahwa banyak berkah dan manfaat dari sholat dan beribadah kepada Allah SWT, seperti ketenangan hati, mencegah perbuatan keji dan munkar serta lainnya.


3. Social Empowerment.
Kunci "sukses" ketiga adalah dengan cara pemberdayaan msyarakat. Menafkahkan sebagian rezeki kepada yang membutuhkan diartikan sebagai pemberdayaan sosial. Pribadi muslim bukanlah pribadi yang individualistis dan anti sosial. Seorang muslim dituntut untuk memperhatikan keadaan sosial di lingkungannya, saling tolong menolong dalam kebaikan dan kesabaran. Pada beberapa ayat Al-Qur'an dan hadits Rasulullah SAW, dinyatakan bahwa tidak akan berkurang harta orang yang menafkahkan sebagiannya kepada pihak yang membutuhkannya, bahkan akan bertambah (tumbuh), seperti diantaranya Surat Al-Hadiid ayat 18 : "Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan (pembayarannya) kepada mereka, dan bagi mereka pahala yang banyak."


Dalam beberapa firmanNya, Allah dengan tegas telah memberi definisi tentang ke"sukses"an hidup manusia, yaitu dalam Surat Al-Maidah Ayat 119: "Ini adalah suatu hari yang bermanfaat bagi orang-orang yang benar kebenaran (iman) mereka. Bagi mereka surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadapnya. Itulah ke"sukses"an yang paling besar."


Firman-Nya yang lain dalam Surat Al-Ahzab Ayat 71, Allah menegaskan: "Niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat ke"sukses"an yang amat besar."


Dari kunci "sukses" diatas, Ridha Allah menjadi penentu akhir ikhtiar kita untuk memperoleh ke"sukses"an berupa kemuliaan surga, namun ridha itu tidak akan kita dapatkan bila kita tidak berikhtiar sungguh-sungguh dan sepenuh hati.


"Sukses" adalah sembilan puluh sembilan persen sikap mental. "Sukses" menuntut kasih, sukacita, optimisme, keyakinan, ketenangan, penguasaan diri, iman, keberanian, keceriaan, imajinasi, inisiatif, toleransi, kejujuran, kerendahan hati, kesabaran dan antusiasme. (Wilfred A. Peterson).


Berbicaralah seperti orang "sukses", berpikirlah seperti orang "sukses", bersikaplah seperti orang "sukses", berpenampilanlah seperti orang "sukses". (Orison Swett Marden).


Apa yang dianggap atau dirasa "sukses" oleh seseorang adalah unik menurutnya sendiri. Dalam pengalaman kita, telah kita temukan bahwa setiap individu mengartikan serta bersikap berbeda terhadap apa yang disebut "sukses" itu. (Alfred Adler).


Sementara itu, Allah dengan lebih spesifik mengingatkan bahwa makna "sukses" bukan hanya diukur dari ke"sukses"an dunia. Ke"sukses"an urusan dunia tidak dapat menjadi ukuran ke"sukses"an seseorang karena "sukses" dunia justru sering melenakan dan menjadi sumber kegagalan, seperti yang difirmankan Allah dalam Surat Ali Imran Ayat 185: "Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga maka sungguh ia telah "sukses". Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan."


Marilah kita menjalin kebersamaan ............... untuk meraih "sukses" abadi.

0 komentar: