Jumat, 08 Mei 2009

"DO'A MENURUT AGAMA ISLAM"

"Tuhan kamu (Allah) berfirman, "Ber"do'a"lah kepada-Ku, niscaya Aku perkenankan bagimu.".... (Al-Qur'an Surat Al Mu'min ayat 60)." 


"Do'a" adalah merupakan inti dari semua ibadah. Di dalam sholat ada "do'a", dalam puasa, zakat, haji semuanya didalamnya mengandung "do'a".


Amalan yang dapat membantu manusia dalam memperkuat rohaninya dan mengikat hatinya dengan Allah Azza wa Jalla adalah dengan menghafal sebagian "do'a"-"do'a" dan ma'tsurat dari Nabi Muhammad SAW dalam setiap perbuatannya. Nabi Muhammad SAW mencontohkan pada umatnya, bahwa dalam kehidupan sehari-hari masing-masing perbuatan ada "do'a"nya tersendiri, yang diarahkan kepada Allah SWT dengan harapan semoga Dia memberkahi seluruh perbuatannya serta menghindarkannya dari kekeliruan dan senantiasa menunjukkannya pada kebenaran, menetapkan bagi perbuatan tersebut kebaikan dan menghindarkannya dari kejahatan.

Dapat dikatakan bahwa "do'a" merupakan sapaan mesra, permohonan dan dialog antara manusia dengan Allah SWT. sebagai pencipta semesta alam ini.

Umat "Islam" yang bertaqwa dam senantiasa berusaha membersihkan jiwanya, bersungguh-sungguh mempelajari "do'a"-"do'a" dan ma'tsurat dalam rangka mengikuti Rasulullah dan para sahabatnya, serta berusaha untuk membiasakan diri membacanya pada waktu-waktu yang bertepatan sesuai dengan kemampuannya. Dengan demikian itu. hatinya akan senantiasa berhubungan dengan Allah Azza wa Jalla, jiwanya akan bersih dan imannya pun akan semakin meningkat.

Umat "Islam" pada zaman sekarang ini sangat membutuhkan pembekalan rohani guna membekali dirinya serta mengasah jiwanya, dan untuk menghindari berbagai macam fitnah, godaan dunia, bencana dan berbagai ancamannya yang selalu meliputi umat "Islam" di berbagai masyarakat yang jauh dari hidayah Allah, dan yang menyeret mereka ke dalam neraka.

Umat "Islam" yang benar-benar menyadari ajaran agamanya selalu memperhatikan jalannya dan memperbanyak amal perbuatan shalih supaya mereka dapat selamat dari tempat kembali yang menakutkan (neraka) yang mana setan baik yang berwujud jin maupun manusia, setiap saat dan di setiap tempat berusaha untuk menjerumuskan manusia ke dalamnya.

"Do'a" dalam agama "Islam" merupakan suatu :

1. Tanda kelurusan bagi umat "Islam". Apabila seseorang ber"do'a", berarti dia memprioritaskan ketergantungannya hanya kepada Allah semata. Makanya dalam "Islam" mensyaria'atkan "do'a" dalam segala aspek kehidupan manusia. Seseorang yang rutin ber"do'a" berarti melaksanakan tauhid yang benar. Sebagai contoh, umat "Islam" diwajibkan membaca Al-Fatihah dalam sehari sebanyak 17 kali (jumlah roka'at dalam sholat 5 waktu). Di dalam Surat Al-Fatihah Ayat 5 : "Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan." Disitu berarti manusia diperintahkan oleh Allah untuk memprioritaskan permintaan pertolongan hanya kepada Allah.

2. Tanda kedekatan hambaNya kepada Sang Khaliq. Allah memerintahkan kita untuk meminta hanya kepada Allah SWT. Para Nabi dan Rasul adalah orang-orang yang selalu dekat dengan Allah dalam segala masalah apapun. Sebagai contoh, Nabi Zakaria ber"do'a" agar diberi keturunan padahal beliau pada saat itu sudah dalam keadaan usia yang telah tua renta. Banyak lagi contoh-contoh yang lain. Kewajiban kita untuk selalu ber"do'a". Dikabulkan atau tidak itu merupakan hak prerogatif Allah.

3. "Do'a" adalah merupakan inti dari semua ibadah. Di dalam sholat ada "do'a", dalam puasa, zakat, haji semuanya didalamnya mengandung "do'a". Jadi "do'a" terkandung dalam segala aspek kehidupan manusia. Marilah kita mendayagunakan "do'a". Jangan sampai kita termasuk orang yang bakhil dalam memanjatkan "do'a".

Perbanyaklah ber"do'a", mudah-mudahan Allah kabulkan "do'a" kita. Tiada satu katapun yang luput dari pendengaran Allah. Tuhan mengetahui semua yang kita lakukan.

Sedangkan Manfaat "do'a" bagi umat manusia sangat banyak sekali, antara lain :

1. Mendatangkan keridhaan Allah SWT.  

2. Menghilangkan kesedihan dan kemuraman hati.  

3. Mendatangkan kegembiraan dan ketentraman (di dalam) hati.  

4. Menguatkan hati dan badan.  

5. Membuat hati dan wajah berseri.  

6. Melapangkan rizki.  

7. Menumbuhkan perasaan bahwa dirinya diawasi, sehingga mendorongnya untuk selalu berbuat kebajikan.  

8. Membuahkan kedekatan kepada Allah SWT.  

9.Membuat kita untuk selalu ingat kepada Allah SWT.  

10. Membersihkan hati dari karatnya. 11. Menghapus kesalahan dan menghilangkannya.

Selain itu masih banyak lagi manfaat dari "do'a", yang intinya adalah akan membuat kita untuk selalu dekat dengan Allah SWT.



Beberapa "do'a" penting yang hendaknya dimohonkan seorang hamba kepada Allah, antara lain adalah :

1. Mohon hidayah/ petunjuk kepada Allah SWT agar ditunjukkan jalan yang benar.

2. Mohon agar diampuni segala dosa yang dilakukan.

3. Mohon agar dimasukkan ke dalam surga dan dijauhkan dari api neraka.

4. Mohon keselamatan di dunia dan akhirat, serta dijauhkan dari berbagai macam bencana dan malapetaka,

5. Mohon agar hatinya ditetapkan diatas agama dan tetap istiqamah dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah SWT.

6. Mohon agar ditetapkan nilmat "Islam", Sunnah dan diselamatkan dari segala kemurkaan-Nya.


Manusia yang "do'a"nya diterima oleh Allah SWT adalah :

1. Nabi. Nabi adalah manusia yang terpilih, orang yang selalu taqarub dan mengemban amanat suci dari Allah SWT, sehingga "do'a"nya selalu dikabulkan oleh Allah SWT.
"Do'a" Nabi Ibrahim banyak dituliskan dalam Al-Qur'an.


2. Al-Muthor, yaitu orang yang tersudutkan atau ditekan oleh orang lain. Kita harus hati-hati dalam kehidupan sehari-hari, jangan sampai menyudutkan atau menekan orang lain, sehingga orang lain tersebut akan selalu mengalami kesulitan. "Do'a" orang yang tersudutkan ini akan diterima oleh Allah SWT.
 


3. Al-Madlum, yaitu orang yang didzalimi. Jangan sampai kita medzalimi orang lain, karena orang yang merasa didzalimi, "do'a"nya akan dikabulkan oleh Allah SWT.

4. Orang Tua. "Do'a" orang tua terhadap anaknya akan dikabulkan oleh Allah SWT. Makanya kita sebagai anak, jangan sampai menyakiti hati orang tua, supaya orang tua kita tidak sakit hati dan ber"do'a" yang tidak baik terhadap anaknya. Ridha orang tua adalah ridha Allah, Allah akan meridhai perbuatan seorang anak kalau orang tua meridhainya. Tentunya dalam hal kebaikan. Orang tua juga harus berhati-hati, jangan sampai men"do'a"kan anaknya yang tidak baik.

5. Pemimpin Yang Adil. Seorang pemimpin yang berlaku adil, "do'a"nya akan diterima oleh Allah SWT. Tentunya seorang pemimpin yang bersih dari perbuatan yang merugikan rakyatnya, yang selalu memperhatikan kebutuhan rakyatnya, yaitu pemimpin yang tidak hanya mementingkan dirinya sendiri.


6. Orang Shaleh. "Do'a" orang yang shaleh akan diterima Allah SWT, yaitu orang yang beribadah hanya karena Allah, tidak pernah menyekutukan Allah, selalu berusaha meningkatkan keimanan dan ketakwaannya.


7. Orang Yang Berpuasa. Orang yang sedang berpuasa, utamanya puasa Ramadhan, "do'a"nya akan diterima oleh Allah SWT.


8. Orang Islam Yang Dengan Ikhlas Men"do'a"kan Orang Lain. Orang "Islam" yang men"do'a"kan orang lain dengan ikhlas dan tanpa sepengetahuan orang yang di"do'a"kan, maka "do'a" orang seperti ini akan diterima oleh Allah SWT. karena keikhlasannya.
 

9. Orang Yang Bertobat. Orang yang bertobat adalah orang dicintai oleh Allah SWT, sehingga "do'a"nya diterima oleh Allah SWT. Asalkan orangnya benar-benar bertobat dan tidak mengulangi perbuatannya.
 

10. Orang Islam Yang Tidak Memutuskan Silaturahmi. Orang yang selalu menyambung silaturahmi dengan orang lain, "do'a"nya akan diterima oleh Allah SWT.


11. Orang Dalam Perjalanan (Musyafir). Orang dalam perjalanan, tentunya perjalanan yang bukan untuk maksiat, akan tetapi perjalanan untuk berjuang di jalan Allah misalnya berjuang untuk mencari nafkah halal seperti di zaman sekarang yang sangat sulit ini, "do'a"nya akan diterima oleh Allah SWT.


Ada beberapa syarat supaya "do'a" dapat diterima oleh Allah SWT, yaitu antara lain :

1. Ikhlas. Dalam ber"do'a" ki
ta harus benar-benar ikhlas dan berserah diri hanya kepada Allah.

2. Taat kepada Allah. Kita taat dan patuh terhadap perintah Allah.

 

3. Menghindarkan yang haram. Kita harus menghindarkan diri dari larangan Allah dan membersihkan diri dari hal-hal yang kotor. Jadi dalam ber"do'a" kita harus benar-benar dalam keadaan bersih, karena kebersihan itu sendiri adalah merupakan manifestasi dari iman.

4. Orang yang mendahulukan beramal shaleh. Sebelu
m ber"do'a", kita terlebih dahulu beramal shaleh, misalnya kita menolong orang lain, menjenguk orang sakit kemudian kita ber"do'a", Insya'Allah "do'a" kita akan diterima oleh Allah SWT.

5. Mensucikan diri terlebih dahulu. Pada saat ber"do'a", kita seyogyanya kita dalam keadaan suci, karena Allah sangat me
nyukai kesucian.

 

Kapan waktu yang tepat untuk ber"do'a"? "Do'a" akan diterima apabila dilakukan pada saat-saat :
 

1. Wuquf di Arofah. Bagi jema'ah haji yang sedang wuquf di Arofah, "do'a"nya akan diterima oleh Allah SWT. Sedangkan bagi umat Islam yang tidak melaksanakan haji, melaksanakan puasa sunnah pada saat orang wuquf di Arofah, maka "do'a"nya akan diterima oleh Allah SWT.
 

2. Bulan Puasa Romadhan. Bulan Romadhan ini disebut sebagai bulan penuh berkah, karena pada bulan ini Allah akan menerima "do'a" orang mukmin yang berpuasa.

3. Hari Jum'at. Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik, utamanya pada hari Jum'at. Allah akan mengabulkan permintaan orang-orang yang ber"do'a" pada hari Jum'at.

 

4. Saat Sahur. Pada saat enak-enaknya orang tidur malam sebelum subuh (saat sahur), Allah akan menerima "do'a" orang-orang yang mau memanjatkan "do'a" pada saat sahur.

5. Saat Sujud. Allah a
kan menerima "do'a" orang yang sedang sujud. Allah sangat dekat pada saat orang bersujud.


6. Saat Perang. Pada saat berperang melawan kedzaliman atau sedang melawan kemaksiatan, apabila orang ini ber"do'a" maka "do'a"nya akan diterima oleh Allah SWT.

7. Saat Hujan. Apabila seseorang ber"do'a" pada saat hujan, maka "do'a" orang ini akan diterima oleh Allah SWT.



8. Waktu antara Adzan s/d Iqomah. Pada saat menunggu shalat, apabila seseorang ber"do'a " setelah adzan sampai imam mengumandangkan iqomah untuk melaksanakan shalat berjama'ah, maka o"d'a" orang ini akan diterima oleh Allah SWT.









Itulah tadi beberapa hal penting yang berkaitan dengan "do,a". Jadi, kita sebagai manusia-- dalam menjalani hidup ini, disamping berikhtiar jangan sampai lupa untuk senantiasa memanjatkan "do'a" kepada Allah SWT -- agar Allah selalu meridhoi apa yang telah, sedang maupun yang akan kita perbuat di dunia ini.

"Do'a" ini memang harus dibudayakan --- Yaitu kita harus membudayakan ber"do'a", baik untuk diri kita sendiri, keluarga (orang tua, anak, istri/suami), saudara-saudara kita, maupun "do'a" untuk generasi penerus kita.


Harapan akan selalu ada bila kita mau ber"do'a" dan berusaha.

Redaksi "do'a" yang baik adalah redaksi Qur'ani dan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. , yaitu :

1. Diawali dengan bacaan hamdallah.

2. Shalawat Nabi.

3. "Do'a" yang lain-lain sesuai dengan permintaan.

4. Kemudian ditutup dengan shalawat Nabi dan bacaan hamdallah.


Tulisan ini banyak kami kutip dari acara Renungan Fajar yang disiarkan oleh Radio Suara Surabaya pada jam 05.00 WIB. Pelajaran yang sangat berharga bagi penulis, sangat sayang kalau tidak terdokumentasikan. Semoga tulisan ini bermanfaat juga bagi yang membaca tulisan ini dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

0 komentar: