Kamis, 18 Maret 2010

"CARA MENANAM BELIMBING WULUH YANG BENAR"

"Belimbing wuluh" sangat bagus apabila ditanam di dataran rendah, mulai dari tempat-tempat yang tingginya satu meter diatas permukaan laut sampai kira-kira 300 meter."



PENYIAPAN TANAH UNTUK PENANAMAN.

Apabila ditanam di daerah pegunungan hasilnya tidak akan bagus, karena suhu yang rendah akan menghambat pembentukan buah, sehingga tidak dapat masak pada waktunya, dan ukurannya akan tetap kecil saja serta rasanya tidak enak. "Belimbing wuluh" minta tanah yang gembur dan subur. Bibit-bibit "belimbing wuluh" harus ditanam dalam lubang tanaman berukuran 1 x 1 meter yang berkedalaman setengah meter. Pada waktu menggali lubang tanaman, lapisan tanah yang tadinya terletak di bagian atas harus ditumpuk di suatu tempat tersendiri, sedangkan lapisan tanah yang terletak di bawahnya ditumpuk di tempat lain yang tersendiri pula. Kemudian biarkanlah semuanya berangin-angin begitu saja selama tiga minggu.

Lubang tanaman harus digali kira-kira satu bulan sebelum bertanam. Begitu lubang selesai digali, cobalah menuangkan air, sampai penuh ke dalam lubang tadi. Apabila sebentar kemudian air becek sudah hilang lagi merembes ke bawah, maka ini berarti suatu tanda bahwa tanah tadi memang sudah bagus. Namun apabila sampai lama sekali tergenang dalam kubangan, maka tempat itu tidak bagus untuk menanam "belimbing wuluh", karena pembentukan akar akan terhambat sirkulasi udaranya (air conditioning) macet, dan daun "belimbing wuluh" akan kuning-kuning rontok, nanti kesulitan ini dapat diatasi dengan menggali selokan pengeringan buntu.

Namun, apabila tanahnya memang bagus, maka lubang tadi tetap harus betul-betul dibiarkan berangin dulu selama tiga minggu. Setelah itu, tanah galian yang tadinya ditumpuk, dikembalikan lagi ke dalam lubang menurut susunan semula, yang bawah kembali ke bawh yang atas kembali ke atas. Tanah atas ini dicampur terlebih dahulu dengan pupuk kandang kering yang sudah dingin, sebanyak dua kaleng minyak tanah, sebelum dimasukkan ke dalam lubang lagi. Dan memang nantinya bakal penuh sampai melending ke atas.

Tunggulah dua minggu lagi Tunggu ambles lagi. Barulah bibit "belimbing wuluh" boleh ditanam.


PENYIAPAN BIBIT "BELIMBING WULUH".

Bibit "belimbing wuluh" biasanya diperoleh dengan jalan mencangkok, menempel atau mengokulasi. Waktu penanaman bibit "belimbing wuluh" yang tepat adalah pada permulaan musim hujan, supaya nanti pada akhir musim kalau sudah kekurangan air, bibit itu sudah kuat dan tahan menghadapi kekeringan musim kemarau, karena saat-saat ini sudah banyak membentuk akar.


PEMINDAHAN BIBIT "BELIMBING WULUH" KE TEMPAT PENANAMAN.

Bibit "belimbing wuluh" yang biasanya berupa puteran dalam keranjang yang tidak dipotong daun-daun dan ujung akarnya, ditanam dengan menggali lubang dulu di atas gundukan tanah melending yang agak ambles tadi yang besarnya harus sesuai dengan lingkaran keliling yang ditempati akar-akar samping dari bibit tadi.

Menanam bibit "belimbing wukuh" tidak boleh terlalu dalam. Tempatkan batang tanaman itu persis di tengah-tengah lubang supaya akar-akarnya mengembang ke daerah seputarnya dapat sama rata menemukan tanah gembur yang sudah diberi pupuk kandang tempo hari. Mengisikan tanah diantara susunan akar-akar tadi harus hati-hati dan sedikit-sedikit. Apabila sudah tertimbun sebagian tekanlah sedikit dengan tangan, sebelum ditimbuni tanah lebih lanjut sapai penuh. Apabila sudah penuh, barulah boleh diinjak-injak dengan kaki supaya bibit itu lebih kuat menancap di atas tanah.

Apabila ingin menanam "belimbing wuluh" lebih dari satu batang di pekarangan yang agak luas, jarak tanam antara yang satu dengan yang lain minimal enam meter.


PEMELIHARAAN TANAMAN "BELIMBING WULUH".

Pada hari-hari pertama sesudah ditanamkan, bibit tadi harus dilindungi dengan atap rumbia atau daun kelapa.

"Belimbing wuluh" yang ditanam demikian sudah dapat berbunga dan berbuah setelah berumur tiga sampai empat tahun dan berbuahnya tidak terikat kepada sesuatu musim tetapi setiap waktu sepanjang tahun dapat saja berbunga dan berbuah.

Namun, sejak berumur satu tahun, harus diberi pupuk tambahan yang banyaknya sesuai dengan kebutuhan. Terutama umur satu sampai sepuluh tahun pertama, pohon "belimbing wuluh" harus mendapat pupuk yang cukup, supaya di kemudian hari tidak terlanjur menderita kekurangan makanan.

Semakin cukup mendapat makanan pada masa pertumbuhan, maka makin besarlah daya tahan pohon "belimbing wuluh" terhadap serangan hama penyakit.

Hama "belimbing wuluh" yang terkenal adalah lalat buah Dacus pedestris (Docus dorsalis) yang suka menyerang buah-buah di waktu muda. Hama ini menyerang dan menghabiskan pucuk-pucuk daun sehingga pohon itu dapat gundul. Apabila hama merajalela, dan daun-daun jadi gundul semua, pembentukan buah dapat terganggu karena buah yang menempel pada batang dan cabang memerlukan naungan. Ulat-ulat harus diberantas dengan semprotan larutan 0,2 % tepung DDT.


MANFAAT "BELIMBING WULUH".

Untuk pekarangan yang kering, pohon "belimbing wuluh" merupakan lumbung perbendaharaan jamu-jamu yang lumayan. Manfaat "belimbing wuluh" antara lain:

1. Sari daun "belimbing wuluh" dapat dimanfaatkan sebagai obat demam.

2. Sari bunga "belimbing wuluh" yang direbus dapat diminum sebagai obat batuk asalkan merebusnya dengan santen dan diminum waktu masih hangat-hangat kuku.

3. Ranting-rantingnya yang mudah dilumat dengan bawang merah boleh dipakai sebagai tapel.

4. Buah "belimbing wuluh" dapat dimanfaatkan sebagai bumbu masak, sambal, dan bahkan dapat dimanfaatkan sebagai manisan yang rasanya sangat enak dan segar. Buah "belimbing wuluh" juga dapat dimanfaatkan untuk menghilangkan noda dan dapat juga untuk mencuci tangan yang kotor.

Selamat mencoba menanam "belimbing wuluh" yang mempunyai banyak manfaat ini......

Semoga berhasil..........

Rabu, 17 Maret 2010

"CARA MENANAM SEMANGKA YANG BENAR"

"Buah "semangka" yang terkenal lezat menyegarkan itu, hanya mau tumbuh dengan bagus di tanah-tanah beranjangan gembur yang mengandung kadar kapur tinggi."


PENYIAPAN TANAH UNTUK MENANAM "SEMANGKA".

Di tanah lempung yang agak padat atau di tanah pasir yang mawur juga boleh. Apabila terpaksa benar dan memang mau nekat nyerempet-nyerempet bahaya, tapi tanah yang demikian juga harus diberi humus berupa pupuk kandang atau kompos yang cukup lumayan banyak, supaya struktur tanahnya menjadi agak gembur dan mampu memegang air yang agak lama. Pada umumnya sekitar 5 kg per meter persegi. Di daerah Tulung Agung, orang menanam "semangka" di tanah lempung. Namun yang benar-benar banyak mengandung kapur. Buahnya lantas dapat istimewa renyah dan harum.....
Namun..... tanah yang demikian itu harus dibajak dan dicangkul dengan seksama dulu, dengan tenaga kerja yang ekstra lebih banyak dari pada di tanah-tanah yang lain. Minimal dua kali. Dan biji-biji "semangka" yang akan disebarkan juga harus dilunakkan kulitnya dengan cara direndam dalam air terlebih dahulu..... selama dua hari. Kemudian dilumasi dengan minyak kesambi, supaya tidak kering lagi dan diricci-ricci serangga nakal.

"Semangka" lebih cocok ditanam di dataran rendah mulai dari satu meter di atas permukaan laut sampai kira-kira seribu meter. Walaupun tanah yang dikehendaki harus cukup lembab, namun tanaman "semangka" tidak tahan menghadapi hujan. Karena itu, "semangka" hanya diusahakan di musim kemarau saja. Susahnya kalau kemarau, tanahnya terpaksa harus diairi. Tapi tanamannya sendiri tidak boleh kecipratan air..... Apalagi basah kuyub...... Melihat syarat-syaratnya yang susah ini, maka hanya orang-orang yang mempunyai tanah kering di daerah kering sajalah yang dapat mengairi dengan air irigasi atau sumur saja.


Tanah kering yang sudah diolah tadi, cukup diolah satu kali saja kalau tanah beranjangan.... Dan dua kali kalau tanah lempung. Hanya perlu dileb sebentar saja supaya basah. Kemudian tidak perlu disusun menjadi bedengan-bedengan namun cukup diratakan saja. Barulah biji-biji "semangka" tadi boleh ditanam dengan ditunggalkan (ditanam di tanah yang dilubangi dengan tunggal) dengan jarak tanam 1 1/2 x 1 1/2 meter.


PENANAMAN BIBIT "SEMANGKA".

Tiap lubang diisi dengan 2 - 3 biji, supaya kalau satu tidak jadi yang lain masih bisa jadi. Baru 2 - 3 minggu kemudianlah mulai nampak jelas.... Apakah mereka berkecambah menjadi tanaman-tanaman yang jadi ataukah tidak.... Kalau jadi Alhamdulillah.... Kalau tidak jadi, harus segera diganti....

Satu bulan setelah ditanam, tanah itu harus disiangi lagi untuk kedua kalinya. Penyiangan yang kedua jangan sampai terlambat, supaya tidak keburu berbunga. Karena, apabila tanaman sudah berbunga dan kita baru menyiang, banyak sekali bunga-bunga yang akan rusak.... dan buah-buah juga tidak akan muncul.....

Setiap kali setelah disiangi, harus selalu membumbun tanaman, supaya akar-akar dapat menancap kukuh dalam tanah. Umur antara 3 minggu sampai sebelum membentuk bunga (kira-kira umur 2 bulan), tanah tempat "semangka" hidup harus betul-betul dibersihkan. Jangan sampai ada rumput, jangan ada sarang hama, dan pokoknya jangan sampai ada sesuatu yang dapat mengakibatkan pembusukan.....

Seharusnya tanaman yang sementara ini sudah menjalar kemana-mana itu harus dirambatkan ke atas, supaya buah-buah "semangka" tidak kotor terkena tanah dan busuk. Namun, biasanya prakteknya dibiarkan menjalar di atas tanah begitu saja juga tidak apa-apa. Tapi harus dijaga, pada waktu seperti ini, supaya tanah tidak becek.

Apabila buah "semangka" sudah mulai besar, perlu sekali agak diputar, kemudian diberi alas jerami atau apa sajalah yang dikeringkan di bawahnya, supaya buah "semangka"nya tidak busuk. Apabila daerah itu memang sering ada gangguan tikus, tempat sekitar buah "semangka" itu perlu dilindungi dengan duri-duri yang merupakan borikade yang cukup seram.


WAKTU MEMANEN BUAH "SEMANGKA".

Biasanya 2 1/2 - 3 bulan setelah ditanam, barulah boleh dipetik hasilnya. Namun sebelum itu jangan lupa memberi pupuk kandang ayam atau pupuk guano, dari pada pupuk kandang kuda atau sapi. Tidak perlu terlalu banyak. Cukup satu kg saja per batang tanaman. Memberikannya setelah tanaman berkecambah dan harus dibenamkan kira-kira lima cm dalam tanah sekitar batang (sejauh 29 cm dari batang) yang sekaligus waktu itu disiangi pula tanahnya untuk pertama kalinya, kemudian didangir supaya gembur.


Buah "semangka" yang kita kenal (Citrullus Vulgaris) ada dua varietas, yaitu "semangka" geringsing (atau "semangka" beureum) yang daging buahnya merah dan bulat panjang bentuknya.... Dan "semangka" penasan (atau "semangka" Bodas) yang putih atau agak muda warna daging buahnya dan yang lebih bulat bentuknya. Kira-kira bulat seperti kepala orang.


Biji-biji "semangka" juga dapat dimakan sebagai kwaci. Biji-biji "semangka" yang sudah dijemur di sinar matahari atau digarang di wajan, kemudian setelah didinginkan diasin dengan air garam selama satu hari satu malam, dan akhirnya dijemur di sinar matahari lagi. Kadar protein kwaci sangat tinggi yaitu 30,6 %, sedangkan kadar lemaknya 42,1 %. Walaupun vitamin-vitamin praktis tidak ada, namun kadar fosfornya sangat tinggi yaitu 312 mg dan kalorinya 515 mg.


Menurut penelitian, nilai gizinya cukup tinggi. Namun buah "semangka" 21 % terdiri dari air..... Namun buah "semangka" juga terkenal sangat segar...................


Selamat mencoba bercocok tanam "semangka"...........

Semoga berhasil.............

Senin, 15 Maret 2010

"CARA MENANAM PACE/MENGKUDU YANG BENAR"

"Mengkudu"/pace (Morenda Citrifolia) merupakan tanaman yang mempunyai banyak sekali manfaat bagi kehidupan manusia."


Kulit batang dan kulit akar "mengkudu" dapat dimanfaatkan sebagai cat celup untuk mewarnai kain bagan-bagan, anyaman mendong (tikar), pandan dan lain-lain hasil kerajinan tangan. Daun-daun "mengkudu" yang lebar dapat dimanfaatkan sebagai semacam koyo (setelah diolesi dengan minyak kelapa kemudian dipanggang sebentar) untuk dibalutkan ke bagian badan kita yang pegel-pegel linu masuk angin, kita tidak perlu membeli salonpas lagi apabila kita mau menggunakan koyo Indonesia asli cap mengkudu ini. Daun-daun yang muda sudah tentu dapat dimanfaatkan sebagai lalapan seperti daun-daun muda lain yang biasa dgunakan lalap. Tapi daun "mengkudu" ini memiliki khasiat istimewa untuk mengobati perut yang mual. Disamping itu juga enak sekali apabila digunakan untuk membungkus pepesan ikan. Hasilnya ditanggung empuk.


Sari buah "mengkudu" yang sudah masak apabila diminum dengan dibubuhi dengan kapur sedikit...... Dapat melancarkan jalannya pembuangan air kecil, air besar juga bisa. Buah "mengkudu" juga disukai sebagai desent, walaupun aromanya jelas sekali tidak dapat dibanggakan. Buah "mengkudu" matang dapat memberantas Diabetes Melitus. Sari buah "mengkudu" boleh diminum sebagai pembersih darah, penangkal sakit ginjal, sedang apabila diminum dengan gula dapat menghentikan batuk-batuk masuk angin. Pendek kata, banyak sekali manfaat yang dapat kita ambil dari "mengkudu" ini.


PERSEMAIAN BIBIT "MENGKUDU".

Apabila anda ingin menanam "mengkudu", sebaiknya menyemaikan biji-bijinya terlebih dahulu, yang dapat diperoleh dengan jalan menyimpan buah-buah "mengkudu" yang sudah benar-benar matang dalam lubang selama kira-kira satu bulan supaya membusuk dalam tanah tanpa menyiarkan baunya yang sangat spesifik.


Namun, "mengkudu" ini hanya memuaskan apabila ditanam di daerah-daerah dataran rendah sampai setinggi kira-kira 500 meter di atas permukaan laut saja. Di daerah pegunungan yang lebih tinggi dari pada itu, "mengkudu" pertumbuhannya sangat memuaskan. Biji-biji yang akan disemaikan akan berkecambah setelah 30 - 60 hari.


PEMINDAHAN BIBIT "MENGKUDU" KE TEMPAT PENANAMAN.

Setelah berumur 1 1/2 bulan (sejak berkecambah di persemaian tadi), baru bibit-bibit itu dipindahkan ke tempat penanamannya yang tetap. Walaupun "mengkudu" tidak pilih-pilih tanah, sebetulnya...... Namun apabila ditanam di atas tanah yang gembur setelah dicangkul tiga kali dan diberi pupuk kandang atau kompos sebagai penambah humus (sebanyak 1/2 atau 1 kaleng minyak tanah, perlu lubang tanaman 1 x 1 x 1 m) akan lebih bagus dari pada "mengkudu" yang hanya dilempar diatas tanah keras begitu saja.


Bibit-bibit harus ditanam dua batang-dua batang sekaligus per lubang tanaman..... Sebab ada kemungkinan yang tidak berhasil nantinya. Setelah satu bulan dipindahkan demikian, maka sudah tidak akan kaget lagi, dan anda boleh pilih salah satu diantaranya yang paling bagus tumbuhnya. Yang bagus dipertahankan, sedang yang jelek dicabut saja.






PENGAMBILAN HASIL "MENGKUDU".

Apabila tujuan menanam "mengkudu" untuk mengambil kulit batang dan akarnya (untuk cat celup perindustrian Batik), maka setelah tumbuh setinggi 1 1/2 m boleh dicabut sama sekali dengan akarnya. Di perusahaan-perusahaan perkebunan "mengkudu", hasil itu baru dicabut apabila sudah berumur dua tahun.



Namun, apabila tujuan menanam "mengkudu" untuk mendapatkan pohon yang dapat dipakai sebagai pusat perbendaharaan jamu dan koyo, biarkan "mengkudu" itu tumbuh terus sampai bertahun-tahun lamanya.


Pohon "mengkudu" dapat mencapai tinggi 5 - 8 meter, yang dapat terus menerus diteteli. Masalah gangguan dan penyakit, sebetulnya tidak ada yang begitu penting kecuali gangguan kutu-kutu sebagaimana halnya dengan tanaman Rubiaccae. Kutu-kutu perisai dapat diberantas dengan semprotan emulsi medol sekuat 1 - 2 % dicampur dengan 0,4 % tepunt derris atau 0,4 % Arkotin, D 25 dan 0,1 % teepal. Namun mesti disemprot paling sedikit tiga kali berturut-turut dengan selang satu minggu.... Baru terlihat hasilnya.

Karena ada jenis kutu-kutu yang diternakan oleh semut-semut, maka dimana ada semut disitu ada kutu piaraannya. Semut-semut boleh diberantas dengan semprotan 2 % Dieldrin 50 % W.P. yang dicampur dengan 0,5 % Shell Tenae Sticker yang disemprot sebaiknya pangkal batang pohon, setinggi 20 cm dari tanah berikut tanah sekitar batang tersebut.
Cegahlah jangan sampai Dieldrin yang juga berbahaya bagi manusia ini mengenai daun-daun atau buah yang akan kita makan.


Apabila pohon "mengkudu" itu sudah terlanjur ada sarang-sarang semut Ngangrang (Occophy Hasmaragdina) di bagian atasnya, sarang itu harus digerak-gerakan saja dengan bambu runcing yang ujungnya sudah diberi sejumlah tepung Dieldrin 50 % W, tadi sebanyak kira-kira satu jumput.....

Selamat bercocok tanam "mengkudu"........

Semoga sukses........

"CARA MENANAM TOMAT YANG BENAR"

"Tanaman "tomat" tidak tahan hujan dan sinar matahari terik suhu panas. Jadi sediakanlah atap rumbia secukupnya sebagai atap payung sebelum hujan dan panas."


"Tomat" lebih memuaskan hasilnya apabila ditanam di daerah yang kering dan sejuk pegunungan.



PERSEMAIAN BIBIT "TOMAT".


Apabila akan menanam biji-biji "tomat", diperiksa dulu barangkali ada kotoran-kotoran atau biji-biji yang keriput. Biji-biji "tomat" dijemur di sinar matahari sebentar di atas secarik kertas.

Sementara menjemur, disiapkan persemaiannya, berupa tanah bersih yang sudah diayak dan dicampur dengan pasir bersih pula (separuh separuh) dalam peti bekas atau kotak. Biji-biji "tomat" yang sudah kering, kemudian disebar rata, dan ditutup dengan tanah yang dilewatkan melalui ayakan pula di atasnya. Tidak perlu tebal-tebal asal tertutup saja. Setelah itu, jangan lupa menekan seluruh permukaan tanah dengan botol bir supaya biji-biji "tomat" tadi benar-benar menempel pada gumpalan tanah dan bukannya melayang di sela-selanya. Tapi botol itu jangan digelindingkan seperti sepur tumbuk. Tekanlah biasa saja, supaya tidak ada biji-biji yang menempel pada botol dan ikut menggelinding ke tetangganya.

Supaya dapat menyiram persemaian ini dengan aman, sebaiknya menggunakan penyemprot obat nyamuk saja, yang sudah diisi dengan air bersih jadi tidak mengaduk-aduk tanah. Dan untuk melindungi biji-biji "tomat" terhadap serangan semut, tutuplah seluruhnya dengan kertas koran, sampai saat mereka berkecambah, namun jangan smpai terlambat membuka tutupnya, supaya tidak sampai kena cendawan. Apabila kecambah-kecambah itu sudah berdaun, pilihlah yang bagus-bagus saja untuk dipindah ke dalam pot-pot kecil (satu pot satu tanaman) yang kemudian diletakkan di tempat yang teduh, supaya dapat menghela napas sebentar, setelah kaget direnggut dari tempatnya semula tadi. Baru keesokan harinya, pot-pot itu diletakkan di luar di atas bedengan-bedengan yang tinggi, untuk menikmati sinar matahari pagi. Namun semuanya harus dilindungi juga dengan atap rumbia, supaya tidak terlalu kepanasan, dan supaya tanah dalam pot itu sendiri tidak kering. Benamkanlah pot-pot itu dalam tanah bedengan sampai sedalam lehernya. Kemudian disiram tiap pagi.


PEMINDAHAN TANAMAN KE TEMPAT PENANAMAN.

Setelah tiga minggu berada dalam pot-pot yang ditanam tadi, pilihlah sekali lagi individu-individu yang bagus-bagus saja, kemudian dipindah ke tempat penanaman yang tetap, yaitu bedengan-bedengan yang sudah digemburkan tanahnya sedalam 60 cm dan dipupuk dengan pupuk kandang kering yang sudah dingin sebanyak 1/4 blek minyak tanah per M2.

Jangan menggunakan pupuk kandang basah, karena dapat menularkan penyakit-penyakit (cendawan).

Jarak tanamnya harus 50 X 60 - 75 cm. Namun apabila halamannya terbatas boleh juga menanam jarak antara batang "tomat" yang satu dengan yanglain tetap harus 50 cm.

Untuk menjaga supaya waktu dipindahkan tidak rusak, ketok-ketoklah pot itu dulu sambil memutar-mutar, sehingga gumpalan tanah yang meliputi akar-akar terlepas dari dinding pot. Kemudian sambil menahan tanah di sekitar batang "tomat" dengan tangan sendiri (jangan menyentuh barang itu). Jungkir balik-kanlah pot itu dan ketroklah pantatnya dengan tangan kanan. Hal ini supaya mudah untuk mengeluarkan tanaman berikut gumpalan tanah yang meliputi akar-akarnya tadi.


PEMELIHARAAN TANAMAN "TOMAT".

Supaya mendapat hasil yang memuaskan, tanaman "tomat" tumbuhnya harus teratur. Tanaman "tomat" harus dirambatkan ke tambang kambing yang panjang dikaitkan kepada para-para setinggi paling sedikit 1 1/2 M. Ujung tambang yang berada di bawah diikatkan pada sebatang kayu pendek yang ditancapkan dalam tanah, di dekat batang "tomat".

Batang yang dirambatkan ke atas ini harus bebas dari cabang-cabang, begitu ada cabang terbentuk, harus segera dipotong, kecuali cabang yang paling atas. Cabang-cabang bawah yang dipotong ini akan mencoba menumbuhkan cabang-cabang baru lagi nantinya, di ketiak-ketiak daun. Namun semuanya harus dipotong lagi, kelak.... dengan hanya meninggalkan sisa sepanjang beberapa cm saja, yang masih mengandung satu helai daun.

Setelah batang itu sendiri setinggi 1 - 1 1/4 meter, potonglah pucuknya, yaitu diatas dompolan bunga yang ke lima atau ke enam (dihitung dari bawah). Pertumbuhannya lantas diteruskan oleh cabang yang paling atas tadi. Dengan begitu kita hanya akan mendapat lima sampai enam dompolan buah saja per batang, namun buah-buahnya akan tumbuh leluasa besarnya. Untuk mendapat jumlah "tomat" yang banyak, perbanyak saja jumlah batang-batang yang ditanam. Hal ini supaya ruangan di sekitar batang itu akan bebas leluasa menerima sinar matahari dan hawa segar secukupnya, sedang buah-buah "tomat" tidak akan ada yang kotor kena tanah.

Tugas berikutnya adalah memotongi semua pencoleng kuncup yang timbul di ketiak-ketiak daun. Begitu pada kuncup yang mau tumbuh, ambil saja dengan ibu jari dan jari telunjuk. Dengan demikian dapat diharapkan bahwa semua sari-sari makanan dan hasil asimilasi daun "tomat" akan digunakan juga dengan cukup, untuk membesarkan buah-buahnya.

Namun apabila sudah tumbuh sebesar kelereng, buah-buah inipun harus ditertibkan. Dalam satu kelompok dompolan hanya boleh ada paling banyak lima buah saja. Apabila dibiarkan lebih dari itu, tumbuhnya akan berdesak-desakan, sehingga nanti buahnya tidak sama rata besarnya. Lebih baik, dipilih saja, yang bagus-bagus dibiarkan, dan yang kerdil jelek dipetik secepatnya.

Pada saat menunggu buah "tomat" masak, "tomat-tomat" tadi tidak boleh kena hujan..... Lindungilah "tomat" anda dengan atap rumbia yang diletakkan miring di atas para-para tempat mengikatkan tambang rambatan tadi. Air hujan yang menempel pada buah-buah "tomat" , apabila tidak segera dibersihkan..... dapat mengakibatkan buah "tomat" tersebut tidak dapat licin halus. Atap pelindung harus diambil kembali dan disimpan baik-baik. Apabila cuaca sudah bagus lagi, untuk dipergunakan menutup lagi apabila matahari panas terik udaranya, setelah pukul 10.00 pagi.

Untuk memperoleh bibit sendiri yang bagus nantinya, tandailah pohon-pohon yang paling bagus menghasilkan buah, besar-besar rata-rata, manis-manis. Buah-buah yang bagus-bagus tadi disisihkan dan jangan dimakan, tapi diambil biji-bijinya, yang setelah dikeringkan disimpan dalam botol-botol bersih yang tertutup rapi. Tiap kali menanam (dan panen), sebaiknya meneliti..... Batang-batang "tomat" yang mana yang paling bagus untuk diambil bibitnya. Dengan demikian anda menyeleksi sendiri sehingga apabila akan menanam lagi sudah memiliki bibit unggul sendiri.

Apabila buah-buah sudah besar, maka daun-daun paling ujung pada tiap-tiap cabang yang dibiarkan pendek tempo hari, harus dipotong juga, bersama-sama dengan semua kuncup yang muncul pada pangkal tangkai dapat didorong lebih cepat lagi masaknya, sehingga cepat pula berubah warna dari hijau ke jingga.

Disamping hal-hal tadi, jangan lupa pula menggemburkan tanah dan menyiangi rumput-rumputan yang tumbuh. "Tomat-tomat" peka sekali terhadap gangguan rumput. Apabila tanah bersih, gembur dan subur, maka dalam waktu tiga bulan saja, sudah dapat memungut hasil yang besar-besar memuaskan.


WAKTU MEMANEN BUAH "TOMAT".

Apabila memetik buah, jangan menunggu sampai berwarna merah betul-betul, sebab buah yang dipetik sesudah merah semuanya akan meledak kalau disimpan lebih lanjut. Sebaliknya kalau memetik sudah berwarna kuning jingga sebagian saja kalau disimpan akan masak sendiri, walaupun di luar batang. Namun jangan sampai memetik buah "tomat" yang masih hijau, karena tidak mungkin bisa masak, tapi malah akan busuk.

Apabila anda memetik buah "tomat" tepat pada waktunya, dan tidak terburu-buru atau terlalu lama menunggu sampai merah rata, maka tanaman itu lantas dapat berbuah lagi yang masih terbelakang tumbuhnya. Lumayan untuk menambah produksi......

Selamat mencoba bercocok tanam "tomat"......

Semoga anda sukses.......

Sabtu, 13 Maret 2010

"CARA MENANAM PISANG YANG BENAR"

"Pisang" merupakan tanaman yang bagus apabila di tanam di tanah dataran rendah yang berhawa hangat, di atas tanah yang paling subur dan paling gembur."


"Pisang" yang sangat rewel persyaratannya justru "Pisang" dari jenis yang paling enak, seperti "Pisang" Susu, Raja, Ambon, Mas Kepok dan Tanduk.


PENYIAPAN TANAH UNTUK MENANAM "PISANG".

Apabila di pekarangan anda, tidak ada bagian tanah yang paling subur dan gembur (artinya, mudah meneruskan air ke bawah), sebaiknya anda jangan menanam "pisang" dari jenis-jenis tersebut tadi. Tanah yang ada batu-batunya juga mau, asalkan subur. Dan tempat-tempat di pekarangan yang paling sesuai untuk menanam "pisang" adalah tempat-tempat yang setiap harinya dilempari sampah-sampah (dapur, kebun) atau dekat WC.

Apabila pekarangan anda berupa tanah liat, "pisang-pisang" juga mau tumbuh bagus, tapi buahnya tidak begitu harum. Akan tetapi juga ada bahayanya, kalau air hujan yang menggenangi tanah itu tidak dapat cepat-cepat merembes ke bawah, "pisang-pisang"nya mudah sekali diserang penyakit, kalau tidak dibuatkan selokan-selokan pembuangan air yang baik untuk mengurangi kelembaban yang terus menerus. Tanah liat semacam itu harus diolah dulu dengan seksama sampai gembur, sebelum dimanfaatkan untuk bertanam "pisang".

Setiap tahun sekali harus didangir sambil diberi pupuk kandang yang sudah kering. Tapi jangan banyak-banyak, supaya "pisang"nya tidak hanyak membentuk anaka-anakan saja dan tidak mau membentuk buah.


PEMILIHAN BIBIT "PISANG".

Untuk bibit, gunakanlah anak-anaknya yang sudah tinggi 1 - 1 1/2 meter, tapi bibit demikian harus diambil dari rumpun "pisang" yang jelas dapat berbuah. Dengan demikian, selain kita mendapat bibit yang tanggung bakal dapat berbuah seperti induknya juga mengurangi rimbunnya rumpun tadi, sehingga individu-individu yang tinggal dapat tumbuh dengan sempurna.

Mengambil "pisang" anakan tidak boleh sembarangan. Setelah tanah sekitarnya dibongkar dan anakannya dipisahkan dari induknya, maka daun-daunnya harus dipotong tinggal tangkai-tangkainya saja. Begitu pula akar-akarnya hingga yang tinggal hanya bonggolnya saja yang besar.

Biarkan tanaman yang sudah brindil ini beristirahat dulu kira-kira tiga hari di tempat yang teduh. Hal ini dimaksudkan supaya dapat bertunas terlebih dahulu. Barulah kemudian ditanam di lubang penanamannya yang sudah disiapkan terlebih dahulu.


PENANAMAN BIBIT "PISANG".

Menanam "pisang" tidak boleh terlalu dekat jarak antara pohon yang satu dengan yang lain. Hal ini dimaksudkan supaya rumpun yang nantinya terbentuk tidak akan berdesak-desakan. Jarak lubang penanaman minimal empat meter antara pohon yang satu dengan yang lain.

Setelah 14 hari biasanya akan muncul daunnya yang pertama. Dan rata-rata dibutuhkan waktu 14 bulan, sebelum batang pohon "pisang" demikian dapat dipungut buahnya. Namun ini tentunya juga tergantung dari jenis "pisang" yang ditanam. Ada yang lebih awal dan ada yang lebih lambat sedikit. Anakan yang berbuah di tempat yang lama (jadi yang masih tumbuh dalam hubungan rumpunnya) biasanya berbuah lebih cepat dari pada anakan yang berdiri sendiri.

Namun kalau hendak memungut "pisang", jantungnya tidak perlu ditunggu sampai jadi buah semua. Apabila sudah kelihatan beristirahat tidak membentuk sisiran-sisiran lagi, segera dipotong, supaya buah-buah yang sudah terbentuk diatasnya dapat tumbuh pesat dan lekas masak.

Jantung "pisang" terkenal dapat dimasak sebagai sayur sesuai selera kita, namun tidak semua jenis "pisang" jantungnya dapat dibuat sayur. Hanya "pisang" Batu, Kepok dan Mas saja yang terkenal lezat jantungnya. Kalau "pisang" Kepok dan Mas masih dapat dimakan buahnya (sehingga jantungnya baru dapat diiris kalau beberapa sisir buah yang besar-besar sudah terbentuk). Kalau jenis "pisang" Batu, hanya diiris jantungnya saja, segera sebelum ada buah-buah yang terbentuk. Jenis "pisang" Batu hanya baik untuk diambil daun-daunnya saja untuk pembungkus. Namun kalau memang terlambat memotong jantungnya, kemudian sudah terlanjur ada beberapa sisir buah yang terbentuk, sebaiknya dipotong buahnya sewaktu masih mentah saja. "Pisang" Batu yang masih mentah dapat dipakai bumbu untuk membuat rujak petis. Rujak petis tanpa irisan "pisang" Batu mentah rasanya belum sempurna.

Di kalangan Farmasi jamu-jamu, "pisang" Batu mentah ini dikenal pula dpat menanggulangi diarhe.....


SAAT YANG TEPAT MEMANEN BUAH "PISANG".

Buah "pisang" ("pisang" pada umumnya) sebaiknya diambil sebelum masak benar. Dan saat yang paling tepat untuk menebang pohon "pisang", adalah kalau buah-buah "pisang" itu sudah tidak begitu kelihatan jelas lagi garis-garis seginya, karena sudah tumbuh penuh (jenis-jenis yang buahnya tidak bulat lintangnya). Jenis-jenis yang betul buahnya, harus ditunggu kalau sudah nampak tidak bakal bertambah gemuk lagi. Meskipun warna kulit buahnya masih hijau, namun waktu itu sudah saatnya untuk menebang. Sudah kemanggang. Istilahnya.... "pisang-pisang" itu harus diempos dulu sebelum dihidangkan sebagai buah meja.


Jenis lain yang enak pula buahnya adalah "pisang" Ambon, baik Ambon kuning (yang kulitnya memang kuning kalau sudah kebrangus) maupun Ambon Lumut (yang kulitnya tetap hijau walaupun sudah diempos). Jadi apabila anda memeram Ambon Lumut, jangan tunggu lama-lama, makanlah walaupun kulitnya masih hijau.... Karena sampai kapanpun kulitnya tetap hijau........

Selain lezat dimakan langsung, "pisang" Ambon juga enak kalau dimakan sebagai sale (bukan selai lho !). Buah yang masak dibelah dua dengan menggunakan pisau bambu (jangan pisau logam), kemudian dijemur di sinar matahari. Tiap hari hanya boleh menerima jatah sinar sebanyak lima jam saja, dan dijemur selama lima hari..... Hasilnya lebih memuaskan dari pada dijemur sehari penuh sampai kebrangas. Yang juga enak dimakan sebagai sale adalah "pisang" Mas. Sayang "pisang" Mas ukurannya kecil-kecil.... Lagi pula "pisang" ini lebih enak kalau dimakan matang secara langsung. Kalau sudah dikunyah tidak meninggalkan rasa kecut dalam mulut seperti "pisang" Susu (Raja Ketan) atau Ambon mentah.....

Namun yang paling lezat kalau disale adalah "pisang" Gembor nalaah.... Benar-benar ketagihan... kalau sudah pernah makan.... "Pisang" Raja juga enak... Apalagi kalau dimakan matang betul, rasanya manis dan manisnya tidak ada rasa kecutnya. Sayang daging buahnya agak kasar, sehingga lebih sulit dicerna dari pada "pisang" Ambon. Untuk bayi tidak begitu bagua, walaupun kadar vitamin D-nya cukup lumayan.....

Selamat bercocok tanam "pisang"......

Semoga anda berhasil......


MusicPlaylistView Profile