Sabtu, 13 Maret 2010

"CARA MENANAM KELAPA GADING YANG BENAR"

"Kelapa gading" dengan nama Lathin Cocos Nucifera Varietes Eburnea, pohon "kelapa" yang paling cepat berbuah dan paling sesuai untuk ditanam di pekarangan sendiri untuk keperluan dapur sehari-hari."


"Kelapa Gading" juga dapat berfungsi sebagai tanaman hias. "Kelapa" yang kendil tumbuhnya ini juga indah dipandang mata, apa lagi kalau sudah keluar buah-buahnya yang berwarna kuning "gading".

Apabila dibandingkan dengan "kelapa" biasa, air degan "kelapa gading" lebih manis rasanya dan berbau harum. Daging buahnya dapat pula dimakan sebagai "kelapa", karena memang "kelapa".

"Kelapa gading" sudah dapat berbuah pada umur 3 - 4 tahun. Jadi lebih cepat apabila dibandingkan dengan "kelapa" biasa yang baru berbuah pada umur 6 - 8 tahun. Namun sayang.... Setelah berumur 15 tahun kemampuan berbuahnya sudah habis, sehingga pada umur 11 tahun, anda harus sudah mulai meremajakannya buat mengganti pohon tua yang sebentar lagi mau purna tugas itu.



PENYIAPAN TANAH UNTUK MENAMAM "KELAPA GADING".

Supaya dapat menanam "kelapa gading" dengan baik, pilihlah bagian kebun anda yang letaknya paling tinggi, supaya anda dapat mempunyai lubang penanaman yang cukup dalam (dan tebal) tanahnya. Tanah yang tebalnya kurang dari satu meter dan tanah yang tergenang air berhenti selalu menghambat pembentukan akar-akar. Padahal tanaman "kelapa gading" sangat membutuhkan air yang tidak mandek (berhenti). Hal ini dapat terpenuhi kalau "kelapa gading" ditanam di tanah yang cukup dalam, cukup gembur dan subur. Kalau kebutuhan ini tidak dapat terpenuhi, maka "kelapa gading" ini pertumbuhan akar-akarnya tidak akan sempurna, maka daunnya akan menguning, bunga-bunganya akan rontok buahnya kurang dan permasalahan-permasalahan lain akan timbul.


PENANAMAN BIBIT "KELAPA GADING".


Sebelum menanam bibit (biji) "kelapa gading" di tempat penanaman yang tetap, semaikanlah dulu penanamannya yang diberi pelindung secukupnya. Bibit "kelapa gading" yang bagus, apabila biji-biji "kelapa gading" itu dikocok-kocok dekat telinga, akan jelas sekali berbunyi nyaring airnya. Letakkan bibit "kelapa gading" itu mendatar dan tutuplah dengan tanah sedalam kira-kira 3/4 bagian dari buah itu. Setelah itu kemudian sebaiknya ditutup dengan jerami atau rerumputan kering supaya tunas yang nanti muncul tidak akan menderita karena teriknya sinar matahari dan kering layu. Sebaiknya menyemaikan bibit "kelapa gading" ini pada akhir musim kemarau, supaya beberapa bulan kemudian apabila biji itu bertunas dan dipindahkan ke tempat penanamannya yang tetap, sudah berada pada permulaan musim hujan. Jadi dapat tumbuh dengan pesat.



PEMINDAHAN BIBIT "KELAPA GADING".


Biasanya setelah dua bulan, biji itu akan bertunas dan beberapa bulan kemudian kalau sudah ada daun-daun yang terbentuk sebanyak 4 helai, bolehlah dipindahkan ke tempat penanamannya yang tetap. Waktu pemindahan yang paling baik ialah pada permulaan hujan tadi. Namun sekitar 3 bulan sebelumnya anda harus sudah mempersiapkan lubang penanamannya terlebih dahulu, yang berukuran 50 X 50 X 50 cm.

Apabila ingin menanam pohon "kelapa gading" lebih dari satu pohon, galilah lubang penanaman dengan jarak 7 meter, antara masing-masing lubang. Setelah tanah galian ini diangin-anginkan di pinggir lubang selama 3 minggu, campurlah lapisan atas yang hendak dikembalikan ke dalam lubang lagi itu dengan pupuk kandang sapi kering yang sudah dingin, sebanyak satu kaleng minyak tanah 20 literan.


PEMELIHARAAN TANAMAN "KELAPA GADING".

Pada saat tanaman "kelapa gading" ini muda, kadang-kadang akan diserang cendawan Paslalozzia, yang akan mengakibatkan daun-daun menjadi blorok...... Semprotlah dengan 0,5 % Shell Coppoi Fungicide, 50 % Cu.WP, sebagai penjagaan. Sebaiknya penyemprotan ini diulangi 2 - 3 kali, dengan jarak antara 2 bulan. Apabila "kelapa gading" sudah berumur 2 tahun, tanah sekitarnya perlu ditutup dengan cara ditanami dengan tumbuh-tumbuhan penutup tanah yang tidak mengganggu, seperti Sikejut (Mimosa invisa), dan lain-lain.

Perawatan selanjutnya hanya berupa penyiraman-penyiraman rerumputan sekitar batang supaya bersih tanahnya dicangkul di sana sini yang masih terbuka diantara tumbuh-tumbuhan penutup tanah tadi. Namun apabila penutup tanah tadi memang sudah bagus, maka rerumputan liar yang mengganggupun biasanya tidak dapat tumbuh.

Biasanya setelah berumur 3 tahun, tanaman "kelapa gading" akan berbunga, mulailah ia akan diserang bermacam-macam hama serangga. Namun sebelum hama tersebut meraja lela, sebaiknya anda turun tangan mencegah serangga dengan penyemprotan insektisida seperlunya. Serangga yang biasanya menyerang "kelapa gading" dapat dicegah dengan semprotan 2 % Dieldrin 50 % W.P. dan penyemprotan ini harus dilakukan secara teratur tiap dua bulan sekali sampai buah-buahnya nampak jelas sudah jadi buah betul yang besar-besar dan tidak rontok.


PEMETIKAN HASIL BUAH "KELAPA GADING".

Saat terbentuknya buah itu sangat penting untuk diingat-ingat, supaya kelak kalau mau memetik buahnya tidak terlalu awal atau terlambat. Biasanya setelah sekitar 10 bulan (dihitung dari saat pembentukan buah)..... Tibalah saatnya yang paling tepat untuk memetik buah "kelapa gading". Pada saat ini buah "kelapa gading" mempunyai daging yang paling tebal.

Untuk mengusahakan supaya pohon "kelapa gading" yang normal dapat menghasilkan buah kopyor, diantara buah-buah lain yang normal, tidak ada cara eksak yang benar-benar dapat menjamin keberhasilan usaha ini. Memang ada desas desus yang tidak formal, yang dilancarkan di kalangan per "kelapa"an, bahwa "kelapa" biasa dapat dibuat kopyor, apabila pohonnya dipukuli sampai setengah mati (pemukulannya yang setengah mati). Akan tetapi prosedurnya harus dilakukan pada malam bulan purnama, sebab kalau tidak pada bulan purnama, maka para penganjur "kelapa" "kelapa" kopyor tidak mau ikut bertanggung-jawab. Menurut perkiraan, pohon itu musti kopyor...... Masak sudah dipukuli setengah mati, kok tidak kopyor.........

Barangkali dapat dilogikakan........... Bahwa dengan dipukulinya pohon itu, lantas luka. Kemudian terkena infeksi cendawan-cendawan tertentu yang dapat menyebabkan pembentukan daging buah yang tidak sempurna. Lantas ada yang kopyor. Bagi yang percaya, usaha ini memang dapat berhasil. Namun bagi yang tidak percaya, dapat tidak berhasil..... Hanya bagi yang setengah-setengah sajalah, kadang berhasil dan kadang juga tidak.........

Selamat mencoba untuk bertanam "kelapa gading".......... Semoga berhasil...............

Jumat, 12 Maret 2010

"AYO BERCOCOK TANAM LOMBOK ! Yook........."

"Lombok" memegang peranan penting dalam kehidupan kita sehari-hari. Masakan tanpa "lombok", rasanya pasti ada yang kurang..... "


Kalau kita memiliki lahan kosong tanpa dimanfaatkan, akan rugilah kita. Kalau kita mau bercocok tanam yang memiliki manfaat yang sangat besar, "lombok"lah yang cocok.

"Lombok" dapat ditanam dimana-mana, baik di dataran rendah maupun di pegunungan tinggi. Jadi tidak perlu heran kalau tanaman "lombok" mudah tersebar kemana-mana. Namun tanah yang diminta harus betul-betul gembur, subur dan mudah meneruskan air.


MENYIAPKAN TANAH.

Para petani yang menggunakan sawah atau tegalannya untuk menanam "lombok", biasanya menggemburkannya dengan membajak satu atau dua kali saja, sedang yang digunakan sebagai pupuk untuk penyubur tanah hanyalah rerumputan dan sisa-sisa jerami dari panenan padi, sebelumnya, yang dibenamkan ke dalam tanah waktu membajak tadi.

Namun apabila rumput dan jeraminya ternyata terlalu banyak, biasanya dibabat dan dijemur dulu untuk kemudian dibakar, sebelum dibajak benamkan ke dalam tanah. Hal ini dikerjakan kira-kira dua minggu sesudah panenan padi rendengan musim hujan. Untuk membuat tanah supaya mudah meneruskan air, maja bagian sawah yang terlalu rendah letaknya atau yang terlalu dekat dengan selokan irigasi sehingga menjadi bedengan-bedengan setelah dibajak gembur tadi. Dengan demikian tanaman "lombok" yang berdiri di atas bedengan-bedengan ini diharapkan tidak akan menderita kelebihan air.

"Lombok" tidak tahan dengan hujan lebat, terutama kalau sudah berbunga dan membentuk buah. Kalau toh ada buah-buah yang dapat selamat terbentuk di musim hujan, dengan kontan lantas menjadi sasaran empuk bagi lalat. Lalat buah Docus doralis, menyebabkan buah "lombok" banyak yang rontok.



PENYEMAIAN BIBIT "LOMBOK".

Maka dari itu kalau anda ingin menanam "lombok", pilihlah waktu yang tepat, sehingga berbuahnya dapat tepat waktu di tengah-tengah musim kemarau yang kering. Jadi sebaiknya, semaikanlah biji-biji "lombok" (di atas kotak persemaian) kira-kira 1 1/2 - 2 bulan sebelum permulaan musim kemarau dulu. Apabila bibit-bibit yang berkecambah nanti sudah menumbuhkan kuncup-kuncup bunganya yang pertama (kira-kira berumur 45 hari), barulah dipindah tanamkan ke tempat penanamannya yang tetap di sawah musim kemarau tadi, di tegalan atau pekarangan dekat rumah anda. Kenapa sudah tua baru dipindah?..... Menurut pengalaman para petani, "lombok" yang dipindah lebih awal sering rontok buahnya sebelum masak.


PEMINDAHAN BIBIT "LOMBOK" KE TANAH.

Sebelum memindah tanamkan bibit "lombok", buatlah lubang-lubang penanamannya terlebih dahulu berukuran 30 cm kubik di atas tanah yang sudah diolah gembur dan (atau) yang sudah disusun menjadi bedengan-bedengan tadi. Kemudian masih harus diisi lagi dengan pupuk kandang kering sampah dapur atau kompos, kira-kira sebanyak satu kobokan per lubang. Ini dicampur dulu dengan tanah galian baik-bauj, kemudian dimasukkan ke dalam lubang lagi, barulah bibit-bibit boleh ditanam. Dengan jarak tanam 60 X 90 cm, apabila bibitnya sudah terlalu tinggi, potonglah pucuknya sebelum ditanamkan. Sebaiknya kerjakanlah kegiatan-kegiatan tadi pada waktu sore hari, yakni ketika udara sudah tidak panas lagi, supaya "lombok-lombok" muda tadi tidak layu.

Setelah dipindah tanamkan, bibit-bibit harus disirami beberapa kali, terutama kalau cuacanya memang kering. Selanjutnya, tiap-tiap tiga minggu sekali rumput-rumputan yang tumbuh liar diantara tanaman "lombok" itu harus diladang.


WAKTU MEMUNGUT HASIL "LOMBOK".

Apabila sudah berdiri tiga bulan lamanya diladang, tanaman boleh dipungut buahnya.

Apabila anda tetap menjaga disiplin untuk selalu memunguti yang sudah merah-merah saja, maka dari sebatang pohon, anda dapat memungut 2 - 3 kali sebelum kira-kira 1 1/2 bulan, sebelum pohon itu mundur hasilnya.

Panenan "lombok" yang pertama memang selalu masih rendah. Akan tetapi panenan yang kedua dan ketiga selalu memuaskan. Setelah 1 1/2 bulan dipaneni terus menerus, biasanya sudah mendekati musim hujan lagi, untuk mempersiapkan sawah atau ladang untuk tanaman lain.

Senin, 08 Maret 2010

"CARA MENANAM JAHE YANG BENAR"

"Jahe" atau dalam bahasa Latin disebut Zingiber Officinale yang biasa kita pergunakan sebagai bumbu dapur, paling bagus apabila ditanam di tanah yang cukup mendapat sinar matahari."


"Jahe" apabila ditanam di pekarangan yang teduh, dapat tumbuh dan nampaknya juga subur. Akan tetapi yang subur cuman daunnya saja. Umbinya malah kecil-kecil. Padahal target kita bukan daunnya yang ingin kita ambil.

Selama ini ada anggapan salah kaprah, bahwa "jahe" dapat tumbuh di mana saja dengan gampang, sehingga boleh ditancapkan diatas tanah-tanah yang tidak dicangkul, biasanya akan menghasilkan umbi-umbi "jahe" yang mengecewakan.


MENYIAPKAN TANAH.

Apabila memiliki sebidang tanah di pinggir sungai yang kurang lebih 45 m tingginya di atas permukaan laut, buatlah selokan-selokan sedalam 75 cm - 1 m selebar 1/2 m, jarak antara selokan yang satu dengan selokan yang lain 1/2 m supaya dapat menimbulkan galian di atasnya. Setelah itu biarkan terbuka begitu saja selama 2 X 3 bulan supaya dapat diberi pupuk kandang atau kompos secara berangsur-angsur tiap kali memberi pupuk, jangan lupa menutupnya dengan tanah, supaya pupuk tidak rusak percuma.
Apabila pada permulaan musim penghujan nanti sudah mulai turun hujan gerimis, selokan-selokan tadi harus sudah selesai diberi pupuk dan tanah, sehingga anda dapat guludan-guludan setinggi 30 cm, yang kelak boleh ditancapi bibit "jahe". Jarak antara guludan satu dengan guludan yang lain minimal harus 1 m. Karena tanaman "jahe" nantinya dapat tumbuh sampai setinggi 80 cm, yang biasanya digunakan sebagaibibit, biasanya potongan-potongan akar tinggalnya yang ada satu atau beberapa buah unasnya (matanya). Tetapi dalam mencari bibit "jahe" pilih potongan akar tinggal yang paling besar dan tebal.


MENYIAPKAN BIBIT "JAHE".

"Jahe" yang kita kenal ada dua jenis. Keduanya dapat kita bedakan berdasarkan warna dari akar-akar tingga. Pada "jahe" merah, warna akarnya ungu, sedang pada "jahe" biasa, akarnya berwarna putih kekuningan. "Jahe" yang biasa, biasanya digunakan sebagai bumbu masak.

"Jahe" merah biasanya digunakan sebagai ramuan untuk mendorong menegaskan khasiat empon-empon(bumbu masak) dan lain-lain jejamuan. Terserah anda mau menanam bibit "jahe" yang biasa atau yang merah. Tergantung yang mana yang anda butuhkan.


CARA MENANAM "JAHE".

Apabila anda sudah memilih bibit "jahe" apa yang akan anda tanam, maka bibit-bibit "jahe" yang telah anda pilih harus ditanam sedalam 5 cm dalam tanah, dengan jarak 1/2 m, antara masing-masing bibit "jahe" tadi harus ditanam urut sepur.

Setelah menanam bibit, anda jangan berhenti mengumpulkan pupuk, karena masih diperlukan juga nanti untuk menimbun tanaman kalau sudah setinggi 15 - 20 cm.


CARA MEMUNGUT HASILNYA.

Setelah kira-kira 10 bulan, akar tinggal mereka sudah bisa dibilang tumbuh penuh (tidak dapat membesar lagi). Daun-daunnya juga mulai kering dan pada saat itulah anda boleh memungut hasilnya.

Untuk membongkar tanah guludan, sebaiknya menggunakan cangkul atau garpu supaya akar tinggal "jahe" tidak rusak. Jangan memungut hasil dengan mencabut tanaman begitu saja. Hasil normal produksi ladang tiap hektar adalah 60 kwintal. Jadi kalau anda belum dapat mencapai target ini, berarti ada yang salah, teknisnya yang kurang sempurna sehingga masih perlu diperbaiki.

Namun, kadang-kadang ada kalanya ada permintaan pasar "jahe" muda. Dalam hal ini, harus memungut "jahe" itu sesudah tanaman mencapai tinggi lebih kurang 1/2 m, sebelum daun-daun menjadi kering.

Biasanya "jahe" muda diperdagangkan berikut sebagian dari batangnya pula sepanjang kira-kira 20 cm, tapi biasanya merupakan permintaan lokal.

Semua hasil yang baru dipanen, harus segera dipotongi, akar-akar dan pangkal batangnya, sehingga hanya tinggal umbinya yang berbentuk tangan-tangan saja. Justru bagian yang bentuknya seperti tangan-tangan inilah yang diperdagangkan tapi tanahnya harus dibersihkan.

Gumpalan tanah yang melekat pada "jahe" harus dihilangkan supaya hasilnya dapat bersih dan laku dijual.


Di Jamaica, "jahe" yang baru dipungut segera dilempar ke dalam bak-bak air, kemudian diobok-obok supaya bersih sendiri. Kalau anda pengusaha perkebunan hasilnya untuk eksport, umbi "jahe" tadi harus bersih pula dari kulit-kulit selaput luarnya. Di Jamaica terkenal sebagai produsen "jahe" kering yang paling bagus, orang mengupas kulit selaput terluarnya dengan tangan setelah "jahe-jahe" tadi direndam dalam air panas. Setelah dikupas dimasukkan lagi ke dalam air, untuk dicuci sekali lagi sampai bersih. Kemudian "jahe" yang sudah bersih tadi direndam air lagi selama satu malam. Kadang-kadang dalam bak-bak perendam ini juga dibubuhkan air jeruk nipis, supaya warna "jahe" itu tetap muda. Sesudah itu semuanya dikeringkan diatas tikar disinar matahari sehari penuh, kalau sudah sore dimasukkan ke gudang kering.

Setelah dikeringkan begini selama 7 hari, biasanya "jahe" sudah cukup kering. Dan beratnya kira-kira tinggal 70% saja dari berat semula. Namun kadar sari "jahe"nya masih ada kira-kira 12% dan kualitasnya dipandang bagus, sehingga laku untuk dijual.
"Jahe" yang dianggap berkualitas tinggi memang "jahe-jahe" besar dan bersih, tapi tidak kering, bagian dalamnya tidak ada bagian-bagian yang patah dan tidak keriput.

"Jahe" termasuk dalam tanaman obat berkhasiat sekaligus bumbu penyedap masakan. "Jahe" juga diketahui memiliki kandungan anti nyeri alamiah sehingga cukup banyak orang yang menggunakan minyak "jahe" sebagai pereda nyeri dan juga bengkak.

Semoga anda sukses jadi pengusaha "jahe"......................

Jumat, 05 Maret 2010

"MANDI SESUAI TUNTUNAN AGAMA ISLAM"

"Dalam sepanjang sejarah kehidupan, manusia telah mengungkap arti pentingnya membersihkan tubuh dengan "mandi".


Dengan "mandi" berbagai penyakit dapat terobati. Namun demikian, selama ini, sejarah belum mencatat adanya umat yang memiliki sistem yang lebih sempurna dalam mengatur masalah ini dibandingkan aturan yang dianugerahkan Allah SWT kepada hamba-Nya. Sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah SWT, seseorang diwajibkan "mandi" saat hendak memeluk Islam, yaitu saat hendak mengucapkan dua kalimat syahadat, yaitu bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.


Seorang pasangan seusai berhubungan badan juga diwajibkan "mandi". Umat Islam pun dianjurkan "mandi" pada hari Jum'at pagi dan pada kedua hari raya. Islam mewajibkan pula perempuan yang baru selesai menstruasi untuk "mandi". Sebagaimana firman Allah dalam Surat Al-Baqarah Ayat 222: "... dan jangan kamu dekati mereka sebelum mereka suci."
"Mandi" ini dilakukan untuk menghilangkan cairan-cairan dan bakteri yang melekat pada rahim dan tubuh perempuan selama menstruasi.


Dalam dunia kedokteran modern menyarankan kepada setiap pasangan setelah berhubungan badan supaya "mandi" dengan alasan beberapa faktor sebagai berikut:


1. "Mandi" dapat melancarkan sirkulasi darah, baik bagi lelaki maupun perempuan, terutama setelah berhubungan badan. Hal ini karena hubungan badan kadang mengakibatkan organ saraf menjadi sangat lemah, apalagi setelah keduanya mencapai orgasme (puncak kenikmatan).


2. "Mandi" sangat membantu mengaktifkan tubuh dan kekuatan spiritual, terutama setelah berhubungan badan. Hal ini karena hubungan badan kadang menyebabkan sisi psikologis melemah dan kecenderungan untuk tidur, bahkan kegundahan bagi sebagian orang.


3. Pada saat seseorang mengalami ejakulasi saat berhubungan badan, kulit akan mengeluarkan keringat yang mengandung racun melalui pori-pori. Keringat beracun ini dapat terserap kembali sehingga mengakibatkan seseorang menderita sakit. Maka dari itu, "mandi" sangat bermanfaat untuk membersihkan kulit dan pori-pori dari racun-racun tersebut.


4. Berpikir tentang kewajiban "mandi" setelah berhubungan badan, memaksa seseorang melakukan hubungan badan secara wajar. Dengan begitu, kualitas maupun kuantitas hubungan badan dapat terjaga dengan baik, sehingga dapat mempertahankan kemampuannya berhubungan badan dalam waktu yang lama.


Setiap pasangan dianjurkan pula untuk "mandi" di sela-sela hubungan badan apabila mereka hendak berhubungan badan lebih dari satu kali. Hal ini sebagaimana hadits sahih Muslim yang diriwayatkan oleh Abu Sa'id al-Khudri ra, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Apabila salah seorang di antara kalian mendatangi istrinya (berhubungan badan) kemudia ia ingin melakukannya kembali, hendaklah ia berwudlu."


Hikmah dianjurkannya "mandi" di antara dua persetubuhan ini adalah untuk memperbaharui semangat tubuh dan akal. Selain itu, "mandi" juga mengembalikan kebersihan serta keindahan tubuh. "Mandi" membuat fisik dan psikologis seseorang berada dalam kondisi yang paling sempurna.


"Mandi" menggunakan air hangat dan uap ("mandi" uap/sauna) bermanfaat untuk membuka pori-pori tubuh secara keseluruhan. Hal ini diikuti dengan membaiknya pernapasan sel-sel tubuh secara alami. Tidak dipungkiri, bahwa sel-sel tubuh manusia juga membutuhkan pernapasan sebagaimana halnya makhluk hidup.








"Mandi"
air hangat dapat pula memperbaharui sel-sel tubuh yang lebih usang dan rusak. Dengan demikian, tubuh akan kembali mendaatkan keaktifan dan daya vitalitasnya. Selain itu, "mandi" air hangat dapat pula menenangkan urat-urat saraf. Apabila dilakukan pada malam hari, "mandi" membuat seseorang dapat tidur lebih lelap dan nyenyak. "Mandi" air hangat dapat pula memperkecil kemungkinan seseorang terserang diare karena air hangat baik untuk pencernaan.


"Mandi" air dingin membuat sel-sel tubuh, termasuk pembuluh darah, menyusut kembali setelah mengembang sebelumnya. "Mandi" air dingin membantu seseorang mendapatkan kelenturan tubuh yang dibutuhkan sehingga tercegah dari penyakit jantung dan penghambatan sirkulasi darah. Pernapasan pun menjadi lebih aktif dan denyut jantung menjadi normal.
"Mandi" air dingin bermanfaat bagi orang yang sehat dan tidak mengalami gangguan apapun pada organ pencernaannya. Air dingin dapat pula digunakan setelah "mandi" air hangat. Fungsinya untuk memperkuat kulit dan menyuplai energi demi kesegaran tubuh. Akan tetapi, perlu diperhatikan bahwa air yang digunakan jangan terlalu dingin. Selain itu, "mandi" air dingin sebaiknya tidak langsung dilakukan setelah berhubungan badan atau setelah makan sebab akan membahayakan.


"Mandi" yang disertai pemijatan dapat memperbaharui efektivitas dan daya vitalitas tubuh seseorang secara drastis. Pemijatan pada saat "mandi" juga mampu memperbaharui semangat seseorang secara terus-menerus dan membantu untuk dapat tidur lebih lelap dan nyenyak. Sementara itu, tidur mampu menambah kepekaan dan daya rangsang pancaindra seseorang, melancarkan sirkulasi darah, serta membantu meringankan beban jantung. Disarankan sehabis "mandi" setelah olah raga, seseorang menggunakan minyak zaitun untuk pemijatan. (Sumber: Ensiklopedi Kemukjizatan Ilmiah dalam Al-Qur'an Dan Sunah).


FARDU "MANDI".

1. Niat, yaitu berkeinginan dalam hati untuk menghilangkan hadas besar dengan "mandi". Sebagaimana Hadits Bukhari, Rasulullah bersabda: "Sesungguhnya sahnya semua amal itu tergantung niat. Dan setiap orang akan menerima pahala sesuai niatnya."


2. Meratakan air ke seluruh tubuh dengan menggosoknya dan menyiram dengan air bagian yang tidak dapat digosok, sehingga menurut perkiraan telah merata.


3. Membersihkan jari-jari tangan dan kaki serta rambut, baik rambut kepala atau yang lainnya, dan tempat-tempat tersembunyi seperti pusar dan lain-lain.


SUNAH "MANDI".

1. Membaca basmallah, karena disyariatkan bagi setiap amal yang penting untuk membacanya.


2. Mulai dengan membasuh tapak tangan sebelum memasukkan tangan ke dalam bejana.


3. Mulai dengan menghilangkan kotoran.


4. Mendahulukan anggota wudu sebelum membasuh tubuhnya.


5. Berkumur, menghisap air ke hidung dan membasuh telinga bagian dalam.


MAKRUH "MANDI".

1. Berlebih-lebihan dalam menggunakan air, karena Rasulullah "mandi" dengan satu sa, yaitu empat mud (siraman).


2. "Mandi" di tempat najis, karena dikhawatirkan terkena najis.


3. "Mandi" dari air sisa bersuci perempuan. Karena Rasulullah melarang "mandi" dengan air sisa bersuci perempuan.


4. "Mandi" tanpa penutup (tabir) baik dinding atau yang lainnya. Sebagaimana hadits dari Maimunah: "Aku menyiapkan air buat Nabi SAW dan penutupnya, kemudian Nabi "mandi". (Bukhari).
Dan sabda Rasulullah SAW: "Sesungguhnya Allah pemalu dan tertutup. Dia menyukai malu. Bila salah seorang kamu "mandi", hendaklah memakai penutup." (Abu Daud).


5. "Mandi" di air tergenang, sebagaimana sabda Rasulullah SAW.: "Janganlah salah seorang kamu "mandi" junub pada air tergenang." (Muslim).


CARA "MANDI".

1. Membaca basmallah dengan niat menghilangkan hadas besar dengan "mandi".


2. Kemudian mencuci kedua telapak tangan tiga kali. lalu membersihkan najis dengan membasuh kedua kubul dubur dan sekitarnya dari kotoran.


3. Kemuadian berwudu dan menghilangkan hadas kecil selain kedua kakinya, karena kaki akan dibasuh beserta wudunya terakhir sesudah selesai "mandi".


4. Memasukkan kedua telapak tangannya ke dalam bejana untuk mengambil air, lalu mengusap rambut kepalanya.


5. Kemudian membasuh kepalanya beserta telinganya tiga kali siraman, lalu menyiram tubuh bagian kanan dan membasuhnya dari atas ke bawah.


6. Kemudian dilanjutkan tubuh bagian kiri.


7. Pada saat "mandi" membasuh tempat-tempat tersembunyi, seperti pusar, bawah ketiak dan bawah lututnya.


Cara "mandi" di atas berdasarkan hadits dari Aisyah yang mengatakan: "Rasulullah SAW, apabila hendak "mandi" janabah, dimulainya dengan mencuci kedua tangannya sebelum memasukkan ke dalam bejana. Kemudian membasuh kemaluannya, lalu berwudu seperti wudu untuk salat. Kemudian membersihkan rambutnya dengan air. Lalu menyiram kepalanya tiga kali siraman. Kemudian mengguyur tubuhnya dengan air ke seluruh badannya." (Tirmidzi, hadits sahih).


MusicPlaylistView Profile