Jumat, 12 Maret 2010

"AYO BERCOCOK TANAM LOMBOK ! Yook........."

"Lombok" memegang peranan penting dalam kehidupan kita sehari-hari. Masakan tanpa "lombok", rasanya pasti ada yang kurang..... "


Kalau kita memiliki lahan kosong tanpa dimanfaatkan, akan rugilah kita. Kalau kita mau bercocok tanam yang memiliki manfaat yang sangat besar, "lombok"lah yang cocok.

"Lombok" dapat ditanam dimana-mana, baik di dataran rendah maupun di pegunungan tinggi. Jadi tidak perlu heran kalau tanaman "lombok" mudah tersebar kemana-mana. Namun tanah yang diminta harus betul-betul gembur, subur dan mudah meneruskan air.


MENYIAPKAN TANAH.

Para petani yang menggunakan sawah atau tegalannya untuk menanam "lombok", biasanya menggemburkannya dengan membajak satu atau dua kali saja, sedang yang digunakan sebagai pupuk untuk penyubur tanah hanyalah rerumputan dan sisa-sisa jerami dari panenan padi, sebelumnya, yang dibenamkan ke dalam tanah waktu membajak tadi.

Namun apabila rumput dan jeraminya ternyata terlalu banyak, biasanya dibabat dan dijemur dulu untuk kemudian dibakar, sebelum dibajak benamkan ke dalam tanah. Hal ini dikerjakan kira-kira dua minggu sesudah panenan padi rendengan musim hujan. Untuk membuat tanah supaya mudah meneruskan air, maja bagian sawah yang terlalu rendah letaknya atau yang terlalu dekat dengan selokan irigasi sehingga menjadi bedengan-bedengan setelah dibajak gembur tadi. Dengan demikian tanaman "lombok" yang berdiri di atas bedengan-bedengan ini diharapkan tidak akan menderita kelebihan air.

"Lombok" tidak tahan dengan hujan lebat, terutama kalau sudah berbunga dan membentuk buah. Kalau toh ada buah-buah yang dapat selamat terbentuk di musim hujan, dengan kontan lantas menjadi sasaran empuk bagi lalat. Lalat buah Docus doralis, menyebabkan buah "lombok" banyak yang rontok.



PENYEMAIAN BIBIT "LOMBOK".

Maka dari itu kalau anda ingin menanam "lombok", pilihlah waktu yang tepat, sehingga berbuahnya dapat tepat waktu di tengah-tengah musim kemarau yang kering. Jadi sebaiknya, semaikanlah biji-biji "lombok" (di atas kotak persemaian) kira-kira 1 1/2 - 2 bulan sebelum permulaan musim kemarau dulu. Apabila bibit-bibit yang berkecambah nanti sudah menumbuhkan kuncup-kuncup bunganya yang pertama (kira-kira berumur 45 hari), barulah dipindah tanamkan ke tempat penanamannya yang tetap di sawah musim kemarau tadi, di tegalan atau pekarangan dekat rumah anda. Kenapa sudah tua baru dipindah?..... Menurut pengalaman para petani, "lombok" yang dipindah lebih awal sering rontok buahnya sebelum masak.


PEMINDAHAN BIBIT "LOMBOK" KE TANAH.

Sebelum memindah tanamkan bibit "lombok", buatlah lubang-lubang penanamannya terlebih dahulu berukuran 30 cm kubik di atas tanah yang sudah diolah gembur dan (atau) yang sudah disusun menjadi bedengan-bedengan tadi. Kemudian masih harus diisi lagi dengan pupuk kandang kering sampah dapur atau kompos, kira-kira sebanyak satu kobokan per lubang. Ini dicampur dulu dengan tanah galian baik-bauj, kemudian dimasukkan ke dalam lubang lagi, barulah bibit-bibit boleh ditanam. Dengan jarak tanam 60 X 90 cm, apabila bibitnya sudah terlalu tinggi, potonglah pucuknya sebelum ditanamkan. Sebaiknya kerjakanlah kegiatan-kegiatan tadi pada waktu sore hari, yakni ketika udara sudah tidak panas lagi, supaya "lombok-lombok" muda tadi tidak layu.

Setelah dipindah tanamkan, bibit-bibit harus disirami beberapa kali, terutama kalau cuacanya memang kering. Selanjutnya, tiap-tiap tiga minggu sekali rumput-rumputan yang tumbuh liar diantara tanaman "lombok" itu harus diladang.


WAKTU MEMUNGUT HASIL "LOMBOK".

Apabila sudah berdiri tiga bulan lamanya diladang, tanaman boleh dipungut buahnya.

Apabila anda tetap menjaga disiplin untuk selalu memunguti yang sudah merah-merah saja, maka dari sebatang pohon, anda dapat memungut 2 - 3 kali sebelum kira-kira 1 1/2 bulan, sebelum pohon itu mundur hasilnya.

Panenan "lombok" yang pertama memang selalu masih rendah. Akan tetapi panenan yang kedua dan ketiga selalu memuaskan. Setelah 1 1/2 bulan dipaneni terus menerus, biasanya sudah mendekati musim hujan lagi, untuk mempersiapkan sawah atau ladang untuk tanaman lain.

0 komentar: