Minggu, 08 Maret 2015

"KHARISMA"

"Kharisma" adalah sebuah aura khas yang dimiliki seseorang sejak lahir dan berkembang seiring bertambahnya ilmu dan pengalamannya yang membuatnya terlihat “berbeda” dari yang lain". 



"Kharisma" itu sendiri merupakan ciri khas unik seseorang, sehingga tidak bisa ditiru oleh orang lain. "Kharisma" adalah pengolahan diri seseorang dimana, orang tersebut terus menerus mengembangkan kelebihan dirinya, yang bisa memancar keluar membuat orang lain menjadi bisa merasakannya atau bisa menjadi penggemar (pengikut) yang fanatik untuk dirinya. Dan seperti Inner Beauty dimana inner beauty (kecantikan batin) bisa menjadi inner power (kekuatan'dalam') maka "Kharisma"pun demikian, orang akan merasakan jika berhadapan dengan seseorang yang mempunyai "Kharisma", energi postif memancar keluar memberi daya tarik pada orang yang berinteraksi.
"Kharisma", tidak bisa digembar-gemborkan oleh diri sendiri, dimana seseorang bisa bertepuk dada, menyatakan dirinya punya "Kharisma" atau punya inner beauty. Maka kesimpulannya "Kharisma" maupun Inner Beauty bisa dirasakan, bisa terlihat oleh orang lain bukan sebagai pengakuan oleh diri sendiri.

APA SIH "KHARISMA" ITU?

Individu yang "Kharisma"tik terlihat dari kemampuan mereka menarik perhatian dan meyakinkan orang lain. Dengan adanya gabungan karakteristik tersebut dengan kompetensi organisasional dan bisnis yang memadai akan membuat kebanyakan orang akan melihat dan berkata  “Wah, orang itu adalah pemimpin besar.”

Sebelum kita lanjutkan, mari kita bicara tentang definisi dari kata "Kharisma". Ada beberapa definisi yang bisa ditemukan:
  • “Kemampuan untuk mengembangkan atau memberi inspirasi komitmen ideologis pada orang lain.”
  • “Daya tarik pribadi yang memungkinkan untuk mempengaruhi orang lain.”
  • “Kata "Kharisma" (dari kata Yunani "Kharisma" atau artinya hadiah), sering digunakan dalam bentuk ini untuk menggambarkan kemampuan untuk pesona atau mempengaruhi orang.”
Tentu saja menginspirasi orang lain untuk bertindak positif merupakan faktor penting dalam keberhasilan dalam kepemimpinan, seperti halnya kemampuan untuk membantu orang lain berkomitmen untuk mengembangkan ide. Bahkan dengan memiliki ‘daya tarik pribadi’, terlihat baik, fasih berbicara dengan orang lain, dan keterampilan interpersonal yang baik selalu berguna bagi seorang pemimpin. Tapi ketika "Kharisma" menjadi pertimbangan utama dalam menentukan baik tidaknya seorang pemimpin maka bisa terjadi kekecewaan bagi pengikutnya. Pernahkah Anda sadari dari sudut pandang ini seorang Mahatma Gandhi dan Adolf Hitler sama "Kharisma"tiknya?

Istilah "Kharisma" adalah nilai yang netral: ia tidak membedakan antara baik/bermoral dan jahat/tak bermoral. "Kharisma" dapat mengakibatkan fanatisme buta dan megalomaniacs yang berbahaya, atau untuk menjadi pengorbanan diri heroik dalam pelayanan yang menguntungkan organisasinya.

MEMBANGUN
"KHARISMA" 


Seseorang yang mempunyai "Kharisma" bisa membuat seseorang menjadi idola, pemimpin yang dikagumi bahkan mempunyai pengikut yang ‘rela mati' untuknya seperti kita kenal beberapa tokoh dunia yang ber"Kharisma", dan banyak tokoh yang mempunyai "Kharisma" ternyata bukanlah seseorang yang mempunyai kedudukan atau harta berlimpah tapi seperti banyak diungkapkan dimana beberapa nama seperti Nabi Muhamad SAW, dan masih banyak tokoh lainnya dimana banyak cerita mengungkapkan bila mereka berceramah, bukan saja memukau manusia bahkan burung yang terbangpun akan hinggap dulu di dahan pohon untuk turut mendengarkannya.

Sebagai contoh yang hidup pada zaman ini yaitu ibu Theresa dari Calcuta, dimana seorang teman Victor Chandrawira yang kebetulan bisa hadir dalam kesempatan itu, bersaksi: pada saat Women World Summit di Beijing September 1996 dimana sejumlah ibu negara dan tokoh-tokoh wanita dunia berkumpul dengan beragam gemanya, di tengah kebisingan obrolan antar mereka mendadak suasana bisa sunyi hening tácala, seorang ibu tua dengan pakaian sederhana dan badan yang tua renta berjalan memasuki arena, yang ternyata ibu tersebut adalah Ibu Theresa yang begitu ber
"Kharisma" sehingga bisa membuat semua mulut terdiam, mata terbelalak padahal dia sosok tua yang sederhana.

Melihat penampilan wanita tua sederhana di tengah gemerlapnya pakaian dan anggunnya penampilan para ibu negara seluruh dunia, maka apanya yang membuatnya bisa membungkamkan mulut dan membelalakan mata orang banyak..? Tentu saja jawabannya adalah
"Kharisma"nya.! Beliau membangunnya dengan berbuat baik sepanjang hidupnya, dimana perbuatannya melebihi kebanyakan orang di dunia ini, dan mungkin sampai saat ini belum tergantikan sejak kematiannya.
"Kharisma" bisa dibangun, dipupuk dengan perbuatan baik yang terus menerus dan membuahkan sesuatu yang berguna untuk orang lain dan melakukannya dengan kesungguhan hati untuk mendapatkannya.
"Kharisma" sebuah perbuatan nurani dimana seseorang bisa menyeimbangkan dirinya, untuk berbuat dengan mementingkan kepentingan orang lain di atas kepentingan ego diri, bisa memikirkan perasaan orang lain, bisa bekerja dengan kasih sayang tanpa pamrih untuk kesejahteraan orang lain, bisa bekerjasama dengan baik dengan semua unsur tim kerja.


"Kharisma" tidak hanya dapat memberikan daya tarik pribadi tetapi juga dapat sebagai salah satu penunjang sukses berkarir. Ada beberapa kiat untuk membangun  "Kharisma" berikut ini dan praktekkan, serta lihat apa hasilnya pada diri Anda.
1. Menciptakan Daya Tarik Pribadi
2. Menunjukan Sikap Bersahabat
3. Hindari Sikap Menunduk
4. Jangan Lupakan Etika dan Sopan Santun
5. Jalin Kontak Mata Saat Bicara
6. Jangan Takut Untuk Dipuji
7. Jangan Takut jadi Pusat Perhatian  

Silahkan Anda coba, rasakan dan nikmati hasilnya. Selamat mencoba, semoga Anda berhasil menjadi orang yang ber"Kharisma".

Sumber:
1. https://id-id.facebook.com/.../posts/465163740183716
2. aampuh.blogspot.com/.../arti-dari-kata-kharisma.html
3. www.bizresult.com/?mn=Refleksi&article_id=11
4. https://id.answers.yahoo.com/question/index?qid...
5. laely.widjajati.facebook/Kondangan-(23082014)
6. laely.widjajati.facebook/Ketua-FKPI-Sidoarjo.....
7. laely.widjajati.facebook/Kok-di-blakang-q-bnyak-"ULAR"nya-ya???????????

0 komentar: