Senin, 09 Maret 2015

"DUNIA INI PANGGUNG SANDIWARA"

"Ingat sebait kalimat lagu yang dilantunkan Ahmad Albar "Dunia ini panggung sandiwara", ceritanya mudah berubah".



Benarkah "dunia ini" memang "panggung sandiwara"? Sekadar mereduksikan persoalan, "dunia" bisa dipahami sebagai "panggung sandiwara". Seperti halnya "sandiwara" benaran dengan berbagai tokoh dan lakon yang protagonis dan antagonis, juga ada klimaks dan antiklimaks, "panggung sandiwara" kehidupan kita pun tampaknya seperti itu. Ada orang yang sedang pada tahap antiklimaks dalam hidupnya.

Dalam kalimat pertama dari sebuah monolog berjudul “As You Like It”, William Shakespeare juga mengatakan, “All the world’s a stage“. Ini sebuah ekspresi jujur yang menegaskan eksistensi manusia di "dunia". Sebagai sebuah "panggung sandiwara", setiap orang memainkan perannya masing-masing.  

"Dunia ini panggung sandiwara" adalah frasa yang diutarakan oleh karakter Jaques dalam karya William Shakespeare berjudul As You Like It. Monolog ini mengumpamakan "dunia ini" sebagai sebuah "panggung sandiwara" dan kehidupan manusia seperti sebuah "sandiwara", dan menerangkan tentang tujuh tingkatan usia manusia, yang kadang-kadang disebut sebagai tujuh usia manusia: bayi, anak sekolah, pecinta, prajurit, keadilan, pantaloon, dan masa kanak-kanak kedua, "tanpa gigi, tanpa mata, tanpa rasa, tanpa semuanya".

Maksud Shakespeare adalah bahwa "dunia ini" tidak lain adalah "panggung" teater dan manusia adalah aktornya. Sejak lahir manusia memasuki "dunia" teater dan terus berakting sesuai dengan usia mereka, hingga pada usia tua mereka ketika episode yang terakhir dimainkan. Ini adalah salah satu bagian dari karya Shakespeare yang paling sering dikutip.

Hidup didunia bersifat sementara . Apa apa yang ada didunia inipun hanya fatamorgana, tipuan dan tipuan. Ibarat sebuah panggung sandiwara yang sangat besar. Firman Allah SWT maksudnya : "Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?" (Surah Al-An'Am ayat 32) “Dan kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (Al- Hadid: 20) Sebagaimana suatu panggung sandiwara maka tokoh tokohnya hanya mengikut saja apa kehendak sutradara. Setiap ucapan perbuatan dan tingkah laku pemainnya hanya tunduk pada sang sutradara . Kadang ada adegan adu mulut bahkan ada adegan adu jotos sekalipun tetapi jangan lupa semua ini hanyalah sandiwara bukan sungguhan. Jangan sampai diantara pemain kemudian keluar dari skenario, ketika adegan dimarahi lalu benar benar ketakutan sehingga lari terbirit birit keluar dari panggung atau saking emosinya benar benar berkelahi dengan pemain lainnya sementara dalam skenario tidak ada adegan tersebut. Copy and WIN : http://bit.ly/copynwin

Copy and WIN : http://bit.ly/copynwin
Hidup di "dunia" bersifat sementara. Semua yang ada di "dunia ini" pun hanya fatamorgana, tipuan dan tipuan. Ibarat sebuah "panggung sandiwara" yang sangat besar. 

Firman Allah SWT. yang artinya:
"Dan tiadalah kehidupan "dunia ini", selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?" (QS. Al-An'am: 32)
 
"Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan "dunia" itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan "dunia ini" tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu". (QS. Al-Hadid: 20)

Jadi kalau "dunia ini panggung sandiwara", maka sebaiknya kita berperan sebagai tokoh yang baik-baik sajalah yang bisa bermanfaat bagi alam semesta ini supaya amalan kebaikan kita kelak dapat kita bawa ke kehidupan akhirat kelak. Semoga Allah menuntun kita untuk selalu melangkah di jalan yang lurus, sehingga kita dapat mengakhiri "sandiwara" kita di "dunia ini" dengan khusnul khatimah. Aamiin Ya Rabbal Alamiin.....
Hidup didunia bersifat sementara . Apa apa yang ada didunia inipun hanya fatamorgana, tipuan dan tipuan. Ibarat sebuah panggung sandiwara yang sangat besar. Copy and WIN : http://bit.ly/copynwin

Copy and WIN : http://bit.ly/copynwinHidup
 
Sumber:
1. sosbud.kompasiana.com/.../hidup-ini-panggung-sandi...
2. id.wikipedia.org/.../Dunia_ini_p...
3. quran-terjemah.org/al-an-am/32.html
4. ihaqy.blogspot.com/.../hakikat-dunia-interpretasi-qs.ht...
5. drtamtomo.blogspot.com/.../dunia-ini-panggung-sandi...
6. laely.widjajati.facebook/Add-a-description-With-Banda-Go-Trilyuner.
7. laely.widjajati.facebook/Mekarsari

0 komentar: