Sabtu, 03 Agustus 2013

"PERKEMBANGAN PSIKOLOGIS REMAJA"

"Bicara tentang "psikologis remaja" tentu tak lepas dari perkembangan "psikologis remaja", yang mana dapat dikatakan suatu fase perkembangan yang dialami seseorang ketika memasuki usia 12-22 tahun." 



Masa "remaja" merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Hal ini sering membuat bingung baik oleh si "remaja" sendiri dan orang tua. Banyak "remaja" terjerumus ke dalam kerusakan moral ketika mencoba mencari jati diri. Begitu juga, orang tua sering kali tidak tahu harus berbuat apa kepada anak "remaja"nya yang sepertinya mulai nakal. Disinilah fungsi "psikologi remaja", yaitu untuk memahami cara berpikir para "remaja".

Pada fase perkembangan "psikologis remaja", anak harus mampu meninggalkan sifat kekanak-kanakannya. 

Perkembangan "Psikologi Remaja"

1. Siapa "Remaja" itu?

Menurut Sri Rumini & Siti Sundari (2004: 53) masa "remaja" adalah peralihan dari masa anak dengan masa dewasa yang mengalami perkembangan semua aspek/ fungsi untuk memasuki masa dewasa. Rentang waktu usia "remaja" ini biasanya dibedakan atas tiga, yaitu 12 – 15 tahun = masa "remaja" awal, 15 – 18 tahun = masa "remaja" pertengahan, dan 18 – 21 tahun = masa "remaja" akhir.
  
2. Ciri-ciri atau Karakteristik "Psikologi Remaja"

a. Perkembangan Fisik "Psikologi Remaja"

Fase "remaja" adalah periode kehidupan manusia yang sangat strategis, penting dan berdampak luas bagi perkembangan berikutnya. Pada "remaja" awal, pertumbuhan fisiknya sangat pesat tetapi tidak proporsional, misalnya pada hidung, tangan, dan kaki. Pada "remaja" akhir,proporsi tubuh mencapai ukuran tubuh orang dewasa dalam semua bagiannya (Syamsu Yusuf :2005). Berkaitan dengan perkembangan fisik ini, perkembangan terpenting adalah aspek seksualitas ini dapat dipilah menjadi dua bagian, yakni :

1) Ciri-ciri Seks Primer
Perkembangan "psikologis remaja" pria mengalami pertumbuhan pesat pada organ testis, pembuluh yang memproduksi sperma dan kelenjar prostat. Kematangan organ-organ seksualitas ini memungkinkan "remaja" pria, sekitar usia 14 – 15 tahun, mengalami “mimpi basah”, keluar sperma. Pada "remaja" wanita, terjadi pertumbuhan cepat pada organ rahim dan ovarium yang memproduksi ovum (sel telur) dan hormon untuk kehamilan. Akibatnya terjadilah siklus “menarche” (menstruasi pertama). Siklus awal menstruasi sering diiringi dengan sakit kepala, sakit pinggang, kelelahan, depresi, dan mudah tersinggung. Psi
kologi remaja
2) Ciri-ciri Seks Sekunder
Perkembangan "psikologis remaja" pada seksualitas sekunder adalah pertumbuhan yang melengkapi kematangan individu sehingga tampak sebagai lelaki atau perempuan. "Remaja" pria mengalami pertumbuhan bulu-bulu pada kumis, jambang, janggut, tangan, kaki, ketiak, dan kelaminnya. Pada pria telah tumbuh jakun dan suara "remaja" pria berubah menjadi parau dan rendah. Kulit berubah menjadi kasar. Pada "remaja" wanita juga mengalami pertumbuhan bulu-bulu secara lebih terbatas, yakni pada ketiak dan kelamin. Pertumbuhan juga terjadi pada kelenjar yang bakal memproduksi air susu di buah dada, serta pertumbuhan pada pinggul sehingga menjadi wanita dewasa secara proporsional.

b. Perkembangan Kognitif "Psikologi Remaja"

Pertumbuhan otak mencapai kesempurnaan pada usia 12–20 thn secara fungsional, perkembangan kognitif (kemampuan berfikir) "remaja" dapat digambarkan sebagai berikut

a. Secara intelektual "remaja" mulai dapat berfikir logis tentang gagasan abstrak
b. Berfungsinya kegiatan kognitif tingkat tinggi yaitu membuat rencana, strategi, membuat keputusan-keputusan, serta memecahkan masalah
c. Sudah mampu menggunakan abstraksi-abstraksi, membedakan yang konkrit dengan yang abstrak
d. Munculnya kemampuan nalar secara ilmiah, belajar menguji hipotesis
e. Memikirkan masa depan, perencanaan, dan mengeksplorasi alternatif untuk mencapainya psikologi remaja
f. Mulai menyadari proses berfikir efisien dan belajar berinstropeksi
g. Wawasan berfikirnya semakin meluas, bisa meliputi agama, keadilan, moralitas, dan identitas (jati diri)

c. Perkembangan Emosi "Psikologi Remaja"

"Remaja" mengalami puncak emosionalitasnya, perkembangan emosi tingkat tinggi. Perkembangan emosi "remaja" awal menunjukkan sifat sensitif, reaktif yang kuat, emosinya bersifat negatif dan temperamental (mudah tersinggung, marah, sedih, dan murung). Sedangkan "remaja" akhir sudah mulai mampu mengendalikannya. "Remaja" yang berkembang di lingkungan yang kurang kondusif, kematangan emosionalnya terhambat. Sehingga sering mengalami akibat negatif berupa tingkah laku “salah suai”, misalnya : psikologi remaja
1) Agresif : melawan, keras kepala, berkelahi, suka menggangu dan lain-lainnya
2) Lari dari kenyataan (regresif) : suka melamun, pendiam, senang menyendiri, mengkonsumsi obat penenang, minuman keras, atau obat terlarang

Sedangkan "remaja" yang tinggal di lingkungan yang kondusif dan harmonis dapat membantu kematangan emosi "remaja" menjadi :

1) Adekuasi (ketepatan) emosi : cinta, kasih sayang, simpati, altruis (senang menolong), respek (sikap hormat dan menghormati orang lain), ramah, dan lain-lainnya
2) Mengendalikan emosi : tidak mudah tersinggung, tidak agresif, wajar, optimistik, tidak meledak-ledak, menghadapi kegagalan secara sehat dan bijak

d. Pekembangan Moral "Psikologi Remaja"

"Remaja" sudah mampu berperilaku yang tidak hanya mengejar kepuasan fisik saja, tetapi meningkat pada tatanan "psikologis" (rasa diterima, dihargai, dan penilaian positif dari orang lain). ps
ikologi remaja
e. Perkembangan Sosial "Psikologi Remaja"

"Remaja" telah mengalami perkembangan kemampuan untuk memahami orang lain (social cognition) dan menjalin persahabatan. "Remaja" memilih teman yang memiliki sifat dan kualitas "psikologis" yang relatif sama dengan dirinya, misalnya sama hobi, minat, sikap, nilai-nilai, dan kepribadiannya. 

Perkembangan sikap yang cukup rawan pada "remaja" adalah sikap comformity yaitu kecenderungan untuk menyerah dan mengikuti bagaimana teman sebayanya berbuat. Misalnya dalam hal pendapat, pikiran, nilai-nilai, gaya hidup, kebiasaan, kegemaran, keinginan, dan lain-lainnya.

f. Perkembangan Kepribadian "Psikologi Remaja"

"Psikologi remaja". Isu sentral pada "remaja" adalah masa berkembangnya identitas diri (jati diri) yang bakal menjadi dasar bagi masa dewasa. "Remaja" mulai sibuk dan heboh dengan problem “siapa saya?” (Who am I ?). Terkait dengan hal tersebut "remaja" juga risau mencari idola-idola dalam hidupnya yang dijadikan tokoh panutan dan kebanggaan. Faktor-faktor penting dalam perkembangan integritas pribadi "remaja" ("psikologi remaja") adalah :

1) Pertumbuhan fisik semakin dewasa, membawa konsekuensi untuk berperilaku dewasa pula
2) Kematangan seksual berimplikasi kepada dorongan dan emosi-emosi baru
3) Munculnya kesadaran terhadap diri dan mengevaluasi kembali obsesi dan cita-citanya
4) Kebutuhan interaksi dan persahabatan lebih luas dengan teman sejenis dan lawan jenis
5) Munculnya konflik-konflik sebagai akibat masa transisi dari masa anak menuju dewasa. "Remaja" akhir sudah mulai dapat memahami, mengarahkan, mengembangkan, dan memelihara identitas diri


Tindakan antisipasi "remaja" akhir adalah: 

1) Berusaha bersikap hati-hati dalam berperilaku dan menyikapi kelebihan dirinya
2) Mengkaji tujuan dan keputusan untuk menjadi model manusia yang diidamkan
3) Memperhatikan etika masyarakat, kehendak orang tua, dan sikap teman-temannya
4) Mengembangkan sikap-sikap pribadinya

g. Perkembangan Kesadaran Beragama 

Iman dan hati adalah penentu perilaku dan perbuatan seseorang. Bagaimana perkembangan spiritual ini terjadi pada "psikologis remaja"? Sesuai dengan perkembangannya kemampuan kritis "psikologis remaja" hingga menyoroti nilai-nilai agama dengan cermat. Mereka mulai membawa nilai-nilai agama ke dalam kalbu dan kehidupannya. Tetapi mereka juga mengamati secara kritis kepincangan-kepincangan di masyarakat yang gaya hidupnya kurang memedulikan nilai agama, bersifat munafik, tidak jujur, dan perilaku amoral lainnya. Di sinilah idealisme keimanan dan spiritual "remaja" mengalami benturan-benturan dan ujian.

Sumber:
1. belajarpsikologi.com › Psikologi Remaja
2. www.psikoterapis.com/?en_psikologi-remaja%2C64
3. laely.widjajati.photos.facebook/ASSALAMU'ALAIKUM Wr.-Wb.-Met-Pagi-Smuanya.-Met-Aktivitas............
4. laely.widjajati.photos.facebook/LOMBOK.........TOMAT.............
5. laely.widjajati.photos.facebook/with-najma-ilma......

0 komentar: