Sabtu, 27 April 2013

"PRESTASI DIRI"

"Prestasi Diri" adalah hasil usaha yang dicapai dari segala usaha yang telah dikerjakan dan merupakan puncak dari pengembangan potensi "diri" baik karena hasil belajar, bekerja/berlatih keterampilan dalam bidang tertentu." 

MAKNA "PRESTASI DIRI".

"Prestasi Diri" berarti hasil yang dicapai dari apa yang dikerjakan atau diusahakan. "Prestasi Diri" menggambarkan hasil yang diperoleh seseorang dari satu waktu tertentu yang menunjukkan perubahan kemajuan.

"Prestasi Diri" merupakan perwujudan dari potensi "diri" seseorang. Potensi "diri" diartikan sebagai segala sesuatu yang dimiliki seseorang baik sudah atau belum nyata yang dapat digunakan dalam pembangunan "diri"nya.

Ber"prestasi" dapat dilakukan di berbagai aspek kehidupan, antara lain:

Aspek Politik.

Misalnya seseorang mampu mengelola sebuah partai kecil menjadi partai besar pemenang pemilu.

Aspek Ekonomi.

Misalnya seseorang mampu menjalankan usahanya. Keberhasilan itu dapat diperoleh berkat pengerahan daya dan kekuatan dalam usahanya.

Aspek Sosial Budaya.

Misalnya sebuah grup musik menjadi sangat terkenal tidak hanya di tingkat nasional, namun sampai tingkat internasional berkat ketekunannya.

Aspek Pendidikan.

Misalnya seorang siswa lulus dengan nilai yang memuaskan berkat ketekunan dan belajar yang keras.

PENTINGNYA "PRESTASI DIRI" BAGI KEUNGGULAN BANGSA.

Kita harus mampu mempertahankan hidup dalam kehidupan. Kita harus menjadikan hidup lebih bermakna. Untuk itu, setiap manusia pasti memiliki berbagai macam kebutuhan. Menurut Maslow, seorang ahli ilmu jiwa, manusia memiliki 5 kebutuhan diantaranya :

1. Kebutuhan dasar atau kebutuhan fisik yang menyangkut pemenuhan keperluan jasmani, seperti makan, minum, pakaian, perumahan, dan sebagainya.
2. Kebutuhan rasa aman.
3. Kebutuhan akan cinta kasih dan perhatian.
4. Kebutuhan akan harga "diri".
5. Kebutuhan akan aktualisasi "diri".
 
Untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan, manusia harus mengusahakan dengan daya kekuatan yang dimilikinya. Setiap manusia harus ber"prestasi" agar tercapai hal berikut:

a. Dapat memenuhi kebutuhanya sehingga dapat mampu mempertahankan hidup dan kehidupanya.
b. Sebagai bentuk aktualisasi "diri", setiap manusia perlu pengakuan atas keberadaanya (eksistensinya). Pengakuan tersebut diberikan oleh masyarakat, lembaga ataupun negara. Semakin tinggi "prestasi" seseorang, pengakuan masyarakat semakin tinggi pula.
c. Memberi makna atau manfaat pada orang lain, bangsa dan negara. Manusia sebagai makhluk sosial dalam kehidupanya, selalu bersama orang lain dan saling membutuhkan.
d. Memberi kepuasan batin kepada "diri" sendiri dan motivasi untuk lebih ber"prestasi". Manusia melakukan sesuatu untuk mengharapkan sesuatu hasil yang memuaskan.
 
"Prestasi diri" memiliki peran yang sangat penting bagi keunggulan bangsa. Peran "Prestasi Diri" sebagai berikut:
a. Meningkatkan taraf hidup bangsa dan negara.
b. Memperkokoh stabilitas nasional, persatuan dan kesatuan.
c. Mengharumkan nama baik bangsa dan negara di mata internasional.
d. Menjaga kedaulatan bangsa dan negara.

PENGERTIAN POTENSI.

Kamu dapat menjadi sukses ketika mampu mengubah potensi dalam "diri"mu menjadi kompetensi yang diharapkan. Potensi dapat diartikan sebagai kemampuan, kekuatan baik yang belum terwujud maupun yang sudah terwujud yang dimiliki seseorang, tetapi belum sepenuhnya. Terlihat atau dipergunakan secara maksimal.

Pengertian tersebut dapat dipahami bahwa potensi merupakan suatu kekuatan (daya) yang dimiliki oleh manusia. Tetapi belum dipergunakan dengan optimal sehingga kewajibanya adalah bagaimana mendayagunakan potensi yang ada dalam "diri"mu menjadi kompetensi untuk meraih "prestasi" seperti yang kamu inginkan.

Menyadari ketergantungan pengembangan potensi inilah, manusia dituntut untuk kreatif dan ber"prestasi"  menciptakan sarana dan prasarana guna mendukung keoptimalan pengembangan potensi masyarakat dan warga negaranya.

JENIS-JENIS POTENSI.

Menurut sifatnya, potensi dikelompokkan menjadi potensi jasmaniah dan rohaniah.

1. Potensi jasmaniah, berupa daya atau kekuatan fisik seseorang yang dapat dikembangkan guna meraih "prestasi" hidup.
 
2. Potensi rohaniah, merupakan potensi manusia yang bersifat kejiwaan, seperti potensi intelektual, estetika, dan etika.

Atas dasar SUMBERnya, merupakan potensi manusia dibedakan menjadi tiga macam, sebagai berikut:

1. Potensi yang bersumber daya cipta . potensi yang bersumber dari cipta yaitu potensi intelektual atau intelektual quotient (IQ)
 
2. Potensi yang bersumber dari rasa. Potensi yang bersumber dari rasa ada dua macam yaitu potensi emosional dan potensi spiritual.
a Potensi emosional atau emotional quotient (EQ). EQ merupakan kemampuan yang bersumber pada perasaan manusia.
b. Potensi spiritual atau spiritual quotient (SQ). SQ merupakan kemampuan seseorang menghayati nilai-nilai kaidah dan pranata.
 
3. Potensi yang bersumber pada karsa ada dua macam  yaitu potensi ketahan malangan dan potensi potensi vokasional. 
a. Potensi ketahanmalangan atau adversity quotient (AQ). AQ yaitu potensi manusia untuk menghadapi berbagai hambatan  dan tantangan hidup. Misalnya: sikap tabah, tangguh, memiliki daya juang, dan kreativitas. 
b. Potensi vokasional.
Potensi vokasional yaitu potensi manusia yang cenderung pada bidang-bidang keterampilan atau kejuruan. Misalnya tekhnik, bidang olah raga, kesenian dan tekhnik.

MENGENAL POTENSI "DIRI" UNTUK BER"PRESTASI" SESUAI KEMAMPUAN.

Ada berbagai upaya yang dapat saya lakukan dalam meraih "prestasi" menjadi penjahit, yaitu sebagai berikut :
1. Tekun, terbiasa dengan tindakan yang bermanfaat, menghindari perbuatan sia-sia, baik dalam belajar, rajin dalam bekerja, dan bersungguh-sungguh dalam mengerjakan sesuatu.
2 Berdisiplin, selalu mengahargai waktu, selalu melakukan latihan menjahit, biasa bekerja secara tuntas dan bertanggung jawab, biasa memenuhi tata tertib, dan selalu menghindari sikap malas-malasan latihan menjahit, dan tidak suka menunda tugas atau pekerjaan.
3. Bekerja keras, berdisiplin dan bertanggung jawab bekerja secara terencana dan tuntas, selalu belajar dan mengait pengetahuan untuk masa depan, selalu menghindari sikap mengabaikan peraturan.
4. Rajin, selalu bertindak secara terus-menerus atas dorongan "diri" sendiri, berusaha untuk mencapai tujuan, dan selalu menghindari sikap malas belajar menjahit.
5. Percaya "diri", berperilaku atas dasar keselarasan dengan keseimbangan antar kemampuan menjahit dan dengan latihan menjahit yang akan menumbuhkan keyakinan pada "diri" sendiri, tidak mudah terpengaruh oleh ucapan ataupun perbuatan orang lain. Tidak rendah "diri" dan tidak tergantung pada orang lain.
6. Tanggung jawab dan ulet, selalu bersikap dan bertindak lurus, selalu menghindari sikap dan tindakan plin-plan, selalu berupaya mencari alternatif yang terbaik dalam belajar atau bekerja. Menyelesaikan tugas, mengembangkan potensi menjahit maupun aktivitas lain, selalu menghindari sikap dan tindakan menggampangkan segala urusan.
7. Mandiri, selalu bersikap dan berperilaku yang lebih mengandalkan inisiatif, kemampuan dan tanggung jawab pada "diri" sendiri secara konsekuen dan menghindari dari sikap ketergantungan pada orang lain.
8. Kreatif, selalu mengisi waktu luang dengan kegiatan menjahit, dapat menciptakan kreasi baru dan menularkannya kepada orang lain, dan tidak membiasakan "diri" untuk berperilaku konsumtif dalam segala hal.

CARA MENGGALI POTENSI "DIRI".

Bagaiamana cara kamu mengenali potensi "diri"? Saya mengenali potensi "diri" dengan cara mempraktekkan apa yang saya pelajari. Mengetahui potensi "diri" atau bakat tidak semudah saya mengenali nama teman-teman sepermainan saya. Akan tetapi, diperlukan adanya usaha dalam menemukan atau menggali potensi "diri".

Saya dapat mengelompokkan berbagai cara dalam mengenali potensi "diri" saya, baik secara intern maupun ekstern.

1. Faktor intern atau faktor yang berasal dari "diri" kita sendiri.
Cara mengenali potensi "diri" dilihat dari faktor intern dapat dicapai dengan hal-hal sebagai berikut :
a. Memiliki informasi yang lengkap tentang "diri" kita sendiri.
b. Memahami kemampuan atau kelebihan-kelebihan yang kita miliki,
c. Selanjutnya setelah mengetahui utuh siapa "diri" kita dan mempercayai apa yang diberikan Tuhan berupa bakat pada "diri" kita, kewajiban kita adalah mengasah potensi yang kita miliki. Potensi "diri" tersebut dapat menjadi kompetensi yang dapat kita banggakan.

2. Faktor ekstern atau faktor yang berasal dari luar "diri" kita sendiri
Cara mengenali potensi "diri" dilihat dari faktor ekstern dapat dicapai dengan hal-hal sebagai berikut :
a. Kita perlu menguji coba kemampuan "diri" kita dengan mengikuti perlombaan-perlombaan yang ada di sekitar kita,
b. Menguji atau mengukur kemampuan dan bakat kita kepada para ahli yang berkompeten dalam bidangnya.

BERSIKAP POSITIF TERHADAP SETIAP PELUANG UNTUK BER"PRESTASI".

Memiliki motivasi dalam mencapai tujuan hidup Hal-hal yang dapat mempengaruhi motif disebut motivasi. Jadi, motivasi merupakan keadaan dalam "diri" seseorang yang mendorong perilaku ke arah tujuan. 

Dengan demikian, motivasi mempunyai 3 aspek yaitu sebagai berikut :

1. Keadaan terdorong dalam "diri" seseorang, yaitu kesiapan bergerak karena kebutuhan-kebutuhan, keadaan lingkungan dan keadaan mental.
2. Perilaku yang timbul dan terarah karena keadaan.
3. Tujuan yang ingin didapat (dituju) oleh pelaku

Orang yang memiliki MOTIVASI "diri" yang baik adalah orang yang:
1. Memiliki cita-cita dinamis, serta tekun mencurahkan "diri" dan kemampuannya untuk menjadi cita-cita tersebut.

2. Memiliki kreativitas
Kreativitas adalah kemampuan mental dan berbagai jenis keterampilan manusia yang dapat melahirkan pengungkapan yang unik. Orisinil, berbeda sama sekali baru, efisien, tepat sasaran dan tepat guna.

3. Memiliki optimisme yang realistis
Optimisme yang baik adalah optimisme yang relaistis, yaitu optimisme yang masih dalam jangkauan dan dimungkinkan untuk dapat dicapai.

4. Memiliki kualitas mental dan etos kerja
Seseorang yang memiliki kualitas mental dan etos kerja yang baik, tidak akan tergantung dan terpengaruh orang lain sehingga "prestasi"nya akan membawa kedaiaman dalam hidupnya.

5. Memiliki rasa percaya "diri"
Untuk membangun rasa percaya "diri", kita harus menghilangkan rasa cemas, takut, dan sikap ragu-ragu pada "diri" kita.

MENUNJUKKAN KESIAPAN UNTUK BERKOMPETISI SECARA SEHAT.

Beberapa sikap yang menunjukkan kesiapan untuk berkompetisi dengan orang lain secara sehat, yaitu sebagai berikut :

1. Fisik dan mental yang sehat dan kuat
Orang yang secara fisik sehat dan kuat adalah seseorang yang selalu menghargai kesehatan.

2. Memiliki cita-cita yang dinamis
Artinya adalah seseorang yang berpikir jauh ke depan. Cita-cita dan tujuan yang dinamis merupakan dua hal yang berbeda. 

3. Memiliki kecerdasan

4. Percaya "diri" dan berdikari
Percaya "diri" merupakan sikap yang penuh keyakinan pada "diri"nya, mantap dalam melaksanakan aktivitasnya sehari-hari, tidak mudah terpengaruh ucapan, tindakan atau perbuatan orang lain.

5. Bertanggung jawab dan berani mengambil resiko
Bertanggung jawab dalam arti mampu menyelesaikan tugas atau pekerjaan tepat pada waktunya, menghindarkan "diri" dari sikap ingkar janji dan dapat melaksanakan tugas sampai selesai.

6. Ulet dan tekun
Ulet dalam arti tidak mudah menyerah (putus asa) walaupun dalam keadaan yang paling sulit.

CARA-CARA UNTUK MENCAPAI KEBERHASILAN.

Menurut Paul J. Meyer dari California, ada enam cara untuk mencapai keberhasilan :

1. Menentukan tujuan yang ingin dicapai dengan jelas.
 
2. Menyusun rencana untuk mencapai tujuan dan menentukan tenggang waktu yang diperlukan untuk mencapainya.
 
3. Motivasi yang kuat untuk mencapai tujuan.
 
4. Mengembangkan keyakinan pada "diri" atas apa yang diperbuat.
 
5. Mengembangkan kemampuan untuk selalu setia pada rencana meskipun terdapat tantangan atau hambatan.
 
6. Berpegang teguh pada prinsip “tidak pernah ada kesempatan yang datang dengan sendirinya kepada orang yang diam menanti di tempat”. 

Sumber:
1. seratupersencopas.blogspot.com/2012/02/makna-prestasi-diri.html
2. www.tetukoinposting.com/.../materi-pkn-kelas-9-prestasi-diri.html
3. laely.widjajati.Facebool.Profile.Pictures/Alhamdulillah-sudah-bisa-istirahat....
4. laely.widjajati.Facebool.Timeline.Photos/ALLAHU-AKBAR....
5. laely.widjajati.Facebool.Timeline.Photos/MANFAAT/KHASIAT-BUNGA-KAMBOJA...

0 komentar: