Sabtu, 23 Februari 2013

"LOMBA PANJAT POHON PINANG"

"Panjat pinang" adalah salah satu "lomba" tradisional yang populer pada perayaan hari kemerdekaan Indonesia".


Setiap menyambut hari kemerdekaan atau 17 Agustusan di kampung atau desa kita sering sekali mengadakan "lomba panjat pinang" dan hampir seluruh masyarakat ini Indonesia selalu mengikuti "lomba panjat pinang". "Panjat pinang" itu sendiri adalah salah satu jenis per"lomba"an tradisional yang populer pada saat perayaan hari kemerdekaan Indonesia. 

CARA PERMAINAN.

Ternyata "Panjat Pinang" ini juga punya aturan sendiri lo dalam permainannya.  Sebuah permainan yang memadukan kreatifitas, kesabaran, ketekunan, kerja sama, gotong royong, dan semangat keceriaan !

Sebuah "pohon pinang" yang tinggi dan batangnya dilumuri pelumas yang telah disiapkan oleh panitia per"lomba"an. Di bagian atas "pohon" tersebut, disiapkan berbagai hadiah menarik, seperti baju, sandal, boneka, kipas angin, dan lain-lain.  Para peserta ber"lomba" untuk mendapatkan hadiah-hadiah tersebut dengan cara memanjat batang "pohon". Kadang satu "pohon" di"panjat" oleh sekelompok grup yang terdiri dari lima sampai enam orang. hingga yang paling atas berhasil mendapatkan hadiah yang diinginkan. seru sekali ya. Oleh karena batang "pohon" tersebut licin (karena telah diberi pelumas), para pemanjat batang "pohon" sering kali jatuh. Akal dan kerja sama para peserta untuk memanjat batang "pohon" inilah yang biasanya berhasil mengatasi licinnya batang "pohon", dan menjadi atraksi menarik bagi para penonton.

SEJARAH.

"Panjat pinang" berasal dari zaman penjajahan Belanda dulu. "lomba panjat pinang" diadakan oleh orang Belanda jika sedang mengadakan acara besar seperti hajatan, pernikahan, dan lain-lain.yang mengikuti "lomba" ini adalah orang-orang pribumi. Hadiah yang diperebutkan biasanya bahan makanan seperti keju, gula, serta pakaian seperti kemeja, maklum karena di kalangan pribumi barang-barang seperti ini termasuk mewah. Sementara orang pribumi bersusah payah untuk memperebutkan hadiah, para orang-orang Belanda menonton sambil tertawa. Tata cara permainan ini belum berubah sejak dulu. Bisa dibayangkan kondisi pada masa penjajahan, sementara warga negara Indonesia bersusah payah dengan berlumuran keringat, para Penjajah Belanda dan keluarganya tertawa terbahak-bahak melihat penderitaan Bangsa Indonesia. Dan mungkin saat ini, ketika perayaan 17 Agustus, mereka masih tertawa terbahak bahak, menyaksikan bahwa budaya yang mereka buat dengan tujuan melecehkan Bangsa Indonesia, ternyata justru dilestarikan.

Saat ini bentuk permainan ini masih bertahan hingga sekarang, ada pihak yang tidak mempermasalahkan sejarah permainan ini, tapi ada juga yang tidak setuju dengan budaya ini. Jika sejarah "panjat pinang" begitu menyakitkan mengapa harus dilestarikan. Ada beberapa kontroversi seputar "Panjat Pinang". Sementara sebagian besar rakyat Indonesia percaya itu adalah tantangan pendidikan yang mengajarkan orang untuk bekerja-sama dan bekerja keras dalam mencapai tujuan mereka, ada orang-orang yang mengatakan "Panjat Pinang" adalah tampilan merendahkan yang mengirimkan salah satu jenis pesan untuk pemuda Indonesia. Ada juga isu lingkungan mengurangi sejumlah besar kacang-"pohon" untuk suatu perayaan hedonistik. Apapun kontroversi yang ada "Panjat Pinang" selalu menjadi tradisi yang unik di negara Indonesia.

"PANJAT PINANG" DALAM BUDAYA TIONGHOA.

Prosesi "Panjat Pinang" ini memang populer di Fujian, Guangdong dan Taiwan berkaitan dengan perayaan festival hantu . Ini dapat dimengerti dari kondisi geografis di kawasan itu yang beriklim sub-tropis, yang masih memungkinkan "pinang" atau kelapa tumbuh dan hidup. Perayaan ini tercatat pertama kali pada masa dinasti Ming. Lumrah disebut sebagai "qiang-gu". Namun pada masa dinasti Qing, permainan "Panjat Pinang" ini pernah dilarang pemerintah karena sering timbul korban jiwa. Sewaktu Taiwan berada di bawah pendudukan Jepang, "Panjat Pinang" mulai dipraktekkan lagi di beberapa tempat di Taiwan berkaitan dengan perayaan festival hantu. "Panjat Pinang" masih dijadikan satu permainan tradisi di berbagai lokasi di Taiwan. Tata cara permainan lebih kurang sama, dilakukan beregu, dengan banyak hadiah digantungkan di atas. Namun bedanya tinggi yang harus dipanjat bukan hanya setinggi "pohon pinang", namun telah berevolusi menjadi satu bangunan dari "pohon pinang" dan kayu-kayu yang puncaknya bisa sampai 3-4 tingkat bangunan gedung. Untuk meraih juara pertama, setiap regu harus memanjat sampai puncak untuk menurunkan gulungan merah yang dikaitkan di sana.

PRO DAN KONTRA.

Permainan "Panjat Pinang" yang begitu asik bagi mayoritas penduduk Indonesia, ternyata juga mengundang banayak pro dan kontra di kalangan masyarakat. Di satu sisi, ada pihak yang mendukung dan setuju banget dengan permainan ini. tapi di sisi lain banyak  juga  yang menentang adanya permainan "Panjat Pinang"  ini. Tentunya kedua sisi tersebut punya pemikiran yang jauh berbeda.

Beberapa orang berpikir bahwa "Panjat Pinang" tentunya suatu warisan budaya yang luhur, penuh keharmonisan, penuh sukacita dan penuh sejarah. "Panjat Pinang" mempunyai nilai luhur yang patut dilestarikan dan diwariskan sampai generasi ke generasi. karena di sini lah bangsa Indonesia menanamkan nila luhur dalam per"lomba"an ini seperti: kerja keras, pantang menyerah, kerja kelompok (team work), serta gotong royong.

Memang terjadi pro dan kontra mengenai per"lomba"an yang satu ini. satu pihak berpendapat bahwa sebaiknya per"lomba"an ini dihentikan karena dianggap mencederai nilai-nilai kemanusiaan. Sementara pihak lain berpikir ada nilai luhur dalam per"lomba"an ini seperti: kerja keras, pantang menyerah, kerja kelompok/ gotong royong. Meski begitu, dibalik pro dan kontra keberadaan tradisi ini, "Panjat Pinang" telah mendarah daging dan menjadi hiburan istimewa saat hari raya kemerdekaan.

Sumber:
1. id.wikipedia.org/wiki/Panjat_pinang
2. vymubaya.wordpress.com/tag/panjat-pinang/
3. kidalnarsis.blogspot.com/.../panjat-pinang-sejarah-kelam-rakyat_17.html
4. www.republika.co.id/berita/shortlink/68830
5. arfurakingdom.blogspot.com
6. mr-astroboy.artician.com
7. flpjatim.wordpress.com

0 komentar: